dan 2019 (Tidak Audit) and 2019 (Unaudited)
Surat Pernyataan Direksi Directors’ Statement Letter Laporan Keuangan Interim
Pada Tanggal 30 September 2020 (Tidak Audit) dan 31 Desember 2019 (Audit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 30 September 2020 (Tidak Audit) dan 2018 (Tidak Audit):
Interim Financial Statements As of September 30, 2020 (Unaudited) and December 31, 2019 (Audited) For The Nine Months Period Periods Ended September 30, 2020 (Unaudited) and 2018
(Unaudited):
Laporan Posisi Keuangan 1 Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lainnya 2 Statement of Profit or Loss and Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas 3 Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas 4 Statement of Cash Flows
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying notes form an integral part of these
laporan keuangan secara keseluruhan financial statements
September 30 December 31
Catatan/ 2020 2019
Note Rp Rp
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan bank 2.d, 2.e, 3, 25 944,171,963 1,926,907,841 Cash on Hand and in banks
Piutang usaha 2.e, 2.f, 2.p, 2.s, Accounts receivable
Pihak berelasi 4, 24, 25 17,770,899,141 12,166,621,935 Related parties
Pihak ketiga - bersih Third parties - net
cadangan kerugian penurunan nilai for impairment losses of
sebesar RpNihil dan Rp475.806.468 pada RpNil and Rp475,806,468 at
30 Sep 2020 dan 31 Des 2019 4, 24 90,255,939,432 57,258,860,937 Sep 30, 2020 and Dec 31, 2019
Piutang lain-lain 2.p Other receivables
Pihak berelasi 5, 24, 25 6,020,766,913 -- Related parties
Persediaan 2.g, 5 90,206,270,724 71,993,405,298 Inventories
cadangan penurunan nilai persediaan for decline in value of
sebesar RpNihil, Rp20.647.124 pada RpNil, Rp20,647,124 at
30 Sep 2020 dan 31 Des 2019 Sep 30, 2020 and Dec 31, 2019
Pajak dibayar di muka 2.m, 7.a 891,944,430 54,337,000 Prepaid taxes
Uang muka pembelian 6 163,697,706,409 18,605,258,782 Purchase advances
Jumlah aset lancar 369,787,699,012 162,005,391,793 Total current assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Aset pajak tangguhan 2.m, 7.c 1,330,559,984 1,303,806,767 Deferred tax assets
Aset tetap 2.i, 8 7,649,356,420 9,511,332,069 Fixed assets
Aset lain-lain 9 8,164,666,528 8,164,666,528 Other non current assets
Total aset tidak lancar 17,144,582,932 18,979,805,364 Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET 386,932,281,944 180,985,197,157 TOTAL ASSETS
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang bank - jangka pendek 11 81,956,328,101 76,845,660,289 Bank loan - short term
Utang usaha 2.s, 10, 24 trade accounts payable
Pihak Ketiga 3,861,290,506 9,130,399,456 Third parties
Utang lain-lain Other payables
Pihak Berelasi 13 15,000,000,000 -- Related parties
Utang pajak 2.m, 8.d 2,728,762,864 3,786,853,642 Taxes payable
Beban akrual 12 254,750,782 300,772,413 Accrued expenses
Total liabilitas jangka pendek 103,801,132,253 90,063,685,800 Total current liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Liabilitas imbalan kerja 2.l, 14 4,115,345,948 4,760,067,723 Shareholder loan
Jumlah Liabilitas jangka panjang 4,115,345,948 4,760,067,723 Total Long term liabilities
JUMLAH LIABILITAS 107,916,478,201 94,823,753,523 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Modal saham - nilai nominal Capital stock - par value of
Rp100 per saham dan modal dasar, Rp 100 per share and Authorized,
ditempatkan dan disetor penuh 2.490.210.000 Issued and fully paid-up capital of
lembar saham (668.204.066 lembar : 2019) 15 143,500,000,000 66,820,406,611 2,490,210,000 share (668,204,066 : 2019)
Agio saham 106,250,000,000 -- Share premium
Pendapatan komprehensif lainnya (1,881,598,085) (1,868,029,296) Other comprehensive income
Saldo laba Retained earnings
Ditentukan Penggunaannya 6,996,805,426 2,500,000,000 Appropriated
Tidak Ditentukan Penggunaannya 24,150,596,402 18,709,066,319 Unappropriated
JUMLAH EKUITAS 279,015,803,743 86,161,443,634 TOTAL EQUITY
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying notes form an integral part of these
laporan keuangan secara keseluruhan financial statements
30 September/
September 30 30 September/September 30
Catatan/ 2020 2019
Note Rp Rp
PENDAPATAN 2.k, 2.o, 2.p, 16, 22 134,898,467,333 88,083,780,484 REVENUES
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2.k, 17 (107,184,854,381) (64,965,507,674) COST OF GOODS SOLD
LABA KOTOR 27,713,612,952 23,118,272,810 GROSS PROFIT
BEBAN OPERASIONAL OPERATIONAL EXPENSES
Beban Penjualan 2.k, 18 (2,688,451,938) (2,777,137,544) Selling expenses
Beban administrasi dan umum 2.k, 18 (5,188,483,885) (5,836,831,482) Administration and general expenses
Pendapatan Lain-lain 20 20,319,767 2,977,267,764 Other Income
Beban Keuangan 19 (5,738,227,306) (5,496,209,675) Finance Cost
Beban Lain-lain 20 (1,398,672,046) (3,645,669,622) Other Expenses
