• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain dan Analisis Struktur Mesin CNC Laser Engraver. Design and Structure Analysis of a CNC Laser Engraver Machine

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Desain dan Analisis Struktur Mesin CNC Laser Engraver. Design and Structure Analysis of a CNC Laser Engraver Machine"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

INSTITUT TEKNOLOGI PADANG

https://jtm.itp.ac.id/index.php/jtm/index e-ISSN: 2598-8263

Vol. 11, No. 2, October 2021 p-ISSN: 2089-4880

Published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Desain dan Analisis Struktur Mesin CNC Laser Engraver Design and Structure Analysis of a CNC Laser Engraver Machine

Asmara Yanto1*, Anrinal1, Irfan Mandala Putra2

1 Department of Mechanical Engineering, Institut Teknologi Padang Jl. Gajah Mada Kandis Nanggalo, Padang, Indonesia

2 Undergraduated Program of Mechanical Engineering, Institut Tek nologi Padang Jl. Gajah Mada Kandis Nanggalo, Padang, Indonesia

doi.10.21063/jtm .2021.v11.i2.107-116

Correspondence should be addressed to asm [email protected]

Copyright © 2021 A. Yanto. This is an open access article distributed under the CC BY-NC-SA 4.0.

Article Information Abstract

Received:

August 23, 2021 Revised:

October 13, 2021 Accepted:

October 20, 2021 Published:

October 31, 2021

This study aims to design a CNC machine to perform the laser engraving process (called the CNC Laser Engraver Machine). The design stage starts from the laser module unit as an input at the design stage of the 3 -Axis CNC Machine to drive the laser. The main geometry o f the machine is designed referred to the laser position i.e. work space and laser height with respect to the engraving table. Then the geometry of the Z-Axis unidirectional laser drive unit is determined to assist when adjusting the laser height of the engraving table. Then the geometry of the laser drive unit in the direction of X-Axis and Y-Axis is designed to move on the engraving area, and then the geometry of the engraving table is designed. After the design is complete, the design is validated by analyzing the structure of the machine based on the conditions and work load of the machine to obtain the appropriate dimensions and materials. The design and structure analysis of the CNC Laser Engraver Machine is carried out by using the CAD software. The design results of the CNC Laser Engraver Machine consist of 5 units i.e. Laser Engraver Module Unit, Z-Axis Unit, X-Axis Unit, Y-Axis Unit and Engraving Table Unit which are mounted with a bolt system. This CNC Laser Engraver machine designed has a work space of 310 mm x 390 mm in the X-Y plane with the laser height in the Z-Axis direction can be adjusted 10 mm to 60 mm above the engraving table. The total dimensions of this CNC Laser Engraver Machine are 585 mm x 533 mm x 350 mm with a total weight about 22 k g.

Keywords:engraving, CNC machine, design, structural analysis, work space

1. Pendahuluan

Seni ukir diartikan sebagai ragam hias yang bersifat kruwikan, buledan, sambung- menyambung dan merupakan bentuk lukisan yang indah. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dilihat bahwa seni ukir juga merupakan suatu gambaran yang dibuat oleh manusia pada suatu permukaan yang dikerjakan sedemikian rupa dengan alat-alat tertentu sehingga permukaan yang asal mulanya rata menjadi tidak rata, namun tetap terlihat indah dan estetik.

Sudarmono dan Sukijo [1] dalam Pengetahuan Teknologi Kerajinan Ukir Kayu mengemukakan, ukir atau mengukir adalah menggoreskan atau memahat huruf-huruf dan gambar pada kayu atau logam sehingga menghasilkan bentuk timbul dan cekung atau datar sesuai dengan gambar rencana. Dari pengertian tersebut, salah satu ciri dari seni ukir adalah mempunyai tekstur timbul sehingga membentuk corak khas dari seni ukiran itu sendiri. Tekstur dalam ukiran dapat diperoleh

(2)

dengan menggunakan unsur warna, garis, raut yang mempunyai hasil nilai raba yang berbeda- beda. Seperti misalnya tekstur kayu tentu akan berbeda dengan tekstur batu. Berdasarkan tekstur dan motifnya, Indonesia mempunyai berbagai macam jenis tekstur, seperti motif hias percandian dan motif hias kedaerahan.

