• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIK KULIAH LAPANGAN PANTAI P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PRAKTIK KULIAH LAPANGAN PANTAI P"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Ditujukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Matakuliah Praktik Kuliah Lapangan

(PKL)

Oleh,

TIA KUSTIAWATI 142170129

Kelas I D

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA

(2)

berjudul“Laporan Praktik Kuliah Lapangan Pantai Pangandaran”.

Laporan ini dibuat oleh penulis dalam rangka untuk memenuhi tugas matakuliah Praktik Kuliah Lapangan (PKL) yang berlokasi di pantai Pangandaran dan sekitarnya.Dengan selesainya penulisan laporan ini, tidak lupa penulis ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Allah SWT. yang telah memberikan nikmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

2. Kedua orangtua tercinta yang selalu memberikan dukungan serta doanya. 3. Bapak H. Nedi Sunaedi, Drs., M.Si., selaku Ketua Program Studi

Pendidikan Geografi.

4. Bapak Erwin Hilman Hakim, S.Pd., M.Pd., selaku wali dosen kelas I D. 5. Seluruh Dosen beserta Staf di Program Studi Pendidikan Geografi yang

telah memberikan ilmu pengetahuan serta bimbinganya.

6. Rekan-rekan seperjuangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi angkatan 2014.

Semoga Allah SWT. membalas semua amal baik yang telah diberikan kepada penulis.

Untuk kesempurnaan penulisan laporan ini, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun atas laporanini agar kedepannya penulis dapat membuat karya tulis yang lebih baik lagi.

Tasikmalaya, Januari 2015

Penulis,

DAFTAR ISI

halaman

(3)

A. Latar Belakang Masalah...1

C. Faktor-faktor Penting yang Berpengaruh terhadap Perkembangan Garis Pantai...26

Gambar 2.2 Papan nama wilayah muara sungai Cikidang, Bulaksetra...3

Gambar 2.3 Pohon dahon di muara sungai Cikidang...5

Gambar 2.4 Kapal-kapal nelayan yang bersandar di PPI Cikidang...5

Gambar 2.5 Papan nama TWA dan CA...7

Gambar 2.6 Pohon nyamplung...8

Gambar 2.7 Pohon kokosan monyet...8

Gambar 2.8 Monyet ekor panjang...9

(4)

Gambar 2.14 Akar yang terlapisi larutan karst...12

Gambar 2.15 Pemandian Sungai Cirengganis...13

Gambar 2.16 Gua Sumur Mudal...15

Gambar 2.17 Arca sapi...15

Gambar 2.18 Batu Layar di Madasari...18

Gambar 2.19 Endapan karst di Cukang Taneuh...20

Gambar 2.20 Cukang taneuh...20

(5)

Bumi memiliki keunikan disetiap tempatnya.Hal ini dikarenakan bumi terbentuk oleh tenaga yang berasal dari dalam bumi (endogen) dan tenaga dari luar bumi (eksogen).Kedua tenaga inilah yang aktif membentuk bumi dan permukaannya.Dan ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk permukaan bumi yang terjadi karena kekuatan yang bekerja di dalam dan di atas permukaan bumi disebut geomorfologi.

Begitupun dengan Pangandaran dan wilayah disekitarnya, yang terbentuk oleh kedua tenaga tadi.Namun, tenaga yang paling dominan membentuk kawasan Pangandaranadalah tenaga eksogen.Hal ini terjadi karena wilayahnya berbatasan langsung dengan samudra Hindia, sehingga menyebabkan gelombang air laut dan angin menjadi yang paling berperan membentuk bentang alam Pangandaran.Meskipun dewasa ini tidak ada gunungapi yang terdapat diwilayah ini, tetapi aktivitas tektonisme (khususnya gempa bumi) masih terjadi di wilayah ini.Hal inilah yang membuat Pangandaran memiliki batuan yang cenderung berupa batuan kapur atau karst.

Pangandaransendiri adalah sebuah wilayah yang memiliki pesona keindahan alam yang luar biasa.Bukan hanya keindahan pantainya semata yang dimiliki Pangandaran.Namun, keanekaragaman bentukan-bentukan alam yang tersebar mulai dari perbatasan Jawa Tengah sampai ke Tasikmalaya menambah keindahan dan kompleksitas objek pariwisata sekaligus objek penelitian yang berada di wilayah Pangandaran.Dan di Pangandaran pula terdapat keanekaragaman flora dan fauna yang terdapat di daerah Cagar Alam Pananjung, yang membuat Pangandaran menjadi semakin menarik untuk dikunjungi.

Maka dari itu, Pangandaran menjadi tujuan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) yang cocok.Karena selain dapat mempelajari tentang morfologi pantai,kita dapat pula mempelajari gua-gua, bentukan karst,

(6)

muara sungai, sungai, bidang oseanografi serta kondisi sosial budaya masyarakat daerah pantai.

B. Permasalahan

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan dari laporan ini adalah :

1. Mengapa Pangandaran menjadi tujuan pariwisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan internasional ?

2. Mengapa gelombang disetiap tempat berbeda ? C. Rumusan Tujuan

Adapun rumusan tujuan dari laporan ini berdasarkan permasalahan di atas, yaitu :

(7)

Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang merupkan tempat para nelayan untuk mengumpulkan hasil tangkapannya atau menjualnya disini.Di daerah PPI Cikidang terdapat sebuah muara sungai. Muara sungai ini terdapat disebuah daerah yang diberi nama Bulaksetra.

