Bila kuartal II lemah, ekonomi RI sulit capai 5,1%.
LINK serap belanja modal hingga 40,8%.
Selisih kurs menggerus laba Lautan Luas.
Premi Victoria Insurance bertambah 11%, semester I.DAILY RESEARCH
Statistics Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
P ergerakan IHSG akhir pekan lalu bervariasi dalam rentang kon‐
solidasi, sempat menguat 10 poin di penutupan sesi pertama, namun akhir sesi dua IHSG tutup koreksi tipis 3 poin (0,05%) di kisaran sup‐
port hariannya di 5777,482. Perda‐
gangan kurang bergairah dengan nilai transaksi di Pasar Reguler hanya Rp4 triliun di bawah rata‐rata harian pekan lalu Rp5 triliun. Perda‐
gangan saham masih diwarnai re‐
siko capital outflow. Penjualan ber‐
sih asing akhir pekan lalu mencapai Rp180,4 miliar. Pasar kekurangan insentf positif di tengah penantian data pertumbuhan ekonomi 2Q17 yang diperkirakan dibatas bawah yakni 5% dan mulai pudarnya senti‐
men individual terkait rilis laba 1H17.
Dari eksternal, sentimen pasar turut terimbas kekhawatiran kisruh politik di Gedung Putih dan ketegangan geopolitik di Korea Peninsula. Selama sepekan terakhir, IHSG bergerak fluktuatif, terkoreksi 0,92% setelah pekan sebe‐
lumnya menguat 1,14%. Koreksi terutama dipicu meningkatnya kekhawatiran capital outflow dan perkembangan ekonomi domestik terutama kekhawatiran pelemahan daya beli. Aktivitas manufaktur Indonesia Juli kembali terkontraksi.
Indeks Nikkei PMI Indonesia Juli turun ke 48,6 dari 49,5 (Juni), terendah dalam satu tahun terakhir. Padahal di sejumlah kawasan dunia, perekonomian tengah ekspansif. Sementara Wall Street akhir pekan lalu melanjutkan penguatannya merespon data tenaga kerja Juli yang di atas perkiraan mengindikasikan pereko‐
nomian AS bergerak ekspansif dan memperkuat alasan The Fed untuk mulai mengetatkan likuiditasnya. Tingkat pengangguran di AS Juli lalu turun ke level terendahnya dalam 16 tahun terakhir di 4,3%. Indeks DJIA dan S&P masing‐
masing menguat 0,30% dan 0,19% di 22092,81 dan 2476,83. Selama sepekan indeks DJIA dan S&P masing‐masing menguat 1,20% dan 0,19%.
Melanjutkan perdagangan awal pekan ini, IHSG diperkirakan masih akan bergerak bervariasi dalam rentang terbatas. Minimnya insentif positif di pasar dan resiko arus dana keluar yang masih terus berlanjut membuat pelaku pasar cenderung wait and see. Dari eksternal, resiko juga datang dari penguatan dolar AS, yang bisa berimbas negatif bagi rupiah, merespon data tenaga kerja AS Juli lalu yang rilis akhir pekan kemarin. IHSG dipekrirakan bergerak di kisaran support 5750 hingga resisten di 5800 rawan koreksi lanjutan.
