• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "METODE PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Retrospektif

Retrospektif Faktor risiko (+)

Faktor risiko (-)

Faktor risiko (-) Faktor risiko(+) (=)((+)(+)

Populasi (Sampel) Penderita Asfiksia Neonatorum

Bukan Asfiksia Neonatorum (Kasus)

(Kontrol) BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain case control study,

sebagai kasus adalah bayi lahir dengan asfiksia neonatorum dan kontrol adalah

bayi bukan asfiksia neonatorum. Penelitian ini ialah suatu penelitian (survey)

analitik yang menyangkut bagaimana faktor tersebut dipelajari dengan

pendekatan retrospektif (Notoatmodjo, 2005)

(2)

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini telah dilaksanakan pada Tanggal 20 Juni s/d 11 Juli 2011 di

RSU Provinsi Sulawesi Tenggara. Pemilihan lokasi dengan pertimbangan terjadi

peningkatan prevalensi kasus Asfiksia Neonatorum di Rumah sakit dimana RSU

Provinsi Sulawesi Tenggara yang merupakan rumah sakit rujukan untuk kasus

yang tidak dapat ditangani oleh pusat-pusat kesehatan lainnya yang ada di kota

Kendari dan Sulawesi Tenggara secara umum

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang dirawat diruang

perawatan bayi di RSU Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2010 dan tercatat

pada register ruang perawatan bayi di RSU Provinsi Sulawesi Tenggara yang

berjumlah 1486 kelahiran dengan populasi kasus 118. 2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang dianggap mewakili populasi.

Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini dibagi dalam 2 golongan

yaitu :

a) Kasus adalah bayi yang menderita asfiksia neonatorum tahun 2010 yang

tercatat di buku register pasien ruang perawatan bayi yaitu berjumlah 30

sampel

b) Kontrol adalah bayi yang tidak menderita asfiksia neonatorum tahun 2010

yang tercatat di buku register pasien ruang perawatan bayi yaitu berjumlah

30 sampel

Sampel kasus pada penelitian ini berjumlah 60 sampel. Besar sampel

ini sudah representatif dan sejalan dengan perhitungan dengan

menggunakan tabel Lamenshow (1997) berdasarkan tabel 10e, dengan

(3)

{Z 1-α/2 √[2P2 Q2] + Z1-β √[P1 Q1 + P2 Q2]}2 n =

(P1 – P2)2

(OR) P2 P1 =

(OR) P2 + (1 – P2)

80%, dan hipotesis alternatif = 2 sisi, didapatkan jumlah sampel dengan

rumus sebagai berikut :

Sumber : Lamenshow, 1997

Keterangan :

n = Perkiraan besar sampel OR = Odds Ratio (5,0)

Zα = Tingkat kepercayaan (95% = 1,96) Zβ = Kekuatan penelitian (80% =0,842 ) P1 = Pemaparan pada kelompok kasus

P2 = Pemaparan pada kelompok kontrol (0,45)

Q1 = (1- P1)

Q2 = (1- P2)

P = ½ (P1+P2)

Q = ½ (Q1+Q2)

Sebelum besar sampel ditentukan dengan rumus di atas, dilakukan

penentuan pemaparan pada kelompok kasus (P1) dengan menggunakan

rumus sebagai berikut:

(4)

{Z 1-α/2 √[2P2 Q2] + Z1-β √[P1 Q1 + P2 Q2]}2 n =

(P1 – P2)2

(2,25) (2,25) + (0,55)

Q1 = 1- 0,80= 0,2 Q2 = 1- 0,45 = 0,55

Penentuan besar sampel adalah sebagai berikut:

= {1,96 √[2(0,45)(0,55)] + 0,84 √[(0,80x0,2)+(0,45x0,55)]}2 (0,80 – 0,45)2

= {(1,96 x 0,70) + (0,84 x 0,64)}2 (0,35)2

= (1,37+0,54 )2 (0,35)2

= 3,648 0,123

= 29,6= 30

3. Teknik penarikan sampel

Pengambilan sampel pada kelompok kasus dalam penelitian ini

menggunakan tehnik simple random sampling yaitu metode yang hanya

boleh digunakan peneliti jika populasi yang diteliti adalah homogen. Tehnik ini

dapat dilakukan dengan dua cara yakni secara undian atau random table.

