• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prevalensi Hipertensi Ensefalopati.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Prevalensi Hipertensi Ensefalopati."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Prevalensi Hipertensi Ensefalopati pada Anak dengan Sindrom Nefritik Akut di RS/Perjan Dr. Hasan Sadikin Bandung (Dany Hilmanto)

PREVALENSI HIPERTENSI ENSEFALOPATI PADA ANAK DENGAN SINDROM NEFRITIK AKUT DI RS/PERJAN Dr. HASAN SADIKIN

BANDUNG

Dany Hilmanto,

Sub bagian Nefrologi Ilmu Kesehatan Anak FK Unpad/Perjan RSHS Dr Hasan Sadikin Bandung

ABSTRAK

Sindrom nefritik akut (SNA) adalah penyakit glomerulus yang ditandai oleh adanya edema, hematuria, hipertensi dan berbagai derajat insufisiensi ginjal. Penyebab tersering adalah infeksi Streptokokus β hemolitikus grup A yang bersifat nefritogenik. Hipertensi ensefalopati merupakan komplikasi neurologist yang serius dari penyakit ini. Penelitian sebelumnya menunjukkan kejadian hipertensi ensefalopati pada penderita SNA pasca streptokokus adalah 5 %. Penelitian ini bertujuan untuk melihat prevalensi hipertensi ensefalopati pada 82 anak yang menderita sindrom nefritik akut pasca streptokous yang dirawat di bagian Ilmu Kesehatan Anak (IKA) RS Perjan Dr. Hasan Sadikin Bandung sejak 1999 – 2003. Data diambil secara retrospektif dari catatan medik penderita. Dari 82 anak SNA yang dirawat, 20 (24,39%) menunjukkan hipertensi ensefalopati yang terdiri atas 9 (45 %) anak laki-laki dan 11 (55 %) anak perempuan. Umur rata-rata penderita hipertensi ensefalopati adalah 10 tahun. Kesimpulan penelitian ini adalah angka prevalensi hipertensi ensefalopati pada penderita sindrom nefritik akut pada anak di RS/Perjan Dr. Hasan Sadikin Bandung lebih

tinggi daripada penelitian sebelumnya.

Kata kunci : Sindrom nefritik akut pasca streptokokus – hipertensi ensefalopati.

THE PREVALENCE OF HYPERTENSIVE ENCEPHALOPATHY OF THE CHILDREN WITH ACUTE NEPHRITIC SYNDROME AT

HASAN SADIKIN GENERAL HOSPITAL BANDUNG

ABSTRACT

Acute nephritic syndrome is a glomerular disease characterized by edema, hematuria, hypertension and various degree of renal insufficiency. The most frequent cause is streptococcus β - hemolytic group A. Hypertensive encephalopathy is the most serious neurologic complication of this disease. Previous study showed the incidence of hypertensive encephalopathy in patients with post-streptococcal acute nephritic syndrome was 5 %. The objective of this study was to describe the prevalence of hypertensive encephalopathy in children with post streptococcal glomerulonephritis admitted in Pediatric Department, Hasan Sadikin Hospital, Bandung during period 1999 – 2003. Data were taken from medical records. From a total of 82 hospitalized children, 20 (24,39 %) of them had hypertensive encephalopathy ( 9 (45%) male and 11 (55%) female ). The mean age of the children with hypertensive encephalopathy was 10 years. The conclusion of this study was the prevalence of hypertensive encephalopathy in children with post streptococcal glomerulonephritis in Pediatric Department Hasan Sadikin Hospital Bandung is higher than the previous studies.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Berita Acara Pembukaan Penawaran Nomor : 61.1/DOKUMEN PENGADAAN/V/2015 Tertanggal 28 Mei 2015, dan setelah kami laksanakan evaluasi teknis terdapat beberapa hal yang

Rasio yang digunakan untuk mengukur risiko likuiditas adalah dengan menggunakan dua rasio keuangan, yaitu LDR dan IPR. a) Pengaruh LDR terhadap risiko likuiditas adalah berlawanan

Jika karya Abou El Fadl belum menjelaskan metode penafsiran kedua kelompok tersebut, buku ini bagi Duderija adalah mengisi kekosongan dan melanjutkan apa yang tidak didiskusikan

Berkenaan dengan hal tersebut, agar Saudara dapat membawa dokumen asli atau rekaman yang sudah dilegalisir oleh pihak yang berwenang dan jaminan penawaran asli untuk setiap data

PULAU-PULAU DI INDONESIA BELUM TERLINDUNGI SECARA HUKUM, KARENA SAMPAI SAAT INI BELUM ADA PERATURAN PERUNDANGAN YANG DIKELUARKAN OLEH PEMERINTAH RI TENTANG PULAU (MELIPUTI JUMLAH

Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) sebagai dasar hukum yang memberikan jaminan kepastian hukum untuk para konsumen, telah menyatakan bahwa pelaku usaha memiliki hak

Berdasarkan pada uji parsial imbalan non financial terhadap disiplin kerja menunjukkan nilai t hit sebesar 4.645 dengan nilai t tab sebesar 1.9897 yang artinya thit > t

Pada kelas eksperimen memiliki persentase sebesar 83,33 % yang tergolong sangat kuat, sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah pembelajaran dengan menggunakan