S1 5770 S2 5750 R1 5800 R2 5830
Index Last Chg % DJIA 22092.81 66.71 0.30 S&P 500 2476.83 4.67 0.19 FTSE 100 7511.71 36.94 0.49 CAC 40 5203.44 72.95 1.42 DAX 12297.72 143.00 1.18 NIKKEI 225 20061.93 95.76 0.48 HANGSENG 27562.68 31.67 0.12 STI 3331.31 (11.61) (0.35) SHENZHEN 1858.49 (10.72) (0.57) SHANGHAI 3262.08 (10.85) (0.33) Commodities Price Chg %
Oil (US$/barrel) 49.61 0.58 1.18 CPO (RM/M.T) 2608.00 4.00 0.15 Gold (USD/T.oz) 1264.00 (12.00) (0.94) Nikel (USD/M.T 10375.00 135.00 1.32 Timah (USD/M.T) 20700.00 225.00 1.10 Coal (USD/M.T) 89.10 1.35 1.54 Exchange Rates Chg %
IDR/USD 13316.00 (9.00) (0.07) USD/EUR 1.179 (0.01) (0.75) JPY/USD 110.71 0.69 0.62 IDR/SGD 9802.65 (17.61) (0.18) IDR/AUD 10589.90 (19.80) (0.19)
TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 35.06 4669 (0.11) (0.31) Top Gainers IDR % Chg
SSTM 545 23.90 105
BRAM 18,000 20.00 3,000
TGKA 2,380 19.00 380
BYAN 6,750 17.90 1,025
TAMU 3,500 17.40 520
Top Losers IDR % Chg
SIMA 350 (13.40) (54)
ABMM 2,200 (8.70) (210)
CKRA 93 (7.90) (8)
ASJT 470 (7.80) (40)
KPIG 1,180 (7.50) (95)
Top Value IDR % (miliar)
ASII 7,775 0.00 965 B
BBCA 18,575 (0.90) 521 B
TLKM 4,670 (0.60) 501 B
BMRI 13,075 (0.40) 412 B
BBRI 14,925 0.50 345 B
Top Volume IDR % (juta)
ENRG 146 5.80 1,026.938
RIMO 306 8.50 697.991
IIKP 234 (5.60) 494.986
BUMI 330 (1.20) 402.918
MYRX 130 (1.50) 300.653
IHSG 5,777.48
Change (3.10)
Change (%) (0.05)
Change (%/ytd) 9.08
Total Value (IDR triliun) 4.611 Total Volume (miliar saham) 4.986 Net Foreign Buy (IDR miliar) (181.000) Up: 144 Down: 330 Unchange: 123
News Update
2
Bila kuartal II lemah, ekonomi RI sulit capai 5,1%. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal kedua 2017 dan semester I pada Senin (7/8). Sejumlah ekonom telah memproyeksikan angka pertumbuhan ekonomi selama kuartal kedua 2017. Ekonom Lana Soelistianingsih memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2017 dapat meningkat menjadi 5,07% year on year. Menurutnya, meningkatnya kinerja ekonomi kuartal II ini didorong oleh investasi dan ekspor. Sementara hingga akhir tahun, ia berharap ada ruang bagi perekonomian untuk tumbuh mencapai 5,1%. Pertumbuhan itu, menurutnya, didorong oleh pengeluaran pemerintah di kuartal III dan IV tahun ini. “Tetapi kalau kuartal II di bawah 5,1%, akan sulit. Kami lihat kuartal II-nya dulu barangkali ada surprise. Mungkin bisa ke 5,1% tetapi moderatnya 5,03%,” katanya. Di kuartal II sendiri menurut Lana, sektor manufaktur akan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi, namun kontribusinya melambat, sehingga sektor lainnya seperti keuangan, listrik dan air (utilitas), dan perdagangan bisa jadi mencetak kontribusi yang baik. “Namun perdagangan, ekspor di Juni drop sekali, tetapi kalau melihat trennya mungkin agak sedikit membaik. mungkin netto postif dengan impor itu ada,” katanya. Turunnya ekspor menurut Lana disebabkan oleh harga komoditas yang melambat sejak April, “Ekspor kan paling besar batubara karena ada kebijakan pemerintah Cina yang menahan harga batubara di US$ 70 - US$ 80 per ton,” jelasnya. (Kontan)
