• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYUSUN Rosita Ginting, SH. M.Kes

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENYUSUN Rosita Ginting, SH. M.Kes"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

i MODUL TEORI KEWARGANEGARAAN

PENYUSUN

Rosita Ginting, SH. M.Kes

(2)

ii

VISI DAN MISI FAKULTAS KEBIDANAN Visi

“Menyelenggarakan pendidikan Kebidanan yang unggul dan professional di bidang Komplementer Kesehatan Reproduksi di tingkat Nasional dan Asia pada tahun 2028”.

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan dan proses pembelajaran yang unggul, berkarakter, dan kompeten di bidang komplementer kesehatan reproduksi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan globalisasi;

2. Menyelenggarkan penelitian bidang kebidanan yang inovatif, produktif dan responsif terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat;

3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang kebidanan berlandaskan nilai dan tanggung jawab sosial; dan

4. Menjalin kerjasama yang baik yang berkaitan dengan pengembangan kebidanan dengan stakeholders mulai dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai pengguna lulusan.

(3)

iii

VISI DAN MISI PRODI KEBIDANAN PROGRAM DIPLOMA III Visi

“Menghasilkan Lulusan yang Unggul dan Profesional pada Bidang Asuhan Kebidanan Komplementer pada Masa Nifas Tahun 2028”.

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang kebidanan khususnya asuhan kebidanan komplementer pada masa nifas;

2. Mengembangkan penelitian kebidanan asuhan kebidanan komplementer pada masa nifas yang inovatif untuk menghasilkan publikasi bereputasi;

3. Menyelenggarakan pengabdian masyarakat di bidang asuhan kebidanan komplementer pada masa nifas yang berbasis hasil penelitian;

4. Mengembangkan jejaring kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada kehadirat Allah SWT, karena atas izin-Nya Modul Teori dari Mata kuliah Kewarganegaraan ini dapat diselesaikan. Modul Teori Kewarganegaraan ini disusun untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa Program Studi D III Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam dalam menempuh mata kuliah Kewarganegaraan. Modul ini disusun dengan kualifikasi merangkum semua materi teoritis.

Penyusun mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu atas selesainya modul ini. Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini. Oleh karena itu segala masukan dari berbagai pihak sangat diharapkan guna penyempurnaan modul ini.

(5)

v DAFTAR ISI

VISI DAN MISI FAKULTAS KEBIDANAN ... ii

VISI DAN MISI PRODI KEBIDANAN PROGRAM DIPLOMA III... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... v

TOPIK I HAK DAN KEWAJIBAN ... 1

A. Pengertian Hak Dan Kewajiban ... 1

B. Pengertian Kewajiban ... 2

TOPIK 2 WARGA NEGARA INDONESIA ... 6

A. WARGA NEGARA INDONESIA ... 6

TOPIK 3 GEOPOLITIK INDONESIA ... 10

A. Pengertian Geopolitik ... 10

B. Teori Geopolitik ... 10

C. Wilayah Sebagai Ruang Hidup... 12

D. Konsep Keamanan Tradisional ... 13

TOPIK 4 OTONOMI DAERAH ... 16

A. Otonimi Daerah ... 16

B. Pemerintahan Daerah ... 20

TOPIK 6 ANALISIS GEOGRAFIS NEGARA INDONESIA ... 29

A. Geografi, Pendekatan Geografi, dan Konsep Geografi ... 29

DAFTAR PUTAKA ... 33

(6)

1 TOPIK I

HAK DAN KEWAJIBAN A. Pengertian Hak Dan Kewajiban

 Pengertian Hak Secara Umum

Hak memiliki artian secara umum. Pengertian hak secara umum adalah segala sesuatu yang harus didapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir.Sehingga dapat diartikan bahwa hak adalah sesuatu yang dimiliki oleh manusia sejak lahir dan harus didapatkan atau terpenuhi untuk setiap orang yang memiliki hak tersebut. Hal ini dapat digunakan untuk meninjau makna hak yang dimiliki oleh setiap manusia terlebih terkait hak kebebasan berpendapat di muka umum sebagai warga negara Indonesia dan batasan hak kebebasan berpendapat di muka umum.

 Pengertian Hak Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, hak memiliki pengertian tentang suatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan, untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang dan aturan), kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajat atau martabat.Dapat disimpulkan bahwa hak adalah suatu hal yang dimiliki dan dipunyai oleh seseorang sesuai dengan peraturan perundangundangan untuk menuntut suatu hal yang memang harus didapatkannya. Tinjauan tersebut digunakan untuk mengetahui dan memahami hak kebebasan berpendapat di muka umum sebagai warga negara Indonesia yang harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta relevansinya dengan makna dan batasan hak kebebasan berpendapat di muka umum.

 Pengertian Hak Menurut Para Ahli

Pengertian hak juga telah dipaparkan atau dijelaskan oleh beberapa pendapat ahli. Menurut Srijanti “hak merupakan unsur normatif yang berfungsi pedoman berperilaku, melindungi kebebasan, serta menjamin adanya peluang bagi manusia dalam menjaga harkat dan martabatnya.Sedangkan pengertian hak menurut Notonegoro “hak merupakan kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan oleh pihak tertentu dan tidak dapat dilakukan oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya”.

(7)

2

Berdasarkan kutipan pendapat para ahli, dapat diartikan bahwa hak adalah suatu hal yang dimiliki oleh manusia untuk menjaga kesejahteraannya dan menerima atau melakukan suatu hal yang semestinya untuk dirinya sendiri.

Sehingga dapat dikaitkan dengan setiap manusia dalam menyatakan pendapat serta pikirannya di muka umum sebagai warga negara. Penjabaran tersebut digunakan untuk meninjau makna dan batasan warga negara Indonesia dalam hak kebebasan berpendapat di muka umum.

B. Pengertian Kewajiban

 Pengertian Kewajiban Secara Umum

Kewajiban memiliki pengertian secara umum. Pengertian secara umum dari kewajiban adalah segala sesuatu yang dianggap sebagai suatu keharusan untuk dilaksanakan oleh individu sebagai anggota warga negara guna mendapatkan hak yang pantas untuk didapat. Berdasarkan pengertian secara umum, maka kewajiban merupakan segala sesuatu yang harus dilakukan dan dipenuhi oleh setiap individu sehingga pantas untuk memperoleh suatu hak.

Sehingga dapat dikaitkan dengan kewajiban dan hak warga negara dalam menyatakan pendapatnya di muka umum. Jadi tidak sematamata hanya menyampaikan pendapat di muka umum, namun juga memperhatikan kewajiban yang ada. Berdasarkan tinjauan tersebut maka sangat relevan untuk mengetahui dan memahami kewajiban dan hak warga negara Indonesia yang termasuk batasan dalam menyatakan pendapat di muka umum

 Pengertian Kewajiban Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang harus dilaksanakan).Dapat diartikan bahwa kewajiban adalah segala sesuatu yang wajib dipenuhi sehingga dapat memperoleh hak setelahnya. Hal ini sangat relevan dengan kewajiban dan hak warga negara dalam menyatakan pendapatnya di muka umum sehingga dapat digunakan untuk meninjau makna dan batasan hak kebebasan berpendapat di muka umum.