(Sandjaya B, 2006). Tehnik simple random sampling diambil 60 sampel dari

1486 bayi pada populasi dengan pertimbangan besarnya sampel pada = 0,80

(5)

kelompok kasus dan kontrol diambil perbandingan 1 : 1 dengan matching usia

ibu 20-34 tahun, jenis kelamin bayi, status janin tunggal. Dengan demikian,

jumlah sampel kasus 30 responden dan sampel kontrol 30 responden

sehingga total sampel sebanyak 60 responden.

a) Kriteria inklusi

Kriteria untuk dipilih sebagai sampel kasus dalam penelitian ini adalah

1) Bayi dinyatakan menderita asfiksia neonatorum berdasarkan diagnosis

dokter.

2) Memiliki catatan medik yang lengkap terdiri dari nama ibu, usia ibu,

alamat, usia kehamilan ibu, berat badan lahir bayi, paritas, dan bentuk

persalinan.

3) Bertempat tinggal di wilayah Kota Kendari.

4) Bersedia menjadi responden

b) Kriteria Esklusi

1) Tidak memiliki catatan medik yang lengkap terdiri dari nama ibu, alamat,

usia kehamilan ibu, berat badan lahir bayi, paritas,dan bentuk

persalinan.

2) Bertempat tinggal di luar wilayah Kota Kendari.

(6)

D. Metode Pengumpulan Data a. Data primer

Data primer adalah data yang langsung diambil atau diperoleh dari

responden baik melalui wawancara menggunakan kuesioner.

b. Data sekunder

Data sekunder diperoleh dari instansi terkait yang ada hubungannya

dengan penelitian ini. Data yang diperoleh berupa data rekam medik dan

registrasi pasien di ruang perawatan bayi RSU Provinsi Sulawesi Tenggara

tahun 2010 yang ada hubungannya dengan penelitian ini.

E. Pengolahan, Analisis dan Penyajian Data 1. Pengolahan Data

Menurut Notoatmodjo (2005) pengolahan data menggunakan tehnik

editing, coding, dan tabulating. Adapun pelaksanaannya meliputi :

a. Editing

Editing dilakukan untuk meneliti setiap daftar pertanyaan yang sudah

diisi. Editing meliputi memeriksa kelengkapan data, memeriksa

kesinambungan data dan keseragaman data.

(7)

Langkah ini dapat dilakukan hanya memberi kode pada responden

untuk memudahkan analisis data dan mengklasifikasikan data menurut

jenisnya.

c. Tabulating

Memberi kategori dan skor terhadap responden dengan menggunakan

sistem kategori dan nilai kemudian menjumlahkan hasil dan skor yang

didapat dan mengklasifikasikan untuk selanjutnya dibuat tabel distribusi

frekuensi.

2. Analisis Data

Adapun analisis yang digunakan yaitu :

a. Analisis Univariat

Analisis univariat dilakukan secara deskriptif pada masing-masing

variabel penelitian dalam bentuk distribusi frekuensi. Persentase disertai

dengan penjelasan-penjelasan tabel :

P= f

N X100

Keterangan :

f = Jumlah variabel yang diteliti N = Number of cases

P = Angka persentase variabel yang diteliti (Hidayat, 2007)

(8)

ad OR =bc

Analisis bivariat dilakukan dengan pengujian hipotesis null (Ho). Untuk

mengetahui kemaknaan hubungan (p) dilakukan uji Chi Square dan

besarnya risiko dengan Odds Ratio (OR).

1) Uji chi-square (Mantel and Haenzel) :

Dasar pengambilan keputusan penelitian hipotesis (Budiarto, 2002)

adalah:

a) H0 diterima jika X2hitung ≤ X2tabel atau p value ≥ (α) = 0,05

b) H0 ditolak jika X2hitung > X2tabel atau p value < (α) = 0,05

2) Odds Ratio (OR)

Setelah dilakukan uji Chi Square maka analisa data dilanjutkan

dengan perhitungan Odds Ratio dengan Rumus:

(Chandra B, 2008)

Untuk lebih jelasnya prinsip penelitian kasus kontrol dapat dilihat

pada tabel 2x2 berikut ini :

