• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kebijakan Sunset Policy terhadap Penerimaan Pajak.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Kebijakan Sunset Policy terhadap Penerimaan Pajak."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

The purpose of this research is to identify the affect of Sunset Policy to tax income in Subang City. The research has been held in KPP Pratama Subang that located on Jl. Ukong Sutaatmaja No.72. The main purpose of this research are a) to know how the Sunset Policy apply in KPP Pratama Subang, b) to know how much Sunset Policy affect to tax income.

This data source has been separated by primary data and secondary data. Primary data is a data that has been get directly, and secondary data, a data that get by mediator. The researcher use observation method. Observation is a process of subject, object, and systematic thing without a question from population habit quotation.

In this research I found that the Sunset Policy Had Affect the Tax income so I hope this Policy will be run again in another moment.

(2)

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian yang penulis lakukan adalah untuk mengidentifikasi pengaruh dari kebijakan Sunset Policy terhadap Penerimaan Pajak. Penelitian ini dilakukan di KPP Pratama Subang yang berlokasi di Jl. Ukong Sutaatmaja No.72. Tujuan utama dari penelitian ini adalah a) Untuk mengetahui bagaimana penerapan Kebijakan Sunset Policy di KPP Pratama Subang b) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Kebijakan Sunset Policy terhadap Penerimaan Pajak.

Sumber data dalam penelitian ini dibagi atas data primer dan data sekunder, data primer adalah data yang diambil langsung dari sumbernya, sedangkan data sekunder adalah data yang didapat dari mediator. Peneliti menggunakan metode observasi, observasi itu sendiri adalah merupakan pengamatan langsung di lapangan tentang objek yang diteliti.

Dalam penelitian ini peneliti menemukan bahwa Kebijakan Sunset Policy

mempunyai pengaruh terhadap Penerimaan Pajak oleh karena itu penulis berharap kebijakan tersebut akan dilakukan lagi suatu saat nanti.

Kata-kata kunci: Sunset Policy, Penerimaan Pajak, sumber data, data primer, data sekunder, observasi

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL i

HALAMAN PENGESAHAN ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI iii

KATA PENGANTAR iv

ABSTRACT vii

ABSTRAK viii

DAFTAR ISI ix

DAFTAR TABEL xv

DAFTAR LAMPIRAN xvi

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang Penelitian 1

1.2 Identifikasi Masalah 5

1.3 Tujuan Penelitian 5

1.4 Kegunaan Penelitian 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN,

DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 7

2.1 Pajak 7

(4)

2.1.2 Dasar Hukum Pajak 9

2.1.3 Ciri Pajak 10

2.1.4 Fungsi Pajak 11

2.1.5 Syarat Pemungutan Pajak 13 2.1.6 Asas Pengenaan Pajak 15 2.1.7 Teori Pemungutan Pajak 17

2.2 Pajak Penghasilan 18

(5)

2.4.8 Sanksi Yang Brkenaan Dengan SPT 48 2.5 Sunset Policy 50 2.5.1 Pengertian Sunset Policy 50 2.5.2 Latar Belakang Sunset Policy 50 2.5.3 Kalangan yang Dapat Memanfaatkan

Sunset Policy 51 2.5.4 Keuntungan Wajib Pajak Yang

Memanfaatkan Sunset Policy 51 2.5.5 Tata Cara Penerimaan dan Pengolahan

SPT Tahunan PPh 52

2.5.6 Tata Cara Penghapusan Sanksi Administrasi 54

2.6 Perumusan Hipotesis 55

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 56

3.1 Objek Penelitian 56

3.1.1 Sejarah Singkat Berdirinya Direktorat

Jendral Pajak 56

(6)

Pratama Subang 63 3.1.6.1 Sub Bagian Umum 63 3.1.6.2 Seksi Pelayanan 64 3.1.6.3 Seksi Pengolahan Data dan

Informasi 64

3.1.6.4 Seksi Penagihan 64 3.1.6.5 Seksi Ekstensifikasi 64 3.1.6.6 Seksi Pemeriksaan 65 3.1.6.7 Seksi Pengawasan dan

Konsultasi I,II 65 3.1.6.8 Kelompok Fungsional 65

3.2 Metode Penelitian 66

3.2.1 Metode Penelitian yang Digunakan 66 3.2.2 Teknik Pengumpulan Data 66 3.2.3 Operasional Variabel 68 3.2.4 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis 69

