1
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI SERVICE MOTOR
BERBASIS WEB
Ratna Rahmawati Rahayu
Program Studi Sistem Informasi, STMIK Bani Saleh, [email protected]
Hasby Febriansyah
Program Studi Sistem Informasi, STMIK Bani Saleh, [email protected]
ABSTRAK
Teknologi Informasi saat ini berkembang begitu pesat sekali, sejak ditemukan komputer dan program aplikasi dibuat oleh vendor, munculah berbagai macam bentuk program aplikasi. Teknologi informasi saat ini digunakan oleh manusia untuk menunjang aktivitas baik untuk aktivitas pribadi maupun pekerjaan. Program Web merupakan salah satu bentuk aplikasi yang saat ini perkembangannya cukup pesat, mulai dari web 1.0 sampai era program web saat ini. Terkait hal tersebut salah satu penerapan perkembangan teknologi adalah dengan pembuatan rancang bangun sistem informasi service motor. Karena keberadaan dan pelayanan bengkel motor saat ini volume kebutuhannya sangat tinggi seiring dengan bertambahnya jumlah motor. Pembuatan rancang bangun sistem informasi ini hanya terbatas pada booking antrian, penjualan suku cadang dan pelaporannya. Untuk proses pembuatan rancang bangun sistem informasi service motor dengan teknik waterfall. Perancangan dengan menggunakan ERD untuk menentukan objek data, atribut dan hubungan antar objek data, serta dengan menggunakan UML untuk merancang proses bisnisnya. Untuk implementasi dengan menggunakan database MySql dan bahasa pemrogram PHP.
Kata Kunci : Rancang Bangun,Sistem Informasi, Service, Penjualan.
PENDAHULUAN
Saat ini jumlah kendaraan bermotor setiap hari cenderung selalu bertambah. Akibat pemakaian yang dengan jarak tempuh yang relatif jauh dan seringnya penggunaan motor dan hal lainnya, maka motor perlu dilakukan service berkala secara rutin atau service karena keadaan terentu. Untuk memudahkan pelayanaan service motor pada bengkel motor maka perlu dibuatkan aplikasi yang memudahkan dan mempercepar pelayanan, terutama pelayanaan secara administrasi maka perlu dibuatkan sistem informasi service motor berbasis web, dikarenakan pemrogram web merupakan salah satu bentuk aplikasi yang saat ini perkembangannya cukup pesat. Banyak hal permasalahan terkait service motor yang dapat diimplementasikan dalam sistem informasi service motor seperti nomor antrian, pengecekan awal jenis kerusakan, perkiraan biaya suku cadang dan jasa service, ketersediaan suku cadang, penjualan dan pembelian suku cadang,
validasi status service, petugas atau tehnisi yang melakukan service dan lain sebagainya. Dan dalam penelitian ini hanya dibatasi pada :
a. Sistem Informasi yang dirancang mampu melakukan proses transaksi service motor pada bengkel tersebut
b. Sistem Informasi yang dirancang mampu menampilkan persediaan sparepart (suku cadang).
c.
Sistem Informasi yang dirancang mampu menyajikan laporanLANDASAN TEORI
Pengertian pembangunan atau rancang bangun menurut Pressman (2009) adalah kegiatan menciptakan sistem baru maupun mengganti atau memperbaiki sistem yang telah ada secara keseluruhan.
Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama (Sutarman,
2
2012:13).Sedangkan menurut Yakub (2012:1).Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau tujuan tertentu.
Menurut Sutarman (2012:14), “Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima”. Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa “Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi bentuk yanglebih berguna dan lebih berarti bagi yg menerimanya, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan”.
Menurut Mulyanto (2009:29), “Sistem informasi adalah suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan”.
