Kebijakan dan Perkembangan Investasi Di
Indonesia
BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
Jakarta, 10 Desember 2020
Realisasi Investasi Sektor Pariwisata 2016 sampai dengan Periode Januari – September 2020*)
Kondisi Ekonomi Indonesia Secara Makro (1)
Situasi Covid-19 di Indonesia:
82,3% 64,3%
Kasus Aktif Tingkat Kesembuhan
17,7% 35,7%
Target Program Vaksinisasi
160 Juta Penduduk hingga Maret 2022
Sumber Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Oktober 2020 Per 7 Desember 2020
Nilai PDB Indonesia hingga Triwulan III 2020
Rp 11.505 Triliun
Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021
5 – 5,3%
Tren Pertumbuhan GDP 2020
2,97%
-5,32%
-3,49%
TW I TW II TW III >
<
Realisasi Investasi Sektor Pariwisata 2016 sampai dengan Periode Januari – September 2020*)
Kondisi Ekonomi Indonesia Secara Makro (2)
0,00%
0,50%
1,00%
1,50%
2,00%
2,50%
3,00%
3,50%
4,00%
Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November
2019 2020
Proyeksi Inflasi 2021
3%
Neraca Perdagangan Indonesia Periode Jan – Okt 2020 Surplus 17,07 Miliar USD
131,7 130,4
121,0 127,9
130,5 131,7
135,1 137,0 135,2
133,7 133,6
110,0 115,0 120,0 125,0 130,0 135,0 140,0
Jan Feb Maret April Mei Jun Jul Aug Sept Okt Nov
Setara dengan pembiayaan 9,9 bulan impor
(diatas standar kecukupan internasional 3 bulan)
Tren Inflasi Indonesia 2019 - November 2020
Tren Cadangan Devisa 2020 (Miliar USD) Tren Neraca Perdagangan Net Ekspor (Impor) Miliar USD
Jan Feb Maret April Mei Jun Jul Aug Sept
Tren Perkembangan Kredit (Rp Triliun) 5502,8 5538,2 5712,0 5610,0 5585,9 5549,2 5536,2 5521,9 5530,6 Kredit Belum Tersalurkan (Rp Triliun) 1630,1 1650,3 1670,7 1630,3 1619,1 1608,0 1654,9 1637,5 1655,8
1570,0 1580,0 1590,0 1600,0 1610,0 1620,0 1630,0 1640,0 1650,0 1660,0 1670,0 1680,0
5350,0 5400,0 5450,0 5500,0 5550,0 5600,0 5650,0 5700,0 5750,0
3,24
2,35 2,44
3,61
Juli Agustus September Oktober
Pertumbuhan Kredit dan Kredit Menganggur
(Undisbursed Loan) Januari – September 2020
Realisasi Investasi
Jan – Sept 2020
Rp 611,6 T
Perkembangan realisasi investasi Indonesia Januari – September tahun 2020
(tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan)
74,8%
Realisasi Investasi
Jan – Sept 2019
Rp 601,3 T
SEPANJANG JAN – SEP 2020 INVESTASI MENYERAP (TKI)
861.581
Rp 307,5 T Jawa
(50,3 %)
Luar Jawa
Rp 304,1T (49,7%)
Sumber: BKPM, 2020
Rp 94,3T DDI
(49,1%) Rp 97,6T FDI
(50,9%)
Rp 309,9 T (50,7%) PMDN
Rp 301,7 T (49,3%) PMA
