i
AVIFAUNA
DI AREA REKLAMASI
PT ADARO INDONESIA
Mochamad Arief Soendjoto
Maulana Khalid Riefani
Didik Triwibowo
Fazlul Wahyudi
Universitas Lambung Mangkurat Press
Banjarbaru
iii
AVIFAUNA DI AREA REKLAMASI
PT ADARO INDONESIA
Penulis: Mochamad Arief Soendjoto Maulana Khalid Riefani Didik Triwibowo Fazlul Wahyudi
Foto: Mochamad Arief Soendjoto Maulana Khalid Riefani Desain Sampul : Firman Firdaus Cetakan pertama: Desember 2015 (16 x 23,5) cm
ISBN 978-602-9092-66-0
Penerbit: Universitas Lambung Mangkurat Press, Banjarbaru d/a Fakultas Kehutanan, Jl. A. Yani Km 36 Banjarbaru 70123 Telp./Fax. 0511-4772290
iv
PRAKATA
Buku ini adalah salah satu bentuk kerjasama ilmiah antara dua lembaga berlatar belakang beda. PT Adaro Indonesia adalah perusahaan penambangan batubara yang beroperasi di Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan serta Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat adalah perguruan tinggi berkedudukan di Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam buku ini. Kualitas sebagian besar foto tidak baik. Pada awalnya, kami memang tidak berencana menerbitkan buku seperti ini. Foto digunakan sebagai bagian dari penelitian Keragaman Burung di Area Reklamasi PT Adaro Indonesia untuk menegaskan bahwa burung yang ditemukan dapat diidentifikasi dengan mudah dan benar secara ilmiah. Dengan kalimat lain, kami memang sengaja tidak mengutamakan foto untuk tujuan keindahan.
Pada akhirnya, kami memaklumi bahwa buku memang perlu dibuat, walaupun akan ditindaklanjuti dengan edisi berikutnya yang bisa jadi merupakan hasil revisi. Tujuannya adalah mengembangkan laporan menjadi buku, sehingga dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh banyak orang sebagai sumber data (database) terkait dengan keberhasilan kegiatan reklamasi dan revegetasi di PT Adaro Indonesia. Tujuan kedua adalah untuk menunjukkan bahwa buku itu menambah khasanah pengetahuan yang pada gilirannya dapat digunakan sebagai pegangan untuk pemanfaatan lain, misalnya rujukan pendidikan lingkungan dan rujukan lomba foto burung. Yang ketiga untuk menunjukkan bahwa area reklamasi yang direvegetasi secara berangsur-angsur dihuni oleh fauna, khususnya burung.
Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada banyak pihak yang membantu atau berperan penting hingga buku ini diterbitkan.
1. Pak Iswan Sujarwo yang memfasilitasi pengambilan data dan pengamatan burung di wilayah kerja PT Adaro Indonesia.
2. Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat serta Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
v
Lambung Mangkurat yang memberi ijin kami, Mochamad Arief Soendjoto dan Maulana Khalid Riefani berturut-turut untuk melaksanakan tugas di lapangan.
3. Pak Agus Subandrio yang menugaskan kami, Didik Triwibowo dan Fazlul Wahyudi ikut melaksanakan penelitian di lapangan. 4. Staf PT Adaro Indonesia, seperti Sdr. Presto JS, Herwan S dan
kru tim R & D seperti Sulaiman, Sugeng, Gafur, dan Amrullah yang dalam beberapa kesempatan ikut survei dan mengamati burung di lapangan, memberi masukan tentang perlakuan masyarakat terhadap burung, dan menceritakan perilaku beberapa spesies burung.
5. Pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu atas saran dan masukannya demi perbaikan buku ini.
Semoga buku ini bermanfaat.
Banjarbaru, Desember 2015 Mochamad Arief Soendjoto Maulana Khalid Riefani Didik Triwibowo Fazlul Wahyudi
vi
KATA PENGANTAR
PT Adaro Indonesia berkomitmen untuk menjalankan praktik terbaik dalam mengelola lingkungan hidup yang salah satu kegiatannya adalah melakukan reklamasi. Kegiatan reklamasi bukan hanya sebagai kewajiban yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan, namun sudah merupakan prinsip yang mengakar di setiap kegiatan operasional PT Adaro Indonesia.
Salah satu keberhasilan reklamasi ini terlihat dengan adanya peningkatan biodiversitas atau keanekaragaman hayati di area-area reklamasi PT Adaro Indonesia. Salah satunya adalah keragaman berbagai jenis burung. Kehadiran jenis satwa ini merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan dan keberlanjutan usaha rehabilitasi suatu lahan. Kehadiran beragam jenis burung dengan jenis makanan dan habitat yang berbeda, mengindikasikan berjalannya siklus ekologi dan tersedianya habitat yang sesuai untuk kehidupan alam liar.
