• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN AJAR KD 3.7. TEKNIK PENGEMASAN / PACKING IKAN OLEH : NIM : BIDANG STUDI / ROMBEL : PERIKANAN / 002

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAHAN AJAR KD 3.7. TEKNIK PENGEMASAN / PACKING IKAN OLEH : NIM : BIDANG STUDI / ROMBEL : PERIKANAN / 002"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAHAN AJAR

KD 3.7. TEKNIK PENGEMASAN / PACKING IKAN

OLEH :

NAMA MAHASISWA : KHAIRUZZUHDI, S.Pi.

NIM : 202110631011141 BIDANG STUDI / ROMBEL : PERIKANAN / 002

PENDIDIKAN PROFESI GURU

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2021

(2)

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan petunjuk dan rahmad-Nya, sehingga penyusunan materi ajar Teknik Pengemasan / Packing Ikan ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa adanya kendala sesuai yang telah direncanakan.

Adapun tujuan bahan ajar ini dibuat untuk memberikan panduan kepada guru mata pelajaran dalam menyampaikan materi ajar tentang Teknik Penanganan Pasca Panen khususnya materi ajar tentang Teknik Pengemasan / Packing Ikan ditemukan kesulitan dan mengalami miskonsepsi dalam memahami materi tersebut. Miskonsepsi terjadi karena guru sulit memahami dan menyajikan materi Teknik Pengemasan / Packing Ikan sesuai dengan tahapan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Bahan ajar ini dikembangkan menjadi tiga uraian materi yaitu : Uraian Materi 1 : Pengertian/ definisi Pengemasan / Packing Ikan Uraian Materi 2 : Teknik Pengemasan / Packing Ikan

Uraian Materi 3 : Standar Oprasioal Prosedur (SOP) Pengemasan / Packing Ikan.

Selanjutnya ucapan terima kasih penulis kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian bahan ajar ini, antara lain :

1. Rektor dan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Malang;

2. Dekan dan Wakil Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Malang;

3. Para Dosen Pembimbing PPG FKIP Universitas Muhammadiyah Malang;

4. Pimpinan SMK Negeri 1 Bengkalis yang telah memberikan fasilitas;

5. Keluarga tercinta yang selalu mendo’akan dalam setiap langkah dan teman-teman seperjuangan yang telah bekerja keras dan saling membantu selama kegiatan PPG ini berlangsung.

Bengkalis, 06 Agustus 2021

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……….. i

Daftar Isi…………... ii

A. Pendahuluan ………... 1

B. Rasional dan Deskripsi singkat……… 1

C. Relevansi ………. 2

D. Panduan Belajar ………... 3

E. Inti ……… 4

1. Capaian Pembelajaran ………. 4

2. Sub Capaian Pembelajaran………... 4

3. Uraian Materi ……… 5

a. Pengertian definisi Pengemasan / Packing Ikan... .. 5

b. Teknik Pengemasan / Packing Ikan……… 6

c. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengemasan……… 8

4. Rangkuman ……….... 9

5. Tugas Terstruktur ………... 10

6. Forum Diskusi ……… 11

E. Penutup………... 12

1. Tes Sumatif ………... 13

2. Kunci Jawaban ………... 14

3. Daftar Pustaka ……… 15

(4)

KOMPETENSI DASAR 3.7.

TEKNIK PENGEMASAN / PACKING IKAN

PENDAHULUAN

A. Rasional dan Deskripsi Singkat

Kegiatan pemanenan dan pasca panen ikan merupakan salah suatu kegiatan yang terpenting dalam usaha budidaya ikan. Kegiatan pemanenan dan pasca panen ikan dapat meningkatkan pendapatan usaha budidaya ikan, sebaliknya kegiatan pemanenan dan pasca panen ikan yang salah dapat mengurangi pendapatan bahkan menjadi salah satu penyebab usaha budidaya ikan menjadi rugi.