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 12,720,097,544 8,339,692,251 INCOME (LOSS) BEFORE INCOME TAX
BEBAN PAJAK PENGHASILAN INCOME TAX EXPENSES
Pajak kini 7.b 2,803,992,322 2,084,923,063 Current Tax
Pajak tangguhan 7.b (22,230,287) (14,820,192) Deferred tax
LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN 9,938,335,509 6,269,589,380 INCOME (LOSS) FOR THE CURRENT PERIOD
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Pos yang Tidak akan Direklasifikasi Item That Will Not be Reclassified
ke Laba Rugi to Profit or Loss
Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti (13,568,790) -- Remeasurement of Defined Benefit Plans
Pajak Penghasilan Terkait Pos-pos yang Tidak Income Tax Relating to Item That Not
akan Direklasifikasi ke Laba Rugi -- -- Reclassified to Profit or Loss
(13,568,790)
--JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying notes form an integral part of these
laporan keuangan secara keseluruhan financial statements
ditempatkan dan Agio Komprehensif
disetor penuh/ saham/ Lainnya/ Ditentukan Tidak ditentukan Total
Catatan/ Issued and fully Prime Other Comprehensive Penggunaannya/ Penggunaannya/ ekuitas/ Notes paid in capital share Income Appropriated Unappropriated Total equity
Saldo per 1 Januari 2019 10,001,000,000 -- (1,913,258,595) -- 43,967,052,755 52,054,794,160 Balance as of January 1, 2019
Penghasilan komprehensif tahun berjalan -- -- -- -- 6,269,589,380 6,269,589,380 Comprehensive income for the year
Saldo per 30 September 2019 10,001,000,000 -- (1,913,258,595) -- 50,236,642,134 58,324,383,539 Balance as of September 30, 2019
Saldo per 1 Januari 2020 66,820,406,611 -- (1,868,029,295) 2,500,000,000 18,709,066,319 86,161,443,635 Balance as of January 1, 2020
Tambahan setoran modal 15 76,679,593,389 106,250,000,000 -- -- -- 182,929,593,389 Additional in paid-up capital Pembentukan cadangan -- -- -- 4,496,805,426 (4,496,805,426) -- Appropriation for reserves Penghasilan komprehensif tahun berjalan -- -- (13,568,790) -- 9,938,335,509 9,924,766,719 Comprehensive income for the year
Saldo per 30 September 2020 143,500,000,000 106,250,000,000 (1,881,598,085) 6,996,805,426 24,150,596,402 279,015,803,743 Balance as of September 30, 2020
*) Saldo laba termasuk keuntungan atau kerugian aktuarial *) Retained earnings include actuarial gain or loss dari pengukuran kembali atas program imbalan pasti. arising from remeasurement of defined benefit plan.
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying notes form an integral part of these
laporan keuangan secara keseluruhan financial statements
30 September/ September 30 30 September/ September 30 Catatan/ 2020 2019 Note Rp Rp
CASH FLOWS FROM OPERATING
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan 96,297,111,632 32,651,111,634 Cash received from customers Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (276,216,336,370) (28,989,410,473) Cash paid to Suppliers and employees Pembayaran bunga dan biaya bank 20 (7,136,899,351) (9,141,879,297) Paid interest and bank charges
Pembayaran pajak 7 (1,952,239,392) 149,219,565 Taxes paid
Arus kas bersih diperoleh dari aktivitas Net cash flows provided by operating
operasi (189,008,363,481) (5,330,958,571) activities
CASH FLOWS FROM INVESTING
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ACTIVITIES
Perolehan aset tetap 8 (1,064,807) (133,729,640) Acquisitions of fixed assets
Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas Net cash flows used in investing
investasi (1,064,807) (133,729,640) activities
CASH FLOWS FROM (FOR) FINANCING
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN ACTIVITIES
Tambahan setoran modal 15 182,929,593,389 1,913,258,595 Additional in paid-up capital
Penerimaan (pembayaran) pinjaman bank 11 5,110,667,811 (2,158,216,670) Receipt (paid) from bank loan
Pembayaran pembiayaan 14 -- (2,042,059,736) Financial debt
Penerimaan (pembayaran) pihak berelasi 4, 9 -- -- Payment of bank loan
Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas Net cash flows used in financing
pendanaan 188,040,261,200 (2,287,017,811) activities
INCREASE (DECREASE) IN KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (969,167,088) (7,751,706,022) CASH ON HAND AND IN BANKS
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (13,568,790) -- Effect of foreign exchange rate changes
SALDO KAS DAN BANK CASH ON HAND AND IN BANKS AT
AWAL TAHUN 1,926,907,841 2,056,195,762 BEGINNING OF YEAR
SALDO KAS DAN BANK CASH ON HAND AND IN BANKS AT
AKHIR PERIOD 944,171,963 (5,695,510,260) END OF PERIOD
Kas dan bank terdiri dari: Cash on hand and in banks:
Kas 920,628,884 197,647,112 Cash on hand
Bank 23,543,079 (5,893,157,372) Banks
Jumlah 944,171,963 (5,695,510,260) Total
Tambahan informasi aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas disajikan pada Catatan 27.
