BUPATI BELITUNG
PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG
NOMOR 55 TAHUN 2021 TENTANG
KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BELITUNG
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan kebijakan penyederhanaan birokrasi di lingkungan instansi Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf b Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penyederhanaan Struktur Organisasi pada Instansi Pemerintah Untuk Penyederhanaan Birokrasi, serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 4 ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Belitung, perlu dilakukan penataan kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Bupati Belitung tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II dan Kotapraja di Propinsi Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821);
2. Undang ....
SALINAN
2. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 217, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4033);
3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
5. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.74/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang Melaksanakan Urusan Pemerintahan Bidang Lingkungan Hidup dan Urusan Bidang Kehutanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1324);
6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 22 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Lingkungan Hidup (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1437);
7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 30 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1725);
8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 34 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Lingkungan Hidup (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 529);
9. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 15 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 756);
10. Peraturan ....
10. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Perencana (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 228);
11. Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Belitung (Lembaran Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2016 Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Belitung Nomor 24), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Belitung (Lembaran Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2019 Nomor 4, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Belitung Nomor 55);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BELITUNG.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan:
1. Daerah adalah Kabupaten Belitung.
2. Bupati adalah Bupati Belitung.
3. Pemerintah Daerah adalah Bupati sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.
4. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung.
5. Dinas Lingkungan Hidup adalah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung.
6. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung.
7. Sekretaris ....
7. Sekretaris adalah Sekretaris pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung.
8. Bidang adalah Bidang pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung.
9. Sub Bagian adalah Sub Bagian pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung.
10. Jabatan Fungsional adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu
11. Kelompok Jabatan Fungsional adalah sekolompok jabatan fungsional yang melaksanakan sebagian tugas sesuai dengan bidang keahlian dan keterampilannya;
12. Jabatan Fungsional Pengawas Lingkungan Hidup adalah jabatan yang memiliki ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan pengawasan dan/atau penegakan hukum lingkungan hidup.
13. Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan adalah jabatan yang memiliki ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan pengendalian dampak lingkungan.
14. Jabatan Fungsional Penyuluh Lingkungan Hidup adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak untuk menyelenggarakan dan/atau melaksanakan penyuluhan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
15. Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disingkat UPT adalah Unit Pelaksana Operasional yang melaksanakan sebagian tugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung.
16. Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah Profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada Instansi Pemerintah.
17. Persetujuan Lingkungan adalah Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup atau pernyataan kesanggupan pengelolaan lingkungan hidup yang telah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah;
18. Persetujuan ....
18. Persetujuan Teknis adalah persetujuan dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah berupa ketentuan mengenai standar Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan/atau analisis mengenai dampak lalu lintas Usaha dan/atau Kegiatan sesuai peraturan perundang-undangan;
19. Surat Kelayakan Operasional adalah surat yang memuat pernyataan pemenuhan mengenai standar perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Usaha dan/atau Kegiatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
BAB II
KEDUDUKAN, KEWENANGAN DAN TUGAS DAN FUNGSI Bagian Kesatu
Kedudukan
Pasal 2
Dinas Lingkungan Hidup merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang lingkungan hidup dan pengelolaan sampah yang dipimpin oleh kepala dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
Bagian Kedua Kewenangan
Pasal 3
Dinas Lingkungan Hidup mempunyai kewenangan sebagai berikut:
a. Perencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah;
b. Membuat Kajian Lingkungan Hidup Strategis untuk kebijakan rencana dan program daerah;
c. Pencegahan, penanggulangan dan pemulihan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dalam daerah;
d. Pengelolaan Keanekaragaman Hayati;
e. Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3);
f. Pembinaan dan pengawasan terhadap usaha dan/atau kegiatan yang persetujuan lingkungan hidup dan persetujuan
teknis ....
teknis lingkungan hidupnya diterbitkan oleh Pemerintah Daerah;
g. Penetapan pengakuan kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak Masyarakat Hukum Adat terkait dengan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang berada di daerah;
h. Peningkatan kapasitas Masyarakat Hukum Adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak Masyarakat Hukum Adat terkait dengan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang berada di daerah;
i. Penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan lingkungan hidup untuk lembaga kemasyarakatan tingkat daerah;
j. Pemberian penghargaan lingkungan hidup tingkat Daerah;
k. Penyelesaian pengaduan masyarakat di bidang PPLH (Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup) terhadap:
a. Usaha dan/atau kegiatan yang persetujuan lingkungan hidup dan/atau Persetujuan teknis lingkungan hidup yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah;
b. Usaha dan/atau kegiatan yang lokasi dan/atau dampaknya di Daerah;
l. Pengelolaan dan pengolahan sampah;
m. Pembinaan dan pengawasan pengelolaan dan pengolahan sampah yang diselenggarakan oleh pihak swasta.
Bagian Ketiga Tugas dan Fungsi
Pasal 4
Dinas Lingkungan Hidup mempunyai tugas menyelenggarakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (PPLH) serta pengelolaan sampah dan Limbah B3.