Kegiatan pemanenan dan pasca panen ikan pada kegiatan pembesaran ikan berhubungan dengan pemasaran komoditas ikan. Umumnya masyarakat memperoleh ikan air tawar seperti nila, mas, patin dan lele dan sebagainya dalam keadaan hidup. Sedangkan beberapa jenis ikan yang dipelihara di tambak atau di laut umumnya membeli dalam keadaan mati seperti ikan bandeng, udang, kerapu dan sebagainya. Kebiasaan tersebut akan berpengaruh terhadap teknik pemanenan dan pasca panen ikan. Kegiatan pascapanen bertujuan untuk mempertahankan mutu produk segar agar tetap prima sampai ke tangan konsumen, menekan kehilangan (losses) karena penyusutan dan kerusakan, memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai ekonomis hasil pertanian dan perikanan.

Pengemasan merupakan salah satu kegiatan penanganan pascapanen. Cara pengemasan ikan berbeda pada setiap jenis dan ikan ukuran apa yang akan di panen, seperti pengemasan telur, larva, benih, dan ikan siap dikonsumsi. Pengemasan ikan sangat penting dan menentukan keberhasilan dalam rangkaian usaha budidaya ikan. Cara pengemasan yang benar akan memperkecil tingkat kematian telur, larva, benih, dan ikan siap dikonsumsi itu sendiri. Sebelum ikan di kemas, harus melalui tahap-tahapan tertentu agar sampai dikonsumen dalam keadaan baik.

(5)

B. Relevansi

Pada kegiatan pembenihan dan pembesaran ikan, kegiatan panen dan pasca panen secara prinsip adalah sama. Namun terdapat beberapa langkah yang berbeda sesuai dengan ukuran dan jenis ikan. Langkah pada kegiatan pengemasan / packing ikan baik benih ikan atau ikan konsumsi berbeda sesuai dengan jenis, ukuran dan lamanya jarak tempuh.

Demikian juga kegiatan pengemasan pada jenis ikan yang memiliki toleransi suhu dan oksigen yang panjang misalnya ikan lele, sepat dan gabus berbeda dengan ikan yang memiliki toleransi suhu dan oksigen yang pendek misalnya ikan mas, nilem, nila.

Pembahasan pengemasan / packing ikan merupakan pembahasan penting dalam kegiatan pemanenan. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan tentang pengemasan / packing ikan akan dapat meningkatkan nilai dan pendapatan hasil dari kegiatan pembenihan ikan dan pembesaran ikan. Sebaliknya, jika anda tidak menguasai pengetahuan dan keterampilan teknik pengemasan / packing ikan dapat menyebabkan kegiatan pembenihan dan pembesaran ikan akan rugi dan bahkan menghentikan oprasional usaha. Selain itu, penguasaan teknik pengemasan / packing ikan dapat menjadi pekerjaan yang meningkatkan pendapatan usaha budidaya ikan.

C. Panduan Belajar

Adapun panduan belajar untuk bahan ajar Teknik Pengemasan / packing ikan adalah sebagai berikut :

a. Membaca sumber belajar yang relevan dengan materi yang sedang dipelajari termasuk memanfaatkan teknologi internet;

b. Memahami materi ajar secara mendalam beserta penjelasannya terkait istilah- istilah penting pada materi ajar;

c. Mendiskusikan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah hal-hal yang dianggap masih sulit bersama teman-teman apa yang telah dipelajari;

d. Menyusun kegiatan pembelajaran dengan pendekatan problem based learning;

yang menarik dengan media pembelajaran yang disediakan;

e. Mengerjakan tes mandiri dan sumatif secara baik setiap tugas yang diberikan;

f. Mempraktikkan dan merefleksikan pengetahuan yang didapatkan dari proses pembelajaran kedalam praktik pembelajaran sehari-hari.

(6)

INTI

Bahan ajar ini akan diuraikan hal-hal yang yang terkait dengan : (a) capaian pembelajaran, (b) sub capaian pembelajaran, (c) uraian materi, dan (d) forum diskusi.

A. Capaian Pembelajaran

Harapan dari materi ajar ini yang tertuang di dalam buku pedoman penyusunan bahan ajar berbasis Problem Based Learning yaitu mampu mengidentifikasi permasalahan pembelajaran yang dialami berupa defisit kompetensi maupun miskonsepsi pada materi teknik penanganan pasca panen terutama teknik pengemasan / packing ikan dan mampu memberikan solusi dari defisit maupun miskonsepsi tersebut dengan cara menggunakan media yang menarik dan menyenangkan dalam pembelajaran materi ini.

