BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara
sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang
berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia
pada 3600 SM. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno.
Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan tidak lengkap. Pencatatan
yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka-angka desimal
Arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu.
Perkembangan akuntansi sejalan dengan perkembangan organisasi dan
kegiatan suatu usaha, karena kehadirannya memerlukan pencatatan sehingga
seluruh kegiatan akan tergambar di dalamnya. Pada abad ke-15 seorang ahli
matematika berkebangsaan Italia, Luca Paciolo telah menyusun buku tentang
akuntansi dengan judul Tractatus de Cumputis at Scritorio buku ini berorientasi pada pembukuan berpasangan. Pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) mencatat kedua aspek transaksi sedemikian rupa yang membentuk suatu pemikiran yang berimbang. Praktek pencatatan akuntansi dalam arti ini
pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis, yang dimulai sejak adanya
kejadian dalam double entry bookkeeping.
Di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak tahun 1642 tetapi, jejak yang
undang-undang mangenai tanam paksa dihapuskan tahun 1870. Dengan dihapuskannya
tanam paksa, kaum pengusaha Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk
menanamkan modalnya. Sistem yang dianut oleh pengusaha Belanda ini adalah
seperti yang diajarkan oleh Luca Pacioli. Pada zaman penjajahan Belanda,
perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan sistem pencatatan tata buku.
Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari
pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya
teknik pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo-Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia, jadi sistem pembukuan yang dipakai di
Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika ( Anglo-Saxon).
Fungsi pemeriksaan (auditing) mulai dikenalkan di Indonesia tahun 1907, yaitu sejak seorang anggota NIVA, Van Schagen menyusun dan mengontrol
pembukuan perusahaan. Pengiriman Van Schagen ini merupakan cikal bakal
dibukanya Jawatan Akuntan Negara (GAD – Government Accountant Dients) yang resmi didirikan pada tahun 1915.
Koperasi merupakan bagian dari tata susunan ekonomi, hal ini berarti bahwa
dalam kegiatannya koperasi turut mengambil bagian bagi tercapainya kehidupan
ekonomi yang sejahtera, baik bagi orang-orang yang menjadi anggota
perkumpulan itu sendiri maupun untuk masyarakat di sekitarnya. Koperasi
sebagai perkumpulan untuk kesejahteraan bersama, melakukan usaha dan kegiatan
Gerakan koperasi dimulai pada abad ke-20 yang pada umumnya
merupakan hasil dari usaha tidak langsung oleh orang-orang yang sederhana.
Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat ketika terjadinya penderitaan dalam
lapangan ekonomi dan sosial yang timbul oleh sistem kapitalisme yang semakin
memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan
ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama,
kemudian mereka mempersatukan diri untuk menolong dirinya dan manusia
sesamanya. Dalam keadaan hidup demikian, pihak kolonial terus-menerus
mengintimidasi penduduk pribumi sehingga kondisi sebagian besar rakyat sangat
memprihatinkan. Di samping itu, para rentenir, pengijon dan lintah darat turut
pula memperkeruh suasana. Mereka berlomba-lomba mencari keuntungan yang
besar dan para petani yang sedang menghadapi kesulitan hidup, sehingga tidak
jarang terpaksa melepaskan tanah miliknya sehubungan dengan ketidakmampuan
mereka mengembalikan hutang-hutangnya yang membengkak akibat sistem bunga
yang diterapkan pengijon. Oleh sebab itu, rakyat yang mengalami penderitaan
yang sama mempersatukan diri kemudian membentuk koperasi.
Di Indonesia, ide-ide perkoperasian diperkenalkan pertama kali oleh Patih
di Purwokerto, Jawa Tengah, R. Aria Wiraatmadja yang pada tahun 1896
mendirikan sebuah Bank untuk Pegawai Negeri. Pada tahun 1908, Budi Utomo
yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk
memperbaiki kehidupan rakyat. Mulai dari saat itu koperasi semakin berkembang
Pada karya tulis ini kami membahas mengenai Laporan Pertanggungjawaban pada Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba. Dimana topik ini sudah pernah dibahas sebelumnya, tetapi dengan tahun buku yang berbeda.
Penulis ingin memperdalam bagaimana menganalisis laporan
pertanggungjawaban sebagai bahan praskripsi. Topik ini dibahas dari segi
ekonomi, karena akuntasi sangat erat kaitannya dengan ekonomi. Koperasi Serba
Usaha Kuta Mimba yang beralamat di Jalan Sriwijaya, Legian sangat perlu untuk
mengetahui kinerja usaha keuangannya. Dengan mengetahui kinerja keuangan,
maka dapat diukur tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh KSU Kuta
Mimba, sehingga pada karya tulis ini penulis membahas mengenai Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas Tahun Buku 2013 pada Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba. Kinerja keuangan dari KSU Kuta Mimba dapat digunakan untuk mengukur perkembangan keuangannya yaitu dengan cara
disajikan melalui Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas Tahun Buku 2013 oleh KSU Kuta Mimba. Yang di dalamnya dijabarkan beberapa laporan yaitu : laporan perhitungan sisa hasil usaha (SHU) , laporan relisasi
rapbk, laporan neraca , laporan arus kas, modal kerja, dan iktisar perubahan modal
kerja. Analisis laporan keuangan dilakukan berdasarkan laporan neraca dan
laporan perhitungan SHU per 31 Desember dengan menggunakan rasio-rasio
keuangan yang merupakan salah satu kriteria koperasi mandiri yaitu rasio
Tabel 1
Data perkembangan unit biro jasa tahun 2012 dan 2013
No. Uraian Per 31/12/2012 Per 31/12/2013
6 Print Out di loket Listrik 88.026 rek 75.714 rek
7 Print Out di loket Telepon 54.782 rek 43.160 rek
Sumber : Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba
Tabel 2
Volume Usaha KSU Kuta Mimba per 31 Desember 2012 dan 2013
No. Unit Usaha Tahun 2012
Sumber : Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba
Tabel satu dan dua menunjukkan bahwa, perkembangan unit biro jasa tahun
2012 dan 2013 pada volume usaha mengalami penurunan khususnya pada unit
biro jasa karena terjadi pengalihan penggunaan listrik dari pascabayar menjadi
prabayar, sehingga mempengaruhi pendapatan pada bidang biro jasa.
Adapun maanfaat yang diperoleh dalam penulisan karya ilmiah ini, yaitu
dapat dipakai untuk bahan acuan dalam penyusunan karya tulis sejenis, untuk
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka yang menjadi pokok
permasalahan adalah bagaimana perkembangan SHU yang didapat oleh Koperasi
Serba Usaha Kuta Mimba tahun buku 2012-2013 ?
C. Tujuan dan Kegunaan
1. Tujuan
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas maka,
adapun tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengatahui perkembangan
SHU yang didapat oleh Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba tahun buku
2012-2013.
2. Kegunaan
Adapun kegunaan penetilian ini adalah :
a. Bagi mahasiswa, dapat memberikan pengalaman praktis di lapangan
sekaligus mengaplikasi dan membandingkan teori-teori yang diperoleh
bangku perkuliahan dengan kenyataan yang ada di lapangan.
b. Bagi Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali, dengan adanya penelitian
ini, diharapkan dapat memberikan tambahan refrensi bacaan di perpustakaan
sebagai pedoman atau bahan perbandingan pihak lain dalam membahas hal
sejenis serta sebagai bahan acuan dalam perkembangan kurikulum guna
tercapainya kelancaran perkuliahan.
c. Bagi Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba, dengan adanya penelitian ini
sebagai masukan dalam memecahkan keganjilan-keganjilan yang terjadi
pada perusahaan.
d. Bagi pembaca atau masyarakat, sebagai pedoman dalam penyusunan
laporan pertanggungjawaban yang akan dibuat.
D. Metode Penelitian 1. Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan pada Koperasi Seba Usaha Kuta Mimba bertempat di
Jalan Sriwijaya, Legian, Badung.