3.2.4.1 Pemilihan Test Statistik dan

Perhitungan Nilai Test Statistik 69 3.2.4.2 Penetapan Hipotesis 72 3.2.4.3 Penetapan Tingkat Signifikansi 72

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 73

4.1 Penerapan Sunset Policy di Indonesia 73

(7)

4.1.1.1 Pengklasifikasian Wajib Pajak 73 4.1.1.2 Prosedur Pendaftaran Wajib Pajak 74 4.1.2 Surat Pemberitahuan (SPT) 76 4.1.2.1 SPT Pembetulan 76 4.1.2.2 Dasar hukum SPT Pembetulan 77 4.1.2.3 Batas Waktu Pembetulan 79 4.1.2.4 Sanksi Bunga Atas Pembetulan 82

4.1.3 Sunset Policy 82

4.1.3.1 Tata Cara Penerimaan SPT Dalam Rangka Sunset Policy 83 4.1.3.2 Tata Cara Penghapusan Sanksi

Administrasi Dalam Rangka Sunset

Policy 85

4.2 Pengaruh Kebijakan Sunset Policy Terhadap

Penerimaan Pajak dari Sunset Policy 86

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 92

5.1 Simpulan 92

5.2 Saran 93

DAFTAR PUSTAKA 94

LAMPIRAN 95

(8)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 PTKP PPh Pasal 21 23

Tabel 2.2 Tarif Pasal 17 Undang-undang Pajak Penghasilan 24

Tabel 2.3 Tarif PPh Pasal 22 27

Tabel 2.4 Batas Waktu Pembayaran dan Pelaporan SPT Masa dan

SPT Tahunan 35

Tabel 3.1 Struktur Organisasi 62

Tabel 3.2 Tabel Oprasional Variabel 68 Tabel 4.1 Jumlah Wajib Pajak di KPP Pratama Subang 76 Tabel 4.2 Rencana dan Realisasi Penerimaan Pajak 86

Tabel 4.3 X dan Y 87

Tabel 4.4 X, Y, X², Y², X.Y 87

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

(10)

Bab I Pendahuluan

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Pajak menurut Pasal 1 UU No.28 Tahun 2007 tentang Ketentuan umum dan tata cara perpajakan adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang, dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan. Berdasarkan hal diatas maka pajak mempunyai beberapa fungsi, yaitu:

1. Fungsi anggaran

2. Fungsi mengatur Fungsi stabilitas 3. Fungsi redistribusi pendapatan

(www.wikipedia.com)

(11)

APBN-Bab I Pendahuluan

nya. Oleh negara pajak digunakan untuk membiayai pelayanan publik dan pembangunan seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya sampai belanja untuk pembelian alat pertahanan negara. Hasil pemanfaatan dari penerimaan perpajakan dapat dinikmati oleh semua rakyat Indonesia. (www.jurnalskripsi.com)

Saat ini pajak merupakan sumber utama penerimaan negara, berbeda dengan era tahun 1970 s/d 1980-an dimana penerimaan negara yang berasal dari sumber daya alam terutama minyak bumi dan gas masih cukup signifikan. Ketergantungan penerimaan negara terhadap perpajakan semakin besar dari tahun ke tahun bahkan untuk RAPBN Tahun anggaran 2006 target penerimaan perpajakan sebesar 66,5 % dari penerimaan dalam negeri. Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia semakin mandiri didalam pembiayaan APBN-nya. Semakin besar penerimaan APBN bersumber dari penerimaan perpajakan berarti semakin besar peran serta masyarakat di dalam pembangunan melalui pembayaran pajak. (www.jurnalskripsi.com)

(12)

Bab I Pendahuluan

perpajakan dilakukan kembali dengan melakukan perubahan Undang-undang Pajak Penghasilan Tahun 1994 yang dilanjutkan dengan reformasi ketiga pada tahun 2000. (www.pajak.go.id)

Sunset policy merupakan kebijakan penghapusan sanksi pajak berupa bunga atas keterlambatan pembayaran pajak, khususnya PPh tahunan. Adapun sanksi atas setiap keterlambatan pembayaran pajak dari waktu jatuh tempo yang ditetapkan, adalah berupa bunga 2% sebulan. Dasar hukum sunset policy adalah Pasal 37A UU No. 28 Tahun 2007 tentang Perubahan UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Ada dua kondisi yang akan mendapatkan sunset policy, kondisi tersebut antara lain:

1. Bagi WP badan dan orang pribadi yang telah terdaftar sebelum 1 Januari 2008, diberikan penghapusan sanksi pajak bila membetuikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh untuk tahun pajak 2006 dan tahun-tahun sebelumnya.

