Jurnal Sains dan Teknologi Kesehatan
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH DAN BAWANG BOMBAY TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOWEL
Prastomo Suhendro 1*, Lailatuh Hafidah2, Nur iszakiyah 3, Akhmad Ridho Suranto4
Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura1*,2, 3, 4.
*Corresponding author: Rahayu Yuliana W, Pamekasan and [email protected]
Abstrak. Banyak masyarakat mengalami tekanan darah tinggi di wilayah kerja Puskesmas Kowel percaya bahwa menggunakan bawang putih dan bawang bombay dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh bawang putih dan bawang bombay pada penurunan hipertensi. Desain penelitian ini menggunakan metode one group pre and posttest design total sampling. responden sebanyak 15 orang, penderita hipertensi laki-laki usia kisaran 35-40 tahun yang tidak memiliki kebiasaan begadang, merokok meminum kopi, dan minum minuman keras di wilayah kerja puskesmas kowel. Data penelitian ini diambil menggunakan alat ukur tensi meter. Setelah ditabulasi data yang dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon signed rank test Asymp. Sig. (2-tailed) .001. Menunjukkan Uji Statistik spearman rho nilai signifikan (2-tailed) sebesar 0,00 Karena nilai signifikan (2-tailed) lebih kecil dari (0,00<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa H1 di terima, artinya terdapat pengaruh pemberian bawang putih dan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas kowel. Hendaknya penelitian ini dijadikan sebagai acuan dalam upaya memporoleh obat penurun tekanan darah secara alami Kata kunci : hipertensi, bawang putih , bawang Bombay.
_______________________________________________________________________
PENDAHULUAN
Hipertensi sering dijumpai di masyarakat. Sebagian besar (90%) kasus merupakan hipertensi primer, yang tidak di ketahui penyebabnya. Secara global data WHO tahun 2011 menunjukan, di seluruh dunia, sekitar 972 juta orang atau 26,4% penghuni mengidap hipertensi dengan Perbandingan 26,6% pria dan 26,1% wanita(1). Angka ini kemungkinan akan meningkat menjadi 29,2% di tahun 2025. Dari 972 juta pengidap hipertensi, 333 juta berada di negara maju dan 639 sisanya berada di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Pada umumnya prevalensi hipertensi berkisar antara 1,8-28,6%
penduduk yang berusia diatas 20 tahun.
Namun beberapa penelitian di Indonesia menjelaskan bahwa prevalensi hipertensi
berkisar antara 17-22% (2). Di provinsi Jawa Timur umumnya hipertensi merupakan penyakit dengan urutan ketiga. Tahun 1999 dengan jumlah penderita 303.617 orang atau 9,32% (3). Di kabupaten Pamekasan hipertensi merupakan satu-satunya penyakit kronis yang termasuk dalam kategori 10 penyakit terbesar selama periode 2012-2014 dengan rata-rata jumlah kasus yaitu 20.493 (4). Berdasarkan data yang peneliti peroleh dari Puskesmas Kowel, banyaknya penderita hipertensi di wilayah kerja Puskemas Kowel selama tiga tahun terakhir berturut-turut yaitu: sebanyak 3.698 pasien hipertensi tahun 2016, sebanyak 4.029 pasien hipertensi tahun 2017, dan sebanyak 2.542 pasien hipertensi tahun 2018. Menurut petugas puskesmas kowel “Dalam 3 tahun
berturut-turut penyakit hipertensi menduduki 10 penyakit berbahaya setelah penyakit diare” (Data primer: 2019).
Tekanan darah tinggi dalam istilah kedokteran dikenal dengan sebutan hipertensi. Seseorang dapat dikatakan mengalami hipertensi apabila memiliki tekanan darah melebihi batas normal, yakni melebihi 140/90 mmHg (5). Secara teoritis, penyakit tekanan darah tinggi dihubungkan dengan suatu tingkat tekanan darah, sehingga komplikasi yang ditimbulkan terlihat nyata (2). Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginal), jantung (penyakit jantung koroner), dan otak (menyebabkan stroke) bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai(3).