TW III (q-o-q) TW III (y-o-y) Jan – Sep (y-o-y)
PMA 8,7% 1,0% -5,1%
PMDN 9,1% 2,2% 9,3%
Total 8,9% 1,6% 1,7%
Target Investasi 2020
Rp 817,2 T
4,5 1,1
2,1 2,5
3,5
7,2
Lainnya Korea Selatan Jepang Hongkong,
RRT R.R. Tiongkok
Singapura
Perkembangan realisasi investasi Indonesia Januari – September tahun 2020
(tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan)
Berdasarkan Wilayah
Berdasarkan Sektor
Rp. 307,5T
(50,3%) Rp. 20,1T (3,3%) Rp. 51,9T
(8,5%) Rp. 53,3T (8,7%)
Rp. 144,2T (23,6%)
Rp. 34,6T (5,7%)
5 Besar Negara asal Investor
(dalam USD Miliar) Sebaran Investasi
Berdasarkan Lokasi
34,2%
16,7%
10,2%
5,5%
21,6%
11,8%
Jawa Rp 307,5T
(50,3%) Luar Jawa
Rp 304,1 T (49,7%)
Jawa Barat Rp. 86,3 T
14,1%
DKI Jakarta Rp. 72,5T
11,9%
Jawa Timur Rp. 66,5 T
10,9%
Banten Rp. 42,0 T
6,9%
Jawa Tengah Rp. 37,5 T
6,1%
Lainnya Rp. 306,7 T
50,2%
Primer Rp. 71,,0 T
11,6%
Sekunder Rp. 201,9 T
33,0%
Tersier 338,7 T 55,4%
Sumber: BKPM, 2020
Realisasi Investasi bidang usaha Telekomunikasi dan ICT Januari – September tahun 2020
5 Besar Negara asal Investor
(dalam USD Ribu)
Sumber: BKPM, 2020
PMDN 33%
PMA 67%
Rp 10,3 T
Rp 21,1 T
Nilai Realisasi PMA dan PMDN bidang usaha Telekomunikasi dan ICT
Total: Rp 31,4 T
6.727,90 13.704,80
104.739,50 104.968,60
1.206.954,30
Jepang Irlandia Amerika Serikat Hongkong, RRT Singapura
SEPANJANG JAN – SEP 2020 INVESTASI MENYERAP (TKI)
2.799
Target investasi 2020 s.d 2024
No Sasaran Stategis dan Indikator
Kinerja Renstra BKPM 2020-2024 Satuan 2020 2021 2022 2023 2024
1 Nilai realisasi penanaman modal Rp Triliun 817,2 858,5 968,4 1.099,8 1.239,3
2 Nilai realisasi penanaman modal sektor
sekunder Rp Triliun 227,2 268,7 352,5 483,9 646,1
3 Sebaran penanaman modal berkualitas
(di luar Jawa) % 48,3% 49,0% 49,7% 50,6% 51,7%
4 Kontribusi investasi dalam negeri/PMDN
termasuk UMKM % 48,8% 49,7% 50,3% 51,9% 53,1%
Sumber : Renstra BKPM 2020 – 2024
Total Realisasi Investasi Tahun 2015 s.d 2019 sebesar Rp. 3.381,9 T
Target Investasi Tahun 2020 s.d 2024 sebesar
Rp. 4.983,2 T
47,3%
Realisasi Investasi Sektor Pariwisata 2016 sampai dengan Periode Januari – September 2020*)
Target Negara Sumber Investasi dan Kantor Perwakilan BKPM di Luar Negeri
Amsterdam
Beijing Seoul
Lokasi IIPC Eksisting
Lokasi Penambahan IIPC
Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) merupakan perwakilan resmi BKPM di luar negeri yang bertugas mempromosikan investasi Indonesia ke para calon investor di luar negeri.
