• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENTINGNYA ANAK USIA SD MEMAHAMI KARAKTE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENTINGNYA ANAK USIA SD MEMAHAMI KARAKTE"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENTINGNYA ANAK USIA SD MEMAHAMI KARAKTER

BUDAYA LUHUR BANGSA INDONESIA

Disusun Oleh Mahasiswa PGSD Semester 1 Kelas B2: Mohammad Fajar Makruf Winyam Dewanto / (178620600069)

Aniyah Hidayah / (178620600126)

PENDAHULUAN

Karakter budaya luhur bangsa indonesia merupakan karakter yang baik dengan keramahtamaannya, disiplin, jujur dan berbudi pekerti luhur yang diunggulkan dan dikenal oleh masyarakat luar negri. Mengapa pendidikan karakter budaya luhur ini penting diterapkan di anak usia SD. Karena Pendidikan karakter itu sangat penting dan dibutuhkan dalam rangka tumbuh dan berkembangnya anak khusunya di masa-masa sekolah dasar. Karena pada masa-masa itu merupakan usia-usia emas untuk mereka berkembang menjadi lebih baik dan menjadi pribadi yang unggul. Orang tua dan guru berhak dan wajib mengarahkan anak didiknya atau anaknya agar mereka menjadi anak yang dapat dibanggakan serta memiliki karakter yang baik. Kita harus mencontohkan budi pekerti yang luhur terhadap mereka.

(2)

teman-temanya. Kalau kita sudah mengetahui itu semua baru kita sebagai calon guru yang baik kita dapat menerapkan bagaimana pendidikan karakter yang cocok untuk anak tersebut. Pendidikan karakter ini sangat penting dan harus dibudayakan disetiap karakter anak generasi penerus bangsa agar mereka mempunyai karakter yang baik dan dapat tumbuh dan berkembang serta memiliki sifat sifat yang baik juga. Pendidikan karakter bisa juga dikatakan sebagai pendidikan akhlak dan budi pekerti luhur yang wajib dibiasakan dan diajarkan pada siswa atau murid kita nanti.

Menurut al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulum ad Din “Pengertian akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dapat memunculkan perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pertimbangan pemikiran” (Solihin dan Rosyid Anwar (2005). Akhlaq Tasawuf. Jakarta: Nuansa. Halaman : 17 )

Pendidikan karakter atau akhlak ini harus ditanamkan dalam siswa SD karena dapat memunculkan perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pertimbangan pemikiran. Kita sebagai calon pendidik pada murid sekolah dasar dan calon orang tua yang baik maka kita harus menerapkan dan mendidik anak-anak kita, Hal-hal atau nilai pendidikan budaya dan karakter yang harus diterapkan disekolah, di lingkungan keluarga dan masyarakat yaitu :

1. Norma sopan santun, 2. Tenggang rasa, 3. Tanggung jawab, 4. Disiplin, 5. Jujur, 6. Religius, 7. Kreatif.

1. NORMA SOPAN SANTUN

(3)

tempat ngaji,pondok dll. Sopan santun ini harus diterapkan dimana dia berada disetiap tempat waktu dan dalam kondisi bagaimanapun.

“Sopan santun adalah suatu tingkah laku yang amat populis dan nilai yang natural. Sopan santun sebagai sebuah konsep nilai tetapi bukan dipahami. Sopan umum dari sopan santun. Sikap santun yaitu baik, hormat, tersenyum, dan taat kepada suatu peraturan. Sikap sopan santun yang benar ialah lebih menonjolkan pribadi yang baik dan menghormati siapa saja. Dari tutur bicara pun orang bisa melihat kesopanan kita.” (A.Toto Suryana (1997) Pendidikan Agama Islam. Cet. I: Bandung: Tiga Mutiara. Halaman : 104)