 Pengertian Kewajiban Menurut Pendapat Ahli

Terdapat penjabaran atau penjelasan menurut pendapat ahli terkait makna atau artian dari kewajiban. Menurut Notonegoro “kewajiban adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan oleh

(8)

3

pihak tertentu dan tidak dapat digantikan oleh pihak lain, yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan

C. Pengakuan Dan Pengaturan Hak Dan Kewajiban Dalam Sistem Hukum Indonesia

1. Hak Dan Kewajiban Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam sistem hukum di Indonesia telah diakui dan diatur terkait hak dan kewajiban. Kedua hal tersebut ada di dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang memuat pasal mengenai hak dan kewajiban, diantaranya adalah :

 Pasal 26 ayat (1) : “yang menjadi warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang- undang sebagai warga negara.”

 Pasal 26 ayat (2) : “syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.”

 Pasal 27 ayat (1) : “bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”

 Pasal 27 ayat (2) : “bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”

 Pasal 28 : “bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.”

 Pasal 30 ayat (1) : “bahwa hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara” g. Pasal 30 ayat (2) : “pengaturan lebih lanjut diatur dengan undang-undang

Sehingga dapat disimpulkan bahwa berdasarkan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwasanya hak dan kewajiban warga negara Indonesia telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai dengan ketentuannya masing-masing. Seperti syarat-syarat kewarganegaraan yang menentukan bahwasanya hanya warga negara Indonesia yang dapat mempreoleh hak serta kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Hak warga negara Indonesia untuk kesejahteraan melalui pekerjaan dan kehidupan yang layak, serta hak warga yang paling utama dalam paham demokrasi yaitu hak untuk menyatakan pendapat dan pikirannya. Serta kewajiban warga negara untuk mentaati

(9)

4

peraturan hukum dan menjaga persatuan bangsa. Berdasarkan tinjauan tersebut dapat digunakan untuk membantu Penulis mengetahui dan memahami hak dan kewajiban warga negara Indonesia yang salah satunya adalah hak dalam menyatakan pendapat di muka umum serta dapat direlevansikan dengan makna dan batasan hak kebebasan berpendapat di muka umum sebagai warga negara Indonesia.

2. Macam-Macam Hak dan Kewajiban

Pengakuan dan pengaturan hak warga negara Indonesia yang telah diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 salah satu diantaranya adalah memuat macam-macam hak dan kewajiban tersebut. Setiap warga Indonesia memiliki hak dan kewajban yang sama, diantaranya adalah :

a. Hak Warga Negara Indonesia

 Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (Pasal 27 ayat

 Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan : “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”(Pasal 28A).

 “Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah” (Pasal 28B ayat 1).

 Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang”.

 “Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia.” (Pasal 28C ayat 1)

 “Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya.” (Pasal 28C ayat 2).

 “Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di depan hukum.” (Pasal 28D ayat 1).

 “Hak untuk mempunyai hak milik pribadi. Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak

diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia

yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.” (Pasal 28I ayat 1

(10)

5

Tes Formatif Kegiatan Belajar

1. Hak secara umum adalah segala sesuatu yang harus didapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir.Sehingga dapat diartikan bahwa hak adalah sesuatu yang dimiliki oleh manusia sejak lahir merupakan pengertian dari…

Jawab : pengertian hak secara umum

2. Pengertian Kewajiban Secara Umum adalah…

Jawab : Pengertian secara umum dari kewajiban adalah segala sesuatu yang dianggap sebagai suatu keharusan untuk dilaksanakan oleh individu sebagai anggota warga negara guna mendapatkan hak yang pantas untuk didapat

3. Menurut notonegoro kewajiban adalah…..

Jawab : beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan oleh pihak tertentu dan tidak dapat digantikan oleh pihak lain, yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan

4. “Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia.” Merupakan ayat…

Jawab : (Pasal 28D ayat 1) 5. Pasal 27 ayat (2) berbunyi….

Jawab : “bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”

(11)

6 TOPIK 2

WARGA NEGARA INDONESIA A. WARGA NEGARA INDONESIA

 Pengertian Kewarganegaraan

Pasal 1 poin 2 UU No.12 Tahun 2006 juga memberikan penjelasan mengenai kewarganegaraan: “Kewarganegaraan adalah segala hal ihwal yang

berhubungan dengan warga negara.”

 Pembagian Warga Negara

1. Sebelum Indonesia merdeka pembagian Warga Negara berdasarkan Indische Staatstregeling (I.S.) pasal 163 ayat (1), penduduk Indonesia dibagi menjadi 3 golongan (Drs. C.S.T. Kansil:1992,hlm 2), yaitu:

1. Golongan Eropa ialah:

 Bangsa Belanda

 Bukan Bangsa Belanda, tetapi orang yang asalnya dari Eropa

 Bangsa Jepang

 Orang-orang yang berasal dari Negara lain yang Hukum Kekeluargaannya sama dengan Hukum Keluarga Belanda (Amerika, Australia, Rusia, Afrika Selatan)

2. Keturunan mereka yang tersebut di atas Golongan Bumiputra (Indonesia) ialah:

 Orang-orang Indonesia asli serta keturunannya yang tidak memasuki golongan rakyat lain

 Orang yang mula-mula termasuk golongan-golongan rakyat lain, lalu masuk dan menyesuaikan hidupnya dengan golongan

Indonesia asli.

2. Setelah Indonesia merdeka, pengaturan mengenai kewarganegaraan memang tidak langsung diatur secara khusus dalam sebuah peraturan perundang-undangan. Pengaturan mengenai kewarganegaraan baru dilakukan pada tahun 1958 dengan Undang-Undang Nomor 62 Tahun 1958. Pengaturan mengenai kewarganegaraan tersebut terakhir kali diamandemen dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan. Oleh sebab itu, pembagian warga Negara dalam penelitian ini menurut UU No.12 Tahun 2006 Warga Negara dibagi

(12)

7 menjadi 2, yaitu:

a. Warga Negara Indonesia Pasal 4 UU No.12 Tahun 2006 memberikan pengertian yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah:

 Setiap orang yang berdasarkan pertauran perundangundangan dan / atau berdasarkan perjanjian Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelun Undang- Undang ini berlaku sudah menjadi Warga Negara Indonesia.

 Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia.

 Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga negara asing.

 Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu Warga Negara Indonesia.

 Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.

 Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya Warga Negara Indonesia.

 Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu Warga Negara Indonesia.

 Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu warga negara asing yang diakui oleh seorang ayah Warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas0 tahun atau sebelum kawin.

 Anak yang lahir di wilayah Negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.

 Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah Negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui.

 Anak yang lahir di wilayah Negara Republik Indonesia apabila

(13)

8

ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya.

 Anak yang dilahirkan di luar wilayah Negara Rpublik Indonesia dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia yang karena ketentuan dari Negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan.

Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

(14)

9

Tes Formatif Kegiatan Belajar

Pengertian kewarganegaraan adalah….

Jawab : Pasal 1 poin 2 UU No.12 Tahun 2006 juga memberikan penjelasan mengenai kewarganegaraan: “Kewarganegaraan adalah segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara.”

(15)

10 TOPIK 3

GEOPOLITIK INDONESIA

A. Pengertian Geopolitik

Pengertian Geopolitik Istilah geopolitik semula oleh pencetusnya, Frederich Ratzel (1944-1904), diartikan sebagai ilmu bumi politik (Political Geography), Istilah geopolitik dikembangkan dan diperluas lebih lanjut oleh Rudolf Kjellen (1864-1922) dan Karl Haushofer (1869-1946) menjadi Geographical Politic. Perbedaan kedua artian tersebut terletak pada fokus perhatiannya. Ilmu Bumi Politik (Political Geography) mempelajari fenomena geografi dari aspek politik, sedangkan geopolitik (Geographical Politic) mempelajari fenomena politik dari aspek geografi. Geopolitik dapat diartikan sebagai Ilmu Bumi Politik Terapan (Applied Political Geography). Ada dua pengertian yang terkandung dalam konsep geopolitik yang keduan:

 Geopolitik sebagai ilmu : memberikan wawasan obyektif akan posisi kita sebagai suatu bangsa yang hidup berdampingan dan saling berinteraksi dengan negara lain dalam pergaulan dunia.