Gambar 2.1 Muara sungai Cikidang

Gambar 2.2 Papan nama wilayah muara sungai Cikidang, Bulaksetra

Muara sungai Cikidang terdapat di daerah dengan titik koordinat 07º 3' 46,15'' LS dan 108º 40' 30,9'' BT. Penelitian dimuara sungai Cikidang dilakukan disore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Keadaan muara Cikidang saat itu sedang dalam keadaan yang cukup sedikit air.Aliran sungainya kecil sehingga dapat disebrangi dengan mudah.Kedalam air di muara pada saat itu (19 Januari 2015) sekitar setengah betis orang dewasa.

(8)

Ciri-ciri dari muara sungai ada 3, yaitu sebagai berikut : 1. Aliran sungai

2. Delta

3. Pohon cemara udang

Sesuai dengan ciri utama daerah hilir sungai atau daerah muara adalah terdapat delta.Namun disini belum terdapat delta yang besar, melainkan hanyalah sedimentasi yang menyebabkan wilayah muara ini menjadi dangkal.

Sedimentasi di muara ini cukup biak karena muara ini sendiri kurang mendapat pengaruh yang kuat dari gelombang air laut. Hal ini terjadi karena muara ini terletak disekitar pantai timur dari semenanjung Pangandaran yang notabene memiliki kekuatan gelombang yang lebih lemah dibandingkan dengan pantai barat.

Di muara ini terdapat tumbuhan bakau yang tumbuh dengan subur, meskipun bakau yang ada tidak terlalu banyak.Selain bakau disini juga terdapat tumbuhan cemara udang yang merupakan salah satu ciri dari daerah muara sungai.Juga terdapat tumbuhan khas pantai lainnya, yakni pohon dahon dan tumbuhan pandan laut.Pohon dahon sangai unik karena berbentuk seperti daun-daun pohon kelapa, tetapi tidak memiliki batang tunggal yang menjulang tinggi.Pohonnya memiliki buah yang cenderung berwarna merah dan warna daunnya adalah hijau tua.Pohon dahon biasa tumbuh diwilayah berlumpur seperti di sungai-sungai yang berada di daerah pantai.

(9)

Jadi, apa yang disebutkan sebagai ciri-ciri muara benar adanya. Karen kita dapat menemukan aliran sungai, delta dan pohon cemara udang disana.

Di daerah ini masih jarang pemukiman penduduk.Areanya masih kosong. Dan mungkin 10 tahun yang akan datang wilayah ini akan menjadi padat penduduk karena pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi, yakni 13% per tahun. Wilayah ini masih jarang penduduk dikarenakan daerahnya bukan merupakan daerah tujuan wisata dan letaknya tidak strategis sehingga masyarakat enggan bermukim disini.Hanya para nelayanlah yang terlihat memenuhi wilayah ini.

Karena merupakan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI), maka banyak kapal nelayan bersandar di daerah ini.Kapal-kapal itu adalah kapal-kapal penangkap ikan.Baik berupa kapal yang kecil maupun kapal yang besar.

Gambar 2.4 Kapal-kapal nelayan yang bersandar di PPI Cikidang

Pembangunan PPI CIkidang dilakukan secara bertahap yang dimulai pada tahun 2003 dan masih berlangsung hingga saat ini.Namun, pembangunan PPI Cikidang ini belum juga rampung.Hal ini karena adanya hambatan adanya hambatan pada pembangunan struktur laut (breakwater) yang belum juga selesai.Semoga saja pembangunan PPI ini cepat selesai agar dapat memajukan perekonomian masyarakat disana.

B. Cagar Alam Pananjung

(10)

Jawa Barat.Secara astronomis kawasan ini terletak dititik koordinat 07º 43' LS dan 108º 40' BT.

Sebelum ditetapkan menjadi Cagar Alam, kawasan hutan ini sebelumnya ditetepkan menjadi kawasan Suaka Margasatwa (SM). Hal ini berdasarkan Gb tanggal 7 Desember 1934 No. 19 Stbl. 669. Kawasan ini ditetapkan sbagai SM dengan luas wilayah 697 Ha, namun luas sebenarnya adalah 530 Ha dan luas taman lautnya 470 Ha.

Setelah sekian lama akhirnya status yang semula SM berubah menjadi CA. hal ini terjadi dikarenakan telah ditemukannya spesies bunga Rafflesia Padma.Maka status ini diresmikan dengan Surat Keputusan Mentri Pertanian Nomor 34/KMP/1961.

Sutu kawasan dapat ditetapkan sebagai suatu CA karena di dalammya keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.Sehingga dapat dilakukan kegiatan untuk kepenelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kegiatan lainnya yang menunjang budidaya.

Dan kekhasanyang dimiliki kawasan ini adalah adanya bunga Rafflesia Padma.Bunga ini tidak tumbuh disembarang tempat.Tak seorang pun mengetahui dengan pasti bagaimana penyebaran biji Rafflesia yang cukup besar itu.Tetapi jelaslah bahwa beberapa diantaranya mencapai inang baru.Dan bunga Rafflesia tidak bisa tumbuh disembarangan inang.Sampai saat ini hanya diketahui bahwa hanya satu marga tumbuhan rambat yang cocok sebagai inangnya, dan di hutan hujan yang penuh sesak tipe ini tidak terdapat disetiap tempat.Bunga Rafflesia adalah parasit yang tidak memiliki batang maupun daun, malainkan tumbuhan ini langsung mekar dari batang liana yang menjalar.

(11)

tidak bisa memasuki kawasan kinservasi tersebut.Juga letak kawasan konservasi ini tidak berada di TWA, namun jauh di dalam CA.

