• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGGALAN SEJARAH KABUPATEN pasar KAMPAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENINGGALAN SEJARAH KABUPATEN pasar KAMPAR"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

ANGGOTA :

1.BINTANG RAHMAD ZIKRI

2.DINA BR NABABAN

3.SAID FARHAN HAIKAL

4.RIZKI DWI PUTRI

5.SANAYA NAFA

6.THANIA NABILA

(2)
(3)

ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA

Pada zaman belanda pembagian wilayah secara Administrasi dan Pemerintahan masih berdasarkan persekutuan hukum adat, yang meliputi beberapa kelompok wilayah yang sangat luas yakni :

 Desa Swapraja meliputi : Rokan, Kunto Darussalam, Rambah, Tambusai dan

Kepenuhan yang merupakan suatu landschappen atau Raja-raja dibawah District loofd Pasir Pengarayan yang dikepalai oleh seorang Belanda yang disebut Kontroleur (Kewedanaan) Daerah / Wilayah yang masuk Residensi Riau.

 Kedemangan Bangkinang, memawahi Kenegerian Batu Bersurat, Kuok, Salo,

Bangkinang dan Air Tiris termasuk Residensi Sumatera, Barat, karena susunan masyarakat hukumnya sama dengan daerah Minang Kabau yaitu Nagari, Koto dan Teratak.

 Desa Swapraja Senapelan/Pekanbaru meliputi Kewedanaan Kampar Kiri, Senapelan

dan Swapraja Gunung Sahilan, Singingi sampai Kenegerian Tapung Kiri dan Tapung Kanan termasuk Kesultanan Siak ( Residensi Riau ).

 Desa Swapraja Pelalawan meliputi Bunut, Pangkalan Kuras, Serapung dan

(4)

ZAMAN PEMERINTAHAN JEPANG

Saat itu guna kepentingan militer, Kabupaten Kampar

dijadikan satu Kabupaten, dengan nama Riau Nishi

Bunshu (Kabupaten Riau Barat) yang meliputi

Kewedanaan Bangkinang dan Kewedanaan Pasir

Pengarayaan. Dengan menyerahnya Jepang ke pihak

Sekutu dan setelah proklamasi kemerdekaan, maka

kembali Bangkinang ke status semula, yakni Kabupaten

Lima Puluh Kota, dengan ketentuan dihapuskannya

pembagian Administrasi Pemerintahan berturut-turut

seperti : cu (Kecamatan) , gun (Kewedanaan) , bun

(Kabupaten), Kedemangan Bangkinang dimasukkan

kedalam Pekanbaru bun (Kabupaten) Pekanbaru.

(5)

ZAMAN KEMERDEKAAN

Setelah proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945, atas

permintaan Komite Nasional Indonesia Pusat Kewedanaan

Bangkinang dan pemuka-pemuka Masyarakat Kewedanaan

Bangkinang meminta kepada Pemerintah Keresidenan Riau dan

Sumatera Barat agar Kewedanaan Bangkinang dikembalikan

kepada status semula, yakni termasuk Kabupaten Lima Puluh

Kota Keresidenan Sumatera Barat dan terhitung mulai tanggal 1

januari 1946 Kewedanaan Bangkinang kembali masuk

Kabupaten Lima Puluh Kota Keresidenan Sumatera Barat serta

nama kepala wilayah ditukar dengan sebutan Asisten Wedana,

Wedana dan Bupati.

Untuk mempersiapkan pembentukan pemerintah propinsi dan

daerah yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangga

sendiri, maka komisariat pemerintah pusat di Bukit Tinggi

menetapkan peraturan tentang pembentukan Kabupaten dalam

Propinsi Sumatera Tengah yang bersifat sementara, dengan

(6)

Kabupaten Singgalang Pasaman dengan Ibukota Bukit Tinggi.

Kabupaten Sinamar dengan Ibu Kota Payakumbuh

Kabupaten Talang dengan Ibu Kota Solok.

