E D I S I J U N I 2 0 2 1
LAPORAN
PENGELOLAAN PINJAMAN DAN HIBAH JUNI 2021
Hibah World Bank senilai USD 2 juta untuk meningkatkan kualitas dan akses infrastruktur dasar dan layanan pariwisata, serta menarik investasi swasta dalam destinasi wisata terpilih di Indonesia (Labuan Bajo, Taman Nasional Komodo dan, Bromo-Tengger-Semeru, Wakatobi).
Dok: www.eppid.pu.go.id
OVERVIEW
irektorat Pinjaman dan Hibah merupakan unit eselon II di bawah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang tugas utamanya adalah melaksanakan pengelolaan pinjaman dan hibah Pemerintah Republik Indonesia.
Pengelolaan pinjaman dan hibah dimaksud antara lain meliputi:
• Penandatanganan perjanjian pinjaman dan hibah;
• Amandemen atas perjanjian pinjaman dan hibah;
• Penutupan masa laku penarikan pinjaman dan hibah;
• Pengelolaan Debt Swap.
Laporan ini merupakan laporan pengelolaan pinjaman dan hibah yang dilaksanakan Direktorat Pinjaman dan Hibah selama bulan
JUNI 2021
D
LAPORAN PINJAMAN DAN HIBAH H A L A M A N 6 |
KLASIFIKASI
enurut Peraturan Pemerintah (PP) No.54 tahun 2008 tentang Tata Cara Pengadaan dan Penerusan Pinjaman Dalam Negeri oleh Pemerintah dan PP No. 10 tahun 2011 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah, pinjaman berupa:
• Pinjaman Dalam Negeri
Pinjaman Dalam Negeri (PDN) bersumber dari BUMN, Pemerintah Daerah, dan Perusahaan Daerah.
• Pinjaman Luar Negeri
Pinjaman Luar Negeri bersumber dari:
Kreditor Multilateral
yaitu lembaga keuangan internasional yang beranggotakan beberapa negara yang memberikan pinjaman kepada Pemerintah.
Kreditor Bilateral
yaitu pemerintah negara asing atau lembaga yang bertindak untuk pemerintah negara asing yang memberikan pinjaman kepada Pemerintah.
Kreditor Swasta Asing (KSA)
yaitu lembaga keuangan asing, lembaga keuangan nasional, dan lembaga non keuangan asing yang berdomisili dan melakukan kegiatan usaha di luar wilayah Negara Republik Indonesia yang memberikan pinjaman kepada Pemerintah berdasarkan perjanjian pinjaman tanpa jaminan dari Lembaga Penjamin Kredit Ekspor (LPKE).
LPKE
yaitu lembaga yang ditunjuk negara asing untuk memberikan jaminan, asuransi, pinjaman langsung, subsidi bunga, dan bantuan keuangan untuk meningkatkan ekspor negara yang bersangkutan atau bagian terbesar dari dana tersebut dipergunakan untuk membeli barang/jasa dari negara bersangkutan yang berdomisili dan melakukan kegiatan usaha di luar wilayah Negara Republik Indonesia.
M
E D I S I J U N I 2 0 2 1
LAPORAN PINJAMAN DAN HIBAH HALAMAN 5 | PP No.10 tahun 2011 juga mengatur sumber Hibah sebagai berikut:
Hibah Dalam Negeri
yaitu yang berasal dari lembaga keuangan dalam negeri, lembaga non keuangan dalam negeri, Pemerintah Daerah, perusahaan asing yang berdomisili dan melakukan kegiatan di wilayah Negara Republik Indonesia, lembaga lainnya, dan perorangan.
Hibah Luar Negeri
yaitu yang berasal dari negara asing (bilateral), lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, lembaga multilateral, lembaga keuangan asing, lembaga non keuangan asing, lembaga keuangan nasional yang berdomisili dan melakukan kegiatan usaha di luar wilayah Negara Republik Indonesia, dan perorangan.
LAPORAN PINJAMAN DAN HIBAH H A L A M A N 6 |
KILAS KINERJA
elama bulan Juni 2021, aktivitas pengelolaan pinjaman dan hibah terdiri dari:
penandatanganan 2 perjanjian pinjaman, 1 perjanjian hibah, 12 amandemen pinjaman serta 2 penutupan perjanjian pinjaman dan hibah.