2. Objek Penelitian
Objek penelitian adalah analisis laporan pertanggungjawaban pada Koperasi
Serba Usaha Kuta Mimba tahun buku 2013
3. Jenis dan sumber data
a. Jenis data
1) Data Kuantitatif
Menurut ( Sugiono, 2012:23 ) “ Data kuantitatif adalah data yang berbentuk
angka, atau data kualitatif yang diangkakan ( skorsing )”. Contoh data kuantitatif dalam penelitian ini adalah laporan keuangan KSU Kuta Mimba seperti : laporan
perhitungan sisa hasil usaha (SHU) , laporan relisasi RAPBK , laporan neraca ,
laporan arus kas, modal kerja , dan iktisar perubahan modal kerja.
2) Data Kualitatif
Menurut ( Sugiono, 2012:23 ) “ Data kualitatif adalah data yang berbentuk
kalimat, kata atau gambar “. Contoh data yang kualitatif adalah data perusahaan
3) Sumber data
Data dibedakan dengan cara memperolehnya, terdapat beberapa kelompok,
diantaranya ( Syofian Siregar, 2013:37 ) :
a) Data Primer
Sumber data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti
langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan. Dalam
penelitian ini data primer diperoleh dari hasil wawancara karyawan KSU Kuta
Mimba seperti sejarah berdirinya perusahaan
b) Data Sekunder
Sumber data sekunder adalah data yang diterbitkan atau digunakan oleh
organisasi yang bukan pengolahanya. Dalam penelitian ini yang merupakan data
sekunder adalah laporan perhitungan sisa hasil usaha (SHU), laporan relisasi
RAPBK, laporan neraca, laporan arus kas, modal kerja, dan iktisar perubahan
modal kerja.
E. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data ( Sugiono, 2011:225 ) yang umum digunakan
dalam suatu penelitian adalah observasi, wawancara dan kuesioner.
1. Wawancara
Pengumpulan informasi dengan cara melakukan tanya jawab langsung
dengan pihak yang berkompeten dalam bidangnya, di tempat penelitian tersebut
dilakukan. Hal ini guna mencegah kekeliruan dalam memperoleh data dan
2. Dokumentasi
Pengumpulan data dengan cara melakukan pencatatan terhadap dokumen –
atau catatan yang dimiliki perusahaan serta mempelajari dokumen – dokumen
perusahaan seperti Laporan Sisa Hasil Usaha pada tahun 2012 – 2013.
F. Teknik Analisis Data
1. Teknik analisis kuantitatif
Untuk mengetahui kondisi laporan keuangan KSU Kuta Mimba di
pergunakan alat analisis yaitu : ratio likuiditas, ratio solabilitas dan ratio
rentabilitas.
a. Ratio Likuditas
1) Current ratio merupakan “ Ratio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo
pada saat ditagih secara keseluruhan” (Kasmir, 2008 : 134 )
Aktiva Lancar
Current Ratio : x 100% Utang Lancar
2) Quick ratio adalah “ Kemampuan untuk membayar kewajiban atau utang lancar yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancer tanpa memperhitunhkan
nilai persediaan” ( Kasmir, 2008 : 137 )
Kas + Bank + Piutang
Quick Ratio : x 100% Utang Lancar
Kas + Bank
Cash Ratio: x 100% Utang Lancar
Berdasarkan Ketetapan Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah No. 22/PER/M.KUM/IV/2007, penilaian kesehatan rasio likuditas bagi
koperasi yaitu :
Kriteria:
a) < 125 % nilai = 0 kategori tidak sehat
b) 125 % - 149 % nilai = 50 kategori kurang sehat
c) 150 % - 174 % nilai = 75 kategori cukup sehat
d) >175 % nilai = 100 kategori sehat
b.Rasio Solvabilitas
1) Total assets to total debt ratio, adalah “ Perbandingan antara jumlah aktiva perusahaan disatu pihak dengan jumlah utang baik jangka panjang maupun jangka
panjang dipihak lain “ ( Kasmir, 2008 : 156 )
Total Aktiva
Total Assets to Total Debt Ratio: x 100% Total Utang
Berdasarkan Ketetapan Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah No. 22/PER/M.KUKM/IV/2007, penilaian kesehatan Total Assets to
Total Debt Ratio bagi Koperasi yaitu :
Kriteria :
b) 91 % - 100 % nilai = 50 kategori kurang sehat
c) 101 % - 109 % nilai = 75 kategori cukup sehat
d) >110 % nilai = 100 kategori sehat
2) Total equity to total debt ratio, “ Ratio ini gunakan untuk mengukur kemampuan koperasi dalam melunasi semua kewajiban dengan menggunakan
modal sendiri “ ( Kasmir , 2008 : 157 )
Total Modal Sendiri
Total Equity to Total Debt Ratio: x 100% Total Utang
Berdasarkan Ketetapan Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah No. 22/PER/M.KUKM/IV/2007, penilaian kesehatan total equity to
total debt ratio bagi koperasi yaitu :
Kriteria :
1) <10 % nilai = 0 kategori tidak sehat
2) 10 % - 12,5 % nilai = 50 kategori kurang sehat
3) 12,6 % - 14,9 % nilai = 75 kategori cukup sehat
4) > 15 % nilai = 100 kategori sehat
c. Rasio Rentabilitas
1) Rentabilitas ekonomi yaitu perbandingan antara laba operasi dengan seluruh
keseluruhan total aktiva dengan rumus :
Laba Operasi
2) Rentabilitas modal sendiri yaitu suatu ukuran ratio rentabilitas yang
menunjukan berapa besar persen laba yang diperoleh bila diukur dari modal
pemilik.
Laba Bersih
Rentabilitas Modal Sendiri: x 100%
Modal Sendiri
3) Operating ratio yaitu suatu rasio yang mengukur tinggi rendahnya biaya operasi yang dikeluarkan akibat suatu proses penjualan, dimana semakin besar
biaya operasi yang dikeluarkan maka akan menyebabkan tingkat rasio semakin
menurun.
Jumlah Beban Operasi
Operating Ratio : x 100% Pendapatan Jasa
2.Teknik analisis kualitatif
Analisis kualitatif merupakan suatu teknik analisis berupa
penjelasan-penjelasan terhadap hasil perhitungan dari analisis kuantitatif. Teknik analisis ini
dimaksudkan juga sebagai analisis yang mendukung analisis kuantitatif
berdasarkan atas hasil perhitungan dengan memberikan suatu uraian-uraian untuk
BAB II
LANDASAN TEORI DAN KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori
1. Pengertian
a. Koperasi
Untuk melakukan kajian dan melalukan analisis tentang prospek koperasi
ditinjau dari sudut pandang manajemen koperasi, maka terlebih dahulu harus
memahami konsep dan pengertian koperasi terutama mencari definisi koperasi
yang sesuai dengan konsep-konsep manajemen dan definisi tersebut secara
universal dapat diterima secara logis. Banyak definisi dan pengertian tentang
koperasi. Dari akar katanya, koperasi berasal dari bahasa latin coopere atau
coopearation, co berarti bersama dan operation artinya bekerja atau berusaha. Jadi cooperation adalah bekerja bersama-sama untuk kepentingan bersama. Adapun pengertian koperasi menurut Dr. Fay adalah sebagai berikut : “Koperasi
adalah suatu perserikatan dengan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas
mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangat tidak memikirkan diri
sendiri sedemikian rupa, sehingga masing-masing sanggup menjalankan
kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan
pemanfaatan mereka terhadap organisasi”, sedangkan menurut Undang-Undang
Perkoperasiaan Bab 1 pasal 1 tahun 2012 koperasi mempunyai pengertian sebagai
berikut : “ Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan
atau badan hukum koperasi, dengan pemisahaan kekayaan para anggotanya
bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip
koperasi”, jadi dapat diartikan koperasi merupakan kumpulan orang dan bukan
kumpulan modal. Koperasi harus betul-betul mengabdi kepada kepentingan
perikemanusiaan semata-mata dan bukan kepada kebendaan. Kerjasama dalam
koperasi didasarkan pada rasa persamaan derajat dan kesadaran para anggotanya.