Penanganan hipertensi secara umum yaitu secara farmakologis dan nonfarmakologis. Penanganan secara farmakologik terdiri atas pemberian obat yang bersifat diuretik, simpatik, betabloker, dan vasodilator yang memperhatikan tempat, mekanisme kerja dan tingkat kepatuhan. Penanganan nonfarmakologis meliputi penurunan berat badan, olahraga secara teratur diet rendah garam dan lemak dan terapi komplementer. Penanganan secara nonfarmakologis sangat diminati oleh masyarakat karena sangat mudah untuk di praktekan dan tidak mengeluarkan biaya yang terlalu banyak. Penanganan nonfarmakologis juga tidak memiliki efek samping yang berbahaya tidak seperti penanganan farmakologis, sehingga masyarakat lebih menyukai nonfarmakologis(5). Banyak tumbuh- tumbuhan yang dapat digunakan untuk terapi herbal dalam pengobatan hipertensi, diantaranya adalah bawang putih, seledri, bunga rosella, bawang bombay, belimbing wuluh, mentimun dan daun alpukat (6).
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk mengangkat judul
“pengaruh pemberian bawang putih dan bawang bombay terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kowel”.
BAHAN DAN METODE
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental One group pre and posttest design bertujuan mengetahui pengaruh pemberian bawang putih dan bawang bombay terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kowel. Jumlah sampel adalah 15 responden dengan tehnik sampling non probability-total sampling (7). Variabel penelitian terdiri dari variabel independen pemberian bawang putih dan bawang bombay, sedangkan variabel dependen tekanan darah pada penderita hipertensi.
Instrumen penelitian terdiri dari cheklist pengukuruan tekanan darah, spygnomanometer, dan lembar observasi pemberian bawang putih dan bawang bombay. Waktu penelitian dilakukan mulai Februari – Mei tahun 2019
HASIL Data Umum
Tabel 1 Distribusi umur responden
No Umur Frek %
1 35-38 tahun 9 60%
2 >38 tahun 6 40%
TOTAL 15 100%
Sumber data primer 2018
Tabel 1 didapatkan hasil bahwa karakteristik responden berdasarkan umur yang memiliki riwayat hipertensi adalah hampir setengahnya berumur 35 - 38 tahun sebanyak 9 responden (60%), dan sebagian kecil berumur >38 tahun sebanyak 6 responden (40%)
Tabel 2 Jenis Kelamin Responden No Jenis Kelamin Frek (%)
1 Laki – laki 15 100
2 Perempuan 0 0
Total 15 100
Sumber data primer 2018 Tabel 2 Karakteristik responden
berdasarkan jenis kelamin adalah berjenis kelamin laki-laki sebanyak 15 responden (100%).
Tabel 3 Distribusi Jenis pekerjaan
No Pekerjaan Frek %
1 Tidak Bekerja 0 0%
2 Wirausaha 0 0%
3 Wiraswasta 15 100%
4 PNS/TNI/POL 0 0%
TOTAL 0 0%
Sumber data primer 2018
Tabel 3 didapatkan hasil bahwa karakteristik responden berdasarkan jenis pekerjaan yang memiliki riwayat hipertensi adalah seluruhnya memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta sebanyak 15 responden (100%) Data Khusus
Tabel 4 Tabulasi silang hasil pengaruh pemberian bawang putih dan bawang bombay terhadap penurunam hipertensi
Tekanan Darah Sesudah
Total
N HT
Sebelum
HT 11 4 15
(%) 73% 27% 100%
N 0 0 0
(%) 0% 0% 0%
Total 11 4 15
Wilcoxon Signed Ranks Test Asymp. Sig. (2-tailed) .001
Tabulasi silang menunjukkan bahwa dari sebanyak 15 orang yang mengalami hipertensi sebelum dilaksanakan intervensi, sebanyak 11 orang (73%) memiliki tekanan darah normal setelah diberikan intervensi.
