• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI STRATEGI JIGSAW

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI STRATEGI JIGSAW"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI STRATEGI JIGSAW

Safiyah1

Email : [email protected] ABSTRAK

Penelitian menggunakan rancangan penelitian Tindakan Kelas (PTK) guna meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam materi Jujur disayang Allah. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV pada SDN 1 Pulau Telo yang terdiri dari 17 orang peserta didik.

Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Penelitian ini menggunakan analisis nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan belajar individu dan secara klasikal.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan (PTK) pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada SDN 1 Pulau Telo dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif Jigsaw dapat ditarik kesimpulan bahwa ada peningkatan aktivitas pembelajaran pada siklus I terdapat kenaikan prestasi belajar berupa rata – rata ≥ 50% peserta didik pada siklus II dari ≥ 80% meningkat 30% .

Adanya peningkatan prestasi hasil belajar peserta didik dari nilai rata-rata 69,9 pada siklus I meningkat sangat signifikan pada siklus II menjadi 84,8 maka peneliti berkesimpulan bahwa model pembelajaran kooperatif jigsaw sangat cocok digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Kata Kunci : Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam, Metode Jigsaw

Pendahuluan

Pendidikan agama islam dijenjang pandidikan dasar bertujuan memberikan kemampuan dasar kepada siswa tentang nilai nilai kebudayaan islam untuk mengembangkan kehidupan beragama sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT,

(2)

Serta berakhlak mulia sebagai pribadi, anggota masyarakat,warga negara dan anggota umat manusia. Sedangkan pendidikan agama islam pada jenjang menengah bertujuan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengalaman siswa tentang agama islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, dan berakhlak mulia, serta diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan dari Beberapa penjabaran di atas sehingga peneliti bermaksud melakukan penelitian dengan pemilihan materi jujur disayang Allah, dalam penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan materi tersebut dalam penjadwalan diajarkan pada semester ganjil pada SD kelas IV. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama melaksanakan tugas di SDN 1 Pulau Telo Kecamatan Selat Kab. Kapuas, pembahaasan materi jujur disayang Allah pada kelas IV SDN 1 Pulau Telo Kecamatan Selat Kab Kapuas belum memenuhi batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dalam pembelajaran pendidikan agama islam KKM mata pelajaran yaitu 70. Sesuai dengan latar belakang tersebut dilakukanlah penelitian dengan judul Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Strategi Jigsaw (Pada Peserta Didik Kelas IV SDN 1 Pulau Telo)

Dari uraian tersebut, dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar PAI?

2. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw pada pembelajaran PAI?

Sesuai dengan rumusan masalah, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran peningkatan prestasi belajar peserta didik dalam materi jujur di sayang Allah melalui strategi jigsaw pada peserta didik kelas IV SDN 1 Pulau Telo.

Penelitian ini dilaksanakan dengan harapan dapat bermanfaat sebagai berikut :

1. Manfaat bagi guru

a) Memperluas wawasan pengetahuan guru tentang strategi pembelajaran.

b) Meningkatkan profesionalitas kualitas kerja

(3)

2. Manfaat bagi peserta didik

a) Mendapat layanan pembelajaran yang lebih berkualitas

b) Dapat berperan lebih aktif dalam pembelajaran sesuai dengan potensi yang dimiliki.

3. Manfaat bagi kepala sekolah

a) Proses pembelajaran yang dikelola disekolah lebih berkualitas b) Guru yang dipimpin memiliki wawasan pengetahuan yang

lebih luas dan lebih professional

c) Peserta didik di sekolah lebih mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan prestasi.

Metode

Tempat penelitian adalah sekolah tempat peneliti bertugas yaitu SDN 1 Pulau Telo yang berlamat di Jalan Durian No.51 RT.01 Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah

Waktu penelitian dilaksanakan selama tiga bulan yang dilaksanakan pada Bulan Juli s.d September Tahun Pelajaran 2021/2022.

Pada Penelitian PTK ini objek penelitian adalah peserta didik kelas IV pada SDN 1 Pulau Telo yang berjumlah 17 orang peserta didik pada semester pertama tahun pelajaran 2021/2022.

Jadwal penelitian yang akan dilaksanakan di semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 adalah sebagai berikut. Pelaksanaan dimulai bulan juli 2021 meliputi kegiatan awal yaitu penyusunan proposal dan ijin penelitian kemudian bulan agustus 2021 perencaaan pelaksanaan penelitian dan pengambilan data dan penyusunan laporan mulai bulan september 2021 dan tepat waktu selesai bulan september 2021 untuk laporan.

(4)

Pada penelitian ini penulis menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dirancang melalui beberapa siklus sampai dengan tercapainya tujuan pembelajaran yaitu terpenuhinya nilai ketuntasan belajar KKM mata pelajaran dan Ketuntasan Belajar Klasikal ≥ 80% dengan prosedur : Perencanaan (Planning), Pelaksanaan Tindakan (Acting), Pengamatan (Observing) dan Refleksi (Reflecting) yang dirancang dalam penelitian PTK pada setiap siklus yang dapat digambarkan melalui daigram alur PTK sebagai berikut :

Gambar 1. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Hasil dan Pembahasan Deskripsi siklus I

1. Perencanaan

Perencanaan Tindakan Pelaksanaan pembelajaran Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) siklus I dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. Pertemuan dilaksanakan pada bulan agustus, Sebelum melaksanakan tindakan pembelajaran, dilakukan persiapan

(5)

terakhir. Langkah awal dalam perencanaan adalah peneliti memeriksa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )

2. Pelaksanaan

Peserta didik dengan guru mengkaji dan menelaah masalah yang ada pada materi jujur disayang Allah, kemudian dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan pada lembar kerja peserta didik.

Peserta didik mengerjakan LKPD, beberapa peserta didik melaporkan hasil kerjanya di depan kelas bergantian dan peserta didik lain yang belum maju memberikan tanggapan, sanggahan, pertanyaan dan pendapat yang berbeda kepada peserat didik yang sedang melaporkan hasil kerjanya. Selama kegiatan pembelajaran yang berlangsung selama satu kali pertemuan, kegiatan belajar mengajar masih terdapat masalah dan kendala yang mengganggu proses belajar mengajar.

3. Pengamatan/Observasi

Hasil pengamatan hasil belajar pada siklus I terdapat kenaikan prestasi belajar kearah peningkatan pembelajaran pendidikan agama islam lebih aktif dengan peersentase dari >50%

meningkat menjadi 70 % dengan observasi aktivitas hasil belajar.

Berdasarkan hasil pengamatan siklus I diperoleh data konsentrasi mulai meningkat dari 50% menjadi 70 %, Kemampuan Mengikuti Instruksi guru meningkat dari 40% menjadi 70 %, Kemampuan mengulang pelajaran dari 40% menjadi 70 %, Kemandirian dari 40 % menjadi 70 % dan semangat mengikuti pelajaran dari 30 % menjadi 70%. Sedangkan hasil pelaksanaan siklus I adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Hasil Pelaksanaan Siklus I

No Kode PD Nilai Ketuntasan

1 AS 60 Tidak

2 AM 60 Tidak

3 CD 72 Tuntas

4 DN 65 Tidak

5 MF 64 Tidak

(6)

6 MA 80 Tuntas

7 MAR 80 Tuntas

8 RN 76 Tuntas

9 RO 60 Tidak

10 RH 60 Tidak

11 RF 71 Tuntas

12 RM 72 Tuntas

13 RH 72 Tuntas

14 SF 84 Tuntas

15 SH 62 Tidak

16 YY 62 Tidak

17 YL 62 Tidak

Rata-rata 68,4 Nilai Terendah 58

Nilai Tertingi 84

Berdasarkan hasil belajar diperoleh nilai rata-rata 68,4 dengan ketuntasan sebagai berikut;

Tebel 2. Ketuntasan Belajar Siklus I Ket Tuntas Tidak Jumlah

Frekuensi 8 9 17

Persentase 40% 60.% 100%

Terlihat persentase kenaikan ketuntasan 40%, namun belum optimal karena signifikan untuk individual saja diperoleh nilai tertingi 84 dengan perlu perbaikan nilai kepada 9 orang atau 60%

yang masih dibawah nilai KKM yaitu nilai untuk KKM mata pelajaran pendidikan agama islam adalah 70.

4. Refleksi

Memperhatikan hasil pengamatan terhadap peserta didik diperoleh hal-hal sebagai berikut: Dalam proses pembelajaran pendidikan agama islam di Kelas IV terdapat peningkatan prestasi belajar nilai rata – rata 68,4 dan jumlah peserta didik yang tuntas masih belum memenuhi tujuan pembelajaran yaitu kurang dari

(7)

80%. Tahapan awal belajar peserta didik masih belum optimal sehinga perlu perbaikan lagi pada tahapan siklus II dengan menggunakan tindakan menggunakan model pembelajaran jigsaw dan diharapkan hasil lebih optimal.

Deskripsi siklus II 1. Perencanaan

Perencanaan tindakan pelaksanaan kegiatan dilaksanakan 23 agustus 2021. Sebelum melaksanakan tindakan perbaikan, dilakukan persiapan terakhir. Langkah awal dalam perencanaan adalah peneliti memeriksa RPP yang telah disusun, disesuaikan dengan materi SK, KD dan indikator pengamatan

Refleksi siklus sebelumnya, mencermati setiap butirnya.

Semua perencanaan harus dimatangkan dan saran prasarana dipersiapkan dengan baik agar kegiatan PBM tidak menemukan hambatan yang dapat menganggu proses penyusunan PTK ini.

Kegiatan awal, kegiatan awal dilaksanakan kurang lebih 10 menit, yaitu memberikan salam, memeriksa kehadiran peserta didik, mengkondisikan peserta didik agar siap menerima pelajaran, memotivasi peserta didik, memberikan apersepsi untuk memusatkan perhatian peserta didik pada materi pembelajaran.

Peneliti menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Kegiatan inti siklus II pertemuan pertama dilaksanakan selama 70 menit. Guru membentuk kelompok diskusi berdasarkan lokasi tempat duduk peserta didik, untuk melaksanakan diskusi sesuai permasalahan yang ada. Ketua kelompok mengambil lembar kerja peserta didik yang telah disiapkan untuk di diskusikan secara bersama – sama di dalam kelompok. Guru mengawasi peserta didik yang sedang melakukan diskusi. Setelah kerja kelompok selesai, dilanjutkan dengan diskusi kelas untuk saling mencocokkan hasil kerjanya. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil diskusi dan kelompok lain memberikan tanggapan.

(8)

Setelah semua kelompok selesai presentasi, guru mengulas materi dan hasil kerja peserta didik. Dengan bimbingan guru, peserta didik membuat kesimpulan dari kegiatan yang telah dilaksanakan, kegiatan akhir guru memberikan saran dan tindak lanjut untuk pelajaran berikutnya. Guru memberi tugas pekerjaan rumah pada peserta didik untuk menyelasaikan yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

2. Pelaksanaan

Peserta didik dengan guru mengkaji dan menelaah masalah yang ada pada materi jujur di sayang Allah, kemudian dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan pada lembar kerja peserta didik.

Peserta didik mengerjakan LKS, beberapa peserta didik melaporkan hasil kerjanya di depan kelas bergantian dan peserta didik lain yang belum maju memberikan tanggapan, sanggahan, pertanyaan dan pendapat yang berbeda kepada peserta didik yang sedang melaporkan hasil kerjanya. Selama kegiatan pembelajaran yang berlangsung selama 2 kali pertemuan, semua kegiatan berjalan lancar dan tidak ada kendala yang menganggu proses belajar mengajar

3. Tindakan

Hasil belajar pada siklus II terdapat kenaikan prestasi belajar berupa rata – rata ativitas belajar dalam kelas menjadi ≥ 85 % dan untuk perubahan prestasi belajar peserta didik kearah peningkatan positif sangat dirasakan.

Berdasarkan hasil pengamatan siklus II diperoleh data konsentrasi mulai meningkat dari 68%, menjadi 90%. Kemampuan Mengikuti Instruksi guru meningkat dari 70%, menjadi 85%.

Kemampuan mengulang pelajaran dari 70%, menjadi 85%.Kemandirian dari 70% menjadi 85%.dan semangat mengikuti pelajaran dari 70% menjadi 85%. Sedangkan hasil pembelajaran siklus II adalah sebagai berikut;

Tabel 3. Hasil Pembelajaran Siklus II No Kode PD Nilai Ketuntasan

1 AS 72 Tuntas

(9)

2 AM 88 Tuntas

3 CD 84 Tuntas

4 DN 96 Tuntas

5 MF 80 Tuntas

6 MA 88 Tuntas

7 MAR 92 Tuntas

8 RN 76 Tuntas

9 RO 80 Tuntas

10 RH 84 Tuntas

11 RF 84 Tuntas

12 RM 96 Tuntas

13 RH 92 Tuntas

14 SF 92 Tuntas

15 SH 80 Tuntas

16 YY 80 Tuntas

17 YL 84 Tuntas

Rata-rata 85.2 Nilai Terendah 72

Nilai Tertingi 96

Dengan ketuntasan belajar pada siklus II adalah sebagai berikut;

Tabel 4. Ketuntasan Siklus II Ket Tuntas Tidak Jumlah

Frekuensi 20 0 20

Persentase 100% 0% 100%

4. Refleksi

Dengan memperhatikan hasil pengamatan terhadap peserta didik diperoleh hal-hal sebagai berikut. Dalam proses pembelajaran pendidikan agama islam di Kelas IV terdapat peningkatan prestasi belajar dari nilai rata – rata 68,4 menjadi 84,2 dan jumlah peserta didik yang tuntas dari 40% menjadi 100%. Diperoleh ketuntasan ≥

(10)

(JIGSAW) telah tercapai dan hanya dilakukan tindakan pemebelajaran cukup dua siklus saja.

Kesimpulan

Hasil pembelajaran pendidikan agama islam dengan model pembelajaran jigasw pada materi jujur disayang Allah kelas IV melalui strategi jigsaw, diperoleh pada siklus I dan II diperoleh simpulan bahwa;

1. Ada peningkatan aktivitas pembelajaran pada siklus I terdapat kenaikan prestasi belajar berupa rata – rata ≥ 50% peserta didik pada siklus II dari ≥ 80% meningkat 30% .

2. Adanya peningkatan prestasi hasil belajar peserta didik dari nilai rata-rata 68,4 pada siklus I meningkat sangat signifikan pada siklus II menjadi 84,2 maka peneliti berkesimpulan bahwa model pembelajaran kooperatif jigsaw sangat cocok digunakan dalam pembelajaran pendidikan agama islam materi jujur disayang Allah.

Daftar Pustaka

Adesoji, Francis A and T. L. Ibraheem.2015.Effects of Student Teams Achievement Divisions Strategy and Mathemathics Knowledge on Learning Outcomes in Chemical Kinetics.The Journal of International Social Research. 2/6: 15-23

Alisyahbana, S.T. et al. 1980. Kreativitas, Jakarta: PT Dian Rakyat Bruce, Carol A. 2015. Cooperative Learning: New Promise for Today’s

Diverse Classrooms. National Association of Elementary PrincipilsNAESP ,1: 1-2

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, GBPP SMP Kurikulum Pendidikan Dasar,1993

Depdiknas. 2008. Media Pembelajaran dan Sumber Belajar. Jakarta:

Direktorat Tenaga Kependidikan, Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Depdiknas.2006. . Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP Dirjen Dikdasmen Depdiknas. 2015. Science: Student’s Book for Junior High School.Jakarta:

Dirjen Dikdasmen

Hudojo, H. 1988. Mengajar Belajar SKI. Jakarta: Depdikbud.

Sardiman, AM. 2006. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:

Raja GrafindoPersada

(11)

Sutawidjaya, A. 2002.Konstruktivisme Konsep dan Implikasinya pada Pembelajaran SKI. Jurnal SKI VIII (Edisi Khusus)

Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek.

Jakarta: Prestasi Pustaka

Trianto. 2015. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta:

Kencana

Gambar

Gambar 1. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Tabel 4. Ketuntasan Siklus II  Ket  Tuntas  Tidak  Jumlah

Referensi

Dokumen terkait

 Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pengetahuan mengidentifikasi peristiwa pada teks (Bahasa Indonesia KD 3.8 dan 4.8) serta sikap menerima

Konsentrasi air kelapa tidak berpengaruh nyata terhadap penambahan tinggi planlet dimana semakin tinggi konsentrasi semakin rendah rataan tinggi planlet tanaman

Dalam penulisan Tugas Akhir ini akan dilakukan penjadwalan optimum dari pembangkit dalam menghasilkan energi listrik dengan rentang waktu tertentu agar

membatasi masalah yang akan diteliti hanya pada “ Hubungan antara kualitas produk dan kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen di Matahari. Department Store

Bokashi padat dan cair dapat menjadi alternatif pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan dan juga pembuatannya lebih cepat dibanding pupuk kompos biasa yang relatif

Hal ini ditinjau dari ciri-ciri guru yang profesional yang meliputi: (1) mampu menunjukan sikap dan pengetahuan yang berkualitas dalam menjalankan tugas-tugas

Aktifitas proses bisnis (lihat Gambar 2)dimulai dengan login oleh asisten dimana asisten bertanggung jawab atas manajemen data diantaranya mengupload modul, tugas serta

Dalam pasal 3 Undang-Undang No 15 Tahun 2001 Tentang Merek ditentukan bahwa Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik Merek yang terdaftar dalam