21 Oktober 2021
Volume 6Editorial
ASMIHA Insight ASMIHA Highlight - Q&A ASMIHA
- Penerbitan Buku Panduan Tatalaksana Penyakit
Kardiovaskular Pada Kehamilan - Current Trends in The
Management of Heart Disease in Pregnancy: What Should We Know?
- Vascular Access and
Management During Percutaneous Coronary Intervention
- Meet the Expert: Invasive
Cardiology and Emergency
What’s Next
Daftar Isi
Cover Editorial
Wawancara Eksklusif - Why Cardiologist ASMIHA Insight
ASMIHA Highlight - Q&A ASMIHA
- Penerbitan Buku Panduan Tatalaksana Penyakit Kardiovaskular Pada Kehamilan
- Current Trends in The Management of Heart Disease in Pregnancy: What Should We Know?
- Vascular Access and Management During Percutaneous Coronary Intervention
- Meet the Expert: Invasive Cardiology and Emergency
What’s Next
2 4 7
9
12
15
18
21
23
2 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021 2 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021
This show is not over yet
“Change is inevitable. Change is constant. -Benjamin Disraeli”
Perubahan atau evolusi tidak dapat terelakkan. Jikalau dulu, untuk mendapatkan ilmu kita harus jauh-jauh datang ke suatu kota atau negara untuk menghadiri berbagai symposium terkini, saat ini dengan berkah pandemi, boleh kita sebut, kita dapat langsung mengaksesnya dari ruang praktek kita sendiri. Digitalisasi sering dipersepsikan sebagai perubahan yang negatif. Namun, teknologi tidak dapat disangkal sudah masuk kedalam setiap elemen dalam kehidupan kita baik sebagai individu, maupun bermasyarakat.
Begitupula dengan pembelajaran. Digital learning membuat everything impossible become possible. Cukup dengan modal smartphone dan paket data (“mobile- learning on the go”), sambil menyeruput kopi di kafe favorit, kita sudah dapat menikmati curahan ilmu menarik beberapa channel dari the 30th Digital ASMIHA.
And the show is not over yet, the 30th digital ASMIHA masih akan hadir dalam 3 hari kedepan membawakan 5 workshop, 36 sesi symposium yang sayang untuk dilewatkan.
Seperti dua sisi mata uang, tentu terdapat keterbatasan dalam era digital learning ini dengan kurangnya kontak sosial. Kalau dulu, event tahunan seperti ini merupakan ajang untuk reunian dan temu kangen dengan teman-teman, bahkan lebih banyak ngobrolnya daripada Editorial
mendengarkan kuliah. Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga kita bisa kembali bersama bertemu dengan teman-teman sejawat.
Dalam salah satu sesi workshop the 30th Digital ASMIHA Selasa lalu tentang manajemen penyakit jantung dalam kehamilan terdapat hal yang menarik.
Selama ini dipikirkan tidak mungkin ibu hamil kena penyakit jantung, namun faktanya ternyata penyakit kardiovaskular bisa mengenai 0.4-4% kehamilan dengan risiko infark miokard akut sekitar 3-4 kali lebih tinggi pada wanita hamil dibandingkan dengan wanita tidak hamil diusia reproduktif. Tatalaksana penyakit jantung pada kehamilan tentu lebih challenging dan lebih berisiko dibandingkan dengan populasi umum. Seperti kateterisasi jantung meski memberikan risiko radiasi pada fetal, namun ternyata dapat dikerjakan dengan aman. Dilain itu juga banyak risiko-risiko lain yang bisa terjadi pada ibu hamil dari sisi kardiovaskular, seperti hipertensi yang berujung preeklampsia, peripartal cardiomyopathy, diseksi aorta dan lain-lain sehingga pantaslah disebut “surga dibawah telapak kaki ibu” sehingga kita harus selalu berbakti pada ibu.
Mengutip dari workshop lain pada Selasa lalu mengenai vascular access dalam intervensi koroner perkutan.
Terdapat quote yang amat menggelitik sehingga saya tampilkan dalam presentasi
Editorial | 3 Editorial | 3
terakhir mengenai komplikasi akses vaskular dalam PCI. “What makes an ordinary interventional cardiologist EXTRAORDINARY is … the ability to create a dramatic complication and succesfully tackling it too!” Kadang kita butuh sedikit drama dan cerita yang menarik dalam kehidupan dan pekerjaan kita. Tidak hanya drama korea saja, tetapi sometimes making complication while working and being better to handle it bisa menjadi pelajaran berharga untuk dikenang dan tentu saja di-share agar menjadi pembelajaran.