Menurut Lestari [2] dalam buku Antropologi, kehadiran seni ukir di Indonesia sebenarnya telah tumbuh pada zaman purba ketika kesenian Indonesia menerima unsur-unsur seni Hindu.

Dalam perkembangan waktu yang cukup lama, seni ukir menjadi milik bangsa Indonesia dan diwujudkan dalam mengisi dinding-dinding arsitekturnya. Hal ini dapat dilihat pada seni bangunan percandian yang memiliki karya- karya batu ornamentik yang indah. Seperti misalnya, seni arca. Seni arca berasal dari bangsa Hindu, tetapi mereka mengatakan bahwa yang membuat candi dan arca di Dieng adalah orang Jawa sendiri. Seniman tersebut menciptakan bangunan di Dieng berdasarkan pengetahuan dari guru-guru mereka yang berasal dari India. Dengan demikian seni bangunan dan seni arca yang ada di Indonesia mempunyai corak tersendiri sebagai hasil dari kreativitas orang Indonesia. Usaha pemeliharaan dan pengembangan seni ukir klasik ini dipertahankan terus dari bentuk serta keindahannya, sehingga mencapai puncak perkembangannya pada zaman keemasan kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Namun Sejalan dengan masa suramnya kerajaan Majapahit, berkembanglah agama Islam serta peradabannya di Jawa, khususnya di pantai utara Jawa. Bila pertumbuhan seni ukir diawali dengan masuknya agama Hindu di Jawa, maka berkembangnya seni ukir seiring dengan berkembangnya kebudayaan Islam yang berpusat di kesultanan Demak melalui proses akulturasi. Dalam banyak hal kebudayaan Islam memang sangat berpengaruh terutama dalam pelarangan mewujudkan bentuk-bentuk figur ataupun makhluk hidup dalam setiap unsur ukiran. Hal ini dibuktikan dengan lahirnya bentuk-bentuk yang telah distilir dari makhluk hidup tersebut.

Proses mengukir (engraving) dan peralatannya pada saat ini berkembang sangat pesat. Di dunia Industri, mesin-mesin engraver telah berupa Mesin CNC (Computer Numerical Control). Mesin CNC adalah suatu sistem yang pada dasarnya mengubah bahasa program (G- Code) menjadi gerakan-gerakan axis pada mesin. Pada rangkaian sistem CNC terdapat komputer yang berfungsi mengubah karakter G- Code ke bahasa mesin yang kemudian diproses

dan dikirim kepada masing-masing driver motor dalam bentuk sinyal, baik sinyal analog maupun digital [3].

CNC beragam jenis dilihat dari media yang digunakan, yaitu: CNC Router (media cutter atau mata bor), CNC Plasma (media laser atau api), CNC Water (air), CNC Air (udara) dan lain-lain. CNC sudah sangat banyak digunakan di industri besar dan merupakan suatu alat yang wajib ada di dalam industri manufaktur baik dengan alasan kepresisian atau dengan efisiensi produksi [4-9].

Dalam dunia industri perkembangan mesin CNC modern, kinerja atau kemampuan mesin makin meningkat terus dengan bentuk mesin yang sederhana dan rapi dengan fitur desain semakin komplek dan canggih, dan juga menggunakan teknologi terkini sehingga dapat bekerja lebih efisien dan praktis. Komponen- komponen mesin CNC ini dapat dikontrol gerakannya (start, akselerasi, deselerasi dan stop) dinamakan sebagai sumbu mesin [10-12].

Dunia industri saat ini khususnya di indonesia sudah sangat banyak produk manufaktur yang dihasilkan, namun tidak dengan kualitas dan produksi yang tinggi. Itu dibuktikan dengan banyaknya ditemui produk pekerjaan tangan atau hand made (bersifat masih manual menggunakan tangan manusia).

