• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2. sebuah supply chain. Salah satu strategi yang bias di gunakan adalah supply chain.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2. sebuah supply chain. Salah satu strategi yang bias di gunakan adalah supply chain."

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

LANDASAN

TEORI

2.1. Konsep Supply chain 2.1.1 Definisi Supply chain

Setiap perusahaan yang ingin menang atau bertahan dalam persaingan harus memiliki strategi yang tepat. Strategi akan mengarahkan jalannya organisasi ke tujuan jangka panjang yang ingin dicapai. Strategi diperlukan oleh satu unit koperasi dalam sebuah perusahaan, oleh sebuah perusahaan secara keseluruhan, maupun oleh sebuah supply chain. Salah satu strategi yang bias di gunakan adalah supply chain.

Supply chain (rantai pengadaan) adalah suatu system tempat organisasi menyeluruh barang produksi dan jasa kepada pelanggannya. Rantai itu merupakan jaringan atau jaringan dari berbagai organisasi yang saling berhubungan yang mempunyai tujuan yang sama, yaitu sebaik mungkin menyelenggarakan pengadaan atau penyaluran barang tersebut.

Beberapa pengertian tentang supply chain managemen adalah sebagai berikut: a. Menurut Sunil Chopra dan Peter Meindl

(2)

penyedia jasa angkut (transportasi), pergudangan (warehouses), retails dan pelanggan itu sendiri.

b. Menurut david Simchi Levi

Supply chain managemen adalah suatu rangkaian pendekatan yang di gunakan untuk mengintegrasikan pemasok (suppliers), perusahaan manufaktur, pergudangan (warehouse),dan took (stores) secara efisien sehingga perdagangan dapat berjalan dan didistribusikan dalam jumlah yang tepat, pada saat yang tepat untuk meminimumkan keseluruhan dan tingkat pelayanan yang optimal.

Dari definisi-definisi tersebut di atas dapat di katakan bahwa supply chain adalah jaringan logistic (logistic network), dalam hal ini ada beberapa tahapan-tahapan utama yang merupakan perusahaan-perusahaan yang mempunyai kepentingan yang sama yaitu:

1. supplier bahan baku / komponen 2. Manufacturers

3. Distributor 4. Retail outlet 5. Customer

(3)

sebagai masalah yang lebih luas yang terbentang sangat panjang mulai dari bahan baku sampai barang jadi yang dipakai konsumen akhir yang merupakan mata rantai penyediaan barang.

Strategi pada hakekatnya bukanlah sebuah keputusan atau aksi tunggal melainkan adalah kumpulan berbagai keputusan dan aksi yang dilakukan oleh suatu organisasi atau oleh beberapa organisasi secara bersama-sama. Berbagai keputusan dan aksi ini dilakukan untuk mencapai tujuan jangka panjang yang telah ditentukan. Dalam konteks supply chain, keputusan ini bisa berupa pendirian pabrik baru, penambahan kapasitas produksi, penggabungan dua fasilitas produksi, perancangan produk baru, pengalihan tanggung jawab pengelolaan persediaan ke supplier, pengurangan jumlah supplier, pemberlakuan sistem pengendalian kualitas yang baru, dan sebagainya.

(4)

2.1.2 Tujuan Strategis pada Supply chain

Strategi tidak bisa dilepaskan dari tujuan jangka panjang. Tujuan inilah yang diharapkan akan tercapai. Keputusan-keputusan jangka pendek dan di lingkungan lokal mestinya harus mendukung organisasi atau supply chain ke arah tujuan – tujuan strategis tersebut. Tujuan – tujuan strategis tersebut perlu dicapai untuk membuat supply chain menang atau setidaknya bertahan dalam persaingan pasar. Untukbisa memenangkan persaingan pasar maka supply chain harus bisa menyediakan produk yang :

1. Murah 2. Berkualitas 3. Tepat waktu 4. Bervariasi

Keempat tujuan strategis tersebut sangat penting di mata pelanggan. Namun perlu disadari bahwa tingkat kepentingan untuk masing-masing tujuan di atas berbeda-beda untuk tiga jenis produk dan segmen pelanggan. Ada produk yang dibeli oleh pelanggan dengan pertimbangan utama harga yang murah, sedangkan ada pelanggan yang membeli dengan kualitas sebagai pertimbangan utama. Ada jenis produk yang bisa unggul di pasar karena mampu menciptakan jenis produk yang beragam, ada juga karena mudah atau cepat bisa diperoleh.