PENGELOLAAN PINJAMAN DAN HIBAH
1. Penandatanganan Perjanjian Pinjaman dan Hibah
• Perjanjian pinjaman yang ditandatangani sampai dengan Juni 2021, sebanyak 8 perjanjian pinjaman luar negeri senilai ekuivalen USD1,940,19 juta dengan rincian:
No. Jenis Pinjaman Jumlah
Perjanjian Nilai Pinjaman (ekuivalen juta USD)
1. Multilateral 2 1.000,00
World Bank 2 1.000,00
2. Bilateral 6 940,19
Pemerintah Jerman (KfW) 2 334,5
Pemerintah Austria (Raiffeisen Bank International AG) 1 14,76
Pemerintah Jepang (JICA) 1 415,83
Pemerintah Korea Selatan (EDCF) 1 67,25
Pemerintah Perancis (AFD) 1 107,85
Total 8 1.940,19
• Perjanjian hibah yang ditandatangani sampai dengan Juni 2021, sebanyak 5 perjanjian hibah luar negeri senilai ekuivalen USD18,99 juta dengan rincian:
No. Donor Jumlah
Perjanjian Nilai Hibah
(ekuivalen juta USD)
1. Hibah Multilateral 5 18,99
World Bank 4 16,26
UNDP 1 2,73
2. Hibah Bilateral - -
Total 5 18,99
S
LAPORAN PINJAMAN DAN HIBAH HALAMAN 7 | Perjanjian yang ditandatangani bulan Juni 2021 berupa penandatanganan dua perjanjian pinjaman yaitu perjanjian Pinjaman Multilateral dengan World Bank pada 25 Juni 2021 senilai USD500,00 juta yang dimanfaatkan untuk Additional Financing for Indonesia Emergency Response to COVID-19, dengan executing agency Kementerian Kesehatan.
Pinjaman tunai bertujuan untuk untuk penguatan sistem kesehatan, dukungan berkelanjutan untuk COVID response, dan kesiapan pelaksanaan vaksin.
Selain Pinjaman Multilateral terdapat perjanjian Pinjaman Bilateral dengan Agence Française de Développement (AFD) pada 8 Juni 2021 senilai EUR89 juta ekuivalen USD107,85 juta, untuk kegiatan Procurement of Multipurposes Research Vessels dengan executing agency Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI). Kegiatan bertujuan untuk melakukan survei oseanografi fisik dan kimia, batimetri dasar, geologi laut, seismik biologi laut, dan perikanan serta meningkatkan kapasitas dan kemampuan peneliti-peneliti Indonesia untuk mengungkap potensi sumber daya alam laut di perairan Indonesia.
Sedangkan perjanjian hibah yang ditandatangani pada 25 Juni 2021 senilai USD2,8 juta adalah perjanjian Hibah Multilateral dengan World Bank. Dimanfaatkan untuk kegiatan Additional Financing for Integrated Infrastructure Development for National Tourism Strategic Areas (Indonesia Tourism Development Project) dengan executing agency BPIW, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan akses infrastruktur dasar dan layanan pariwisata, memperkuat hubungan ekonomi lokal dengan pariwisata, dan menarik investasi swasta dalam destinasi wisata terpilih di Indonesia (Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Wakatobi).
2. Amandemen Perjanjian Pinjaman dan Hibah
Perjanjian yang diamandemen pada Bulan Juni 2021 berupa amandemen terhadap 4 perjanjian Pinjaman Multilateral, 2 perjanjian Pinjaman Bilateral, 1 perjanjian Pinjaman KSA/LPKE, 3 perjanjian Hibah Multilateral dan 2 perjanjian Hibah Bilateral.
Perjanjian pinjaman pertama yang diamandemen adalah perjanjian pinjaman tunai dengan Asia Infrastructure Investment Bank(AIIB) untuk Indonesia Emergency Response to COVID-19, senilai USD250,00 juta dengan executing agency Kementerian Kesehatan.
Amandemen berupa perubahan Disbursement linked Indicator (DLI) guna memaksimalkan penyerapan pinjaman.
Perjanjian pinjaman kedua yang diamandemen adalah perjanjian pinjaman tunai dengan World Bank untuk Indonesia Emergency Response to COVID-19, senilai USD250,00
LAPORAN PINJAMAN DAN HIBAH H A L A M A N 6 |
juta dengan executing agency Kementerian Kesehatan. Amandemen berupa perubahan Disbursement linked Indicator (DLI) guna memaksimalkan penyerapan pinjaman
Perjanjian ketiga yang diamandemen adalah perjanjian Pinjaman Multilateral senilai EUR101,8 juta dan Hibah Multilateral senilai EUR1,36 juta dengan International Fund for Agricultural Development(IFAD) untuk kegiatan Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) – Integrated Village Economic Development. Amandemen berupa perubahan executing agency dari semula Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa menjadi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Perubahan dimaksudkan untuk mengakomodir perubahan susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Kemendesa-PDTT.
Perjanjian pinjaman keempat yang diamandemen adalah perjanjian pinjaman dengan World Bank untuk kegiatan Integrated Infrastructure Development for National Tourism Strategic Areas (Indonesia Tourism Development Project/ITDP) senilai USD300,00 juta.