Koperasi merupakan wadah demokrasi ekonomi dan sosial.
b. Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh
informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil usaha yang telah dicapai
oleh koperasi. Data keuangan akan bermakna jika dilakukan analisis, sehingga
dapat segera digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Menurut M. Hanafi
dan Abdul Halim dalam buku Analisis Laporan Keuangan ( 2002:63) “Laporan
Keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai
perusahaan dan digabungkan dengan informasi yang lain seperti : industri, kondisi
ekonomi, yang bisa memberikan gambaran lebih baik mengenai prosek dan risiko
perusahaan.” Dalam Standar Akuntansi Keuangan ( PSAK ) ” Laporan keuangan
adalah laporan yang menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan
peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut
karakterisktik ekonominya” ( IAI, 2002 : par47). Jadi dapat disimpulkan bahwa
laporan keuangan adalah suatu alat bantu yang dapat digunakan untuk membuat
suatu keputusan anatara lain menegenai rencana-rencana perusahaan, penanaman
c. Analisis
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) analisis adalah
penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan sebenarnya.
Sedangkan menurut Winardi “ analisis merupakan sebuah aktivitas yang memuat
kegiatan memilah, menguraikan, membedakan sesuatu untuk digolongkan dan
dikelompokan menurut kriteria tertentu lalu dicari, ditaksir makna dan kaitanya “,
jadi analisa dalam akuntansi adalah suatu proses pengumpulan dan pencatatan
serta penyajian laporan atas transaksi yang membantu majemen dalam
memperoleh informasi pendapatan dan biaya melalui laporan yang disajikan
sebagi ukuran kegiatan yang telah dilaksanakan berdasarkan tanggung jawab yang
telah ditetapkan.
2. Jenis-Jenis
a. Jenis-jenis dan Bentuk Koperasi
1) Jenis-jenis Koperasi
Menurut UU No. 17 Tahun 2012, menjelaskan bahwa koperasi juga dapat
dibedakan berdasarkan kepentingan anggotanya. Beberapa diantaranya adalah
sebagai berikut :
a) Koperasi Konsumsi
Koperasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan
kebutuhan sehari-hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan
bahan makanan, pakaian, perabot rumah tangga.
Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat barang
(memproduksi) dan menjual secara bersama-sama. Anggota koperasi ini pada
umumnya sudah memiliki usaha dan melalui koperasi para anggota mendapatkan
bantuan modal dan pemasaran.
c) Koperasi Jasa
Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang
dibutuhkan oleh anggota, misalnya:simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan
sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa
koperasi.
d) Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi simpan pinjam (koperasi kredit) adalah koperasi yang
anggota-anggotanya setiap orang yang mempunyai kepentingan langsung di bidang
perkreditan. Koperasi simpan pinjam didirikan untuk mendukung kepentingan
anggota yang membutuhkan tambahan modal usaha dan kebutuhan financial
lainnya.
2) Bentuk-bentuk Koperasi
Ada bermacam-macam bentuk atau jenis koperasi. Menurut UU No. 17
Tahun 2012 ada dua bentuk koperasi, yaitu koperasi primer dan koperasi
sekunder.
a) Koperasi Primer
Koperasi primer adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan
orang-orang. Orang-orang pembentuk koperasi primer adalah mereka yang
sama. Koperasi Primer dibentuk sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) orang.
Persyaratan ini dimaksudkan untuk menjaga kelayakan usaha dan kehidupan
koperasi.
b) Koperasi Sekunder
Pengertian koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh dan
beranggotakan koperasi. Berdasarkan status keanggotan, kperasi sekunder terdiri atas dua macam koperasi yang beranggotakan :
c) Badan Hukum Koperasi Primer
Koperasi sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) koperasi.
Koperasi sekunder yang beranggotakan koperasi primer disebut pusat koperasi
primer disebut pusat koperasi. Kerjasama diantara koperasi-koperasi primer yang
setingkat disebut kerjasama yang bersifat sejajar ( horizontal ). Misal, kerjasama
atau gabungan antara Koperasi Unit Desa ( KUD ) yang membentuk Pusat KUD
( PUSKUD ).
d) Badan Hukum Koperasi Sekunder
Koperasi sekunder yang beranggotakan koperasi sekunder disebut induk
koperasi. Kerjasama antara koperasi primer dengan koperasi sekunder yang sama
jenisnya disebut kerjasama vertical. Sedangkan kerjasama antar koperasi-koperasi
sekunder yang setingkat bersifat horizontal. Misalnya, PUSKUD-PUSKUD
b. Jenis-jenis Laporan Keuangan Koperasi
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi tahun 2007, dimana laporan
keuangan merupakan posisi keuangan pada saat tertentu dan untuk satu periode
tertentu untuk sebuah perusahaan. Laporan keuangan pada saat tertentu bisa kita
kenal sebagai neraca ( balance sheet ) dan laporan keuangan untuk satu periode tertentu bisa kita kenal sebagai laporan sisa hasil usaha ( SHU ).
1) Laporan Neraca
Laporan posisi keuangan (balance sheet atau statement of financial position) atau yang biasa dikenal sebagai neraca adalah suatu bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan atau entitas bisnis yang dihasilkan dalam suatu
periode akuntansi dimana menunjukkan posisi atas keuangan perusahaan atau
entitas bisnis tersebut pada akhir periode akuntansi tersebut yang bisa menjadi
dasar dalam menghasilkan keputusan bisnis.
Menurut Zaki Baridwan (2004:19) Neraca adalah laporan yang menunjukkan
keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu, keadaan keuangan ini
ditunjukan dengan jumlah harta yang dimiliki yang disebut dengan harta ( aktiva )
dan jumlah kewajiban perusahaan ( pasiva ). Ditinjau dari pengertian diatas ada 3
pos penting yang terlihat dalam neraca yaitu :
a) Aktiva
Pengertian Aktiva atau yang biasa juga disebut asset merupakan kekayaan (sumber daya) yang dimiliki oleh entitas bisnis yang bisa diukur secara jelas
menggunakan satuan uang serta sistem pengurutannya berdasar pada seberapa
umumnya dikelompokkan ke dalam tiga bagian yaitu : Aset Lancar, Aset Tetap
dan Aset Tak Berwujud.
(1) Aktiva Lancar
Aktiva lancar atau Current Assets adalah aktiva yang digunakan dan bermanfaat dalam waktu yang relatif singkat, tidak lebih dari satu tahun buku dan
bisa dikonversikan ke bentuk uang kas. Contoh aktiva lancar seperti uang tunai
(kas/cash), temporary invesment ( investasi jangka pendek), accounts receivable
(piutang dagang), notes receivable (wesel tagih), inventories (persediaan),
accrued receivable (pendapatan yg msih akan diterima), prepaid expense (beban dibayar dimuka).
(2) Aktiva Tetap
Aktiva tetap atau Fixed Assets merupakan sumberdaya/kekayaan harga yang dimiliki suatu entitas bisnis yang sifatnya permanen dan bisa diukur dengan jelas,
digunakan dan bermanfaat dalam waktu yang relatif lama, dan lebih dari satu
tahun buku. tujuan aktiva tetap diperoleh perusahaan untuk digunakan sendiri dan
tidak dijual kecuali ada hal hal atau kondisi khusus yang mengharuskan
perusahaan menjual aktiva tetapnya. Contoh aktiva tetap misalnya bangunan,
tanah, peralatan kantor, mesin, kendaraan dan yang lainnya.
(3) Aktiva Tak Berwujud
Aktiva tak berwujud atau Intangible Assets adalah aktiva tidak tampak, tidak bisa disimpan, dipegang bentuknya namun bisa dirasakan manfaatnya. Asset
Tak Berwujud ini bisa merupakan hak hak perusahaan yang kepemilikannya
hak guna bangunan, hak sewa atau hak kontrak, franchise, trademark dan goodwill.
b) Hutang
Hutang didefinisikan sebagai pengorbanan ekonomis dimasa yang akan
datang yang dilakukan oleh perusahaan dalam bentuk penyerahan aktiva, jasa,
sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa masa lalu. Pengorbanan ekonomis
artinya penyerahan (yang harus dikeluarkan) oleh perusahaan dalam bentuk aktiva
atau jasa (jasa bisa berarti pesanan yang belum dipenuhi namun sudah menerima
pembayarannya). Menurut Mamduh M. Hanafi (2010;29) “Hutang didefinisikan
sebagai pengorbanan ekonomis yang mungkin timbul dimasa mendatang dari
kewajiban organisasi sekarang untuk menmindahkan asset atau memberikan jasa ke pihak lain dimasa mendatang, sebagai akibat transaksi atau kejadian dimasa
lalu. Hutang muncul terutama karena penundaan pembayaran untuk barang atau
jasa yang telah diterima oleh organisasi dan dari dana yang dipinjam.”Hutang
ditunjukan untuk memperoleh sejumlah dana yang dipakai sebagai modal usaha
suatu koperasi untuk menjalanjakan koperasi itu. Dengan dana yang terkumpul
tersebut maka dapat dipergunakan untuk memperoleh akitiva lancar maupun tidak
lancar.
