• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1. Sejarah Singkat

Sejarah berdirinya D’ Natural Organic Store & Restaurant berawal dari ketika pemilik, memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Kemudian dokter menganjurkan untuk mengonsumsi makanan organik. Setelah mengonsumsi makanan organik, pemilik menjadi sembuh dari alerginya. Sejak saat itu pemilik sering mengonsumsi makanan organik yang dibelinya dari luar negeri. Selain untuk dikonsumsi sendiri, pemilik juga ingin membantu teman-temannya yang juga memiliki alergi terhadap makanan tertentu sehingga, pada tahun 2006 pemilik mendirikan Healthy Choice Organic Store & Restaurant yang terletak di jalan Bukit Darmo Boulevard Office Park I B 9 – 10, Surabaya. Kemudian pada tahun 2009 nama Healthy Choice Organic Store & Restaurant berubah menjadi D’

Natural Organic Store & Restaurant.

D’ Natural Organic Store & Restaurant merupakan salah satu organic store (toko yang menjual bahan-bahan makanan organik) di Surabaya, yang menyediakan bahan-bahan makanan organik seperti sayuran dan buah-buahan organik, daging sapi, ayam, ikan, beras, bumbu-bumbu dapur seperti kecap asin, garam, saus tomat, dan bahan makanan organik lainnya.

D’ Natural Organic Store & Restaurant juga memiliki restoran dengan kapasitas 42 kursi, yang menyediakan makanan dan minuman yang menggunakan bahan-bahan organik. Adapun ragam macam menu makanan yang disediakan adalah Chinese food. Sedangkan minuman yang disajikan adalah minuman yang berbahan dasar sayuran dan buah-buahan organik. Selain itu, D’ Natural Organic Store & Restaurant juga menyediakan beberapa fasilitas lain yaitu:

 Menyediakan jasa catering.

 Konsultasi gratis dengan ahli gizi untuk menu makanan program diet.

 Menyewakan ruangan berkapasitas 80 orang untuk acara tertentu seperti ulang tahun dan seminar.

(2)

Adapun bangunan D’ Natural Organic Store & Restaurant terdiri atas 4 lantai yaitu:

 Lantai 1 : Area store dan restoran.

 Lantai 2 : Ruangan yang disewakan untuk acara tertentu.

 Lantai 3 : Ruangan kantor.

 Lantai 4 : Gudang.

4.1.2. Visi dan Misi

Visi dan misi D’ Natural Organic Store & Restaurant adalah:

 Visi: Menyediakan makanan yang sehat dan solusi kesehatan yang inovatif untuk memenuhi pola hidup sehat.

 Misi: Senantiasa menyajikan solusi makanan sehat yang inovatif dengan menciptakan dan memenuhi kebutuhan pola hidup sehat konsumen.

4.1.3. Struktur Organisasi

Struktur organisasi D’ Natural Organic Store & Restaurant adalah:

Gambar 4.1. Struktur organisasi

Manajer operasional bertanggung jawab untuk menangani seluruh kegiatan operasional di D’ Natural Organic Store & Restaurant, baik di area store maupun area restoran. Manajer operasional bekerja sama dengan bagian purchasing dalam menangani penerimaan sayuran dan buah-buahan organik di D’ Natural Organic Store & Restaurant. Manajer operasional memberi tugas kepada pelayan restoran dan bartender untuk menangani penyimpanan sayuran dan buah-buahan organik.

Direktur/ Pemilik

Manajer Operasional Marketing

Purchasing Human Resource

Department

Koki Pelayan

Restoran

Kasir Karyawan

Gudang

Bartender Security

(3)

Sedangkan persiapan minuman berbahan dasar sayuran dan buah-buahan organik dilakukan oleh bartender.

4.2. Penerapan Food Safety Terhadap Minuman Berbahan Dasar Sayuran dan Buah-Buahan Organik

4.2.1. Hasil Observasi Penerimaan Sayuran dan Buah-Buahan Organik Tabel 4.1. Hasil Check List Penerimaan Seledri Organik

Kriteria Ya Tidak

Warna

Daun berwarna hijau agak gelap.

Batang berwarna hijau keputihan.

Penampilan

Akar utama telah dipotong.

Tidak terdapat serangga.

Tidak terdapat bintik-bintik hitam (jamur) pada daun. Terdapat sedikit atau bersih dari kotoran (pasir/ tanah). Tekstur Tekstur batang kokoh, renyah, dan tidak berlendir.

Bau Tidak berbau busuk.

Kemasan Kemasan utuh dan bersih.

Label Terdapat label sertifikasi dari lembaga sertifikasi organik pada

kemasan.

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis di D’ Natural Organic Store & Restaurant dapat dilihat bahwa seledri organik yang diterima memiliki daun yang berwarna hijau agak gelap dan batang yang berwarna hijau keputihan.

Akar utama seledri organik telah dipotong dan tidak terdapat serangga atau bintik- bintik hitam (jamur) pada daun, serta bersih dari kotoran (pasir/ tanah). Tekstur batang seledri organik masih kokoh (tidak memar), renyah, tidak berlendir, dan tidak berbau busuk. Pada saat diterima, kemasan seledri organik juga masih utuh dan bersih, serta terdapat label sertifikasi dari lembaga sertifikasi organik yaitu LSPO BIOCert.

Tabel 4.2. Hasil Check List Penerimaan Tomat Organik

Kriteria Ya Tidak

Warna Kulit berwarna kuning, oranye sampai merah.

Penampilan

Kulit berwarna cerah (segar).

Tidak terdapat serangga.

Tidak terdapat bekas sayatan atau gigitan serangga. Tidak terdapat bintik-bintik hitam atau coklat (jamur) pada kulit.

Permukaan kulit halus (tidak keriput).

(4)

Tabel 4.2. Hasil Check List Penerimaan Tomat Organik (sambungan)

Kriteria Ya Tidak

Tekstur Tekstur daging buah kokoh (tidak memar).

Bau Tidak berbau busuk.

Kemasan Kemasan utuh dan bersih.

Label Terdapat label sertifikasi dari lembaga sertifikasi organik pada

kemasan.

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis di D’ Natural Organic Store & Restaurant dapat dilihat bahwa tomat organik yang diterima memiliki kulit yang berwarna cerah, oranye kemerahan. Permukaan kulitnya halus (tidak keriput) dan tidak terdapat serangga, bekas gigitan serangga, atau bintik-bintik hitam atau coklat (jamur) pada kulit. Tekstur daging tomat organik masih kokoh (tidak memar) dan tidak berbau busuk. Pada saat diterima, kemasan tomat organik juga masih utuh dan bersih, serta terdapat label sertifikasi dari lembaga sertifikasi organik yaitu LSPO INOFICE.

