• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Yuridis terhadap penggabungan harta bawaan suami ke dalam harta bersama dalam Putusan Nomor: 2032/Pdt.G/2015/PA.Ngj

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Yuridis terhadap penggabungan harta bawaan suami ke dalam harta bersama dalam Putusan Nomor: 2032/Pdt.G/2015/PA.Ngj"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pasal 37 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bila perkawinan putus karena perceraian, harta bersama diatur menurut hukumnya

Hal tersebut diperkuat oleh Undang-undang Tentang Perkawian yang tercantum dalam pasal 35 ayat 2, yang berbunyi Harta bawaan dari masing-masing suami dan istri dan harta benda

tesis tersebut adalah (1) bahwa Pasal 37 Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 menyatakan perkawinan putus karena perceraian maka harta bersama diatur menurut

1) Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 dalam Pasal 35 ayat (1) menyebutkan bahwa harta bersama adalah harta benda yang diperoleh selama masa perkawinan, artinya

“Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama, harta bawaan dari masing-masing suami dan istri dan harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai

terjadi perceraian.Berdasarkan Pasal 35 Undang Undang Nomor1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (selanjutnya disingkat UU Perkawinan) harta benda perkawinan dibagi

Ikatan perkawinan menjadikan adanya harta bersama antara suami istri, sebagaimana tertuang dalam undang-undang perkawinan pasal 35 ayat (1). Namun, bukan berarti dalam perkawinan

Dengan demikian, ketentuan Undang-Undang Perkawinan Pasal 35 ayat (1) Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama dan harta bawaan dari