(5)

dimiliki. Dalam konteks operasi supply chain, tujuan – tujuan di atas bisa dicapai apabila memiliki kemampuan untuk :

1. Beroperasi secara efisien. 2. Menciptakan kualitas. 3. Cepat

4. Fleksibel 5. Inovatif

Masing – masing aspirasi pelanggan tersebut bisa didukung oleh satu atau beberapa kemampuan strategis suatu supply chain. Misalnya aspirasi untuk mendapatkan produk yang murah tidak hanya didukung oleh kemampuannya untuk menciptakan kualitas.

(6)

2.1.3 Karakteristik Produk dan Pasar

Sebagaimana disinggung sebelumnya tingkat kepentingan dari empat aspirasi pasar di atas tentu tidak sama untuk tiap produk dan tiap segemen pasar. Banyak produk yang dibeli oleh pelanggan karena fungsinya sehingga harga dan kualitas menjadi kriteria penting bagi pelanggan. Disisi lain banyak produk yang laku karena supply chain bisa membuat variasi yang beragam. Pelanggan mau membayar dengan harga yang lebih mahal untuk mendapatkan produk yang inovatif dan spesifik untuk diri mereka. Pada produk – produk yang perkembangan teknologi nya cepat seperti halnya kamera digital dan telepon genggam, kecepatan dalam memunculkan variasi baru menjadi penting dalam persaingan.

(7)

penurunan harga secara besar – besaran di akhir musim jual sedangkan kekurangan produk membuat pelanggan kecewa dan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan (opportunity loss)

2.1.4 Strategi Supply chain : Efisien atau Responsif

Karakteristik yang berbeda antara produk fungsional dan inovatif menyebabkan keduanya membutuhkan strategi supply chain yang berbeda. Karena sifat-sifatnya yang sudah diuraikan diatas, supply chain management untuk produk fungsional seharusnya berfokus pada upaya untuk meminimumkan ongkos – ongkos fisik di sepanjang supply chain. Investasi besar untuk meningkatkan inovasi dan fleksibilitas tidak akan hanya membantu produk fungsional untuk bersaing di pasar. Bahkan investasi tersebut bisa jadi akan menyebabkan produk tidak kompetitif karena harga produk menjadi mahal, padahal pelanggan tidak mementingkan variasi produk yang beragam.

Menciptakan kesesuaian antara karakteristik produk (atau pasar) dengan strategi supply chain sangatlah penting. Kesesuaian ini yang disebut juga sebagai strategic fit, akan menyebabkan supply chain bertahan atau unggul di pasaran.

(8)

yang akan dipilih, dan kebijakan mengenai pengembangan produk harus bersinergi dengan strategi supply chain. Apabila suatu supply chain memilih efisiensi fisik sebagai strategi maka semua keputusan pada sub bidang tersebut harus mendukung.

Kebijakan tentang lokasi fasilitas berpengaruh besar terhadap ongkos – ongkos fisik maupun kecepatan respon suatu supply chain. Oleh karena itu kebijakan lokasi tentu berbeda pada supply chain yang memilih strategi efisiensi fisik dengan supply chain yang fokusnya pada responsiveness. Supply chain yang mementingkan efisiensi fisik akan memilih mendirikan pabrik ditempat tempat yang tenaga kerjanya murah atau dekat dengan bahan baku. Model focused factory (pemusatan kegiatan produksi ke satu wilayah ) juga sering diasosiasikan dengan strategi efisiensi.

