KAJIAN VARIASI PERBANDINGAN TEPUNG TAPIOKA DENGAN GELATIN CEKER AYAM DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK KERUPUK GENDAR
Teks penuh
Dokumen terkait
Untuk mengatasi permasalahan ini, maka peneliti tertarik memanfaatkan tangkil dengan cara mengolahnya menjadi kerupuk dengan memvariasikan perbandingan tepung tangkil dengan tepung
Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi rasio tepung tapioka dibanding dengan tepung terigu dalam pembuatan kerupuk sawi hijau maka tekstur kerupuk keras.. Hal ini
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung tapioka dan tepung gandum pada pembuatan kerupuk ikan teri nasi berpengaruh sangat nyata terhadap kadar
Penelitian dilakukan untuk mendapatkan suhu pengeringan yang optimum dalam pembuatan lembaran katoda dengan melakukan variasi suhu pengeringan 60 o C, 80 o C, 100 o
Hasil penelitian ini diketahui bahwa suhu pengeringan tepung biji nangka yang berbeda nyata meningkatkan kadar abu, kadar kadar lemak, kadar karbohidrat serta
Formula optimum pembuatan tepung pisang Mulu bebe dengan waktu dan suhu pengeringan yang berbeda dengan berbagai kriteria terlihat menonjol untuk komposisi kimia pada
Penggunaan suhu pengeringan yang terlalu rendah berakibat pada waktu proses pengeringan yang lama, sementara jika suhu tinggi tekstur bahan akan menjadi kurang
Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi konsentrasi enzim papain pada pH 5,5 dan pH 7,0 memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar lemak, kadar