Kabupaten Samudera dengan Ibu Kota Pariaman.

Kabupaten Kerinci/Pesisir Selatan dengan Ibu Kota Sei. Penuh.

Kabupaten Kampar dengan Ibu Kota Pekanbaru, meliputi daerah

Kewedanaan Bangkinang,

Pekanbaru, kecuali Kecamatan Singingi, Pasir Pengarayaan

dan Kecamatan Langgam.

Kabupaten Indragiri dengan Ibu Kota Rengat.

Kabupaten Bengkalis dengan Ibu Kota Bengkalis, meliputi daerah

Kewedanaan Bengkalis, Bagan

Siapi—api, Selat Panjang, Pelalawan kecuali Kecamatan

Langgam dan Kewedanan Siak.

Kabupaten Kepulauan Riau dengan Ibu Kota Tanjung Pinang.

Kabupaten Merangin dengan Ibu Kota Muara Tebo.

(7)

Berdasarkan pembagian tersebut, diketahui bahwa tanggal 1

desember 1948 adalah proses yang mendahului pengelompokan

wilayah Kabupaten Kampar. Pada tanggal 1 januari 1950 ditunjuklah Dt.

Wan Abdul Rahman sebagai Bupati Kampar pertama dengan tujuan

untuk mengisi kekosongan pemerintah, karena adanya penyerahan

Kedaulatan Pemerintah Republik Indonesia hasil konfrensi bundar.

Tanggal 6 februari 1950 adalah saat terpenuhinya seluruh persyaratan

untuk penetapan hari kelahiran, hal ini sesuai ketetapan gubernur

militer sumatera tengah no: 3/dc/stg/50 tentang penetapan Kabupaten

Kampar, yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri.

Sejak tanggal 6 februari tersebut Kabupaten Kampar resmi

memiliki nama, batas-batas wilayah, rakyat/masyarakat yang

mendiami wilayah dan pemerintah yang sah dan kemudian

(8)

Secara yuridis dan sesuai persyaratan resmi berdirinya suatu daerah,

dasar penetapan hari jadi Kabupaten Kampar adalah pada saat

dikeluarkannya ketetapan Gubernur Militer Sumatera Tengah no :

3/dc/stg/50 tanggal 6 februari 1950, yang kemudian ditetapkan dengan

peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Kampar no : 02 tahun 1999

tentang hari jadi daerah tingkat II Kampar dan disyahkan oleh Gubernur

Kepala Daerah Tingkat I Riau no : kpts .60/11/1999 tanggal 4 februari 1999

serta diundangkan dalam Lembaran Daerah Kabupaten Daerah tk. II

Kampar tahun 1999 no : 01 tanggal 5 februari 1999.

Dalam perkembangan selanjutnya sesuai dengan perkembangan dan

aspirasi masyarakat berdasarkan Undang-undang nomor 53 tahun 1999

tentang pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu,

Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten

Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam (lembaran negara

tahun 1999 nomor 181) tanggal 4 oktober 1999, Kabupaten Kampar

(9)

TOKOH-TOKOH KABUPATEN KAMPAR

MAHMUD MARZUKI ( Tokoh Pejuang Utama )

A. Kelahiran Dan Pendidikannya

Mahmud Marzuki dilahirkan dikampung  Kumantan,

Bangkinang dalam daerah provinsi Riau pada tahun

1915. Ayahnya bernama Pakih Rajo, bekerja sebagai

Andemar dan disamping itu anggota partai Serikat

Islam. Ia berasal dari Kubang Putih-Bukittinggi. Ibunya

bernama Hainah, pekerjaan dagang beras dipasar

Bangkinang. Mahmud Marzuki adalah anak tunggal

yang hidup dalam kesederhanaan. Ayahnya

(10)