Tabel 4.1

Kontingensi 2 x 2 pada penyakit Asfiksia Neonatorum

Faktor risiko Penyakit T o t a l

(9)

Positif a b ab

Negatif c d cd

Total ac bd Total

Sumber : Chandra B, 2008

Keterangan :

a = Jumlah kasus dengan risiko positif (+)

b = Jumlah kontrol dengan risiko positif (+)

c = Jumlah kasus dengan risiko negatif (-)

d = Jumlah kasus dengan risiko negatif (-)

Adapun ketentuan yang digunakan OR adalah sebagai berikut :

a)Interval kepercayaan sebesar 95 % dengan nilai Z = 1,96

b)Nilai kemaknaan untuk melihat antar variabel dengan kasus

ditentukan batas-batas (limit) sebagai berikut :

1. Bila OR = 1, artinya faktor risiko bersifat netral, risiko kelompok

terpajan sama dengan kelompok tidak terpajan.

2. Bila OR>1, artinya faktor risiko menyebabkan sakit (merupakan

faktor risiko)

3. Bila OR<1, artinya faktor risiko mencegah sakit (Chandra, 2008) Nilai OR dianggap bermakna jika nilai lower limit dan Upper limit

tidak mencakup 1 (Ho ditolak)

Upper = OR (1+z/x) Lower = OR (1-z/x)

3. Penyajian Data

Data yang telah diolah dan dianalisis, disajikan dalam bentuk tabel

distribusi frekuensi yang disertai dengan penjelasan agar lebih mudah

(10)

F. Etika Penelitian

Peneliti menggunakan subyek penelitian pada kasus asfiksia neonatorum di

ruang rawat inap RSU Provinsi Sulawesi Tenggara, maka sebelum melakukan

penelitian, peneliti mengajukan permohonan pada Direktur Rumah Sakit Umum

Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara

dengan tembusan disampaikan kepada Ketua Stikes Mandala Waluya Kendari,

untuk mendapatkan ijin persetujuan melakukan penelitian. Setelah mendapat

persetujuan, penelitian dilakukan dengan menekankan pada masalah etika

meliputi :

a. Lembar persetujuan penelitian diberikan pada responden. Hal ini bertujuan

agar subyek mengetahui maksud dan tujuan penelitian, serta dampak yang

diteliti selama pengumpulan data. Jika subyek bersedia diteliti maka harus

menandatangani lembar persetujuan jika subyek menolak untuk diteliti maka

peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati haknya. b.Anonimity

Untuk menjaga kerahasian identitas subyek, peneliti tidak akan mencantumkan

nama subyek pada lembar pengumpulan data (kuesioner) yang diisi oleh

subyek tersebut hanya diberi kode tertentu. c.Confindentiality

Gambar

Gambar  4.1 Desain case control study

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dengan Populasi ibu yang mengalami abortus inkomplit disertai syok hemoragik, sampel berjumlah 48, besarnya sampel sama dengan populasi yang tercatat dalam buku register

Apakah semua pasien tercatat pada register rawat jalan, rawat inap dan register gawat darurat dengan lengkap.. Apakah buku obat tertulis dengan

Sampel ialah pasien yang tercatat pada buku register dan database rekam medis yang dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang terdiagnosis sebagai benda

Data kegiatan pelayanan pasien atau status pasien di catat pada buku registrasi pasien yang terdiri dari variabel mor register perawatan, tanggal masuk, nama, umur,

Sampel kontrol adalah sebagian anak balita yang tercatat pada data rekam medik rawat inap ruang perawatan anakdi RSUD Bangkinang Kabupaten Kampar yang tidak menderita

Kasus adalah semua tersangka TB Paru berusia &gt;15 tahun yang tercatat dalam buku register TB paru dari bulan Januari 2008 sampai Juni 2008 dan pada pemeriksaan sputum oleh

4.2 Pembahasan Hubungan karakteristik neonatus asfiksia BBLR, lahir dengan SC, pertumbuhan terhambat/ IUGR dengan kematian bayi di ruang perinatologi RSUD Indramayu tahun 2013 maka

2 Peneliti menyiapkan kuisioner pemanfataan buku KIA dan kesiapan ibu hamil primigravida dalam perawatan bayi baru lahir dan lembar informed consent 3 Peneliti mencari responden yang