Secara umum service merupakan kegiatan atau aktivitas melakukan perbaikan pada barang yang akan dilakukan perbaikan, lebih jelasnya dalam sebuah penelitian Welim Dkk Jurnal SIMETRIS (2015:19) “ Service merupakan istilah dalam jasa perbaikan, pengertian perbaikan itu sendiri merupakan usaha untuk mengembalikan kondisi dan fungsi dari suatu benda atau bisa juga alat yang rusak akibat pemakaian barang tersebut, sehingga kembali pada kondisi semula”.Perbaikan sangat memungkinkan adanya penggantian alat atau sparepart (suku cadang) apabila ditemui kerusakan pada barang
Sepeda motor adalah kendaraan beroda dua yang digerakkan oleh sebuah mesin. Letak kedua roda sebaris lurus dan pada kecepatan tinggi sepeda motor tetap stabil disebabkan oleh gayagiroskopik. Sedangkan pada kecepatan rendah, kestabilan ataukeseimbangan sepeda motor bergantung kepada pengaturan setang oleh pengendara. Penggunaan sepeda motor di Indonesia sangat populer karena harganya yang relatif murah, terjangkau untuk sebagian besar kalangan dan penggunaan bahan bakarnya serta serta biaya operasionalnya cukup hemat.
Unified Modeling Language (UML) adalah salah satu standarbahasa yang banyak digunakan di dunia industry untuk mendefinisikan
requirement, membuat analisis & desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek (M. Shalahuddin, 2013: 133).
Metode waterfall menggambarkan pendekatan yang sistematis dan berurutan pada pengembangan perangkat lunak, dimulai dengan spesifikasi kebutuhan pengguna lalu berlanjut melalui tahapan-tahapan perencanaan (planning), permodelan (modeling), konstruksi (construction), serta penyerahan sistem ke para pelanggan/pengguna (deployment), yang diakhiri dengan dukungan pada perangkat lunak lengkap yang dihasilkan (Pressman, 2012).
Metode Waterfall memiliki 5 tahapan berikut merupakan tahapan metode waterfall :
1. Requirement Analisis
Komunikasi antara pengembang dengan pengguna untuk memahami perangkat lunak yang akan dikembangkan, biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, diskusi atau survei langsung. Informasi dianalisis untuk mendapatkan data yang dibutuhkan.
2. System Design
Spesifikasi kebutuhan dari tahap sebelumnya akan dipelajari dalam fase ini dan desain sistem disiapkan. Desain Sistem membantu dalam menentukan perangkat keras dansistem persyaratan dan juga membantu dalam mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan.
3. Implementation
Pada tahap ini, sistem pertama kali dikembangkan di program kecil yang disebut unit, yang terintegrasi dalam tahap selanjutnya. Setiap unit dikembangkan dan diuji untuk fungsionalitas yang disebut
Gambar 1
Tahapan Waterfall
3
sebagai unit testing.4. Integration & Testing
Seluruh unit yang dikembangkan dalam tahap implementasi diintegrasikan ke dalam sistem setelah pengujian yang dilakukan masing-masing unit. Setelah integrasi seluruh sistem diuji untuk mengecek setiap kegagalan maupun kesalahan.
5. Operation & Maintenance
Tahap akhir dalam model waterfall. Perangkat lunak yang sudah jadi, dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru.`
Kelebihan menggunakan metode waterfall adalah i memungkinkan untuk departementalisasi dan kontrol. proses pengembangan model fase secara bertahap, sehingga meminimalis kesalahan yang mungkin akan terjadi. Pengembangan bergerak dari konsep, yaitu melalui desain, implementasi, pengujian, instalasi, penyelesaian masalah, dan berakhir di operasi dan pemeliharaan.
Kekurangan menggunakan metode waterfall adalah metode ini tidak memungkinkan untuk banyak revisi jika terjadi kesalahan dalam prosesnya. Karena setelah aplikasi ini dalam tahap pengujian, sulit untuk kembali lagi dan mengubah sesuatu yang tidak terdokumentasi dengan baik dalam tahap konsep sebelumnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Ditahap awal perancangan ini dengan menentukan entitas/objek data yang terlibat,
hubungan/relasi dan atribut-atribut yang menggambarkan objek data yang ada dengan menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD).
Selanjutnya dengan menggunakan UML (Unified Modeling Language) untuk menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek.
Use Case Diagram
Menggambarkan interaksi aktor-aktor terhadap sistem informasi service motor yang
akan dibangun. Aktor-aktor yang terlibat yaitu : Admin, Kasir, Staf Gudang dan Konsumen.
Activity Diagram
Menggambarkan aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, melainkan aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.