Sopan santun merupakan budi pekerti atau akhlak yang baik yang harus dimiliki oleh setiap siswa sekolah dasar. Mengapa sopan santun ini harus diterapkan disekolah dasar karena budaya bangsa indonesia ini terkenal ramah tamah dan memiliki sopan santun yang tinggi oleh karena itu kita harus bisa mengajari siswa kita agar memiliki sopan dan santun seperti mereka harus berbuat baik kepada sesama teman, hormat terhadap guru dan orang tua, tersenyum, dan taat kepada suatu peraturan yang berlaku disekolah. Tentu kita sebagai calon tenaga pendidik dan pengajar di sekolah dasar harus memiliki budi pekerti yang baik dengan mencontohkan sopan santun terhadap murid kita, karena kita merupakan calon guru yang baik dan teladan. Seandainya kita tidak memiliki etika atau sopan santun yang baik, bagaimana dengan murid atau anak-anak kita nanti pasti mereka akan meniru budi pekerti kita, Karena pepatah mengatakan buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Jadi anak atau murid-murid kita akan memiliki karakter yang hampir sama dengan apa yang mereka lihat, dengarkan, yaitu hampir sama dengan karakter kita.

(4)

2. Tenggang Rasa

Tenggang rasa merupakan jiwa dan perasaan yang dimiliki seseorang atau individu untuk menghargai dan menghormati pendapat, gagasan atau pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita. Pastilah kita didalam lingkungan sekolah siswa banyak memiliki perbedaan. Dengan adanya perbedaan itulah membuat hidup ini lebih berwarna dan lebih menarik. Karakter Tenggang rasa ini harus dibudayakan didalam pendidikan Siswa SD.

“Tenggang rasa adalah seseorang yang selalu menjaga perasaan orang lain dalam aktifitasnya sehari-hari” (Ahmadi, 2000 : 34). Mengapa di dalam Pendidikan sekolah dasar perlu adanya pengembangan dan pembiasaan tenggang rasa ini, pasti didalam sekolah atau kelas siswa itu ada yang berbeda suku,ras dan budaya, maupun agama. Mereka harus bisa menerima perbedaan itu oleh karena itu guru dan orang tua harus bisa menerapkan tenggang rasa ini disetiap kegiatannya. Kita mungkin berbeda suku dan adat-istiadat dengan orang lain.

“Sikap tenggang rasa dapat dilihat dari adanya saling menghargai satu sama lain, menghindari sikap masa bodoh, tidak menggangu orang lain, selalu menjaga perasaan orang lain, dalam bertutur kata tidak menyinggung perasaan orang lain, selalu menjaga perasaan orang lain dalam pergaulan dan sebagainya” Buku Pedoman Umum Budi Pekerti (Depdikbud, 2001 : 29)

(5)

itu. Misalnya, teman yang satu mengundang teman yang lain untuk makan dirumahnya agar terjalin persahabatan yang baik.

3. TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab itu harus diterapkan didalam setiap kegiatan individu atau didalam setiap aktivitas di sekolah, keluarga mapun masyarakat, perlunya pembiasaan tanggung jawab ini di lingkungan keluarga perlunya bimbingan dan pengarahan dari orang tua juga tidak hanya dari dari sekolah saja, bimbingan dari parenting perlu dilakukan. Contoh pembiasan tanggung jawab pada anak, pertama dengan cara membereskan mainan mereka setelah mereka menggunakan meskipun hal ini sepele tapi jika kita sebagai orang tua harus membiasakannya setiap hari, agar para anak memiliki jiwa dan tanggung jawab , minimal tanggung jawab kepada dirinya sendiri. Mengapa tanggung jawab ini penting dibiasakan dan dibudayakan pada siswa sekolah dasar karena nilai tanggung jawab ini sangat berpengaruh dan berdampak positif jika para siswa memilikinya contoh dalam hal disekolah jika siswa diberikan pekerjaan rumah atau tugas, jika mereka memiliki kesadaran dalam hal bertanggung jawab tanpa dikasih tahu atau diingatkan oleh guru atau orang tuanya mereka langsung mengerjakannya dengan serius dan benar, contoh jika mereka memiliki jiwa tanggung jawab mereka akan sekolah yang baik lancar tanpa adanya permusuhan antara teman yang satu dengan teman yang lain karena mereka sudah memiliki resa atau jiwa tanngung jawab terhadap dirinya, hal ini sangat berpengaruh dan berperan penting terhadap kelangsungan hidup para generasi bangsa. Jika mereka memiliki rasa kesadaran akan pentingnya tanggung jawab ini, insyaalah mereka akan berperan penting didalam maju dan berkembangnya bangsa indonesia nantinya, mereka akan disegani, dihormati, disayangi dan dibutuhkan oleh banyak orang.