Sebanyak 4 orang (27%) memiliki tekanan darah hipertensi setelah dilakukan intervensi pemberian bawang putih dan bawang bombay terhadap penurunam hipertensi.
Berdasarkan hasil Analisa Uji Statistik spearman rho dengan menggunakan SPSS versi 20,0 nilai significant (2-tailed) sebesar 0,00 Karena nilai significant (2-tailed) lebih kecil dari (0,00<0,05) (8), maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 di terima, artinya terdapat pengaruh pemberian bawang putih dan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas kowel.
DISKUSI
Berdasarkan hasil Analisa Uji Statistik spearman rho dengan menggunakan SPSS versi 20,0 nilai significant (2-tailed)
sebesar 0,00 Karena nilai significant (2- tailed) lebih kecil dari (0,00<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 di terima, artinya terdapat pengaruh pemberian bawang putih dan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas kowel.
Tabel 4 menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami hipertensi sebanyak 15 orang (100%). Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tekanan darah, dari hasil penelitian menunjukkan hampir setengah responden berumur 35-38 tahaun, umur tersebut tergolong dalam kategori dewasa akhir, dengan umur dewasa akhir stres bisa terjadi apabila ada faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu faktor ekonomi, apalagi kalau seseorang itu merupakan tulang punggung keluarga, tingkat sosial ekonomi yang rendah dapat menjadi faktor risiko stres, selain itu stres juga dapat memicu timbulnya hipertensi melalui aktivasi sistem saraf simpatis yang mengakibatkan naiknya tekanan darah secara intermiten atau tidak menentu.
Pada orang dewasa yang mengalami stres, kebanyakan dari mereka merupakan masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah, yang lebih banyak menggunakan penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan pokok daripada memeriksakan kesehatan, peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat meningkatkan tekanan darah secara tidak menentu, stres dapat meningkatkan tekanan darah naik untuk sementara waktu, jika stres berlalu maka tekanan darah biasanya akan kembali normal (5).
1. Tekanan darah sesudah pemberian bawang putih dan bawang bombay
Tabel 4 Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tekanan darah responden sesudah pemberian bawang putih dan bawang bombay sebagian besar mengalami penurunan yaitu sebanyak 11 responden (73%).
Pemberian bawang putih dan bawang bombay selama 11 kali perulangan yang dikonsumsi setiap hari 3 kali sesudah makan diasumsikan dapat menurunkan tekanan darah sebagian besar para responden
penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas Kowel.
Bawang putih mengandung senyawa aktif seperti fosfor, protein, besi, kalsium, minyak atsiri, salltivine dan aliin sangat ampuh mengatasi risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi, senyawa ini juga sangat baik dalam melancarkan peredaran dalam tubuh (9). Sedangkan Bawang Bombay memiliki kandungan alicin, asam amino, kalsium, mangan, sodium, sulfur, vitamin C, vitamin E, minyak atsiri, quercitin, dan curcumin (10). Bahan-bahan yang dikandung bawang bombay memiliki manfaat untuk menekan kadar kolesterol dalam darah, meningkatkan jumlah HDL (kolesterol baik) hingga 30%, memperbaiki penyempitan pembuluh darah dan hipertensi (11), meredakan pilek, meredakan sakit perut, menurunkan kadar gula darah, mencegah kanker, mencegah pemecahan insulin di hati, merangsang produksi insulin oleh pankreas dan menekan serangan osteoporosis (12).
Analisis pengaruh pemberian bawang putih dan bawang bombay terhadap penurunan hipertensi
Tabel 4 dengan menggunakan tabulasi silang di dapatkan hasil sebagian besar 11 responden (73%) tekanan darah menurun setelah dilakukan intervensi pemberian bawang putih dan bawang bombay selama 11 kali perulangan, dan sebagian kecil 4 responden (27%) tekanan darah tetap atau tidak turun setelah dilakukan intervensi pemberian bawang putih dan bawang bombay terhadap penurunam hipertensi, hal ini terjadi mungkin karena faktor usia dan pekerjaan yang dilakukan oleh responden.