B. Sub Capaian Pembelajaran

Adapun sub capaian pembelajaran yang diharapkan setelah mempelajari bahan ajar tentang teknik pengemasan / packing ikan adalah:

1. Menganalisis perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan pengemasan / packing ikan

2. Memecahkan masalah yang dihadapi sehari-hari berkaitan pengemasan / packing ikan.

3. Menerapkan pengemasan / packing ikan yang baik untuk keberhasilan kegiatan usaha

C. Pokok-pokok Materi

Berdasarkan capaian pembelajaran di atas, dijabarkan subcapaian pembelajaran berikut ini :

1. Uraian Materi : Pengertian / Definisi Pengemasan / Packing Ikan 2. Uraian Materi : Teknik Pengemasan / Packing Ikan

3. Uraian Materi : Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengemasan

(7)

D. Uraian Materi

1. Definisi Pengemasan / Packing

Pengemasan / packing adalah suatu cara untuk membuat ikan dalam kondisi nyaman, tidak rusak, mudah, praktis dan tidak mengganggu kondisi sekitarnya, yakni selama pengangkutan atau pengiriman. Kegiatan pengemasan / packing harus dilakukan hati- hati terutama untuk mengangkut ikan dalam kondisi hidup karena ikan ini harus mampu hidup dan kondisi fisiknya bagus sampai ke pembeli. Pada proses pengemasan ikan hidup memerlukan keahlian dan perhitungan yang matang, terutama pada pengamasan ikan hidup dengan sistem tertutup. Pada pengemasan ikan hidup ada yang disebut juga dengan sistem tebuka dan tertutup.

2. Teknik Pengemasan / Packing Ikan

Setiap proses pemasaran produk maupun penjualan pasti melakukan pengemasan / packing. Sehinga hasil yang di dapatkan dari produk tersebut menambah nilai estetika maupun kerapiannya. Dalam budi daya ikan air tawar proses pengemasan / packing sangat penting dilakukan agar produk perikanan tersebut bisa sampai ke para konsumen-konsumen dengan keadaan ikan yang baik ataupun segar. Pengertian pengemasan / packing merupakan suatu cara atau tindakan pengamanan terhadap suatu produk baik itu makanan atau bahan makanan, agar produk tersebut baik yang diolah maupun belum diolah dapat sampai ke para konsumen dengan baik kualitas maupun kuantitas. Jadi proses pengemasan / packing dalam perikanan yaitu proses pengangkutan produk perikanan baik itu dalam kondisi hidup, segar, maupun dalam bentuk olahan. Pengemasan / packing ikan hidup harus disesuaikan dengan jarak pengangkutan / transportasi ikan. Alat pengemasan / packing ikan hidup dapat menggunakan ember, drum, fiberglass, bak, kantong plastik, dan sebagainya. Alat pengemasan / packing ikan hidup, seperti, ember, drum, fiberglass, dan baku umumnya digunakan pada pengangkutan ikan secara terbuka. Sedangkan kantong plastik digunakan untuk pengangkutan secara tertutup. Pengemasan/packing ikan segar harus disesuaikan dengan jarak pengangkutan/transportasi ikan.

(8)

Kondisi ikan yang segar harus bisa dipertahankan sampai ke konsumen dengan cara penurunan suhu produk dengan wadah pengemasan /packing seperti cool box dan refregenerator. Penurunan suhu pada proses pengangkutan bisa mengurangi perombakan ikan oleh bakteri, sehingga proses ikan menjadi busuk / pembusukan bisa dihambat. Dalam hal ini faktor suhu sangat memegang peran penting, adapun suhu optimal untuk pengawetan ikan dalam keadaan segar -50C. Pengemasan / packing ikan dalam bentuk olahan dapat kita lakukan proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dijual. Adapun hasil yang diperoleh dari pengolahan tersebut berupa ikan asap (pengasapan), pengeringan, pengasinan, fileting atau deboning dan pengalengan. Proses pengemasan / packing ikan olahan ini dapat berupa dalam kemasan plastik dan kalengan. Fungsi, syarat, dan jenis kemasan pada proses pengemasan menurut Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan dan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan antarnya, jenis wadah produk yang berfungsi sebagai penahan produk dalam transportasi, memudahkan proses pengangkutan, dan terlihat rapi. Pelindung produk fungsinya melindungi produk suapaya awet dari uap, oksidasi, serangga, dan rodentia.