Melihat potensi wilayah Pangandaran sebagai objek pariwisata yang baik, maka dibukalah areal di CA untuk pariwisata dan rekreasi alam yakni Taman Wisata Alam (TWA). Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Mentri Pertanian Nomor : 170/Kpts/Um/3/1978 tanggal 10 Maret 1978. Kawasan yang mencakup TWA adalah kawasan seluas 37,70 Ha.

Gambar 2.5 Papan nama TWA dan CA

(12)

Gambar 2.6 Pohon nyamplung

Gambar 2.7 Pohon Kokosan Monyet

Disepanjang perjalanan memasuki kawasan TWA kita dapat menjumpai pohon yang unik, yaitu Kokosan Monyet. Pohon ini memiliki ketinggian yang cukup tinggi sekitar 15-10 m, dan terdapat buah yang menggantung di batang pohonnya. Seperti kokosan pada umumnya buah ini berbentuk bulat tapi berwarna kuning agak jingga.

(13)

Gambar 2.8Monyet ekor panjang

Gambar 2.9Rusa yang memasuki kawasan Pantai Barat

Selain flora dan faunanya CA Pananjung juga memiliki daya tarik lainnya, yakni terdapat beberapa gua alami da nada gua buatan, ada situs peninggalan kerajaan hindu, pemandian alam dan pasir putih. Berikut uraiannya.

1. Gua Mimi

(14)

Gua mimi sendiri memiliki mulut gua yang kecil, sekitar 5 meter. Dan memiliki panjang lorong yang tidak diketahui karena tidak ada data yang menunjukan bahwa gua ini oernah dimasuki.Namun, dilihat dari luar memang gua ini terlihat semakin menyempit kedalam.

Di gua ini juga terbentuk stalaktit dan stalakmit.Stalaktit sendiri adalah bentukan hasil pelarutan batuan karst (kapur) yang menggantung di atap gua dan berbentuk runcing.Sementara stalakmit adalah batuan karst (kapur) yang berada di dasar gua dan berbentuk tumpul. Apabila stalaktit dan stalakmit ini bersatu maka akan membentuk tiangan.

Gambar 2.10 Tiangan di gua Mimi

2. Gua Panggung

Gua Panggung adalah sebuah gua yang terletak tidak jauh dari gua Mimi.Gua ini terlihat sangat indah.Gua Panggung sendiri terdapat sebuah makom.Yakni petilasan Eyang Jaga Lautan.

Menurut legenda Eyang Jaga Lautanatau disebut pula Kyai Pancing Benar merupakan anak angkat dari Dewi Loro Kidul.Dewi Loro Kidul sendiri menugaskan beliau untuk menjaga lautan di daerah Jawa Barat pada khususnya dan menjaga pantai Indonesia pada umumnya oleh karena itu beliau disebut Embah Jaga Lautan.

(15)

lain. Pada satu hari isterinya yang ketujuh tidak sempat ditengok karena beliau pergi memancing.

Pancing yang digunakann tidak berbentuk melingkar akan tetapi lurus dan ikan yang didapatnya disebut ikan Topel karena ikan tersebut menempel pada pancingnya. Setelah beliau mempunyai ikan Tapel tersebut ketujuh isterinya kemudian rukun bersama, maka oleh karena itu beliau disebut juga Kiai Pancing Benar.

Suatu hari beliau tiba-tiba menghilang.Sehingga masyarakat disana berinisiatif untuk membuat makomnya di dalam gua Panggung ini.

Gua ini disebut gua Panggung karena ada sebuah tempat di gua ini yang berbentuk seperti panggung.Karena tempatnya yang rata, tempat ini diyakini sebagai tempat para wali atau orang yang mau pergi haji ke Mekkah untuk sembahyang.

Gua ini terlihat lebih indah karena tepat berada di pinggir pantai. Jadi, pengunjung dapat melihat pemandangan lain yang tak kalah indahnya. Apalagi dengan stalaktit dan stalakmit yang berada di gua ini, yang menambah keindahan panorama alam di sini.Namun sayang, stalaktit di gua ini banyak yang dipotong oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.Padahal hal ini tidak boleh dilakukan, karena pertumbuhan 1 mm stalaktit atau stalakmit membutuhkan waktu 300 tahun.

Gambar 2.11 Gua Panggung Gambar 2.12 Stalaktit yang dipotong

3. Gua Parat

(16)

Disebut sebagai gua Parat karena gua ini memiliki 2 pintu, artinya gua ini tembus. Jika kita masuk dari ujung dekat dua Panggung, maka kita akan sampai diujung gua yang akan mengarahkan kita menjuju jalan setapak yang menuju ke sungai Cirengganis.

Gambar 2.13 Petilasan di gua Parat Gambar 2.14 Akar yang terlapisi larutan karst

Di gua Parat terdapat petilasan berupa makom yang berbentuk panjang.Petilasan ini adalah petilasan dari syekh Ahmad (Pangeran Kasepuhan) dan syekh Muhammad (Pangeran Kanoman).Mereka adalah ulama yang berasal dari Mesir.Dan keduanya merupakan orang yang berjasa dalam menyebarkan ajaran agama Islam di wilayah Pangandaran.

Namun, mereka tiba-tiba saja menghilang (tilem).Tidak ada yang tahu kapan mereka pergi dan kemana mereka pergi.Masyarakat Pangandaran mempercayai bahwa gua inilah tempat menghilangnya mereka.Untuk mengenang jasa keduanya maka dibuatlah makom dalam gua Parat.

4. Sungai Cirengganis

Cirengganis adalah sebuah sungai bawah tanah yang terdapat di dalam CA Pananjung.Sungai bawah tanah ini bersumber dari 3 mata air.