Bawang putih merupakan jenis tanaman yang berbentuk umbi-umbian, bawang putih banyak di tanam di ladang- ladang di daerah pegunungan yang cukup mendapat sinar matahari, khasiat bawang putih dalam mencegah berbagai penyakit sudah lama menjadi perhatian para ilmuan, selain sebagai antikanker, ternyata bawang putih juga mampu mengatasi tekanan darah tinggi (13), sedangkan bawang bombay merupakan jenis bawang yang paling besar,
bahan-bahan yang dikandung bawang bombay memiliki manfaat untuk menekan kadar kolestrol dalam darah, meningkatkan jumlah HDL hingga 30%, memperbaiki penyempitan pembuluh darah dan hipertensi, bawang putih dan bawang bisa menjadi solusi bagi masyarakat untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi(14), selain mudah untuk ditemukan harga bawang putih dan bawang bombay juga terjangkau(15).
Khasiat bawang putih dalam mencegah berbagai penyakit sudah lama menjadi perhatian para ilmuan, selain sebagai antikanker, ternyata bawang putih juga mampu mengatasi tekanan darah tinggi (1). Para dokter di Austria merekomendasikan bawang putih sebagai tambahan selain obat medis untuk para pasien hipertensi, mereka telah melakukan uji coba pada 50 pasien hipertensi untuk mengonsumsi obat-obatan medis (12). Zat utama dalam bawang bombay, alicin memberikan manfaat untuk menstabilkan tekanan darah, bawang bombay sangat baik bila dikonsumsi secara rutin (16).
KESIMPULAN
Hampir seluruh responden yang memiliki tekanan tinggi tekanan darahnya menjadi normal setelah diberikan bawang putih dan bawang bombay penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas kowel
REFERENSI
1. Palmer, Williams. Tekanan Darah Tinggi,. Jakarta: Erlangga; 2007.
2. Astawan M. Cegah Hipertensi dengan Pola Makan. [Internet]. 2019 [cited 2019 Mar 2]. Available from:
http://www.depkes.go.id
3. Kemenkes R. Info Datin Pusat Data dan Informasi Kementrian
Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI;
2014.
4. Nur IA, Rochmah TN. Beban Ekonomi Pada Penderita Hipertensi Dengan Status PBI JKN Di
Kabupaten Pamekasan Surabaya.
2016.
5. Yulianto A. Mengapa Stroke
Menyerang Usia Muda ?. Jogjakarta:
Javalitera; 2011.
6. Sulihandari H. Herbal Sayur dan Buah Ajaib. Jogjakarta: Trans Idea Publishing; 2013.
7. Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revi.
Jakarta: EGC; 2010.
8. Nursalam. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salimba Medika; 2016.
9. Rustika. Yang Muda Yang Hipertensi. [Internet]. 2008 [cited 2018 Nov 23]. Available from:
http://www.korantempo.com.
10. Anggraeni SMD. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dalam bidang kesehatan. Yogyakarta:
Nuha Medika; 2013.
11. Anggi. Kitab Khasiat Buah Dan Sayur Tumpas Segala Penyakit.
Yogyakarta: shira media; 2013.
12. Anna LK. Bawang Putih Atasi Hipertensi. Jakarta; 2010.
13. Desty. Kita Hebat Tradisional China.
Jakarta: EGC; 2013.
14. Roser D. Bawang Putih Untuk Kesehatan,. 5th ed. Jakarta: Bumi Akasara; 2008.
15. Brunner, Suddarth. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. 02 ed.
Jakarta: EGC; 2002.
16. Geini. Bawang Bombay Dapat Cegah Hipertensi [Internet]. 2010 [cited 2019 Jan 1]. Available from:
http://lifestyle.okezone.com