• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN SIKAP TENTANG STIMULASI TUMBUH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUBUNGAN SIKAP TENTANG STIMULASI TUMBUH"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Bina Cendekia Kebidanan Vol 1 No 2 Oktober, 2015

51 HUBUNGAN SIKAP TENTANG STIMULASI TUMBUH KEMBANG DENGAN

PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-5 TAHUN

Lulita Fretysari1 Tri Nurmiyati2

ABSTRAK

Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan yang saat ini terjadi di Indonesia. Masih tingginya angka gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia balita dilaporkan sebesar 27,5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap tentang stimulasi tumbuh kembang dengan perkembangan anak usia 1-5 tahun. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel yang digunakan adalah ibu yang memiliki anak usia 1-5 tahun sebanyak 88 ibu dan teknik sampling menggunakan accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan terbanyak yaitu responden yang memiliki sikap positif dengan perkembangan anak normal sebesar 64,7% dan perkembangan anak abnormal sebesar 11,8%. Hasil uji statistik membuktikan ada hubungan antara sikap ibu tentang stimulasi tumbuh kembang dengan perkembangan anak usia 1- 5 tahun dengan nilai p 0,004. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat memberikan penyuluhan tentang Stimulasi tumbuh kembang pada ibu-ibu yang memiliki anak balita agar ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang tumbuh kembang dan dapat memberikan stimulasi kepada anaknya supaya tumbuh kembang anaknya dapat berjalan sesuai usianya.

Kata Kunci : Perkembangan Anak 1-5 tahun, Sikap, Stimulasi Tumbuh Kembang

ABSTRACT

Child health problems is one of the main problems in the health sector that is currently happening in Indonesia. A high rate of growth and development disorders in children aged under five were reported by 27.5%. The purpose of this study was to determine the relationship of attitudes about the stimulation of growth and development with the development of children aged 1-5 years. This type of research is analytic with cross sectional approach. Population and sample used are mothers of children aged 1-5 years as many as 88 mothers and sampling technique uses accidental sampling. The result showed that most respondents have a positive attitude with normal child development by 64.7% and abnormal child development by 11.8%. Statistical test results prove there is a relationship between maternal attitudes about stimulating growth with the development of children aged 1 to 5 years with a p-value of 0.004. Expected health workers, especially midwives can provide counseling about the stimulation of growth and development in the mothers who have young children so that the mother has a good knowledge of growth a nd development and can provide stimulation to their children so that their children's growth can be run according to age.

Keywords: Attitude, Child Development 1-5 years, and Growth Stimulation.

(2)

Jurnal Bina Cendekia Kebidanan Vol 1 No 2 Oktober, 2015

52 PENDAHULUAN

Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan yang saat ini terjadi di negara Indonesia. Derajat kesehatan anak mencerminkan derajat kesehatan bangsa, sebab anak sebagai generasi penerus bangsa memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan dalam meneruskan pembangunan bangsa. Berdasarkan alasan tersebut masalah kesehatan anak diprioritaskan dalam perencanaan atau penataan pembangunan bangsa. Permasalahan mengenai tumbuh kembang anak khususnya anak usia bawah lima tahun (Balita) dewasa ini lebih sering diperbincangkan oleh para pakar kesehatan anak, mereka menyatakan bahwa perbedaan pertumbuhan dan perkembangan anak pada zaman sekarang berbeda dengan generasi terdahulu. Bayi-bayi pada zaman sekarang berat lahirnya lebih besar dibandingkan generasi terdahulu. Pada usia balita merupakan saat paling krusial bagi orang tua dalam merespon, melatih, dan mengembangkan kemampuan psikomotor anak balita tersebut.1

Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada anak balita akan mengalami siklus yang berbeda setiap kehidupan manusia. Peristiwa tersebut dapat terjadi secara cepat maupun lambat tergantung dari individu seperti faktor herediter dan lingkungan baik lingkungan masa pranatal seperti faktor gizi ibu selama hamil dan mekanisme kehamilan berupa berat bayi saat lahir, letak bayi serta masa gestasi. Pendidikan dan pengetahuan orang tua sangat berpengaruh terhadap pemberian stimulasi, dengan pendidikan dan pengetahuan yang semakin tinggi orang tua dapat mengarahkan anak sedini mungkin dan akan mempengaruhi daya pikir anak untuk berimajinasi.1