Buku ini merupakan hasil pemantauan terhadap avifauna (burung) yang hidup, bereproduksi, dan memiliki habitat di area reklamasi PT Adaro Indonesia. Buku ini diharapkan akan memberi informasi kepada semua pihak yang berkepentingan dan dapat dijadikan sebagai database mengenai reklamasi yang berkelanjutan di PT Adaro Indonesia.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan buku seri avifauna ini. Semoga dapat memberi manfaat bagi kita semua.
Tanjung, Desember 2015 PT Adaro Indonesia
Iswan Sujarwo Kepala Teknik Tambang
vii
DAFTAR ISI
Halaman I. SELAYANG PANDANG PT ADARO INDONESIA . 1 II. PETA SEBARAN AVIFAUNA DI AREA
REKLAMASI PT ADARO INDONESIA ……… 8
III. SPESIES AVIFAUNA DI AREA REKLAMASI PT ADARO INDONESIA ………...
15 DAFTAR PUSTAKA ... 200 GLOSARIUM ………. 214 SEKILAS TENTANG PENULIS ……… 220
1
I.
SELAYANG PANDANG
PT ADARO INDONESIA
2
PT Adaro Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara dengan sistem tambang terbuka (open pit). Perusahaan mulai beroperasi sejak ditandatanganinya PKP2B
(Perjanjian Kerja Sama Pengusahaan Pertambangan Batubara) No. J2 / J1DU/52/82 pada tanggal 16 Nopember 1982. Kegiatan eksplorasinya sendiri baru dimulai setahun sesudahnya.
Gambar 1.1 Lokasi tambang PT Adaro Indonesia di Kalimantan Selatan
3
Keberadaan PT Adaro Indonesia berawal dari kerja sama antara Enadimsa, sebuah perusahaan milik Spanyol, dengan Perum Tambang Batubara dalam proyek eksplorasi di Kecamatan Tanjung, Kalimantan Selatan. Nama Adaro berasal dari nama sebuah keluarga penambang asal Spanyol yang cukup terkenal karena kontribusinya dalam industri pertambangan di negara tersebut. Setelah beberapa kali mengalami proses penciutan, wilayah kontrak yang hingga kini dipertahankan berdasarkan pada SK Direktur Jenderal Pertambangan Umum No. 635.K/20.01/DJP/98 dan area KW 96PP0386 dengan luas sebesar 35.800,80 ha.
Dalam administrasi pemerintahan, area kerja pertambangan PT Adaro Indonesia terletak di Kabupaten Balangan dan Kabupaten
Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan serta Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Pada saat ini kegiatan menghasilkan batubara berkualitas tinggi dengan nilai kalori antara 5.800 – 6.000 kcal/kg, kandungan belerang hanya 0,1%, dan kadar abu 1%, sehingga disebut “envirocoal” atau batubara ramah lingkungan. Melihat aspek
dan nilai strategis batubara yang dihasilkan, sejak tahun 2007 PT Adaro Indonesia menjadi salah satu Objek Vital Nasional (OBVITNAS) yang ditegaskan melalui Keputusan Menteri ESDM No.1762 K/07/MEM mengenai Perlindungan Objek Vital Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral pada PT Adaro Indonesia.
PT Adaro Indonesia telah berkomitmen melaksanakan
kewajiban-kewajiban (mandatory). Kewajiban yang telah dilaksanakan antara lain adalah melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan reklamasi sebagai usaha pengelolaan lingkungan dan rehabilitasi lahan sesuai dengan peraturan perundangan dan praktek terbaik (best practice) sesuai dengan kaidah-kaidah pertambangan yang baik (good mining
practice). Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang usaha
pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya. Kegiatan reklamasi di PT Adaro Indonesia telah berjalan seiring dengan kegiatan operasional penambangan untuk memulihkan lahan-lahan bekas penambangan. Tahapan-tahapan best
practice kegiatan reklamasi di PT Adaro Indonesia sesuai dengan
4
Perlindungan dan penghamparan top soil
Pembentukan disposal dan pengaturan permukaan Pengendalian erosi Persemaia n Penanama n Pemeliharaan dan Monev
Gambar 1.2 Tahapan-tahapan praktik terbaik (best practice) reklamasi PT Adaro Indonesia
Kegiatan reklamasi di semua tambang PT Adaro Indonesia telah berjalan secara konsisten. Total kumulatif luasan reklamasi yang telah dilaksanakan adalah seluas 1.460,96 hektare, dengan jenis vegetasi yang ditanam mulai dari tanaman pionir hingga tanaman hutan lokal. Mulai dari tahun 1996 hingga saat ini, terdapat lebih dari 50 jenis tanaman yang sengaja ditanam di area reklamasi (Tabel 1.1). Tanaman itu terdiri atas tanaman lokal (asli setempat) yang memang sudah beradaptasi dan menjadi komponen lingkungan setempat sejak awal serta tanaman penghasil buah-buahan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sehari-hari dan sumber ketahanan pangan.