Saat ini penggunaan mesin CNC hampir terdapat di segala bidang. Dari bidang industri manufaktur, riset dan lembaga pendidikan. Pada lembaga pendidikan khususnya perguruan tinggi biasanya mengunakan mesin EMCO CNC turning training unit 2-Axis (TU-2A) dan milling training unit 3-Axis (TU-3A) [10]

sebagai sarana praktikum pada mahasiswa.

Namun, pada saat ini di Institut Teknoogi Padang mesin perkakas yang digunakan masih berbasis atau digerakkan manual oleh operator, sehingga diperlukan peratan permesinan yang digerakkan oleh kontroler yang dibantu dengan pemograman dengan menggunakan komputer yang mampu mengedukasi mahasiswa tentang pemesinan modern yang tengah berkembang saat ini ketika sedang melaksanakan praktikum.

Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk menciptakan inovasi rancangan sebuah Mesin CNC Laser Engraver yang harganya terjangkau namun cara kerja dan pemogramannya hampir sama dengan mesin CNC Laser pada umumnya dan dapat dijadikan referensi bagi bagian produksi untuk menghasilkan modul praktikum Mesin CNC Laser Engraver.

(3)

2. Metode

Pada penelitian ini, rancangan Mesin CNC Laser Engraver dapat dilihat seperti pada Gambar 1. Mesin ini terdiri atas 3 (tiga) unit utama, yaitu: Mesin CNC 3-Axis yang dilengkapi Modul Laser Engraver, Kontroler dan Laptop. Modul Laser Engraver ini dapat digerakkan dalam 3-Axis (X, Y dan Z).

Gambar 1. Rancangan M esin CNC Laser Engraver

Mesin CNC Laser Engraver dirancang dengan dimensi: Panjang 585 mm, Lebar 533 mm dan Tinggi 350 mm untuk area kerja seluas 310 mm x 390 mm. Mesin CNC Laser Engraver dirancang dengan aktuator berupa lead screw yang digerakkan dengan motor stepper untuk setiap axis-nya.

Unit penggerak Modul Laser Engraver searah Z-Axis (Unit Z-Axis) dirancang dapat mengerakkan Modul Laser Engraver searah Z- Axis agar Head Laser berada minimal 10 mm di atas area kerja dan maksimal 60 mm di atas area kerja sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 2.

Gambar 2. M odul Laser Engraver terpasang pada Unit Z- Axis

Unit penggerak Modul Laser Engraver searah X-Axis (Unit X-Axis) dirancang dapat mengerakkan Modul Laser Engraver agar Head Laser dari posisi 0 mm hingga 310 mm searah X-Axis di atas area kerja sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 3.

Gambar 3. M odul Laser Engraver + Unit Z-Axis terpasang pada Unit X-Axis

Unit penggerak Modul Laser Engraver searah Y-Axis (Unit Y-Axis) dirancang dapat mengerakkan Modul Laser Engraver agar Head Laser dari posisi 0 mm hingga 390 mm searah Y-Axis di atas area kerja sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 4. Meja Engaraving tempat media engraver dirancang berukuran 399 mm x 489 mm x 20 mm sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 5.

Gambar 4. M odul Laser Engraver + Unit Z-Axis + Unit X-Axis terpasang pada Unit Y-Axis

Gambar 5. Rancangan M eja Engraving

Assembly Mesin CNC 3-Axis dengan Modul Laser Engraver secara keseluranan dibagi atas

(4)

beberapa Sub-Assembly sebagaimana diper- lihatkan pada Gambar 6.

1. Sub-Assembly M odul Laser Engraver 2. Sub-Assembly Unit Z-Axis

3. Sub-Assembly Unit X-Axis 4. Sub-Assembly Unit Y-Axis 5. Sub-Assembly M eja Engraving 6. M edia Engraving

Gambar 6. Sub-Assembly pada Rancangan M esin CNC 3-Axis

Metode yang digunakan dalam perancangan dan analisis struktur Mesin CNC Laser

Engraver mengacu kepada diagram alir seperti pada Gambar 7.