(1) Hutang Jangka Pendek
Hutang jangka pendek adalah hutang yang diharapkan akan dilunasi dalam
waktu satu tahun dengan menggunakan sumber-sumber yang merupakan aktiva
(2) Hutang Jangka Panjang
Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus
dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi (1 tahun) dihitung
dari tanggal pembuatan neraca per 31 Desember. Perusahaan untuk memperoleh
sumber ekonomi yang akan digunakan untuk pembelian kegitan khususnya yang
bersifat jangka panjang. Perusahaan dapat mengeluarkan sertifikat berarti
membuat perjanjian hutang, menyatakan pembuat bersedia membayar bunga atas
pinjaman tersebut secara periodik selama jangka waktunya.
Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset tertentu. Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak
pernah dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda akuntansi
bagian tertentu dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang jangka
pendek. Untuk itu harus dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian
hutang jangka panjang yang jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek.
c) Modal
Pada umumnya yang dimaksud dengan modal adalah sejumlah uang yang
dipergunakan untuk usaha. Apabila seseorang bermaksud menjalankan usaha,
maka dia akan memerlukan sejumlah uang untuk membeli barang-barang yang
akan dipergunakan dalam usahanya itu. Dalam pengertian diatas modal dikatakan
sebagai jumlah uang saja, sebenarnya pengertian modal tidak hanya terbatas pada
sejumlah uang saja, melainkan juga termasuk barang-barang yang digunakan
untuk usaha. Perusahaan dapat beroperasi dengan baik. Pemenuhan kebutuhan
(1) Modal Sendiri
Modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang
tertanam di dalam perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya. Oleh
karena itu modal sendiri ditinjau dari sudut likuiditas merupakan dana jangka
panjang yang tidak tertentu likuiditasnya. Modal sendiri yang berasal dari sumber
intern (dari dalam perusahaan) yaitu modal yang dihasilkan sendiri di dalam
perusahaan dalam bentuk keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Modal sendiri
yang berasal dari sumber ekstern ialah modal yang berasal dari pemilik
perusahaan. Modal sendiri atau simpanan anggota terdiri dari simpanan pokok,
simpanan wajib, simpanan khusus, dana cadangan, dan hibah .
(a) Simpanan Pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota
kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat
diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.
Simpanan pokok jumlahnya sama untuk setiap anggota.
(b) Simpanan Wajib
Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan
oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap
bulan dengan jumlah simpanan yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib
tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota
(c) Dana Cadangan
Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa
Hasil usaha, yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri, pembagian
kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup
kerugian koperasi bila diperlukan.
(d) Hibah
Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan
uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak
mengikat.
2) Laporan Sisa Hasil Usaha
Sisa hasil usaha ( SHU ) adalah tujuan utama koperasi untuk mendapat laba,
namun masih memperhatikan pelayanan dan kesejahteraan kepada anggotanya.
Sisa hasil usaha ( SHU ) menggabarkan keberhasilan atau kegagalan operasi
koperasi dalam upaya mencapai tujuannya. Sisa hasil usaha ( SHU ) disusun
dengan maksud untuk menggambarkan hasil operasi koperasi dalam suatu periode
waktu tertentu. Hasil operasi dengan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh
pendapatan tersebut. Apabila pendapatan lebih besar daripada biaya, maka dapat
dikatakan koperasi memperoleh laba , dan bila terjadi sebaliknya (pendapatan
lebih kecil daripada biaya) maka koperasi mengalami kerugian.
3. Jenis-jenis Rasio Keuangan
Rasio keuangan adalah suatu hal yang menggambarkan suatu hubungan
atau perimbangan antara jumlah tertentu dengan jumlah yang lain atau
persentase. (Amin Wijaya Tunggal: 1995). Dimana penilaian Kesehatan Koperasi
Simpan Pinjaman atas dasar KEPMEN Koperasi & UKM No. :
129/KEP/M.UKM/IX/2007. Beberpa jenis analisa rasio keuangan yang digunakan
untuk menilai kinerja keuangan antara lain :
a) Analisis Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban jangka pendek yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Analisis rasio
likuiditas ini dapat dilihat dari:
Aktiva Lancar
(1). Current Ratio = x 100%
Utang Lancar
Current Ratio yang tinggi belum tentu dapat menjamin terbayarnya utang yang jatuh tempo. Hal ini dikarenakan adanya jumlah persediaan yang relatif
besar jika dibandingkan dengan tingkat penjualan, sehingga perputaran persediaan
rendah, atau dapat juga dimungkinkan oleh jumlah piutang yang besar dan sulit
ditagih. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi tahun 2002, Current
Ratio yang baik adalah sebesar 175%-200%.
Volume usaha
Assets Turn Over merupakan kemampuan perusahaan memanfaatkan seluruh kekayaan (assets) dalam rangka memperoleh penghasilan selama satu tahun. Semakin tinggi tingkat perputaran kekayaan, maka semakin baik.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi tahun 2002, Assets Turn Over
yang baik adalah > 3.5 kali.
b) Analisis Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban keuangannya apabila perusahaan dilikuidasi, baik kewajiban keuangan
jangka pendek maupun jangka panjang (Munawir:2001). Selanjutnya analisis
rasio solvabilitas dapat diartikan sebagai hasil yang diperoleh dari proses
menganalisis rasio yang berhubungan dengan pelunasan kewajiban serta
pengembalian modal. Rasio solvabilitas ini dapat ditentaukan dengan:
Total Aktiva
(1)Total Assets to Total Debt Ratio = X 100% Total Utang
Rasio yang rendah menunjukkan adanya pinjaman yang besar, berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Koperasi tahun 2002, Total Assets to Total Debt Ratio
yang baik adalah sebesar 110%.
Modal Sendiri
(2) Net Worth to Debt Ratio = X 100% Total Utang
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan koperasi dalam melunasi
Keputusan Menteri Koperasi tahun 2002, Net Worth to Debt Ratio yang baik
minimal >15%.
c) Analisis Rasio Rentabilitas
Rasio rentabilitas menunjukkan keapuan perusahaa untuk menghasilkan
laba selama periode tertentu (Munawir: 2001). Selanjutnya analisis rentabilitas
dapat diartikan sebagai hasil yang menunjukkan berapa besar kontribusi laba dari
modal yang dimiliki oleh perusahaan. Analisis rasio rentabilitas ini dapat
ditentukan dengan dua macam cara yaitu:
Sisa Hasil Usaha
(1) Return on Assets = X 100%
Total Aktiva
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan koperasi dalam
memperoleh hasil usaha dengan memanfaatkan keseluruhan dana yang
ditanamakan dalam aktiva untuk operasi koperasi sehingga menghasilkan
keuntungan. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi tahun 2002, Return on Assets yang baik > 10%.
SHU Setelah Pajak
(2) Rentabilitas Modal Sendiri = X 100%
Modal sendiri
Rasio Rentabilitas Modal Sendiri yang tinggi menunjukkan keberhasilan
kesejahteraan anggota koperasi. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi
tahun 2002, Rentabilitas Modal Sendiri yang baik > 21%.
Sisa Hasil Usaha
(3) Profitabilitas = X 100%
Pendapatan Bruto
Profitabilitas merupakan perbandingan hasil usaha yang diperoleh koperasi
dengan pendapatan bruto pada tahun yang bersangkutan. Pendapatan bruto
diperoleh dari total penjualan ditambah pendapatan non operasional dikurang
dengan harga pokok penjualan. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koperasi
tahun 2002, profitabilitas yang baik > 15%.
