• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

7

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

3.1. Kedudukan dan Koordinasi

Orang Tua Group memiliki banyak anak perusahaan dengan berbagai tim atau divisi di dalamnya. Setiap divisi ini memegang peranan serta tanggung jawab yang berbeda pula, baik secara tim maupun secara individu. Oleh karena itu, penulis tidak bekerja sendiri, melainkan terlibat dengan staf lainnya untuk menghasilkan atau mengerjakan suatu proyek.

1. Kedudukan

Penulis ditempatkan di PT. Inti Selaras Mandiri sebagai graphic designer intern yang dikoordinir oleh graphic designer dan bekerja bersama dengan copywriter serta videographer. Tim yang ditempati penulis dikoordinir oleh seorang Creative Designer Coordinator dimana Coordinator ini menyalurkan brief dari divisi lain dan mengevaluasi desain. Berikutnya terdapat beberapa Creative Designer Supervisor yang membawahi sejumlah staf dan intern serta bertanggung jawab terhadap sejumlah brand. Staf dan intern bertanggung jawab terhadap Supervisor dan Coordinator serta berkoordinasi dengan Copywriter dan Multimedia Staff. Copywriter sendiri bertanggung jawab untuk menerjemahkan brief ke dalam bentuk teks atau wording yang mampu menyampaikan pesan promosi dengan jelas dan menarik. Sementara itu, Multimedia Staff bertugas untuk melakukan fotografi produk dan melakukan syuting video untuk kebutuhan promosi.

(2)

8 Gambar 3.1. Bagan Kedudukan dalam Tim

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

2. Koordinasi

Pada pelaksanaan proses magang di Orang Tua Group, penulis terlibat dengan beberapa pihak agar menciptakan sebuah desain yang memenuhi kebutuhan perusahaan. Biasanya proses ini akan diawali dengan brief dari divisi yang membutuhkan hasil desain tertentu yang mana brief tersebut kemudian diserahkan kepada Creative Design Coordinator dan diteruskan kepada Creative Design Supervisor. Supervisor kemudian menyerahkan brief tersebut untuk diterjemahkan oleh penulis ke dalam bentuk visual. Penulis juga berkolaborasi dengan Copywriter untuk menentukan wording yang tepat dan dengan Multimedia Staff untuk penambahan foto atau melakukan pengolahan desain menjadi video.

Setelah desain selesai, penulis kemudian bisa menyerahkannya kepada Creative Design Supervisor yang mana jika sudah disetujui, maka akan diteruskan kepada Creative Design Coordinator. Dalam tahap ini, revisi bisa datang baik dari Supervisor maupun Coordinator. Revisi bisa dilakukan

(3)

9 berulang kali apabila divisi yang meminta desain belum merasa puas dengan hasil desain tersebut.

Gambar 3.2. Bagan Alur Koordinasi (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

3.2. Tugas yang Dilakukan

Selama melaksanakan magang, penulis menangani beberapa pekerjaan seperti desain konten media sosial, poster, dan lain-lain. Dalam 8 minggu, penulis membuat berbagai desain, tak hanya untuk Scandia, namun juga untuk sejumlah brand lainnya. Berikut ini adalah tabel hal-hal yang penulis lakukan selama magang.

(4)

10 Tabel 3.1. Jenis Pekerjaan yang Dilakukan

No. Minggu Proyek Keterangan

1. Pertama Desain konten Opening Soon Scandia, konten Imlek JYSK

Media sosial

2. Kedua Tripod banner Scandia, konten imlek Scandia, konten promo Scandia, katalog Scandia, undangan opening Scandia

Tripod banner, katalog, printing material

3. Ketiga Banner A1, wall banner, LED TV wall, stage videotron, baliho, umbul-umbul, poster A3, desain feeds & story Instagram Scandia, revisi katalog Scandia

Banner, baliho, umbul- umbul, printing material, media sosial

4. Keempat Re-layout katalog B2B Scandia, desain konten Instagram promo Maret Scandia, icon highlight Instagram story Scandia, desain konten Live Shopping, desain Thank You Card, desain greeting Is’ra Mi’raj dan Nyepi Scandia

Katalog, media sosial, icon

5. Kelima Feeds Kreasi Jumat & Morday MOR, feeds promo MDS Scandia & Hias House, desain icon highlight story Instagram Scandia, desain Back 2 Back Menu MOR

Media sosial

(5)

11

6. Keenam Desain banner untuk

‘CLEARANCE SALE’ Hias House, desain feeds dan poster pameran Hias House Mall Ciputra, feeds Kreasi Jumat &

MORDAY, konten Pay Day JYSK

Banner untuk dinding dan pilar, media sosial

7. Ketujuh Desain hampers Ramadan MOR, konten Shopee & MOR Live Instagram, poster clearance sale OT Retail Scandia, greeting Paskah Scandia, reminder Top Spender, konten promo Scandia

Poster, web banner, media sosial

8. Kedelapan Scandia Give Away, revisi katalog B2B, konten Shopee x MOR Live Ngabuburit, poster MOR x Dana, konten promo April Scandia, pengumuman Top Spender, sertifikat pemenang Top Spender, feeds kompetisi make-up BEAU, revisi katalog B2B, desain poster Wall’s Cornetto MOR, feeds kompetisi Beauversarry

Poster, media sosial, katalog

(6)

12 3.3. Uraian Pelaksaan Kerja Magang

Selama pelaksanaan proses magang, penulis turut terlibat dalam perancangan desain di berbagai media untuk brand di bawah naungan PT. Inti Selaras Mandiri.