Lastly, jangan lewatkan topik menarik parralel symposium the 30th Digital ASMIHA malam ini mengenai palliative care dan long covid syndrome. Jangan lupa siapkan snack malam dan coklat hangat untuk menemani anda..
Salam sehat, Suci Indriani, MD
4 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021 4 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021
Why Cardiologist?
Tim ASMIHA
kali ini berkesempatan
u n t u k m e l a k u k a n w a w a n c a r a d e n g a n b e b e r a p a c a r d i o l o g i s t di Indonesia, salah satunya adalah Indah S u k m a w a t i , MD yang bekerja sebagai cardiologist di Siloam Hospitals Lippo Village, kami menggali lebih dalam mengenai latarbelakang awal dokter Indah saat dahulu memilih membaktikan dirinya pada ilmu kardiologi, ia menjawab
“Karena kardiologi merupakan bidang ilmu kedokteran yang make sense untuk saya. Ilmu yang exciting and rewarding Sangat memuaskan bisa mendapatkan privilige untuk menolong pasien jantung”
ungkapnya.
Tak hanya sampai disana kami juga menggali informasi mengenai Career path yang dipilih untuk kedepannya, beliau menyampaikan bahwa itu adalah pilihan yang sulit, beliau merasa ilmu ini akan selalu berkembang seiring waktu, untuk saat ini beliau mendapatkan kepuasan dalam melakukan pekerjaan klinis sehari- hari namun di masa yang akan datang beliau ingin bergelut juga di bidang penelitian klinis agar dapat menolong Wawancara Eksklusif
lebih banyak orang dari hasil penelitian tersebut, beliau menyampaikan bahwa ia kurang tertarik akan entrepreneurship di bidang kesehatan karena khawatir akan adanya conflict of interest, namun entrepreneurship dibidang non medis adalah sesuatu yang ada dalam list jangka panjang beliau.
Y u s u f S u s e n o , M D , beliau adalah seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di RS telagarejo, ia ternyata memiliki niat awal yang sangat tulus ketika memasuki
dunia kardiologi, beliau mengungkapkan bahwa alasan ia memilih menjadi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ialah karena ingin merawat ibu kandungnya yang saat itu berjuang melawan penyakit kardiovaskular, “Ibu kandung saya sakit jantung, lebih tepatnya kelainan katup jantung dan sampai sekarang alhamdulillah masih dapat beraktivitas sehari-hari, hal ini yang utama, ingin merawat ibu”.
Beliau menyampaikan selain alasan diatas, pada saat beliau masih
Wawancara Eksklusif | 5 Wawancara Eksklusif | 5
menjadi dokter umum, seorang kardiolog masih sangat sedikit, “Kardiolog masih jarang saat itu, sehingga hati saya tergerak untuk menjadi dokter jantung agar dapat lebih maksimal menangani pasien”, untuk saat ini beliau menyampaikan beliau meniatkan diri untuk sepenuhnya mengabdikan dirinya sebagai seorang klinisi.
P a d a
k e s e m p a t a n kali ini, kami m e l a k u k a n w a w a n c a r a s i n g k a t dengan Adi Purnawarman, MD, beliau adalah seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang bertugas sebagai staff divisi kardiologi intervensi di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.
Latar belakang beliau memilih spesialis jantung adalah kenyataan bahwa dokter spesialis jantung itu“keren” dan pada saat itu masih sangat jarang, sehingga ia tergerak untuk menjadi dokter spesialis jantung “karena dulu saat bertugas sebagai dokter umum di RS, dokter spesialis jantung sangat sedikit di banding dgn dokter spesialis lain, dan jadi dokter jantung merasa jd lebih keren aja, dan bila pasiennya meninggal jarang kita disalahkan oleh keluarga pasien, dibandingkan dgn pasien dari disiplin ilmu yg lain.” Ungkapnya.