 Geopolitik sebagai ideology (landasan ilmiah bagi tindakan politik suatu negara): hendak menjadikan wawasan tersebut sebagai cara pandang kolektif untuk melangsungkan, memelihara dan mempertahankan semangat kebangsaan.

B. Teori Geopolitik

1. Teori Geopolitik Fredefich Ratzel Pokok-pokok teori Ratzel, disebut Teori Ruang, menyebutkan bahwa:

 Pertumbuhan negara mirip dengan pertumbuhan organisme (makhluk hidup), yang memerlukan ruang hidup (lebensraum) cukup agar dapat turnbuh dengan subur melalui proses lahir, tumbuh, berkembang, mempertahankan hidup, menyusut, dan mati.

 Kekuatan suatu negara harus marnpu mewadahi pertumbuhannya. Makin luas ruang dan potensi geografi yang diternpati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan makin besar kemungkinan kelompok politik itu tumbuh.

 Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam. Hanya bangsa yang unggul saja yang dapat bertahan hidup terus dan berlangsung.

Apabila ruang hidup negara sudah tidak dapat memenuhi keperluan, ruang itu

(16)

11

dapat dipeluas dengan mengubah batas-batas negara baik secara damai maupun melalui jalan kekerasan atau perang. Pandangan Ratzel tentang geopolitik menimbulkan dua aliran kekuatan, yaitu (1) berfokus pada kekuatan di darat (kontinental) dan (2) berfokus pada kekuatan di laut (maritim). Melihat adanya efek persaingan dua aliran kekuatan yang bersumber dari teorinya, Ratzel meletakkan dasar-dasar suprastruktur geopolitik, yaitu bahwa kekuatan suatu negara harus mampu mewadahi tumbuhan kondisi dan kedudukan geografinya. Dengan demikian, esensi pengertian politik adalah penggunaan kekuatan fisik dalam rangka rnewujudkan keinginan atau aspirasi nasional suatu bangsa. Hal ini seiring kearah politik adu kekuatan dan adu kekuasaan dengan tujuan ekspansi.

2. Teori Geopolitik Rudolf Kjellen

Pokok-pokok teori Kjellen dengan tegas menyatakan bahwa negara adalah suatu organisme hidup. Pokok teori tersebut terinspirasi oleh pendapat Ratzel vang menyatakan bahwa negara adalah suatu organisme yang tunduk pada hukum biologi, sedangkan pokok teori Ratzer mencoba menerapkan metodologi biologi teori Evolusi Darwin yang sedang popular di Eropa pada akhir abad ke-l9 ke dalam teori ruangnya Pokok-pokok teori Kjellen rnenyebutkan:

 Negara merupakan satuan biologis, suatu organism hidup, yang memiliki intelektualitas. Negara dimungkinkan untuk mendapatkan ruang yang cukup luas agar kemampuan dan kekuatan rakyatnya dapat berkembang secara bebas.

 Negara merupakan suatu sistem politik yang meliputi geopolitik, ekonomi politik, demo politik, dan krato politik (politik memerintah)

 Negara harus mampu berswasembada serta memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasionalnya: ke dalam untuk mencapai persatuan dan kesatuan yang harmonis dan ke luar untuk mendapatkan batas-batas negara yang lebih baik. Sementara itukekuasaan Imperium Kontinental dapat mengontrol kekuatan maritim.

3. Teori Geopolitik Karl Haushofer

 Pokok-pokok teori Haushofer pada dasarnya menganut teori Kjellen dan bersifat ekspansionis serta rasial, bahkan dicurigai sebagai teori yang menuju kepada peperangan. Teori Haushofer berkembang di Jerman dan

(17)

12

mempengaruhi Adolf Hitler. Teori ini pun dikembangkan di Jepang dalam ajaran Hako Ichiu yang dilandasi oleh semangat materialisme dan fasisme.

Inti teori Haushofer adalah:

 Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam.

 Kekuasaan Imperium Daratan dapat mengejar kekuasaan Imperium Maritim untuk menguasai pengawasan di laut.

 Beberapa negara besar di dunia akan timbul dan akan menguasai Eropa, Afrika, dan Asia Barat (Jerman dan Italia) serta Jepang di Asia Timur Raya.

 Geopolitik adalah doktin negara yang menitikberatkan perhatian kepada soal strategi perbatasan.

 Ruang hidup bangsa dan tekanan kekuasaan ekonomi dan sosial yang rasial mengharuskan pembagian baru dari kekayaan alam di dunia.

 Geopolitik adalah landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan mendapatkan ruang hidup.

C. Wilayah Sebagai Ruang Hidup

Setiap bangsa mendapatkan anugerah Tuhan berupa Alam dengan segala Isinya yang berbeda antar satu wilayah dengan wilayah lain. Demikian pula manusia sebagai Ciptaan Yang Maha Kuasa, di bekali dengan akal, budi yang mewajibkannya untuk mengarungi samudera kehidupan ini dengan senantiasa mengembangkan hubungan yang baik antar sesama, lingkungan alam, hubungan dengan PanciptaNYA. Kesadaran dari olah pikir dan budi tersebut membawa konsekuensi bahwa setiap manusia harus berjuang secara sendiri dan bersama sama untuk dapat meningkatkan harkat dan derajatnya, potensi kemanusiawiannya dengan memberdayakan alam sebagai anugerah pemberian Tuhan untuk dikelola secara bertanggungjawab. Konsep Geopolitik, sesungguhnya adalah merupakan ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalahmasalah geografi wilayah atau tempat tinggal suatu bangsa.

Negara Indonesia memiliki unsur-unsur kekuatan sekaligus kelemahan.

Kekuatannya terletak pada posisi dan keadaan geografi yang strategis dan kaya sumber daya alam. Sementara kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa dan satu tanah air,

(18)

13

sebagaimana telah diperjuangkan oleh para pendiri Negara ini. Dalam hal ini bangsa Indonesia perlu memiliki prinsip-prinsip dasar sebagai pedoman agar tidak terombang- ambing dalam memperjuangkan kepentingan nasional untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya. Salah satu pedoman bangsa Indonesia adalah wawasan nasional yang berpijak pada wujud wilayah nusantara sehingga disebut dengan wawasan nusantara. Kepentingan nasional yang mendasar bagi bangsa Indonesia adalah upaya menjamin persatuan dan kesatuan wilayah, bangsa, dan segenap aspek kehidupan nasionalnya. Karena hanya dengan upaya inilah bangsa dan Negara Indonesia dapat tetap eksis dan dapat melanjutkan perjuangan menuju masyarakat yang dicita-citakan.

Salah satu kepentingan nasional Indonesia adalah bagaimana menjadikan bangsa dan wilayah ini senantiasa satu dan utuh. Kepentingan nasional itu merupakan turunan lanjut dari cita-cita nasional, tujuan nasional maupun visi nasional. Pandangan geopolitik bangsa Indonesia yang didasarkan pada nilainilai Ketuhanan dan Kemanusiaan yang luhur dengan jelas tertuang di dalam Pembukaan UUD 1945. bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, tetapi lebih cinta kemerdeklaan. Bangsa Indonesia menolak segala bentuk penjajahan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

D. Konsep Keamanan Tradisional

 Konsep Keamanan Tradisional

Konflik yang terjadi tidak jarang melibatkan pengunaan ancaman atau kekuatan militer yang disebut Collins sebagai upaya traditional untuk mendapatkan keamanan.