Konfigurasi dan pengelolaan sistem produksi juga menentukan efisiensi maupun kecepatan respons suatu supply chain. Sistem produksi yang memiliki konfigurasi relatif tetap diatur dengan tipe product layout, memiliki fasilitas fasilitas yang spesialis akan mudah mendukung strategi untuk efisiensi fisik, tetapi tidak akan mendukung strategi responsiveness. Kecepatan respon akan dicapai kalau sistem produksinya fleksibel. Untuk menciptakan efisiensi fisik, utilitas sistem produksi harus tinggi. Disini konsep – konsep seperti lean manufacturing dan just in time (JIT) akan sangat relevan untuk menciptakan efisiensi di lantai produksi.

(9)

yang penting diukur adalah tingkat perputaran persediaan (inventory turnover rate) sebaliknya perubahan permintaan yang terjadi secara tiba – tiba pada produk produk inovatif membutuhkan supply chain untuk menyimpan cadangan persediaan ekstra di tempat-tempat tertentu. Dimana dan dalam bentuk apa persediaan pada suatu supply chain harus disimpan untuk menciptakan kecepatan merespon pasar dengan optimal adalah dua pertanyaan pokok yang membutuhkan analisis seksama pada setiap supply chain.

Keputusan lain pada supply chain terkait dengan transportasi keputusan tentang alat transportasi (transportation mode) apa yang akan digunakan dan apakah akan memperbolehkan pengiriman dibawah beban penuh (less than truck load, LTL atau less than container load, LCL) berpengaruh langsung terhadap efisiensi maupun kecepatan respon pada supply chain. Demikian juga halnya dengan keputusan untuk melakukan sendiri kegiatan transportasi atau mensubkontrakkannya ke pihak ketiga. Sering kali perusahaan jasa logistik bisa melakukan pengiriman dengan lebih murah karena mereka bisa menggabungkan beban dari beberapa pelanggan dalam satu kontainer atau satu truk mereka.

(10)

harga. Seperti diuraikan pada bagian sebelumnya, kecepatan dan kemampuan untuk merancang dan meluncurkan produk-produk baru sangat penting bagi produk-produk inovatif. Namun tidak bagi produk produk fungsional. Oleh karena itu untuk menciptakan sinergi, fokus pengembangan produk pada supply chain yang ingin responsif harus didukung dengan kemampuan ini. Fleksibilitas dan kecepatan dalam dalam merancang produk-produk baru bisa ditingkatkan dengan menggunakan modul modul standar. Perusahaan menyimpan modul modul ini dalam jumlah yang cukup dan konfigurasi akhir baru dilakukan setelah ada permintaan yang definitif. Menunda konfigurasi akhir produk sampai ada permintaan yang definitif bisa mengurangi terjadinya kekurangan atau kelebihan produk yang tidak terkendali. Konsep menunda konfigurasi akhir ini dinamakan postponement.

2.1.6 Perbedaan Antara Manajemen Logistic dan Manajemen Supply Cahin Konsep supply chain merupakan perpanjangan dari konsep manajemen logistic. Dalam manajemen logistic lebih terfokus pada pengaturan aliran barang di dalam perusahaan, dan untuk manajemen supply chain menggangap bahwa internal integration tidak cukup. Integrasi harus dicapai untuk seluruh mata rantai pedagang barang, mulai dari yang paling hulu sampai yang paling hilir. Oleh karena itu. Supply chain berfokus pada pengaturan aliran barang antar perusahaan yang terkait, dari hulu sampai hilir bahkan sampai pelanggan terakhir.

(11)

a. Perbedaan

1. Manajemen logistic mengutamakan pengelolaan termasuk arus barang dalam perusahaan sedangkan manajemen supply chain mengutamakan arus barang antar perusahaan mulai dari paling hulu yaitu supplier sampai paling hilir yaitu pelanggan terakhir.