3. Hasil dan Pembahasan

Mesin CNC Laser Engraver hasil rancangan terdiri atas beberapa unit, yaitu Unit Modul Laser Engraver, Unit Z-Axis, Unit X-Axis, Y- Axis dan Unit Meja Kerja tempat Media Engraving diletakkan. Berikut ini dipaparkan hasil rancangan dan analisis struktur setiap unit pada Mesin CNC Laser Engraver.

Hasil rancangan Unit Modul Laser Engraver beserta komponen-komponen penyusunnya diperlihatkan pada Gambar 8. Spesifikasi setiap komponen penyusun unit ini dapat dilihat pada Tabel 1. Diagram kesetimbangan gaya pada unit ini diperlihatkan oleh Gambar 9.

Hasil rancangan Unit Z-Axis dan komponen penyusun unit ini dapat dilihat pada Gambar 10.

Adapun spesifikasi setiap komponen penyusunnya diperlihatkan pada Tabel 2.

Diagram kesetimbangan gaya pada unit ini terhadap transfer gaya dari Unit Modul Laser Engraver diperlihatkan oleh Gambar 11.

Gambar 7. Diagram alir penelitian

(5)

Tabel 1. Spesifikasi Komponen Penyusun Unit M odul Laser Engraver

No Nama

Komponen Jlh Spesifikasi

1 Laser 1 Gambar 12

2 Laser Monting 1 Gambar 12 3 Monting Plat 1 Besi Plat

Tebal 2mm

4 Baut L 1 M 6x1,25 L:15 mm

5 Sekrup M 4 1 M 4x1,25 L:10 mm

6 Baut L 1 M 3x1,25 L:10 mm

7 Baut M 6 2 M 6x1,25 L:20 mm

8 Ring 6 2 Ø 6

9 M ur Kuping 2 M 6x1,25

Tabel 2. Spesifikasi Komponen Penyusun Unit Z-Axis No Nama Komponen Jlh Spesifikasi

1 Plat Sumbu z 1 Aluminium 2 M onting Gantungan

Sumbu Z 2 Besi Strip

3 Siku-Siku Atas

sumbu Z 1 Aluminium

4 Siku-Siku Bawah

Sumbu Z 1 Aluminium

5 Nema 17 1 Lampiran-8

6 Sekrup M 4 4 M 4x1,25 L:

10mm

7 Baut L M 4 8 M 4x1,25

8 Shaft Flexible

Kopling 1 Aluminium

9 Lead Screw 1 Stainless Steel 10 Bearing Pillow

Block 1 Zinc Seng Alloy

11 Sekrup M 4 2 M 4x1,25 L:

15mm

12 M ur M 4 2 M 4x1,25

13 Rel Linear Shaft 2 Stainless Steel 14 M ur Tapak M 6 2 M 6x1,25 15 Linier Ball Bearing

Block 2 Aluminium Alloy

16 Housing Nut T8 1 Brass

17 Ring 4 4 Ø 4

18 M onting Linier Ball

Bearing Block 1 Besi Plat Tebal 2mm

19 Sekrup M 4 8 M 4x1,25 L:

10mm

20 Baut L M 4 4 M 4x1,25

21 Baut M 6 2 M 6x1,25 L:

20mm

22 Ring 6 2 Ø 6

23 M ur Kuping M 6 2 M 6x1,25

Gambar 8. Unit M odul Laser Engraver dan komponen penyusunnya

Gambar 9. Diagram kesetimbangan gaya pada rancangan Unit M odul Laser Engraver

Gambar 10. Unit Z-Axis dan komponen-komponen penyusunnya

Gambar 11. Diagram kesetimbangan gaya pada rancangan Unit Z-Axis

(6)

Gambar 12. Spesifikasi M odul Laser

Gambar 13. Hasil rancangan Unit X-Axis

Gambar 14. Komponen penyusun Unit X-Axis

Hasil rancangan Unit X-Axis diperlihatkan oleh Gambar 13 dengan komponen penyusunnya diperlihatkan oleh Gambar 14.

Setiap komponen penyusunnya memiliki spesifikasi sebagaimana yang diperlihatkan

pada Tabel 3. Diagram kesetimbangan gaya terhadap transfer gaya dari Unit Modul Z-Axis pada unit ini diperlihatkan oleh Gambar 15.