(6)

yang memiliki rasa cinta tanah air dengan cara bertanggung jawab atas apa yang telah dipilih dan dilakukannya.

“Tanggung jawab merupakan Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.” (Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional.2010)

4. DISIPLIN

Disiplin merupakan sebuah rasa taat dan patuh kepada nilai yang dipercaya yang menjadi tanggung jawabnya. Disiplin yaitu patuh terhadap aturan atau tunduk pada pengawasan dan pengendalian. Kata disiplin berasal dari bahasa latin yaitu Discere yang berarti belajar. Berdasarkan kata tersebut, muncullah kata Disciplina yang mempunyai arti pengajaran atau pelatihan. Dalam bahasa Inggris disiplin yaitu Disciple yang memiliki arti pengikut atau murid.

“Disiplin pada dasarnya mencakup pelajaran, patuh, taat, kesetiaan, hormat kepada ketentuan/peraturan/norma yang berlaku. Dalam hubungannya dengan disiplin kerja, disiplin merupakan unsur pengikat, unsur integrasi dan merupakan unsur yang dapat menggairahkan kerja bahkan dapat pula sebaliknya.” (Suradinata Ermaya (1996) Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung:Ramadan. Halaman : 150)

(7)

jika gurunya saja tidak memiliki jiwa disiplin ini, guru juga harus mempunyai jiwa disiplin ini dengan cara memakai pakaian yang rapi dan sopan saat mengajar dan datang tepat waktu kesekolah atau saat mau mengajar dikelas. Dengan jiwa disiplin ini diharapkan para siswa dapat menerapkannya baik dilingkungan keluarga masyarakat maupun dimana mereka berada, jika siswa sudah memiliki jiwa disiplin didalam kepribadiannya mereka akan menjadi pribadi yang baik. Kita sebagai calon pendidik maka kita harus bisa membuat peraturan dan tata tertib agar para siswa taat terhadap peraturan dan tata tertib itu , tata tertib dan kepatuhan yang terjadi ini diharapkan para siswa memiki kesadaran yang muncul dari dalam hatinya jika mereka semua sudah tertib berati mereka juga disiplin. Penerapan disiplin ini harus diterapkan pada siswa tidak harus sekolah juga harus diterapkan di keluarga, orang tua harus juga berperan penting didalam mendidik anaknya dengan pembiasaan karakter disiplin ini.

5. JUJUR

Jujur merupakan sikap,nilai luhur atau budi pekerti luhur yang baik. Yang sekarang pada generasi muda khususnya pada anak usia sekolah dasar budaya kejujuran sudah mulai luntur. Sekarang mencari orang yang jujur itu sulit, kejujuran sendiri berarti antara ucapan perilaku dan tindakan itu sama. Mengapa anak usia Sekolah Dasar perlu diajari sikap kejujuran ini karena mereka harus didik dan dibina mulai dari kecil kalau dia nanti sudah besar dia akan menjadi pribadi dan insan yang baik mereka akan dibutuhkan dan disegenai didalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, generasi yang memiliki kejujuran adalah generasi bangsa yang hebat,berkualitas jika para generasi penerus bangsa ini memiliki kejujuran maka indonesia kedepan akan menjadi negara yang maju dan memiliki pemerintah yang adil,makmur dan tanpa korupsi.