Sikap ibu dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Sikap merupakan pandangan-pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak

sesuai sikap objek tadi. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Titis (2013), terhadap 30 ibu didapatkan bahwa sebagian besar responden mempunyai sikap yang baik terhadap stimulasi tumbuh kembang anak usia 3-5 tahun yaitu sebanyak 21 ibu (70%). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara sikap ibu dengan perkembangan motorik anak usia 3-5 tahun di PAUD Ngudi Rahayu, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.2, 3

Menurut Soetjiningsih (2014), Anak dikatakan memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang optimal apabila pada usia 1-2 tahun anak sudah dapat berdiri sendiri tanpa berpegangan, berjalan tanpa terhuyung-huyung (motorik halus), menumpuk 4 buah kubus, memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk, menggelindingkan bola (motorik kasaar), memahami kalimat sedarhana, mengucapkan kalimat yang terdiri dari 2 kata (bahasa), memperlihatkan rasa cemburu, dan mampu mengontrol buang air besarnya (personal-sosial) dan pada usia 3-5 tahun anak sudah dapat mengayuh sepeda roda tiga, melompat dengan satu kaki, menari (motorik halus), menggambar garis lurus, menumpuk 8 balok, menggambar lingkaran (motorik kasar), mampu bercerita pendek, mampu membuat kalimat yang sempurna (bahasa), menunjukkan kemarahan jika terhalang, melepaskan pakaian sendiri, dan mampu bermain pura-pura (personal-sosial).4

(3)

Jurnal Bina Cendekia Kebidanan Vol 1 No 2 Oktober, 2015

53 METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan desian penelitian analitik untuk mengetahui hubungan sikap dengan perkembangan anak usia 1-5 tahun. Dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional dengan menggunakan kuesioner. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak dengan usia 1-5 tahun

sejumlah 120 responden. Sampel yang digunakan dengan besar sampel beda dua proporsi sebanyak 88 responden. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan teknik accidental sampling.6

Pengolahan dan Penyajian Data dalam penelitian ini meliputi : Editing, Coding, Scoring, dan Tabulating. Analisa Data dalam Penelitian ini menggunakan analisa Analisa Univariat dan Analisa Bivariat dengan menggunakan uji chi square.7

HASIL PENELITIAN

Tabel 1.

Distribusi Frekuensi Sikap Ibu, Perkembangan Anak pada usia 1-5 tahun

Variabel F %

Sikap ibu

Positif 51 58

Negatif 37 42

Perkembangan Anak

Normal 44 50

Meragukan 26 29,5

Abnormal 18 20,5

Berdasarkan tabel 1. mayoritas ibu memiliki sikap positif tentang stimulasi tumbuh kembang

sebesar 58%, anak memiliki perkembangan normal sebesar 50%.

Tabel 2.

Hubungan Sikap Ibu Tentang Stimulasi Tumbuh Kembang Dengan Perkembangan Anak Usia 1-5 Tahun

Sikap ibu

Perkembangan Anak

Nilai p Abnormal Meragukan Normal

F % F % F %

0,004

Positif 6 11,8 12 23,5 33 64,7

Negatif 12 32,4 14 37,8 11 29,7

Berdasarkan tabel 2 di atas didapatkan hasil bahwa dari 33 ibu dengan sikap positif, terdapat 11,8% anak yang memiliki perkembangan abonornal. Dari 11 ibu dengan sikap negatif, terdapat 32,4% anak yang memiliki perkembangan abnormal. Terdapat kecenderungan bahwa semakin positif sikap ibu tentang stimulasi tumbuh kembang anak maka semakin baik pula perkembangan anaknya sebaliknya

semakin negatif sikap ibu tentang stimulasi tumbuh kembang anak maka semakin tidak baik (meragukan dan abnormal) pula perkembangan anaknya.

(4)

Jurnal Bina Cendekia Kebidanan Vol 1 No 2 Oktober, 2015

54

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian mayoritas ibu yang memiliki sikap positif tentang stimulasi tumbuh kembang sebesar 58%. Sikap ibu dipengaruhi oleh stimulus tertentu dan menghasilkan reaksi atau respon dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat emosional, sebagai contoh ibu setuju memberikan stimulasi kepada anaknya untuk rutin memberikan latihan yang dapat membantu perkembangan anaknya. Tindakan pemberian stimulasi memiliki prinsip dasar yang perlu diperhatikan oleh orang tua terutama ibu. Stimulasi hendaknya dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang dengan cara mengajak bermain, bernyanyi, bervariasi, menyenangkan dengan tanpa paksaan dan tidak ada hukuman.