Kasus-kasus antara wilayah seperti yang terjadi, antaranya Indonesia dan Malaysia (Sipadan dan Ligitan, dan konflik Bilateral antara Thailand dan negara tetanganya, konflik Malaysia dengan Singapura (Cipto, 2007). Berdasarkan konflik-konflik yang terjadi ini membawa pada pemikiran-pemikiran tentang penangkalan pertahanan dari NKRI dimana dengan konsep keamanan traditional dan digabungkan dengan pandangan geopolitik NKRI dalam hal Indonesia dapat melakukan penangkalan melalui militernya. Dalam susunan pemikiran nusantara negara Indonesia harus menguatkan stabilitas geopolitiknya.

Negara Indonesia memiliki luas wilayah yang sangat rawan terjadi masalah sebagai pencapaiannya dan keutuhan negara di berbagai segi peningkatan pembangunan kekuatan militer untuk mempunyai kapabilitas dalam melindungi keamanan dan keutuhan wilayah Indonesia serta pengamanan kepentingan ekonomi di

(19)

14

wilayah yurisdiksi maupun di luar yurisdiksi. Perubahan dalam sebuah konsep teori menambahkan kajian dalam studi keamanan. Konsep keamanan non-traditional muncul pada akhir dekade 1990-an, dimana para pencentus menyebutnya dengan sebutan “The Copenhagen Scholl” diantaranya yakni Barry Buzan, Ole Waever. Dan Jaap de Wilde. Dimana menambahkan dari kekurangan konsep keamanan Traditional.

Sebagaimana konsep keamanan Non-traditional menambah kajian dalam studi keamanan. (BUZAN,1998). Dalam konsep keamanan non-traditional menjelaskan bahwa keamanan tidak hanya pada kekuatan bersenjata dan politik, tetapi lebih didominasi oleh faktor-faktor berupa populasi penduduk, kejahatan transnasional, sumberdaya alam, bencana alam dan lain-lain. Existntial threat (Ancaman yang akan selalu ada dan senantiasa mengancam kemanusian secara menyeluruh) dimana mempengaruhi berapa faktor seperti Politik, Ekonomi, Sosial, Lingkungan, Diplomasi, Militer, dan Informasi (Budi Winarno, 2014:10).

Keamanan non-traditional mewakili pendekatan neo-realis yang menyempurnakan keamanan traditional dari pendekatan realisme. Proses perkembangan dari keamanan traditional menuju keamanan non-traditional ini menyangkut lima dimensi yaitu, asal dari ancaman (the origin of the threats), sifat ancaman (the nature of thearst), respon (responses).Perubahan tanggung jawab terhadap keamanan (changing responbility of security) dan nilai inti dari keamanan (core values of security). Fokus dalam tulisan ini dimana terkait geostrategi yang digabung dalam konsep keamanan non-traditional sebagaimana dapat dilihat dari lima dimensi yang memperkuat geostrategi Indonesia dalam wawasan nusantara yang secara internasionalnya disebut sebagai maritim,sebagaimana dapat memperkuat keamanan negara Indonesia dalam hal pertahanan dan ketahanan kemaritiman.

(20)

15

Tes Formatif Kegiatan Belajar 1. Pengertian Geopolitik adalah…..

Jawab : Istilah geopolitik semula oleh pencetusnya, Frederich Ratzel (1944- 1904), diartikan sebagai ilmu bumi politik (Political Geography), Istilah geopolitik dikembangkan dan diperluas lebih lanjut oleh Rudolf Kjellen (1864- 1922) dan Karl Haushofer (1869-1946) menjadi Geographical Politic.

2. Memberikan wawasan obyektif akan posisi kita sebagai suatu bangsa yang hidup berdampingan dan saling berinteraksi dengan negara lain dalam pergaulan dunia..

Jawab : Geopolitik sebagai ilmu

3. Landasan ilmiah bagi tindakan politik suatu Negara hendak menjadikan wawasan tersebut sebagai cara pandang kolektif untuk melangsungkan, memelihara dan mempertahankan semangat kebangsaan…

Jawab : Geopolitik sebagai ideology

(21)

16 TOPIK 4

OTONOMI DAERAH A. Otonimi Daerah

1. Pengertian

Pengertian dari otonomi daerah secara harfiah adalah berasal dari kata

“Otonomi dan daerah”. Dalam bahasa Yunani, “otoni” berasal dari kata “autos”

yang berarti “sendiri” dan “nomos” yang berarti aturan dan undang-undang”.

Dengan demikian otonomi dapat diartikan sebagai kewenangan untuk mengatur dan mengurus sendiri atau kewenangan untuk membuat aturan guna untuk mengurus rumah tangga sendiri. Sedangkan daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah. Menurut pakar Sugeng Istianto, otonomi daerah adalah wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah. Sementara itu Ateng Syarifudin mengatakan mengartikan otonomi daerah sebagai kebebasan atau kemandirian yang dimiliki daerah tetapi bukan kemerdekaan, melainkan hanya kebebasan yang terbatas atau kemandirian yang terwujud melalui pemberian kesempatan yang harus dapat dipertanggung jawabkan.

Syarief saleh mengartikan Otonomi daerah sebagai hak untuk mengatur dan memerintah daerah sendiri, dimana hak tersebut merupakan hak yang diperoleh dari pemerintah pusat. Benyamin Hoesein mengatakan Otonomi daerah adalah pemerintahan oleh dan untuk rakyat di bagian wilayah nasional suatu negara secara informal berada di luar pemerintahan pusat. Menurut Mariun, Otonomi daerah adalah kebebasan yang dimiliki oleh pemerintahan daerah yang memungkinkan mereka untuk membuat inisiatif sendiri dalam rangka mengelola dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki oleh daerahnya sendiri. Otonomi daerah merupakan kebebasan untuk dapat berbuat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Sedangkan Philip Malwood mengartikan Otonomi daerah adalah suatu pemerintah daerah yang memiliki kewenangan sendiri di mana keberadaannya terpisah dengan otoritas yang diserahkan oleh pemerintah guna mengalokasikan sumber material yang bersifat substansial mengenai fungsi yang berbeda Pengertian otonomi daerah berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 juncto (jo.) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang pemerintahan daerah adalah hak, wewenang, dan

(22)

17

kewajiban daerah otonom untuk mengatur serta mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundangundangan.

Dengan demikian otonomi daerah dapat dipahami sebagai wewenang atau kekuasaan pada suatu wilayah atau daerah yang mengatur dan mengelola untuk kepentingan wilayah atau daerah masyarakat itu sendiri. Pengertian lebih luas dapat dipahami sebagai wewenang atau kekuasaan pada suatu wilayah atau daerah yang mengatur dan mengelola untuk kepentingan wilayah atau daerah masyarakat itu sendiri mulai dari ekonomi, politik, dan pengaturan perimbangan keuangan termasuk pengaturan sosial, budaya, dan ideologi yang sesuai dengan tradisi adat istiadat daerah lingkungannya. Dalam era reformasi Pemerintah telah mengeluarkan dua kebijakan tentang otonomi daerah. Pertama adalah UU No.22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No.25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Kedua adalah UU No.32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No.33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. UU yang disebut kedua ini merupakan revisi atas UU yang disebut pertama. Kini telah diganti lagi oleh Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 jo. Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015, tentang pemerintahan daerah.