3. Tujuan
a. Tujuan Koperasi
Berdasarkan bunyi pasal 3 UU No. 25/1992, tujuan koperasi Indonesia
dalam garis besarnya meliputi tiga hal sebagai berikut :
1) untuk memajukan kesejahteraan anggotanya;
2) untuk memajukan kesejahteraan masyarakat; dan
3) turut serta membangun tatanan perekonomian nasional.
b. Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu
keputusan. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan
bersama sebagian besar pemakai. Namun, laporan keuangan tidak menyediakan
semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil
keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan
kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi
nonkeuangan. Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang
dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan
atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat
membuat keputusanekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan
untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan
untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.
c. Tujuan Analisis Laporan Pertanggungjawaban
Adapun tujuan dari pembuatan laporan pertanggungjawaban, yaitu:
1) sebagai pengukur kemampuan serta untuk mempertanggung jawabkan
hasil kerja pelaksana;
2) menjelaskan secara rinci kronologis kegiatan, pra kegiatan, saat
pelaksanaan dan akhir pelaksanaan;
3) mengetahui kendala-kendala serta kekurangan-kekurangan yang
dihadapi oleh pelaksana;
4) menjadi masukan atau saran untuk pelaksana kegiatan berikutnya
agar dapat meningkatkan kualitas kegiatan serta tidak mengulangi
5) mempertangggungjawabkan keuangan kegiatan sehingga dana masuk
dan keluar dapat diketahui secara rinci.
4. Fungsi
a. Fungsi Koperasi
Koperasi adalah milik bersama para anggota, pengurus maupun pengelola.
Usaha tersebut diatur sesuai dengan keinginan para anggota melalui musyawarah
rapat anggota. Pengertian ini disusun tidak hanya berdasar pada konsep koperasi
sebagai organisasi ekonomi dan sosial tetapi secara lengkap telah mencerminkan
norma-norma dan kaidah-kaidah yang berlaku bagi bangsa Indonesia. Norma dan
kaidah tersebut dalam UU tersebut lebih tegas dijabarkan dalam fungsi dan peran
Koperasi Indonesia sebagai :
1) Alat untuk membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan
ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk
meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. Potensi dan kemampuan
ekonomi para anggota koperasi pada umumnya relatif kecil. Melalui koperasi,
potensi dan kemampuan ekonomi yang kecil itu dihimpun sebagai satu
kesatuan, sehingga dapat membentuk kekuatan yang lebih besar. Dengan
demikian koperasi akan memiliki peluang yang lebih besar dalam
meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial anggota koperasi pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya.
2) Alat untuk turut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas
kehidupan manusia dan masyarakat. Peningkatan kualitas kehidupan
dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi
anggota-anggotanya serta masyarakat disekitarnya.
3) Alat untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan
ketahanan perekonomian nasional. Koperasi adalah satu-satunya bentuk
perusahaan yang dikelola secara demokratis. Berdasarkan sifat seperti itu maka
koperasi diharapkan dapat memainkan peranannya dalam menggalang dan
memperkokoh perekonomian rakyat. Oleh karena itu koperasi harus berusaha
sekuat tenaga agar memiliki kinerja usaha yang tangguh dan efisien. Sebab
hanya dengan cara itulah koperasi dapat menjadikan perekonomian rakyat
sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.
4) Alat untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang
merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi
ekonomi. Sebagai salah satu pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian
Indonesia, koperasi mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan
perekonomian nasional bersama-sama dengan pelaku-pelaku ekonomi lainnya.
Dengan demikian koperasi harus mempunyai kesungguhan untuk memiliki
usaha yang sehat dan tangguh, sehingga dengan cara tersebut koperasi dapat
mengemban amanat dengan baik.
b. Fungsi Laporan Keuangan
Fungsi laporan keuangan memiliki persamaan definisi dengan kegunaan
informasi akuntansi, yakni:
1) menyusun perencanaan kegiatan perusahaan;
3) dasar pembuatan keputusan dalam perusahaan;
4) pertimbangan dan pertanggungjawaban pada pihak eksteren.
c. Fungsi Analisis Laporan Pertanggungjawaban
Setiap unit organisasi merupakan pusat pertanggungjawaban akan
memberikan informasi baik berupa anggaran maupun laopran manajemen.
Adapun yang menjadi fungsi informasi akuntansi pertanggungjawaban adalah “
Informasi akuntansi pertanggungjawaban yang berupa informasi yang akan
bermanfaat untuk penyusunan anggaran, sedangkan informasi masa lalu
bermanfaat sebagai penilai kinerja manajer pusat pertanggung jawaban dan alat
pemotivasi manajer” ( Mulyadi : 2001 : 174-175)
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa ada 3 fungsi laporan
pertanggungjawaban adalah sebagai berikut :
1) Dasar penyusunan anggaran
Laporan pertanggungjawaban berfungsi untuk memperjelas peran seorang
manajer sebab dalam penyusunan anggaran, ditetapkan siapa atau pihak mana
yang bertanggung jawab datas pelaksana kegiatan.
2) Alat penilai kinerja manajer pusat pertanggungjawaban
Penilai kerja merupakan penilaian atas perilaku manusia dalam
melaksanakan peran yang mereka miliki dalam organisasi, jika laporan
pertanggungjawaban merupakan salah satu penilai kinerja maka informasi itu
terkait dengan manajemen yang dihubungkan dengan individu yang memeliki
3) Alat pemotivasi manajer
Motivasi adalah proses prakarsa dilakukannya suatu tindakan secara sadar
dan bertujuan. Pemotivasian adalah sesuatu yang digunakan untuk mendorong
timbulanya prakarsa seseorang untuk melakukan tindakan secara sadar dan
betujuan. Dalam sistem penghargaan perusahaan, laporan pertanggungjawaban
merupakan bagian penting.
5. Prinsip
a. Prinsip Koperasi
Tata kehidupan dalam organisasi koperasi mengatur bagaimana hubungan di
anatar anggota dan pengurus koperasi. Tata kehisupan ini secara prinsip diatur
oleh prinsip-prinsip koperasi. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2012 pasal 6
merinci 7 ( tujuh ) prinsip koperasi Indonesia, yaitu:
1) keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka;
2) pengawasan oleh anggota diselenggarakan secara demokratis;
3) anggota berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi koperasi;
4) koperasi merupakan badan usaha swadaya yang otonom, dan independen;
5) koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi Anggota,
Pengawas, Pengurus, dan karyawannya, serta memberikan informasi kepada
masyarakat tentang jati diri, kegiatan, dan kemanfaatan koperasi;
6) koperasi melayani anggotanya secara prima dan memperkuat Gerakan
Koperasi, dengan bekerja sama melalui jaringan kegiatan pada tingkat lokal,
7) koperasi bekerja untuk pembangunan berkelanjutan bagi lingkungan dan
masyarakatnya melalui kebijakan yang disepakati oleh Anggota.
b. Prinsip Laporan Keuangan
Laporan keuangan mempunyai sifat dan prinsip dasar yang harus dipahami
oleh setiap analisis dalam rangka melakukan analisis laporan keuangan.
Prinsip yang mendasari setiap sifat dari ciri laporan keuangan dan output
akuntansi lainnya adalah sebagai berikut :
1) Accounting Entity
Yang menjadi fokus akuntansi adalah entity tertentu yang harus jelas memisahkan hak dan kewajiban pemilik atau pihak lain dengan entity perusahaan.
Keduanya terpisah dari bahan entity yang lain, sehingga transaksi dicatat untuk kepentingan dan dari sudut posisi perusahaan tertentu yang terpisah dari
pemiliknya.
2) Going Concern
Dalam penyusunan laporan keuangan harus dianggap bahwa perusahaan
yang dilaporkan pada masa yang akan dating, kecuali dinyatakan lain. Sehingga
nilai yang dilaporkan tidak akan sama dengan nilai sekarang atau likuiditas.
3) Measurement
Akuntansi adalah media pengukur kekayaan ekonomi ( Ekonomic Resource) dan kewajiban ( Liability ) berserta perubahaannya.
