Pengelompokan Sekolah Menengah Atas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan nilai Ujian Nasional menggunakan algoritma K-Means Clustering.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Dari hasil pengujian algoritma K-Means dalam mengelompokkan lulusan STMIK Banjarbaru (berdasarkan kompetensi) pada 50 sampel data lulusan yang diuji dalam penelitian ini didapati
Dalam penelitian ini menghasilkan sebuah sistem Penerapan Algoritma K-Means Clustering Untuk Menentukan Penjualan Mebel yang dapat memberikan kemudahan pada pemilik
Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa algoritma klasifikasi K-Means dapat digunakan untuk mengelompokkan setiap kecamatan kota Pematangsiantar berdasarkan
Metode K-Means clustering dapat digunakan untuk proses pengolahan data menggunakan konsep data mining dalam mengelompokkan data sesuai atribut.. Kata kunci:
Dari hasil pengujian algoritma K-Means dalam mengelompokkan lulusan STMIK Banjarbaru (berdasarkan kompetensi) pada 50 sampel data lulusan yang diuji dalam penelitian ini didapati
Penelitian ini bertujan untuk menerapkan algoritma Clustering Fuzzy C-Means untuk mengelompokkan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan nilai (prestasi)
Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, metode K-Means Clustering dapat mengelompokkan provinsi di Indonesia berdasarkan indikator pendidikan dengan cukup baik yang
Penelitian ini mengelompokkan koridor Transjakarta berdasarkan jumlah penumpang menggunakan algoritma K-Means untuk mengidentifikasi koridor dengan jumlah penumpang tinggi, sedang, dan