Tabel 3. Spesifikasi Komponen Penyusun Unit X-Axis No Nama Komponen Jlh Spesifikasi

1 Rangka Link-X 1 Besi Hollow Hitam

2 Plat Link-X 2 Besi Plat Tebah 2mm

3 Holder Bracket 4 Aluminium Alloy 4 Rel Linear Shaft 2 Stainless Steel 5 Sekrup M 4 8 M 4x1,25 L:

35mm

6 M ur M 4 8 M 4x1,25

7 Bearing Pillow

Block 2 Zinc Seng Alloy

8 Lead Screw 1 Stainless Steel 9 Sekrup M 4 4 M 4x1,25 L:

15mm

10 M ur M 4 4 M 4x1,25

11 M onting Linier Ball

Bearing Block 1 Besi Plat Tebal 2mm

12 Nut T8 1 Brass

13 Linier Ball Bearing

Block 4 Aluminium

Alloy 14 Sekrup M 4 16 M 4x1,25 L:

10mm 15 M onting Nema 1 Besi Plat Tebal

2mm

16 Nema 17 1 Lampiran-8

17 Shaft Flexible

Kopling 1 Aluminium

18 Sekrup M 4 4 M 4x1,25 L:

10mm

19 Baut M 6 2 M 6x1,25 L:

10mm

20 M ur M 6 2 M 6x1,25

21 Baut M 6 4 M 6x1,25 L:

15mm

22 M ur M 6 4 M 6x1,25

Gambar 15. Diagram kesetimbangan gaya pada rancangan Unit X-Axis

Diagram deformasi Unit X-Axis akibat transfer gaya dari Unit Modul Z-Axis diperlihatkan oleh Gambar 16. Diagram Safety Factor pada unit ini terhadap transfer gaya dari Unit Modul Z-Axis diperlihatkan oleh Gambar 17. Deformasi yang dipertimbangkan dalam

(7)

rancangan unit ini adalah defleksi searah Z-Axis.

Dari analisis diperoleh defleksi maksimum sebesar 5.63 m. Safety Factor rancangan unit ini dalam batasan yang sangat aman yaitu berkisar di angka 15.

Gambar 16. Diagram deformasi pada rancangan Unit X-Axis

Gambar 17. Diagram Safety Factor pada rancangan Unit X-Axis

Hasil rancangan Unit Y-Axis diperlihatkan oleh Gambar 18 dengan komponen penyusunnya diperlihatkan oleh Gambar 19.

Setiap komponen penyusunnya memiliki spesifikasi sebagaimana yang diperlihatkan pada Tabel 4. Diagram kesetimbangan gaya terhadap transfer gaya dari Unit Modul X-Axis pada unit ini diperlihatkan oleh Gambar 20.

Gambar 18. Hasil rancangan Unit Y-Axis

Gambar 19. Komponen penyusun Unit Y-Axis

Tabel 4. Spesifikasi Komponen Penyusun Unit Y-Axis No Nama Komponen Jlh Spesifikasi

1 Rangka Link-Y 2 Besi Hollow Hitam 2 Dudukan Link-Y 2 Besi Hollow

Hitam

3 Baut M 6 8 M 6x1,25 L:

35mm 4 M ur Kuping M 6 8 M 6x1,25 5 Holder Bracket 8 Aluminium

Alloy 6 Bearing Pillow

Block 4 Zinc Seng Alloy

7 Rel Linear Shaft 4 Stainless Steel 8 Lead Screw 2 Stainless Steel 9 Sekrup M 4 16 M 6x1,25 L:

35mm

10 M ur M 4 16 M 4x1,25

11 Linier Ball Bearing

Block 8 Aluminium

Alloy

12 Nut Housing 2 Aluminium

Alloy 13 Plat Link-Y 2 Plat Besi Tebal

2mm

14 Ring 4 40 Ø4

15 Sekrup M 4 40 M 4x1,25 L:

10mm

16 Nema 17 2 Lampiran-8

17 Shaft Flexible

Kopling 2 Aluminium

18 Bracket Nema 2 Plat Besi Tebal 2 mm

19 Sekrup M 4 8 M 4x1,25 L:

10mm 20 Sekrup M 4 4 M 4x1,25 L:

10mm 21 M ur Kuping M 4 4 M 4x1,25

Gambar 20. Diagram kesetimbangan gaya pada rancangan Unit Y-Axis

(8)

Diagram deformasi pada unit Unit Y-Axis terhadap transfer gaya dari Unit Modul X-Axis diperlihatkan oleh Gambar 21. Diagram Safety Factor pada unit ini terhadap transfer gaya dari Unit Modul X-Axis diperlihatkan oleh Gambar 22.

Gambar 21. Diagram deformasi pada rancangan Unit Y-Axis

Gambar 22. Diagram Safety Factor pada rancangan Unit Y-Axis

Deformasi yang dipertimbangkan dalam rancangan Unit Y-Axis adalah defleksi searah Z-Axis. Dari analisis diperoleh defleksi maksimum sebesar 4.65 m. Safety Factor rancangan unit ini dalam batasan yang sangat aman yaitu berkisar di angka 15.

Hasil rancangan Unit Meja Engraving diperlihatkan oleh Gambar 23 dengan komponen penyusunnya diperlihatkan oleh Gambar 24. Setiap komponen penyusunnya memiliki spesifikasi sebagaimana yang diperlihatkan pada Tabel 5.

Gambar 23. Unit M eja Engraving

Gambar 24. Komponen Unit M eja Engraving

Tabel 5. Spesifikasi Komponen Unit M eja Engraving No Nama Komponen Jlh Spesifikasi

1 Rangka M eja 1 Besi Hollow Hitam 2 Rangka Penahan

Plat 1 Besi Stirp

3 Plat lubang 1 Plat Lubang Tebal 1 mm

4 Rivet 16 Baja Lunak

Gambar 25. Assembly Total

Gambar 26. Komponen Assembly Total

(9)

Tabel 6. Spesifikasi Assembly Total No Nama Komponen Jlh Spesifikasi

1 Unit Y-Axis 1 Tabel 4

2 Unit X-Axis 1 Tabel 3

3 Unit Z-Axis 1 Tabel 2

4 Unit M odul Laser

Engraver 1 Tabel 1

5 Unit M eja Engraving 1 Tabel 5 6 M edia Engraving 1 Kayu

7 Baut M 6 4 M 6x1,25 L:

15mm

8 M ur M 6 4 M 6x1,25

9 Baut M 6 2 M 6x1,25 L:

15mm

10 Ring 6 2 Ø 6

11 M ur Kuping M 6 2 M 6x1,25

12 Baut M 6 2 M 6x1,25 L:

20mm

13 Ring Tebal 6 2 Ø 6

14 M ur Kuping M 6 2 M 6x1,25

Hasil rancangan Assembly Total diperlihatkan oleh Gambar 25 dengan komponen penyusunnya diperlihatkan oleh Gambar 26. Setiap komponen penyusunnya memiliki spesifikasi sebagaimana yang diperlihatkan pada Tabel 6.

Gambar 27. Area Kerja Rancangan M esin CNC Laser Engraver

Dari perancangan Mesin CNC Laser Engraver ini diperoleh sebuah inovasi rancangan mesin yang memiliki area kerja seluas 310 mm x 390 mm pada bidang X-Y sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 27.

Laser Engraver dapat digerakkan untuk melakukan proses engraving pada bidang X-Y dengan kombinasi gerak searah X-Axis dan Y- Axis. Ketinggian laser dari media engraving dapat diatur dengan menggerakkan laser searah Z-Axis sehingga laser dapat diposisikan berada 10 mm hingga 60 mm di atas media engraving.

4. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Mesin CNC Laser Engraver berhasil didesain dengan dimensi 585 mm x 533 mm x 350 mm, berat total 22 kg dan area kerja seluas 310 mm x 390 mm.

