DASAR ILMU TANAH
Materi 04: Pembentukan Tanah
Faktor Pembentuk Tanah
Konsep Pembentukan Tanah
model proses terbuka
tanah merupakan sistem yang terbuka
sewaktu-waktu tanah dapat menerima tambahan bahan dari luar (input), atau kehilangan bahan-bahan yang telah
dimilikinya (output).
Input: hasil pelapukan bahan induk, endapan baru, air hujan/irigasi, sisa-sisa tanaman, energi dari sinar matahari.
Output: erosi tanah, penguapan air, penyerapan unsur hara oleh tanaman, pencucian, pancaran panas.
Selain itu di dalam tanah sering terjadi pemindahan bahan tanah dari lapisan atas ke lapisan bawah atau sebaliknya (disebut translokasi dalam solum).
Tanah sebagai Sistem Terbuka
Faktor Pembentuk Tanah
5 faktor pembentuk tanah
Bahan induk (p) (tekstur, struktur, komposisi kimia dan mineral)
Iklim (cl) (suhu dan curah hujan)
Topografi / relief (r)
Organisme (o) (vegetasi dan herwan; termasuk manusia)
Waktu (t)
“Tanah adalah produk dari iklim, organisme, dan topografi yang mempengaruhi bahan induk dalam jangka waktu tertentu”
Faktor Pembentuk Tanah
Agen, gaya, atau kondisi yang telah, sedang, atau akan mempengaruhi pembentukan tanah
Iklim
Organisma Bahan
Induk
Topografi Waktu
Lain-lain
Climosequence Biosequence
Lithosequence
Toposequence
Chronosequence
Faktor Yang terbentuk jika faktor lain dapat diabaikan
fungsi
BAHAN INDUK
Kwarsa K-feldspar
Plagioklas
Piroksin
Olivin
*
*
*
* * +
+ + +
+ + + + + + +
+ + + + + +
+ +
+ + +
+ +
+
Granit
Syenit
Granodiorit
Diorit
Gabro
Peridotit
Dunit
Rhyolit
Trachyt
Dacit
Andesit
Basalt
Tanah yg terbentuk Tekstur kasar Masam
Unsur Hara
Tekstur halus Basa
Unsur Hara
Volcanic Ash Andisols
Bahan Induk Lain
Bahan Induk Terangkut: Prinsip Erosi dan Pengendapan
Aliran air partikel tanah dan fragmen batuan (sedimen)
Jika air mengalir cepat maka membawa partikel besar dan sedimen lebih banyak.
Jika aliran menjadi lambat, partikel besar diendapkan dulu.
Bahan diendapkan air
Endapan Aluvial: Terbentuk akibat aliran air terhenti shingga
sedimentasi terjadi cepat, banyak terjadi di daerah pegunungan, air dan semi arid.
Dataran banjir dan Teras: Teras mencerminkan sisa dataran banjir yang lebih tua, aliran sungai telah memotong menjadi dataran banjir baru dalam bentuk teras.
Delta: Terbentuk jika sedimen halus yang dibawa sungai
diendapkan pada daerah perairan yang luas (misal danau) tanah subur.
Colluvium: bahan diendapkan akibat gravitasi, pada lereng curam; tanah longsor
Bahan Induk Tanah
IKLIM
Merupakan faktor yang paling aktif dalam proses pembentukan tanah, mempengaruhi reaksi kimia, dan aktivitas flora dan fauna
SUHU
CURAH HUJAN
Reaksi cepat (kimia fisik)
Pelapukan kimia / mekanik cepat Proses kehilangan cepat
Perkembangan cepat Reaksi cepat (fisik)
Pelapukan mekanik cepat Proses kehilangan lambat Perkembangan terhambat
Reaksi lambat
Pelapukan mekanik lambat Proses kehilangan lambat Perkembangan terhambat
Reaksi lambat
Pelapukan kimia cepat Proses kehilangan cepat Perkembangan agak cepat
Basah - Panas
Kering - Panas
% kadar garam
% kadar garam
Iron and Al-oxide Rich
Basah- Panas Oxisols
Curah hujan tinggi Suhu tinggi
Pelapukan batuan/mineral cepat Penambahan bahan organik
cepat, demikian juga dekomposisinya
Pencucian unsur hara relatif tinggi
Iklim Tropis
- -- - - -
A
B
C
Bandingkan
Kondisi air
Suhu
Aliran air
Erosi
Pelapukan
Tropudult
Tropudalf
Aquept/Aquent
TOPOGRAFI
ORGANISMA
Sumber bahan organik tanah
Pembentukan humus Sifat fisiko-kimia tanah Peredaran Unsur Hara Perkembangan struktur
tanah
Dekomposisi Bahan Organik
Fungsi
Kondisi iklim
Suasana fisiko-kimia Vegetasi lain
(kompetisi, sumber makanan, dll)
Flora Fauna
Jumlah dan macam
Waktu
Umur (chronological)
Tingkat perkembangan profil (SOIL DEVELOPMENT = "SOIL AGE“)
Tanah muda: pelapukan dan pencampuran bahan mineral dan organik, di permukaan tanah dan pembentukan struktur tanah, horison A dan C, sifat tanah didominasi sifat bahan induknya, contoh tanah muda; Entisol (Aluvial, Regosol).