Additional information of non cash activities is presented in Note 27.
1. UMUM 1. GENERAL
1.a. Pendirian dan Informasi Umum 1.a. Establishment and General Information
PT Sunindo Adipersada (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta No.10 tanggal 8 Maret 1991 dari Notaris Winarti Lukman - Widjaja, S.H. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.C2-1814.HT.01.01TH92 tanggal 25 Pebruari 1992 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.83 tambahan nomor 5191, tanggal 16 Oktober 1992. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No.99 tanggal 19 Pebruari 2020 dari Cristina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.kn, notaris di Jakarta, sehubungan hal-hal berikut dibawah ini:
PT Sunindo Adipersada (the Company) was established based on deed No.10 dated March 8, 1991 of Notary Winarti Lukman - Widjaja, SH. The deed of establishment was approved by the Minister of Justice of Republic of Indonesia in his Decree No. C2-1814.HT.01.01TH92 dated February 25, 1992 and was published in Supplement No. 5191 to the State Gazette of the Republic of Indonesia No.83, dated October 16, 1992. The Articles of Association have been amended several times, most recently with Deed No. 99 dated February 19, 2020 of Cristina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.kn, notary in Jakarta, in relation with following below:
a. Perubahan status Perseroan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka, dan perubahan nama Perseroan menjadi PT Sunindo Adipersada Tbk;
b. Penjualan saham kepada masyarakat melalui Penawaran Umum dengan mengeluarkan saham dalam simpanan Perseroan sebanyak-banyaknya 425.000.000 saham baru yang ditawarkan melalui Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat; c. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya
170.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam penawaran umum dapat dialihkan dan atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut;
d. Memberikan program alokasi Saham kepada karyawan (Employee Stock Allocation) dengan jumlah alokasi ebanyak-banyaknya 42.500.000 atau 10% dari seluruh saham baru yang akan ditawarkan/ dijual kepada masyarakat melalui penawaran umum;
e. Penyesuaian seluruh ketentuan Anggaran Dasar Entitas dengan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. IX.J.1 tentang Pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik tanggal 14 Mei 2008 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka tanggal 8 Desember 2014, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.04/2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
a.
To change the Entity's status from PrivateCompany to Public Company, and change the Entity's name to be PT Sunindo Adipersada Tbk;
b.
To sale of share to public offerig by issuing portepel sahre the Entity, not exceed 425,000,000 new shares by Initial Public Offering to public;c.
Issuing a maximum of 170,000,000 Series IWaran, granted for free to the public offering, which can be transferred and or traded separately from the new shares;
d.
To providing an Employee Stock AllocationProgram, with a maximum allocation of 42,500,000 or 10% of all new shares that will be offered/ sold to the public throught a public offering;
e.
To change the Company’s• articles ofassociation in relation to regulation from Capital Market Supervisory Agency (Bapepam) No. IX.J.1 regarding Principles of Articles of Association of Companies Conducting Public Offerings of Equity Securities and Public Companies dated May 14, 2008 and Regulation from Financial Services Authority (OJK) No.32/POJK.04/2014 regarding Plan and Implementation of the Public Company Shareholders Meeting dated December 8, 2014, as amanded Regulation from Financial Services Authority (OJK) No.10/POJK.04/2017 regarding the changing of Regulation from Financial Services Authority (OJK) No. 32/POJK.04/2014 Plan and Implementation of the Public Company Shareholders Meeting.
1.a. Pendirian dan Informasi Umum
(Lanjutan) 1.a. Establishment and General Information (Continued)
Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan
No.AHU.0014832.AH.01.02.TAHUN 2020 tanggal 20 Pebruari 2020.
These amendments of Articles of Association were approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in Decision Letter
No.AHU-0014832.AH.01.02.TAHUN 2020 dated
February 20, 2020.
Perusahaan beroperasi secara komersial mulai tahun 1991. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah dalam bidang industri mainan anak-anak, perdagangan besar tekstil, perdagangan besar alat permainan dan mainan anak-anak. Perusahaan berkedudukan dan berkantor di Komplek Industri Bostinco Kp.Cibereum, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.
The Company started its commercial operations in 1991. In accordance with article 3 of the Company’s Articles of Association, the scope of the Company’s activities is in the field of children’s toys industry, large-scale trading in textiles, large-scale trading of children’s toys and playthings. The Company is domiciled and having its head office at Komplek Industri Bostinco Kp.Cibereum, Cileungsi Kidul Village, Cileungsi Sub-District, Bogor Regency, West Java Province.
Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 30 September 2020 dan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
As of September 30, 2020 and December 31, 2019, the Company’s management consists of the following: 30 September/ September 30 31 Desember/ December 31 2020 2019
Dewan Komisaris: Board of Commissioners:
Presiden Komisaris Tati Oetojo Tati Oetojo President Commissionner
Komisaris Independen Samsul Hidayat -- Independent Commissioner
Komisaris Buddy Tirtha Buddy Tirtha Commissioner
Dewan Direksi: Board of Directors:
Presiden Direktur Iwan Tirtha Iwan Tirtha President Director
Direktur Gusnaidi Hetminado Gusnaidi Hetminado Director
Direktur Ronaldo Anggijono Ronaldo Anggijono Director
Pada tanggal 30 September 2020 dan 31 Desember 2019, Perusahaan memiliki karyawan tetap masing-masing sebanyak 66 and 90 (tidak diaudit).
As of September 30, 2020 and December 31, 2019,
the Company has a total of 66 and 90 permanent employees, respectively (unaudited).
Berdasarkan Surat Keputusan Pengangkatan No.SIA-16/02/2020, tanggal 21 Pebruari 2020, menyatakan bahwa penunjukkan Gusnaidi Hetminado sebagai sekretaris Perusahaan.
Based on the decision letter No.SIA-16/02/2020, dated February 21, 2020, regarding stated that apppointment of Gusnaidi Hetminado as a Company Secretary.
Berdasarkan Surat Keputusan Pengangkatan No.SIA-19/02/2020, tanggal 21 Pebruari 2020, menyatakan bahwa susunan Komite Nominasi dan Remunerasi Perusahaan adalah sebagai berikut:
Based on the decision letter No.SIA-19/02/2020, dated February 21, 2020, regarding apppointment of the Nomination and Remunaration’s Committee are as follows: 30 September/ September 30 31 Desember/ December 31 2020 2019
Komite Nominasi dan Nomination and Remunaration
Remunerasi: Committee:
Ketua Samsul Hidayat -- Chairman
Anggota Tati Oetojo -- Members
1.a. Pendirian dan Informasi Umum
(Lanjutan) 1.a. Establishment and General Information (Continued)
Berdasarkan Surat Keputusan Pengangkatan No.SIA-24/02/2020, tanggal 21 Pebruari 2020, menyatakan bahwa susunan Komite Audit Entitas adalah sebagai berikut:
Based on the decision letter No.SIA-24/02/2020, dated February 21, 2020, regarding apppointment of the Entity's Audit Committee are as follows:
30 September/ September 30
31 Desember/ December 31
2020 2019
Komite Audit: Audit Committee:
Ketua Samsul Hidayat -- Chairman
Anggota Gatot Eko Nugrahanti -- Members
Anggota Annisa Amalia Kartini -- Members
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
SIGNIFIKAN 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
2.a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi
Keuangan (SAK)
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK – IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No.VIII.G.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan, keputusan Ketua Bapepam-LK No.KEP-347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik dan juga berdasarkan surat kepala eksekutif pengawas pasar modal nomor S-101/D.04/2020 perihal penerapan penyajian dan pengungkapan atas informasi keuangan setelah periode tahun buku.
2.a. Compliance with Financial Accounting Standards (SAK)
The financial statements were prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards comprising the Statement of Financial Accounting Standards (SFAS) and Interpretation of Financial Accounting Standards (IFAS) issued by the Financial Accounting Standard Board – Institute of Indonesia Chartered Accountants (DSAK – IAI), and prevailing regulations in the Capital Market including Regulations of the Financial Sevices Authority/Capital Market and
Financial Institution Supervisory Board
(OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 regarding guidelines for the presentation of financial statements, decree of Chairman of Capital Market and Financial Institution Supervisory Board No. KEP-347/BL/ 2012 regarding presentation and disclosure of financial statements of issuer or public company and also based on the letter of chief executive capital market supervisory number S-101 / D.04 / 2020 regarding the application of the presentation and disclosure of financial information after the financial year period.
Sebelum 1 Januari 2019 Before January 1, 2019
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Standar Akuntansi Keuangan – Entitas Tanpa Akuntan Publik (SAK-ETAP) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Financial statements have been prepared and presented in accordance with the Indonesian Financial Accounting Standard (SAK), namely the Financial Accounting Standards for Entities Without Public Accountibility issued by the Financial Accounting Standards Board –Institute of Indonesia Chartered Accountants (IAI).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2.a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) (Lanjutan) 2.a. Compliance Standards (SAK) with Financial Accounting
Setelah 1 Januari 2019 After January 1, 2019
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interprestasi Standar (ISAK) yang diterbitkan oleh DSAK – IAI.
Financial Statements have been prepared and presented in accordance with the Indonesian
Financial Accounting Standars, namely the
Statements of Financial Accounting Standars (SFAS) and Interpretation of Standards (IFAS) issued by the Financial Accounting Standards Board – Institute of Indonesia Chartered Accountants.
2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan yang diserahkan dalam perolehan aset.
2.b. Basis of Measurement and Preparation of Financial Statements
The financial statements have been prepared and presented based on going concern assumption and accrual basis of accounting, except for the statement of cash flows. Basis of measurement in preparation of these financial statements is the historical costs concept, except for certain accounts which have been prepared on the basis of other measurements as described in their respective policies. Historical cost is generally based on the fair value of the consideration given in exchange for assets.