Amerika Serikat
Taiwan
Korea Selatan
Jepang
Hong Kong, China
Negara 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Klasifikasi
Singapura 1 1 1 2 2 2 2 Sangat Mudah
Malaysia 6 18 18 23 24 15 12 Sangat Mudah
Thailand 18 26 49 46 26 27 21 Sangat Mudah
Brunei Darussalam 59 101 84 72 56 55 66 Mudah
Vietnam 99 78 90 82 68 69 70 Mudah
Indonesia 120 114 109 91 72 73 73 Mudah
Filipina 108 95 103 99 113 124 95 Mudah
Kamboja 137 135 127 131 135 138 144 Medium
Laos 159 148 134 139 141 154 154 Di bawah Rata-Rata
Myanmar 182 177 167 170 171 172 165 Di bawah Rata-Rata
Sumber: World Bank, 2020
Komparasi Kemudahan Berusaha antar Negara ASEAN 2014 – 2020
No. 2014 2015 2016 20171 2018 2019 2020 Peringkat Kemudahan Berusaha secara Keseluruhan 120 114 109 91 72 73 73 Peringkat setiap Indikator:
1 Penyelesaian Perkara Kepailitan 144 75 77 76 38 36 38
2 Penyelesaian Sengketa Perdata melalui Pengadilan 147 172 170 166 145 146 139
3 Perlindungan terhadap Investor Minoritas 52 43 88 70 43 51 37
4 Memulai Usaha 175 155 173 151 144 134 140
5 Penyambungan Listrik 121 78 46 49 38 33 33
6 Pendaftaran Properti 101 117 131 118 106 100 106
7 Akses Perkreditan 86 71 70 62 55 44 48
8 Perizinan untuk Mendirikan Bangunan 88 153 107 116 108 112 110
9 Pembayaran Pajak 137 160 148 104 114 112 81
10 Perdagangan Lintas Negara 54 62 105 108 112 116 116
Peringkat kemudahan berusaha Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan namun masih stagnan untuk beberapa komponen
Sumber: World Bank, 2020
Komponen data Kemudahan Berusaha (EoDB) Indonesia
Tingkat rasio produktivitas (ICOR) Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan negara lain (2018)
14,0
(Rp triliun)
Potensi Realisasi Investasi Rp 708 Triliun yang Sedang Difasilitasi oleh BKPM
Perusahaan yang selesai difasilitasi:
PT Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP)
211,9
(Rp triliun) 61,2
(Rp triliun)
39,2
(Rp triliun)
21,7
(Rp triliun)
9,5
(Rp triliun)
(Tanjung Jati Power)
38,0
(Rp triliun)
(Tenaga Listrik Bengkulu)
5,2
(Rp triliun)
1,8 (
Rp triliun) (GalempaSejahtera Bersama)
2,0 (
Rp triliun)1,8 (
Rp triliun)1,8
(
Rp triliun) Lain-Lain1,4
(
Rp triliun)1,1 (
Rp triliun)Rp 708,0 T
Potensi Realisasi investasi
±Rp 474,9 T
(67,1%)
Nilai potensi investasi telah difasilitasi
BKPM tidak hanya memfasilitasi permasalahan investasi besar, tetapi juga investasi menengah & kecil
Klaten, Jawa Tengah Dumai, Riau
1,0 (
Rp triliun)2,7
(Rp triliun)
2,4
(Rp triliun)
58,1
(Rp triliun)
Penguatan Peran BKPM dalam Meningkatkan Investasi
Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2020 tentang Pemberian Penghargaan dan/atau Pengenaan Sanksi kepada Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah
Peningkatan Kinerja PTSP bagi
Pemerintah Daerah
Percepatan Pelaksanaan Berusaha bagi Pemerintah Daerah dan K/L
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2007 Tentang Badan Koordinasi
Penanaman Modal
2
3
Lembaga
Pemerintah Non Departemen
Lembaga Pemerintah
PERPRES 90 TAHUN 2007
PERPRES 24 TAHUN 2020
1 Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2019 tentang
Percepatan Kemudahan Berusaha
Mengoordinasikan langkah-langkah perbaikan untuk peningkatan peringkat EODB
Mengevaluasi pelaksanaan perizinan berusaha dan pemberian fasilitas investasi yang dilakukan dan diberikan oleh Kementerian/Lembaga
Memfasilitasi dan memberikan layanan kepada pelaku usaha dalam pengurusan perizinan berusaha dan pemberian fasilitas investasi
Menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) perizinan berusaha dan pemberian fasilitas investasi yang didelegasikan Kementerian/Lembaga
1
2
3
4