Tabel 4.3. Hasil Check List Penerimaan Wortel Organik

Kriteria Ya Tidak

Warna Kulit dan daging berwarna oranye kemerahan.

Penampilan

Kulit berwarna cerah (segar) dan tidak keriput.

Tidak terdapat serangga.

Terdapat sedikit atau bersih dari kotoran (pasir/tanah). Tidak terdapat bekas sayatan atau lubang bekas gigitan serangga. Tekstur Tekstur daging kokoh, renyah, dan tidak berlendir.

Bau Tidak berbau busuk.

Kemasan Kemasan utuh dan bersih.

Label Terdapat label sertifikasi dari lembaga sertifikasi organik pada

kemasan.

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis di D’ Natural Organic Store & Restaurant dapat dilihat bahwa wortel organik yang diterima berwarna cerah, oranye kemerahan. Kulitnya tidak keriput dan tidak terdapat serangga atau bekas gigitan serangga pada wortel organik. Tekstur dagingnya kokoh (Tidak memar), renyah, tidak berlendir, dan tidak berbau busuk. Pada saat diterima, kemasan wortel organik masih utuh dan bersih, serta terdapat label sertifikasi dari lembaga sertifikasi organik yaitu LSPO INOFICE.

(5)

Tabel 4.4. Hasil Check List Penerimaan Lemon Organik

Kriteria Ya Tidak

Warna Kulit berwarna kuning kehijauan sampai kuning terang.

Penampilan

Kulit berwarna cerah (segar).

Tidak terdapat serangga.

Tidak terdapat bintik-bintik hitam atau coklat (jamur) pada kulit. Tidak terdapat bekas sayatan atau lubang bekas gigitan serangga

pada kulit.

Permukaan kulit halus dan tidak berkerut.

Tekstur Tekstur buah kokoh (tidak memar).

Bau Berbau khas lemon dan tidak berbau busuk.

Kemasan Kemasan utuh dan bersih.

Label Terdapat label sertifikasi dari lembaga sertifikasi organik pada

kemasan.

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis di D’ Natural Organic Store & Restaurant dapat dilihat bahwa lemon organik yang diterima memiliki kulit yang berwarna cerah, kuning kehijauan. Permukaan kulitnya halus dan tidak berkerut. Tidak terdapat serangga atau lubang bekas gigitan serangga, dan tidak terdapat bintik-bintik hitam atau coklat (jamur) pada kulit lemon organik. Tekstur buah lemon organik masih kokoh (tidak memar) dan berbau khas lemon. Pada saat diterima, kemasan masih utuh dan bersih, serta terdapat label sertifikasi dari lembaga sertifikasi organik yaitu LSPO BIOCert.

Tabel 4.5. Hasil Check List Penerimaan Stroberi Organik

Kriteria Ya Tidak

Warna Buah berwarna merah cerah dan hanya sedikit bagian yang berwarna hijau atau putih (pada bagian ujung yang berdaun).

Penampilan

Buah berwarna cerah (segar) dan mengkilap. Daun yang terletak pada ujung bagian atas buah masih segar

(tidak layu).

Tidak terdapat jamur yang berbentuk seperti kapas. Tidak terdapat bekas sayatan atau lubang bekas gigitan serangga

pada buah.

Bersih dari kotoran (pasir/ tanah).

Tekstur Tekstur buah kokoh (tidak memar) dan tidak berlendir.

Bau Berbau khas stroberi dan tidak berbau busuk.

Kemasan Kemasan utuh, bersih dan kokoh.

Label Terdapat label sertifikasi dari lembaga sertifikasi organik pada

kemasan.

(6)

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis di D’ Natural Organic Store & Restaurant dapat dilihat bahwa buah stroberi organik berwarna merah cerah dan mengkilap. Daun yang terletak pada ujung bagian atas buah masih segar (tidak layu). Tidak terdapat jamur yang berbentuk seperti kapas yang menempel pada buah stroberi organik, tidak terdapat bekas sayatan atau lubang bekas gigitan serangga pada buah stroberi organik, dan buah stroberi organik bersih dari kotoran (pasir/ tanah). Tekstur buahnya masih kokoh (tidak memar), tidak berlendir, dan berbau khas stroberi. Pada saat diterima, kemasan masih utuh, bersih, dan kokoh, serta terdapat label sertifikasi dari lembaga sertifikasi organik yaitu LSPO INOFICE.

Tabel 4.6. Hasil Check List Penerimaan Apel Manalagi Organik

Kriteria Ya Tidak

Warna Kulit buah berwarna hijau.

Penampilan

Kulit berwarna cerah (segar) dan mengkilap. Tidak terdapat bekas sayatan atau lubang bekas gigitan serangga

pada buah.

Tidak terdapat bintik-bintik (jamur) pada kulit.

Bersih dari kotoran (pasir/ tanah).

Tekstur Tekstur daging buah kokoh (tidak memar) dan keras.

Bau Berbau khas apel dan tidak berbau busuk.

Kemasan Kemasan utuh dan bersih.

Label Terdapat label sertifikasi dari lembaga sertifikasi organik pada

kemasan.

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis di D’ Natural Organic Store & Restaurant dapat dilihat bahwa apel manalagi organik yang diterima memiliki kulit yang berwarna hijau cerah dan mengkilap. Tidak terdapat bekas sayatan atau lubang bekas gigitan serangga pada kulit buah. Pada kulit apel manalagi organik tidak terdapat bintik-bintik (jamur) dan bersih dari kotoran (pasir/ tanah). Tekstur daging buah apel masih kokoh (tidak memar) dan keras, dengan bau khas apel manalagi. Pada saat diterima, kemasan masih utuh dan bersih, serta terdapat label sertifikasi dari lembaga sertifikasi organik yaitu LSPO INOFICE.

(7)

4.2.2. Hasil Observasi Penyimpanan Sayuran dan Buah-Buahan Organik Tabel 4.7. Hasil Check List Penyimpanan Seledri Organik

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis di D’ Natural Organic Store & Restaurant, dapat dilihat bahwa seledri organik disimpan di dalam refrigerator storage yang dikhususkan untuk tempat menyimpan sayuran organik, sehingga terpisah dari buah-buahan organik yang memproduksi gas ethylene, yang dapat menyebabkan seledri organik mengalami kerusakan lebih cepat dari sebelumnya. Dengan melihat indikator suhu yang terdapat pada refrigerator storage, dapat dilihat bahwa suhu di dalam refrigerator storage berada pada suhu di bawah 5°C yaitu, 4°C. Setiap pagi suhu refrigerator storage diperiksa oleh security dengan cara melihat indikator suhu yang terdapat pada refrigerator storage. Apabila suhu melebihi 5°C, security akan menghubungi mekanik refrigerator storage untuk memeriksa apakah terdapat kerusakan pada refrigerator storage tersebut.

