• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masalah Pengembangan Pendidikan di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Masalah Pengembangan Pendidikan di Indonesia"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MASALAH PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi tugas pengantar pendidikan

Di STKIP Garut

Oleh : Dian herdiyanti NIM : 13221090

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN

JL.pahlawan no 32 telp (0262)233556 fax.(0262)540649 Tarogong-Garut Website;http://stkipgarut.ac.id email :[email protected]

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang Maha pengasih dan lagi maha penyayang yang telah memberikan nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelsaikan makalah sebagai salah satu syarat ujian yang berjudul “MASALAH PENGEMBANGGAN PENDIDIKAN DI INDONESIA”

Dalam penyelsaian karya tulis ini tidak terlepas dari dorongan dan bantuan yang telah di berikan oleh berbagai pihak kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih banyak kekurangan nya. Oleh karena itu , penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya konstruktif untuk menyempurnakan makalah ini kelak di masa yang akan datang dan penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Garut,januari 2013

(3)

DAFTAR ISI

COVER... 1

KATA PENGANTAR ...2

DAFTAR ISI...3

BAB1 ... 4

BAB2... 6

BAB3 ...16

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan Indonesia semakin hari kualitasnya makin

rendah.Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara.Sedangkan untuk kualitas para guru, kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.

Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak.Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya.Kelemahan para pendidik kita, mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa.Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan.

B. Pembatasan Masalah

(5)

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan

1. Tujuan

Sesuai dengan pembatasan masalah di atas, maka tujuan penulisan adalah untuk mengetahui masalah-masalah apa saja yang terjadi pada pendidikan di Indoensia yang dillihat dari kualitas pendidikannya semakin hari semakin menurun.

2. Manfaat

(6)

BAB II

PEMABAHASAN

A. Masalah Mendasar Pendidikan di Indonesia

Bagi orang-orang yang berkompeten terhadap bidang pendidikan akan menyadari bahwa dunia pendidikan kita sampai saat ini masih mengalami “sakit”. Dunia pendidikan yang “sakit” ini disebabkan karena pendidikan yang seharusnya membuat manusia menjadi manusia, tetapi dalam kenyataannya seringkali tidak begitu.Seringkali pendidikan tidak memanusiakan manusia.Kepribadian manusia cenderung direduksi oleh sistem pendidikan yang ada.

(7)

hal ini manusia dipandang sama seperti bahan atau komponen pendukung industri. Itu berarti, lembaga pendidikan diharapkan mampu menjadi lembaga produksi sebagai penghasil bahan atau komponen dengan kualitas tertentu yang dituntut pasar.Kenyataan ini nampaknya justru disambut dengan antusias oleh banyak lembaga pendidikan.

Masalah kedua adalah sistem pendidikan yang top-down (dari atas ke bawah) atau kalau menggunakan istilah Paulo Freire (seorang tokoh pendidik dari Amerika Latin) adalah pendidikangaya bank. Sistem pendidikan ini sangat tidak membebaskan karena para peserta didik (murid) dianggap manusia-manusia yang tidak tahu apa-apa. Guru sebagai pemberi mengarahkan kepada murid-murid untuk menghafal secara mekanis apa isi pelajaran yang diceritakan. Guru sebagai pengisi dan murid sebagai yang diisi. Otak murid dipandang sebagai safe deposit box, dimana pengetahuan dari guru ditransfer kedalam otak murid dan bila sewaktu-waktu diperlukan, pengetahuan tersebut tinggal diambil saja. Murid hanya menampung apa saja yang disampaikan guru.

Jadi hubungannya adalah guru sebagai subyek dan murid sebagai obyek.Model pendidikan ini tidak membebaskan karena sangat menindas para murid. Freire mengatakan bahwa dalam pendidikangaya bank pengetahuan merupakan sebuah anugerah yang dihibahkan oleh mereka yang menganggap dirinya berpengetahuan kepada mereka yang dianggap tidak mempunyai pengetahuan apa-apa.

(8)

melihat bagaimana kaum muda zaman ini begitu gandrung dengan hal-hal yang berbau Barat? Oleh karena itu strategi pendidikan di Indonesia harus terlebur dalam “strategi kebudayaan Asia”, sebab Asia kini telah berkembang sebagai salah satu kawasan penentu yang strategis dalam bidang ekonomi, sosial, budaya bahkan politik internasional. Bukan bermaksud anti-Barat kalau hal ini penulis kemukakan.Melainkan justru hendak mengajak kita semua untuk melihat kenyataan ini sebagai sebuah tantangan bagi dunia pendidikan kita. Mampukah kita menjadikan lembaga pendidikan sebagai sarana interaksi kultural untuk membentuk manusia yang sadar akan tradisi dan kebudayaan serta keberadaan masyarakatnya sekaligus juga mampu menerima dan menghargai keberadaan tradisi, budaya dan situasi masyarakat lain? Dalam hal ini, makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara menjadi sangat relevan untuk direnungkan.