(8)

Bagaimana cara kita mendidik dan mengajarkan kejujuran pada anak-anak: 1. Mengajarkan anak-anak atau siswa didalam mengerjakan soal ulangan,uts,uas dan unas serta didalam mengerjakan tugas mereka harus jujur dengan cara mengerjakan sendiri tanpa mencontek atau yang lain sebagainya. 2. Dengan cara adanya pendekatan secara intensif antara guru dan siswa. Budaya jujur harus ditererapkan tidak hanya disekolah saja , anak harus menerapkan didalam lingkungan keluarga, jadi peranan orang tua didalam mengembangkan sikap dan karakter jujur ini sangat dibutuhkan, jadi tidak hanya guru saja yang dituntut untuk menjadikan siswanya memiliki karakter jujur tapi peranan orang tua disini juga sangat berpengaruh, contoh orang tua harus adanya pendekatan terhadap anaknya dengan cara menanyakan bagaimana tadi disekolah? Diajari apa saja oleh pak guru,atau bu guru, apakah ada pr atau tidak? Orang tua juga harus memiliki pendekatan terhadap anak agar para anak juga sayang dan terbuka terhadap orang tuanya, didalam hal ini tidak langsung otomatis instan begitu saja, perlu adanya proses didalam membentuk karakter dan pribadi jujur ini terhadap anak. Kesimpulannya kejujuran ini sangat penting untuk diterapkan didalam karakter dan pribadi di setiap anak generasi bangsa karena kejujuran adalah hal yang harus ada disetiap insan karena jujur adalah dapat dipercaya antara ucapan tingkah laku dan perbuatan itu sama, anak atau orang yang memiki karakter jujur akan disegenani dan dicintai oleh banyak orang.

(9)

6. RELIGIUS

Religius merupakan karakter yang yang harus diterapkan pada siswa karena religius ini adalah pendekatan seseorang terhadap penciptanya. Orang islam mendekatkan diri kepada allah swt dengan cara beribadah shalat,zakat,infaq dan shadah dsb. Hal ini perlu dan pentingnya siswa untuk melakukan semua itu untuk siswa yang beragama islam meraka harus melakukan hal diatas.

“Religius adalah suatu sikap dan perilaku yang taat atau patuh dalam menjalankan ajaran agama yang dipeluknya, bersikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain,serta selalu menjalin kerukunan hidup antar pemeluk agama lain.” (T.Ramli : 2003)

Bagaimana cara membiasakan hal ini pada anak-anak atau siswa? Cara yang dilakukan adalah mereka harus diajak untuk pembiasaan shalat 5 waktu dengan tepat waktu, disekolah anak harus shalat dhuhur dan ahar disekolah dan untuk shalat maghrib,isya dan shubuh orang tua harus membiasakannya. Kedua zakat infaq dan shadaqah anak atau siswa diajari untuk mengenal lingkungannya dan memperhatikannya bahwa mereka harus bersyukur atas apa yang dimilikinya sekarang, bahwa diluar sana banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah dsb, oleh karena itu guru dan para orang tua harus mendidik anaknya dengan cara memberikan uang dana atau bantuan terhadap terhadap mereka yang membutuhkan. Dengan cara inilah jiwa dan karakter anak yang religius itu dapat terbentuk dan terpupuk. Kesimpulannya penting dan perlunya pembiasaan karakter religius ini terhadap para siswa dan generasi penerus bangsa ini, dengan cara beribadah yang baik dan benar serta memiliki jiwa toleran terhadap agama lain.

(10)

untuk menata aspek-aspek kepribadian lainnya. Maksudnya, kalau kecerdasan spiritual anak berhasil ditingkatkan, secara otomatis akan meningkatkan kecerdasan-kecerdasan lainnya seperti kecerdasan emosional (emotional quotient), kecerdasan memecahkan masalah (adversity quotient) dan kecerdasan intelektual (intellectual quotient). Inilah sebenarnya kunci mengapa aktifitas pendidikan yang berbasis agama lebih banyak berhasil dalam membentuk kepribadian anak.”

