• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Risiko Infeksi Escherichia coli O157H7 pada Sapi Bali di Petang, Badung, Bali.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Faktor Risiko Infeksi Escherichia coli O157H7 pada Sapi Bali di Petang, Badung, Bali."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

Loading

Gambar

Tabel 1. Hasil Isolasi E. coli dan Identifikasi E. coli O157:H7 di Kecamatan Petang
Tabel 2. Deskripsi Data Hasil Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap  Infeksi E
Gambar 1.  Kondisi sapi pada beberapa tempat pemeliharaan. a) Sapi yang dipelihara pada
Tabel 3. Hasil Penghitungan Chi-square, P value dan Odds ratio Faktor yang Berpengaruh Terhadap Infeksi E

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian menggunakan 60 sampel feses sapi bali yang diawali dengan isolasi bakteri pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA), kemudian pewarnaan Gram dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi parasit nematoda gastrointestinal sapi bali yang dipelihara di Sentra Pembibitan Sapi Bali.. Sebanyak

Penelitian menggunakan 60 sampel feses sapi bali yang diawali dengan isolasi bakteri pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA), kemudian pewarnaan Gram dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan jenis nematoda gastrointestinal sapi bali yang dipelihara secara semi intensif di daerah lahan basah dan

(1999) melaporkan bahwa kasus SA-MCF dapat terjadi pada seekor sapi Bali yang dipelihara 100 meter dari kandang domba yang sedang bunting dan beranak.. Hasil serupa juga diperoleh

Tingkat kejadian prevalensi koksidiosis pada sapi lebih tinggi pada alas kandang tanpa semen dibandingkan dengan alas kandang dengan menggunakan semen karena alas

coli O157:H7 pada feses sapi bali, maka disarakan bagi peternak sapi bali di Kecamatan Kuta Selatan sebaiknya kegiatan berternak dilakukan dengan sistem pengandangan

Rencana penelitian tentang faktor risiko sanitasi kandang terhadap kejadian helminthiasis pada sapi Bali di Pulau