Secara umum hasil pendidikan yang telah dicapai melalui institusi pendidikan formal belum dapat memuaskan semua pihak terutama para pemerhati pendidikan (stakeholder).Hal ini disinyalir karena masih banyak ketimpangan yang terjadi khususnya sistem pendidikan di tanah air.Ace Suryadi (Kompas, 25 Januari 2002) mengakui bahwa sistem pendidikan sekarang ini masih belum menunjukkan kemampuan life skill yang diinginkan. Undecided

Disamping itu pondasi pendidikan secara nasional masih lemah.Pelajaran yang diajarkan dalam kurikulum kita belum banyak mengandung basic learning skills.

(9)

tertinggal dibanding negara-negara lain, termasuk dengan negara tetangga terdekat sekalipun. Cry

Masalah ini pada gilirannya bermuara pada rendahnya kadar disiplin sosial bangsa sehingga berdampak negatif terhadap kegiatan dan hasil-hasil pembangunan. Lebih lanjut dikemukakan bahwa kemampuan dan kecerdasan memang telah mampu mengantar Indonesia pada tingkat kehidupan dan kemajuan seperti sekarang ini.Namun saat yang bersamaan, dengan jujur harus kita akui bahwa sikap mental kita ternyata belumlah tumbuh sebanding dengan kemajuan fisik dan material yang kita capai (Kompas, 3 Mei 2001).

Selain kenyataan di atas, persoalan mutu pendidikan Indonesia ternyata terburuk di Asia tenggara. Dalam Rakor Kesra terbatas yang diikuti empat Menteri Kabinet Gotong-Royong pada Kamis, 28 Maret 2001 di Jakarta, menyepakati, kondisi mutu pendidikan nasional dewasa ini paling buruk di Asia Tenggara. Jusuf Kalla menyatakan kondisi mutu SDM Indonesia sangat memprihatinkan di Asia. Dalam persaingan dengan negara lain, ibaratnya kita hanya mampu bersaing pada tingkat kuli dan pembantu rumah tangga (PRT)

(10)

pendidikan. Saatnya kita kedepankan integritas moral baik guru maupun masyarakat.Frown

Masalah lain yang masih tetap menjadi hangat dibicarakan adalah mengenai bentuk kurikulum, Siskandar, (Kompas, 16 April 2001), mengemukakan bahwa kurikulum merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling banyak mendapat perhatian. Bahkan ada yang menganggap kurikulum sebagai salah satu faktor yang amat menentukan keberhasilan belajar siswa.Pada hal faktor keberhasilan lainnya juga ditentukan oleh guru, sarana dan prasarana pendidikan, serta manajemen sekolah.Siskandar mengakui bahwa kurikulum pendidikan tahun 1994 mempunyai banyak kelemahan yang harus diperbaiki. Surprised

Kelemahan tersebut adalah beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran.Jangankan terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari, materi pelajaran yang adapun banyak yang terlalu sukar dan kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa. Kelemahan lain kurikulum itu bersifat popularitas dengan memberlakukan satu sistem pendidikan untuk semua siswa di seluruh tanah air. Padahal, potensi, aspirasi dan kondisi lingkungannya sangat beragam.

(11)

timur, dan warga kulit putih. Warga pribumi disekolahkan di sekolah pribumi dan jenjang yang sangat rendah,mereka yang melanjutkan ke jenjang lebih tinggi adalah para bangsawan yang kelak membawa perubahan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Semntara itu pendidikan tradisional di Indonesia sudah dimulai sejak masuknya islam ke nusantara melalui pondok pesantren, dipondok pesantern para ulama dan walisongo menyebarkan agama islam melalui pendidikan yaitu pondok pesantren,dipondok pesantern mereka mempelajari berbagi kitab .

Pada awal abad 20 seorang ulama dari kauman Jogjakarta mempelopori pendidikan islam modern yang dinamakan muhammadiyah, tujuan didirikan muhammadiyah adalah untuk mengimbangi pendidikan colonial belanda yang memngkelas-kelaskan pendidikan. Pendidikan yang dilakukan oleh muhamadiyah memadukan antara pendidikan islam dan pendidikan modern barat, hal serupa juga dilakukan oleh pelopor pendidikan di Indonesia yaitu ki hajar dewantoro yang mendidrikan taman siswa yang lebih kosentrasi ke pkependidikan dari pada muhamadiyah yang lebih ke hal social keagamaan. Langkah muhamadiyah dan taman siswa didikuti oleh nu yang tetap pada pendidikan tradisional pondok pesantren, walaupun sekarang mengalami pergeseran melaksanakan pendidikan modern yang fomal sepeti muhamadiyah.