Sebagian besar desain ini diminta oleh divisi marketing dan divisi merchandising untuk keperluan promosi. Penulis sendiri secara khusus lebih banyak menangani desain untuk Scandia.

Oleh karena itu, penulis mendapatkan sejumlah tugas yang berkaitan dengan Scandia sendiri, seperti: konten media sosial, pembuatan banner dan poster, konten TV wall, baliho, hingga umbul-umbul. Dalam prosesnya, penulis berkonsultasi dan berkolaborasi dengan staff-staff terkait seperti Copywriter dan Multimedia Staff sebelum kemudian mendapat revisi dari Supervisor atau dari Coordinator.

3.3.1. Proses Pelaksanaan

Selama melakukan magang, penulis paling banyak menangani properti desain untuk Scandia yang meliputi: konten sosial media, desain banner dan poster, perancangan katalog, baliho, umbul-umbul, konten TV wall, dan videotron.

Namun, selain Scandia ada kalanya penulis juga menangani desain untuk brand lain yang berada di bawah naungan Orang Tua Group, seperti MOR, JYSK, dan HIAS. Berikut penjelasannya:

1. Scandia

Scandia merupakan brand yang menyediakan furniture impor dengan konsep scandinavian. Scandia baru membuka toko pertamanya di Indonesia pada bulan Februari yang lalu di area Bogor dan penulis Sebagian besar ditugaskan untuk menangani desain bagi Scandia. Penulis menerima Graphic Standard Manual (GSM)nya sehingga seluruh desain mengacu pada guidelines tersebut.

Selama proses magang, penulis merancang katalog, banner, poster, hingga konten media sosial Scandia.

a. Katalog Scandia

Katalog Scandia memuat informasi mengenai produk-produk Scandia, berupa: produk home living, home linen, hardware & tools, hingga peralatan olah raga dan hobi seperti sepeda. Katalog ini berukuran A4

(7)

13 setebal 4 halaman dan disusun khusus untuk pembukaan toko pertama Scandia di Indonesia.

Brief yang penulis dapatkan adalah penulis harus mendesain sebuah katalog berbentuk seperti flyer untuk kebutuhan opening toko dimana produk-produk yang diminta semuanya harus dilampirkan dan harganya terlihat dengan jelas. Katalog harus memuat logo Scandia, informasi diskon yang ditawarkan, promo-promo yang berlaku, memiliki gaya desain sesuai GSM, dan menampilkan seluruh produk dengan rapi.

Selama proses menyusun konten katalog, penulis berkoordinasi dengan Copywriter serta Creative Design Supervisor agar nama, harga, hingga susunan produk bisa tersampaikan dengan rapi dan jelas. Berikut adalah desain katalog awal yang penulis rancang dan mendapatkan revisi sebagai berikut:

Gambar 3. 3. Proses Revisi Katalog Scandia (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Revisi yang penulis dapatkan cukup banyak, mulai dari penempatan konten, ukuran foto, informasi promo, hingga tampilan katalog sendiri.

Setelah mendapatkan masukan ini, barulah penulis melakukan revisi dengan desain sebagai berikut:

(8)

14 Gambar 3.4. Katalog Scandia Halaman 1 & 4

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.5. Katalog Scandia Halaman 2 & 3 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Katalog hasil revisi ini fotonya lebih dimampatkan agar lebih banyak produk yang bisa dimasukkan, selain itu ukuran typeface dan peletakan elemen grafisnya juga diperbaiki sehingga lebih nyaman dibaca. Katalog ini menggunakan ornamen khas Scandia bewarna oranye agar benar-benar mencerminkan identitas Scandia sendiri. Hal ini juga diwujudkan melalui penggunaan typography dan pemilihan jenis typeface. Kebanyakan foto

(9)

15 produk juga sudah dicrop agar tampilan terlihat lebih clean, minimalis, dan terkesan modern.

b. Opening Soon Scandia

Brief untuk desain ini adalah informasi mengenai pembukaan toko pertama Scandia dalam bentuk feeds, story, dan poster A1. Penulis harus menggunakan foto mood yang sesuai dengan image Scandia dan memuat teks yang sudah ditentukan oleh copywriter.

Konten ini memuat informasi mengenai tanggal dan tempat dari toko pertama Scandia di Indonesia. Penulis menggunakan identitas Scandia sebagai ornamen khas kemudian melengkapi desain dengan stock photo yang menunjukkan kesan excitement dan enthusiasm untuk menggambarkan kesan menggembirakan dari pembukaan toko pertama ini.