4) Time Period
Laporan keuangan menyajikan informasi untuk suatu waktu atau periode
mencatat keadaan perusahaan yang dianggap terus beroperasi. Karena itu pemakai
laporan keuangan harus menetapkan cutoff atau periodenya.
5) Monetary Unit
Pengukuran dalam akuntansi adalah bentuk yang mempunyai ukuran unit
moneter misalnya : Rupiah, Dolar, Peso, Ringgit bukan kuran kuantitatif lainnya.
6) Accural
Penentuan pendapatan dan biaya dari posisi harta dan kewajiban ditatapkan
tanpa melihat apakah transaksi kas telah dilakukan.
7) Exchange Price
Nilai yang terdapat dalam laporan keuangan umumnya didasarkan pada
harga pertukaran yang timbul dari interaksi dua pihak pada suatu kejadian.
8) Approximation
Dalam akuntansi tidak dapat dihindarkan penaksiran-penaksiran separti
penaksiran umum, taksiran harga, pemilihan prinsip pencatatan, penggunaan
asset, dan sebagainya.
9) Judgement
Dalam penyusunan laporan keuangan banyak diperlukan
pertimbangan-pertimbangan berdasarkan keahlian akuntansi, baik pertimbangan-pertimbangan pemilihan
alternatif prinsip maupun pemilihan cara penyajian lainnya.
10) General purpose
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang dihasilkan akuntansi
keuangan ditunjukan buat pemakai secara umum, bukan pemakaian khusus atau
11) Interelated Statement
Neraca daftar laba rugi, dan laporan sumber dan penggunaan dana atau
laporan keuangan lainnya mempunyai hubungan yang erat yang tidak dapat
dipisahkan antara satu dengan yang lainnya dalam penentuan pengambilan
keputusan.
12) Substance Over Form
Akuntansi lebih menekankan kenyataan ekonomis suatu kejadian daripada
bukti legalnya, misalnya dalam Akta Notaris Modal telah dinyatakan dan disetor
penuh tetapi kenyataan setoran (transaksi) belum ada maka akuntansi berpihak
pada kenyataan yang sebenarnya.
13) Materiality
Laporan keuangan hanya memuat informasi yang dianggap penting. Dan
didalam setiap pertimbangan yang dilakukan tetap melihat signifikasinya yang
diukur dari pengaruh informasi kepada pengambilan keputusan
B. Kajian Pustaka
Dalam Penelitian Rosy Kusumawathi pada tahun 2014 yang berjudul
Penerapan Analisis Rasio Laporan Keuangan untuk Mengevaluasi Tingkat Kesehatan PT. BPR Perasta Klungkung Bali dapat ditarik kesimpulan bahwa kita dapat mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan dengan melihat rasio-rasio
atau perbandingan-perbandingan, diantaranya : rasio likuiditas, rasio solvabilitas
serta rasio rentabilitas. Dari rasio likuiditas kita dapat mengetahui kemampuan
suatu perusahaan untuk membayar hutang-hutang jangka pendeknya, sedangkan
dana untuk membiayai kegiatan sedangkan rasio rentabilitas untuk mengetahui
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Maka dari itu melalui rasioini
kita dapat mengetahui tingkat kesehatan suatu perusahaan yang sangat berguna
sebagai cerminan kedepannya. Persamaan dalam penelitian terdapat pada objek
yang diteliti sedangkan perbedaan terletak pada waktu dan tempat penelitian.
Penelitian yang dilakukan oleh I M. Sarjana, K. Budi Surusa dan Dwi Putra
Darmawan tahun 2013 yang berjudul skripsi Analisis Kinerja Keuangan pada Koperasi Serba Usaha di Kabupaten Buleleng,dapat ditarik kesimpulan kinerja keuangan koperasi serba usaha di Kabupaten Buleleng dapat dikategorikan sangat
efisien bila dilihat dari dua variable ratio keuangan seperti (current ratio dan debt to equity ratio), dua variable menunjukkan cukup efisien yaitu (cash turnover dan rentabilitas ekonomi) sedangkan dua variabel lagi masuk katagori kurang efisien
(debt to asset ratio dan receivable turn over).Pengaruh kinerja keuangan yang ditunjukkan dengan hasil analisis rasio keuangan terhadap kemampuan koperasi
serba usaha untuk menghasilkan laba (Rentabilitas Ekonomi) secara simultan
adalah sebesar koefisien diterminasi sebesar 87,5% , sehingga dapat diartikan
bahwa rentabilitas ekonomi dipengaruhi oleh current ratio , debt to asset ratio, debt to equity ratio, receivable turnover, dan cash turnover secara simultan sebesar 87,5% dan sisanya 12,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Berdasarkan hasil uji yang dilakukan pengaruh variabel rasio keuangan secara
pengaruh yang tidak signifikan. Persamaan terletak pada objek yang diteliti
sedangkan perbedaan terletak pada waktu dan tempat penelitian.
Penelitian yang dilakukan oleh Ni Wayan Ayu Widari tahun 2010 dalam
tugas akhir yang berjudul Analisis Laporan Keuangan pada Toko Bhineka Jaya di Denpasar dapat ditarik kesimpulan jika diihat dari segi rasio likuiditas, Toko Bhineka tahun 2007-2009 dalam keadaan likuid dan menunjukkan kecenderungan
semakin meningkat. Jika dilihat dari segi rasio rentabilitas Toko Bhineka Jaya
pada tahun 2007-2009 perusahaan masih dapat menghasilkan laba namun pada
tahun 2009 mengalami penurunan. Jika dilihat dari rasio solvabilitas Toko
Bhineka Jaya pada tahun 2008-2009 menunjukkan dalam keadaan kurang baik.
Persamaan terletak pada objek yang diteliti yaitu laporan keuangan dan perbedaan
BAB III
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Berdirinya Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba
Koperasi Kuta Mimba beroperasi di Jalan Sriwijaya Legian, Kuta, Badung.
Koperasi Kuta Mimba sebagai wadah perjuangan ekonomi rakyat bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan anggota berserta keluarganya pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya. Tanggal 9 Februari 1983, berkat prakarsa dari
tokoh-tokoh masyarakat, yang didasari atas hasil pembinaan Tim Lomba Desa Terpadu,
dengan anggota sebanyak 89 orang, total asset sebesar Rp 1.513.750,00 maka berdirilah Koperasi Kuta Mimba dengan usaha awal yaitu unit usaha simpan
pinjam dan dilanjutkan dengan usaha biro jasa dan lainnya. Nama Kuta Mimba
siambil dari Desa Kuta, yang konon pada zaman dahulu ( zaman Majapahit )
nama Desa Kuta adalah Desa Kuta Mimba. Koperasi Kuta Mimba beberapa kali
mendapatkan penghargaan yaitu sebagai koperasi teladan tingkat nasional,
koperasi mandiri, koperasi berprestasi, dan anggota koperasi berskala besar.
Anggota Koperasi Kuta Mimba terkonsentrasi pada wilayah Kuta, Legian, dan
Seminyak ( Samigita ) dan sekitarnya yang terdaftar di dalam Buku Daftar
Anggota. Anggota KSU Kuta Mimba adalah sebagai pemilik dan juga pelanggan
yang setia, oleh karena itu partisipasi usaha anggota selalu dicatat sebagai dasar
untuk pembagian SHU. Menurut data mutasi Anggota KSU Kuta Mimba tahun
2013, anggota tercatat berjumlah 4.023 orang, sedangkan pada rapat anggota
Mimba berjumlah 4.881 orang, karyawan sebanyak 85 orang dan total asset Rp
126.718.961.522,00 dan per 31 Maret 2015 telah menjadi Rp 133.846.499.158,00.