Untuk Career path, yang dipilih adalah “clinical cardiologist”, beliau
menyampaikan alasannya “karena dulu menjadi clinical cardiologist hidupnya lebih tenang dan tdk terlalu stress dibandingkan subspesialistik yg lainnya, seperti intensive care, dan cardiology intervention yang berlomba dengan waktu dan harus tepat dlm mengambil keputusan” ungkapnya
Dwi Laksono Adiputro, MD, PhD. beliau adalah seorang cardiologist yang Bertugas di RS Ulin Banjarmasin Kalimantan Selatan dan merupakan staff pengajar di FK Univ Lambung Mangkurat Banjarmasin, kami menggali lebih dalam mengenai apa latarbelakang beliau ketika memantapkan diri untuk menjadi seorang cardiologist, beliau menyampaikan karena rasa kagum dengan anatomi organ jantung beserta fungsinya dan tertarik untuk mempelajari cara kerja organ tersebut lebih mendalam, ketika ia mempelajari lebih lanjut semakin lama semakin tertarik dan kemudian menyadari bahwa organ inilah yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia” ungkapnya,
Kami juga bertanya mengenai career path beliau selanjutnya, “seperti dokter pada umumnya biasanya berawal dari clinical cardiologist dan karena terlanjur ambil doktoral, saya mulai juga sebagai researcher, ditambah lagi saat ini juga menjadi staff pengajar di fakultas
6 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021 6 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021
kedokteran.” tuturnya.
M. Yusuf A l s a g a f ,
MD, PHD, beliau adalah kepala divisi kardiovaskular
akut dan p e r a w a t a n
intensif RSUD dr Soetomo Surabaya, beliau menyampaikan ketertarikannya pada kardiologi dimulai saat beliau kuliah kedokteran semester 4, beliau mulai menceritakan pengalamannya, saat itu beliau dan teman-temannya merasa bahwa kuliah kedokteran kurang menarik, menuntut hafalan ketimbang pemahaman dan disajikan dengan format yang membosankan, namun ketika beliau mulai membaca salah satu buku fisiologi ternama pada topik jantung dan pembuluh darah, beliau merasa topik tersebut bukan hanya menarik namun juga mudah untuk difahami, dapat dinalar serta mengandung komponen ilmu fisika “ilmu fisika adalah salah satu mata pelajaran favorit saya saat SMA” ungkapnya.
Saat menyelesaikan kuliah kedokteran dan memasuki pelatihan profesi (Dokter Muda) kecintaan beliau pada ilmu jantung dan pembuluh darah semakin kuat, karena disini dirasa dapat menghubungkan berbagai fenomena medis yang nyata dengan teori yang sebelumnya sudah dibaca, sebelum memilih ilmu kardiologi, beliau terlebih dahulu melakukan analisis SWOT terhadap spesialis yang lain seperti Orthopaedi dan
BTKV, meskipun terdapat beberapa poin pada kolom W pada SWOT kardiologi ia tetap mantap memilih menjadi dokter jantung dan pembuluh darah.
“Alhamdulilah setelah menanti sekitar 1 tahun dari kelulusan, kami memulai pendidikan dokter spesialis jantung dan pembulh darah sejak 2006.
Cukup banyak kenangan dan kisah sedih sekaligus menyenanngkan selama pendidikan. Tapi alhamdulillah dapat selesai pada tahun 2011.” tuturnya
Ketika lulus sebagai spesialis, luar biasanya adalah beliau sudah berstatus sebagai staff pengajar, menurut beliau menjadi staff pengajar bukan suatu pekerjaan yang mudah, ia harus lebih fokus kepada pendidikan dan penelitian, tapi hebatnya hal tersebut tidak menghalangi dan merubah motivasi beliau untuk menjadi dokter dan seorang spesialis jantung dan pembuluh darah, satu prinsip beliau yaitu menolong yang membutuhkan,
“Karena saya baru sadar belakangan itulah kepuasan kami yang utama helping others in need.” Ungkapnya, dengan bangganya beliau menutup wawancara dengan pernyataan sebagai berikut “Jadi, kalau ditanya career path apa yang dipilih, maka jawaban saya simple, saya seorang dokter yang kebetulan seorang ahli jantung, dan hobby saya adalah Primary PCI” / ATN
ASMIHA Insight
Kamis, 21 Oktober 2021. Hari ini akan berlangsung 5 workshop di pagi dan siang hari serta INA CHD simposium. Dilanjutkan 2 parallel session di malam hari.
21 Oktober 2021
Sesi Workshop
Sesi Simposium
Cardiologist Gender Issue | 9 Cardiologist Gender Issue | 9
Q&A ASMIHA
Kegiatan ASMIHA ke-30 pada hari kelima berjalan sangat baik dan lancar. Antusiasme dan semangat peserta untuk mengikuti rangkaian acara dalam ASMIHA ini tidak pernah padam.