LINK serap belanja modal hingga 40,8%. Perusahaan penyedia kabel optik PT Link Net Tbk (LINK) membidik kota-kota besar lapis pertama dalam ekspansi jaringan. Di antaranya seperti Jabodetabek, Bandung, Medan, Batam, Surabaya dan sekitarnya, serta Bali. LINK akan mengoperasikan dan memperluas jaringan pada kota yang sudah ada tersebut. Joel Peter Ellis, Head of Investor Relations LINK bilang sampai dengan semester 1-2017, LINK telah menggunakan belanja modal (capital expenditure/capex) sebanyak Rp 408 miliar. Dana ini setara dengan 40,8% dari total belanja modal tahun ini yang mencapai Rp 1 triliun. Capex tersebut digunakan untuk membangun jaringan kabel optik. Keuangan LINK kini masih mencukupi untuk ekspansi. Dia menambahkan, margin EBITDA LINK pada semester 1-2017 sebesar 59,1%. Sedangkan emiten ini mematok untuk tahun 2017 bisa mempertahankan margin EBITDA di atas 50%. "Kami belum mengumumkan tindakan korporasi tahun ini," ujar Joel Peter Ellis, Head of Investor Relations LINK. Pada semester 1-2017, LINK membukukan pendapatan semester 1-2017 sebesar Rp 1,65 triliun. Angka ini meningkat 18,48% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 1,39 triliun. Pendapatan LINK dikontribusi dari biaya berlangganan dari layanan broadband internet dan jaringan sebesar Rp 941,58 miliar, biaya berlangganan dari layanan televisi kabel sebesar Rp 606,98 miliar, dan biaya lain-lain sebesar Rp 102,03 miliar. Pertumbuhan pendapatan ini seiring dengan kenaikan harga jual per unit menjadi Rp 419.000. ARPU meningkat dari Rp 418.000 menjadi Rp 419.000 yang disebabkan oleh upgrade layanan oleh pelanggan dan peningkatan permintaan atas layanan nilai VAS (Value Added Services) yang ditawarkan. Dari sisi bottomline, laba bersih LINK pada semester 1-2017 yakni Rp 490,23 miliar. Angka ini meningkat 23,35% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 397,44 miliar. Sampai semester 1-2017, total homes passed yang dimiliki LINK yakni 1,9 juta rumah. Angka ini akan terus bertambah, seiring dengan ekspansi yang dilakukan sampai dengan akhir tahun. Kinerja LINK saat ini, terdongkrak lantaran adanya permintaan produk berkualitas pada area-area dengan GDP tinggi di Indonesia. (Kontan)
Selisih kurs menggerus laba Lautan Luas. Bisnis PT Lautan Luas Tbk (LTLS) cukup oke pada semester I-2017 lalu.Pendapatannya terkumpul Rp 3,45 triliun, naik 9% dari periode yang sama tahun lalu (year on year) yang Rp 3,07 triliun.
“Kami lihat pasar masih bagus dan penjualan kami meningkat,” kata Direktur LTLS, Ridwan Adipoetra. Namun dari sisi perolehan laba bersih, LTLS terganjal selisih kurs. Perusahaan manufaktur dan distribusi bahan kimia ini harus merugi Rp 16 miliar. Padahal, di semester pertama tahun lalu perusahaan beroleh untung Rp 57 miliar dari selisih kurs. Akibatnya, laba bersih LTLS akhir Juni lalu turun 6% menjadi Rp 86 miliar dari Rp 92 miliar. “Untuk itu, kami mengharapkan pemerintah dengan tim ekonominya bisa mengamankan kurs rupiah. Kalau stabil tentu berefek ke semua industri,” urai Ridwan. LTLS memang aktif dalam perdagangan impor lewat lini distribusinya dan ekspor lewat produksi beberapa bahan kimia dan makanan. (Kontan)