Rancangan ini dapat dipergunakan sebagai referensi untuk menghasilkan sebuah Mesin CNC Laser Engraver yang dapat menggerakkan head laser searah sumbu X, Y dan Z, dimana dengan rancangan ini, head laser dapat digerakkan 10-60 mm searah sumbu-Z, 0-310 mm searah sumbu-X dan 0-390 mm searah sumbu-Y di atas meja engraving.

Berdasarkan analisis struktur, deformasi terbesar dan harga safety factor (SF) pada unit X-Axis dan Y-Axis masing-masing adalah sebesar 5.63 m dan 4.65 m dengan SF berkisar di angka 15. Merujuk kepada deformasi terbesar dan harga safety factor (SF) pada unit X-Axis dan Y-Axis, maka rancangan ini layak dijadikan referensi bagi unit produksi mesin.

Ucapan Terima Kasih

Penulis mengucapkan terima kasih kepada mitra bebestari yang telah menelaah artikel ini secara blind review.

Referensi

[1] Sudarmono dan Sukijo, “Pengetahuan Teknologi Kerajinan Ukir Kayu,”

Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1979.

[2] P. Lestari, “Antropologi,” Jakarta:

Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

[3] I.S. Harrizal, Syafri dan A. Prayitmo,

“Rancang Bangun Sistem Kontrol Mesin CNC Milling 3-Axis Menggunakan Close Loop System,” Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Riau, vol. 4, no. 2, pp. 1-8, 2017.

[4] K. Wu, C. Krewet and B. Kuhlenkötter,

“Dynamic Performance of Industrial Robot in Corner Path with CNC Controller,” Robot. Comput. Integr.

Manuf., vol. 54, no. May, pp. 156– 161, 2018, doi: 10.1016/j.rcim.2017.11.008.

[5] G. M. Martinov, A. I. Obuhov, L. I.

Martinova and A. S. Grigoriev, “An Approach to Building Specialized CNC Systems for Non-Traditional Processes,”

Procedia CIRP, vol. 14, pp. 511–516, 2014, doi: 10.1016/j.procir.2014.03.049.

(10)

[6] N. H. B. Ambrizal, A. Farooqi, O. I.

Alsultan, and N. Bin Yusoff, “Design and Development of CNC Robotic Machine Integrated with Laser Device,” Procedia Eng., vol. 184, pp. 145–155, 2017, doi:

10.1016/j.proeng.2017.04.079.

[7] L. E. Chiang and J. Ramos, "CNC Control of a Laser Cutting Machine,"

Proceedings of 1994 IEEE International Symposium on Industrial Electronics (ISIE'94), Santiago, Chile, 1994, pp. 236- 241.

[8] A. Stepanov, M. Manninen, I. Pärnänen, M. Hirvimäki, and A. Salminen, “Laser Cutting of Leather: Tool for Industry or Designers?,” Phys. Procedia, vol. 78, no.

August, pp. 157–162, 2015, doi:

10.1016/j.phpro.2015.11.028.

[9] I.D. Kurniawan, J.K. Armando, L.I.M.G.

Etsa, V.T. Hardianto dan B. Prabandono,

“Perancangan Mesin CNC Laser untuk Pengerjaan Pipa Acrylic,” in Industrial and Mechanical Design Conference (IMDeC), Politeknik ATMI Surabaya, vol. 2, 2020, pp. 34-43.

[10] Suharto, P. Fahlevi, A.W. Pratomo dan Paryono,”Prototipe Mesin CNC Dioda Laser Cutting 5500 mW untuk Pembuatan Produk Kreatif Bahan Akrilic,” Politeknologi, vol. 19, no. 2, 2020.

[11] A. Wanggara, Andree, Moris , P.G.

Simatupang dan F. Azmi, ”Design of CNC Engraving 3 Axis Machine Based on Arduino Using GRBL Software,”

JESCE, vol. 4, no. 1, 2020, pp. 11-17.

[12] I. Malik, S. Effendi dan S. Witjahjo,

“ Rancang Bamgun Mesin CNC Engraver Mini sebagai Alat Bantu Pembelajaran, “ Teknika, vol. 13, no. 1, 2020, pp. 11-17.

Referensi

Dokumen terkait