Salah satu contoh keberhasilan reklamasi di PT Adaro Indonesia dapat dilihat pada area reklamasi Tambang Paringin yang merupakan tambang pertama atau yang ditambang pada awal operasi PT Adaro Indonesia. Secara umum, reklamasi didefinisikan sebagai upaya untuk mengembalikan tanah hasil penggalian ke tempat/area asal tanah itu berada sebelumnya. PT Adaro Indonesia menindaklanjuti
5
reklamasi dengan revegetasi, kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh setiap perusahaan penambangan.
Tabel 1.1 Jenis-jenis tumbuhan yang ditanam di area reklamasi PT Adaro Indonesia
No. Nama lokal Nama ilmiah
1 Akasia daun lebar Acacia mangium
2 Akasia daun kecil Acacia auriculiformis
3 Akasia daun bulan-sabit Acacia crassicarpa
4 Albasia/sengon Paraserianthes falcataria
5 Angsana Pterocarpus indicus
6 Asam jawa Tamarindus indica
7 Bambu Bambusa spp.
8 Cemara Casuarina sp.
9 Cempedak Artocarpus champeden
10 Durian Duro zibethinus
11 Ekaliptus (daun kecil) Eucalyptus alba
12 Ekaliptus (daun lebar) E. deglupta
13 Flamboyan Delonix regia
14 Gaharu Aquilaria malaccensis
15 Galam Melaleuca cajuputi
16 Gamal Gliricidia sepium
17 Halaban Vitex pubescens, V. triloba
18 Jabon Anthocephalus cadamba
19 Jambu air Syzygium aqueum
20 Jarak Jatropha curcas
21 Jati putih/gmelina Gmelina arborea
22 Jeruk Citrus sp.
23 Johar Cassia siamea
24 Kaliandra Calliandra callothyrsus
25 Kasturi Mangifera casturi
26 Kayu manis Cinnamomum burmanii
27 Kemiri Aleurites moluccana
28 Kemiri sunan Aleurites trisperma
29 Kersen, ceri Muntingia calabura
30 Kesambi Schleichera oleosa
31 Ketapang Terminalia catappa
32 Kopi Coffea sp.
33 Kupang Parkia javanica
6
No. Nama lokal Nama ilmiah
35 Mahang Macaranga spp.
36 Mahoni Swietenia mahagoni
37 Meranti Shorea spp.
38 Nangka Artocrapus heterophylla
39 Nyamplung Calophyllum inophyllum
40 Pinang Areca catechu
41 Pinus Pinus merkusii
42 Pongamia Pongamia pinnata
43 Pulai Alstonia scholaris
44 Ramania Bouea macrophylla
45 Rambutan Nephelium lappaceum
46 Salam Syzygium polyanthum
47 Sawit Elaeis guineensis
48 Sirsak Annona muricata
49 Sukun Artocarpus communis
50 Sungkai/lurus Peronema canescens
51 Tanjung Mimusops elengi
52 Trembesi Samanea saman
53 Turi Sesbania grandiflora
54 Waru Hibiscus tiliaceus
Kegiatan reklamasi dan revegetasi di area ini telah berjalan dan menghasilkan kawasan dengan hamparan lahan (landscape) yang bervariasi. Kawasan reklamasi Tambang Paringin memiliki beberapa jenis tapak, mulai dari tapak tanpa vegetasi (misalnya jalan angkutan, jalan inspeksi), tapak berumput, tapak bervegetasi hutan, tapak sekitar perairan, hingga tapak kawasan perairan itu sendiri (yang berupa kolam, danau). Tapak-tapak itu memiliki jenis tumbuhan yang berbeda satu sama lain.
Tumbuhan yang hidup bukan hanya tumbuhan yang memang sengaja ditanam (selanjutnya disebut tanaman), melainkan juga tumbuhan yang tumbuh liar. Tumbuhan liar hadir di area reklamasi, akibat kehadiran benih atau biji yang dibawa oleh hewan (seperti burung, bajing) atau aktivitas fisik alam (seperti angin, aliran air). Sinergisme aktivitas manusia dan alam itu terus berjalan dan secara bertahap menghasilkan kawasan yang ditutupi tumbuhan dengan
7
tingkat keanekaragaman hayati (biodiversity) yang dalam tahap sekarang dapat dianggap tinggi.
Gambar 1.3 Area reklamasi dan revegetasi Tambang Paringin Sejak tahun 2009, PT Adaro Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat melakukan kajian dan penelitian secara intensif terhadap keragaman fauna yang hidup atau menghuni area reklamasi Tambang Paringin. Kerjasama ini merupakan komitmen PT Adaro Indonesia untuk berperan serta dalam pelestarian fauna yang memang sudah diperkirakan terkena dampak penambangan batubara. Topik kajian pertama yang dilakukan terkait dengan ekologi bekantan (Nasalis larvatus). Topik kajian berikutnya adalah keragaman burung yang hidup dan berkembang pada jenis-jenis tapak di area reklamasi Tambang Paringin. Topik-topik lainnya akan didiskusikan lebih lanjut.