B. KARIERNYA

 Setelah ia menamatkan sekolahnya pada tahun 1936, berangkatlah Mahmud Marzuki meninggalkan India menuju Indonesia. Sesampainya di Bangkinang, ia disambut baik oleh bekas gurunya dulu yakni H. Abdul Malik, seraya mengangkat Mahmud Marzuki menjadi muptis atau penilik sekolah bagi sekolah-sekolah Tarbiyah Islamiyah yang telah banyak berdiri dikenegrian Air tiris dan Kuok.

selain Mangku penilik sekolah agama, maka untuk perbaikan masyarakat ia bertindak sebagai juru dakwa. Demi belanda memperhatikan bahwa pengaruh mahmud marzuki ini semakin besar,menyebabkan ia curiga, maka jejak langkahnya selalu diikuti oleh reserse belanda.

Sekali peristiwa, belanda mencoba menjebak Mahmud Marzuki. kepada kepala negeri Bangkinang diperintahkan untuk mengundang Mahmud Marzuki dalam rangka

memberikan uraian Isra’ dan Mi’raj. Justeru ada alasan bagi Belanda untuk menjerat lehernya. seTelah selesai pertemuan itu, kontler Belanda memanggil Mahmud Marzuki kekantornya dan menasehatkan agar Mahmud Marzuki jangan terlalu banyak berpidato. 

Mengingat oleh karena itu sempitnya jalan memberikan pengajian didaerah Bangkinang pada masa itu, maka Mahmud Marzuki lebih mengarahkan dakwahnya kedaerah Airtiris. Lagipula disini banyak teman seperjuangannya seperti ; H. Mhd. Khatib, H.Jaafar, Engku Malik Yahya, Engku Mudo Hamid dan pemimpin-pemimpin Muhammadiyah lainnya.

(11)

Dalam kegiatan selanjutnya, pada tahun 1940 Mahmud

Marzuki mendirikan sekolah Muhammadiyah di

Kumantan Bangkinag. Tapi sayangnya, usaha beliau

tersebut kurang mendapat sokongan dari masyarakat

kampungnya itu. Pada tahun 1941 Mahmud Marzuki

pidah ke Payakumbuh, disamping sebagi guru ia

berfungsi sebagai mubaligh sambil terus mendalami ke

Muhammadiyahannya, ia bertabligh keberbagai negeri

di Sumbar seperti : Payakumbuh, Sliki, Solok, Sulit Air,

Pariaman, Bukittingi dan Padang Panjang. Semakin

lama namanya semakin tenar dan sangat digemari

orang, sehingga jadilah ia seorang mubakigh yang

ulung. Hampir diseluruh Sumatera Barat namanya

dikenal orang, lebih-lebih karena isi pidatonya menarik

hati, tata bahasanya sederhana dan mempunyai

falsafah yang dalam. Adapun teman-teman

seperjuangannya di Sumbar ialah : Buya Zulkarnaini,

Buya Alimin dan Buya Rasyid. Akan kedudukannnya di

Payakumbuh itu tidaklah menyebabkannya

(12)

Kemudian oleh karena situasi dan keadaan masyarakat

di kewedanaan Bangkinang menghendaki tenaganya,

maka Mahmud Marzuki diminta kembali kedaerah Limo

Koto, kiranya beliau berkenan dan dengan aktif

mencurahkan tenaganya. Dengan demikian

Muhammadiyah yang tadinya terdiri dari beberapa

ranting, sekarang semenjak dibawah pimpinannya

dalam waktu relatif singkat telah menjadi 47 ranting,

meliputi daerah Limo Koto, terutama di Airtiris,

Bangkinang dan Kuok. Hanya sebagai partnertnya yang

ideal dibidang politik, Mahmud Marzuki selalu

didampingi oleh H. Mhd. Amin yang pernah menjabat

sebagai ketua partai Muslimin indonesia (Parmi) dan

kemudian beliau disebut-sebut sebagai salah satu

seorang perintis kemerdekaan RI didaerah Kampar.