Refrigerator storage juga tidak diisi terlalu penuh sehingga sirkulasi udara di dalam refrigerator storage terjaga dengan baik. Setiap satu bulan sekali D’

Natural Organic Store & Restaurant melakukan pembersihan secara menyeluruh (General Cleaning) pada area restoran dan area store, termasuk refrigerator storage yang digunakan untuk menyimpan seledri organik, sehingga dapat dikatakan bahwa tempat penyimpanan seledri organik yaitu refrigerator storage dibersihkan secara berkala. Seledri organik yang baru datang diletakan pada rak bagian belakang tempat penyimpanan (refrigerator storage), di belakang seledri organik yang lama, sehingga memudahkan karyawan pada saat mengambil seledri

No. Kriteria Ya Tidak

1 Suhu penyimpanan seledri di dalam refrigerator storage di bawah 5°C. 2 Temperatur refrigerator storage diperiksa setiap hari.

3 Refrigerator storage tidak diisi terlalu penuh.

4 Tempat penyimpanan dibersihkan secara berkala.

5 Meletakkan seledri yang baru datang di bagian belakang tempat penyimpanan (rak) dan meletakkan seledri yang lama di depannya. 6 Menyimpan seledri terpisah dari buah-buahan yang memproduksi gas

ethylene (seperti apel, tomat, pisang, papaya, per, dan guava). 7 Membuang seledri yang mulai mengalami pembusukan. 8 Memberi label nama, berat, dan tanggal penerimaan pada kemasan.

(8)

organik yang lama karena terletak di bagian paling depan atau bagian yang lebih mudah dijangkau. Karyawan hanya memberi label nama dan berat pada kemasan, namun tidak memberi label tanggal penerimaan seledri organik. Hal ini dikarenakan sayuran dan buah-buahan organik hanya dapat bertahan 2 sampai 3 hari, sehingga tidak perlu diberi label tanggal penerimaan dan hanya perlu dilakukan pemeriksaan setiap hari pada sayuran dan buah-buahan organik. Jika terdapat seledri organik yang mulai mengalami pembusukan, maka karyawan akan membuang bagian yang busuk dan bagian yang masih segar dibungkus kembali (repackaging) dengan plastic wrap.

Tabel 4.8. Hasil Check List Penyimpanan Tomat Organik

Tomat organik disimpan di dalam refrigerator storage yang dikhususkan untuk tempat menyimpan buah-buahan organik. Hal ini dikarenakan tomat memproduksi gas ethylene pada saat proses pematangan, sehingga harus disimpan pada tempat yang terpisah dari sayuran organik yang sensitif terhadap gas ethylene. Dengan melihat indikator suhu yang terdapat pada refrigerator storage, dapat dilihat bahwa suhu di dalam refrigerator storage berada pada suhu di bawah 5°C yaitu, 4°C. Setiap pagi suhu refrigerator storage diperiksa oleh security dengan cara melihat indikator suhu yang terdapat pada refrigerator storage.

Apabila suhu melebihi 5°C, security akan menghubungi mekanik refrigerator storage untuk memeriksa apakah terdapat kerusakan pada refrigerator storage tersebut.

Refrigerator storage juga tidak diisi terlalu penuh sehingga sirkulasi udara di dalam refrigerator storage terjaga dengan baik. Setiap satu bulan sekali D’

Natural Organic Store & Restaurant melakukan pembersihan secara menyeluruh (General Cleaning) pada area restoran dan area store, termasuk refrigerator

No. Kriteria Ya Tidak

1 Suhu penyimpanan tomat di dalam refrigerator storage di bawah 5°C. 2 Temperatur refrigerator storage diperiksa setiap hari.

3 Refrigerator storage tidak diisi terlalu penuh.

4 Tempat penyimpanan dibersihkan secara berkala.

5 Meletakkan tomat yang baru datang di bagian belakang tempat penyimpanan (rak) dan meletakkan tomat yang lama di depannya.

6 Membuang tomat yang mulai mengalami pembusukan.

7 Memberi label nama, berat, dan tanggal penerimaan pada kemasan.

(9)

storage yang digunakan untuk menyimpan tomat organik, sehingga dapat dikatakan bahwa tempat penyimpanan tomat organik yaitu refrigerator storage dibersihkan secara berkala. Tomat organik yang baru datang diletakan pada rak bagian belakang tempat penyimpanan (refrigerator storage), di belakang tomat organik yang lama, sehingga memudahkan karyawan pada saat mengambil tomat organik yang lama karena terletak di bagian paling depan atau bagian yang lebih mudah dijangkau. Jika terdapat tomat organik yang mulai mengalami pembusukan, maka karyawan akan membuang tomat organik yang busuk dan tomat yang masih segar dibungkus kembali (repackaging) dengan plastic wrap.

Tabel 4.9. Hasil Check List Penyimpanan Wortel Organik

Wortel organik disimpan di dalam refrigerator storage yang dikhususkan untuk tempat menyimpan sayuran organik, sehingga terpisah dari buah-buahan organik yang memproduksi gas ethylene. Dengan melihat indikator suhu yang terdapat pada refrigerator storage, dapat dilihat bahwa wortel organik disimpan di dalam refrigerator storage pada suhu di bawah 5°C yaitu, 4°C. Setiap pagi suhu refrigerator storage diperiksa oleh security dengan cara melihat indikator suhu yang terdapat pada refrigerator storage. Apabila suhu melebihi 5°C, security akan menghubungi mekanik refrigerator storage untuk memeriksa apakah terdapat kerusakan pada refrigerator storage tersebut.

Refrigerator storage juga tidak diisi terlalu penuh sehingga sirkulasi udara di dalam refrigerator storage terjaga dengan baik. Setiap satu bulan sekali D’

Natural Organic Store & Restaurant melakukan pembersihan secara menyeluruh (General Cleaning) pada area restoran dan area store, termasuk refrigerator

No. Kriteria Ya Tidak

1 Suhu penyimpanan wortel di dalam refrigerator storage di bawah 5°C. 2 Temperatur refrigerator storage diperiksa setiap hari.

3 Refrigerator storage tidak diisi terlalu penuh.

4 Tempat penyimpanan dibersihkan secara berkala.

5 Meletakkan wortel yang baru datang di bagian belakang tempat penyimpanan (rak) dan meletakkan wortel yang lama di depannya. 6 Menyimpan wortel terpisah dari buah-buahan yang memproduksi gas

ethylene (seperti apel, tomat, pisang, papaya, per, dan guava). 7 Membuang wortel yang mulai mengalami pembusukan. 8 Memberi label nama, berat, dan tanggal penerimaan pada kemasan.