2. Manajemen logistic berorientasi pada perancangan dan kerangka kerja yang menghasilkan rencana tunggal arus barang dan informasi di seluruh perusahaan.Dalam manajemen supply chain , atas dasar kerangka kerja yang dibuat dalam manajemen logistic ini selanjutnya mengusahakan hubungan dan koordinasi aliran proses dari perusahaan-perusahaan yang terkait, mulai dari supplier sampai kepada pelanggan.

b. Persamaan

1. Dalam manajemen logistic dan manajemen supply chain, kedua-duanya menyangkut aliran barang atau jasa

2. Keduanya menyangkut pengelolaan mengenai pembelian, pergerakan barang dan informasi, penyimpanan, pengangkutan, administrasi dan penyaluran barang

(12)

2.2. Transportasi

Transportasi adalah pemindahan suatu barang dari titik yang satu ke titik yang lain. Transportasi dapat menciptakan nilai suatu produk. Transportasi juga merupakan salah satu faktor dalam menciptakan ketepatan waktu dan biaya, karena mencerminkan seberapa cepat dan seberapa tepat produk dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain serta seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk melakukan suatu proses pengiriman suatu produk. Transportasi dapat berupa kombinasi dari berbagai metode dan rute, dimana masing-masing memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Pemilihan metode transportasi mempunyai dampak yang besar dalam responsive dan efisiensi dari suatu kegiatan pengiriman barang.

2.2.1. Komponen Pemilihan Transportasi

Beberapa komponen transportasi yang harus di gunakan perusahaan dalam mendesain dan mengoperasikan supply chain manajemen adalah sebagai berikut: a. Pilihan Layanan Transportasi dan Karakteristiknya

Penggunaan layanan transportasi dapat dibedakan menjadi lima model dasar, antara lain dengan menggunakan transportasi air, transportasi udara, kereta api, jalan raya, dan dengan pipa.

1. Transportasi Air

(13)

menggunakan tenaga diesel. Keuntungan utama alat transportasi air adalah kemampuannya untuk membawa barang dalam jumlah yang sangat besar. Kelemahannya alat transportasi ini adalah membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pengangkutan

2. Transportasi Udara

Transportasi udara pada umumnya menggunakan pesawat udara. Transportasi udara digunakan untuk mengangkut barang atau produk yang bernilai tinggi. Keuntungan menggunakan alat transportasi udara yaitu proses pengangkutan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup cepat. Kerugian menggunakan alat transportasi udara yaitu biaya angkut yang tinggi.

3. Kereta Api

Alat transportasi kereta api mempunyai kemampuan untuk mengangkut barang bertonase yang sangat besar, karena spesifikasi kereta api tersebut. Selain itu alat transportasi ini memerlukan alat transportasi tambahan sebagai transit untuk sampai ke stasiunnya. Alat transportasi ini memerlukan biaya yang cukup tinggi.

4. Jalan Raya

(14)

bermotor bisa berupa mobil, truk ataupun motor. Disisi lain kendaraan bermotor memiliki fleksibilitas tinggi, karena dapat dioperasikan diatas semua jenis jalan raya.

5. Pipa

Alat transportasi dengan menggunakan pipa, biasanya digunakan untuk mengangkut bahan baku cair seperti minyak bumi, minyak mentah, air, gas, dan sebagainya. Kebaikan dari alat transportasi ini biaya tetapnya paling tinggi, tetapi biaya variabelnya paling rendah. Selain kelima alat transportasi diatas, alat transportasi yang jauh lebih maju adalah transportasi elektronik.

6. Transportasi Elektronik

Model terbaru untuk memindahkan produk seperti musik, data , dan lain-lain yang sebelumnya dikirim dalam bentuk fisik, dapat dipindahkan dengan mudah dengan cara elektronik maupun melalui internet.

b. Pemilihan Rute Jaringan

(15)

sedangkan jaringan adalah kumpulan lokasi dan rute dimana produk dapat dikirim

c. Mandiri atau Pihak Ketiga (Outsoursing)

Dahulu banyak fungsi-fungsi transportasi dilakukan sendiri oleh suatu perusahaan, namun sekarang fungsi transportasi ini (dan bahkan keseluruhan sistem logistic) dilakukan oleh pihak ketiga atau outsourcing. Pemilihan apakah suatu perusahaan akan mengelola sendiri fungsi transportasinya ataukah menyerahkan fungsi transportasi ini kepada pihak ketiga merupakan banyak dimensi sudut pandang dan kompleksitas lain dalam sebuah perusahaan dan dalam system transportasi itu sendiri.