Namun, karena pengurusan untuk mendapat pengakuan

resmi dari kantor sosil (yang berwenang memberikan

gelar itu), maka sampai saat ini kepada Buya Mahmud

Marzuki maka dapat disandangkan prediket “ Perintis

Kemerdekaan ” itu. Menyadari hal yang demikian, waktu

belakangan ini, anak dan sanak keluarganya, sedang

(13)

C. Perjuangan Dibidang Politik dan Fisik

Kedatangan tentara Jepang memasuki daerah Bangkinang tidkalah menggemparkan masyarakat, karena Jepang jauh sebelumnya telah

memberikan bukujan dan janjji-janji yang muluk-muluk kepada pihak kita

Indonesia. Seakan-akan ia tidak hendak memusihi kita, malah hendak bekerja sama dalam menghadapi tentara sekutu, termasuk Belanda yang sedang

menjajah kita.

 Akan tetapi, setelah memperhatikan bahwa janji Jepang yang muluk itu

kenyataannya busuk. Katanya bekerja sama, tapi prakteknya kontra bahkan telah memperlihatkan sikap zalimnya karenanya. Pemimpin-pemimpin

didaerah Kampar mulai mengadakan perlawanan lewat organisasi

Muhammadiyah, antara lain dengan memberikan Latihan Keterampilan Kepanduan (HW) dan lain-lain.

 Dalam hal ini Mahmud Marzuki terus menjalankan perlawanannya. Dapat kita

kemukakan bahwa sewaktu penjajahan Jepang ini ada suatu badan yang bernama Cu saniin. Badan badan ini beranggotakan  200 orang Ulama dan berkantor di Pekanbaru. Sebagai mewakili ulama dari daaerah Limo Koto, Ninik-Mamak menunjuk Mahmud Marzuki.

 Dengan jatuhnya bom atom di Hirosima dan Nagasaki Jepang mengaku kalah

(14)

A. LATIF DT. BANDARO SAKTI

( TOKOH SOSIAL KEMASYARAKATAN)

Asal Kelahirannya

(15)

Pendidikannya

Abdul Latif dimasukkan sekolah Goveernemen pada usia 8 tahun dan menamatkan SD kelas V di Bangkinang. Ia bermaksud hendak

melanjutkan sekolahnya ke H.I.S di Bangkinang, tetapi karena tidak anak bangsawan, maka tidak berhak mengecap pendidikan yang agak tinggi, justeru itu tidak dibenarkan oleh kontler (wedana) Belanda yang waktu itu sedang menjajah bangsa kita.

Kira-kira setahun lamanya Abdul Latif menganggur. Berhubung oleh kuat minatnya hendak melanjtkan sekolah, maka atas ajakan iparnya

Martowijoyo Wagimin (suami kakaknya H. Jamiah) yang juga berasal dari Jawa yang sewaktu itu jabatannya Menteri Ukuir pada pemerintahan

Belanda.

Setibanya Dt. Bandaro Sakti beserta iparnya di Jawa, ia dimasukkan pada sekolah Amboes School ( sekolah tukang) di Batavia. Setamatnya dari sekolah tersebut, beliau sudah menetap di Batavia.

(16)

Daftar Bupati Kampar

Nama Periode Ali Lubis s/d Maret 1958

Abdul Muis Datuk Rangkayo Marajo s/d September 1958 Datuk Wan Abdul Rahman s/d Oktober 1959

Datuk Harunsyah 2 Januari 1960 - 11 Februari 1965 Tengku Muhammad 11 November 1965 - 17 Mei 1967 Raden Soebrantas Siswanto 18 Mei 1967 - 18 September 1978 A. Makahamid, S.H. 7 September 1978 - 14 Februari 1979 Sartono Hadisumarto 14 Februari 1979 - 14 Februari 1984 Syarifuddin 28 Mei 1984 - 3 Oktober 1986