Amandemen berupa perubahan nomenklatur implementing agency, serta perubahan description project.
Perjanjian Pinjaman Bilateral pertama yang diamandemen adalah perjanjian dengan Pemerintah Korea melalui Economic Development Cooperation Fund (EDCF) senilai USD50,00 juta, untuk kegiatan Development of Sewerage System in Batam Island dengan executing agency Badan Pengusahaan (BP) Batam. Amandemen berupa Perpanjangan project completion date dan final disbursement date.
Perjanjian Pinjaman Bilateral kedua yang diamandemen adalah perjanjian dengan Pemerintah Korea melalui Economic Development Cooperation Fund (EDCF) senilai USD98,00 juta, untuk kegiatan the Urgent Rehabilitation of Strategic Irrigation for Western Region of Indonesia (URSIP). Amandemen berupa perpanjangan waktu pengadaan konsultan.
Amandemen perjanjian pinjaman berikutnya adalah perjanjian Pinjaman KSA/LPKE dengan PT. BNI (Pesero) Seoul Branch untuk pengadaan Brimob Long Range Patrol Vehicle senilai USD25,48 juta, dengan executing agency Korps Brimob Polri. Amandemen berupa perpanjangan availability period pinjaman sampai dengan 4 Maret 2022.
Perjanjian Hibah Multilateral pertama yang diamandemen adalah perjanjian dengan Asian Development Bank (ADB) untuk kegiatan Community-Focused Investments to Address Deforestation and Forest Degradation Project (FIP) dengan executing agency Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan senilai USD17,00 juta. Amademen berupa perpanjangan masa berlaku hibah dari semula 30 Juni 2022 menjadi 30 Juni 2023.
Perjanjian Hibah Multilateral kedua yang diamandemen adalah perjanjian dengan Asian Development Bank (ADB) untuk kegiatan Knowledge and Support Technical Assistance
LAPORAN PINJAMAN DAN HIBAH HALAMAN 9 | for Leveraging Information and Communication Technology for Irrigated Agricultural Information Project senilai USD2,00 juta, dengan executing agency BAPPENAS. Amandemen berupa perpanjangan masa laku hibah dari semula tanggal 31 Mei 2021 menjadi 30 September 2021
Perjanjian Hibah Multilateral ketiga yang diamandemen adalah perjanjian dengan World Bank untuk kegiatan ASEAN Regional Integration Support - Indonesia Trade-Related Assistance (ARISE Plus-Indonesia) senilai USD15,00 juta, dengan executing agency BAPPENAS. Amademen berupa perubahan masa laku hibah dari semula 84 bulan menjadi 96 bulan.
Perjanjian Hibah Bilateral pertama yang diamandemen adalah perjanjian dengan Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW), senilai EUR7,00 juta untuk kegiatan Emission Reduction in Cities; Solid Waste Management Accompanying Measure, dengan executing agency Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Amandemen berupa perpanjangan masa laku hibah dari semula 30 Juni 2021 menjadi 30 Juni 2022.
Perjanjian Hibah Bilateral kedua yang diamandemen adalah perjanjian dengan Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW), senilai EUR8,46 juta untuk kegiatan Biodiversity Conservation and Climate Protection in the Gunung Leuser Ecosystem (BCCPGLE), dengan executing agency Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Amandemen berupa perpanjangan masa laku hibah dari semula 31 Juli 2020 menjadi 31 Desember 2022.
3. Penutupan Perjanjian Pinjaman
Pada bulan Juni 2021 terdapat penutupan dua perjanjian pinjaman. Perjanjian tersebut adalah perjanjian Pinjaman Multilateral dengan World Bank untuk Indonesia First Financial Sector Reform Development Policy Loan (Financial DPL-1). Pinjaman tunai senilai USD300,00 juta bertujuan untuk pengembangan sektor keuangan Indonesia melalui (i) peningkatan kedalaman sektor keuangan (ii) peningkatan efisiensi sektor keuangan (iii) penguatan ketahanan sektor keuangan. Melalui surat nomor No. 083/WB/V/2021 World Bank menyakan pinjaman (Financial DPL-1) ditutup pada tanggal 30 April 2021.
Penutupan perjanjian berikutnya adalah perjanjian KSA/LPKE dengan Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW), untuk kegiatan Scattered Transmission and Substations Project Package 3, dengan executing agency PT.Perusahaan Listrik Negara (Pesero). Berdasarkan surat KfW IPEX 21 Mei 2021 pinjaman dinyatakan telah ditutup dan sisa pinjaman sebesar EUR988 ribu dari komitmen sebesar EUR16,3 juta telah di-cancel.
@DJPPRkemenkeu DJPPRKemenkeu DJPPRKemenkeu
@djpprkemenkeu