2. Tujuan dan Manfaat Otonomi Daerah

Otonomi daerah merupakan hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengelola urusan dan kepentingan masyarakat daerah sendiri sesuai dengan undang-undang yang telah dibuat. Otonomi daerah juga diadakan untuk daerah itu sendiri dan juga untuk kepentingan daerah itu sendiri. Secara konseptual, penyelenggaraan otonomi daerah di Indonesia didasarkan pada tiga tujuan utama, yakni sebagai berikut.

 Tujuan politik

Hal yang diwujudkan melalui tujuan politik dalam pelaksanaan otonomi daerah adalah upaya untuk mewujudkan demokratisasi politik melalui partai politik dan Dewan Perwakilan Daerah

 Tujuan administratif

Tujuan administratif perwujudan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan otonomi daerah adalah pembagian urusan antara pemerintah pusat dan

(23)

18

daerah, termasuk sumber daya keuangan, serta pembaharuan manajemen birokrasi di pemerintah daerah.

 Tujuan ekonomi

Adapun tujuan ekonomi yang ingin dicapai dalam pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia adalah realisasi dari peningkatan indeks pembangunan manusia sebagai indikator peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

3. Konsep Otonomi daerah

Dalam otonomi daerah yang diterapkan di Indonesia dikenal konsep yang dapat dikenali dari otonomi daerah. Adapun beberapa ahli mengemukakan konsep yang membentuk otonomi daerah tersebut. Dalam bukunya Ni’matul Huda menguraikan bahwa konsep otonomi, ada lima tingkatan, hal ini beliau kutip dari Ismail Sunny, mengatakan :

 Negara kesatuan dengan otonomi yang terbatas. Melalui UU No.5 Tahun 1974, Indonesia merupakan contoh negara yang menganut otonomi terbatas. Meski di dalamnya ditegaskan asas desentralisasi, substansinya sangat sentralistik. Dia memberikan wewenang yang sangat besar pada pemerintah pusat dalam banyak hal.

 Negara kesatuan dengan otonomi luas. Secara ekonomi, otonomi yang luas harus didukung dengan kekayaan dan keuangan. Oleh karena itu, sangatlah diperlukan pengaturan tentang perimbangan kekayaan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pertimbangan ini diperlukan agar pengurusan kekayaan dan keuangan tidak semata-mata ada di tangan pemerintah pusat.

 Negara quasi federal dengan provinsi atas kebaikan pemerintah pusat. Ciri negara semacam ini adalah kekuasaan pada pemerintahan pusat untuk menentukan berlaku tidaknya keputusan-keputusan yang ditetapkan oleh daerah-daerah bagian. Karenanya, negara model begini disebut juga negara federal semu.

 Negara federal dengan pemerintahan federal, seperti negara Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Swiss.

 Negara Konfederasi. Dalam bentuknya yang paling ekstrem, suatu negara dikatakan berbentuk konfederasi jika pemerintah pusat tergantung pada

(24)

19

goodwill negara-negara anggota konfederasi atau negara-negara anggota commonwealth.

4. Bentuk-bentuk Otonomi Daerah

Otonomi daerah memiliki beberapa bentuk menurut Teguh Yuwono, yang ia kutip dari pendapat Rondineli, bentuk-bentuk otonomi daerah tersebut antara lain :

 Dekonsentrasi

Dekonsentrasi merupakan pembagian wewenang dan tanggung jawab administrasi antara departemen pusat dengan pejabat pusat di lapangan tanpa adanya penyerahan kewenangan untuk mengambil keputusan secara leluasa.

Jadi, inti dekonsentrasi terdapat praktik pemberian keleluasaan kepada pejabat di daerah untuk mengambil keputusan (merencanakan, membuat keputusan dan menyesuaikan pelaksanaan kebijakan pusat dengan daerah setempat), namun hal ini dilakukan atas petunjuk dari pemerintah pusat. Dekonsentrasi dapat ditempuh melalui dua cara. Pertama, ialah dengan mentransfer kewenangan dan bantuan keuangan dari pusat ke provinsi, distrik, dan unit administrasi lokal. Kedua, melalui koordinasi unit pada level sub nasional di antara pemerintah pusat dan daerah. Mengutip pendapat Smith, Turner, dan Hulme, pilihan dekonsentrasi didasarkan pada ukuran manajerial bukan politik. Akan tetapi, dampak politiknya sangat tinggi dan ini disebabkan kepentingan politik dalam mengendalikan kekuasaan negara, baik di pusat maupun di daerah.

 Delegasi

Delegasi adalah pelimpahan pengambilan keputusan dan kewenangan pengelolaan untuk melakukan tugas-tugas yang tidak secara langsung dalam pengawasan pemerintah pusat. Adapun delegasi, merujuk pada sebuah situasi di mana pemerintah pusat mentransfer tanggung jawab pengambilan keputusan dan fungsi administrasi publik pada pemerintah daerah yang sepenuhnya tidak dikendalikan oleh pemerintah pusat.

Bentuk desentralisasi semacam ini dapat dicirikan sebagai hubungan principal-agen di mana pemerintah pusat berfungsi sebagai principal dan pemerintahan daerah sebagai agen. Bentuk delegasi dilaksanakan di beberapa negara berkembang dengan memberikan tanggung jawab kepada korporasi publik serta agen-agen pembangunan regional. Rondineli menyebutkan sejumlah negara berkembang yang mendelegasikan pengendalian terhadap eksploitasi

(25)

20

proses, dan ekspor beberapa sumber alam yang bernilai tinggi kepada korporasi yang dimiliki publik. Pendelegasian manajemen kepada otoritas khusus dilandasi oleh pertimbangan bahwa birokrasi reguler tidak mampu mengatur, mengendalikan secara langsung, atau mengelola industri tersebut. Misalnya Indonesia mempunyai Pertamina, Meksiko memiliki Pemex, dan Aljazair mempunyai Sonarach. Semua itu mempunyai peranan penting dalam industri pertambangan.

 Faktor pengaruh otonomi daerah

Otonomi daerah dalam pelaksanaannya memiliki beberapa faktor yang mempengaruhi demi berjalannya otonomi daerah, faktor-faktor tersebut antara lain :

 Faktor Manusia Manusia adalah subjek penggerak dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Faktor manusia haruslah baik dalam arti moral, kualitas, serta kapasitasnya karena faktor manusia mencakup unsur pemerintahan daerah yang terdiri dari Kepala daerah dan DPRD, aparatur daerah maupun masyarakat daerah yang merupakan lingkungan tempat aktivitas pemerintahan daerah diselenggarakan.

 Faktor keuangan Faktor ini adalah tulang punggung bagi terselenggaranya aktivitas pemerintahan daerah. Salah satu ciri dari daerah otonom adalah terletak pada kemampuan self supporting-nya dalam bidang keuangan. Karena itu, kemampuan keuangan ini akan memberikan pengaruh terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah.

 Faktor peralatan Faktor ini merupakan pendukung bagi terselenggaranya aktivitas pemerintahan daerah. Peralatan yang ada haruslah cukup dari segi jumlahnya, memadai dari segi kualitasnya serta praktis dalam penggunaannya.

 Faktor organisasi dan manajemen Tanpa kemampuan organisasi dan manajemen yang memadai, maka penyelenggaraan pemerintahan daerah tidak dapat dilakukan dengan baik, efisien, dan efektif.