2.2.2. Fungsi-Fungsi Dasar Manajemen Distribusi dan Transportasi

(16)

1. Menentukan segmentasi dan menentukan target service level 2. Menentukan model transportasi yang akan digunakan 3. Melakukan konsolidasi informasi dan pengiriman 4. Melakukan penjadwalan dan penentuan rute pengiriman 5. Memberikan pelayanan nilai tambah

6. Menyimpan persediaan

7. Menangani pengembalian (return)

2.2.3. Pemilihan Desain Jaringan Transportasi

Desain jaringan transportasi dapat mempengaruhi performa supply chain dengan penetapan infrastruktur didalamnya dimana keputusan operasional transportasi berkenaan dengan penjadwalan dan rute yang dibuat. Suatu jaringan transportasi yang dirancang dengan baik memungkinkan suatu supply chain mencapai tingkat pelayanan yang di inginkan dengan biaya rendah. Beberapa jenis desain jaringan transportasi adalah sebagai berikut: 2.2.3.1 Jaringan Pengiriman Langsung

(17)

Keuntungan utama dari penggunaan jaringan pengiriman langsung adalah peniadaan gudang perantara serta kesederhanaan operasional dan koordinasinya. Keputusan pengiriman secara keseluruhan dibuat secara lokal dan keputusan yang dibuat suatu pengiriman tidak mempengaruhi pengiriman lain. Supplier Toko retail / Customer

Sumber: S Chopra Meindil, Supply chain Management,2001:421

Gambar 1. Diagram Jaringan Pengiriman Langsung 2.2.3.2. Pengiriman Langsung Berantai

(18)

supplier kebanyak retailer atau dari banyak supplier ke satu retailer, seperti terlihat pada gambar 2.

Dalam system ini satu supplier mengirimkan secara langsung kebanyak customer dengan satu alat transportasi seperti kendaraan, atau satu alat transportasi seperti kendaraan mengambil pesanan dari banyak supplier untuk dikirimkan ke customer yang sama.

Supplier Toko retail / Customer Supplier Toko retail / Customer

Sumber: S Chopra Meindil, Supply chain Management,2001: 422

Gambar 2. Diagram Pengiriman Langsung Berantai.

2.2.3.3. Pengiriman Melalui Pusat Distribusi

(19)

Dengan membagi lokasi customer berdasarkan area geografis, maka didirikan suatu pusat distribusi (distribution center) untuk setiap area. Selanjutnya supplier akan mengirim produk ke distribution center dan selanjutnya distribution center yang akan mengirim produk yang sesuai pesanan customer. Dapat dilihat pada Gambar 3. Distribution center merupakan lapisan ekstra antara supplier dan customer, dan dapat memainkan dua peran. Peran pertama sebagai gudang persediaan dan yang kedua adalah sebagai lokasi transfer. Dalam banyak kasus keberadaan distribution center dapat membantu mengurangi biaya supply chain jika supplier berada dilokasi yang jauh dari customer dan biaya transportasi yang tinggi.

Supplier Toko retail / Customer DC

Sumber: S Chopra Meindil, Supply chain Management,2001:423

(20)

2.2.3.4. Pengiriman Berantai Melalui Pusat Distribusi

Pengiriman berantai melalui pusat distribusi dapat digunakan dari distribution center jika pengiriman kesetiap customer dalam jumlah yang kecil, dapat dilihat dalam Gambar 4. pegirimanan berantai dapat mengurangi biaya transportasi dengan mengkonsolidasi pengiriman-pengiriman jumlah kecil. Supplier Toko retail / Customer DC

Sumber: S Chopra Meindil, Supply chain Management,2001:424

Gambar 4. Diagram Pengiriman Beranti Melalui Pusat Bistribusi

2.2.3.5. Jaringan Kombinasi

(21)

supply chain. Namun kompleksitas dalam system ini adalah tinggi yang disebabkan oleh perbedaan prosedur pengiriman yang digunakan untuk setiap dan toko retail ataupun customer. Pada tabel 1. Menunjukkan perbandingan sisi positif dan negative dari kelima desain jaringan transportasi yang telah diuraikan diatas.