Berbagai diskusi ilmiah serta pemaparan topik menarik oleh pemateri-pemateri yang professional menjadikan kegiatan ini merupakan kegiatan online interaktif terbaik saat ini. Pada kesempatan yang baik ini, Vito Anggarino Damay, MD mendapatkan kesempatan emas untuk dapat mewawancarai beberapa ASMIHA Highlight
cardiologist yang hadir dalam kegiatan ASMIHA ini. Beberapa topik beliau tanyakan untuk dapat menambah ilmu bagi para pesertanya. Pada kesempatan wawancara kali ini, beliau berhasil mewawancarai 3 orang cardiologist yakni Hawani Sasmaya, MD, Vebiona KP Putri, MD dan Antonia Anna Lukito, MD. Lalu bagaimana wawancara beliau dengan beberapa cardiologist ini? Mari kita simak hasil wawancara berikut ini.
10 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021 10 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021
Q&A ASMIHA | 11 Q&A ASMIHA | 11
Kesempatan terakhir dimanfaatkan Vito Anggarino Damay, MD untuk mewawan- cari Antonia Anna Lukito, MD sebagai salah satu dokter jantung senior di Indonesia. Ada- pun Vito, MD bertanya mengenai trikuspid re- gurgitasi. “
Apa highlight yang harus diperhatikan oleh cardiologist terkait Trikuspid regurgita- si?” tanya Vito, MD. Antonia, MD kemudian menjawab dengan ilmu yang telah beliau mili- ki serta pengalaman beliau.
“Ya highlight yang harus diperhati- kan sepengalaman saya dan sesuai dengan update ilmu sekarang ada dua, yakni jangan lupa evaluasi katup trikuspid dan fungsi RV saat merencanakan operasi katup jantung kiri dan intervensi pada regurgitasi trikuspid perlu pada Timing yang tepat, jangan sampai terle- wat hingga kondisi sudah mencapai point of no return” jawab Antonia, MD dalam kesem- patannya diwawancara./IKSP
Antonia Anna Lukito,MD, PhD
12 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021 12 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021
Penerbitan Buku Panduan Tatalaksana Penyakit Kardiovaskular Pada Kehamilan
POKJA Woman Cardiology telah disahkan pada Kongres Nasional PERKI pada tahun 2012, yang sebelumnya sudah sering didengungkan secara terpisah oleh beberapa senior kardiolog perempuan secara terpisah, antara lain Prof. Lily I. Rilantono, MD, Prof. Ganesja M.
Harimurti, MD, Ann Soenarta, MD dan Anna Ulfah Rahajoe, MD. Sebelumnya pertemuan dan diskusi POKJA Woman Cardiology hanya intensif dilakukan di grup online dan akhirnya diwujudkan dalam satu session di acara ilmiah ASMIHA 2011 yang khusus membahas mengenai penyakit kardiovaskular pada perempuan. Sejak saat itu, setiap tahun slot women session selalu ada dan berlanjut di acara Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association (ASMIHA).
ASMIHA In-Depth
Kegiatan 30 tahun ASMIHA kali ini menjadi sebuah event pertemuan yang berbeda dari sebelumnya, khususnya bagi cardiologist Indonesia. Pada kesempatan yang hangat ini, POKJA Woman Cardiology PERKI dengan segenap rasa syukur dan haru pada hari ini secara resmi mengeluarkan BUKU PANDUAN TATA LAKSANA PENYAKIT KARDIOVASKULAR PADA KEHAMILAN. Dalam kesempatannya Dyana Sarvasti, MD,Ph.D selaku ketua POKJA Woman Cardiology periode 2019- 2022 dan juga salah satu editor dalam penyusunan buku panduan ini memberikan pidato dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada segenap kontributor yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta pikiran dalam proses penyusunan buku panduan ini sebagai salah satu bentuk sumbangsih PERKI untuk negeri.
Penerbitan Buku Panduan Tatalaksana Penyakit Kardiovaskular Pada Kehamilan | 13 Penerbitan Buku Panduan Tatalaksana Penyakit Kardiovaskular Pada Kehamilan | 13
Buku Panduan ini dibuat untuk pertama kalinya oleh Pokja Woman Cardiology PERKI, dengan harapan dapat memberi acuan tentang tata laksana penyakit kardiovaskular yang tidak hanya dititikberatkan pada kondisi ibu, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan janin, sehingga angka kematian ibu hamil dan janin/bayi dapat diturunkan.