(17)

Gambar 2.15Pemandian Sungai Cirengganis

Sekalipun berada di daerah pantai, tetapi air sungai ini tidak payau atau asin melainkan tawar sehingga dapat dikonsumsi.Pada zaman dahulu sungai ini menjadi sumber air utama masyarakat kerajaan Pananjung.

Bahkan pemandian Cirengganis merupakan pemandian para putri kerajaan Pananjung, sehingga ada sebuah mitos yang berkembang dimasyarakat tentang air sungai ini.Air sungai ini diyakini dapat membuat awet muda dan dimudahkan dalam mencari rejeki.

Dinamakan Cirengganis karena pada jaman kerajaan Pananjung Dewi Rengganis yang notabene adalah istri raja kerajaan Pananjung sering menghabiskan waktunya dipemandian ini.Apalagi setelah kematian suaminya.

Sebenarnya mitos bahwa air disini dapat membuat awet muda, hal ini sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah.Air kapur sendiri memiliki sifat yang basa, sementara wajah memiliki sifat yang masam.Sehingga apabila bertemu maka air basa tadi dapat membersihkan muka yang masam.

5. Gua Sumur Mudal

(18)

gua ini sangat gelap.Jadi kita memerlukan cahaya untuk bisa menyusurinya.

Di gua ini juga terdapat sebuah legenda, yakni mengenai penamaan gua Sumur Mudal. Disebut gua Sumur Mudal karena didalamnya terdapat sebuah cekungan yang mirip seperti sumur yang dulu ada sebuah mata air yang keluar sangat deras sehingga sampai mudal (meluap), karena saking derasnya air tersebut mengalir melalui parit goa.

Dan pada masa kerajaan air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak.Jika anda berkunjung keobyek wisata cagar alam jangan lupa untuk mengunjungi tempat yang satu ini untuk menikmati keindahan alam, pasti anda merasa puas.

Gambar 2.16 Gua Sumur Mudal

6. Situs Batu Kalde

(19)

Gambar 2.17 Arca sapi

Situs Batu Kalde yakni arca sapi memiliki ketinggian 0.5 m. dan di situs ini terdapat makom kuno sebanyak 5 buah, makom ini adalah petilasan dari para mentri dari kerajaan Pananjung yang telah berhasil membuat rakyat dan kerajaan ini makmur dan sejahtera. Area ini memiliki luas sekitar 75.15 m.

Disebut Batu Kalde karena Arca Sapi berukuran 1x1x0,6 m2 dengan tinggi ± 5m mirip berukuran kijang yang dalam Bahasa Sunda disebut Kalde. Maka orang menyebutnya Batu Kalde. Jadi kisah Arca Sapi ini merupakan nisan salah seorang Menteri Pertanian di Kerajaan Pananjung yang sukses dalam meningkatkan produktifitas pertanian sehingga membawa kemakmuran dan kemashuran Kerajaan Pananjung. Menteri itu bernama Arya Sapi Gumarang.

Untuk mengenang Jasa-Jasanya maka pada kuburannya di buatkana Arca berbentuk Sapi jantan.

Di daerah yang dipagari ada 3 buah batu. 1 batu berbentuk seperti kubah candi. 1 batu berbentuk yoni atau semacam lumpang. Dan batu satunya berbentuk seperti arca atau patung binatang yang sedang duduk.

(20)

bahwa ada beberapa versi cerita tentang keberadaan patung ini. ada versi yang mengatakan bahwa patung batu itu adalah penjelmaan seorang bernama Sapi Gumarang. Ada juga yang mengatakan bahwa patung itu merupakan bentuk penghormatan yang diberikan masyarakat untuk menghormati Sapi Gumarang.

7. Pasir Putih

Tempat terakhir yang dikunjungi di CA adalah Pasir Putih.Pasir Putih merupakan tempat yang memiliki pasir yang berwarna putih.Warna pasir ini terbentuk karena terdapat barisan terumbu karang di kawasan ini.Terumbu karang inilah yang menyebabkan warna pasir menjadi putih.

Selain untuk menikmati panorama alamnya, disini kita jugs dapat melakukan aktivitas snorkeling untuk melihat indahnya kawasan CA laut yang berisikan terumbu karang yang indah dan ikan-ikan yang indah pula.

Di Pasir Putih pada pukul 11.59 WIB tanggal 20 Januari 2015, kelembaban tanahnya adalah 100% dan PH-nya sebesar 5,4 (diukur dengan PH soil meter), kecepatan anginnya maksimal ± 10,6 km/jam dan kecepatan anginnya minimal ± 6,5 km/jam. Suhu pada pukul 12.00 WIB adalah 29,5º C.

Di Pasir Putih apabila dilihat kesebelah kiri terdapat cliff dan sisa gunung api purba. Cliff sendiri adalah sebuah tebing yang berada tepat berbatasan dengan ombak.

C. Pantai Madasari

Pantai Madasari adalah sebuah pantai yang terdapat di desa Masawah, kecamatan Cimerak, kabupaten Pangandaran yang memiliki keindahan yang luar biasa.Secara astronomis pantai ini berada pada titik 7º 46' 35" LS dan 108º 30' 2" BT.

(21)

gingin berlayar ke barat.Menurut mereka Madasari adalah tempat persinggahan yang menyenangkan.

Disini kita bisa melihat pantai yang disekitarnya terdapat pulau-pulau kecil.Ada juga pulau-pulau karang.Pulau ini dulunya merupakan satu kesatuan dengan daratan Jawa, namun akibat abrasi yang kuat maka menyebabkan terciptanya pulau-pulau kecil di Madasari.