Menurut pendapat Notoatmojo, bahwa sikap merupakan kesiapan untuk beraksi terhadap objek dilingkungan tertentu, sebagai suatu penghayatan terhadap objek. 5 Dalam penghayatan terhadap objek tertentu sikap mempunyai 3 komponen seperti yang diungkapkan oleh Anwar S dalam buku A. Wawan dan Dewi M, yaitu komponen koqnitif (kepercayaan atau keyakinan), komponen affektif (aspek emosional) dan konatif atau aspek kecenderungan berprilaku. 2, 8

Dalam penelitian ini ibu yang mempunyai sikap positif mencapai 58% terhadap stimulasi tumbuh kembang anak. Sikap ibu yang kurang baik atau negatif terhadap stimulasi tumbuh kembang anak didapatkan hampir sebesar 42%. Sikap ibu negatif dapat dipengaruhi oleh kurangnya informasi tentang pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang memiliki perkembangan normal lebih besar yaitu sebanyak (50%) dibandingkan dengan anak yang memilki perkembangan abnormal yaitu sebanyak (20,5%).

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki sikap positif dan perkembangan anak yang normal sebesar (64,7%). Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai p= 0,004, maka ada hubungan sikap ibu tentang

stimulasi tumbuh kembang dengan perkembangan anak usia 1-5 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa sikap ibu mempengaruhi perkembangan anak, semakin baik sikap ibu maka akan semakin baik pula perkembangan anaknya.

Hasil penelitian diatas didukung dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Titis, dkk terhadap 30 ibu didapatkan bahwa sebagian besar responden mempunyai sikap yang baik terhadap stimulasi tumbuh kembang anak usia 3-5 tahun yaitu sebanyak 21 ibu (70%). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara sikap ibu dengan perkembangan motorik anak usia 3-5 tahun di PAUD Ngudi Rahayu, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ambarwati dkk (2013) menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang stimulasi tumbuh kembang dengan perkembangan anak usia 12-36 bulan di Dusun Kedung Bule, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta.3, 5

Kecenderungan yang dipelajari dari seorang individu untuk merespon secara positif atau negatif dengan intensitas yang memadai terhadap objek, situasi, konsep, atau orang lain. Kecenderungan tersebut didapatkan dari proses belajar. Dari hal tersebut akan menghasilkan sikap untuk melakukan prilaku tertentu.2

Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap. Dikatakan juga bahwa dalam memberika stimulasi pada anak ibu harus melakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang, selalu menunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya, memberikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak, dan melakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bernyanyi, bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman.

Gambar

tabel mayoritas ibu memiliki sikap positif

Referensi

Dokumen terkait

Untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kalimantan Barat, Pemerintah dalam hal ini PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat memenuhinya dengan menggunakan

Akumulasi nilai ISRT A dan ISRT B yang dihasilkan dari setiap kategori penilaian bangunan dan fasilitas yang mencakup hasil bagi total nilai bangunan, kelengkapan ru- ang

Penggunaan sukrosa sebagai bahan tambahan dalam pembuatan gula semut bertujuan untuk meningkatkan kandungan sukrosa pada gula merah sehingga dapat mempercepat proses pembuatan

(3) Sub Bidang Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pekerjaan dan kegiatan pemantauan dan evaluasi terhadap situasi, kondisi dan

Hasil analisa data kedua variabel tersebut yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dengan employee

Lama perkembangan larva instar II ke III dan instar II ke IV yang mendapat perlakuan ekstrak n-heksana buah sirih hutan pada konsentrasi 0.5% tidak dapat ditentukan karena tidak

Hukum waris adat adalah istilah yang membedakan hukum waris dalam satu sistem dengan sistem hukum yang lain. Hukum waris adat berbeda dengan hukum waris yang

Hasil penelitian ini juga konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Budiman (2009) mengenai analisis faktor dominan motivasi kerja perawat di