Tanah dewasa: pembentukan horison B, kemampuan
berproduksi tertinggi, karena tersedia unsur hara, contoh tanah dewasa, Inceptisol (Latosol), Andisol (Andosol), Vertisol, Mollisol.
Tanah tua: perubahan nyata pada horison A dan B, terbentuk horison A1, E, B1, B2, B3 dll.. pelapukan mineral dan pencucian
basa, tanah kurus dan masam, contoh tanah tua, Ultisol (Podsolik merah kuning) dan Oxisol (Laterit).
PROSES PEMBENTUKAN TANAH
• Soil Profile Development
contains characteristic layers called horizons
A
E B C
Bedrock
soil
development Bedrock
Translokasi
Dekomposisi bahan organik
Pengurangan ukuran partikel oleh pelapukan
Transformasi mineral (primer menjadi sekunder)
Reaksi-reaksi liat dan bahan organik
Transformasi
Liat, bahan organik, oksida besi, dan bahan kimia oleh air
Unsur hara disirkulasikan oleh tanaman
Garam-garam terlarut oleh air
Tanah oleh fauna tanah
Penambahan
Air presipitasi, kondensasi, atau run-off
O2 dan CO2 dari atmosfer
N, Cl, dan S dari atmosfer dan presipitasi
Bahan organik dari aktivitas biotik
Bahan dari sedimen
Energi matahari
Kehilangan
Air oleh evapotranspirasi
N oleh denitrifikasi
C sebagai CO2 dari oksidasi bahan organik
Tanah oleh erosi
Energi oleh radiasi
Air dan bahan dalam larutan atau suspensi
PELAPUKAN FISIK
Merupakan proses mekanik : desintegrasi
(menghasilkan perubahan fisik, tanpa perubahan kimia)
Agen penting: Suhu dan Air, (bisa juga akar tanaman)
Penyebab: komposisi mineralogi (daya serap
panas berbeda), struktur batuan (retakan, dsb),
perbedaan suhu yang drastis
PELAPUKAN KIMIA
Merupakan proses dekomposisi
(perubahan fisik dengan perubahan kimia)
Agen penting: Suhu dan Air, (bisa juga bahan organik)
Proses: hidrolisis, hidrasi, karbonasi,
oksidasi- reduksi, pelarutan
Pelapukan Kimia
Pelapukan Kimia
Sepuluh Proses Pembentukan Tanah
1. Pencucian ( leaching ) 2. Asidifikasi
3. Eluviasi liat 4. Podsolisasi 5. Desilikasi 6. Reduksi 7. Salinisasi 8. Alkalisasi 9. Erosi
10. Deposisi (pengendapan)
Pencucian ( leaching )
Jika terjadi hujan yang sangat lebat sehingga air meresap ke dalam profil tanah, senyawa-senyawa organik larut akat terangkut
Asidifikasi
disebabkan oleh air hujan yang bersifat masam karena karbon dioksida larut di dalamnya
membentuk asam karbonat
Eluviasi liat
liat di lapisan tanah atas tercuci dan diendapkan ke lapisan yang lebih bawah. Bagian tanah atas yang kekurangan liat disebut horizon A atau horizson eluvial (eluvial = tercuci ke bawah), dan horizon bagian bawah disebut horison B atau horizon iluvial (iluvial = tercuci ke dalam)
Podsolisasi
horizon A yang yang berwarna pucat kelabu. Proses
podsolisasi terjadi pada tanah-tanah masam. Komponen
organik dan anorganik diangkut oleh air dan diendapkan pada horizon B
Desilikasi
pencucian silika (lebih besar dibandingkan pencucian besi dan aluminium). Proses ini terjadi di daerah
tropika, yang menyebabkan terbentuknya tanah yang sangat sarang (porous) dengan kandungan oksida
besi yang tinggi. Tanah yang dicirikan oleh adanya proses ini adalah Oxisol.
Reduksi
Jika terjadi akumulasi air drainase dalam tanah maka
udara di dalam tanah digantikan oleh air
Salinisasi & Alkalisasi
Salinisasi adalah akumulasi garam seperti sulfida dan klorida
Alkalisasi adalah akumulasi sodium pada kisi pertukaran
aram yang dihembus dari lautan ke daratan, masuk melalui irigasi atau dihasilkan oleh proses pelapukan menyebabkan tanah tidak subur. Masalah ini umumnya terjadi di daerah kering dimana tidak tersedia cukup air untuk mencuci garam dari profil tanah
Erosi dan Deposisi
Tanah selalu peka terhadap erosi air dan angin. Bahan hasil erosi mungkin diendapkan di lembah-lembah sungai untuk menjadi bahan pembentuk tanah baru, atau mungkin
terangkut sampai ke laut