Gambar 3.6. Konten Opening Soon Scandia (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Penulis menekankan unsur clean, modern, dan simpel dengan memberikan efek blur pada bagian atas foto sehingga terlihat menyatu dengan background putih di belakangnya. Pemilihan warna juga sangat minim sehingga desain tidak terkesan ramai. Untuk penataan teks sendiri, judul

(10)

16 NOW OPEN dibuat dengan ukuran paling besar sehingga menjadi focal point dari desain karena merupakan informasi utama yang ingin disampaikan. Untuk desain ini, penulis tidak mendapatkan revisi baik dari supervisor maupun dari coordinator dan divisi yang meminta desain.

c. Konten Top Spender

Scandia memberikan sejumlah promo serta hadiah menarik dalam memeriahkan pembukaan tokonya, salah satunya program Top Spender dimana customer dengan akumulasi pembelian terbanyak bisa mendapatkan hadiah seperti kipas angin, sepeda, hingga logam mulia.

Brief yang diberikan adalah desain ini harus dibuat dalam beberapa media dengan meng-highlight bagian hadiah yang ditawarkan. Itulah mengapa penulis memberikan focal point pada gambar hadiah dengan menampilkannya dalam ukuran yang terbesar karena hadiah merupakan daya tarik utama dari program Top Spender ini. Desain ini menggunakan warna kuning sebagai warna dominannya, yang mana warna tersebut juga masih merupakan warna utama Scandia. Penulis mengkombinasikannya dengan warna oranye untuk memberikan kesan kontras dan meriah pada sejumlah kalimat.

Berikut adalah desain awal yang penulis buat:

(11)

17 Gambar 3.7. Desain Awal Top Spender

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Awalnya, informasi Top Spender ini digabung dengan Now Open, namun setelah beberapa pertimbangan dari supervisor, akhirnya informasinya hanya berupa Top Spender saja dengan penampilan foto-foto hadiah yang ditawarkan. Berikut hasil

revisinya:

Gambar 3.8. Konten Top Spender Scandia (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(12)

18 Gambar 3.9. Peletakan Tripod Banner Top Spender

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Untuk mencatat nama-nama pemenang mingguannya, penulis juga diminta membuat sebuah score board yang akan diletakkan pada toko Scandia.

Nantinya nama, kontak, serta total pembelanjaan customer yang paling tinggi akan dicatat dalam score board sehingga kemudian pemenangnya dapat ditentukan. Desain score board memuat informasi mengenai hadiah yang ditawarkan serta informasi customer, angka yang dicantumkan dibuat dengan gaya angka digital sehingga menyerupai score board dalam kompetisi.

Brief yang diberikan adalah penulis harus memuat gambar, judul event, serta keterangan spending customer. Berikut desain awalnya:

(13)

19 Gambar 3. 10. Desain Awal Score Board

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kemudian penulis mendapatkan revisi agar angka dibuat seperti angka digital pada kalkulator. Penulis kemudian melakukan revisi dengan mengubah bentuk angka, memindahkan peletakan hadiah dan mengatur ulang ukuran teks Top Spender sehingga desain akhirnya sebagai berikut:

Gambar 3.11. Score Board Top Spender (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(14)

20 Setelah periode kompetisi Top Spender ini selesai, ditentukanlah pemenang dan diinformasikan melalui Instagram story. Menurut brief, konten ini harus memuat informasi nama pemenang, total pembelanjaan dan hadiah yang pemenang dapatkan.

Penulis menggunakan warna kuning dipadukan dengan warna oranye khas Scandia. Selain itu, penulis menambahkan elemen confetti untuk memberi kesan kemeriahan dan foto-foto hadiah yang berukuran besar sebagai highlight dari konten ini. Untuk desain ini, penulis tidak mendapatkan revisi dan berikut desain yang penulis rancang:

Gambar 3.12. Pengumuman Pemenang Top Spender (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Setelah pengumuman dibuat, berikutnya adalah pengadaan sertifikat bagi para pemenang. Hal ini dilakukan untuk memberi apresiasi dan tanda penerimaan hadiah secara resmi yang ditandatangani oleh Managing Director dan Chief Executive Officer. Sertifikat ini berukuran A4 dan

(15)

21 dibuat dengan nuansa yang serupa dengan desain Top Spender sebelumnya. Penulis menggunakan warna kuning sebagai warna ornament lalu mendapatkan wording dari copywriter yang memuat susunan informasi mengenai judul, nama pemenang, dan kolom tanda tangan.

Penulis memberikan ornament berupa stock photo furniture untuk mewakili Scandia sebagai toko perabotan serta memberikan foto hadiah sesuai nama pemenang. Dalam membuat desain ini, penulis tidak mendapatkan revisi dan hanya melakukan perbaikan pada saat proses pencetakannya saja. Berikut desain yang penulis rancang:

(16)

22 Gambar 3.13. Sertifikat Pemenang Top Spender

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

d. Konten Free Products

Program pembukaan toko berikutnya adalah bonus free product bagi customer berupa bantal, masker, You C1000, dan silicon case hand sanitizer. Berdasar brief, penulis harus menampilkan informasi produk gratis secara mencolok.

Gambar 3.14. Brief Desain Free Product (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(17)

23 Untuk konten ini, penulis kembali menggunakan warna kuning dan menyertakan sejumlah foto-foto produk bonus dimana ukuran produk tersebut dibuat besar agar langsung menjadi daya tarik utama. Teks dalam desain ini sedikit agar customer bisa langsung fokus pada hadiah yang ditawarkan, namun agar teks tetap terbaca, informasi yang penting seperti tanggal berlakunya promo ini penulis highlight dalam sebuah shape sehingga bisa lebih mudah diidentifikasi aundiens.

Konten ini tidak terlalu banyak mendapatkan revisi dari segi desainnya, hanya penggantian foto produknya saja dengan foto yang lebih baru.

Selain itu, desain ini juga dicetak dalam bentuk tripod banner dan dipajang di salah satu toko Scandia.

Gambar 3.15. Konten Free Products Scandia (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(18)

24 Gambar 3.16. Peletakan Tripod Banner Free Product

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

e. Konten promo opening

Pembukaan toko pertama ini harus menarik perhatian banyak orang agar muncul awareness terhadap brand Scandia mengingat bahwa nantinya Hias House dan JYSK akan bergabung dengan Scandia. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mendapatkan ketertarikan customer adalah melalui promo atau diskon.

Penulis mendapatkan brief bahwa produk yang akan diberi diskon adalah produk ladders, lighting, bikes & toys, tools, dan plumbing. Informasi diskon harus terlihat dengan jelas, bersamaan dengan produk apa yang sedang diskon. Promosi ini dilakukan melalui berbagai channel seperti media sosial, TV wall, dan videotron. Dengan mempertimbangkan desain yang berisi informasi diskon, penulis awalnya menggunakan warna merah sebagai latar untuk menarik perhatian. Penulis juga menyoroti informasi diskon dengan memberikan ukuran besar pada judul promo. Foto-foto produk juga dibuat paling besar sehingga bisa jelas terlihat. Desain ini awalnya sudah disetujui oleh supervisor dan koordinator tim, namun

(19)

25 kemudian mendapatkan sejumlah revisi dari divisi yang meminta desain.

Berikut desain awal yang penulis buat:

Gambar 3.17. Desain Awal Opening Promo (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Desain ini ditolak karena divisi terkait ingin menggunakan foto mood daripada foto objeknya secara langsung. Kemudian mereka juga meminta agar diskonnya saja yang berwarna merah dan latarnya tetap berwarna putih. Dengan mempertimbangkan revisi tersebut, berikut desain akhir yang penulis buat dan sudah disetujui oleh divisi tersebut:

(20)

26 Gambar 3.18. Feeds Instagram Konten Opening Promo

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.19. Instagram Story & TV Wall (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Selain dalam bentuk konten Instagram, desain juga dibuat dalam ukuran pos kasir untuk dipajang di toko. Penulis juga membuat turunan dalam ukuran TV Wall yang akan ditayangkan di TV toko.

(21)

27 Gambar 3.20. Videotron Konten Opening Soon

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Penulis menggunakan perpaduan warna kuning dan oranye sebagai ornamen khas Scandia dan warna merah untuk teks. Merah sendiri digunakan untuk menunjukkan diskon dan berperan sebagai kontras sehingga mata customers bisa langsung tertuju pada informasi diskon.

Inilah mengapa ukuran teks juga dibuat sangat besar sehingga terlihat mencolok dan gambar hanya berperan sebagai elemen dekorasi serta informasi tambahan. Konten juga terdiri dari beberapa informasi yang disusun dengan urutan tertentu dimana judul promo diletakkan paling atas dan diikuti tanggal berlaku, kemudian dilanjutkan dengan informasi diskon dan produk apa yang diberi diskon.

(22)

28 f. Thank You Card

Pembukaan toko pertama ini bisa dilaksanakan karena dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah para vendor. Oleh karena itu, penulis diminta menyusun sebuah thank you card untuk diberikan kepada para vendor tersebut. Thank you card ini tidak banyak memuat informasi selain ucapan terimakasih dan lebih banyak menggunakan ornamen.