(10)

storage yang digunakan untuk menyimpan wortel organik, sehingga dapat dikatakan bahwa tempat penyimpanan wortel organik yaitu refrigerator storage dibersihkan secara berkala. Wortel organik yang baru datang diletakan pada rak bagian belakang tempat penyimpanan (refrigerator storage), di belakang wortel organik yang lama, sehingga memudahkan karyawan pada saat mengambil wortel organik yang lama karena terletak di bagian paling depan atau bagian yang lebih mudah dijangkau. Jika terdapat wortel organik yang mulai mengalami pembusukan, maka karyawan akan membuang wortel organik yang busuk dan wortel yang masih segar dibungkus kembali (repackaging) dengan plastic wrap.

Tabel 4.10. Hasil Check List Penyimpanan Lemon Organik

Lemon organik disimpan di dalam refrigerator storage pada suhu di bawah 5°C yaitu, 4°C. Setiap pagi suhu refrigerator storage diperiksa oleh security dengan cara melihat indikator suhu yang terdapat pada refrigerator storage. Apabila suhu melebihi 5°C, security akan menghubungi mekanik refrigerator storage untuk memeriksa apakah terdapat kerusakan pada refrigerator storage tersebut.

Refrigerator storage juga tidak diisi terlalu penuh sehingga sirkulasi udara di dalam refrigerator storage terjaga dengan baik. Setiap satu bulan sekali D’

Natural Organic Store & Restaurant melakukan pembersihan secara menyeluruh (General Cleaning) pada area restoran dan area store, termasuk refrigerator storage yang digunakan untuk menyimpan lemon organik, sehingga dapat dikatakan bahwa tempat penyimpanan lemon organik yaitu refrigerator storage dibersihkan secara berkala. Lemon organik yang baru datang diletakan pada rak bagian belakang tempat penyimpanan (refrigerator storage), di belakang lemon organik yang lama, sehingga memudahkan karyawan pada saat mengambil lemon

No. Kriteria Ya Tidak

1 Suhu penyimpanan lemon di dalam refrigerator storage di bawah 5°C. 2 Temperatur refrigerator storage diperiksa setiap hari.

3 Refrigerator storage tidak diisi terlalu penuh.

4 Tempat penyimpanan dibersihkan secara berkala.

5 Meletakkan lemon yang baru datang di bagian belakang tempat penyimpanan (rak) dan meletakkan lemon yang lama di depannya.

6 Membuang lemon yang mulai mengalami pembusukan.

7 Memberi label nama, berat, dan tanggal penerimaan pada kemasan.

(11)

organik yang lama karena terletak di bagian paling depan atau bagian yang lebih mudah dijangkau. Jika terdapat lemon organik yang mulai mengalami pembusukan, maka karyawan akan membuang lemon organik yang busuk dan lemon organik yang masih segar akan dibungkus kembali (repackaging) dengan plastic wrap.

Tabel 4.11. Hasil Check List Penyimpanan Stroberi Organik

Stroberi organik disimpan di dalam refrigerator storage pada suhu di bawah 5°C yaitu, 4°C. Setiap pagi suhu refrigerator storage diperiksa oleh security dengan cara melihat indikator suhu yang terdapat pada refrigerator storage. Apabila suhu melebihi 5°C, security akan menghubungi mekanik refrigerator storage untuk memeriksa apakah terdapat kerusakan pada refrigerator storage tersebut.

Refrigerator storage juga tidak diisi terlalu penuh sehingga sirkulasi udara di dalam refrigerator storage terjaga dengan baik. Setiap satu bulan sekali D’

Natural Organic Store & Restaurant melakukan pembersihan secara menyeluruh (General Cleaning) pada area restoran dan area store, termasuk refrigerator storage yang digunakan untuk menyimpan stroberi organik, sehingga dapat dikatakan bahwa tempat penyimpanan stroberi organik yaitu refrigerator storage dibersihkan secara berkala. Stroberi organik yang baru datang diletakan pada rak bagian belakang tempat penyimpanan (refrigerator storage), di belakang stroberi organik yang lama, sehingga memudahkan karyawan pada saat mengambil stroberi organik yang lama karena terletak di bagian paling depan atau bagian yang lebih mudah dijangkau. Jika terdapat stroberi organik yang mulai mengalami pembusukan, maka karyawan akan membuang stroberi organik yang busuk dan stroberi organik yang masih segar akan dimasukkan ke dalam container yang

No. Kriteria Ya Tidak

1 Suhu penyimpanan stroberi di dalam refrigerator storage di bawah 5°C. 2 Temperatur refrigerator storage diperiksa setiap hari.

3 Refrigerator storage tidak diisi terlalu penuh.

4 Tempat penyimpanan dibersihkan secara berkala.

5 Meletakkan stroberi yang baru datang di bagian belakang tempat penyimpanan (rak) dan meletakkan stroberi yang lama di depannya. 6 Membuang stroberi yang mulai mengalami pembusukan. 7 Memberi label nama, berat, dan tanggal penerimaan pada kemasan.

(12)

tertutup rapat dan disimpan di dalam freezer storage untuk dapat digunakan sebagai bahan dasar minuman.

Tabel 4.12. Hasil Check List Penyimpanan Apel Manalagi Organik

Apel manalagi organik disimpan di dalam refrigerator storage pada suhu di bawah 5°C yaitu, 4°C. Setiap pagi suhu refrigerator storage diperiksa oleh security dengan cara melihat indikator suhu yang terdapat pada refrigerator storage. Apabila suhu melebihi 5°C, security akan menghubungi mekanik refrigerator storage untuk memeriksa apakah terdapat kerusakan pada refrigerator storage tersebut.

Refrigerator storage juga tidak diisi terlalu penuh sehingga sirkulasi udara di dalam refrigerator storage terjaga dengan baik. Setiap satu bulan sekali D’

Natural Organic Store & Restaurant melakukan pembersihan secara menyeluruh (General Cleaning) pada area restoran dan area store, termasuk refrigerator storage yang digunakan untuk menyimpan apel manalagi organik, sehingga dapat dikatakan bahwa tempat penyimpanan apel manalagi organik yaitu refrigerator storage dibersihkan secara berkala. Apel manalagi organik yang baru datang diletakan pada rak bagian belakang tempat penyimpanan (refrigerator storage), di belakang apel manalagi organik yang lama, sehingga memudahkan karyawan pada saat mengambil apel manalagi organik yang lama karena terletak di bagian paling depan atau bagian yang lebih mudah dijangkau. Jika terdapat apel manalagi organik yang mulai mengalami pembusukan, maka karyawan akan membuang apel manalagi organik yang busuk dan apel manalagi organik yang masih segar akan dibungkus kembali (repackaging) dengan plastic wrap.

No. Kriteria Ya Tidak

1 Suhu penyimpanan apel di dalam refrigerator storage di bawah 5°C. 2 Temperatur refrigerator storage diperiksa setiap hari.