2. Orang pribadi yang mendaftarkan diri sebagai WP dan memperoleh

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sejak 1 Januari 2008 hingga 31 Desember 2008, diberikan penghapusan sanksi pajak bila menyampaikan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2007 dan tahun-tahun sebelumnya. Ini terkait pengenaan dan terulangnya PPh sejak WP

(13)

Bab I Pendahuluan

Dimock (Public Administration, 1960) mengatakan, pembuatan kebijakan publik senantiasa didasari oleh keinginan masyarakat. Kebijakan publik merupakan perpaduan dan kristalisasi dari pendapat-pendapat dan keinginan-keinginan banyak orang dan golongan dalam masyarakat.

Keinginan masyarakat dalam sunset policy sudah dipenuhi pemerintah. Kini, bola kebijakan publik itu berada di tangan masyarakat. Pertanyaannya, masihkah masyarakat tidak mau melaksanakan kewajiban perpajakan melalui perpanjangan

sunset policy dengan berbagai alasan?

Dari uraian tersebut diatas maka penulis tertarik untuk mempelajari lebih dalam mengenai sunset policy dan melakukan penelitian dengan judul sebagai berikut :

“PENGARUH KEBIJAKAN SUNSET POLICY TERHADAP

(14)

Bab I Pendahuluan

1.2 Identifikasi Masalah

Dalam penelitian ini penulis mengidentifikasi masalah yang akan diteliti adalah:

1. Bagaimanakah penerapan Sunset Policy yang dilaksanakan di Indonesia.

2. Seberapa besar pengaruh kebijakan Sunset Policy terhadap penerimaan pajak dari Sunset Policy.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu:

1. Mengukur sejauh mana penerapan Sunset Policy yang dilaksanakan di Indonesia.

2. Menelaah sejauh mana pengaruh kebijakan Sunset Policy

terhadap penerimaan pajak dari Sunset Policy

1.4 Kegunaan Penelitian

Sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian diatas diharapkan hasil penelitian

ini dapat bermanfaat bagi:

(15)

Bab I Pendahuluan

Sebagai informasi dan bahan evaluasi atas penerapan kebijakan

Sunset Policy pada KPP dan sebagai pendorong agar terus ditingkatkannya pelayanan kepada wajib pajak.

2. Penulis

Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman mengenai kebijakan

Sunset Policy dan untuk mengetahui pengaruh Sunset Policy terhadap penerimaan pajak.

3. Pihak Lain

(16)

BAB V Simpulan dan Saran

BAB V

SiMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang penulis buat, dapat ditarik simpulan:

1. Penerapan Sunset Policy

1.2 Jumlah SPT Pembetulan yang masuk dalam rangka sunset policy pada KPP Pratama Subang pada bulan November 2007 adalah sebesar 21 SPT, pada bulan Desember 2007 adalah sebesar 15 SPT, pada bulan Januari 2008 adalah sebesar 11 SPT dan pada bulan Febuari 2008 adalah sebesar 35 SPT dengan total 82 SPT Pembetulan.

1.3 Jumlah Wajib Pajak yang mengikuti Sunset policy pada KPP Pratama Subang pada bulan November 2007 adalah sebesar 5 Wajib Pajak, pada

bulan Desember 2007 adalah sebesar 7 Wajib Pajak, pada bulan Januari 2008 adalah sebesar 3 Wajib Pajak dan pada bulan Februari sebesar 11 Wajib Pajak dengan total 26 Wajib Pajak

(17)

BAB V Simpulan dan Saran

adalah sebesar Rp10.136.642 dan pada bulan Februari 2008 adalah sebesar Rp29.788.265 dengan total sebesar Rp74.134.651

2. Pengaruh Sunset Policy Terhadap Penerimaan Pajak Dari Sunset Policy

2.1 Jumlah SPT Pembetulan dan jumlah Wajib Pajak (kebijakan Sunset Policy) mempunyai pengaruh terhadap penerimaan pajak dari Sunset Policy di KPP Pratama Subang. Hal ini dibuktian oleh hasil perhitungan secara statistik yang menunjukan thitung > t tabel yaitu 6,86 > 2,1318,

dengan koefisien determinasi (d) sebesar 92,16% pada tingkat keyakinan atau kepercayaan 95% (tingkat signifikansi 5%).