Di Madasari nelayan yang melaut hanya mampu mencapai jarak terjauh sejauh 8 mil.Hal ini diakibatkan daya jangkau kapal yang tidak terlalu kuat untuk melaut jauh.

Disini juga terdapat relung dan juga cliff.Relung sendiri adalah bagian tebing di pantai yang menjorok ke dalam, hal ini terjadi akibat abrasi yang kuat.

Selain pantainya yang masih sepi, keeksotisan pantai, batu-batu karang dan pasirnya membuat pantai tersebut seperti surga yang tersembunyi di Kabupaten Pangandaran.

Pantai ini memiliki panorama keindahan yang unik, dimana kita bisa melihat hamparan laut dari perbukitan.Dan terlihat beberapa bebatuan karang di tengah laut dengan terlihat pepohonan yang tumbuh di atasnya.

Selain itu, tempat ini merupakan pantai yang dipilih bagi para peselancar lokal maupun peselancar internasional yang datang karena lokasinya yang memungkinkan untuk melakukannya dan keadaan ombaknya yang besar.

Meskipun objek wisata ini tidak ramai pengunjung seperti pantai yang lainnya. Pantai ini sudah mulai ada peningkatan dalam segi fasilitas yang biasanya di butuhkan oleh wisatawan, seperti musala, dan toilet.

(22)

Gambar 2.18 Batu Layar di Madasari

Menurut mitos yang berkembang di masyarakat Madasari, apabila pohon di Batu Layar masih berwarna hijau maka pertanian warga hasilnya akan tetap bagus. Namun sebaliknya, apabila tumbuhan tersebut kering apalagi mati maka pertanian warga akan buruk hasilnya.

D. Green Canyon

Green Canyon atau yang dikenal dengan nama Cukang Taneuh adalah suatu tempatyang terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Sesuai namanya, Green Canyon adalah suatu lembah yang hijau.Baik hijau dari rimbunnya pepohonan disepanjang sungai maupun hijau dari sungai itu sendiri.

Nama Green Canyon sendiri diambil karena sungainya berwarna hijau.Nama ini dinamakan oleh orang Swiss dan Prancis, yaitu Frank dan Astrid pada tahun 1993. Warna hijau ini berasal dari pantulan cahaya matahari yang berbaur atau terbiaskan oleh pepohonan yang tumbuh di sepanjang sungai Cijulang dan oleh jernihnya air yang berasal dari mata air di perbukitan daerah gua Bahu yang belum terkontaminasi oleh zat apapun. Hal-hal inilah yang membuat air di Green Canyon berwarna hijau toska.

(23)

sedang musim penghujan. Karena apabila sedang musim hujan maka airnya akan keruh.

Sedangkan nama Cukang Taneuh diambil dari nama adanya jembatan alam yang terbentuk dari sedimentasi endapan kapur yang menghubungkan desa Kertayasa dan desa Batu Karas.

Sungai Cijulang sendiri memiliki kedalaman rata-rata ± 7 meter.Sungai Cijulang juga memiliki keunikan jika dibandingkan dengan sungai lainnya.Hal ini karena sungai ini disepanjang alirannya tersusun atas batuan karst (kapur) sehingga menyebabkan banyak stalaktit yang tercipta di sepanjang aliran sungai menuju Cukang Taneuh.Juga terdapat lubang-lubang di sepanjang aliran sungai.Ini terjadi karena dulunya ini adalah batuan karang.

Disini vegetasinya masih sangat terjaga, vegetasi yang dominan terlihat di sepanjang perjalanan menuju Cukang Taneuh adalah bambu, aren, pohon kelapa, palem, paku-pakuan, pandan laut, dan lain sebagainya.Dan satwa liar pun masih banyak berkeliaran disini.Disini masih ada biyawak, buaya, ular, dan landak.

Untuk menuju Cukang Taneuh kita harus menaiki perahu di pintu masuk kawasan Green Canyon.Harga perahu ini 150.000 untuk 6 orang.Jadi setiap orang hanya tinggal membayar uang 25.000 rupiah.

(24)

Gambar 2.19 Endapan karst di Cukang Taneuh

(25)

Pangandaran secara geografis berada pada koordinat 108º 41' - 109º BT dan 07º 41' - 07º 50' LS memiliki luas wilayah mencapai 61 km2. Berbatasan dengan kebupaten Ciamis dan Tasikmalaya di utara, dengan kabupaten Cilacap-Jawa Tengah di timur, dengan samudra Hindia di selatan, dan dengan kabupaten Tasikmalaya di barat.

Nama Pangandaran sendiri diambil dari kata “pangan” yang artinya makanan, dan kata “daran” yang artinya pendatang.Jadi makna “Pangandaran” sendiri adalah sumber makanan bagi para pendatang.

Pangandara adalah sebuah wilayah yang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar.Wisatawan domestik mulai meningkat mengunjungi Pangandaran sekitar tahun 1970-1980.Dan Pangandaran menjadi tujuan wisata yang ramai dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan asing pada tahun 2000.

Namun sayang sekali Pangandaran sempat mengalami penurunan wisatawan yang diakibatkan oleh gempa yang menyebabkan tsunami.Peristiwa ini terjadi pada tanggal 17 Juli 2006 dan telah memporak-porandakan Pangandaran.Meskipun tsunami yang terjadi tidak sedahsyat tsunami yang terjadi di Aceh, namun akibat tsunami ini wisatawan menjadi enggan untuk mengunjungi Pangandaran.Mereka takut bahwa gempa dan tsunami dapat terjadi kembali.Dan hal ini menyebabkan Pangandaran menjadi sepi pengunjung, sehingga menyebabkan ekonomi masyarakat pun tersendat.