Ucapan terima kasih sebesar-besarnya dan penghargaan setinggi-tingginya juga kami ucapkan kepada para kontributor dan editor, yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pemikiran, sehingga pada akhirnya buku panduan ini selesai disusun. Enam editor dan delapan belas kontributor, terlibat dalam penyusunan buku ini. Proses penyusunan buku panduan ini cukup lama, kurang lebih hampir setahun. Kehati-hatian dan ketelitian dalam membuat panduan benar- benar diperhatikan. Ucapan terima kasih sebesar-besarnya juga tidak lupa kami sampaikan kepada Presiden Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia yang telah memfasilitasi Kelompok Kerja Woman Cardiology dan memudahkan proses pembuatan buku panduan ini hingga dapat diterbitkan. Semoga apa yang telah dihasilkan dapat menjadi amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Aamiin allahuma aamiin. Tidak ada gading yang tak retak, buku panduan ini secara periodik akan dikaji dan disempurnakan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran. Kami sangat terbuka terhadap saran dan kritik membangun untuk perbaikan dan penyempurnaan buku panduan ini” tutur Dyana Sarvasti, MD,Ph.D dalam kesempatannya dengan penuh rasa syukur dan haru.
Pada pertemuan 30 tahun ASMIHA kali ini, Anna Ulfah Rahajoe, MD yang merupakan ketua POKJA Woman Cardiology pertama juga berkesempatan untuk memberikan pidato. Dalam kesempatannya beliau menyampaikan bahwa buku panduan ini telah disusun secara hati-hati dan penuh ketelitian dengan berpedoman pada standar internasional terbaru dan berbasis bukti terutama yang mengacu pada European Society of Cardiology. Beliau berharap buku panduan ini mampu menjadi pedoman dan pegangan bagi para sejawat dalam berpraktik serta dapat menurunkan angka kematian ibu hamil di Indonesia.
Dalam kesempatan ini hadir juga Isman Firdaus, MD,Ph.D selaku Presiden Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia juga memberikan pidato serta apresiasi dan ucapan terima kasih kepada segenap
14 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021 14 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021
pihak yang telah terlibat dalam proses penyusunan buku panduan tersebut.
Dalam pidatonya beliau mengatakan bahwa peluncuran buku penyakit kardiovaskular pada perempuan merupakan suatu kebanggaan dan harus diapresiasi karena sejauh ini tidak banyak buku atau panduan yang membahas mengenai penyakit kardiovaskular pada wanita, sehingga diharapkan BUKU PANDUAN TATA LAKSANA PENYAKIT KARDIOVASKULAR PADA KEHAMILAN ini dapat dijadikan acuan dan pedoman tidak hanya untuk di Indonesia, namun juga pada tingkat internasional.
Pertemuan yang berlangsung pada kegiatan 30 tahun ASMIHA kali ini berlangsung sangat haru disertai rasa syukur yang mendalam, bahkan pada beberapa kesempatan terlihat Dyana Sarvasti, MD,Ph.D selaku ketua POKJA Woman Cardiology tidak kuasa menahan haru saat berkesempatan untuk berpidato. Terbitnya BUKU PANDUAN TATA LAKSANA PENYAKIT KARDIOVASKULAR PADA KEHAMILAN merupakan sebuah
karya hasil kerja keras dengan niat yang tulus dari wanita Indonesia untuk Indonesia, sebagai bentuk sumbangsih bagi negeri dan merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Indonesia. /NNH
Buku ini dapat di unduh di
h t t p : / / i n a h e a r t . o r g / guideline
BAYU ARIEF PERMANA ADITYA ANGELA ADAM JONATHAN CHRISTOPHER DYLAN
RIKI HANAFIAH
PRAZNA SHAFIRA PUTRI
WIDYAN PUTRA ANANTAWIKRAM KHAIRUL MAWARIS
DR. FIQI QUINTA DECROLI
DWI FACHRUL OCTAFIAN HIDAYAT Prize: KKJI VOUCHER
Congratulations!
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TOP LEADERBOARD
Senin, 18 October 2021
BAYU ARIEF PERMANA KHAIRUL MAWARIS
Prize: Jabra Elite 2 True Wireless Blue- tooth Earbuds
Congratulations!