Premi Victoria Insurance bertambah 11%, semester I. Pemain asuransi kerugian PT Victoria Insurance masih mencatatkan pertumbuhan premi hingga paruh pertama tahun ini. Hal ini dinilai berkat perluasan distribusi yang terus dilakukan. Hingga bulan Juni kemarin, perusahaan mengantongi premi bruto sebesar Rp 24,4 miliar. Angka ini meningkat sekitar 11% bila dibandingkan dengan peiode yang sama di tahun 2016 yang lalu. Presiden Direktur Victoria Insurance Loekito Saggitariono menyebut, salah satu pendorong masih tumbuhnya premi perseroan adalah dengan menggandeng lebih banyak mitra baru. Khusunya dari kalangan perbankan. Menurut dia, selama enam bulan pertama tahun ini pihaknya sudah menggandeng kerja sama dengan enam buah bank baru. "Dengan begitu jumlah mitra bank saat ini sudah mencapai sebanyak lima belas bank," kata dia beberapa waktu lalu. Kerja sama dengan perbankan disebutnya memang menjadi salah satu fokus untuk mengerek kinerja di tahun ini. Tak heran, porsi dari saluran pemasaran ini pun menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi bisnis Victoria Insurance. Dia bilang sampai saat ini kontribusi premi dari pihak perbank telah mencapai sekitar 40% dari total premi. Porsi yang sama diberikan dari kerja sama dengan sejumlah mitra perusahaan pembiayaan. Lalu sekitar 20% sisanya berasal dari sejumlah kanal lain. Misalnya saja dari jasa pialang asuransi dan penjualan langsung. (Kontan)Senin, 07 Agustus 2017
Stock Picks
3BBRI 14700‐15250. Harga saham Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akhir pekan lalu berhasil menguat tutup
di Rp14900, merespon rilis laba 1H17 yang di atas ekspekatasi. Selama sepekan terakhir harga sahamnya berhasil menguat sekitar 2,7% dari Rp14500 menjadi Rp14900. Laba bersih perseroan sepanjang 1H17 tumbuh 10,24% (yoy) mencapai Rp13,42 triliun dibandingkan 1H16 Rp12,17 triliun. Pertumbuhan laba 1H17 lebih tinggi ketimbang periode 1H16 yang hanya tumbuh 1,92% (yoy). Secara kuartalan, pencapaian laba bersih 2Q17 juga lebih baik ketimbang 1Q17. Laba bersih 2Q17 mencapai Rp6,77 triliun naik 1,97%
(qoq) dan naik 14,28% (yoy). Periode yang sama di 2Q16 laba hanya naik 2,20% (yoy) dan turun 5,05%
(qoq). Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih 5% mencapai Rp27,50 triliun. Hingga 1H17 pencapaian laba bersih telah mencerminkan 49% target laba tahun ini. Pertumbuhan laba bersih sepanjang 1H17 ditopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih 12,4% (yoy) mencapai Rp36,3 triliun.
Pertumbuhan pendapatan bunga bersih ini ditopang pertumbuhan kredit 11,8% (yoy) mencapai Rp615,5
triliun. Sebanyak 74,4% dari portofolio kredit perseroan tertuju ke segmen UMKM. Tahun ini perseroan
menargetkan pertumbuhan kredit 12%‐14%. Pertumbuhan kredit di 1H17 juga di atas rata‐rata industri
yang hanya 7,6% (yoy/Juni). Tahun lalu pertumbuhan kredit mencapai 13,8%. Selain ditopang
pertumbuhan kredit, laba bersih 1H17 turut ditopang pertumbuhan fee based income 19% (yoy) mencapai
Rp4,9 triliun. Tahun lalu pertumbuhan fee based income 26%. Kontribusi pendapatan fee based income
naik mencapai 8,6% di 1H17 dari 7,7% di 1H16 terhadap pendapatan perusahaan. Rasio NPL Gross di 1H17
turun menjadi 2,34% dari 2,39% di 1H16. Coverage ratio naik menjadi 196,4% dari 150,7% di 1H16. DPK
tumbuh 12,3% menjadi Rp768 triliun vs Rp683,7 triliun. Dari jumlah DPK tersebut, porsi CASA mencapai
56,09%. Dana giro tumbuh 17,4% mencapai Rp130,6 triliun. Tabungan tumbuh 11,5% mencapai Rp300,1
triliun serta deposito tumbuh 11,1% mencapai Rp337,2 triliun. Secara valuasi, harga sahamnya saat ini
mencerminkan PBV 2,3x (E/17). Kami menargetkan harga sahamnya tahun ini berpeluang ditransaksikan
dengan PBV 2,5x dalam kondisi pasar dan sektor perbankan yang bullish tahun ini. Dengan PBV 2,5x harga
sahamnya berpeluang mencapai Rp16070. Dari harga saat ini di Rp14900 ada ruang penguatan 7,8%. Akhir
tahun lalu harga sahamnya di Rp11675. Hingga akhir pekan lalu d Rp14900, harga sahamnya sepanjang
tahun ini (YTD) telah menguat 27,6% melampaui penguatan indeks saham gabungan sekitar… 9,5%. Secara
technical untuk jangka pendek support di Rp14600 hingga Rp14700. Sedangkan resisten terdekat di
Rp15250 hingga Rp15500. Pergerakan harganya mengindikasikan bullish continuation. Trading Buy, SL
14300
4
Stock Picks
WSKT 2260‐2380. Harga saham emiten jasa konstruksi akhir pekan lalu berhasil rebound setelah dua hari perdagangan sebelumnya dilanda aksi ambil untung. Salah satunya saham Waskita Karya Tbk (WSKT) yang harganya tutup di Rp2320 akhir pekan lalu. Level support saat ini di Rp2260 dengan target penguatan lanju‐
tan akan menguji resisten terdekat di Rp2380. Bila berhasil break Rp2380 berpeluang menuju resisten kuat di Rp2440, yang sejak akhir Mei lalu belum berhasil tertembus. Saham WSKT termasuk murah dibanding‐
kan emiten jasa konstruksi lainnya saat ini karena ditransaksikan dengan PE 9x dibandingkan rata‐rata in‐
dustri di sekitar 19x. Secara kinerja, pendapatan usaha perseroan sepanjang 1H17 mencapai Rp15,55 triliun atau melonjak 92,32% dibandingkan 1H16 sebesar Rp8,08 triliun. Laba bersih naik hingga 118,66% menca‐
pai Rp1,28 triliun dibandingkan 1H16 sebesar Rp586,27 miliar. Pertumbuhan pendapatan usaha perseroan di 1H17 ditopang perolehan kontrak baru Rp32,47 triliun atau sekitar 40,6% dari proyeksi kontrak baru ta‐
hun ini sebesar Rp80 triliun. Manajemen memperkirakan kontrak baru tahun ini hanya Rp60 triliun turun dari Rp80 triliun target awal. Pendapatan tahun ini diperkirakan mencapai Rp40 triliun atau tumbuh 68%
dari 2016 lalu sebesar Rp23,80 triliun. Hingga 1H17 pencapaian pendapatan usaha mencerminkan 39% tar‐
get tahun ini. Sedangkan proyeksi laba bersih tahun ini mencapai Rp3,5 triliun atau tumbuh 106% dari 2016 lalu sebesar Rp1,7 triliun. Hingga 1H17 pencapaian laba bersih baru mencerminkan 41% proyeksi laba ta‐
hun ini. EPS proyeksi 2017 Rp258. Tahun ini perseroan menyiapkan belanja modal Rp25 triliun hingga Rp30 triliun. Harga sahamnya kami perkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PE 14x (E/17) atau mencapai Rp3610. Dari harga saat ini di Rp2320, ada ruang penguatan 55%. Maintain Buy, SL 2220
Senin, 07 Agustus 2017
5
Stock Picks
ADRO 1840‐1950. Harga saham Adro Energy Tbk (ADRO) akhir pekan lalu berhasil rebound setelah dilanda aksi ambil untung sehari sebelumnya. Support bertahan di kisaran Rp1840 dengan peluang reboun lanjutan akan kembali menguji resisten di kisaran Rp1920 hingga Rp1940. Sentimen bullish harga komoditas batubara dan pertumbuhan laba yang solid tahun ini telah mendorong pergerakan bullish saham emiten batubara, termasuk saham ADRO sepanjang tahun ini. Akhir tahun lalu harga sahamnya tutup di Rp1695.
Harganya tertinggi di April lalu di Rp1940. Produksi batubara perseroan sepanjang 1H17 turun 3% (yoy) mencapai 25,13 juta ton dari 1H16 sebesar 25,86 juta ton. Sedangkan volume penjualan batubara di 1H17 turun 7% (yoy) mencapai 25,27 juta ton dibandingkan 1H16 sebesar 27,13 juta ton. Seacara kuartalan, volume penjualan batubara 2Q17 mencapai 13,24 juta ton naik 10% (qoq) dari 1Q17 12,03 juta ton.
Sedangkan volume produksi 2Q17 mencapai 13,27 juta ton naik 11,89% dari 1Q17 sebesar 11,86 juta ton.