Pasal 5
Dinas Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, menyelenggarakan fungsi:
a. perumusan ....
a. perumusan kebijakan operasional pemeliharaan, pencegahan dan penanggulangan, pencemaran, kerusakan dan pemulihan kualitas lingkungan hidup;
b. pelaksanaan koordinasi pencegahan dan penanggulangan pencemaran, kerusakan lingkungan hidup dan pemulihan kualitas lingkungan hidup;
c. pelaksanaan pembinaan teknis pencegahan dan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup serta pemulihan kualitas lingkungan hidup;
d. peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia pengendali dampak lingkungan hidup;
e. pelaksanaan proses persetujuan lingkungan hidup/persetujuan pemerintah dan persetujuan teknis lingkungan hidup dan Surat Kelayakan Operasional yang menjadi kewenangan daerah;
f. pengawasan pelaksanaan pengendalian dampak dan kerusakan lingkungan hidup serta penyuluhan peningkatan peran serta masyarakat;
g. penetapan dan pelestarian keanekaragaman hayati;
h. pengelolaan sampah;
i. pelaksanaan proses persetujuan, pembinaan dan pengawasan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) tingkat daerah;
j. pelaksanaan koordinasi dan pembinaan teknis menuju kota sehat, bersih dan hijau;
k. penyusunan program kerja dan anggaran, keuangan dan aset, pengelolaan administrasi Aparatur Sipil Negara, urusan rumah tangga, dan tata usaha dinas; dan
l. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bagian Keempat Susunan Organisasi
Pasal 6
Susunan Organisasi Dinas Lingkungan Hidup terdiri atas:
a. Kepala Dinas;
b. Sekretariat:
c. Bidang Tata Lingkungan;
d. Bidang ....
d. Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3;
e. Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup;
f. Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup;
g. Unit Pelaksana Teknis (UPT); dan h. Kelompok Jabatan Fungsional.
Pasal 7
Susunan Organisasi Dinas Lingkungan Hidup sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.
Bagian Keempat Susunan Organisasi
Pasal 8
Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas melakukan pelayanan administratif dan teknis pada semua unsur di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup.
Pasal 9
Sekretariat dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan program kegiatan dan anggaran serta evaluasi dan pelaporan;
b. pelaksanaan koordinasi penyusunan rancangan produk hukum daerah di bidang lingkungan hidup;
c. pelaksanaan pengelolaan keuangan dan Barang Milik Daerah;
d. pengelolaan umum dan perlengkapan, urusan tata usaha, rumah tangga, dan urusan Aparatur Sipil Negara;
e. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
f. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 10 Sekretariat terdiri atas:
a. Sub Bagian Kepegawaian dan Umum
b. Sub ....
b. Sub Bagian Keuangan dan Aset;
c. Sub Koordinator Perencanaan dan Pelaporan; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional.
Pasal 11
Sub Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian, urusan rumah tangga, sarana dan prasarana serta perjalanan dinas.
Pasal 12
Sub Bagian Kepegawaian dan Umum melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian, urusan rumah tangga, kearsipan, tatausaha, sarana dan prasarana serta perjalanan dinas;
b. penyiapan bahan penyusunan, evaluasi, pelaporan dan pendokumentasian pelaksanaan program dan kegiatan terkait bidang tugasnya;
c. pelaksanaan koordinasi penyusunan rancangan produk hukum daerah di bidang lingkungan hidup;
d. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
e. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 13
Sub Bagian Keuangan dan Aset mempunyai tugas melaksanakan penatausahaan, perbendaharaan, verifikasi keuangan dan aset.
Pasal 14
Sub Bagian Keuangan dan Aset Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan dalam rangka penyusunan rencana anggaran, penatausahaan, perbendaharan verifikasi keuangan dan aset;
b. penyiapan bahan penyusunan, evaluasi, pelaporan dan pendokumentasian pengelolaan keuangan dan aset;
c. penyusunan laporan keuangan dan aset semester dan tahunan;
d. pemberian ....
d. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
e. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 15
Sub Koordinator Perencanaan dan Pelaporan ditunjuk dari Kelompok Jabatan Fungsional Perencana atau Pelaksana Senior, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan anggaran serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan di bidang Lingkungan Hidup.
Pasal 16
Sub Koordinator Perencanaan dan Pelaporan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, menyelenggarakan fungsi:
a. melaksanakan Penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah;
b. melaksanakan penyusunan penganggaran perangkat Daerah;
c. mengumpulkan dan mengolah data pelaporan kinerja perangkat daerah;
d. melaksanakan evaluasi kinerja perangkat daerah;
e. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bagian Keenam Bidang Tata Lingkungan
Pasal 17
Bidang Tata Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Lingkungan Hidup dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pembinaan dan koordinasi, serta pemantauan dan evaluasi di bidang tata lingkungan.
Pasal 18
Bidang Tata Lingkungan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, menyelenggarakan fungsi:
a. perencanaan dan perumusan program di bidang tugasnya;
b. pelaksanaan ....
b. pelaksanaan inventarisasi data dan informasi sumber daya alam;
c. penyusunan dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH);
d. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi pemuatan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah;
e. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
f. penentuan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup;
g. pelaksanaan koordinasi penyusunan tata ruang yang berbasis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup;
h. penyusunan instrument ekonomi lingkungan hidup (Produk Domestik Bruto dan Produk Domestik Regional Bruto hijau, mekanisme insentif disinsentif, pendanaan lingkungan hidup);
i. pelaksanaan sinkronisasi RPPLH Nasional, Pulau/Kepulauan dan Ekoregion;
j. penyusunan Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD);
k. pelaksanaan sosialisasi kepada pemangku kepentingan tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
l. penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis daerah;
m. pelaksanaan fasilitasi keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS);
n. pelaksanaan fasilitasi pembinaan penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis;
o. pemantauan dan evaluasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis;
p. pelaksanaan koordinasi penyusunan instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup (Amdal, UKL-UPL, Audit lingkungan hidup, Analisis risiko lingkungan hidup);
q. penilaian terhadap dokumen lingkungan (AMDAL dan UKL/UPL);
r. penyusunan tim uji kelayakan lingkungan hidup;
s. pelaksanaan proses verifikasi persetujuan lingkungan secara Daring;
t. pelaksanaan perlindungan sumber daya alam;
u. pelaksanaan ....
u. pelaksanaan pengawetan sumber daya alam;
v. pelaksanaan pemanfaatan secara lestari sumber daya alam;
w. pelaksanaan pencadangan sumber daya alam;
x. perencanaan konservasi keanekaragaman hayati;
y. penetapan kebijakan dan pelaksanaan konservasi, pemanfaatan berkelanjutan, dan pengendalian kerusakan keanekaragaman hayati;
z. pemantauan dan pengawasan pelaksanaan konservasi keanekaragaman hayati;
aa. penyelesaian konflik dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati;
bb. pengembangan system informasi dan pengelolaan data base keanekaragaman hayati;
cc. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
dd. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 19 Bidang Tata Lingkungan terdiri atas:
a. Sub Koordinator Inventarisasi RPPLH dan KLHS b. Sub Koordinator Kajian Dampak Lingkungan;
c. Sub Koordinator Pemeliharaan Lingkungan Hidup; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional.
Pasal 20
Sub Koordinator Inventarisasi RPPLH dan KLHS ditunjuk dari Kelompok Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan atau Pelaksana Senior, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan pembinaan dan koordinasi, serta pemantauan dan evaluasi di bidang Inventarisasi, RPPLH dan KLHS.
Pasal 21
Sub Koordinator Inventarisasi RPPLH dan KLHS dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, menyelenggarakan fungsi:
a. pelaksanaan Inventarisasi data dan informasi sumber daya alam;
b. penyiapan ....
b. penyiapan bahan dan penyusunan dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
c. penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi pemuatan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah;
d. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
e. penyiapan bahan penentuan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup;
f. Penyiapan bahan koordinasi penyusunan tata ruang yang berbasis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup;
g. Penyiapan bahan dan penyusunan instrument ekonomi lingkungan hidup (PDB dan PDRB hijau, mekanisme insentif disinsentif, pendanaan lingkungan hidup);
h. pelaksanaan sinkronisasi RPPLH Nasional, Pulau/Kepulauan dan Ekoregion;
i. penyusunan Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD);
j. penyiapan bahan pelaksanaan sosialisasi kepada pemangku kepentingan tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
k. penyiapan bahan penyusunan kajian lingkungan hidup strategis daerah;
l. penyiapan bahan pengesahan kajian lingkungan hidup strategis;
m. pelaksanaan fasilitasi keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan kajian lingkungan hidup strategis;
n. pelaksanaan fasilitasi pembinaan penyelenggaraan kajian lingkungan hidup strategis;
o. pemantauan dan evaluasi kajian lingkungan hidup strategis;
p. penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan di bidang tugasnya;
q. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
r. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal ....
Pasal 22
Sub Koordinator Kajian Dampak Lingkungan ditunjuk dari Kelompok Jabatan Fungsional Pengelola Dampak Lingkungan atau pelaksana senior, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan pembinaan dan koordinasi, serta pemantauan dan evaluasi di bidang kajian dampak lingkungan.
Pasal 23
Sub Koordinator Kajian Dampak Lingkungan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, menyelenggarakan fungsi:
a. Penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penyusunan instrument pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup (Amdal, UKL-UPL, izin lingkungan, Audit lingkungan hidup, Analisis risiko lingkungan hidup);
b. penyiapan bahan penilaian terhadap dokumen lingkungan (AMDAL dan UKL/UPL);
c. penyiapan bahan penyusunan tim uji kelayakan lingkungan hidup;
d. Pelaksanaan proses persetujuan lingkungan hidup dan persetujuan teknis lingkungan hidup yang menjadi kewenangan daerah;
e. pelaksanaan proses verifikasi persetujuan lingkungan secara Daring;
f. penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan di bidang tugasnya;
g. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
h. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 24
Sub Koordinator Pemeliharaan Lingkungan Hidup ditunjuk dari Kelompok Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan atau pelaksana senior, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan pembinaan dan koordinasi, serta pemantauan dan evaluasi di bidang pemeliharaan lingkungan hidup.
Pasal ....
Pasal 25
Sub Koordinator Pemeliharaan Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan pelaksanaan perlindungan sumber daya alam;
b. penyiapan bahan pelaksanaan pengawetan sumber daya alam;
c. penyiapan bahan pelaksanaan pemanfaatan secara lestari sumber daya alam;
d. penyiapan bahan pelaksanaan pencadangan sumber daya alam;
e. penyiapan bahan perencanaan konservasi keanekaragaman hayati;
f. penyiapan bahan penetapan kebijakan dan pelaksanaan konservasi, pemanfaatan berkelanjutan dan pengendalian kerusakan keanekaragaman hayati;
g. penyiapan bahan pemantauan dan pengawasan pelaksanaan konservasi keanekaragaman hayati;
h. penyiapan bahan penyelesaian konflik dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati;
i. penyiapan bahan pengembangan system informasi dan pengelolaan data base keanekaragaman hayati;
j. Penyusunan laporan dan dokumentasi kegiatan di bidang tugasnya;
k. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
l. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bagian Ketujuh
Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3
Pasal 26
Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 mempunyai tugas melaksanakan tugas Dinas Lingkungan Hidup dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pembinaan dan koordinasi, serta pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan sampah dan limbah B3.
Pasal ....
Pasal 27
Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26, menyelenggarakan fungsi:
a. Perencanaan dan perumusan program di bidang tugasnya;
b. Penyiapan bahan penetapan target pengurangan sampah;
c. Penyiapan bahan pembinaan pembatasan timbulan sampah;
d. Penyiapan bahan pembinaan pemanfaatan kembali sampah;
e. Penyiapan bahan pembinaan daur ulang sampah;
f. Penyediaan fasilitas pengolahan sampah;
g. Penyiapan bahan dan pelaksanaan penyuluhan pengurangan sampah;
h. Pengembangan sistem kerja dan inovasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan pengurangan sampah;
i. Penyiapan bahan dan pelaksanaan pembinaan pengelolaan sampah;
j. Penyediaan sarana dan prasarana penanganan sampah;
k. Pemungutan retribusi atas jasa layanan pengelolaan sampah;
l. Penetapan lokasi tempat pengelolaan sampah;
m. Pengawasan dan pembinaan terhadap usaha/kegiatan pengelolaan sampah;
n. Penyusunan dan pelaksanaan sistem tanggap darurat pengelolaan sampah;
o. Pelaksanaan kerja sama dengan kabupaten/kota lain dan kemitraan dengan badan usaha pengelola sampah dalam menyelenggarakan pengelolaan sampah;
p. Pengembangan investasi dalam usaha/kegiatan pengelolaan sampah;
q. Penyusunan dan pelaksanaan perizinan pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh pihak lain;
r. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan kinerja pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh pihak lain;
s. Pelaksanaan rangkaian kegiatan pengembangan perangkat bidang pengelolaan sampah;
t. Penilaian kinerja bidang pengelolaan sampah;
u. Pelaksanaan rangkaian kegiatan pengawasan dan pengendalian bidang pengelolaan sampah;
v. Penyiapan bahan dan pelaksanaan pembinaan limbah B3;
w. Pelaksanaan ....
w. Pelaksanaan proses pemenuhan standar dan/atau rincian teknis penyimpanan limbah B3 skala kabupaten;
x. Pelaksanaan proses persetujuan teknis pengumpulan limbah B3 skala kabupaten;
y. Pelaksanaan proses persetujuan pengelolaan limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan sesuai kewenangannya;
z. Penilaian kinerja di bidang limbah B3;
aa. Pelaksanaan rangkaian kegiatan pengawasan dan pengendalian di bidang limbah B3;
bb. Koordinasi, monitoring dan evaluasi serta pelaporan di bidang tugasnya;
cc. Pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
dd. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 28
Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 terdiri atas:
a. Sub Koordinator Pengurangan Sampah;
b. Sub Koordinator Penanganan Sampah;
c. Sub Koordinator Limbah B3; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional.
Pasal 29
Sub Koordinator Pengurangan Sampah ditunjuk dari Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh Lingkungan Hidup atau Pelaksana Senior, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pengembangan, pembinaan dan koordinasi, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pengurangan sampah.
Pasal 30
Sub Koordinator Pengurangan Sampah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29, menyelenggarakan fungsi:
a. perencanaan dan perumusan program pengurangan sampah;
b. Penyiapan bahan penetapan target pengurangan sampah;
c. Penyiapan bahan pembinaan pembatasan timbulan sampah;
d. Penyiapan bahan pembinaan pemanfaatan kembali sampah;
e. Penyiapan bahan pembinaan daur ulang sampah;
f. Penyediaan ....
f. Penyediaan fasilitas pengolahan sampah;
g. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan pengurangan sampah yang terdiri dari pengumpulan data dan penyusunan rencana kerja;
h. pelaksanaan kegiatan penyuluhan pengurangan sampah yang terdiri dari penyusunan materi, penerapan metode, konsultasi dan fasilitasi kemitraan sasaran kegiatan;
i. pengembangan sistem kerja dan inovasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan pengurangan sampah;
j. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penyuluhan di bidang tugasnya;
k. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
l. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 31
Sub Koordinator Penanganan Sampah ditunjuk dari Kelompok Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan atau Pelaksana Senior, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pengembangan, pembinaan dan koordinasi, pemantauan, dan evaluasi dan pelaporan di bidang penanganan sampah.
Pasal 32
Sub Koordinator Penanganan Sampah dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, menyelenggarakan fungsi:
a. perencanaan dan perumusan program pengurangan sampah;
b. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan sampah;
c. penyediaan sarana dan prasarana penanganan sampah;
d. pemungutan retribusi atas jasa layanan pengelolaan sampah;
e. penetapan lokasi tempat pengelolaan sampah;
f. pelaksanaan kerja sama dengan kabupaten/kota lain dan kemitraan dengan badan usaha pengelola sampah dalam menyelenggarakan pengelolaan sampah;
g. pelaksanaan pembinaan dan pengawasan kinerja pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh pihak lain;
h. pengembangan ....
h. pengembangan perangkat di bidang pengelolaan sampah yang terdiri dari penyusunan standar, pengawasan penerapan standar, serta pengembangan kebijakan dan sarana di bidang pengelolaan sampah;
i. penilaian kinerja di bidang pengelolaan sampah;
j. pelaksanaan rangkaian kegiatan pengendalian di bidang pengelolaan sampah;
k. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang tugasnya;
l. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
m. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 33
Sub Koordinator Limbah B3 ditunjuk dari Kelompok Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan atau Pelaksana Senior, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pengembangan, pembinaan dan koordinasi, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang limbah B3.
Pasal 34
Sub Koordinator Limbah B3 dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33, menyelenggarakan fungsi:
a. perencanaan dan perumusan program limbah B3 sesuai dengan kewenangannya;
b. penyiapan bahan dan pelaksanaan pembinaan limbah B3;
c. pelaksanaan proses pemenuhan standar dan/atau rincian teknis penyimpanan limbah B3 skala kabupaten;
d. pelaksanaan proses persetujuan teknis pengumpulan limbah B3 skala kabupaten;
e. pelaksanaan proses persetujuan pengelolaan limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan sesuai kewenangannya;
f. penilaian kinerja di bidang limbah B3;
g. pelaksanaan rangkaian kegiatan pengendalian di bidang limbah B3;
h. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang tugasnya;
i. pemberian ....
i. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
j. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bagian Kedelapan
Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup
Pasal 35
Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Lingkungan Hidup dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan pembinaan dan koordinasi, serta pemantauan dan evaluasi di bidang pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Pasal 36
Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35, menyelenggarakan fungsi:
a. perencanaan dan perumusan program di bidang tugasnya;
b. pelaksanaan pemantauan kualitas air;
c. pelaksanaan pemantauan kualitas udara;
d. pelaksanaan pemantauan kualitas tanah;
e. pelaksanaan pemantauan kualitas pesisir dan laut;
f. penentuan baku mutu lingkungan;
g. melakukan penginputan dan pelaporan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) secara online;
h. penyiapan sarana prasarana pemantauan lingkungan (laboratorium lingkungan);
i. melakukan koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca
j. melakukan koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pengendalian Mitigasi
k. pelaksanaan koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pengendalian Adaptasi Perubahan Iklim.
l. pelaksanaan pemantauan sumber pencemar institusi dan non institusi;
m. pelaksanaan ....
m. pelaksanaan penanggulangan pencemaran (pemberian informasi, pengisolasian serta penghentian) sumber pencemar institusi dan noninstitusi;
n. pelaksanaan pemulihan pencemaran (pembersihan, remidiasi, rehabilitasi dan restorasi) sumber pencemar institusi dan non institusi;
o. penentuan baku mutu sumber pencemar;
p. pengembangan sistem informasi kondisi, potensi dampak dan pemberian peringatan akan pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup kepada masyarakat;
q. penyusunan kebijakan pembinaan terhadap sumber pencemar institusi dan noninstitusi;
r. pelaksanaan pembinaan terhadap sumber pencemar institusi dan noninstitusi;
s. pelaksanaan pembinaan tindaklanjut rekomendasi hasil evaluasi sumber pencemar institusi dan noninstitusi;
t. penentuan kriteria baku kerusakan lingkungan;
u. pelaksanaan pemantauan kerusakan lingkungan;
v. pelaksanaan penanggulangan (pemberian informasi, pengisolasian serta penghentian) kerusakan lingkungan;
w. pelaksanaan pemulihan (pembersihan, remediasi, rehabilitasi dan restorasi) kerusakan lingkungan;
x. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
y. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 37
Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup terdiri atas:
a. Sub Koordinator Pemantauan Lingkungan;
b. Sub Koordinator Pencemaran Lingkungan;
c. Sub Koordinator Kerusakan lingkungan; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional.
Pasal 38
Sub Koordinator Pemantauan Lingkungan ditunjuk dari Kelompok Jabatan Fungsional penyuluh Lingkungan hidup atau Pelaksana Senior, yang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
dalam ....
dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan pembinaan dan koordinasi, serta pemantauan dan evaluasi di bidang pengendalian lingkungan.
Pasal 39
Sub Koordinator Pemantauan Lingkungan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38, menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan kualitas air;
b. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan kualitas udara;
c. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan kualitas tanah;
d. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan kualitas pesisir dan laut;
e. penyiapan bahan penentuan baku mutu lingkungan;
f. melakukan penginputan dan pelaporan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) secara online;
g. penyiapan bahan penyiapan sarana prasarana pemantauan lingkungan (laboratorium lingkungan);
h. melakukan koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca
i. melakukan koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pengendalian Mitigasi
j. melakukan koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pengendalian Adaptasi Perubahan Iklim.
k. penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan dibidang tugasnya;
l. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
m. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 40
Sub Koordinator Pencemaran Lingkungan ditunjuk dari Kelompok Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan atau Pelaksana Senior, yang mempunyai tugas menyiapkan bahan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, melaksanakan pembinaan dan koordinasi, serta pemantauan dan evaluasi di bidang penyuluhan lingkungan.
Pasal ....
Pasal 41
Sub Koordinator Pencemaran Lingkungan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40, menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan pelaksanaan penyuluhan sumber pencemar institusi dan noninstitusi;
b. penyiapan bahan pelaksanaan penanggulangan pencemaran (pemberian informasi, pengisolasian serta penghentian) sumber pencemar institusi dan noninstitusi;
c. penyiapan bahan pelaksanaan pemulihan pencemaran (pembersihan, remidiasi, rehabilitasi dan restorasi) sumber pencemar institusi dan noninstitusi;
d. penyiapan bahan penentuan baku mutu sumber pencemar;
e. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi kondisi, potensi dampak dan pemberian peringatan akan pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup kepada masyarakat;
f. penyiapan bahan penyusunan kebijakan pembinaan terhadap sumber pencemar institusi dan noninstitusi;
g. pelaksanaan pembinaan terhadap sumber pencemar institusi dan noninstitusi;
h. pelaksanaan pembinaan tindaklanjut rekomendasi hasil evaluasi sumber pencemar institusi dan noninstitusi.
i. penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan dibidang tugasnya;
j. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
k. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 42
Sub Koordinator Kerusakan Lingkungan ditunjuk dari Kelompok Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan atau Pelaksana Senior, yang mempunyai tugas menyiapkan bahan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, melaksanakan pembinaan dan koordinasi, serta pemantauan dan evaluasi di bidang kerusakan lingkungan.
Pasal ....
Pasal 43
Sub Koordinator Kerusakan Lingkungan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42, menyelenggarakan fungsi :
a. penyiapan bahan penentuan kriteria baku kerusakan lingkungan;
b. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan kerusakan lingkungan;
c. penyiapan bahan pelaksanaan penanggulangan (pemberian informasi, pengisolasian serta penghentian) kerusakan lingkungan;
d. penyiapan bahan pelaksanaan pemulihan (pembersihan, remediasi, rehabilitasi dan restorasi) kerusakan lingkungan;
e. penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan dibidang tugasnya;
f. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
g. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bagian Kesembilan
Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup
Pasal 44
Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup mempunyai tugas melaksanakan Sebagian tugas Dinas Lingkungan Hidup dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan pembinaan dan koordinasi, serta pemantauan dan evaluasi di bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup.
Pasal 45
Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44, menyelenggarakan fungsi:
a. perencanaan dan perumusan program dibidang tugasnya;
b. penyusunan kebijakan tentang tata cara pelayan pengaduan dan penyelesaian pengaduan masyarakat;
c. fasilitasi ....
c. fasilitasi penerimaan pengaduan atas usaha atau kegiatan yang tidak sesuai dengan Persetujuan teknis dan Surat kelayakan operasional (SLO);
d. pelaksanaan penelaahan dan verifikasi atas pengaduan;
e. penyusunan rekomendasi tindaklanjut hasil verifikasi pengaduan;
f. pelaksanaan bimbingan teknis, monitoring, dan pelaporan atas hasil tindak lanjut pengaduan;
g. penyelesaian sengketa lingkungan;
h. pelaksanaan sosialisasi tata cara pengaduan;
i. pengembangan system informasi penerimaan pengaduan masyarakat atas usaha atau kegiatan yang tidak sesuai dengan Persetujuan teknis dan Surat kelayakan operasional (SLO);
j. penyusunan kebijakan pengawasan terhadap usaha dan atau kegiatan yang memiliki Persetujuan Lingkungan/Persetujuan Pemerintah dan Persetujuan teknis dan Surat kelayakan operasional (SLO);
k. pelaksanaan pengawasan terhadap penerima Persetujuan Lingkungan/Persetujuan Pemerintah dan Persetujuan teknis dan Surat kelayakan operasional (SLO);
l. pelaksanaan pengawasan tindak lanjut rekomendasi hasil evaluasi penerima Persetujuan Lingkungan/Persetujuan Pemerintah dan Persetujuan teknis dan Surat kelayakan operasional (SLO);
m. pembinaan dan pengawasan terhadap Petugas Pengawas Lingkungan Hidup Daerah;
n. pembentukan tim koordinasi dan monitoring penegakan hukum lingkungan;
o. pelaksanaan penegakan hukum atas pelanggaran Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
p. pelaksanaan penyidikan perkara pelanggaran lingkungan hidup;
q. penanganan barang bukti dan penanganan hukum pidana secara terpadu;
r. penyusunan kebijakan pengakuan keberadaan masyarakat hukum adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak
Masyarakat ....
Masyarakat Hukum Adat terkait dengan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
s. identifikasi, verifikasi dan validasi serta penetapan pengakuan kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak Masyarakat Hukum Adat terkait dengan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
t. penetapan tanah ulayat yang merupakan keberadaan Masyarakat Hukum Adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak Masyarakat Hukum Adat terkait dengan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
u. pelaksanaan komunikasi dialogis dengan Masyarakat Hukum Adat;
v. pembentukan panitia pengakuan masyarakat hukum adat;
w. penyusunan data dan informasi profil Masyarakat Hukum Adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional terkait Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
x. penyusunan kebijakan peningkatan kapasitas Masyarakat Hukum Adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional terkait Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
y. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, pengembangan dan pendampingan terhadap Masyarakat Hukum Adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional terkait Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
z. pelaksanaan fasilitasi kerjasama dan pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional terkait Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
aa. penyiapan model peningkatan kapasitas dan peningkatan kerjasama Masyarakat Hukum Adat, kearifan local atau pengetahuan tradisional terkait Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
bb. penyiapan sarpras peningkatan kapasitas dan peningkatan kerjasama Masyarakat Hukum Adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional terkait Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
cc. pengembangan materi diklat dan penyuluhan lingkungan hidup;
dd. pengembangan ....
dd. pengembangan metode diklat dan penyuluhan lingkungan hidup;
ee. pelaksanaan diklat dan penyuluhan lingkungan hidup;
ff. peningkatan kapasitas instruktur dan penyuluh lingkungan hidup;
gg. pengembangan kelembagaan kelompok masyarakat peduli lingkungan hidup;
hh. pelaksanaan identifikasi kebutuhan diklat dan penyuluhan;
ii. penyiapan sarana prasarana diklat dan penyuluhan lingkungan hidup;
jj. pengembangan jenis penghargaan lingkungan hidup;
kk. penyusunan kebijakan tata cara pemberian penghargaan LH;
ll. pelaksanaan penilaian dan pemberian penghargaan;
mm. pembentukan tim penilai penghargaan yang kompeten;
nn. pelaksanaan dukungan program pemberian penghargaan tingkat provinsi dan nasional;
oo. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
pp. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 46
Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup terdiri atas:
a. Sub Koordinator Pengaduan Dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan;
b. Sub Koordinator Penegakan Hukum Lingkungan;
c. Sub Koordinator Peningkatan Kapasitas Lingkungan; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional.
Pasal 47
Sub Koordinator Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan ditunjuk dari Kelompok Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan atau Pelaksana Senior, yang mempunyai tugas penyiapan bahan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan pembinaan dan koordinasi, serta pemantauan dan evaluasi di bidang pengaduan dan penyelesaian sengketa lingkungan.
Pasal ....
Pasal 48
Sub Koordinator Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47, menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan tentang tata cara pelayanan pengaduan dan penyelesaian pengaduan masyarakat;
b. pelaksanaan fasilitasi penerimaan pengaduan atas usaha atau kegiatan yang tidak sesuai dengan Persetujuan teknis dan Surat kelayakan operasional (SLO);
c. pelaksanaan penelaahan dan verifikasi atas pengaduan;
d. penyiapan bahan penyusunan rekomendasi tindak lanjut hasil verifikasi pengaduan;
e. penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis, monitoring dan pelaporan atas hasil tindak lanjut pengaduan;
f. penyiapan bahan penyelesaian sengketa lingkungan;
g. penyiapan bahan pelaksanaan sosialisasi tata cara pengaduan;
h. penyiapan bahan pengembangan sistem informasi penerimaan pengaduan masyarakat atas usaha atau kegiatan yang tidak sesuai dengan Persetujuan teknis dan Surat kelayakan operasional (SLO);
i. penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan dibidangtugasnya;
j. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
k. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 49
Sub Koordinator Penegakan Hukum Lingkungan ditunjuk dari Kelompok Jabatan Fungsional Pengawas Lingkungan Hidup atau Pelaksana Senior, yang melaksanakan tugas penyiapan bahan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan pembinaan dan koordinasi, serta pemantauan dan evaluasi di bidang penegakan hukum lingkungan.
Pasal ....
Pasal 50
Sub Koordinator Penegakan Hukum Lingkungan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49, menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan pengawasan terhadap usaha dan atau kegiatan yang memiliki Persetujuan Lingkungan/Persetujuan Pemerintah dan Persetujuan teknis dan Surat kelayakan operasional (SLO);
b. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan terhadap penerima Persetujuan Lingkungan/Persetujuan Pemerintah dan Persetujuan teknis dan Surat kelayakan operasional (SLO);
c. penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan tindak lanjut rekomendasi hasil evaluasi penerima Persetujuan Lingkungan/Persetujuan Pemerintah dan Persetujuan teknis dan Surat kelayakan operasional (SLO);
d. penyiapan bahan pembinaan dan pengawasan terhadap Petugas Pengawas Lingkungan Hidup Daerah;
e. penyiapan bahan pembentukan tim koordinasi dan monitoring penegakan hukum lingkungan;
f. penyiapan bahan pelaksanaan penegakan hukum atas pelanggaran perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
g. penyiapan bahan pelaksanaan penyidikan perkara pelanggaran lingkungan hidup;
h. penyiapan bahan penanganan barang bukti dan penanganan hukum pidana secara terpadu;
i. penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan dibidang tugasnya;
j. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
k. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Pasal 51
Sub Koordinator Peningkatan Kapasitas Lingkungan ditunjuk dari Kelompok Jabatan Fungsional Pengawas Lingkungan Hidup atau Pelaksana Senior, yang melaksanakan tugas penyiapan bahan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan pembinaan dan koordinasi, serta pemantauan dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas lingkungan.
Pasal ....
Pasal 52
Sub Koordinator Penyuluh Lingkungan Hidup dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51, menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan pengakuan keberadaan masyarakat hukum adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak Masyarakat Hukum Adat terkait dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
b. penyiapan bahan pengidentifikasi, verifikasi dan validasi serta penetapan pengakuan keberadaan masyarakat hukum adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak kearifan local atau pengetahuan tradisional dan hak Masyarakat Hukum Adat terkait dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
c. penyiapan bahan penetapan tanah ulayat yang merupakan keberadaan Masyarakat Hukum Adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak kearifan lokal atau pengetahuan tradisional dan hak Masyarakat Hukum Adat terkait dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
d. penyiapan bahan pelaksanaan komunikasi dialogis dengan Masyarakat Hukum Adat;
e. penyiapan bahan penyusunan data dan informasi kearifan lokal atau pengetahuan tradisional terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
f. Penyiapan bahan penyusunan kebijakan peningkatan kapasitas Masyarakat Hukum Adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
g. penyiapan bahan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, pengembangan dan pendampingan terhadap Masyarakat Hukum Adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
h. pelaksanaan fasilitasi Kerjasama dan pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
i. penyiapan ....
i. penyiapan bahan model peningkatan kapasitas dan peningkatan Kerja sama Masyarakat Hukum Adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
j. penyiapan bahan sarana prasarana peningkatan kapasitas dan peningkatan Kerjasama Masyarakat Hukum Adat, kearifan lokal atau pengetahuan tradisional terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;
k. penyiapan bahan pengembangan materi diklat dan penyuluhan lingkungan hidup;
l. pengembangan metode diklat dan penyuluhan lingkungan hidup;
m. penyiapan bahan pelaksanaan diklat dan penyuluhan lingkungan hidup Peningkatan kapasitas instruktur dan penyuluh lingkungan hidup;
n. penyiapan bahan pengembangan kelembagaan kelompok masyarakat peduli lingkungan hidup;
o. pelaksanaan identifikasi kebutuhan diklat dan penyuluhan;
p. penyiapan bahan sarana prasarana diklat dan penyuluhan lingkungan hidup;
q. penyiapan bahan pengembangan jenis penghargaan lingkungan hidup;
r. penyiapan bahan penyusunan kebijakan tata cara pemberian penghargaan lingkungan hidup;
s. penyiapan bahan pelaksanaan penilaian dan pemberian penghargaan;
t. penyiapan bahan pembentukan tim penilai penghargaan yang kompeten;
u. penyiapan bahan pemberian dukungan program pemberian penghargaan tingkat provinsi dan nasional;
v. penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan di bidang tugasnya;
w. pemberian saran dan pertimbangan kepada atasan terkait bidang tugasnya; dan
x. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Bagian ....
Bagian Kesembilan Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Pasal 53
(1) Pada organisasi Dinas Lingkungan Hidup dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) sesuai kebutuhan.
(2) Kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi, serta tata kerja UPT sebagaimana di maksud ayat (1) diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati.
Bagian Kesepuluh
Kelompok Jabatan Fungsional
Pasal 54
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan bidang tenaga fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Pasal 55
(1) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54, terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.
(2) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional yang ada di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup.
(3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sesuai kebutuhan dan beban kerja.
(4) Jenis dan Jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur sesuai dengan peraturan perundang- undangan.
Pasal 56
Penetapan sub-koordinator sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Pasal 20, Pasal 22, Pasal 24, Pasal 29, Pasal 31, Pasal 33, Pasal 38, Pasal 40, Pasal 42, Pasal 47, Pasal 49, dan Pasal 51 ditetapkan oleh pejabat Pembina kepegawaian atas usulan pejabat yang berwenang.
BAB ....
BAB III TATA KERJA
Pasal 57
Dalam melaksanakan tugasnya, setiap pimpinan dari unit organisasi dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten serta instansi lain sesuai dengan tugas masing-masing.
Pasal 58
Setiap pimpinan di lingkungan Dinas Lingkungan hidup wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 59
(1) Setiap pimpinan di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.
(2) Setiap pimpinan di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup wajib mengikuti petunjuk-petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.
Pasal 60
(1) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan, wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahan.
(2) Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.
Pasal ....
D:\188-PERATURAN PER UU\PERBUP PDF\PERBUP PDF 2021\SOTK\55-SOTK DLH.doc 34 Pasal 61
Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di bantu kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala.
BAB IV
KETENTUAN PENUTUP Pasal 62
Dengan berlakunya Peraturan Bupati ini, maka Peraturan Bupati Belitung Nomor 54 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung (Berita Daerah Kabupaten Belitung Tahun 2016 Nomor 54), dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.
Pasal 63
Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Belitung.
Ditetapkan di Tanjungpandan pada tanggal 28 Desember 2021
BUPATI BELITUNG, ttd.
SAHANI SALEH Diundangkan di Tanjungpandan
pada tanggal 28 Desember 2021 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BELITUNG,
ttd.
MZ. HENDRA CAYA
BERITA DAERAH KABUPATEN BELITUNG TAHUN 2021 NOMOR 55
D:\188-PERATURAN PER UU\PERBUP PDF\PERBUP PDF 2021\SOTK\55-SOTK DLH.doc 35 LAMPIRAN
PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 55 TAHUN 2021
TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BELITUNG
STRUKTUR ORGANISASI
DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BELITUNG
BUPATI BELITUNG, ttd
SAHANI SALEH
PARAF KOORDINASI 1
2 3 4 5 6 7 8