1 2
*Winners are selected by lottery from the 12 top equivalent daily scorer
Current Trends in The Management of Heart Disease in Pregnancy: What Should We Know? | 15 Current Trends in The Management of Heart Disease in Pregnancy: What Should We Know? | 15
Current Trends in The Management of Heart Disease in Pregnancy: What Should We Know?
Penyakit jantung pada kehamilan menjadi salah satu kondisi yang membutuhkan perhatian khusus, baik dari segi obstetric maupun cardiology.
Pentingnya untuk mengetahui gejala lebih awal serta tatalaksana yang komprehensif menjadikan topic ini diangkat dalam workshop ASMIHA ke 30 yang dilaksanakan pada Selasa, 19 Oktober 2021. Kegiatan ini terdiri dari 2 sesi dengan moderator Dyana Sarvasti, MD serta dihadiri oleh beberapa pembicara diantaranya Febtusia Puspitasari, MD dan Yusra Pintaningrum, MD.
Dalam kesempatan ini Febtusia Puspitasari, MD membawakan materi mengenai Gestasional Hypertension, beliau menjelaskan bahwa adanya perubahan fisiologi yang cukup signifikan ASMIHA Highlight
pada kondisi dan beberapa perbedaan hasil evaluasi EKG pada kondisi kehamilan.
Pada kesempatan ini beliau menegaskan bahwa hipertensi gestasional adalah suatu kondisi dimana terjadi hipertensi setelah usia kehamilan 20 minggu tanpa disertai dengan proteinuria dan kelainan biokimia lainnya. Beliau menegaskan bahwa sebagai upaya preventif terhadap hipertensi gestasional, wanita hamil dengan resiko preeklamisa sedang atau tinggi disarankan untuk diberikan aspirin 100-160mg/hari, dimulai sebelum minggu ke 16.
Kemudian pada kesempatan lain Yusra Pintaningrum, MD membawakan materi dengan judul “Managing Coronary Heart Disease in Pregnancy from Stable CAD to ACS”. Dalam kesempatan ini beliau menjelaskan mengenai
16 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021 16 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021
hypercholesterolemia, ischemic heart disease, serta bagaimana tatalaksana coronary heart disease pada kondisi kehamilan. Beliau menjelaskan bahwa pada kondisi hamil akan terjadi peningkatan kadar kolestrol total dan triglyserid yang dipengaruhi oleh peningkatan esterogen, progesterone, dan lactogen selama kehamilan, yang dimana hal ini dapat menyebabkan peningkatan resiko terjadinya atherosclerosis. Pada kesempatan kali ini beliau juga memaparkan beberapa data bahwasanya sebanyak 43% wanita hamil mengalami Spontaneous Coronary Artery Dissection (SCAD) pada trimester ke 3 atau kondisi post partum yang menjadi penyebab dari Acute Myocardial Infraction pada wanita hamil.
Invasive Coronary Angiography menjadi standar diagnosis untuk mengevaluasi kasus Myocardial Infraction, dengan memperhatikan dampak radiasi pada janin. Pada kondisi ini akses arteri radialis lebih diutamakan dibandingkan arteri femoralis. Kehamilan bukan merupakan kontraindikasi absolut untuk mendapat
tatalaksana yang bersifat radiasi, termasuk PCI. Dalam kondisi ini PCI tetap menjadi prioritas dibandingkan pemberian fibrinolitik. BMS menjadi rekomendasi stent pada kasus kehamilan dikarenakan hingga saat ini kurangnya data yang menunjukan penggunaan stent DES pada wanita hamil.
Sesi kedua kemudian dilanjutkan dengan pemateri yang dibawakan oleh Lely Puspita Candra, MD dengan judul materi “Perpartum Cardiomyopathy:
Early Detection and Management to Prevent Long Term Consequences”. Pada kesempatan ini beliau menjelaskan bahwa PPCM merupakan penyebab signifikan peningkatan mortalitas dan morbiditas pada kehamilan. Beberapa faktor yang menjadi penyebab diantaranya adalah multiparitas dan kehamilan kembar, riwayat merokok, hipertensi, malnutrisi, serta penggunaan tacolytic beta agonist dalam waktu lama. Pada kesempatan ini beliau berpesan bahwa diagnosis yang tepat serta cepat pada kasus PPCM
Current Trends in The Management of Heart Disease in Pregnancy: What Should We Know? | 17 Current Trends in The Management of Heart Disease in Pregnancy: What Should We Know? | 17
merupakan kunci untuk mendapatkan tatalaksana yang cepat, tindak lanjut yang sesuai, serta konseling yang baik.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Silfi Pauline Sirait, MD dengan judul materi
“Cardiovascular Pharmachologist Therapy in Pregnancy and Lactation”.