(Iman Ghazali (2001) Ahlak Nurkarimah. Halaman : 37)

7. KREATIF

Kreatif merupakan bagaimana cara anak dalam berkarya dan menciptakan hal yang baru. Jiwa atau karakter kreatif ini perlu dikembangkan dan dipupuk oleh guru kepada siswanya. Bagaimna cara pengembangan karakter kreatif ini pada siswa? Sebelum kita mengetahui caranya kita harus bisa mengetahuai bagaimana ciri atau syarat anak atau murid itu bisa kreatif. Syarat anak-anak bisa menjadi kreatif: 1. Menyukai penelahan,pencermatan dan penelitian, 2. Banyak menyibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat, 3. Banyak membaca, 4. Selalu memberdayakan kemampuan berkreasi, 5. Kerja keras dan cerdas, 6. Usaha yang diiringi dengan kesabaran dan kontinuitas, 7. Banyak mencari tahu, 8. Banyak berkarya, 9. Banyak berlatih.

“Kreatif merupakan berpikir dan melakukan sesuatu untuk

menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.” (Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional, 2010)

(11)

Pengembangan jiwa kreatif pada anak-anak adalah dengan aktivitas-aktivitas sebagai berikut:

1.Melakukan berbagai macam interaksi, 2. Menghadirkan pengetahuan-pengetahuan masa lampau, 3. Menggunakan pengetahuan-pengetahuan dengan cara dan langkah yang baru, 4. Dapat menguji pengetahuan dan pemahaman yang baru, 5. Menyusun dan merangkai pengetahuan yang ada di alam raya ini, 6. Dapat berpikir fleksibel, 7. Dapat bermain dengan alat-alat dan pemikiran, 8. Dapat menciptakan sesuatu yang baru dan dluar dari kebiasaan, 9. Mampu mengatasi permasalahan dan hambatan, 10. Peka terhadap lingkungan dan disekitarnya.

KESIMPULAN

Dari 7 karakter yang harus dikembangkan dan dimiliki oleh para anak-anak sekolah dasar: 1. Norma sopan santun, 2. Tenggang rasa, 3. Tanggung jawab, 4. Disiplin, 5. Jujur, 6. Religius, 7. Kreatif. Semua ini tidak akan berjalan atau berkembang tanpa adanya peran dan dukungan penuh dari kedua orang tua siswa. Di sinilah peran orang tua yang memiliki pengalaman hidup lebih banyak sangat dibutuhkan membimbing dan mendidik anaknya. Orang tua harus juga bertanggung jawab terhadap tumbuh dan berkembangnya anak agar anak menjadi pribadi yang ihsan dan memiliki jiwa dan karakter yang baik.

Menurut Sri Sugiharti (2005 :1) tugas dan tanggung jawab orang tua antara lain :

1.Sejak dilahirkan mengasuh dengan kasih sayang. 2.Memelihara kesehatan anak.

3.Memberi alat-alat permainan dan kesempatan bermain. 4.Menyekolahkan anak sesuia dengan keinginan anak.

5. Memberikan pendidikan dalam keluarga, sopan santun, sosial, mental dan juga pendidikan keagamaan serta melindungi tindak kekerasan dari luar.

(12)

DAFTAR PUSTAKA:

1. Solihin dan Rosyid Anwar (2005) Akhlaq Tasawuf. Jakarta: Nuansa.

2. A. Toto Suryana (1997) Pendidikan Agama Islam. Cet I. Bandung: Tiga Mutiara.

3. Ahmadi (2000)

4. Depdikbud (2001) Buku Pedoman Umum Budi Pekerti.

5. Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional (2010) Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa.

6. Suradinata Ermaya (1996) Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung:Ramadhan)

7. Abdul Majid dan Dian Andayani (2011) Pendidikan Karakter

Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

8. Muhammad Thalib (2001) Seni dan Sikap Islami Mendidik Anak. Bandung: Irsyad Baitus Salam.

9. T.Ramli (2003)

10. Iman Ghazali (2001) Ahlak Nurkarimah.

Referensi

Dokumen terkait