Penjualan sepanjang 1H17, sebesar 23% tertuju di pasar domestic dan 77% di pasar ekspor. Saat ini pemodal tengah menanti rilis kinerja keuangan 1H17. Tahun ini perseroan menargetkan volume produksi batubara sekitar 52‐54 juta ton relatif sama dengan tahun sebelumnya. Harga jual rata‐rata batubara tahun ini diperkirakan naik sekitar 10,6% di kisaran USD50/mt. Tahun ini volume penjualan batubara diperkirakan mencapai 54,8 juta ton. Tahun ini proyeksi pendapatan usaha mencapai USD2,75 miliar atau naik 9%. Sedangkan di bottom line, marjin diperkirakan 12,17% atau laba bersih mencapai USD334,85 juta atau relatif stagnan dari tahun lalu. EPS proyeksi 2017 diperkirakan USD0,01047 atau setara dengan Rp139,25 dengan asumsi 1USD=Rp13300. Sebelumnya diperkirakan harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 14x (E/17) atau mencapai Rp1950. Trading Buy, SL 1760
Senin, 07 Agustus 2017
Saham Pilihan
BBNI 7175-7400 TB, SL 7050
ASII 7750-8100 Buy, SL 7650
HMSP 3450-3600 TB, SL 3400
CPIN 2760-2860 TB, SL 2680
HRUM 2370-2550 TB, SL 2200
MNCN 1565-1675 Buy, SL 1490
ASRI 340-364 TB, SL 320
Stock View
6
Senin, 07 Agustus 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5777.48 5795.27 5813.07 5764.54 5751.61
PERKEBUNAN
AALI 15125 15,200.00 15,275.00 15,025.00 14,925.00 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02
BWPT 220 224.67 229.33 214.67 209.33
LSIP 1405 1,415.00 1,425.00 1,400.00 1,395.00 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72
SGRO 1995 1,998.33 2,001.67 1,993.33 1,991.67
SIMP 505 510.00 515.00 500.00 495.00 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18
UNSP 187 193.67 200.33 182.67 178.33
PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1870 1,900.00 1,930.00 1,835.00 1,800.00 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50
BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00
BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00
BUMI 330 337.33 344.67 325.33 320.67
DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35
HRUM 2480 2,520.00 2,560.00 2,410.00 2,340.00
ITMG 20600 20,800.00 21,000.00 20,325.00 20,050.00 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53
PTBA 13525 13,625.00 13,725.00 13,400.00 13,275.00 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64
PTRO 985 1,000.00 1,015.00 975.00 965.00
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 108 111.00 114.00 106.00 104.00
ELSA 248 254.00 260.00 244.00 240.00 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 146 151.33 156.67 138.33 130.67
ESSA 2660 2,680.00 2,700.00 2,620.00 2,580.00
MEDC 2630 2,663.33 2,696.67 2,603.33 2,576.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 660 680.00 700.00 645.00 630.00 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10
INCO 2460 2,483.33 2,506.67 2,413.33 2,366.67 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24
TINS 815 820.00 825.00 805.00 795.00 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09
SEMEN
INTP 18125 18,691.67 19,258.33 17,841.67 17,558.33 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00
SMCB 805 811.67 818.33 801.67 798.33 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91
SMGR 10325 10,533.33 10,741.67 10,208.33 10,091.67 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07 LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 99 99.67 100.33 98.67 98.33
JPRS 138 142.00 146.00 136.00 134.00
KRAS 570 580.00 590.00 565.00 560.00
PAKAN TERNAK
CPIN 2810 2,860.00 2,910.00 2,740.00 2,670.00
JPFA 1180 1,203.33 1,226.67 1,168.33 1,156.67 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 7775 7,833.33 7,891.67 7,683.33 7,591.67 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 960 973.33 986.67 953.33 946.67
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8300 8,366.67 8,433.33 8,216.67 8,133.33
INDF 8225 8,308.33 8,391.67 8,158.33 8,091.67
MYOR 1760 1,783.33 1,806.67 1,743.33 1,726.67
ROTI 1225 1,236.67 1,248.33 1,201.67 1,178.33
GGRM 71650 72,475.00 73,300.00 70,250.00 68,850.00
INAF 2440 2,560.00 2,680.00 2,360.00 2,280.00 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06
KAEF 3050 3,146.67 3,243.33 2,916.67 2,783.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68
KLBF 1775 1,791.67 1,808.33 1,746.67 1,718.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
UNVR 47575 47,708.34 47,841.67 47,483.34 47,391.67
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 226 231.33 236.67 221.33 216.67
ASRI 354 367.33 380.67 335.33 316.67
BKSL 108 110.00 112.00 106.00 104.00
BSDE 1790 1,810.00 1,830.00 1,780.00 1,770.00 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60
COWL 1230 1,236.67 1,243.33 1,226.67 1,223.33
CTRA 1065 1,080.00 1,095.00 1,055.00 1,045.00
CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00
CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00
ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00
KIJA 314 315.33 316.67 311.33 308.67