B. Pemerintahan Daerah

Pengertian Pengertian dari Pemerintahan daerah, secara etimologi, kata pemerintahan berasal dari kata pemerintah. Kata pemerintah berasal dari dari kata perintah yang berarti menyuruh melakukan suatu pekerjaan. Namun secara umum, pemerintahan dapat diartikan sebagai keseluruhan lingkungan jabatan dalam suatu organisasi seperti jabatan eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Sedangkan pemerintahan

(26)

21

dapat diartikan sebagai keseluruhan dalam suatu organisasi pemerintahan yang menjalankan urusan penyelenggaraan pemerintahan di daerah.Secara yuridis yang dimaksud dengan pemerintahan daerah ialah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD, menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip negara kesatuan Republik Indonesia.

Sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-undang Dasar 1945.32Sedangkan pemerintah pusat yang selanjutnya disebut sebagai pemerintah adalah presiden republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara republik Indonesia, Dan yang disebut dengan pemerintah daerah adalah penyelenggara pemerintahan daerah adalah gubernur, bupati atau Walikota, perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah. Secara yuridis pengertian pemerintahan daerah dalam undangundang pemerintahan daerah yang berlaku di Indonesia, mempunyai arti yang berbeda-beda, pengertian kata pemerintahan daerah juga dipengaruhi oleh situasi keamanan dan politik yang berlaku. Dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang dimaksud dengan pemerintahan daerah ialah penyelenggaraan daerah otonom oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas desentralisasi. Sedangkan pemerintahan daerah ialah kepala daerah beserta perangkat daerah otonom yang lain sebagai badan eksekutif daerah.

Sedangkan menurut Undangundang Nomor 32 Tahun 2004 Tenang Pemerintahan Daerah yang dimaksud dengan pemerintah daerah ialah kepala daerah dan Dewan perwakilan Rakyat Daerah Melalui ketentuan umum Pasal 1 Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 juncto (jo.) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, dinyatakan dalam ayat (2): Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara republik Indonesia tahun 1945. Adapun ayat (3), Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom. Merujuk dari pengertian tersebut, Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi. Daerah provinsi itu dibagi lagi atas daerah kabupaten dan daerah kota. Setiap daerah provinsi, daerah kabupaten, dan daerah kota mempunyai pemerintahan daerah

(27)

22

yang diatur dengan undang-undang. Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur sendiri urusan pemerintahannya

Tes Formatif Kegiatan Belajar

1. Faktor Manusia Manusia adalah…..

Jawab : subjek penggerak dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Faktor manusia haruslah baik dalam arti moral, kualitas, serta kapasitasnya karena faktor manusia mencakup unsur pemerintahan daerah yang terdiri dari Kepala daerah dan DPRD, aparatur daerah maupun masyarakat daerah yang merupakan lingkungan tempat aktivitas pemerintahan daerah diselenggarakan.

2. Pengertian dari otonomi daerah secara harfiah adalah …..

Jawab : merupakan pengertian yang berasal dari kata “Otonomi dan daerah”.

Dalam bahasa Yunani, “otoni” berasal dari kata “autos” yang berarti “sendiri”

dan “nomos” yang berarti aturan dan undang-undang”.

(28)

23 TOPIK 5

KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA

A. Ketahanan Nasional

Sebagai konsepsi, Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keulatan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan nasionalnya.

Dari defenisi tersebut ada beberapa istilah yang perlu dijelaskan artinya agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran. Isitlah-istilah tersebut adalah2 :

 Daya tahan : Kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan, kuat menderita, atau kuat menanggung beban.

 Keulatan : Suatu usaha yang terus-menerus secara giat dengan kemauan keras di dalam menggunakan segala kemampuan dan kecakapan untuk mencapai tujuan dan cita-cita.

 Identitas : ciri khas suatu negara sebagai suatu totalitas yaitu negara yang dibatasi oleh wilayah, penduduk, sejarah, pemerintahan dan tujuan nasional.

 Integritas : kesatuan yang menyeluruh di dalam kehidupan bangsa baik sosial maupun alamiah, potensial maupun real.

 Tantangan, Ancaman, Hambatan dan Gangguan : Tantangan merupakan usaha yang bersifat menggugah kemampuan, Ancaman merupakan usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijakan secara konsepsional, dari sudut kriminal atau politis. Hambatan merupakan usaha yang bersifat atau bertujuan melemahkan kebijakankebijakan yang tidak bersifat konsepsional.

Persatuan dan Kesatuan merupakan perpaduan yang sangat erat untuk menggambarkan makna yang tergantung dalam keberagaman yang ada di indonesia.

Indonesia salah satu negara yang kaya, kaya akan budaya,suku dan agama.persatuan berarti perkumpulan dari berbagai komponen yang membentuk menjadi satu.

Sedangkan kesatuan hasil perkumpulan tersebut yang telah menjadi satu dan utuh.

Sehingga kesatuan erat hubungannya dengan keutuhan Prinsip-prinsip persatuan dan

(29)

24

kesatuan dari keberagaman di Indonesia adalah sebagai berikut :

Prinsip Bhinneka Tunggal Ika

Prinsip ini mengharuskan kita mengakui bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, bahasa agama, dan adat kebiasaan yang majemuk. Hal ini mewajibkan kita bersatu sebagai bangsa Indonesia.

Prinsip Nasionalisme Indonesia

Kita mencintai bangsa kita, tidak berarti bahwa kita mengagungagungkan bangsa kita sendiri. Nasionalisme Indonesia tidak berarti bahwa kita merasa lebih unggul daripada bangsa lain. Kita tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada bangsa lain, sebab pandangan semacam ini hanya mencelakakan kita.

Prinsip kebangsaan yang Bertanggung Jawab

Manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa yang memiliki kebebasan dan bertanggung jawab tertentu terhadap dirinya, terhadap sesamanya dan dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa.

 Prinsip Wawasan Nusantara

Melalui wawasan nusantara, kedudukan manusia ditempatkan dalam rangka kesatuan politik, sosial, budaya, ekonomi, serta pertahanan keamanan. Melalui wawasan nusantara manusia Indonesia menjadi satu, sebangsa dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita pembangunan nasional.

 Prinsip Persatuan Pembangunan untuk Mewujudkan Cita-cita Reformasi Melalui semangat persatuan Indonesia kita harus dapat mengisi Kemedekaan serta melanjutkan pembangunan menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Ketahanan Nasional pada hakikatnya merupakan suatu konsepsi dalam pengaturan dan penyelenggaraannya kesejahteraan dan kemakmuran serta pertahannan dan keamanan dalam kehidupan Nasional. Untuk dapat mencapai tujuan Nasionalnya suatu bangsa harus memiliki kekuatan, kemampuan, dayatahan dan keulatan. Inilah yang dinamakan Ketahanan Nasional.

B. Sifat-Sifat Ketahanan Nasional 1. Sifat-sifat Manunggal.

Setiap bangsa yang berusaha mencapai cita-citanya tidak dapat lepas dari segenap aspek kehidupan Nasionalya, baik alamiah maupun yang sosial. Setiap aspek kehidupan tadi saling pengaruhmempengaruhi dan saling berkaitan, sehingga dengan sendirinya terdapat hubungan interdepensi dan korelasi. Dari

(30)

25

uraian di atas, maka sifat manunggang di dalam ketahanan Nasional itu adalah tepat, karena sifat integrati/ kemanunggalan merupakan syarat bagi terbentuknya kekuatan Nasiona

2. Sifat Mawas kedalam

Mawas kedalam bararti bahwa suatu bangsa harus lebih memperhatikan kedalam dirinya daripada keluar, oleh karena Ketahanan Nasional terutama diarahkan kepada diri bangsa negara itu sendiri dengan tujuan mewudjukkan hakekat dan sifat nasionalnya sendiri. Jadi mawas ke dalam merupakan kemampuan dan sanggupan untuk terus-menerus meneliti kekuatan dan kemampuannya yang kongkrit selanjutnya bersedia/berusaha untuk menghilangkan atau setidaknya- tidaknya mengurangi kelemahan-kelemahan atau kerawanan-kerawanan yang ada serta memanfaatkan dan meningkatkan kekuatannya demi Ketahanan Nasionalnya.