Laporan arus kas disajikan dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The statement of cash flows is prepared using direct method by classifying cash flows into operating, investing and financing activities.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
The presentation currency used in the preparation of the financial statements is Indonesian Rupiah, which is the functional currency of the Company.
2.c. Pernyataan dan Interpretasi Standar
Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
2.c. New and Revised Statements and Interpretation of Financial Accounting Standards Effective in the Current Year
Berikut adalah standar baru, perubahan atas standar dan interpretasi standar yang telah diterbitkan oleh DSAK-IAI dan berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020 yaitu:
The following are new standards, amendments of standards and interpretation of standard issued by the Financial Accounting Standards Board – Institute of Indonesia Chartered Accountants and effectively applied for the period starting on or after January 1, 2020:
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2.c.Pernyataan dan Interpretasi Standar
Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan (Lanjutan)
2.c. New and Revised Statements and Interpretation of Financial Accounting Standards Effective in the Current Year (Continued)
Efektif pada 1 Januari 2020: Effective on January 1, 2020:
• Amandemen PSAK 1 “Penyajian laporan keuangan”;
• Amandemen PSAK 25 “Kebijakan akuntansi perubahan estimasi akuntansi, dan kesalahan tentang definisi material;
• PSAK 71 “Instrument keuangan”;
• PSAK 72 “Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan”;
• PSAK 73 “Sewa”;
• Amandemen PSAK 71 “Instrumen keuangan fitur percepatan pelunasan dengan kompensasi negatif”.
• Amendment to SFAS No. 1 “Presentation of
Financial Statements”;
• Amendment to SFAS 25 “Accounting policies,
changes to accounting estimates and errors regarding material definitions;
• SFAS 71 “Financial Instruments”;
• SFAS 72 “Revenue from contracts with
customers”;
• SFAS 73 “Leases”;
• Amendement to SFAS 71 “Financial instruments
featuring prepayment with negative
compensation”.
Pada tanggal otorisasi laporan keuangan ini, Perusahaan masih mengevaluasi dampak penerapan standar-standar yang relevan di atas terhadap laporan keuangan.
As at the authorisation date of these financial statements, the Company is still evaluating the impact of the above relevant standards on the financial statements.
2.d. Kas dan Setara Kas 2.d. Cash and Cash Equivalent
Kas dan setara kas termasuk kas, kas di bank (rekening giro), dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.
Cash and cash equivalents are cash on hand, cash in banks (demand deposits) and time deposits with maturity periods of three months or less at the time of placement that are not used as collateral or are not restricted.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2.e.Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Dalam menyiapkan laporan keuangan, Perusahaan mencatat dengan menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (“mata uang fungsional”). Mata uang fungsional Perusahaan adalah Rupiah.
2.e. Foreign Currency Transactions and Balances In preparing the financial statements, the Company keeps its records using the currency of the primary economic environment in which the entity operates (“the functional currency”). The functional currency of the Company is Rupiah.
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah dengan kurs spot antara Rupiah dan valuta asing pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, pos moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah menggunakan kurs penutup, yaitu kurs tengah Bank Indonesia pada 30 September 2020 dan 31 Desember 2019 sebagai berikut:
Transactions during the year in foreign currencies are recorded in Rupiah by applying the spot exchange rate between Rupiah and the foreign currency at the date of transactions. At the end of reporting period, foreign currency monetary items are translated to Rupiah using the closing rate, i.e. middle rate of Bank of
Indonesia on September 30, 2020 and December 31,
2019 as follows: 30 September/ September 30 31 Desember/ December 31 2020 2019 Rp Rp
1 US Dolar (USD) 14.918,00 13.901,01 1 US Dollar (USD)
1 Singapore Dolar (SGD) 10.909,37 10.320,74 1 Singapore Dolar (SGD)
1 Euro (EUR) 17.527,17 15.588,60 1 Euro (EUR)
1 Australian Dolar (AUD) 10.652,20 9.739,06 1 Australian Dolar (AUD)
2.f. Piutang Usaha
Piutang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar, dan kemudian diukur dalam nilai yang diamortisasi setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai piutang.
2.f. Account Receivables
Accounts receivable are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortized cost, net of allowance for impairment of receivables.
Penyisihan penurunan nilai piutang dibentuk berdasarkan evaluasi manajemen berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas saldo piutang. Piutang dihapuskan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih.
Allowance for impairment of receivables is established based on a review of the collectibility of outstanding amounts. Accounts are written-off as bad debts during the period in which they are determined to be not collectible.
2.g. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan metode First In
First Out (FIFO). Nilai realisasi neto merupakan
taksiran harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.
2.g. Inventories
Inventories are carried at the lower of cost and net realizable value. The cost of inventories comprise all costs of purchase, costs of conversion and other costs incurred in bringing the inventories to their present location and condition. Cost is determined
using the First In First Out (FIFO) method. Net
realisable value is the estimated selling price in the ordinary course of business less the estimated costs of completion and the estimated costs necessary to make the sale.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2.g. Persediaan (Lanjutan) 2.g. Inventories (Continued)
Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut.
The amount of any write-down of inventories to net realisable value and all losses of inventories shall be recognised as an expense in the period the write-down or loss occurs. The amount of any reversal of any write-down of inventories, arising from an increase in net realisable value, is recognised as a reduction in the amount of inventories recognised as an expense in the period in which the reversal occurs.
2.h. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
2.h. Prepaid Expenses
Prepaid expenses are amortized over their useful life by using the straight line method.
2.i. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.
2.i. Fixed Assets
Fixed assets are initially recognized at cost, which comprises its acquisition price and any cost directly attributable in bringing the assets to the location and condition necessary for it to be capable of operating in the manner intended by management.
Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.
When applicable, the cost may also comprises the initial estimate of the costs of dismantling and removing the item and restoring the site on which it is located, the obligation for which an entity incurs either when the item is acquired or as a consequence of having used the item during a particular period for purposes other than to produce inventories during that period.
Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.
After initial recognition, fixed assets, except land, are carried at its cost less any accumulated depreciation, and any accumulated impairment losses.
Tanah diakui sebesar harga perolehannya dan tidak
disusutkan. Lands are recognised at its cost and are not depreciated.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset sebagai berikut:
Depreciation of fixed assets starts when its available for use and its computed by using straight-line method based on the estimated useful lives of assets as follows:
Tahun/Years
Bangunan dan Renovasi Bangunan Sewa 4 - 20 Buildings and Leasehold Improvement
Mesin dan Peralatan Pabrik 4 - 8 Machinery and Factory Equipment
Kendaraan 4 Vehicles
Komputer dan Jaringan 4 - 8 Computer and Network
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2.i. Aset Tetap (lanjutan) 2.i. Fixed Assets (Continued)
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
An item of fixed assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is included in the statement of profit or loss and other comprehensive income in the year the asset is derecognized.
Pada setiap akhir periode pelaporan, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan di-reviu oleh manajemen Perusahaan, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
The residual values, useful lives and methods of depreciation of fixed assets are reviewed by the management of the Company, and adjusted prospectively, if appropriate, at each reporting period.
Hak atas tanah mempunyai masa manfaat bergantung dengan keyakinan manajemen atas manfaat ekonomis suatu hak yang diperoleh sesuai dengan ISAK 25.
Land rights have a useful lives depending on management's belief in the economic benefits of a right obtained under the ISAK 25.
Biaya perbaikan dan perawatan dibebankan langsung ke perhitungan laba rugi pada saat terjadinya biaya tersebut; sedangkan biaya-biaya yang berjumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara signifikan dikapitalisasi. Apabila suatu aset tetap tidak lagi digunakan atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi penyusutan aset tersebut dikeluarkan dari akun aset tetap dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diperhitungkan ke laba rugi tahun berjalan.
The cost of repairs and maintenance is charged directly to the profit and loss as incurred; while significant renewals or betterment are capitalized. When fixed assets are retired or otherwise disposed of, their carrying value and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in earnings.
Penilaian atas nilai tercatat aset dilakukan atas penurunan dan kemungkinan penurunan nilai tercatat aset jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi.
The carrying amounts of assets are reviewed for impairment and possible impairment on its carrying value when events or changes in circumstances indicate that their carrying values may not be fully recoverable.
Pada akhir periode pelaporan, Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat, nilai residu, metode penyusutan, dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.
At the end of each reporting period, the Company made periodic review of the useful lives, residual values, depreciation method and residual life based on the technical conditions.
2.j. Penurunan Nilai Aset Non - Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan, Perusahaan menentukan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut.
2.j. Impairment of Non - Financial Assets
At the end of each reporting period, the Company assesses whether there is any indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, the Company shall estimate the recoverable amount of the asset. Recoverable amount is determined for an individual asset, if it is not possible, the Company determines the recoverable amount of the asset’s cash-generating unit.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2.j. Penurunan Nilai Aset Non – Keuangan
(Lanjutan) 2.j. Impairment of Non - Financial Assets (Continued)
Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari aset atau unit penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan nilainya diukur.
The recoverable amount is the higher of fair value less costs to sell and its value in use. Value in use is the present value of the estimated future cash flows of the asset or cash generating unit. Present values are computed using pre-tax discount rates that reflect the time value of money and the risks specific to the asset or unit whose impairment is being measured.
Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai dan segera diakui dalam laba rugi.
If, and only if, the recoverable amount of an asset is less than its carrying amount, the carrying amount of the asset shall be reduced to its recoverable amount. The reduction is an impairment loss and is recognized immediately in profit or loss.
Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai.
An impairment loss recognized in prior period for an asset other than goodwill is reversed if, and only if, there has been a change in the estimates used to determine the asset’s recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If this is the case, the carrying amount of the asset shall be increased to its recoverable amount. That increase is a reversal of an impairment loss.
2.k. Pengakuan Pendapatan dan Beban 2.k. Revenue and Expense Recognition
Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Perusahaan dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Revenue is recognized when it is probable that the economic benefits will flow to the Company and the amount of revenue can be measured reliably. Revenue is measured at the fair value of the consideration received, excluding discounts, rebates and Value Added Tax (VAT).
Penjualan barang Sale of goods
Penjualan barang diakui pada saat terjadinya perpindahan kepemilikan atas barang kepada pelanggan, yaitu pada saat penyerahan barang, atau dalam hal barang disimpan di gudang Perusahaan atas permintaan pelanggan, pada saat diterbitkan faktur.