Terdapat 2 versi thank you card dimana versi pertama dibuat dengan ornamen berupa kumpulan produk Scandia dan penulis juga diminta agar melengkapi dengan nama dari Managing Director PT. Mitra Global Retail, sementara itu versi kedua menggunakan ornamen stock photo berupa orang sedang tersenyum untuk menunjukkan friendliness dan teks yang lebih panjang agar space terisi dengan efektif. Desain ini tidak mendapatkan revisi dan langsung dicetak. Berikut desain yang telah penulis buat:

Gambar 3.21. Thank You Card Scandia (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(23)

29 g. Tripod Banner

Banner perlu diletakkan di toko sebagai salah satu channel promosi, oleh karena itu penulis diminta membuat 2 versi tripod banner untuk toko Scandia. Brief-nya adalah informasi Scandia Clearance Up to 70% dengan ilustrasi arm chair, sofabed, decanter, dan handuk kemudian dibuat turunannya dalam ukuran A1. Berikut lembar brief yang penulis terima:

Gambar 3.22. Lembar Brief Tripod Banner (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Tripod banner ini memuat informasi mengenai diskon sehingga warnanya dibuat menggunakan warna merah sebagai warna utama, dilengkapi dengan ornamen khas Scandia dan kumpulan produk-produknya. Untuk tripod banner berwarna merah, penulis menekankan pada produk Scandia yang berupa alat-alat plumbing, sementara pada banner yang putih barang- barang yang dimasukkan cenderung merupakan barang-barang homeliving. Hal ini dilakukan supaya memberi informasi pada audiens

(24)

30 bahwa rentang produk Scandia cukup luas dan lengkap, mulai dari kebutuhan rumah hingga alat plumbing.

Penulis menggunakan kombinasi warna merah dan kuning dimana merah mewakili kata diskon sementara kuning untuk memberikan kesan desain yang lebih cerah dan meriah. Penekanan dalam desain ini diletakkan dalam informasi mengenai diskon sehingga ukurannya dibuat paling besar diantara yang lain. Berikut desainnya:

Gambar 3.23. Tripod Banner (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(25)

31 Gambar 3.24. Peletakan Tripod Banner dalam Toko

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

h. Konten Promo Produk Scandia

Informasi mengenai promo berikutnya juga diletakkan di media sosial agar mampu menarik perhatian customer. Berdasar brief, produk yang dipromosikan adalah dining chair, dining set, sofa, dan bean bag. Divisi marketing meminta agar produk dipromosikan menggunakan foto mood sehingga ornamennya tidak bisa terlalu banyak agar tidak menutupi foto produk dan teks bisa terbaca dengan baik.

Gambar 3.25. Feeds Promo Produk Scandia (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Penulis menggunakan kombinasi warna kuning dan oranye agar tetap menonjolkan identitas Scandia namun informasi diskon diberi warna merah. Selain dibuat dalam bentuk Instagram post, penulis juga diminta untuk membuat dalam bentuk story. Penulis tidak mendapatkan revisi untuk desain ini.

(26)

32 Gambar 3.26. Instagram Story Promo Produk Scandia

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

i. Konten Promo Ramadan

Scandia memberikan promo sebesar 70% dalam menyambut bulan Ramadan. Promo ini dibuat dalam bentuk feeds, story, dan poster A4.

Terdapat 6 buah produk yang diberikan diskon yaitu produk hardware, plumbing, bike, electrical, pets, dan furniture. Berdasar brief, penulis harus menonjolkan kesan Ramadan dan meng-highlight produk yang ditawarkan dalam bentuk foto mood. Dalam proses desainnya, penulis juga tidak mendapatkan revisi dan hanya sedikit terkendala saat mencari foto karena cukup sulit untuk menemukan foto yang sesuai dengan brief.

Berikut hasil desain yang penulis buat:

(27)

33 Gambar 3.27. Feeds Konten Promo Scandia

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Untuk menekankan kesan Ramadan, penulis menggunakan warna hijau sebagai warna typeface dilengkapi dengan ornamen warna oranye dan kuning sebagai warna khas Scandia. Untuk memberikan estetika sekaligus informasi produk, penulis menggunakan photo stock yang dicrop dengan bentuk khas Scandia. Penulis juga menyertakan informasi diskon dengan ukuran typeface paling besar dengan warna merah agar bisa mudah terlihat oleh audiens.

Gambar 3.28. Story Konten Promo Scandia (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(28)

34 j. Giveaway Scandia

Scandia juga memberikan giveaway dalam rangka Ramadan dimana penulis mendapatkan brief mengenai konten berbentuk feeds Instagram yang memuat pengumuman promo Scandia dan giveaway sebesar 70%

dimana konten ini harus dilengkapi dengan foto mood iving room.

Penulis menggunakan warna hijau untuk teks yang berhubungan dengan Ramadan dan menggunakan warna merah untuk teks diskon. Teks diskon harus dibuat dengan ukuran paling besar karena merupakan daya tarik utama dari promosi ini. Walaupun tidak berada di urutan paling atas, audiens bisa menemukan informasi ini secara otomatis karena ukurannya yang besar dan warnanya yang mencolok. Penulis juga menggunakan foto mood living room dengan nuansa hangat sehingga ornamen dibuat menggunakan warna oranye. Untuk desain ini, penulis tidak mendapatkan revisi apapun.

Gambar 3.29. Konten Giveaway Scandia (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(29)

35 k. Icon Highlight Story

Penggunaan media sosial sebagai salah satu channel promosi utama perlu dimaksimalkan. Itulah mengapa, Scandia memanfaatkan fitur highlight story untuk menyimpan seluruh story dan dikelompokkan sesuai kategorinya. Hal ini membuat customer lebih mudah mencari informasi produk apabila dibutuhkan. Oleh karena itu, penulis diminta membuat icon untuk highlight story tersebut. Penulis merancang sendiri icon tersebut dengan mempertimbangkan image Scandia sekaligus keyword yang diberikan.

Penulis mendapatkan 10 keyword dengan tema home improvement dan kemudian merancang logo tersebut dari tahap brainstorming serta sketsa dengan memberikan beberapa buah alternatif pada tiap keyword. Penulis kemudian melakukan konsultasi kepada pembimbing lapangan untuk menentukan pilihan logo sebelum kemudian melanjutkan ke tahap digital.

Gambar 3.30. Sketsa Alternatif Icon (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(30)

36 Gambar 3.31. Proses Digitalisasi Icon

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Penulis mempertimbangkan image brand Scandia yang simpel dan terlihat modern, dimana kesan tersebut harus terlihat juga dalam icon-nya. Penulis menggunakan outline untuk merepresentasikan icon dan menekankan sisi minimalisnya, selain itu penulis juga mengutamakan penggunaan warna oranye dan putih. Oranye sendiri merupakan warna khas Scandia dan dipadukan dengan putih agar tercipta kesan clean dan modern. Dalam proses penyusunan icon ini, penulis tidak mendapatkan revisi. Berikut desain icon highlight story Scandia:

(31)

37 Gambar 3.32. Hasil Akhir Icon

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Ketika hasil icon sudah jadi, penulis tidak mendapatkan revisi apapun. Berikut adalah tampilan icon ketika sudah digunakan di akun Instagram Scandia.

Gambar 3.33. Implementasi Icon (Sumber: Official Instagram Scandia.id)

(32)

38 l. Konten Live Shopping

Penulis secara rutin membuat feeds dan story untuk kebutuhan media sosial, salah satunya adalah promosi event-event Scandia. Penulis mendapatkan brief untuk membuat sebuah konten mengenai Live Shopping yang diadakan di Instagram.

Gambar 3.34. Brief Konten Live Shopping (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Konten tersebut harus memberi kesan ‘LIVE’ sehingga penulis menambahkan elemen dekorasi berupa perekaman menggunakan kamera dan ponsel. Penulis juga menambahkan sejumlah produk Scandia untuk memberi informasi pada audiens bahwa produk Scandia lah yang akan dibeli dan dipromosikan. Berikut desainnya:

(33)

39

Gambar 3.35. Konten Live Shopping 5 Maret 2021 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Penulis menggunakan warna oranye secara dominan sebagai elemen grafis kemudian informasi dibuat simpel dengan warna hitam berlatar putih.

Sesuai dengan brief, penulis membuat 2 konten untuk diunggah di 2 tanggal yang berbeda.

Gambar 3.36. Konten Live Shopping 28 Maret 2021 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

m. Greetings

Scandia memaksimalkan peran media sosialnya sebagai channel promosi, oleh karena itu konten yang diunggah tidak selalu merupakan konten promosi. Scandia juga mengunggah greetings untuk memperingati hari-

(34)

40 hari perayaan tertentu di Indonesia, beberapa diantaranya adalah Imlek, Isra’ Mi’raj, Paskah, dan Nyepi. Brief-nya adalah desain dengan ilustrasi yang melambangkan hari raya tersebut dilengkapi dengan ucapan.

Oleh karena itu, penulis membuat konten tersebut sambil memperhatikan penggunaan simbol maupun dekorasi dari keagaaman atau perayaan tertentu yang diwakilinya. Berikut adalah desain yang penulis rancang dan tidak ada revisi untuk desain ini:

Gambar 3.37. Konten Greetings Scandia (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

2. MOR

MOR adalah convenience store dibawah naungan Orang Tua Group yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari serta makanan dan minuman. Penulis membuat beberapa desain untuk MOR, antara lain: hampers Ramadan, MOR x DANA, dan MOR x Shopee Ngabuburit. Gaya desain MOR cenderung lebih meriah, vibrant, dan bold. Berdasar beberapa brief yang telah penulis terima, berikut desain yang telah penulis rancang:

a. Hampers Ramadan MOR

Penulis mendapatkan brief dimana produk-produk untuk hampers harus disusun dalam sebuah kotak dan memberikan kesan Ramadan. Oleh

(35)

41 karena itulah, penulis menggunakan warna hijau sebagai base color dan melengkapi dengan ornamen masjid serta lentera untuk memberikan kesan Ramadan. Produk juga ditata dengan meriah untuk memberikan kesan sukacita dan keberkahan, penulis menggunakan ornament pita merah untuk penulisan nama hampers supaya memberikan kesan menarik dan cocok diberikan sebagai hadiah. Berikut adalah desain awal yang penulis buat:

Gambar 3.38. Desain Awal Hampers MOR (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Berdasar desain ini, penulis mendapatkan revisi dari supervisor bahwa desainnya masih terlalu polos dan belum menonjolkan informasinya. Oleh karena itu, penulis melakukan revisi dengan menambahkan elemen pita untuk meng-highlight informasi nama produk hampers sehingga menghasilkan hasil akhir sebagai berikut:

(36)

42 Gambar 3.39. Feeds & Web Banner Hampers Ramadan

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

b. MOR x DANA

MOR bekerja sama dengan DANA untuk memberikan promo diskon dengan pembayaran menggunakan DANA. Brief hanya mengharuskan penulis untuk memasang logo MOR dan DANA serta tidak memberikan ketentuan khusus mengenai gaya desain. Oleh karena itu, penulis menggunakan warna merah sebagai base color yang selain utuk mengesankan potongan harga, juga merupakan warna yang biasa digunakan oleh MOR.

Awalnya, desain ini berlatar biru dengan informasi diskon berwarna merah. Namun warnanya cenderung saling bertabrakan dan terkesan

(37)

43 terlalu ramai sehingga tidak nyaman dibaca. Oleh karena itu penulis mendapatkan revisi untuk mengolah warnanya ulang dimana penulis mengganti latar berwarna merah, tulisan berwarna putih, dan warna biru menjadi warna aksen saja untuk tetap mewakili DANA.

Penulis memberikan pattern ledakan untuk mengesankan sesuatu yang meriah, kemudian memberikan penekanan pada informasi ‘DISKON HINGGA 20%’. Ukurannya yang paling besar menjadi focal point dari desain sehingga audiens bisa langsung menemukan informasi utama tersebut. Penulis juga meng-highlight informasi mengenai tanggal dan syarat berlaku promo dalam box berwarna kuning dan biru. Variasi ini membuat poster terlihat lebih berwarna namun audiens tetap bisa membaca informasi dengan runtut dan mudah.

Gambar 3.40. Poster MOR x DANA (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

c. MOR x Shopee Ngabuburit

Brief yang diberikan adalah penulis harus membuat feeds Instagram dimana seolah-olah Shopee sedang melakukan Instagram Live ketika menunggu waktu berbuka. Kesan berbuka puasa sangat erat kaitannya dengan bedug sehingga penulis mencantumkan elemen tersebut di sisi mockup Instagram Live. Penulis menggunakan warna oranye untuk menekankan kesan Shopee yang erat dengan warna tersebut kemudian

(38)

44 juga tetap mencantumkan logo MOR. Untuk desain ini sendiri tidak ada revisi yang penulis dapatkan.

Gambar 3. 41. Konten MOR x Shopee Ngabuburit (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

3. Beau

Beau merupakan distributor sekaligus reseller produk-produk kecantikan, oleh karena itu, tampilan Beau cenderung lebih feminim dan fun dengan konsep memphis design. Penulis diminta membantu membuat feeds pengumuman kompetisi lomba make up online dalam rangka Beauversarry dimana berdasarkan brief, desain ini harus lebih meriah daripada desain Beau sebelumnya, masih menggunakan gaya memphis design, serta mampu memuat seluruh informasi dengan compact dalam 3 feeds berurutan.

Penulis mendesain menggunakan beberapa warna yaitu merah, kuning, dan biru dengan tingkatan value yang tinggi sehingga warnanya agak soft. Penulis juga menambahkan beberapa dekorasi garis sederhana untuk memberikan kesan fun dan meriah. Dilengkapi dengan adanya brush strokes dan shape yang memberikan tampilan lebih dinamis serta bervariasi. Urutan feeds ini adalah: tema acara, bintang tamu, dan informasi hadiah dengan tujuan supaya

(39)

45 audiens bisa memahami runtutan informasi dengan jelas dan memancing ketertarikan mereka. Berikut desain awal yang penulis rancang:

Gambar 3.42. Desain Awal Beauversarry (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Desain ini ditolak karena dinilai masih terlalu simpel dan plain, sementara Beau sendiri desainnya cenderung bold, vibrant, dan feminim. Oleh karena itu, penulis melakukan permainan warna di elemen grafisnya dengan memanfaatkan warna- warna cerah. Penulis juga memberikan latar berwarna pink pada konten sehingga desain terlihat lebih cantik kemudian membagi konten menjadi 3 feeds yang terdiri dari judul acara, informasi mengenai juri acara, dan informasi berisi hadiah dari kompetisi. Berikut desain akhir yang sudah disetujui:

Gambar 3.43. Konten Beauversarry (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(40)

46 4. JYSK

Penulis merancang konten Pay Day untuk JYSK dimana brief nya adalah konten tersebut harus memuat foto produk, informasi harga, dan judul promo.

JYSK sudah memiliki standar desainnya sendiri sehingga penulis cukup melakukan layouting terhadap produk dan teks saja. Tidak ada revisi untuk desain ini, dan berikut hasilnya:

Gambar 3.44. Konten Pay Day JYSK (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(41)

47 5. HIAS

Penulis mendapatkan brief berupa desain banner dalam ukuran yang cukup besar untuk kebutuhan wagon, wall, dan pilar clearance sale HIAS.

Gambar 3.45. Brief Clearance Sale HIAS (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Informasi ini menggunakan base color warna merah untuk menekankan kesan promo, ditambah dengan pattern HIAS sebagai elemen estetikanya.

Penulis menggunakan stock photo berupa foto furniture untuk memberikan informasi mengenai produk HIAS. Kendala dalam desain ini adalah bagaimana seluruh elemen desain bisa mengisi ruang yang panjang dan luas dengan efektif karena desain akan ditempatkan di pilar dan tembok yang cenderung panjang dan tinggi. Penulis akhirnya menggunakan objek- objek dengan bentuk yang memanjang dan meninggi untuk mengatasi hal ini. Berikut desain yang penulis rancang:

(42)

48 Gambar 3.46. Desain Banner HIAS

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

3.3.2. Kendala yang Ditemukan

Penulis menemukan sejumlah kendala dalam pelaksanaan magang yang menyebabkan penulis masih sangat membutuhkan bimbingan serta pengarahan dari pembimbing lapangan maupun staff lainnya. Penulis merancang keperluan desain untuk Scandia dimana Scandia merupakan sebuah re-branding dari Hias House. Proses re-branding ini menyebabkan Scandia memiliki identitas yang baru

(43)

49 sehingga setiap desain yang disusun harus sesuai dengan GSM (Graphic Standard Manual) nya.

Penulis baru memulai magang ketika Scandia juga akan melaksanakan pembukaan toko pertama sehingga penulis membutuhkan waktu dan proses untuk benar-benar bisa memahami karakter desain Scandia dan bagaimana pengaplikasiannya di dalam berbagai media dan brief. Selama proses magang, penulis juga sering mendapatkan revisi karena penempatan elemen desain yang belum tepat, pengaplikasian layout, kesalahan pengetikan pada teks, dan lain-lain.

Ketika menghadapi hal ini, penulis kadang merasa bingung sehingga masih membutuhkan bimbingan dari pembimbing lapangan.

Sementara itu, ketika harus membuat desain untuk brand lain, penulis membutuhkan bimbingan serta waktu yang lebih panjang karena harus menyesuaikan diri terhadap identitas brand dan gaya desain yang biasa digunakan sehingga proses revisinya biasanya juga lebih banyak daripada saat mengerjakan desain untuk Scandia.

3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Berdasarkan uraian kendala di atas, penulis berusaha mengatasinya dengan cara membaca GSM secara terus-menerus atau mengacu pada media sosial brand tersebut dan menjadikannya panduan dalam setiap rancangan desain. Penulis juga rutin bertanya atau berkonsultasi pada pembimbing lapangan mengenai hasil desain sebelum kemudian diajukan ke Creative Designer Coordinator untuk revisi berikutnya. Proses revisi yang berulang serta pembuatan desain untuk Scandia secara rutin sangat membantu penulis dalam memahami karakter desain Scandia dan bagaimana mengimplementasikannya dalam hasil rancangan desain yang penulis buat.

Selain itu, ketika harus membuat desain untuk brand lain, penulis biasanya akan mengacu pada sosial media brand tersebut untuk memahami gaya desainnya sebelum kemudian mengaplikasikannya pada desain rancangan penulis. Hal ini cukup membantu dan efektif untuk dilakukan. Penulis juga akan berkonsultasi pada staff lainnya sehingga desain bisa dibuat sesuai dengan brief yang diminta.

Referensi

Dokumen terkait

Apakah dengan citra merek global pada suatu merek produk tertentu, dan adanya positive word of mouth tentang produk, serta pengaruh persepsi kualitas dari negara

Dalam Spencer dan Amos (1993) bahwa subsidi adalah pembayaran yang dilakukan pemerintah kepada perusahaan atau rumah tangga untuk mencapai tujuan tertentu yang membuat

(2) Subkelompok Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggungjawab kepada Kepala BNPP melalui

Dalam hal budaya, bangsa Indonesia kurang mampu menghargai budayanya sendiri. Banyak peninggalan budaya yang bernilai tinggi terbengkalai, tidak dirawat, bahkan

Dalam pelaksanaan praktik kerja magang, penulis diberikan tugas di bagian Product Marketing dengan fokus pembuatan creative ideas dan creative messages untuk materi

Dari hasil perhitungan dan analisa di atas dapat disimpulkan bahwa kegagalan panggil terbesar terjadi pada tingkat terminating (yang dipanggil), dengan

Untuk itu peneliti mencoba untuk mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) menggunakan metode simulasi. Rumusan masalah dalam penelitian adalah: 1) bagaimana proses pengembangan

Template Bersi-NextGen memiliki beberapa fitur alur kerja seperti flowchart pada Gambar 3.1 merupakan Account Information yang menampilkan keterangan akun pengguna