Adapun syarat syarat-syarat bahan pengemas, di antaranya, tidak bersifat meracuni produk, dapat melindungi produk dari tumpahan, penguapan, kotoran, serangga dan mikroba, persyaratan fisik pengemas harus tahan retak, kikisan, gesekan, perubahan suhu, cuaca, dan kelembaban. Jenis kemasan di antaranya berdasarkan frekuensi pemakaian, kemasan sekali pakai, misalnya, plastik, karton, daun, kaleng hermetis. Kemasan yang dapat dipakai berulang kali, misalnya botol minuman, kecap. Kemasan yang tidak dibuang dan tidak dikembalikan, misalnya, botol plastik, kaleng susu dan lain-lain.

(9)

Tabel 1. Jenis-jenis Plastik untuk Packing/Pengemasan

Sumber: penyuluhperikanan.com

Fungsi penghapaan udara dalam kemasan adalah mengeluarkan udara di dalam kemasan yang akan menganggu kemunduran mutu produk seperti (tengik, busuk, berubah warna, berjamur, dan lain-lain). Syarat produk 1. Kuat dan tidak berubah selama pengemasan. 2. Berkadar air > 40 % (pindang, presto, asap, bakso, dan lain- lain). 3. Berkadar air < 5 % (snack ikan). 4. Produk berlemak: minyak ikan, abon, produk yang digoreng. 5. Teknik penghampaan, vakum (mengeluarkan udara dengan sistem penghisapan), memasukkan gas N2/CO2

3. Standar Pengemasan Benih Ikan

Salah satu contoh pengemasan adalah pada prose pengemasan benih ikan nila hitam, untuk mendapatkan sintasan benih ikan nila minimal sebesar 90 % maka dalam pengemasannya perlu diperhatikan tingkat kepadatan benih, ukuran benih dan waktu tempuh transportasi (Tabel 2).

(10)

Tabel 2. Kepadatan Benih Nila Hitam (Ekor/Liter Air) pada Transportasi Darat Berdasarkan Ukuran Benih dan Lama Pengangkutan

Sumber: Kementerian Kelautan SNI 7581: 2010

Standar Nasional Indonesian No 7581 Tahun 2010 mengenai kepadatan ikan nila hiatam pada proses pengemasan pada kegiatam srana angkutan darat. Kegiatan pengemasan adapun prosedurnya meliputi pemberokan benih ikan, ikan yang mau dikemas harus dilakukan pemberokan terlebih dahulu, yaitu benih harus di letakkan terlebih dahulu dalam wadah seperti bak atau hapa. Selama proses pemberokan benih harus dipuasakan terlebih dahulu selama 20-24 jam. Jika terdapat ikan yang sakit dan mati, segera dibuang. Pengemasan dengan kantong plastik diisi dengan air sebanyak 1/3 dari volume kantong, masukkan garam sesuai dosis, masukkan benih dengan padat tebar tertentu sesuai persyaratan pada masukkan es batu dalam kantong plastik yang telah diisi benih, keluarkan udara dari kantong plastik kemudian diisi dengan oksigen sebanyak 2/3 volume kantong dan diikat dengan karet gelang. Kantong plastik yang telah berisi benih dimasukkan ke dalam kotak styrofoam dan ditutup. Pembungkusan ulang di bandara dilakukan dengan penggantian oksigen dan atau air jika diperlukan.

Kantong plastik yang telah berisi benih dimasukkan ke dalam kotak Styrofoam, kotak styrofoam ditutup dan direkat dengan lakban. Kotak styrofoam dan isinya ditimbang maksimal 19 kg. Kotak styrofoam dibungkus dengan kantong plastik besar selanjutnya direkatkan dengan menggunakan lakban pada kedua sisinya.