Sales of goods are recognized upon the transfer of ownership of the goods to the customer, either upon delivery of the goods, or in the case of goods stored in the Company’ warehouse, at the request of the customer, when invoices are issued.
Pendapatan atas order penjualan yang pendanaannya sudah tersedia secara pasti dan secara khusus ditujukan untuk membayar produk yang diorderkan, kemungkinan pembatalannya sangat kecil, dan sebagian terbesar porsi pekerjaan telah dikerjakan perusahaan, diakui pada tahun berjalan secara proporsional dengan nilai kontrak sebesar persentase tingkat penyelesaian pekerjaan yang disetujui pemberi kerja (side letter). Persentase tingkat penyelesaian pekerjaan dihitung sebesar perbandingan antara realisasi biaya pekerjaan sampai saat pelaporan keuangan dan prognosa seluruh biaya pekerjaan tersebut. Beban diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.
Revenue from sales orders that the funding is already available for certain and specifically intended to pay for a product that is ordered, the possibility of cancellation is very small, and most of the portion of the work has been done by the company, is recognized in current year in proportion to the contract value in the percentage of work completion approved by employer (side letter). The percentage of work completion rate is calculated at the ratio between the realised cost of the work to date of financial reporting and the prognosis of the entire cost of the work. Expenses are recognised as incurred on an accrual basis.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2.l. Imbalan Kerja
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.
2.l. Employee Benefits Short-term Employee Benefits
Short-term employee benefits are recognized when an employee has rendered service during accounting period, at the undiscounted amount of short-term employee benefits expected to be paid in exchange for that service.
Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain
upah, gaji, bonus dan insentif. Short term employee benefits include, among others, wages, salaries, bonus and incentive.
Imbalan Pascakerja
Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (”UU 13/2003”).
Post-employment Benefits
Post-employment benefits such as retirement, severance and service payments are calculated based on Labor Law No. 13/2003 (“Law 13/2003”).
Perusahaan mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan imbalan tersebut.
The Company recognizes the amount of the net defined benefit liability at the present value of the defined benefit obligation at the end of the reporting period less the fair value of plan assets which is calculated by independent actuaries using the Projected Unit Credit method. Present value of benefit obligation is determine by discounting the benefits.
Perusahaan mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktif informal entitas.
The Company accounts not only for its legal obligation under the formal terms of a defined benefit plan, but also for any constructive obligation that arises from the entity’s informal practices.
Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi.
Current service cost, past service cost and gain or loss on settlement, and net interets on the net defined benefit liability (asset) are recognized in profit and loss.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai penghasilan komprehensif lain.
The remeasurement of the net defined benefit liability (assets) comprising actuarial gains and losses, the return on plan assets, and any change in effect of the asset ceiling is recognized in other comprehensive income.
2.m. Pajak Penghasilan 2.m. Income Tax
Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.
Tax expense is the aggregate amount included in the determination of profit or loss for the period in respect of current tax and deferred tax. Current tax and deferred tax is recognized in profit or loss, except for income tax arising from transactions or events that are recognized in other comprehensive income or directly in equity. In this case, the tax is recognized in other comprehensive income or equity, respectively.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2.m. Pajak Penghasilan (lanjutan) 2.m. Income Tax (continued)
Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode-periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode tersebut, maka kelebihannya diakui sebagai aset. Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada (direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan undang-undang pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan.
Current tax for current and prior periods shall, to the extent unpaid, be recognised as a liability. If the amount already paid in respect of current and prior periods exceeds the amount due for those periods, the excess shall be recognised as an asset. Current tax liabilities (assets) for the current and prior periods shall be measured at the amount expected to be paid to (recovered from) the taxation authorities, using the tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted by the end of the reporting period.
Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan.
Tax benefits relating to tax loss that can be carried back to recover current tax of a previous periods is recognized as an asset. Deferred tax asset is recognized for the carryforward of unused tax losses and unused tax credit to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the unused tax losses and unused tax credits can be utilized.
Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari:
a) pengakuan awal goodwill; atau
b) pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).
A deferred tax liability shall be recognised for all taxable temporary differences, except to the extent that the deferred tax liability arises from:
a) the initial recognition of goodwill; or
b) the initial recognition of an asset or liability in a transaction which is not a business combination and at the time of the transaction, affects neither accounting profit nor taxable profit (tax loss).
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).
A deferred tax asset shall be recognised for all deductible temporary differences to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the deductible temporary difference can be utilised, unless the deferred tax asset arises from the initial recognition of an asset or liability in a transaction that is not a business combination and at the time of the transaction affects neither accounting profit nor taxable profit (tax loss).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2.m. Pajak Penghasilan (lanjutan) 2.m. Income Tax (continued)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.
Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the period when the asset is realized or the liability is settled, based on tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted by the end of the reporting period. The measurement of deferred tax liabilities and deferred tax assets shall reflect the tax consequences that would follow from the manner in which the Company expects, at the end of the reporting period, to recover or settle the carrying amount of its assets and liabilities.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan. Perusahaan mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan hingga kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai.