Tabel 1. Jaringan Kombinasi

Struktur jaringan Positif Negatif

Direct shipping • Tidak ada gudang

perantara

• Koordinasi mudah.

• Tingkat persediaan tinggi (karena besarnya ukuran lot)

• Pengeluaran

penerimaan signifikan Direct shipping whit milk

runs

• Biaya transportasi rendah untuk lot kecil

• Tingkat persediaan rendah

• Kompleksitas

koordinasi meningkat

All shipping via central distribution center, with inventory • Biaya transportasi rendah melalui konsolidasi • Biaya persediaan tinggi • Biaya pegadaan di distribution center tinggi

All shipping via central distribution center, whit crossdock

• Persediaan sangat rendah

• Biaya transportasi yang

rendah melalui konsolidasi

• Kompleksitas

koordinasi meningkat

Shipping via distribution center using milk runs

• Biaya transportasi rendah untuk lot kecil

• Kompleksitas

koordinasi tambah meningkat

Tailored network • Pilihan transportasi

dapat disesuaikan dengan kebutuhan produk dan customer

• Kompleksitas

koordinasi yang tinggi

(22)

2.2.4. Penjadwalan dan penentuan rute dalam transportasi

Salah satu keputusan operasional yang sangat penting dalam manajemen disribusi adalah jadwal serta rute pengiriman dari suatu lokasi ke beberapa lokasi tujuan. Keputusan seperti ini sangat penting bagi perusahaan yang harus mengirimkan barang atau produk dari suatu lokasi (misalnya dari gudang regional) keberbagai toko yang tersebar di seluruh kota. Keputusan jadwal pengiriman dan rute yang akan ditempuh oleh tiap kendaraan akan sangat berpengaruh terhadap biaya-biaya pengiriman.

Tujuan umum dalam penjadwalan rute kendaraan adalah untuk mengoptimalkan biaya yang dikeluarkan perusahaan dengan mengurangi alat transportasi yang digunakan, total jarak, dan waktu perjalanan yang ditempuh suatu alat transportasi tersebut, serta peniadaan kegagalan pelayanan seperti penundaan pengiriman. Metode yang terdapat dalam supply chain dapat digunakan untuk mengatur penjadwalan dan penentuan rute kendaraan salah satunya adalah saving matrix yang akan dijelaskan lebih lanjut dan metode saving matrix ini akan digunakan sebagai alat mengolah data dalam penelitian ini.

(23)

sebagai salah satu metode untuk pengontrolan proses pengiriman barang dari perusahaan sampai ke pelanggan. Metode saving matrix dapat pula digunakan untuk menentukan alat transportasi apa yang akan digunakan, mana yang akan melayani suatu customer, walaupun terdapat hambatan seperti batas waktu, serta hambatan lainnya. Langkah-langkah metode saving matrix dijelaskan sebagai berikut, dimana ada empat langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Pembuatan matriks jarak (Distance Matrix) 2. Pembuatan matriks penghematan (Saving matrix) 3. Penentuan rute atau kendaraan terhadap customer 4. Penentuan urutan-urutan customer dalam satu rute

Pada langkah satu sampai tiga digunakan untuk penentuan kendaraan terhadap customer sedangkan langkah keempat digunakan untuk menentukan rute setiap kendaraan untuk mendapatkan jarak tempuh yang minimal. Pembahasan langkah-langkah dalam metode saving matrix adalah sebagai berikut:

1. Pembuatan matriks jarak (Distance Matrix)

Distance matrix dapat menunjukan antara jarak lokasi yang satu dengan lokasi tujuan. Jarak tersebut dapat digunakan untuk mewakili biaya perjalanan antar kedua lokasi. Jika biaya transportasi antar dua lokasi diketahui maka biaya tersebut dapat digunakan sebagai pengganti jarak. Jarak dist (A,B) dalam suatu skala antar titik A dengan koordinat (XA,YA) dan titik B dengan

(24)

Dist (A,B)=√(XA-XB)2+(YA-YB)2...(1)

2. Pembuatan matriks penghematan (Saving matrix)

Saving matrix mewakili penghematan akibat pengkonsolidasian dua customer dalam satu kendaraan. Penghematan dapat berupa jarak dan waktu, ataupun biaya. Trip adalah urutan-urutan operasional yang akan dikunjungi suatu alat transportasi. Trip dari Distribution Center (DC) Customer X adalah dimulai dari Distribution center mengunjungi customer X dan dimulai lagi dari Distribution center. Penghematan S(X,Y) adalah penghematan jarak jikat trip DC customer X DC dan DC customer Y DC digabung dalam satu trip yaitu DC customer X customerY DC. Penghematan dengan rumus sebagai berikut: S(X,Y)=Dist(DC,X)+Dist(DC,Y)-Dist(X,Y)...(2) 3. Penentuan rute atau kendaraan terhadap customer

(25)

4. Penentuan urutan-urutan customer dalam satu rute

Ketika mengurutkan berbagai customer dalam satu rute, seorang manajer akan berusaha meminimalkan jarak tempuh kendaraan. Merubah urutan-urutan pengiriman dapat berdampak signifikan pada jarak tempuh kendaraan. Urutan-urutan pengiriman ditentukan dengan penentuan urutan-urutan rute awal yang selanjutnya dapat digunakan prosedur perbaikan rute untuk mendapatkan urutan-urutan pengiriman dengan jarak dan biaya transportasi yang lebih rendah.

Beberapa prosedur pengurutan rute dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Nearest Insert

Dimulai dari DC, prosedur ini dilakukan dengan menyelipkan satu customer dengan jarak terpendek dalam trip

2. Nearest Neighbor

Dimulai dari DC, prosedur ini dilakukan dengan menambahkan customer yang terdekat dari customer terakhir yang dikunjungi untuk memperpanjang trip.

3. Sweep

Gambar

Gambar 1. Diagram Jaringan Pengiriman Langsung  2.2.3.2. Pengiriman Langsung Berantai
Gambar 2. Diagram Pengiriman Langsung Berantai.
Gambar 3. Diagram Pengiriman Melalui Pusat Distribusi
Gambar 4. Diagram Pengiriman Beranti Melalui Pusat Bistribusi
+2

Referensi

Dokumen terkait

1 Mengelolah media tanam 3 Orang Memenuhi keperluan menanam Dapat mengetahui proses atau langkah pertama dalam menanam Dari yang belum mengetahui perbandingan

1) Berikan penjelasan kepada keluarga klien tentang sebab peningkatan TAK dan akibatnya. Rasional : keluarga lebih berpartisipasi dalam proses penyembuhan. 2) Baringkan klie (

Oleh kerana belum ada kajian yang dibuat_bagi topik ini maka langkah pertama adalah dengan melakukan kajian literatur yang mana dibahagikan kepada tiga bahagian utama

Bidang Penguatan kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan tugas-tugas di bidang pengelolaan

Menurut Oliver dalam Barnes (2003) menyatan bahwa "kepuasan pelanggan adalah tanggapan atas terpenuhinya kebutuhan yang berarti bahwa penilaian pelanggan atas barang

Menurut Biddle, Community Development adalah suatu proses yang bergerak dari suatu event ke event berikutnya untuk mendorong agar masyarakat menjadi lebih kompeten

Interaksi antara perbandingan bubur buah sirsak dan bubur jahe dengan konsentrasi gum arab memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap kadar air dan kadar

Metode pembelajaran di Sekolah Alam tidak terpatok dengan metode ceramah atau metode klasikal tetapi lebih banyak dengan metode bergerak, anak berkebutuhan khusus tidak