• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Mood, Understand, Recall, Digest, Expand And Review (Murder) dengan Pembelajaran Konvensional pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X SMA N 14 Padang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Mood, Understand, Recall, Digest, Expand And Review (Murder) dengan Pembelajaran Konvensional pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X SMA N 14 Padang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1 Persentase Kentuntasan Nilai Rata-rata Ulangan Harian Semester 1 Kelas X SMA N 14 Padang Tahun ajaran 2013/2014
Tabel 2 : Distribusi Frekuensi Tes Akhir Kelas Ekperimen
Tabel 3 : Distribusi Frekuensi Tes Akhir Kelas Kontrol No Kelas interval Fi % 1 56 – 60 7 22,58 2 61 – 65 2 6,45 3 66 – 70 2 6,45 4 71– 75 7 22,58 5 76 – 80 9 29,03 6 81 – 84 4 12,90 N 31 X 71,48 Me 73,7 Mo 78,85 Max 84 Min 56 Standar Deviasi 9,04 KKM 75 T

Referensi

Dokumen terkait

Banyubiru 03 Kecamatan Banyuberu Kabupaten Semarang, (Salatiga, SATAIN Salatiga, 2011), hlm.. Dari hasil observasi secara langsung peneliti sebelum melakukan penelitian

SEGMEN BERITA REPORTER A Walikota Award Penghargaan Pemkot Bagi Media. Apa Kabar Jogja RBTV Menerima 2

Kemasan yang digunakan untuk distribusi mangga arumanis umumnya adalah kotak kardus ber-flute dengan ketebalan 0,853 mm (Schuur 1988). Kar- dus ber-flute yaitu kardus

El Programa Nacional para la Innovación Agraria en Raíces y Tuberosas en el año 2011 ha realizado las acciones de investigación, producción de semilla pre- básica (semilla

Agama Islam menjelaskan konsep interaksi sosialnya secara sistematis, yang antara lain di dalamnya terkandung anjuran untuk bersikap kasih dan sayang ( Mawaddah wa Rahmah )

Karena berkat Rahman dan Rahim-Nya pula laporan Penelitian skripsi yang berjudul ” ANALISIS PENGARUH LEADER MEMBER EXCHANGE (LMX) TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus di

Sistim pewarisan lahan yang tergolong primogenitur yang menyebabkan dominannya pemilikan lahan di kalangan kepala keluarga (laki-laki), lokasi repong yang jauh dari pemukiman