2.2 Perbandingan Jumlah Wajib Pajak yang mengikuti Sunset Policy dengan Jumlah Wajib Pajak tahun 2008 adalah sebesar 0,0012 atau 0,12%, hal ini bisa diartikan bahwa penduduk kota Subang sebagian besar sudah benar dalam pengisian SPT, sehingga tidak perlu memanfaatkan kebijakan

Sunset Policy.

5.2 Saran

1. Saran Untuk Dirjen Pajak

1.2 Salah satu hambatan yang dihadapi oleh Dirjen Pajak dalam

(18)

BAB V Simpulan dan Saran

setiap migrasi warga sehingga Dirjen Pajak dapat memperbaharui data Wajib Pajak.

1.3 Sunset Policy mempunyai sisi positif dan sisi negatif, sisi positifnya adalah dapat meningkatkan penerimaan pajak, namun Sunset Policy juga mempunyai sisi negatif karena Wajib Pajak ada yang memanfaatkan

Sunset Policy tersebut untuk menghindari Pemeriksaan Pajak dan Sanksi Pajak berupa bunga. Oleh karena itu sebaiknya kebijakan Sunset Policy

tidak diterapkan setiap tahun.

1.4 Apabila Dirjen Pajak hendak mengeluarkan suatu kebijakan yang baru yang berhubungan dengan pajak dan Wajib Pajak , hendaknya kebijakan tersebut disosialisasikan secara menyeluruh baik itu melalui media masa maupun media elektronik agar seluruh Wajib Pajak dapat mengetahui kebijakan tersebut.

2. Saran untuk peneliti selanjutnya

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Mardiasmo,Prof, Dr, MBA, Ak. (2009), Perpajakan. Edisi Revisi 2009, Andi: Yogyakarta.

Ilyas, Wirawan B. dan Richard Burton (2004), Hukum Pajak, Salemba Empat: Jakarta.

Zain, H.M. (2007). Manajemen Pajak. Edisi Ketiga. Salemba Empat: Jakarta. Erly Suandi, 2005, Perencanaan Pajak, Salemba Empat: Jakarta.

Sugiono, 2009, Statitiska untuk Penelitian, ALFABETA: Bandung.

Sugiono, 2008, Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D, ALFABETA: Bandung. Hartono, M, Jogiyabto. (2007). Metode Penelitian Bisnis. Edisi Revisi 2009, BPFE:

Yogyakarta.

Undang-undang No 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Undang-undang No 8 Tahun 1983 tentang PPN.

Undang-undang No. 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Referensi

Dokumen terkait

RBF untuk memprediksi hasil produksi panen kelapa sawit dari data yang

Dari data Tabel 6 tersebut daya tertinggi yang dapat dicapai dari pemodelan modul fotovoltaik menggunakan metode ANFIS dengan variasi radiasi, suhu dan resistansi beban

Batuan beku atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma.. Berdasarkan teksturnya

 Rehabilitasi Peran perawat dalam perawatan luka gangren adalah mencegah komplikasi akibat luka gangren dengan menerapkan teknik aseptik pada tiap perawatan luka, selain itu

Adapun pada penelitian ini, analisis materi senyawa turunan alkana dalam buku teks pelajaran Kimia untuk SMA/MA kelas XII oleh penulis A, penerbit B dianalisis

Merk (brand) mapan yang diakui dan dihargai pelanggan merupakan salah satu aset terpenting perusahaan. Studi menunjukkan bahwa antara sepertiga hingga setengah

Sekarang, orang lebih memilih untuk menikmati musik yang telah direkam dalam compct disk (CD) melalui CD Reader/Player. Di samping itu, penggunaan telepon

Perencanaan kawasan permukiman harus dilakukan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah yang dimaksudkan untuk menghasilkan dokumen rencana kawasan permukiman