H. Saleh Djasit, S.H. April 1986 - 03 April 1996

(17)

PENINGGALAN SEJARAH

KABUPATEN KAMPAR

(18)

Wilayah Rantau Kampar Kiri sangat

identik dengan wilayah Kerajaan

Gunung Sahilan. Hal ini disebabkan

karena Kerajaan Gunung Sahilan

(19)

Kerajaan Gunung Sahilan merupakan puncak

dari sistem sosial (perasaan

kesebangsaan/raison d’entre) dari

masyarakat adat Rantau Kampar Kiri,

sehingga melahirkan suatu kelembagaan

politik yang bernama Kerajaan Gunung

Sahilan. Luas wilayah bekas Kerajaan

Gunung Sahilan sama dengan luas

Kecamatan Kampar Kiri asal yaitu seluas

347.578 Ha. Di dalam pembahagian wilayah

berdasarkan hukum adat Kerajaan Gunung

Sahilan wilayah Kerajaan ini adalah “Dari

(20)

Secara adat maka wilayah Kerajaan Gunung

Sahilan dibagi menjadi tiga Rantau yaitu,

pertama Rantau Daulat dari Muara Langgai

sampai ke Muara Singingi dengan

kampung-kampungnya, Mentulik, Sungai Pagar, Jawi-Jawi,

Gunung Sahilan, Subarak, Koto Tuo Lipat Kain.

Kedua, Rantau Indo Ajo, mulai dari Muara

(21)
(22)

Masjid ini dibangun pada tahun 1901 M

atas prakarsa seorang ulama bernama

Engku Mudo Songkal, sebagai panitia

pembangunannya adalah yang disebut

dengan “Ninik Mamak Nan Dua Belas”

yaitu para ninik-mamak dari berbagai suku

yang ada dalam seluruh kampung. Tahun

1904 masjid ini selesai dibangun dan

diresmikan oleh seluruh masyarakat Air

(23)

kini usianya sudah sekitar 102 tahun.

Satu hal yang menarik dari Masjid Jami’ Air Tiris

ini adalah adanya batu besar yang berbentuk

mirip dengan kepala kerbau. Batu ini terletak di

dalam bak air akan tetapi yang membuatnya

menarik adalah kabar yang mengatakan bahwa

(24)

Lokasi Masjid ini terletak di desa Tanjung

Berulak, Pasar Usang, Kecamatan Kampar,

Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia. Berjarak

Lebih kurang 13 km dari Bangkinang, Ibukota

Kabupaten Kampar dan 52 km dari Pekanbaru,

Riau, Indonesia.

Keunikan masjid ini adalah, bahwa seluruh

bagian bangunan terbuat dari kayu, tanpa

menggunakan besi sedikitpun, termasuk paku.

Pada dinding bangunan, terdapat ornamen

(25)
(26)

Candi Muara Takus terletak di Desa Muara Takus,

Kecamatan Tigabelas Koto Kampar, Kabupaten

Kampar, Provinsi Riau. Jaraknya dari Pekanbaru,

Ibukota Provinsi Riau, sekitar 128 km.

(27)

Candi Muara Takus merupakan candi

Buddha, terlihat dari adanya stupa, yang

merupakan lambang Buddha Gautama.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa

candi ini merupakan campuran dari

bentuk candi Buddha dan Siwa.

Bangunan yang utama adalah yang

disebut Candi Tuo.

Bangunan

kedua

dinamakan

Candi

(28)
(29)

Makam Syeh Burhanudin berlokasi di

Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.

tepatnya didesa kuntu simpang empat lipat

kain.

Syekh Burhanuddin adalah salah seorang

penyebar Agama Islam yang juga

merupakan tuan guru dari tarekat

naqsybandi. Syekh Burhanuddin lahir di

(30)

Kemudian Syekh Burhanuddin menetap dan

menyiarkan Islam di Kuntu, Riau, selama 20

tahun hingga meninggal pada tahun 1191

dan dimakamkan di tepian sungai Sebayang,

Desa Kuntu. Makam tuan guru Tarekat

Naqsabandiah ini ditandai dengan batang

kayu sungkai yang kini telah menjadi batu

fosil. Beberapa barang peninggalannya

dipegang oleh keturunannnya baik buku

(31)

Banyak hal-hal menarik yang dianggap keramat oleh

masyarakat, baik pengikutnya maupun masyarakat

luas, yang kemudian menjadikan imam ini menjadi

mulia. Salah satunya adalah dua batu nisan yang

menandai makamnya. Menurut H Junaidi, pimpinan

Ponpes Burhanuddin Kuntu, batu nisan tersebut

asalnya adalah pohon sungkai yang menjadi batu.

Sejak ditanam hingga sekarang tak ada yang bisa

mencabutnya. Bahkan, seekor gajah mencabutnya

dengan belalai. Selain tak tercabut, ternyata gajah

itu langsung mati. “Dulu tebing Sungai Subayang

atau Sungai Kampar Kiri ini sering runtuh, namun

setelah Syekh Burhanuddin bermakam di sana,

(32)

5.

     

Balimau

(33)

Balimau Kasai adalah sebuah upacara

tradisional yang istimewa bagi

masyarakat Kampar di Provinsi Riau

untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Acara ini biasanya dilaksanakan sehari

menjelang masuknya bulan puasa.

Upacara tradisional ini selain sebagai

(34)

Balimau sendiri bermakna mandi dengan menggunakan

air yang dicampur jeruk yang oleh masyarakat

setempat disebut limau. Jeruk yang biasa digunakan

adalah jeruk purut, jeruk nipis, dan jeruk kapas.

Sedangkan kasai adalah wangi- wangian yang dipakai

saat berkeramas. Bagi masyarakat Kampar, pengharum

rambut ini (kasai) dipercayai dapat mengusir segala

macam rasa dengki yang ada dalam kepala, sebelum

memasuki bulan puasa.

Sebenarnya upacara bersih diri atau mandi menjelang

masuk bulan ramadhan tidak hanya dimiliki masyarakat

Kampar saja. Kalau di Kampar upacara ini sering dikenal

dengan nama Balimau Kasai, maka di Kota Pelalawan

lebih dikenal dengan nama Balimau Kasai Potang

(35)

CIRI KHAS DAERAH KAMPAR

Makanan khas :

KUE PALITO DAUN

Kue palito daun adalah makanan khas daerah provinsi riau dari

(36)

KUE JALO

Kue jalo adalah makanan khas kabupaten Kampar .Bengkalis ,Siak

,Rokan Hilir sebagian Rokan Hulu tetapi perbedaan terdapat

(37)

lapek bugih

Lapekbugih adalah makanan khas dari

(38)
(39)
(40)

MINUMAN KHAS KAMPAR

(41)

Dadih

Dadih adalah sebutan untuk susu

(42)

RUMAH ADAT KAMPAR

(43)

KESENIAN KABUPATEN KAMPAR

Alat musik perkusi terbuat dari logam. Enam buah calempong

disusun dengan deretan nada tinggi ketengah pada sebuah

kotak berukir yang terbuat dari kayu. Kotak atau rumah

(44)

Seni Gubano

atau sering disebut

dikiu gubano

biasanya diadakan

pada acara adat pernikahan.Di

kiugubano termasuk musik tradisi

gabungan vokal dan instrumental.

Instrumental yang digunakan

adalah gubano (rebanabesar).

(45)

Gambang

Gambang

adalah alat musik

perkusi/pukul yg terbuat dari bilah

papan atau bambu 6 buah dan

(46)

ADAT PERNIKAHAN DI KAMPAR

  1.