Kotak yang sudah tertutup diberi label. 6 Syarat pelabelan setiap kemasan harus

(11)

diberi label dengan benar dan mudah dibaca, yang memberi keterangan, antara lain sebagai berikut. 1. Jenis produk yang dikirim. 2. Jumlah benih dalam setiap kemasan. 3. Bandara asal dan bandara tujuan pengiriman. 4. Bila ada bahan tambahan lain harus diberi keterangan bahan tersebut. 5. Nama dan alamat pengirim dan penerima produk yang dikirim. 6. Jam, tanggal, bulan, tahun saat produk tersebut dikirim (diterbangkan).

Gambar 1. Pengemasan Styrofoam

Sumber: Kementrian Kelautan Perikanan (Badan Standarisasi Nasional, 2010)

E. RANGKUMAN

Kegiatan pengemasan / packing ikan ikan berhubungan dengan kegiatan pembenihan dan pembesaran budidaya Perikanan. Rangkaian upaya pengemasan / packing ikan merupakan suatu tahapan untuk menentukan keberhasilan usaha lanjutan dalam budidaya. Setiap proses pemasaran produk maupun penjualan pasti melakukan pengemasan / packing. Sehinga hasil yang di dapatkan dari produk tersebut menambah nilai estetika maupun kerapiannya. Dalam budi daya ikan air tawar proses pengemasan / packing sangat penting dilakukan agar produk perikanan tersebut bisa sampai ke para konsumen-konsumen dengan keadaan ikan yang baik ataupun segar. Jadi proses pengemasan / packing dalam perikanan merupakan proses pengangkutan produk perikanan baik itu dalam kondisi hidup, segar, maupun dalam bentuk olahan.

Pengemasan / packing ikan hidup harus disesuaikan dengan jarak pengangkutan / transportasi ikan.

(12)

F. Tugas Terstruktur

Untuk memastikan penguasaan Saudara terhadap materi yang telah dipelajari, silahkan Saudara menyelesaikan tugas berikut ini :

Studi Kasus A :

Suatu usaha budidaya dalam melakukan pemasaran produknya terlebih dahulu harus memperhatikan proses pengemasan / packing ikan. Dijumpai suatu keadaan dimana seorang petani ikan mengalami kerugian dikarenakan terjadi kematian benih ikan dalam kemasan mencapai 60% setelah beberapa jam pengangkutan. Coba kalian analisis apa penyebab hal itu terjadi dan bagaimana langkah antisipasi supaya kejadian tersebut tidak terulang.

G. Forum Diskusi

Untuk menambah penguasaan materi Saudara, silahkan beri pendapat mengenai topik diskusi di bawah ini !

1. Sebagai seorang guru yang profesional, apakah Saudara sudah mengimplementasikan materi teknik penanganan pasca panen khususnya teknik pengemasan / packing ikan dengan menyenangkan?

2. Jika sudah, bagaimana respon dari peserta didik Saudara?

3. Jika belum pernah mengimplementasikan materi teknik pengemasan / packing ikan dengan baik dan menyenangkan, kira-kira kesulitan atau kendala apakah yang Saudara hadapi dalam mengajarkan materi tersebut?

4. Bagaimana solusi yang Saudara lakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut?

(13)

13 5. PENUTUP

1. Tes Sumatif

Selamat, Saudara telah sampai pada akhir pembelajaran di Kegiatan Belajar.

Untuk memastikan penguasaan Saudara terhadap materi yang telah dipelajari, silahkan Saudara menyelesaikan Tes Formatif berikut. Selamat Mengerjakan.

1. Coba kalian analisis alat-alat yang digunakan dalam kegiatan pengemasan / packing ikan?

2. Bagaimana prosedur menggunakan alat dan bahan pengemasan / packing ikan?

3. Bagaimana cara melakukan teknik pengemasan / packing ikan?

4. Coba anda korelasikan mengapa harus dilakukan pengemasan / packing ikan?

5. Coba anda telaah apa yang terjadi jika kegiatan pengemasan tidak dilakukan dengan benar?

6. Bagaimana anda dapat menyimpulkan jika teknik yang dilakukan sudah benar?

(14)

14 DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait