LAPORAN PERJALANAN DINAS Kepada :
Yth. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas
Jl. Pemuda No.24 di
PURWOKERTO
Bersama ini dengan hormat kami sampaikan Laporan Pelaksanaan Perjalanan Dinas sebagai berikut :
A. DASAR PELAKSANAAN
1. Undang – Undang No 3 Tahun 1951 tentang Pengawasan Perburuhan 2 Undang - undang No 13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan
3 DIPA Program Perlindungan Tenaga Kerja dan Pengambangan Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan PTK – PSPK Tahun 2014 Satuan Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (039010) Provinsi Jawa Tengah (03) Nomor : DIPA-026-08.3.039010/2013 tanggal 05 Desember 2014.
4. Surat Tugas dari Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas Nomor 094/ 8201/2014 tanggal 05 Oktober 2014;
Petugas :
No Nama/NIP. Pangkat/Gol.
Jabatan
Ket Dalam Dinas Dalam
Kegiatan
1. Tyas Winarni, S. Sos Penata Tk I / III d Kasi Pengawas Ketenagakerjaan - Pengawas
Ketenagakerjaan
Pelaksana
Kegiatan :
B. HARI DAN WAKTU PELAKSANAAN JENIS PEMERIKSAAN DAN TEMPAT TUJUAN
No Hari dan Waktu
Jenis Pemeriksaa
n
Nama dan Alamat Perusahaan Ket
1. 06 Oktober 2014 Berkala PT. MITRA LESTARI ABADI
Jl. Raya Wangon- Ajibarang Desa Windunegara Wangon, Kab. Banyumas
2 07 Oktober 2014 Berkala RM. PRING GADING
Jl. DI. Panjaitan, Purwokerto,Kab. Banyumas
3 08 Oktober 2014 Berkala PT. NUSANTARA OUTO GRAHA Jl. Overste Isdiman, Purwokerto
4 09 Oktober 2014 Berkala PT. SARANA GRAHA KITA
Kopmpleks Stadion Mini, Purwokerto
5 10 Oktober 2014 Berkala PT. ARDENDI JAYA SANTOSA
Jl. S. Parman, Purwokerto, Purwokerto
6 16 Oktober 2014 Berkala TOKO CITA DAERAH
Jl. Jend. Suprapto Gg. II Rt. 03/06 Purwokerto
7 17 Oktober 2014 Berkala PT DJOKO MOTOR
Jl. Jend. Sudirman, Purwokerto
C. HASIL PEMBINAAN DAN PEMERIKSAAN
Bahwa berdasarkan keterangan dari Pimpinan/Pengurus perusahaan dan Data Wajib Lapor Ketenagakerjaan dapat disampaikan hal-hal yang secara normatif belum dilaksanakan oleh perusahaan adalan sebagai berikut :
No Nama dan Alamat Perusahaan
Petugas yang menemui Hal-hal belum normatif yang
ditemui Nama Jabatan
1 PT. MITRA LESTARI ABADI
Jl. Raya Wangon- Ajibarang Desa
Windunegara Wangon, Kab. Banyumas
Subandi Pengusaha Pelaksanaan hak-hak normatif sudah berjalan dengan baik
2 RM. PRING GADING
Jl. DI. Panjaitan, Agus Hardiyanto
Purwokerto,Kab. Banyumas
petir belum ada dokumen pengesahan riksa uji
3. PT. NUSANTARA OUTO GRAHA
Jl. Overste Isdiman, Purwokerto
Ery Purwanti
HRD Pelaksanaan hak-hak normatif sudah berjalan baik
4. PT. SARANA GRAHA KITA
Komplks Stadion Mini, Purwokerto
Sutikno Pimpinan Perusahaan belum membuat peraturan perusahaan yang disahkan oleh Disnaker Kab,
Penggunaan instalasi listrik, genset dan instalasi penyalur petir belum ada dokumen pengesahan riksa uji
Penggunaan listrik belum dilakukan pemeriksaan dan pengujian
7 PT DJOKO MOTOR Jl. Jend. Sudirman, Purwokerto
Yon Sunaryo Personalia - Penggunaan listrik belum dilakukan pemeriksaan dan pengujian
- Perusahaan belum membuat peraturan perusahaan yang disahkan oleh Disnaker Kab, Banyumas
D. SARAN DAN TINDAK LANJUT
Bahwa berdasarkan hasil temuan yang tersebut pada huruf C, kami pengawas ketenagakerjaan memberikan pembinaan guna meningkatnya pemahaman kepada pekerja dan pengusaha terkait peningkatan pelaksanaan penerapan ketentuan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan serta peningkatan pemahaman norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hasil pembinaan kami sampaikan sebagai berikut :
1. Norma hubungan kerja
Berdasarkan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan
Pasal 110 ayat (1) peraturan perusahaan disusun dengan memperhatikan saran dan pertimbangan dari wakil pekerja/buruh di perusahaan yang bersangkutan.
Peran perusahaan didalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial Peraturan perusahaan merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan hubungan kerja. Sebagai sarana hubungan industrial peraturan perusahaan merupakan sebagai pedoman didalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui forum komunikasi LKS Bipartit, segala proses pemyelesaian perselisihan dapat diselesaiakan secara musyawarah.
2. Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Undang-Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, jo. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor. Kep. 75/MEN/2002 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor. SNI-04-0225-2000 menegenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di tempat kerja
Pasal 3 ayat (1) dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk :
a. Mencegah dan mengurangi kebakaran b. Mencegah dan mengurangi kecelakaan c. Mencegah dan mengurangi peledakan
Pasal 2 Perencanaan, pemasangan, penggunaan, pemeriksaan dan pengujian instalasi di tempat kerja harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI-04-0225-2000 mengenai persyaratan umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di tempat kerja
Pasal 3. Pengawasan terhadap pelaksanaan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. SNI 04-0225-2000 mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di tempat kerja dilakukan oleh Pegawai Pengawas atau Ahli Keselamatan Kerja Spesialis Bidang Listrik.
Berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
Pasal 3 ayat (1) dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk :
- Mencegah dan mengurangi kecelakaan
- Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran
- Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan
Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per. 02/MEN/1989 tentang Pengawasan Instalasi Penyalur Petir
Pasal 2 ayat (1) Instalasi Penyalur Petir harus direncanakan, dibuat, dipasang dan dipelihara sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan menteri ini dan atau standar yang diakui
- Bangunan yang terpencil atau tinggi dan lebih tinggi dari pada bagunan sekitarnya seperti menara-manara, cerobong, antena pemancar, monumen dan lain-lain
- Bangunan untuk kepentingan umum seperti tempat ibadah, rumah sakit, sekolah, gedung pertunukan, hotel, pasar, stasiun, candi dan lain-lain
Pasal 50 ayat (2) Instalasi penyalur petir harus diperiksa dan diuji :
- Sebelum penyerahan instalasi penyalur petir dari instalatir kepada pemakai
- Secara berkala setiap dua tahun sekali
- Setelah ada kerusakan akibat sambaran petir
Pasal 51 ayat (1) Pemeriksaan dan Pengujian instalasi penyalur petir dilakukan oleh Pegawai pengawas, ahli keselamatan kerja dan atau jasa inspeksi yang ditunjuk.
Undang-Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, jo. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.PER. 04/MEN/1985 tentang pesawat tenaga dan produksi
Pasal 3 ayat (1) dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk :
a. Mencegah dan mengurangi kebakaran b. Mencegah dan mengurangi kecelakaan c. Mencegah dan mengurangi peledakan
pasal 1 huruf g. Pesawat tenaga dan produksi ialah pesawat atau alat yang bergerak berpindah-pindah atau tetap yang dipakai atau dipasang untuk membangkitkan atau memindahkan daya atau tenaga termasuk perlengkapan transmisinya
pasal 135 ayat (1) setiap pesawat tenaga dan produksi sebelum dipakai harus diperiksa dan diuji terlebih dahulu dengan standar uji yang telah ditentukan
Pasal 135 ayat (3) pemeriksaan berkala dilaksanakan 1 tahun sekali
a. Untuk perusahaan yang menngunakaninstalasi penyalur petir maka harus diketahui kondisi grounding arde penyalur petir masih dalam kondisi baik dalam hal ini agar dilakukan pengukuran menggunakan alat tester yang batas maximum pengukuran mencapai 5 ohm
b. Untuk penggunaan genset kapasitas yang lebih besar agar dilakukan pemeriksaan dan pengujian, mengingat bahwa bagian dari pada genset terdapat grounding arde yang terpasang pada body yang berfungsi untuk
c. mencegah arus petir masuk ke dalam mesin genset apabila pemasangan arde grounding tersebut tidak memenuhi syarat keselamatan kerja maka akan terjadi kerusakan/ kebakaraan akibat dari arus petir yang masuk ke dalam mesin
e. Pemeriksaan dan pengujian instalasi dimaksud dilaksanakan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan atau jasa inspeksi K3 yang ditunjuk dari hasil pemeriksaan dan pengujian instalsi tersebut, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Banyumas akan mengeluarkan dokumen pengesahan hasil pemeriksaan dan pengujian Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan atau jasa inspeksi K3
f. Dalam hal ini perusahaan wajib memelihara instalsi yang ada agar dapat dilakukan pemeriksaan dan pengujian sesuai dengn standar uji yang ditetapkan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan atau PJK3 yang ada
g. Pemeriksaan berkala instalasi tersebut dilakukan 2 tahun sekali.
Demikian hasil-hasil pelaksanaan sesuai dengan penugasan.
Purwokerto, Oktober 2014 Pelaksana Perjalanan Dinas