(12)

Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah.

Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500.000,- sampai Rp 1.000.000,- Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karena itu, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha.Asumsinya, pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas.Hasilnya, setelah Komite Sekolah terbentuk, segala pungutan uang selalu berkedok, “sesuai keputusan Komite Sekolah”. Namun, pada tingkat implementasinya, ia tidak transparan, karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. Akibatnya, Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah, dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya.

(13)

internasional. RSBI yang diterapkan oleh pemerintah juga dipertanyakan karena apakah setandar internasional yang diterapkan oleh pemerintah yang diterapkan untuk sekolah RSBI juga diterapakan dan diakui di dunia internasional dan khususnya UNESCO yaitu badan PBB yang menangani masalah pendidikan dan ilmu pengetahuan?Pertanyaan tersebut pasti jawabanya tidak.Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh bahasa pengantar dan teknologi pendukung tapi masih banyak komponen-komponen yang perlu diperhatikan.

Salah satu komponen penting dalam dunia pendidikan adalah guru sejauh ini pemerintah sudah berusaha memajukan mutu guru dengan cara melaksankan program sertifikasi guru, guru yang sudah sertifikasi akan mendapakan tunjangan lebih. Namun masalah kesejahteraan guru masih menjadi masalah yang pelik, terutama bagi mareka yang berstatus guru bantu. Pemerintah harus memberiaksn solusi, semua guru tidak bisa mengharapkan status PNS karena cukup banayakanya, guru harus mampu menciptakan lapangan pekerjaanya sendiri diluar pekerjaqan mereka menjadi guru.Selain itu dari pihak pemerintah harus lebih memperhatikan nasib guru terutama bagi mereka yang berada di daerah terpencil.

(14)

mereka tidak pintar, banyak hal yang menjdi factor penentu kelulusan, dari

Dunia pendidikan juga tidak biasa dilepaskan dari masalah moral dan karakter bangsa, suatu indicator keberhasilan pendidikan biasanya dilihat dari karakter bangsa dan moral , namun saat ini dunia pendidikan kita sedang mengalami krisis moral, berbagai kejadian didunia pendidikan yang berkaitan dengan masalah moral terus berdatangan, diantaranya adalah tawuran anatar pelajar yang sering terjadi, tawuran anatar pelajar terjadi karena persoalan sepele yang mengakibatkan mereka bermusuhan, selain itu tawuran disebabkan karena mereka ingin menunjukan jati diri mereka, para remaja yang masih mencari jati diri sering kali merasa lebih nyaman dengan teman-temannya dibanding dengan orang tuanya, hal ini menyebabkan mereka membentuk kelompok geng, bila kelompok geng mereka merasa diganggu maka mereka akan melakukan tawuran, tawuran juga dilakukan untuk mendapatkan pengakuan dari kelompok lain. Kekerasan dalam sekolah juga terjadi saat masa orientasi siswa yang lebih dikenal dengan perploncoan ,

(15)

yang terus menghadapi masalah karena perubahan itu bisa menjadi rujukan perbaikan pendidikan di Indonesia, pendidikan bukan hanya tanggung jawab Negara tapi juga tanggung jawab seluruh lapisan dan elemenn masarakat terutama pendidikan karakter bangsa yanga sangata tergantung dengan kondisi social budaya masarakat tersebut., sehingga masalah pendidika perlu perhatian dan kerja sama baik pemerintah dan masarakat.

(16)

BAB III PENUTUP A. Simpulan

(17)

BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

Referensi

Dokumen terkait

Pada uji praklinik kolesterol total kelompok kontrol negatif tidak terjadi penurunan karena tikus yang hiperkolesterolemia tidak diberikan susu fermentasi Lactobacillus

Contohnya penanganan surat masuk, mencatat, pemberian nomor/cap dan pengiriman surat keluar sebaiknya dipusatkan di sekretariat atau bagian lain yang menyelenggarakan fungsi

Pada pengujian sensor jika hasil dari sensor pH kurang dari 6 dan lebih dari 7,5 maka akuarium sudah harus dikuras dan jika nilai turbidity kurang dari 0 dan lebih dari 25

Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan Penulisan Hukum (Skripsi) yang berjudul Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 13 Tahun 2006 Terkait Proses

Dalam jangka waktu satu bulan sebelum masuk tahun ajaran baru, kami melakukan sosialisasi dengan beberapa wali murid TPA supaya berkenan mendaftarkan anak mereka ke TK yang

Pada pengujian hipotesis pasar efisien dalam bentuk kuat dapat dilakukan.. dengan

Adanya asimetri informasi antara manager dan pemegang saham akan menimbulkan masalah yang bisa merugikan para pemegang saham, tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana tata