B. Struktur Organisasi Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba
Struktur dapat diartikan sebagai suatu susunan atau bagian-bagian dalam
suatu perusahaan yang mana didalam setiap bagian tersebut saling berhubungan
yang ditunjukan dengan adanya fungsi garis. Organisasi merupakan sekelompok
orang yang mempunyai hubungan dan kerjasama untuk mencapai suatu tujuan,
sedangkan struktur organisai adalah wadah kerjasama yang mencerminkan
lalulintas tugas, wewenang, dan tanggung jawab dimana orang-orang yang terlibat
dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Dalam
struktur organisasi tersebut harus dapat memberikan kejelasan dalam pembagian
pekerjaan dari semua unsur, fungsi-fungsi yang diperlukan oleh koperasi agar
tujuan koperasi dapat tecapai dengan baik dan tepat. Bentuk struktur organisasi
yang dipakai adalah struktur organisasi garis dan staf yaitu suatu bentuk
organisasi dimana bawahan diperintah oleh satu orang atasan dan bawahan
bertanggung jawab terhadap atasan yang memberikan perintah dan sebagai staf
dapat memberikan masukan, saran, atau koordinasi kepada atasan.
Dalam bidang organisasi dan kelembagaan Koprasi Serba Usaha Kuta
Mimba terdiri dari :
1. Pembina atau wakil pendiri
a. I Gusti Adnya Subrata
b. Drs. I Made Suewdja,S.H. MSc. PhD
d. I Gusti Kompyang Widana
e. I Ketut Atmaja
f. Dewa Putu Ngurah
2. Dewan Penasehat
a. I Wayan Sadi
b. I Nyoman Graha Wicaksana, B.Com. M.M
c. I Nyoman Ruth Ady, S.H. M.H.
d. I Wayan Parek
e. I NengahSorna
3. Pengawas
a. Ketua : I Wayan Mendi, S.E.
b. Anggota : I Wayan Widana
c. Anggota : I Nyoman Widya Arta
d. Anggota : I Gusti Ngurah Tiksena, S.E.
e. Anggota : I Nengah Wardita
4. Pengurus
a. Ketua : Ir. I Ketut Sirba
b. Wakil Ketua : I Nyoman Wirya
c. Sekretaris : I Nengah Rasna, S.T.
d. Wakil Sekretris : I Wayan Roma
5. Bamus
a. I Nengah Mardawa
b. A.A. Ngr. Edy Wijaya
c. I Nengah Darsana
d. I Nyoman Punia
e. I Gst. Made Sukada
f. I Nyoman Kandia
6. Karyawan
Dalam menjalankan operasional usaha Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba
dibantu oleh manajer dan staf manajemen serta karyawan sebanyak 74 orang,
dengan manajemen yang terdiri dari :
a. Manajer
b. Kepala Unit SP
c. Kepala Unit Adm &UP
d. Kabag. Keuangan SP
e. Kabag. Kredit SP
f. Kabag. Akuntansi SP
g. Kabag. Tata Usaha
h. Kabag. Akuntnsi Pusat
i. Kabag. Biro Jasa
Adapun Struktur Organisasi Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba adalah sebagai
Struktur Organisasi Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba
Keterangan Garis:
Garis Komando dan tanggung jawab
Garis pembinaan dan koordinasi
Sumber: Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba RAPAT ANGGOTA
PEMBINA
PENGURUS
MANAJER PENGAWAS
BENDAHARA SEKERETARIS
KEPALA UNIT USAHA
SIMPAN PINJAM
Berdasarkan struktur organisasi tersebut, secara garis besar akan diuraikan
tugas,wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing bagian sebagai berikut :
1. Rapat Anggota
Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
Segala keputusan yang dikeluarkan rapat anggota sebagai lembaga struktural
organisasi koperasi mempunyai kekuatan hukum karena merupakan hasil dari
musyawarah anggota. Dimana rapat anggota merupakan rapat para
anggota,keputusan yang diambil didasarkan atas musyawarah untuk mencapai
mufakat.Penyelenggaraan rapat anggota sekurang-kurangnya dilakukan sekali
dalam setahun. Adapun fungsi dan wewenang rapat anggota adalah :
a. Menetapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga di dalam koperasi
b. Menetapkan kebijakan dalam koperasi
c. Memilih, mengangkat, dan memberhentikan pengurus,badan pemeriksaan
d. Menetapkan dan mengesahkan kebijakan pengurus dalam bidang organisasi
maupun bidang usaha.
e. Mengesahkan laporan pertanggungjawaban pengawas koperasi.
2. Pengurus
Pengurus koperasi dipilih dari dan oleh anggota dalam suatu rapat anggota.
Dan pengurus merupakan anggota yang diberi tugas pada rapat anggota untuk
menjalankan kegiatan/aktivas organisasi dan perusahaan koperasi serta
Adapun tugas wewenang dang tanggungjawab pengurus adalah :
a. Mengelola organisasi dan usaha koperasi.
b. Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana pendapatan
dan anggaran belanja koperasi.
c. Menyelenggarakan rapat anggota.
d. Melaksanakan rencana kerja yang sudah ditetapkan rapat anggota.
e. Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan koperasi sesuai dengan
tanggung jawabnya dan keputusan rapat anggota.
f. Melaporkan dan mempertanggungjawabkan kepada rapat anggota tentang
segala sesuatu yang menyangkut tata kehidupan koperasi yang dipimpinnya.
3. Pengawas
Merupakan anggota yang diberi tugas oleh rapat anggota untuk mengawasi
pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi serta membuat laporan tertulis
hasil pengawasannya untuk dilaporkan pada saat rapat anggota. Badan pengawas
mempunyai fungsi pengawasan terhadap kekayaan koperasi,kebenaran
pembekuan serta kebijaksanaan pengurus dalam menyelenggarakan organisasi
koperasi dan memiliki wewenang yaitu meneliti catatan yang ada pada koperasi
serta mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.
4. Dewan Penasehat (Pembina)
Dewan penasehat dibentuk menurut kebutuhan koperasi. Anggota-anggota
dewan penasehat diambil dari kalangan diluar koperasi yang memiliki ketrampilan
pendapat atau usul dan petimbangan kepada pengurus/rapat anggota dimana
usulan dan saran tersebut tidak bersifat mengikat.
5. Manajer dan Karyawan
Manajer dan karyawan adalah pelaksana kegiatan dibidang usaha. Manajer
dan karyawan diangkat dan diberhentikan oleh pengurus. Dalam melaksanakan
tugasnya manajer bertanggung jawab kepada pengurus.
Tugas dan kewajiban manajer yaitu :
a. Menyusun rencana, melaksanakan dan mengendalikan kegiatan usaha
koperasi sesuai dengan pengarahan dan kebijaksanaan yang telah ditetapkan
oleh pengurus koperasi.
b. Membantu pengurus dalam menjelaskan perencanaan, pelaksanaan dan
pengendalian kegiatan usaha koperasi kepada rapat anggota.
c. Memimpin kegiatan usaha termasuk menetapkan pembagian kerja karyawan
yang dipimpinnya, melaksanakan kegiatan usaha sesuai dengan
kebijaksanaan yang telah digariskan oleh pengurus koperasi.
d. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan usaha yang dipimpinnya
termasuk penyusutan dan menyampaikan laporan kegiatan usaha kepada
pengurus.
Tugas dan kewajiban dari seorang karyawan adalah membantu dan melaksanakan
proyek kerja sesuai dengan perintah yang di berikan oleh manjer dan kepala unit
usaha. Karyawan akan bertanggung jawab kepada kepala unit usaha.
6. Kepala Unit Usaha
a. Menyusun kebijaksanaan teknis operasional tentang tata cara penerimaan
simpanan dan pengeluaran kepada anggota dan masyarakat.
b. Menetapkan tingkat bunga tabungan dan pinjaman melalui persetujuan
manajer yang selanjutnya oleh manajer dilaporkan kepada pengurus.
c. Melaksanakan system administrasi simpan pinjam secara lengkap dan teratur
serta menjaga kelancaran arus dokumen ke bagian administrasi.
d. Menyusun laporan keuangan secara lengkap dan teratur yang disampaikan
kepada pengurus dan dikirim kepada Dinas Koperasi.
e. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Unit Simpan Pinjam
bertanggungjawab kepada manajer dan atau melalui sekretaris umum.
C. Kegiatan Usaha Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba
Dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan maka dilakukan suatu
usaha yang mana pelaksanaan kegiatannya sampai pada sasaran yang diharapkan,
maka diperlukan suatu perencanaan yang disusun sesuai dengan kemampuan dari
pengurus dan aktivitasnya.