Kementerian/Lembaga mendelegasikan kewenangan perizinan berusaha dan pemberian fasilitas investasi kepada Kepala BKPM
5
Perkembangan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2019
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF
KEMENTERIAN KETENAGA- KERJAAN
KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KEMENTERIAN AGAMA
KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
KEMENTERIAN KEUANGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR
KEMENTERIAN ATR/BPN
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN KEMENTERIAN
PERDAGANGAN
KEMENTERIAN PUPR
KEMENTERIAN PERTANIAN
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Transformasi ekonomi dari industri sektor primer ke Industri berbasis nilai tambah (hilirisasi)
Ekonomi berbasis nilai tambah
Ekonomi berbasis SDA (primer)
Fokus pada SDA yang menjadi keunggulan Indonesia dibandingkan negara lain, ex: nikel
TRANSFORMASI EKONOMI
Fokus pada hilirisasi industri
Diperlukan transformasi untuk meningkatkan nilai tambah suatu produk yang nantinya akan berdampak pada
pertumbuhan ekonomi nasional
Mendorong investasi melalui sektor-sektor prioritas yang memiiki nilai tambah
Energi, khususnya baru dan terbarukan
Infrastruktur
Pertambangan yang menciptakan nilai tambah
Industri Padat Karya yang Berorientasi Ekspor:
Industri Farmasi dan Alat Kesehatan
Industri Elektronik
Industri Otomotif
Hilirisasi Nikel Menjadikan Indonesia sebagai Pusat Produksi Mobil Listrik Dunia
Indonesia;
23,7%
Australia; 21,5%
Brazil; 12,4%
Rusia;
8,6%
Negara Lainnya;
7,3%
Kuba; 6,2%
Filipina; 5,4%
Afrika Selatan; 4,2%
Tiongkok; 3,2%
Kanada; 3,0% Guatamela;
2,0%
Madagaskar; 1,8% Kolombia; 0,5%
Komponen Mobil Listrik Berdasarkan Biaya
1. 25% Baterai
2. 15% Motor Listrik 3. 10% Integrasi
Baterai
4. 50% Komponen Lainnya
Komponen Baterai Pada Mobil Listrik yang Banyak Digunakan
Nickel-Cobalt- Aluminium (NCA) 1. 80% Nikel
2. 15% Cobalt 3. 5% Aluminium
Nickel-Mangan- Cobalt (NMC811) 1. 80% Nikel 2. 10% Mangan 3. 10% Cobalt
Hilirisasi Nikel Menjadikan Indonesia sebagai Pusat Produksi Mobil Listrik Dunia
Cadangan bijih nikel Indonesia merupakan cadangan terbesar di dunia dengan porsi sebanyak 23,7% dari seluruh cadangan dunia.
Perbandingan Cadangan Bijih Nikel Dunia
Sumber: Nickel Institute, Statista, ESDM
Investasi dibutuhkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan
“Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”
Pengangguran Eksisting 2019 + 7 Juta Jiwa
Tambahan Angkatan Kerja per tahun
+ 3 Juta Jiwa
Tenaga Kerja Terdampak COVID-19
+ 5 Juta Jiwa
Kebutuhan Lapangan Kerja di Indonesia
+ 15 Juta Jiwa
Investas, khususnya padat karya
mendorong terciptanya lapangan kerja
Lapangan kerja yang semakin banyak akan meningkatkan
pendapatan masyarakat
Pendapatan masyarakat akan mendorong daya beli (konsumsi) masyarakat dan pertumbuhan ekonomi
“Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan,” Pasal 27 ayat (2) UUD Tahun 1945.
Sumber: BPS, Kadin
Substansi UU Cipta Kerja
Dengan metode Omnibus Law, 77 Undang-Undang direvisi sekaligus hanya
dengan satu UU Cipta Kerja yang mengatur multisektor
UU Cipta Kerja
186 Pasal
dan 15 BAB
dalam UU CK disederhanakan menjadi
11 Klaster dalam UU Cipta Kerja
Peningkatan Ekosistem
Investasi dan Kegiatan Usaha Perizinan Berusaha
Ketenagakerjaan
Dukungan Koperasi dan UMKM
Dukungan Riset dan Inovasi Pengadaan Lahan
Kawasan Ekonomi
Kemudahan Berusaha
Investasi Pemerintah Pusat dan Percepatan PSN
Administrasi Pemerintahan Pengenaan Sanksi
Substansi UU Cipta Kerja
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia Investment Coordinating Board
Jalan Jenderal Gatot Subroto No. 44 Jakarta 12190 - Indonesia