3. Sifat Berwibawa

Seperti diuraikan di atas, bahwa Ketahanan Nasional akan terwujud apabila suatu bangsa dapat mengembangkan semua unsur kekuatan nasionalnya yang mencakup aspek alamiah maupun sosial, menjadi suatu kesatuan yang bulat.

Ketahanan Nasional suatu bangsa yang mampu menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung,akan menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara tersebut.

4. Sifat Berubah

Menurut Waktu Konsepsi Ketahanan Nasional adalah bersifat objektif umum, maka secara teoritis konsepsi tersebut harus dapat diterapkan dinegara manapun saja. Bagi bangsa-bangsa yang dalam pengetranan Konsepsi Ketahanan Nasional mempunyai salah satu sifat/ciri yang cukup kenyal dn dinamis di dalam menghadapi perubahan-perubahan situasi dan kondisi baik yang berasal dari dalam maupun luar, maka bangsabangsa tersebut akan dapat mempertahankan eksistensinya.

C. Asas-Asas Ketahanan Nasional

 Asas Kesejahteraan dan Keamanan

Kesejahteraan dan Ketahanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial, baik

(31)

26

sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada padanya.

 Asas komprenshif integral atau menyeluruh terpadu

Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 Asas Mawas ke dalam dan ke luar

Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi.

 Asas Kekeluargaan

Asas Kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa, dan tanggung jawab, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan.

D. Filsafah Ketahanan Nasional

Filsafah Ketahanan Nasional adalah menjadi pokok pikiran. Hal ini tampak pada pembukaan UUD 1945 yang berbunyi:

 Alinea Pertama : “ bahwa sesungguhnya kehidupan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusian dan peri keadilan”. Maknanya : “ kemerdekaan indonesia itu adalah hak asasi manusia.

 Alinea Kedua : “ dan perjuangan kemerdekaan Indonesia itu telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat indonesia itu kedalam gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang Merdeka, berdaulat, Adil dan Makmur”. Maknanya : “ adanya masa depan yang harus diraih (di citacitakan).

 Alinea Ketiga : “ atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas,

(32)

27

maka rakyat indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya” Maknanya : “ bila Negara ingin mencapai cita-cita maka kehidupan berbangsa dan bernegara harus mendapat ridho allah yang maha kuasa yang merupakan dorongan spiritual.

 Alinea Keempat : “ kemudian dari pada itu untuk memebentuk suatu pemerintahan negara indonesia yang melindungi segenap bangsa indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan kadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan Indonesia itu dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusian yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebujaksanaan dal permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewudjudkan suatu keadilan bagi seluruh rakyat indonesia.

(33)

28

Tes Formatif Kegiatan Belajar

1. kemudian dari pada itu untuk memebentuk suatu pemerintahan negara indonesia yang melindungi segenap bangsa indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum berbunyi pada alinea…

Jawab : Alinea Keempat

2. Kesejahteraan dan Ketahanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat

Jawab : Asas Kesejahteraan dan Keamanan

3. Menurut Waktu Konsepsi Ketahanan Nasional adalah bersifat objektif umum, maka secara teoritis konsepsi tersebut harus dapat diterapkan dinegara manapun saja pengertian dari…..

Jawab : sifat berubah

(34)

29

TOPIK 6

ANALISIS GEOGRAFIS NEGARA INDONESIA

A. Geografi, Pendekatan Geografi, dan Konsep Geografi

 Pengertian Geografi

“Menurut hasil seminar lokakarya peningkatan kualitas pengajaran geografi di Semarang tahun 1988 telah dirumuskan definisi geografi yaitu geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan” ( Suharyono dan Moch Amien, 1994:15). “Geografi adalah disiplin ilmu yang berorientasi kepada masalahmasalah (problem oriented) dalam rangka interaksi antara manusia dengan lingkungan” (Bintarto dan Surastopo Hadisumarno, 1979:7).

Kondisi geografis mencerminkan suatu integrasi wilayah yaitu bagaimana wilayah-wilayah itu tersusun oleh gejala-gejala fisik dan sosial.

Pengaruh bumi terhadap kehidupan manusia dapat dilihat dari kondisikondisi faktor geografisnya yang meliputi: relasi (lokasi, posisi, bentuk, luas dan jarak) atau topografi (tinggi rendahnya permukaan bumi), iklim (dengan permusimannya), jenis tanah (kapur. liat, pasir, gambut), flora dan fauna, air, tanah dan kondisi pembuangan air, sumber-sumber mineral dan relasi dengan laut. Faktor-faktor tersebut adalah jenis-jenis faktor alam dimana mempunyai pertalian langsung maupun tidak langsung dengan kehidupan manusia dalam arti memberikan fasilitas –fasilitas kepadanya untuk menghuni bumi sebagai wilayah.

 Pendekatan Geografi

Menurut Bintarto dan Surastopo Hadisumarno (1979:12-24) , terdapat tiga pendekatan dalam geografi yaitu :

1. Pendekatan Keruangan (Spatial Approach)

Pendekatan ini mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifat-sifat penting. Dalam analisa keruangan ini yang harus diperhatikan adalah penyebaran penggunaan ruang yang ada, dan penyediaan ruang yang akan digunakan untuk pelbagai kegunaan yang dirancangkan. Dalam analisa keruangan ini dapat dikumpulkan data lokasi yang terdiri dari data titik

(35)

30

(point data) dan data bidang (areal data). Data titik digolongkan menjadi data ketinggian tempat, data sampel batuan, data sampel tanah dan sebagainya.

Data bidang digolongkan menjadi data luas hutan, data luas daerah pertanian, dan sebagainya. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan keruangan, hal ini terkait dengan data areal yang digunakan yaitu areal di seluruh Kecamatan Depok. Data yang digunakan berupa blok permukiman yang selanjutnya di cari luasannya.

 Konsep Geografi

Menurut Suharyono dan Moch Amien (1994:27-34) dalam geografi terdapat konsep yang digunakan yaitu :

1. Lokasi Lokasi atau letak merupakan konsep utama yang sejak awal pertumbuhan geografi telah menjadi ciri khusus ilmu atau pengetahuan geografi.Secara pokok lokasi dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.Lokasi absolut menunjukkan letak yang tetap terhadap system grid atau koordinat.Penentuan lokasi absolut di muka bumi memakai system koordinat garis lintang dan garis bujur. Lokasi relatif adalah lokasi suatu obyek yang nilainya ditentukan berdasarkan obyek atau obyek lain diluarnya.

2. Jarak Jarak sangat erat kaitannya dengan lokasi, karena nilai suatu obyek dapat ditentukan oleh jaraknya terhadap obyek lain. Jarak merupakan suatu pembatas yang bersifat alami.Seperti halnya lokasi, jarak juga dibagi menjadi dua, yaitu jarak absolut dan jarak relatif. Jarak absolut adalah jarak dua tempat yang diukur berdasarkan garis lurus di udara dengan memperhatikan skala peta.Jarak relatif disebut juga dengan jarak tempuh, baik yang berkaitan dengan waktu perjalanan yang dibutuhkan maupun satuan biaya angkut yang di perlukan.Disebut relatif karena tidak tetap.Kemajuan teknologi dapat mempengaruhi jarak tempuh maupun biaya angkut antara dua tempat.