The carrying amount of a deferred tax asset is reviewed at the end of each reporting period. The Company shall reduce the carrying amount of a deferred tax asset to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will be available to allow the benefit of part or all of that deferred tax asset to be utilised. Any such reduction shall be reversed to the extent that it becomes probable that sufficient taxable profit will be available.
Perusahaan melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika:
a) Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini; dan b) aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas:
i. entitas kena pajak yang sama; atau
ii. entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
The Company offsets deferred tax assets and deferred tax liabilities if, and only if:
a) the Company has a legally enforceable right to
set off current tax assets against current tax liabilities; and
b) the deferred tax assets and the deferred tax
liabilities relate to income taxes levied by the same taxation authority on either:
i. the same taxable entity; or
ii. different taxable entities which intend
either to settle current tax liabilities and assets on a net basis, or to realize the
assets and settle the liabilities
simultaneously, in each future period in which significant amounts of deferred tax liabilities or assets are expected to be settled or recovered.
Perusahaan melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika, Perusahaan:
a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang diakui; dan
b) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
The Company offsets current tax assets and current tax liabilities if, and only if, the Company:
a) has legally enforceable right to set off the
recognized amounts, and
b) intends either to settle on a net basis, or to realize the assets and settle liabilities simultaneously.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2.n. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam suatu periode.
2.n. Earnings Per Share
Basic earnings per share is computed by dividing the profit or loss attributable to ordinary equity holders of the parent entity by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the period.
Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar, atas dampak dari seluruh instrument berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
For the purpose of calculating diluted earnings per share, the Company shall adjust profit or loss attributable to ordinary equity holders of the parent entity, and the weighted average number of shares outstanding, for the effect of all dilutive potential ordinary shares.
2.o. Segmen Operasi 2.o. Operating Segment
Perusahaan menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang dimilikinya. Segmetasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal di dalam Perusahaan.
The Company presents operating segments based on the financial information used by the chief operating decision maker in assessing the performance of segments and in the allocation of resources. The segments are based on the activities of each of the operating legal entities within the Company.
Sebuah segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
• yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
An operating segment is a component of entity:
• that engages in business activities from which it
may earn revenues and incur expenses (including revenues and expenses relating to the transactions with other components of the same entity);
• hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
• whose operating results are regularly reviewed
by chief operating decision maker to make decisions about resources to be allocated to the segment and assess its performance; and
• tersedia informasi keuangan yang dapat
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2.p. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:
2.p. Related Parties Transactions and Balances A related party is a person or an entity that is related to the reporting entity:
a) Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
a) A person or a close member of that person’s
family is related to a reporting entity if that person:
i. has control or joint control over the reporting
entity;
ii. has significant influence over the reporting entity; or
iii. is a member of the key management
personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity.
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain). ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau
ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari
entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas
pelapor adalah entitas yang
menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
b) An entity is related to the reporting entity if any
of the following:
i. The entity, and the reporting entity are
members of the same Company (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others).
ii. One entity is an associate or joint venture of
the other entity (or an associate or joint venture of a member of a company of which the other entity is a member).
iii. Both entities are joint ventures of the same
third party.
iv. One entity is a joint venture of a third entity
and the other entity is an associate of the third entity.
v. The entity is a post-employment benefit plan
for the benefit of employees of either the reporting entity, or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity in itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued)
2.p. Transaksi dan Saldo dengan
Pihak Berelasi (lanjutan) 2.p. Related Parties Transactions and Balances (continued)
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika
memenuhi salah satu hal berikut: (lanjutan) b) An entity is related to the reporting entity if any of the following: (continued)
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a).
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
vi. The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a).
vii. A person identified in (a) (i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or a parent of the entity).
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan yang relevan.
All significant transactions and balances with related parties are disclosed in the relevant Notes.
2.q. Sewa 2.q. Leases
Penentuan apakah suatu perjanjian sewa atau suatu perjanjian yang mengandung sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya pada tanggal awal sewa.
The determination of whether a lease agreement or an agreement containing with a lease is a finance lease or an operating lease depends on the substance of transaction rather than the form of the contract at the inception date of lease.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tersebut tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
A lease is classified as finance leases if it transfers substantially all the risks and rewards incidental to ownership. A lease is classified as an operating lease if it does not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership.
2.r. Provisi 2.r. Provisions
Provisi diakui bila Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu dan kemungkinan besar penyelesaian kewajiban menyebabkan arus keluar sumber daya serta jumlah kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal.
A provision is recognized when Company has a present (legal or constructive) obligation as a result of past event and it is probable that an outflow of resources will be required to settle the obligation and the amount of the obligation can be estimated reliably.
Jumlah yang diakui sebagai provisi merupakan estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan berbagai risiko dan ketidakpastian yang selalu mempengaruhi berbagai peristiwa dan keadaan. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
The amount recognized as a provision shall be the best estimate of the expenditure required to settle the present obligation at the end of the reporting period, by taking into account the risks and uncertainties that inevitably surround many events and circumstances. Where a provision is measured using the estimated cash flows to settle the present obligation, its carrying amount is the present value of those cash flows.