 Menggantung-gantung  

   

Acara mengantung-gantung di adakan beberapa hari sebelum

perkawinan atau persandingan dilakukan.Biasanya kegiatan yang

dilakukan adalah menghias rumah dengan pernak pernik pernikahan

khas kab Kampar

2.

Malam Berinai

Adat atau upacara berinai merupakan pengaruh dari ajaran Hindu.

Makna dan tujuan dari perhelatan upacara ini adalah untuk

menjauhkan diri dari bencana, membersihkan diri dari hal-hal yang

kotor, dan menjaga diri segala hal yang tidak baik. Di samping itu

tujuannya juga untuk memperindah calon pengantin agar terlihat

lebih tampak bercahaya, menarik, dan cerah.

3. 

Acara Resepsi Pernikahan

.       

Dihari resepsi pernikahan ada yang dinamakan jemput makan, yaitu 

mempelai perempuan beserta sanak saudara mendatangi rumah

mempelai laki-laki.

(47)

 5. Acara Shalawatan (Badiqiu)     

 Badiqi umerupakan suatu acara yang ada dalam kebudayaan masyarakat

kampar. Acara ini dilakukan oleh para tokoh-tokoh dan sesepuh adat pada malam hari sebelum acara resepsi pernikahan dilakukan, agar acara

pernikahan ini berlangsung dengan hikmat dan keluarga yang baru menjadi keluarga yang utuh hingga akhir hayat.

 6. Acara Pengantaran Pihak Lelaki kerumah Pihak Perempuan

(Ba'aghak)     

 Dengan dentuman Rebana dari para tokoh adat ini, menambah kehikmatan

nilai budaya yang sakral pada acara pengantaran Pihak Lelaki kerumah Pihak Perempuan, biasanya shalawatan selalu di kumandangkan hingga akhirnya Pihak Lelaki sampai kerumah Pihak Perempuan.

 7. Acara Pengantaran Pihak Lelaki dengan membawa Hantaran

(Jambau)

 8. Menyembah.       

 Setelah upacara akad nikah selesai dilakukan seluruhnya, kedua pengantin

kemudian melakukan upacara menyembah kepada ibu, bapak, dan seluruh sanak keluarga terdekat.

 9. Bersanding.       

 Menyandingkan penganting laki-laki dengan pengantin perempuan yang

disaksikan oleh seluruh keluarga, sahabat, dan jemputan. Inti dari kegiatan ini adalah mengumumkan kepada khalayak umum bahwa pasangan

(48)

PERMAINAN TRADISIONAL

Patok Lele

adalah permain yang

(49)

Perang Mariam

adalah permainan

yang sangat popular pada tahun 90an

yang dimainkan saat bulan suci

Referensi

Dokumen terkait

Banjir merupakan salah satu peristiwa bencana alam yang sering melanda sejumlah negara termasuk Indonesia.Kejadian banjir ini berupa genangan air yang berlebihan terutama yang

mereduksi perilaku bullying siswa SMK Muhammadiyah Kudus adalah individu mempertimbangkan dengan baik tindakan yang akan dilakukan dalam menyelesaikan

A- 81.01-85 Merupakan perolehan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan dengan sangat baik, memahami materi dengan sangat baik, memiliki tingkat proaktif dan kreatifitas tinggi

Penelitian ini menemukan bahwa sistem pendampingan implementasi pembelajaran berbasis lesson study sebagai model pembinaan guru IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) di SMP

(3) Perubahan yang direncanakan oleh kepala Madrasah Ibtidaiyah An-Nuur yakni; mengenai pelaksanaan sholat dhuha dan tahfidz dilakukan diawal sebelum memasuki jam

a. Perlindungan pengetahuan tradisional serta kepemilikan sumber daya oleh masyarakat terhadap obat-obatan tradisional, diperlukan perangkat untuk mengatur akses agar

[14] Meskipun demikian terdapat pula responden dengan pengetahuan gizi kategori tinggi lebih banyak memiliki perilaku makan seimbang yaitu 74,4%, berbekal