1. Activity Diagram Login
Gambar 2
Entity Relationship Diagram
Gambar 3
4
Menggambarkan proses dari mulai menjalankan program, selanjutnya akan tampil sebuah form login yang akandiinputkan sebuah username dan password, jika benar akan masuk pada menu selanjutnya yang ada didalam sisstem. Namun jika username dan password tidak sesuai akan ada pemberitahuan.
Rancangan user interface login
2. ActivityDiagramPenjualan3. Menggambarkan aktivitas yang dilakukan didalam sistem dari mulai memilih menu penjualan sampai dengan menyimpan transaksi.
Rancangan user interface Penjualan
3. Activity Diagram Booking
Menggambarkan aktivitas yang dilakukan di dalam sistem dari mulai memilih menubooking sampai aktivitas selesai. Dalam menu booking ini admin dan kasir dapat melakukan tambah, edit, hapus dan lihat. Sedangkan konsumen melakukan tambah booking dengan melakukan input data booking.
Gambar 5
User Interface Login
Gambar 7
User Interface Penjualan
Gambar 4
Activity Diagram Login
Gambar 6
Activity Diagram Penjualan
Gambar 8
5
4. ActivityDiagramBarangMenggambarkan aktivitas yang dilakukan didalam sistem dari mulai memilih menu barang, memasukkan data barang sampai aktivitas selesai.
5. ActivityDiagramLaporan
Menggambarkan aktivitas yang dilakukan didalam sistem dari mulai memilih menu laporan, memasukan periode sampai aktivitas selesai.
Rancangan user interface Laporan
6. ActivityDiagramList User
Menggambarkan aktivitas yang dilakukan didalam sistem dari mulai memilih list user, sampai aktivitas selesai.
7. ActivityDiagramLogout Gambar 9
Activity Diagram Barang Gambar 10
Activity Diagram Laporan
Gambar 11
User Interface Laporan
Gambar 12
6
Menggambarkan
aktivitas
yang
dilakukan didalam sistem dari dalam
menu sistem sampai keluar.
Implementasi
Setelah dilakuan perancangan, tahap selanjutnya implementasi dengan menuangkan hasil rancangan tersebut ke dalam aplikasi. Untuk ER-D berupa implementasi pembuatan database beserta table-table dan atributnya dengan software PHP MyAdmin. Untuk pemrograman dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan editor DreamWeaver CS3. Dan untuk browser menggunakan Google Chrome.
PENUTUP
Simpulana. Melakukan pengamatan terhadap objek dengan melihat proses yang dilakukan bertujuan mengetahui masalah yang ada selanjutnya melakukan perancangan sistem baru
b. Sistem yang berjalan pada objek menggunakan sistem manual untuk itu dibuat rancang bangun sistem terkomputerisasi, diharapkan sistem tersebut membantu aktivitas usaha yang
dilakukan.
c. Perancangan dilakukan dengan teknik waterfall, dengan melakukan analisa kebutuhan (requirement analysis), lalu dibuat perancangan data dengan ER-D, desain arsitektur dengan UML dan implementasi dengan MySql dan PHP.
Saran
a. Perlu adanya pengembangan dari sisi tampilan sistem dikarenakan masih tergolong sederhanan
b. Kedapannya perlu adanya pengembangan sistem kearah yang lebih baik misalkan untuk pemesanan barang secara online. c. Perlu adanya sumber daya manusia yang
mengerti dalam mengoprasikan komputer sehinggan proses berjalannya usaha akan lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Mulyanto,Agus,Sistem Informasi Konsep dan Aplikasi. Pustaka Pelajar,Yogyakarta : (2009)
Roger S. Pressman, Ph.D, Rekayasa
Perangkat Lunak (Pendekatan Praktisis), Yogyakarta: (2009)
Shalahuddin, M., Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur Dan Berorientasi Objek. Informatika Bandung : (2013) Sutarman.“Buku Pengantar Teknologi
Informasi”,Bumi Aksara, Jakarta : (2012)
Yakub, Pengantar Teknologi Informasi , Graha Ilmu ,Yogyakarta : (2012)
Jurnal
Welim.Y.Yahya,T.W Wishnuadji dan Rasip.F Pengembangan Sistem Informasi Service Kendaraan Pada BengkelKFMP Jurnal SIMETRIS, Vol 6- ISSN: 2252-4983 (2015)
Gambar 13