MDLN 272 276.00 280.00 270.00 268.00 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94
KONSTRUKSI BANGUNAN
ADHI 2130 2,160.00 2,190.00 2,100.00 2,070.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93
DGIK 71 75.67 80.33 67.67 64.33
PTPP 3050 3,093.33 3,136.67 3,023.33 2,996.67 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74
SSIA 670 673.33 676.67 663.33 656.67
TOTL 765 778.33 791.67 743.33 721.67
WIKA 2000 2,028.33 2,056.67 1,983.33 1,966.67 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2150 2,183.33 2,216.67 2,133.33 2,116.67 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61
JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1330 1,333.33 1,336.67 1,323.33 1,316.67
JSMR 5475 5,583.33 5,691.67 5,408.33 5,341.67 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27
TELEKOMUNIKASI
BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00
EXCL 3430 3,530.00 3,630.00 3,380.00 3,330.00 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39
ISAT 6525 6,550.00 6,575.00 6,500.00 6,475.00
TLKM 4670 4,700.00 4,730.00 4,650.00 4,630.00 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51
TRANSPORTASI
GIAA 340 343.33 346.67 337.33 334.67 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94
MBSS 346 347.33 348.67 343.33 340.67
WINS 276 276.00 276.00 276.00 276.00 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 870 886.67 903.33 851.67 833.33
BANK
BBCA 18575 18,700.00 18,825.00 18,500.00 18,425.00 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47
BBKP 595 598.33 601.67 593.33 591.67 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58
BBNI 7275 7,308.33 7,341.67 7,233.33 7,191.67 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90
BBRI 14925 14,966.67 15,008.33 14,866.67 14,808.33 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95
BBTN 2640 2,663.33 2,686.67 2,593.33 2,546.67 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43
BDMN 5275 5,341.67 5,408.33 5,241.67 5,208.33 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40
BJBR 2050 2,076.67 2,103.33 2,036.67 2,023.33 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79
BMRI 13075 13,250.00 13,425.00 12,975.00 12,875.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76
BNGA 1285 1,310.00 1,335.00 1,255.00 1,225.00 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6550 6,616.67 6,683.33 6,516.67 6,483.33 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03
INTA 292 298.00 304.00 288.00 284.00
UNTR 29200 29,666.67 30,133.33 28,791.67 28,383.33 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN
MAPI 6150 6,191.67 6,233.33 6,116.67 6,083.33
RALS 895 915.00 935.00 880.00 865.00
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1595 1,625.00 1,655.00 1,565.00 1,535.00
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 62 64.00 66.00 60.00 58.00
BNBR 50 50.00 50.00 50.00 50.00
Corporate Action
8
Code Name Type Date Time Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center
MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center
GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman Kav 58 Jakarta
PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat
ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐
nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐
nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐
tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam
TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00 HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl.
Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta
MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐
nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐ 12950
NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Senin, 07 Agustus 2017
Corporate Action
9
EMITEN JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA 7 24‐Jun‐16 27‐Jun‐16 21‐Jul‐16
SQBB 16000 23‐Jun‐16 24‐Jun‐16 20‐Jul‐16
SQBI 16000 23‐Jun‐16 24‐Jun‐16 20‐Jul‐16
DPNS 5 23‐Jun‐16 24‐Jun‐16 20‐Jul‐16
GEMA 16 23‐Jun‐16 24‐Jun‐16 20‐Jul‐16
MREI 50 23‐Jun‐16 24‐Jun‐16 20‐Jul‐16
JTPE 14 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
PEGE 10 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
CPIN 29 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
TALF 3 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 12‐Jul‐16
KBLI 7 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
SRTG 32 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
KKGI 20 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
CTRP 4 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 13‐Jul‐16
CTRS 22 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 13‐Jul‐16
CTRA 6 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
IDPR 5 21‐Jun‐16 22‐Jun‐16 30‐Jun‐16
UNVR 424 21‐Jun‐16 22‐Jun‐16 15‐Jul‐16
INPP 1.5 21‐Jun‐16 22‐Jun‐16 14‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu.
Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.