Keadaan yang buruk ini berlangsung dalam kurun waktu 2 tahun.Dan setelah 2 tahun akhirnya Pangandaran berhasil bangkit kembali dan pembangunan pun berhasil dilakukan.Sekarang Pangandaran sudah pulih seperti semula dan wisatawan pun telah kembali mengunjungi Pangandaran.

Selain gua-gua alam di kawasan Cagar Alam Pananjung juga terdapat gua buatan, yakni gua Jepang.Gua ini adalah gua peninggalan masa

(26)

pemerintahan Jepang yang dibuat untuk menghadapi musuh dalam Perang Dunia ke II.Gua ini dibuat oleh para romusha.Gua ini dibuat pada tahun 1942. Pangandaran merupakan Kabupaten yang perkembangan penduduknya sangat pesat sehingga kepadatan penduduk tidak dapat dihindari, yang tentunya diikuti dengan kepadatan pemukiman atau rumah tinggal penduduk.Penduduk Pangandaran berjumlah 9.169 jiwa dengan penduduk laki-laki berjumlah 4.617 jiwa dan penduduk perempuan yang berjumlah 4.552.

Pantai Pangandaran merupakan sebuah objek wisata andalan Kabupaten Pangandaran (pemekaran dari Kabupaten Ciamis.Yang terletak di sebelah tenggara Jawa Barat, tepatnya di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.

Kawasan Cagar Alam Pangandaran semula merupakan tempat perladangan penduduk.Tahun 1922, ketika Y. Eycken menjaban Residen Priangan, mengusulkan wilayah tersebut dijadikan Taman Buru.Pada waktu itu dilapaskan seekor Banteng, 3 ekor Sapi Betina dan beberapa ekor rusa.

Pada awalnya kawasan hutan Pangandaran berstatus Suaka Margasatwa berdasarkan GB No. 19 Stbl. 669 tanggal 7 Desember 1934, seluas 497 Ha (luas yang sebenarnya 530 Ha). Kemudian setelah ditemukan Bunga Raflesia Padma, statusnya berubah berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 170/kpts/Um/3/1978 tanggal 10 Maret 1978 menjadi Cagar Alam (419,3 Ha) dan Taman Wisata Alam (37,7 Ha). Perairan disekitar Cagar Alam dan TWA seluas 470 Ha berubah status menjadi Cagar Alam Laut berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 104/Kpts-II/1993 pengusahaan wisata TWA Pangandaran diserahkan dari Direktorat Jendral Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam kepada Perum Perhutani.

(27)

pada ketinggian 0 s/d 75 m dpl dengan luas ± 37,7 Ha dengan luas Blok Pemanfaantan seluas ± 20 Ha.

Pangandaran sebagian besar dikontrol oleh proses fluvial, fluvio marin dan marin, sehingga wilayah pesisirnya memiliki tipologi yang cukup beragam. Tipologi pantai yang dimiliki oleh wilayah kepesisirannya Pangandaran yaitu, marine diposition coast, coast build by organism, dan wave erosion coast. Tipologi marine deposition coast merupakan tipologi pantai yang mendominasi di wilayah kepesisiran Pangandaran. Tipologi ini terdapat di Pantai Barat, Pantai Timur Pangandaran, dan Pantai Pasir Putih. Tipologi ini ditandai dengan adanya gisik pantai yang merupakan akumulasi material sedimen marin oleh arus ataupun gelombang. Pesisir dengan tipologi ini terletak pada suatu teluk sehingga disebut juga memiliki gisik saku (pocket beach).Dinamika pesisir yang terjadi pada tipologi ini adalah pengendapan material bioklastis yang terbentuk dari sisa hewan atau tumbuhan laut. Selain itu, Pangandaran sendiri merupakan hasil deposisi sedimen marin yang membuatnya terbentuk dan menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Pananjung yang membentuk tombolo.

Tipologi coast build by organism yang terdapat di Pangandaran keberadaanya berasosiasi dengan tipologi marine deposition coast. Pantai ini bersebelahan dengan pantai Pasir Putih.Pantai ini memiliki reeffrom sejauh 100 meter ke arah breaker zone laut dimana kedalamanya kurang dari 2 meter.Di pantai ini terdapat hamparan terumbu karang yang tumbuh cukup intensif.Pantai dengan tipologi seperti ini hanya terbentuk di satu sudut pantai pulau Pananjung. Walaupun areanya terrgolong sempit, tetapi tipologi pantai seperti ini sudah dimanfaatkan oleh pemerintah setempat untuk spot wisata snorkeling.

(28)

pantai (cliff).Dinamika pantai yang terjadi pada daerah ini adalah erosi oleh gelombang (abrasi). Meskipun demikian, karena material penyusun batuan di wilayah ini adalah batuan gamping yang keras, dan tidak terdapat sarana dan prasarana umum yang berada disana sehingga abrasi yang terjadi di sana tidak begitu beresiko dan membahayakan.

Topografi kawasan ini mulai dari landai sampai berbukit kecil dengan ketinggian tempat rata-rata 100 m dpl.Sedangkan keadaan tanahnya terdiri dari jenis podsol kuning, podsol kuning merah, latosol coklat dan litosol.

Areal Taman Wisata Alam Pangandaran mempunyai suhu antara 25º C – 30º C serta kelembaban udara sekitar 80%-90% dengan curah hujan rata-rata 3.196 mm/tahun, curah hujan tertinggi antara bulan Oktober – Maret dan terendah terjadi antara bulan Juli – September.

Keadaan hidrologi di kawasan Taman Wisata Alam terbesar berasal dari sumber mata air sungai Cikamal dan sungai Cirengganis yang terdapat di Cagar Alam, dimana sekalipun pada musim kemarau kedua sungai ini hampir tidak pernah kering.Sumber air dari sungai Cirengganis dahulu dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di kawasan Taman Wisata Alam.

Selain keindahan pantainya, pantai Pangandaran juga memiliki beberapa keistimewaan lainnya sehingga dapat membuat wisatawan lokal maupun wisatawan internasional untuk mengunjunginya, antara lain sebagai berikut :

1. Dapat melihat matahari terbit dari Pantai Timur dan melihat matahari tenggelam dari Pantai Barat pada hair yang sama.

2. Pantainya landau dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama, sehingga memungkinkan untuk berenang dengan relatif aman.

3. Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih. 4. Memiliki tim penyelamat wisata pantai.

5. Jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan penerangan jalan yang memadai.

(29)

7. Terdapat Gua Jepang peninggalan dari Perang Dunia ke II. B. Pantai dan Pesisir

Dalam memebicarakan morfologi pantai ada dua nama yang digunakan untuk membedakan bagian daratan di pinggir laut, yang dalam bahasa Inggris disebut shore dan coast.

Shore diterjemahkan sebagai kata pesisir. Pesisir adalah sejalur daerah tempat pertemuan daratan dengan laut, mulai dari batas permukaan air pada waktu pasang surut terendah menuju kea rah darat sampai batas tertinggi yang mendapat pengaruh gelombang waktu terjadi badai. Jadi, daerah ini akan tergenang pada saat terjadi pasang naik, dan akan kering apabila terjadi pasang surut.

Pada pesisir selalu terdapat garis pesisir (shore line), yaitu garis pertemuan antara air laut dengan daratan yang berpindah-pindah. Pesisir dapat kita bagi menjadi dua bagian, yaitu pesisir bagian depan (fore shore) dan pesisir bagian belakang (back shore).

Pesisir bagian depan (fore shore) adalah bagian pesisir mulai dari permukaan laut pada waktu pasang surut terendah sampai garis ketinggian permukaan air pada waktu pasang naik.

Pesisir bagian belakang (back shore) adalah bagian pesisir mulai dari garis batas pesisir bagian depan sampai garis pantai.

Coast diterjemahkan sebagai kata pantai. Pantai adalah suatu zona yang mendapatkan pengaruh kuat dari proses marin. Di pantai terdapat apa yang disebut dengan dataran pantai (coastal plain), yang diartikan sebagai jalur pantai yang muncul dari bawah permukaan laut yang merupakan bekas dangkalan benua, dibatasi oleh suatu tingkat dengan lereng yang miring dengan curam ke arah laut.

Batas antara pesisir dengan pantai dinamakan garis pantai. Sebenarnya pesisir pun merupakan bagian dari pantai, hanya dibedakan berdasarkan kondisinya yang dihubungkan dengan penggenangan oleh saja. C. Faktor-faktor Penting yang Berpengaruh terhadap Perkembangan

(30)

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan roman muka pantai, yaitu :

1. Gelombang, arus dan pasang yang berlaku sebagai faktor pengikis, pengangkut dan pengendap.

2. Sifat bagian daratan yang mendapat pengaruh proses-proses marin. Jadi apakah berupa dataran rendah atau pegunungan dengan lereng curam, apakah terdiri dari batuan yang tahan terhadap pengaruh marin atau terdiri dari batuan yang mudah diubah oleh pengaruh marin; apakah terdiri dari bahan-bahan yang homogen atau heterogen.

3. Perubahan relatif ketinggian muka laut

Permukaan laut relatif berubah-ubah ketinggiannya.Hal ini mungkin berlaku lokal atau mungkin pula untuk seluruh permukaan bumi.Yang bersifat lokal mungkin karena dipengaruhi oleh pengangkatan atau penurunan daratan yang hanya meliputi daerah yang sempit saja.

Sedangkan perubahan tinggi muka laut yang berlaku bagi seluruh permukaan bumi (perubahan eustatis) dapat disebabkan oleh pembekuan dan pencairan es secara besar-besaran di kutub, atau karena terjadi penurunan atau pengangkatan dasar laut yang meliputi daerah yang luas.

4. Oleh sebab-sebab alami yang lain, misalnya pertumbuhan karang, gletsyer yang mencapai permukaan laut, hasil vulkanisme yang mencapai pantai, pembentukan delta, dan lain-lain.

5. Pengaruh manusia, misalnya pembuatan pelabuhan, pengeringan rawa-rawa pantai, pengerukan muara sungai, pembentukan tanggul-tanggul di pantai untuk berbagai keperluan, dan lain-lain.

D. Gelombang

Angin merupakan faktor yang terpenting bagi lahirnya gelombang, yaitu terutama oleh gesekan dan tekanannya.Gelombang terdiri dari punggung dan lembah gelombang.

(31)

untuk melalui sebuah titik tertentu disebut periode gelombang.Kecepatan bergeraknya suatu gelombang dalam suatu satuan waktu atau boleh dikatakan juga jarak yang dapat ditempuh oleh gelombang dalam suatu satuan waktu, misalnya 10 km/jam disebut kecepatan gelombang.

Ukuran gelombang, mengenai panjang, tinggi, periode dan kecepatan gelombang dipengaruhi oleh beberapa faktor :

1. Kecepatan angin bertiup

Semakin cepat angin bertiup, maka gelombang pun akan semakin besar.

2. Lamanya angin bertiup

Semakin lama angin bertiup, maka gelombang akan semakin besar. 3. Luasnya daerah tempat angin bertiup (fetch)

Semakin luas daerah angin bertiup, maka gelombang akan semakin besar.