3 Refrigerator storage tidak diisi terlalu penuh.

4 Tempat penyimpanan dibersihkan secara berkala.

5 Meletakkan apel yang baru datang di bagian belakang tempat penyimpanan (rak) dan meletakkan apel yang lama di depannya.

6 Membuang apel yang mulai mengalami pembusukan.

7 Memberi label nama, berat, dan tanggal penerimaan pada kemasan.

(13)

4.2.3. Hasil Observasi Persiapan Sayuran dan Buah-Buahan Organik di Bar Tabel 4.13. Hasil Check List Persiapan Seledri Organik di Bar

Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis di D’ Natural Organic Store

& Restaurant dapat dilihat bahwa bartender menjaga kebersihan meja kerja dan lantai di area bar bebas dari sisa-sisa potongan sayuran dan buah-buahan atau tumpahan minuman. Bartender menjaga kuku tetap pendek, tidak memakai perhiasan, tidak makan atau mengunyah permen pada saat bekerja, dan mencuci tangan dengan benar sebelum memulai persiapan. Sebelum memotong seledri organik, bartender mencuci seledri organik dengan bersih di bawah air mengalir.

Pisau, cutting-board, blender, gelas, dan semua peralatan yang digunakan dibersihkan dan disanitasi setiap kali pakai.

Bartender menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh seledri organik pada saat memotong dan memasukkan seledri organik ke dalam blender untuk dihaluskan. Setelah seledri organik dihaluskan di dalam blender dan menjadi jus (minuman), bartender menuangkan jus tersebut ke dalam gelas yang telah disanitasi menggunakan alat yaitu “D-Sterile”. Alat ini mengeluarkan udara panas untuk mengeringkan gelas yang telah dicuci dan membunuh bakteri yang menempel pada gelas.

Tabel 4.14. Hasil Check List Persiapan Tomat Organik di Bar

No. Kriteria Ya Tidak

1 Area kerja yang bersih.

2 Karyawan menjaga kebersihan diri.

3 Karyawan mencuci tangan dengan benar sebelum memulai persiapan. 4 Mencuci seledri dengan bersih di bawah air mengalir sebelum dipotong. 5 Pisau, cutting-board, blender, gelas, dan semua peralatan yang digunakan

dibersihkan dan disanitasi setiap kali pakai.

6 Karyawan menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh seledri.

No. Kriteria Ya Tidak

1 Area kerja yang bersih.

2 Karyawan menjaga kebersihan diri.

3 Karyawan mencuci tangan dengan benar sebelum memulai persiapan. 4 Mencuci tomat dengan bersih di bawah air mengalir sebelum dipotong. 5 Pisau, cutting-board, blender, gelas, dan semua peralatan yang digunakan

dibersihkan dan disanitasi setiap kali pakai.

6 Karyawan menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh tomat.

(14)

Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis di D’ Natural Organic Store

& Restaurant, dapat dilihat bahwa sebelum memotong tomat organik, bartender mencuci tomat organik dengan bersih di bawah air mengalir. Pisau, cutting-board, masticating juicer, gelas, dan semua peralatan yang digunakan dibersihkan dan disanitasi setiap kali pakai.

Bartender menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh tomat organik pada saat memotong dan memasukkan tomat organik ke dalam juicer.

Bartender tidak menggunakan blender untuk menghaluskan tomat organik, melainkan menggunakan masticating juicer sehingga biji tomat organik tidak tercampur ke dalam jus. Setelah tomat organik dihaluskan dan menjadi jus (minuman), bartender menuangkan jus tersebut ke dalam gelas yang telah disanitasi menggunakan “D-Sterile”.

Tabel 4.15. Hasil Check List Persiapan Wortel Organik di Bar

Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis di D’ Natural Organic Store

& Restaurant dapat dilihat bahwa sebelum memotong wortel organik, bartender mencuci wortel organik dengan bersih di bawah air mengalir. Pisau, cutting- board, masticating juicer, gelas, dan semua peralatan yang digunakan dibersihkan dan disanitasi setiap kali pakai.

Bartender menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh wortel organik pada saat memotong dan memasukkan wortel organik ke dalam juicer.

Bartender menggunakan masticating juicer sehingga tidak perlu mengupas kulit wortel organik sebelum dihaluskan. Setelah wortel organik dihaluskan dan menjadi jus (minuman), bartender menuangkan jus tersebut ke dalam gelas yang telah disanitasi menggunakan “D-Sterile”.

No. Kriteria Ya Tidak

1 Area kerja yang bersih.

2 Karyawan menjaga kebersihan diri.

3 Karyawan mencuci tangan dengan benar sebelum memulai persiapan. 4 Mencuci wortel dengan bersih di bawah air mengalir sebelum dipotong. 5 Pisau, cutting-board, blender, gelas, dan semua peralatan yang digunakan

dibersihkan dan disanitasi setiap kali pakai.

6 Karyawan menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh wortel.

(15)

Tabel 4.16. Hasil Check List Persiapan Lemon Organik di Bar

Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis di D’ Natural Organic Store

& Restaurant dapat dilihat bahwa sebelum memotong lemon organik, bartender mencuci lemon organik dengan bersih di bawah air mengalir. Pisau, cutting- board, citrus juicer (alat perasan jeruk), gelas, dan semua peralatan yang digunakan dibersihkan dan disanitasi setiap kali pakai.

Bartender menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh lemon organik pada saat memotong dan memeras lemon organik. Lemon diperas menggunakan citrus juicer. Setelah lemon organik diperas, air perasan lemon organik tersebut digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan “Veggie Cocktail” yaitu minuman yang berbahan dasar seledri organik, tomat organik, wortel organik, dan lemon organik. Lemon organik tersebut dicampur dengan seledri organik, tomat organik, dan wortel organik yang telah dihaluskan di dalam blender. Setelah itu bartender menuangkan jus tersebut ke dalam gelas yang telah disanitasi menggunakan “D-Sterile”.

Tabel 4.17. Hasil Check List Persiapan Stroberi Organik di Bar

Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis di D’ Natural Organic Store

& Restaurant dapat dilihat bahwa sebelum memotong stroberi organik, bartender mencuci stroberi organik dengan bersih di bawah air mengalir. Pisau, cutting-

No. Kriteria Ya Tidak

1 Area kerja yang bersih.

2 Karyawan menjaga kebersihan diri.

3 Karyawan mencuci tangan dengan benar sebelum memulai persiapan. 4 Mencuci lemon dengan bersih di bawah air mengalir sebelum dipotong. 5 Pisau, cutting-board, blender, gelas, dan semua peralatan yang digunakan

dibersihkan dan disanitasi setiap kali pakai.

6 Karyawan menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh lemon.

No. Kriteria Ya Tidak

1 Area kerja yang bersih.

2 Karyawan menjaga kebersihan diri.

3 Karyawan mencuci tangan dengan benar sebelum memulai persiapan. 4 Mencuci stroberi dengan bersih di bawah air mengalir sebelum dipotong. 5 Pisau, cutting-board, blender, gelas, dan semua peralatan yang digunakan

dibersihkan dan disanitasi setiap kali pakai.

6 Karyawan menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh stroberi.

(16)

board, blender, gelas, dan semua peralatan yang digunakan dibersihkan dan disanitasi setiap kali pakai.

Bartender menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh stroberi organik pada saat memotong stroberi organik untuk memisahkan stroberi organik dari daun yang terletak pada ujung stroberi organik, dan pada saat memasukkan stroberi organik ke dalam blender untuk dihaluskan. Setelah stroberi organik dihaluskan dan menjadi jus (minuman), bartender menuangkan jus tersebut ke dalam gelas yang telah disanitasi menggunakan “D-Sterile”.

Tabel 4.18. Hasil Check List Persiapan Apel Manalagi Organik di Bar

Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis di D’ Natural Organic Store

& Restaurant dapat dilihat bahwa sebelum memotong apel manalagi organik, bartender mencuci apel manalagi organik dengan bersih di bawah air mengalir.

Pisau, cutting-board, masticating juicer, gelas, dan semua peralatan yang digunakan dibersihkan dan disanitasi setiap kali pakai.

Bartender menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh apel manalagi organik pada saat memotong apel manalagi organik. Bartender tidak menggunakan blender untuk menghaluskan apel manalagi organik, melainkan menggunakan masticating juicer sehingga tidak perlu mengupas kulit apel manalagi organik sebelum dihaluskan. Setelah apel manalagi organik dihaluskan dan menjadi jus (minuman), bartender menuangkan jus tersebut ke dalam gelas yang telah disanitasi menggunakan alat yaitu “D-Sterile”. Alat ini mengeluarkan udara panas untuk mengeringkan gelas yang telah dicuci dan membunuh bakteri yang menempel pada gelas.

No. Kriteria Ya Tidak

1 Area kerja yang bersih.

2 Karyawan menjaga kebersihan diri.

3 Karyawan mencuci tangan dengan benar sebelum memulai persiapan. 4 Mencuci apel dengan bersih di bawah air mengalir sebelum dipotong. 5 Pisau, cutting-board, blender, gelas, dan semua peralatan yang digunakan

dibersihkan dan disanitasi setiap kali pakai.

6 Karyawan menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh apel.

(17)

4.3. Analisa Hasil Wawancara

4.3.1. Analisa Wawancara Penerimaan Sayuran dan Buah-Buahan Organik Pada tanggal 25 Mei 2011 pada pukul 15.00 penulis melakukan wawancara dengan manajer operasional, Jeanny Halim, di D’ Natural Organic Store & Restaurant, dimana manajer operasional bertanggung jawab terhadap kelancaran seluruh operasional di area store dan restoran D’ Natural Organic Store & Restaurant. Manajer operasional bekerja sama dengan bagian purchasing dalam menangani penerimaan sayuran dan buah-buahan organik di D’ Natural Organic Store & Restaurant. Manajer operasional mengatakan bahwa pihak D’

Natural Organic Store & Restaurant telah menentukan beberapa supplier untuk sayuran dan buah-buahan organik seperti Kaliandra, Real Organic, dan Royal Sun Fruit. Supplier yang telah ditentukan harus memiliki sertifikat organik dari lembaga sertifikasi organik. Supplier Kaliandra dan Royal Sun Fruit telah memiliki sertifikat dari lembaga sertifikasi yaitu LSPO INOFICE. Sedangkan supplier Real Organic telah memiliki sertifikat dari LSPO BIOCert. Selain itu, pemilik D’ Natural Organic Store & Restaurant juga melakukan kunjungan ke lahan pertanian organik milik supplier untuk memastikan apakah pertanian tersebut menjalankan sistem pertanian organik dengan benar.

Penjadwalan pengiriman bahan sayuran dan buah-buahan organik akan ditentukan oleh pihak supplier. Jadi, ketika pihak D’ Natural Organic Store &

Restaurant melakukan pemesanan bahan, supplier akan menentukan kapan bahan tersebut akan dikirim. Pemesanan dilakukan oleh manajer operasional dengan mencatat jenis dan jumlah sayuran dan buah-buahan organik yang dibutuhkan pada formulir “permintaan pembelian” dan menyerahkannya kepada bagian purchasing agar segera melakukan pemesanan kepada supplier.

Bahan sayuran dan buah-buahan organik yang dikirim oleh supplier dikemas dalam container yang tertutup rapat dan terbuat dari styrofoam (gambar dapat dilihat pada lampiran 7) sehingga udara dari luar tidak dapat masuk. Adapun prosedur penerimaan sayuran dan buah-buahan organik di D’ Natural Organic Store & Restaurant adalah:

(18)

a. Ketika bahan sayuran dan buah-buahan organik tiba di D’ Natural Organic Store & Restaurant, akan dikirim menggunakan elevator ke lantai 4 untuk diperiksa oleh karyawan gudang.

b. Karyawan gudang memeriksa sayuran dan buah-buahan organik dari segi warna, tekstur, bau, dan kemasan apakah terdapat tanda-tanda kerusakan.

c. Karyawan mengukur berat sayuran dan buah-buahan organik tersebut, memberi label berat dan harga pada kemasan, dan kemudian mengirim kembali ke lantai 1 untuk diletakan di dalam refrigerator storage/ display.

Manajer operasional mengatakan bahwa sayuran dan buah-buahan organik yang diterima selalu dalam kondisi yang masih segar dan jarang sekali terdapat tanda-tanda kerusakan. Apabila terdapat tanda-tanda kerusakan pada sayuran dan buah-buahan organik yang diterima, pihak D’ Natural Organic Store & Restaurant tidak mengembalikan sayuran dan buah-buahan organik tersebut kepada supplier.

Hal ini dikarenakan biaya pengiriman yang cukup mahal karena supplier berada di luar kota, sehingga sayuran dan buah-buahan organik yang rusak tersebut akan dibuang dan manajer operasional akan memberikan teguran kepada supplier.

Untuk mengangkut sayuran dan buah-buahan organik tersebut ke dalam refrigerator storage, karyawan tidak menggunakan trolley tetapi menggunakan container yang terbuat dari styrofoam, yang diberikan oleh supplier pada saat penerimaan.

4.3.2. Analisa Wawancara Penyimpanan Sayuran dan Buah-Buahan Organik

Pada tanggal 25 Mei 2011 pada pukul 15.00 penulis melakukan wawancara dengan manajer operasional, Jeanny Halim, di D’ Natural Organic Store & Restaurant, dimana manajer operasional bertanggung jawab dalam mengawasi dan mengontrol bagian penyimpanan sayuran dan buah-buahan organik. Manajer operasional mengatakan bahwa D’ Natural Organic Store &

Restaurant menggunakan sistem FIFO (First In First Out) dalam penyimpanan sayuran dan buah-buahan organik. Sistem FIFO ini dilakukan dengan cara meletakkan sayuran dan buah-buahan organik yang baru datang pada bagian belakang dari rak tempat penyimpanan (refrigerator storage), di belakang sayuran

(19)

dan buah-buahan organik yang lama, sehingga memudahkan karyawan pada saat mengambil sayuran dan buah-buahan organik yang lama karena terletak di bagian paling depan rak atau bagian yang lebih mudah dijangkau.

Adapun prosedur untuk penyimpanan sayuran dan buah-buahan organik adalah:

a. Bahan sayuran dan buah-buahan organik yang telah diperiksa oleh karyawan gudang di lantai 4 akan dikirim kembali ke lantai 1 (area store dan restoran) dan harus segera disimpan di dalam refrigerator storage yang juga merupakan tempat display sayuran dan buah-buahan organik di area store.

b. Di dalam refrigerator storage sayuran dan buah-buahan organik disimpan menggunakan kemasan yang asli dari supplier.

c. Sayuran dan buah-buahan organik yang baru datang harus diletakan pada bagian belakang dari rak tempat penyimpanan (refrigerator storage), di belakang sayuran dan buah-buahan organik yang lama.

Setiap pagi sebelum memulai kerja, security harus memeriksa suhu refrigerator storage dengan cara melihat indikator suhu yang terdapat pada refrigerator storage. Apabila suhu melebihi 5°C, security harus menghubungi mekanik refrigerator storage untuk memeriksa apakah terdapat kerusakan pada refrigerator storage tersebut. Jika terdapat sayuran atau buah-buahan organik yang sudah hampir busuk dan masih dapat digunakan, karyawan akan segera menggunakan sayuran dan buah-buahan organik tersebut, baik sebagai bahan dasar masakan maupun minuman di restoran. Sedangkan sayuran dan buah- buahan organik yang sudah busuk, akan langsung dibuang oleh karyawan. Untuk menjaga kebersihan refrigerator storage, setiap satu bulan sekali manajer operasional menjadwalkan general cleaning (pembersihan secara menyeluruh) di area store dan area restoran D’ Natural Organic Store & Restaurant, termasuk refrigerator storage.

4.3.3. Analisa Wawancara Persiapan Sayuran dan Buah-Buahan Organik di Bar

Pada tanggal 25 Mei 2011 pada pukul 15.00 penulis melakukan wawancara dengan manajer operasional, Jeanny Halim, di D’ Natural Organic

(20)

Store & Restaurant, dimana manajer operasional membawahi bartender yang merupakan karyawan yang bertanggung jawab dalam pembuatan minuman berbahan dasar sayuran dan buah-buahan organik. Pada saat persiapan, bartender harus mengeluarkan sayuran dan buah-buahan organik dari refrigerator storage hanya sejumlah yang diperlukan saja untuk menjaga agar sayuran dan buah- buahan organik tidak mudah rusak. Bartender harus memastikan bahwa sayuran dan buah-buahan organik yang akan digunakan masih dalam kondisi yang baik dan tidak terdapat tanda-tanda kerusakan. Sebelum memulai persiapan, semua sayuran dan buah-buahan organik, termasuk sayuran dan buah-buahan yang kulitnya tidak akan digunakan seperti wortel, apel manalagi dan lemon oganik, harus dicuci dengan bersih di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan bakteri yang masih melekat pada sayuran dan buah-buahan organik. Adapun air yang digunakan adalah air alkali. Air alkali adalah air yang telah diubah pH- nya menjadi bersifat alkali (pH diatas 7,0) dengan sebuah alat (gambar dapat dilihat pada lampiran 7), sehingga air tersebut dapat membunuh bakteri yang masih melekat pada sayuran dan buah-buahan organik namun aman untuk dikonsumsi.

Pada saat memotong sayuran dan buah-buahan organik hal-hal yang harus diperhatikan untuk mencegah kontaminasi adalah:

 Bartender mencuci tangan dengan benar sebelum memulai persiapan.

 Bartender menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh sayuran dan buah-buahan organik.

 Cutting-board dan pisau dicuci dan disanitasi sebelum dan sesudah digunakan.

Pada saat menghaluskan sayuran dan buah-buahan organik tersebut di dalam blender, hal-hal yang harus diperhatikan adalah bartender menggunakan sarung tangan ketika akan memasukkan sayuran dan buah-buahan ke dalam blender untuk mencegah kontaminasi. Selain itu, blender harus dicuci dengan bersih dan disanitasi menggunakan air alkali sebelum dan sesudah digunakan untuk mencegah kontaminasi.

Untuk tomat, wortel dan apel manalagi organik akan dihaluskan dengan menggunakan masticating juicer. Hal ini dikarenakan masticating juicer dapat memisahkan tomat, wortel dan apel manalagi organik dari kulit dan bijinya

(21)

sehingga tidak perlu mengupas kulit dan dapat mempersingkat waktu persiapan.

Sedangkan untuk lemon organik akan diperas menggunakan alat perasan jeruk (citrus juicer).

Pada saat menuangkan sayuran dan buah-buahan organik yang telah dihaluskan ke dalam gelas, bartender harus menuangkannya secara perlahan agar tidak tumpah dan membuat area kerja menjadi tidak bersih. Selain itu, gelas yang akan digunakan harus dicuci dan disanitasi setiap kali pakai untuk mencegah kontaminasi. Setiap peralatan yang digunakan seperti pisau, cutting-board, blender, dan gelas harus disimpan dalam keadaan kering untuk mencegah menjadi tempat pertumbuhan bakteri.

Untuk menjaga kebersihan area kerja di bar, bartender harus melakukan pembersihan secara berkala pada area kerja di bar secara menyeluruh (general cleaning) setiap satu bulan sekali. Pada area kerja di bar tersedia tempat sampah dan sampah di dalamnya akan dibuang pada tempat pembuangan ketika sudah hampir terisi penuh untuk mencegah tempat sampah menjadi tempat pertumbuhan bakteri dan tempat persinggahan hama seperti tikus, lalat, dan kecoa. Menurut manajer operasional, tempat sampah tersebut tidak perlu dibersihan dan disanitasi secara berkala karena di dalam tempat sampah terdapat trash bag, sehingga sampah akan ditampung di dalam trash bag dan tempat sampah tetap dalam keadaan bersih. Ketika sudah hampir terisi penuh, trash bag tersebut akan dibuang pada tempat pembuangan dan akan diganti dengan trash bag yang baru.

4.4. Analisa Secara Keseluruhan

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap manajer operasional, secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa penerapan food safety terhadap minuman berbahan dasar sayuran dan buah-buahan organik di D’ Natural Organic Store & Restaurant telah diterapkan dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada penjelasan berikut ini:

a. Penerimaan sayuran dan buah-buahan organik

Pada proses penerimaan, karyawan gudang memeriksa sayuran dan buah- buahan organik dari segi warna, tekstur, bau, dan kemasan sesuai dengan kriteria-kriteria yang ada, untuk memastikan bahwa tidak terdapat tanda-tanda

(22)

kerusakan pada sayuran dan buah-buahan organik yang diterima. D’ Natural Organic Store & Restaurant memiliki standar prosedur penerimaan yang jelas, dan dalam penerapannya diawasi oleh manajer operasional untuk memastikan karyawan menjalankan sesuai dengan standar prosedur yang ada. Supplier yang telah ditentukan telah memiliki sertifikat dari lembaga sertifikasi pertanian organik yaitu LSPO BIOCert dan LSPO INOFICE. Jika terdapat tanda-tanda kerusakan pada sayuran dan buah-buahan organik yang diterima, maka karyawan akan membuang sayuran dan buah-buahan organik tersebut dan memberikan peringatan kepada supplier. Sayuran dan buah-buahan organik dikemas dengan menggunakan container yang terbuat dari styrofoam berkualitas food grade. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan food safety pada proses penerimaan sayuran dan buah-buahan organik di D’

Natural Organic Store & Restaurant telah diterapkan dengan baik.

b. Penyimpanan sayuran dan buah-buahan organik.

Pada proses penyimpanan sayuran dan buah-buahan organik, karyawan menyimpan sayuran dan buah-buahan organik di dalam refrigerator storage dengan suhu di bawah 5°C dan melakukan pemeriksaan terhadap suhu refrigerator storage secara rutin yaitu setiap pagi sebelum memulai kerja, untuk menjaga suhu refrigerator storage tetap di bawah 5°C. Refrigerator storage yang digunakan untuk menyimpan sayuran dan buah-buahan organik tidak diisi terlalu penuh sehingga sirkulasi udara terjaga dengan baik. Manajer operasional juga menjadwalkan general cleaning (pembersihan secara menyeluruh) pada area store dan restoran termasuk refrigerator storage setiap satu bulan sekali, untuk menjaga kebersihan refrigerator storage. Sayuran dan buah-buahan organik seperti seledri, tomat, wortel, lemon, stroberi, dan apel manalagi organik, akan dibuang ketika mengalami pembusukan sehingga tidak merusak sayuran dan buah-buahan organik lainnya di dalam refrigerator storage. Karyawan juga memisahkan sayuran dan buah-buahan yang sensitif terhadap gas ethylene yaitu seledri dan wortel organik, dari buah-buahan yang memproduksi gas ethylene yaitu tomat, apel manalagi, dan pisang organik, dengan cara memisahkan antara refrigerator storage untuk sayuran organik dengan refrigerator storage untuk buah-buahan organik, sehingga dapat

(23)

mencegah seledri dan wortel organik mengalami kerusakan lebih cepat dari biasanya oleh karena terkena gas ethylene. Sistem penyimpanan dilakukan dengan cara meletakkan sayuran dan buah-buahan organik yang baru datang pada bagian belakang dari rak tempat penyimpanan (refrigerator storage), di belakang sayuran dan buah-buahan organik yang lama, sehingga memudahkan karyawan pada saat mengambil sayuran dan buah-buahan organik yang lama karena terletak di bagian paling depan rak atau bagian yang lebih mudah dijangkau. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sayuran dan buah- buahan organik yang lama digunakan terlebih dahulu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan food safety pada proses penyimpanan sayuran dan buah-buahan organik di D’ Natural Organic Store & Restaurant telah diterapkan dengan baik.

c. Persiapan sayuran dan buah-buahan organik di bar

Pada proses persiapan sayuran dan buah-buahan organik di bar, bartender menjaga kebersihan area kerja di bar mulai dari kebersihan meja kerja hingga lantai di area bar. Setiap satu bulan sekali manajer operasional menjadwalkan general cleaning pada area kerja di bar untuk menjaga kebersihan area kerja di bar. Bartender juga harus menjaga kebersihan diri dengan menjaga kuku tetap pendek, tidak memakai perhiasan, tidak makan atau mengunyah permen pada saat bekerja, dan mencuci tangan dengan benar sebelum memulai persiapan untuk mencegah kontaminasi. Manajer operasional akan memberikan teguran jika bartender tidak menjaga kebersihan diri dengan benar. Sebelum memulai persiapan, sayuran dan buah-buahan organik yang akan digunakan harus dicuci terlebih dahulu di bawah air mengalir, dan mengunakan air alkali untuk membunuh bakteri yang masih melekat pada sayuran dan buah-buahan organik. Setiap peralatan seperti pisau, cutting-board, blender, gelas dan semua peralatan yang akan digunakan harus dibersihkan dan disanitasi setiap kali pakai untuk mencegah kontaminasi. Bartender juga harus menggunakan sarung tangan ketika akan menyentuh sayuran dan buah-buahan organik untuk mencegah kontaminasi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan food safety pada proses persiapan sayuran dan buah-buahan organik di D’

Natural Organic Store & Restaurant telah diterapkan dengan baik.

(24)

Sehingga, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penerapan food safety terhadap minuman berbahan dasar sayuran dan buah-buahan organik pada saat proses penerimaan, penyimpanan dan persiapan di D’ Natural Organic Store

& Restaurant, telah diterapkan dengan baik dan hal ini dapat menimbulkan dampak positif yaitu meningkatnya rasa percaya konsumen akan kebersihan produk minuman berbahan dasar sayuran dan buah-buahan organik di D’ Natural Organic Store & Restaurant.

Referensi

Dokumen terkait

Ampul dibuat dari bahan gelas tidak berwarna akan tetapi untuk bahan obat yang peka terhadap cahaya, dapat digunakan ampul yang terbuat dari bahan gelas

mengatakan bahwa sesudah susu telah berubah menjadi produk yoghurt, lebih baik apabila disimpan di dalam refrigerator untuk dapat menghambat perkembangbiakan

Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. 5) Direksi dalam penyelenggaraan tugas yang bersifat strategis

Faktor ekonomi (luas lahan, jumlah tanggungan, ketersediaan tenaga kerja dalam keluarga dan pendapatan diluar usahatani kopi) lebih berpengaruh besar dengan nilai

Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala

[r]

Syarat pijat keseleo tidak jauh beda dengan pasien patah tulang karena pasien keseleo yang baru saja dialami akan lebih mudah untuk diobati itu disebabkan karena belum terjadi

a. Peserta didik bersama kelompoknya masing-masing diminta untuk membuat kesimpulan terkait materi pembelajaran yang telah dilaksanakan. Perwakilan kelompok membacakan hasil