Dalam merencanakan jenis kegiatan usaha yang dipilih maka diperlukan
pengetahuan tentang kemampuan dan lingkungan. Untuk KSU Kuta Mimba
dimana letaknya sangat strategis. Adapun usaha yang dikelola oleh koperasi yaitu
usaha simpan pinjam.
Kegiatan usaha simpan pinjam di KSU Kuta Mimba meliputi kegiatan
penarikan atau penghimpunan dana dan penyaluran kembali dana tersebut dalam
bentuk pinjaman. KSU Kuta Mimba mengelola unit simpan pinjam sebagai unit
Selama tahun 2013 tidak melakukan penambahan unit usaha baru, namun
memantapkan unit-unit usaha yang telah ada. Adapun unit-unit usaha yang
dimiliki oleh KSU Kuta Mimba yaitu :
A. Unit Simpan Pinjam
Unit simpan pinjam mengelola tabungan koperasi ( TASUKOP ), simpanan
berjangka koperasi ( SIMJAKOP ), simpanan berjangka koperasi ( SIBERKOP ),
kredit modal kerja , kredit barang , kredit upacara adat/agama, kredit harian
(KREHAR), kredit rekening koran koperasi ( REKORKOP ) serta kredit dana
bergulir bantuan subsidi BBM.
Tabel 3
Data Perkembangan Unit Simpa Pinjam Tahun 2012 dan 2013
No. Uraian Per 31/12/2012( Rp ) Per 31/12/2013(Rp) (%)
1. Volume usaha 128.831.289.191 158.656.436.956 123,15
2. Asset 85.972.014.069 97.526.277.404 113,4
3. Kas 638.561.186 380.910.672 59,65
B. Unit Biro Jasa
Unit Biro Jasa melayani jasa pembayaran rekening listrik, rekening telepon ,
PAM, samsat kendaraan , SIM baru atau perpanjangn dan jasa pemasaran.
Tabel 4
Data Perkembangan Unit Biro Jasa Tahun 2012 dan2013
No Uraian Per 31/12/2012 Per 31/12/2013
1. Volume usaha Rp 83.177.842.881 Rp 79.084.102.555
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Perkembangan koperasi dilihat dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2013
menunjukan kenaikan. Dimana dari segi keanggotaan, untuk tahun 2012
anggotaan Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba mencapai 3.884 orang. Apabila
kita bandingkan dengan tahun buku 2011 sebesar 3.860 orang, maka terjadi
peningkatan keanggotaan sebanyak 24 orang pada tahun buku 2012. Pada tahun
buku 2013 keanggotaan Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba mengalami mutasi
masuk sebanyak 174 orang dan mutasi keluar sebanyak 35 orang, sehingga
sampai dengan berakhirnya tahun buku 2013 jumlah anggota mencapai 4.023
orang. Begitu juga dengan perkembangan koperasi yang dilihat dari total aktiva
dan pasiva dari tahun 2012-2013 mengalami kenaikan. Sehingga diharapkan
ditahun berikutnya KSU Kuta Mimba semakin berkembang dan mampu
mensejahterakan masyarakat sekitarnya. Untuk itu, agar dapat mengetahui
perkembangan kinerja Koperasi dari tahun ketahun maka digunakan laporan
keuangan .
Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting dalam memperoleh
informasi yang berhubungan dengan posisi dan kinerja keuangan serta hasil-hasil
yang dicapai oleh koperasi yang bersangkutan. Laporan akan lebih berarti bagi
pihak-pihak yang berkepentingan apabila laporan keuangan tersebut dibandingkan
untuk satu periode atau lebih dan analisis lebih lanjut sehingga dapat memberikan
dari laporan keuangan pada Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba, maka dibuatlah
laporan pertanggungjawaban untuk mengetahui kinerja keuangan Koperasi Serba
Usaha Kuta Mimba selama satu periode yaitu mulai dari tahun 2012-2013.
A. Analisis Laporan Sisa Hasil Usaha Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data mengenai laporan keuangan
yang berhasil di himpun dari Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba dari tahun 2012
sampai dengan tahun 2013. Dalam penyajian laporan keuangan KSU. Kuta
Mimba tahun buku 2013 terdiri atas :
1. Laporan Pehitungan Sisa Hasil Usaha Komperatif tahun 2012-2013
2. Laporan Neraca Komperatif tahun 2012-2013
3. Laporan Realisasi RAPBAK 2013
4. Laporan Neraca Konsolidasi tahun 2013
5. Laporan Perhitungan Sisa Hasil Usaha Konsolidasi tahun 2013
6. Ratio Keuangan Rentabilitas, Likwiditas dan Solvabilitas tahun 2012-2013
7. Volume Usaha tahun 2012-2013
8. Laporan Arus Kas Per 31 Desember 2013
9. Modal Kerja Tahun 2012-2013
10. Perbandingan Modal Sendiri dengan Modal Luar / Asing
11. Laporan Ikhtisar Kekayaan Bersih Per. 31 Desember 2013, dan
12. Pembagian SHU Tahun 2013
Analisis laporan keuangan dilakukan berdasarkan laporan perhitungan SHU
rasio-rasio keuangan yang merupakan salah satu kriterisa koperasi mandiri yaitu rasio-rasio
rentabilitas, rasio likwiditas dan rasio solvabilitas.
Tabel 5
Rasio-rasio keuangan tahun buku 2012 dan 2013
Uraian Tahun 2012( Rp ) % Tahun 2013( Rp ) %
Rentabilitas 2.062.112.517 16,99 3.069.861.652 21,41
12.140.386.840 14.341.338.918
Likwiditas 88.003.531.510 116,33 97.723.712.209 112,49
75.650.357.972 86.874.590.542
Solvablitas 90.540.744.822 115,49 101.623.596.142 116,43
78.400.357.982 87.291.257.225
Sumber : Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba
Hasil perhitungan rasio menunjukan bahwa rasio rentabilitas , likwiditas,
dan solvabilitas pada tahun 2013 berturut-turut adalah sangat baik, kurang ideal,
dan cukup ideal. Berdasarkan Kepmen No. 22/PER/M.KUKM/IV/2007 dan
Kepmen No. 06/PER/M.KUKM/III/2008 tentang pemeringkatan Koperasi kondisi
rasio rentabilitas sebesar 21,41% adalah sangat baik karena berada diatas 15%,
rasio likwiditas sebesar 112,49% adalah kurang ideal karena berada pada kisaran
100% - 125% dan rasio solvabilitas sebesar 116,43% adalah cukup ideal karena
Tabel 5
Perhitungan Hasil Usaha ( SHU ) Tahun Buku 2012-2013
Uraian Per 31 Des 2012 Per 31 Des 2013 Deviasi Penjualan dan pendapatan
Penjualan barang 296.330.370 0 ( 296.330.370 )
Pendapatan jasa 11.434.630.043 14.050.305.675 2.615.675.623
Pendapatan lain operasional 150.859.043 72.189.501 ( 78.670.289 ) Jumlah pendapatan dan
penjualan 11.881.820.203 14.122.495.176 2.240.674.973
Beban pokok penjualan
Beban pokok penjualan 594.494.586 0 ( 594.494.586 )
Beban jasa langsung 4.136.542.660 4.988.084.610 851.541.950
Jumlah Beban pokok
penjualan 4.731.037.246 4.988.084.610 257.047.364
Hasil Usaha Kotor 7.150.782.957 9.134.410.566 1.983.627.609
Beban Usaha
Beban adm . dan umum 422.598.493 622.376.993 199.778.500
Biaya organisasi 1.046.142.525 1.300.664.210 254.521.685
Hasil usaha non operasional 206.476.387 230.315.705 23.839.318 Sisa hasil usaha sebelum
pajak 2.062.112.517 3.069.861.652 1.007.749.135
Sumber : Koperasi Serba Usaha Kuta Mimba
Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2012 KSU Kuta
Mimba mendapatkan hasil usaha sebesar Rp 2.062.112.517,00. Angka tersebut di
peroleh dari pendapatan sebesar Rp 12.088.296.590,00 dikurangi beban sebesar
Rp 10.026.184.073,00. Dari total pendapatan dikurang dengan beban maka