3. Keterjangkauan Konsep keterjangkauan selain dikaitkan dengan konsep jarak juga dikaitkan dengan kondisi medan, yakni ada tidaknya sarana angkutan dan akomodasi yang dipakai.

4. Pola Pola berkaitan dengan susunan bentuk atau persebaran fenomena

(36)

31

dalam ruang muka bumi baik fenomena bersifat alami (aliran sungai,vegetasi, jenis tanah, curah hujan) atau fenomena sosial budaya antara lain permukiman, persebaran penduduk, pendapatan, mata pencaharian, tempat tinggal dan sebagainya.

 Konsep Tentang Permukiman

“Permukiman secara luas mempunyai arti perihal tempat tinggal atau segala sesuatu yang berkaitan dengan tempat tinggal atau bangunan tempat tinggal (Hadi Sabari Yunus, 2007:6)”. Menurut UU no. 4 tahun 1992 permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup diluar dari kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.

 Penginderaan Jauh dan Citra Quickbird

1. Pengertian Penginderaan Jauh Menurut Lillesand and Kiefer (Sutanto,1994:2) “Penginderaan Jauh adalah ilmu, seni dan teknik untuk memperoleh informasi tentang suatu obyek, daerah atau fenomena melalui analisis data tanpa kontak langsung dengan obyek, daerah, atau fenomena yang dikaji”. Pengertian „tanpa kontak langsung‟disini dapat diartikan bahwa memang tidak ada kontak antara objek dengan analisis, selain itu jangkauan wilayah jauh lebih luas dan kerincian yang lebih tinggi. Menurut Hornby dalam Sutanto (1994:6), “Citra penginderaan jauh merupakan gambaran yang terekam oleh kamera atau sensor lainnya.Citra penginderaan jauh dapat digolongkan menjadi citra foto dan non foto”. Pemanfaatan penginderaan jauh semakin meningkat pesat dalam berbagai bidang.

Menurut Sutanto terdapat enam alasan yang melandasi peningkatan penggunaan penginderaan jauh yaitu :

a. Citra penginderaan jauh mampu menggambarkan obyek, daerah dan gejala dipermukaan bumi dengan ujud dan letak obyek yang mirip ujud dan letaknya dipermukaan bumi, relatif lengkap, meliputi daerah luas dan permanen.

b. Dari citra tertentu dapat ditimbulkan gambaran tiga dimensional apabila pengamatanya dilakukan dengan menggunakan alat stereoskop.

c. Karakteristik objek yang tidak tampak dapat diujudkan dalam bentuk

(37)

32

citra sehingga dimungkinkan pengenalan obyeknya.

d. Citra dapat dibuat secara cepat meskipun untuk daerah yang sulit dijelajahi secara terrestrial.

e. Merupakan satu-satunya cara untuk pemetaan daerah bencana.

f. Citra sering dibuat dengan periode ulang yang pendek. Dengan demikian maka citra merupakan alat yang baik sekali untuk memantau perubahan cepat seperti pemekaran kota, pembukaan daerah hutan, perubahan kualitas lingkungan dan perluasan lahan garapan. (Sutanto, 1994:18).

(38)

33

Tes Formatif Kegiatan Mahasiswa

1. “Menurut hasil seminar lokakarya peningkatan kualitas pengajaran geografi di Semarang tahun 1988 telah dirumuskan definisi geografi yaitu geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan” merupakan pengertan

Jawab : pengertian geografi

2. “Permukiman secara luas mempunyai arti perihal tempat tinggal atau segala sesuatu yang berkaitan dengan tempat tinggal atau bangunan tempat tinggal Jawab : konsep tentang permukiman

3. Apa saja yang meliputi faktor geografis, coba sebutkan….

Jawab :

relasi (lokasi, posisi, bentuk, luas dan jarak) atau topografi (tinggi rendahnya permukaan bumi), iklim (dengan permusimannya), jenis tanah (kapur. liat, pasir, gambut), flora dan fauna, air, tanah dan kondisi pembuangan air, sumber-sumber

mineral dan relasi dengan laut

(39)

34

DAFTAR PUTAKA

Darmadi, Hamid.2013. “Urgensi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan”

(http://hamiddarmadi.blogspot.com/2013/07/urgensi-pendidikan-pancasiladan.html).

Diakses pada Minggu tanggal 01 Juni 2014 pukul 16.20.

Dantes, Nyoman. 2013. Metode Penelitian. Yogjakarta: Andi.

Gulo, W. 2003. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Hakim, Lukman. 2004. Buku Pegangan Kuliah Metodologi Penelitian.

Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hasan, Iqbal. 2004. Analisis Data Penelitian dengan Stataistik. Jakarta: Bumi Aksara.

Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta:

Ghalia Indonesia Harsono. 2011. Penelitian Pendidikan untuk Guru Profesional.

Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Data Dasar Puskesmas.

Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Mutu Pelayanan. [Online] dari https://pratidinalestiyani.wordpress.com. Diakses tanggal 1 Februari 2018 pukul 16.37 WIB

Novita, Desy Ratria. 2017. Kajian Tingkat Pemanfaatan Puskesmas Di Kecamatan Kota Blora Kabupaten Blora. Skripsi Sarjana. Surakarta : Fakultas Geografi UMS Parasuraman, A. Zeithaml, V.A. and Berrt, L.L (1988), SERVQUAL:

A Multiple Item Scale for Measuring Consumer Perceptions of Service Quality, Journal of Retailing, Vol.4(1)

Pelayanan Kesehatan Terbaru, [Online]. (Diakses tanggal 1 Februari 2018 pukul 16.26)

(40)

35

Referensi

Dokumen terkait

Jadi, Pendidikan Profetik adalah proses transfer pengetahuan ( knowledge ) dan nilai ( values ) kenabian yang bertujuan untuk membangun akhlak, moral serta

Kelemahan pemahaman masyarakat di dalam memaknai asas hukum pertanahan yaitu hak atas tanah bersifat mutlak, kuat dan abadi, sehingga pemikiran mereka hak

Hasil penelitian lebih lanjut antara para pihak yang bersengketa, pihak yang mengajukan gugatan, serta jenis proyek suatu kesimpulan baru. Proyek bangunan merupakan jenis proyek

menggunakan dua skenario, dimana skenario pertama modal yang digunakan adalah modal sendiri dan skenario kedua modal berasal dari pinjaman bank, yaitu sebesar Rp74.750.000,00, dengan

Pemprov Kalteng juga telah mencadangkan areal seluas 2.500 hektar untuk rencana pembangunan Bandara baru di Sebuai Kabupaten Kotawaringin Barat dalam rangka mendukung

Pengujian aliran daya aktif dapat diperoleh melalui perhitungan dari data tegangan, arus, dan faktor daya pada masing-masing percabangan sistem. Diambil enam data pada

Hasil penelitian Pengembangan Modul Praktikum BerbasisMultimedia Interaktif pada Praktikum Elektronika Dasar I Materi Dioda II Mahasiswa Pendidikan Fisika UIN Walisongo

Sehubungan dengan hal di atas, yang diawali dengan temuan permasalahan dan peluang penerapan yang bisa peneliti terapkan pada pembelajaran permainan bola tangan,