Beliau menegaskan bahwa pemberiaan tatalaksana farmakoterapi pada wanita hamil dapat memberikan resiko dan efek samping kepada ibu dan janin, sehingga harus dipertimbangkan manfaat dan resiko untuk kedua pihak.
Adanya sistem labeling PPLR dapat mempermudah dokter untuk melihat data, pertimbangan klinis, serta mempertimbangkan resiko ibu dan janin dalam pemilihan tatalaksana.
Pada workshop kali ini kegiatan diskusi berlangsung sangat hangat dan interaktif, para peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diberikan kepada masing- masing pembicara. Para pemateri dalam kesempatan ini pula menjawab pertanyaan dari setiap peserta dengan baik dan jelas. Hal yang menarik pada kegiatan kali ini adalah setiap pemateri
satu dengan lainnya terlihat sangat kompak, heboh, dan saling mendukung selama kegiatan workshop berlangsung sehingga diskusi yang berlangsung terasa hangat. /NNH
KHAIRUL MAWARIS DR ARTHA H.G.Y.SINAGA
I PUTU GEDE EKA ARIAWAN SUYASA RAKHMAT RAMADHANI
MELITA AMALIA AYUBA
GUSTI NGURAH PRANA JAGANNATHA BENEDICTUS HANJAYA SUWANDI PUTRI SEPTIANI
FAUZAN ARISYI KOTO GEMI NASTITI INDI PUTRI Prize: KKJI VOUCHER Congratulations!
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
TOP LEADERBOARD
Selasa, 19 October 2021
*Winners are selected by lottery from the 12 top equivalent daily scorer
18 | 30 18 | 30ththASMIHA 15-23 Oktober 2021ASMIHA 15-23 Oktober 2021
Vascular Access and Management During Percutaneous Coronary Intervention
Sebagai seorang intervensionist tentu saja diharuskan memiliki pengetahuan tentang pentingnya akses vaskular untuk kepentingan tatalaksana intervensi maupun diagnostik, dibutuhkan juga pengetahuan mengenai pertimbangan pemilihan akses vaskular dan mengenali komplikasi dini serta tatalaksananya, Hari ke-5 Asmiha topik- topik yang disampaikan semakin menarik, pada workshop kali ini dikupas tuntas 5 materi mengenai akses vaskular serta manajemen sampai komplikasi intervensi vaskular, topik-topiknya diantaranya
“Introduction: The importance of safe access techniques,” oleh Muhammad Syukri, MD, “Radial artery access:
Common techniques and equipment,”
oleh Ismir Fahri,MD, “Optimal femoral ASMIHA Highlight
artery access: anatomy, techniques, and utilization of multimodality imaging (ultrasound and fluoroscopy),” oleh Arwin Saleh Mangkuano, MD., “Vascular closure device options for radial and femoral access,” oleh Muhammad Syukri, MD dan yang terakhir ”Identification and management of vascular access related complications,” oleh Suci Indriani, MD.
Ismir Fahri, MD. adalah kardiologis dari RSUD Dr. M. Yunus, Bengkulu, Arwin Saleh, MD adalah staf divisi diagnostic invasive dan intervensi non-bedah di departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Universitas Indonesia, Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, Suci Indriani, MD adalah staf divisi vaskular di departemen Kardiologi dan Kedokteran
Vascular Access and Management During Percutaneous Coronary Intervention | 19 Vascular Access and Management During Percutaneous Coronary Intervention | 19
Vaskular Universitas Indonesia, Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta.
Workshop ini dipandu oleh course director Muhammad Syukri, MD, Beliau adalah staf Divisi Kardiologi intervensi dan invasif di Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Universitas Andalas, Rumah Sakit dr. M. Djamil, Padang.
Sesi ini diawali dengan penyampaian materi mengenai “Introduction: The importance of safe access techniques,” oleh Muhammad Syukri, MD., pada kesempatan ini beliau menyampaikan pentingnya melakukan akses vascular dengan cara yang tepat sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi, beliau menyampaikan beberapa teknik yang direkomendasikan untuk melakukan akses vaskular untuk kepentingan intervensi maupun diagnostik.
Materi kedua disampaikan mengenai
“Radial artery access: Common techniques and equipment,” oleh Ismir Fahri, MD, beliau membahas tuntas mengenai alat-alat yang digunakan serta teknik yang direkomendasikan serta langkah yang tepat dalam melakukan akses vaskular, pada kesempatan ini beliau juga memutarkan video untuk disimak oleh peserta sehingga peserta dapat lebih memahami materi dengan mudah.
Materi ketiga adalah tentang
“Optimal femoral artery access:
anatomy, techniques, and utilization of multimodality imaging (ultrasound and fluoroscopy),” oleh Arwin Saleh Mangkuanom, MD, materi ini didasarkan pada pentingnya klinisi
20 | 30 20 | 30ththASMIHA 15-23 Oktober 2021ASMIHA 15-23 Oktober 2021
untuk mengetahui lebih dalam mengenai anatomi dan imaging terutama USG dan fluoroskopi untuk akses vaskular, beliau memberikan pemahaman mengenai anatomi arteri femoral dengan cukup holistik serta memberikan rekomendasi serta pemahaman imaging khususnya USG dan Fluoroskopi untuk membantu klinisi dalam melakukan akses vaskular terkait dengan akses arteri femoral secara optimal,
Topik selanjutnya ialah“Vascular closure device options for radial and femoral access,” oleh Muhammad Syukri,MD, beliau banyak membahas mengenai device yang digunakan untuk vascular closure beserta kelebihan dan kekurangannya terkait dengan akses vaskular femoral maupun radial. Topik yang terakhir ialah ”Identification and management of vascular access related complications,” oleh Suci Indriani,MD., beliau memulai presentasi dengan memberikan polling kepada peserta untuk mengetahui komplikasi apa yang sering dihadapi oleh peserta pada praktik klinis sehari-hari, ternyata yang tersering adalah hematom namun ada yang berpengalaman mendapatkan komplikasi retroperitoneal bleeding yang mana adalah komplikasi dengan prognosis yang buruk, jenis komplikasi antara akses radial dan femoral berbeda.
Beliau menyampakian bahwa saat ini lebih dipilih akses radial karena memiliki komplikasi yang minim jika dibandingkan dengan akses femoral, beliau juga menyampaikan salah satu jenis komplikasi yang dapat terjadi ialah pseudoaneurysma, hal ini dapat
ditatalaksana dengan aneurysm neck compression dan USG guided Thrombin Injection, jika kedua metode itu belum cukup, dapat dilakukan operational repair, selain pseudoaneurysm terdapat beberapa jenis komplikasi yang mungkin terjadi yang disampaikan pada sesi ini, sangat penting bagi klinisi untuk dapat mengenali komplikasi dan metode mana yang memiliki komplikasi minimal guna mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien yang akan dilakukan intervensi baik untuk kepentingan tatalaksana ataupun diagnostik. / ATN
Vascular Access and Management During Percutaneous Coronary Intervention | 21 Vascular Access and Management During Percutaneous Coronary Intervention | 21
Invasive Cardiology and Emergency
Meet the expert (Selasa, 19 Oktober 2021) membahas mengenai invasive Cardiology and emergency, adapun yang menjadi “the expert” kali ini ialah Prof Yudi Her Oktaviono, MD, PhD, Dafsah A. Juzar, MD, PhD, dan A.
Sunarya Soerianata, MD.
Meet the Expert
Diskusi ini menjadi menarik dengan dipandu oleh Rien Afrianti, MD. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai topik- topik serta para peserta pada Meet The Expert kali ini, silahkan simak pada kolom berikut.
DOORPRIZE
Dalam kegiatan ASMIHA tahun ini, kami mempersiapkan doorprize.
Jangan lupa sering kunjungi booth ASMIHA, anda berpeluang mendapatkan doorprize sebagai berikut :
- 10 KKJI vouchers/hari
untuk 10 orang dengan nilai visit both dan quiz tertinggi
- 2 buah air purifier
- 3 buah grandprize berupa 2 buah sepeda dan 1 masker ultra filtration - 3 prizes untuk 3 best oral presenter - dan 3 prizes untuk 3 best presenter kategori young investigator
*poin minimal untuk lotere grandprize
adalah 5,500 poin
What’s Next
Workshop dan
simposium berikutnya dilaksanakan lusa, hari Jum’at,
22 Oktober 2021.
Terdapat 1 memorial lecture dan 17 sesi simposium yang dibagi menjadi 6 waktu.
Mark the time and see you soon!
Tim Redaksi | 25