4. Dalamnya laut

Semakin dalam suatu laut maka gelombang pun akan semakin kecil. Gelombang dapat diklasifikasikan menjadi 2 tipe, yaitu gelombang osilasi (wave of oscillation) dan gelombang translasi (wave of translation).Berikut penjelasannya.

1. Gelombang osilasi (wave of oscillation, oscillatory wave)

Pada gelombang ini, butir-butir air bergerak membentuk lingkaran, yaitu agak maju pada puncak, naik dibagian muka, mundur pada lembah, turun dibagian belakang gelombang.

2. Gelombang translasi (wave of translation, solitary wave)

Pada gelombang translasi, air bergerak maju searah dengan tujuan yang tanpa diimbangi oleh gerak mundur.Juga disini gelombang merupakan rangkaian punggung dan lembah gelombang, melainkan suatu kesatuan yang menyendiri.

(32)
(33)

Alasan Pangandaran menjadi tujuan pariwisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan internasional, yaitu :

1. Dapat melihat matahari terbit dari Pantai Timur dan melihat matahari tenggelam dari Pantai Barat pada hair yang sama.

2. Pantainya landau dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama, sehingga memungkinkan untuk berenang dengan relatif aman.

3. Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih. 4. Memiliki tim penyelamat wisata pantai.

5. Jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan penerangan jalan yang memadai.

6. Terdapat taman laut (Cagar Alam laut) dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.

7. Terdapat Gua Jepang peninggalan dari Perang Dunia ke II.

Perbedaan ukuran gelombang, panjang, tinggi, periode dan kecepatan gelombang dipengaruhi oleh beberapa faktor :

1. Kecepatan angin bertiup

Semakin cepat angin bertiup, maka gelombang pun akan semakin besar.

2. Lamanya angin bertiup

Semakin lama angin bertiup, maka gelombang akan semakin besar. 3. Luasnya daerah tempat angin bertiup (fetch)

Semakin luas daerah angin bertiup, maka gelombang akan semakin besar.

4. Dalamnya laut

Semakin dalam suatu laut maka gelombang pun akan semakin kecil.

B. Saran

Pemerintah Pangandaran harusnya lebih memperhatkan potensi pariwisata di semua wilayah Pangandaran, bukan hanya yang ada di Pantai Pangandaran saja. Misalnya Pantai Madasari, pantai ini sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah agar pantai ini memiliki fasilitas yang baik sehingga dapat berkembang. Kerena sesungguhnya pantai ini

(34)
(35)

IAIN Sunan Gunung Djati

Tim PKL Geografi 2015. 2015. Pedoman Praktek Kuliah Lapangan Pantai Pangandaran. Prodi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Siliwangi Anonim. 2012. Jejak Hindu di Situs Batu Kalde. [Online].Tersedia

di :http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/07/16/jejak-hindu-di-situs-batu-kalde-478144.htmldiakses pada Senin, 2 Februari 2015

Anonim.2014. Green Canyon Pangandaran.[Online].Tersedia di :http://planetpangandaran.com/green-canyon-pangandaran/diakses pada Senin, 2 Februari 2015

Anonim. 2014. Pantai Madasari. [Online].Tersedia

di :http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php? id=60&lang=iddiakses pada Senin, 2 Februari 2015

Anonim. Tanpa Tahun. Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran: Menikmati Pesona Cagar Alam yang Lengkap.[Online].Tersedia di

:http://www.indonesia.travel/id/destination/883/taman-wisata-alam-twa-Pangandaran-menikmati-pesona-cagar-alam-yang-lengkapdiakses pada

Senin, 2 Februari 2015

Diany, Osi. 2014. Pantai Madasari, Pantai Sejuta Keindahan di Pangandaran. [Online].Tersedia

di :http://travel.detik.com/read/2014/07/18/155000/2572763/1025/pantai-madasari-pantai-sejuta-keindahan-di-pangandarandiakses pada Senin, 2 Februari 2015

Exel, Rizwan. 2014. Sejarah Situs Batu Kalde. [Online].Tersedia di :http://www.beachPangandaran.com/2014/07/sejarah-situs-batu-kalde.htmldiakses pada Senin, 2 Februari 2015

(36)

Gambar

Gambar 2.1Gambar 2.2Gambar 2.3Gambar 2.4Gambar 2.5Gambar 2.6Gambar 2.7Gambar 2.8
Gambar 2.1 Muara sungai Cikidang
Gambar 2.3 Pohon dahon di muara sungai Cikidang
Gambar 2.4 Kapal-kapal nelayan yang bersandar di PPI Cikidang
+7

Referensi

Dokumen terkait

Social capital atau socio-cultural capital tersebut di atas pada era globalisasi dan era Primacy of Economic Goals pada hakekatnya mengalami tantangan dan ancaman, sebagaimana

Kita patutlah menaruh harapan besar pada program profesi guru sekarang ini yang dilaksanakan oleh pemerintah dapat menghasilkan guru-guru berkualitas dengan perbaikan mutu

Dengan perkembangan jaman, apalagi jaman modern sekarang ini yang terus menerus mengalami kemajuan dalam semua bidang, salah satunya yaitu dalam bidang

PE]ABA'T TL\CADAAN DAI{ANG DAN JA5A. SEKRETARIAT

Dengan ini Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa Cipta Karya D-PU yang di Tetapkan berdasarkan Keputusan Pengguna Anggaran D-PU Kabupaten Lebong Nomor

[r]

[r]

Dengan ini Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Lebong yang di Tetapkan berdasarkan Keputusan Pengguna Anggaran Kabupaten Lebong Nomor :12