PROFIL PERKEMBANGAN
KEPENDUDUKAN KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG
Sumber Data:
DATA KONSOLIDASI BERSIH (DKB) KEMENTERIAN DALAM NEGERI
SEMESTER II TAHUN 2020
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA METRO
TA 2021
1 Desember
1 Desember
DAFTAR ISI
SAMBUTAN WALIKOTA METRO ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK ... viii
TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DUKCAPIL ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Penyusunan ... 1
B. Tujuan Penyusunan ... 1
C. Ruang Lingkup ... 1
D. Pengertian Umum ... 1
E. Penjelasan Indikator ... 3
BAB II GAMBARAN UMUM KOTA METRO ... 7
A. Letak Geografis Daerah ... 7
B. Luas Wilayah ... 8
C. Kondisi Iklim ... 9
1. Kondisi Iklim ... 9
2. Temperatur dan Kelembaba Udara ... 9
3. Curah Hujan ... 9
D. Kondisi Hidrologi ... 10
E. Kondisi Topografi ... 10
F. Kondisi Geologi ... 10
G. Visi Dan Misi Kota Metro ... 10
H. Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Metro ... 11
BAB III SUMBER DATA ... 12
A. Registrasi ... 12
B. Non Registrasi ... 12
C. Data Lintas Sektor ... 12
BAB IV PERKEMBANGAN PENDUDUK ... 13
A. Kuantitas Penduduk ... 13
1. Jumlah dan Persebaran Penduduk ... 13
a. Jumlah Penduduk ... 13
b. Kepadatan Penduduk ... 14
c. Laju Pertumbuhan Penduduk ... 15
2. Penduduk Menurut Karakteristik Demografi ... 15
a. Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin ... 16
b. Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Status Kawin ... 21
c. Keluarga ... 24
d. Penduduk Menurut Karakteristik Sosial ... 32
B. Kualitas Penduduk ... 37
1. Kesehatan ... 37
a. Kelahiran ... 37
b. Kematian ... 39
2. Pendidikan ... 40
a. Angka Partisipasi Kasar ... 40
b. Angka Partisipasi Murni ... 41
c. Siswa Putus Sekolah ... 42
3. Ekonomi ... 42
a. Jumlah dan Proporsi Tenaga Kerja ... 42
b. Data Partisipasi Angkatan Kerja ... 43
c. Data Jumlah dan Proporsi Penduduk yang Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan ... 43
4. Sosial ... 44
BAB V KEPEMILIKAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN ... 45
A. Kepemilikan Kartu Keluarga ... 45
B. Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk ... 46
BAB VI KEPEMILIKAN AKTA PENCATATAN SIPIL ... 50
A. Kepemilikan Akta Kelahiran ... 50
B. Kepemilikan Akta Perkawinan ... 51
C. Kepemilikan Akta Perceraian ... 53
D. Kepemilikan Akta Kematian ... 54
BAB VII DOKUMENTASI KEGIATAN DISDUKCAPIL ... 56
A. Pelayanan Keliling ... 56
B. Pelayanan Harian ... 63
C. Sarana dan Prasarana ... 67
D. Rapat, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis ... 79
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Luas Wilayah Administrasi Kota Metro ... 8
Tabel 2 Jumlah Penduduk Kota Metro ... 13
Tabel 3 Kepadatan Penduduk ... 14
Tabel 4 Laju Pertumbuhan Penduduk ... 15
Tabel 5 Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin ... 16
Tabel 6 Rasio Jenis KelaminPer Kelompok Umur ... 18
Tabel 7Rasio Jenis KelaminPer Kelurahan ... 19
Tabel 8Umur Median ... 20
Tabel 9Rasio Ketergantungan ... 21
Tabel 10Jumlah Dan Proporsi Penduduk Menurut Status Kawin ... 22
Tabel 11Angka Perkawinan Menurut Kelompok Umur ... 23
Tabel 12 Rata-rata Umur Kawin Pertama ... 24
Tabel 13 Jumlah Keluarga dan Rata-rata Jumlah Anggota Keluarga ... 24
Tabel 14 Status Hubungan Dalam Keluarga ... 25
Tabel 15 Karakteristik Kepala Keluarga Berdasarkan Jenis Kelamin ... 26
Tabel 16 Karakteristik Kepala Keluarga Berdasarkan Status Perkawinan ... 26
Tabel 17 Karakteristik Kepala Keluarga Berdasarkan Pendidikan ... 27
Tabel 18 Karakteristik Kepala Keluarga Berdasarkan Pekerjaan ... 28
Tabel 19 Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan ... 32
Tabel 20 Jumlah penduduk menurut Agama... 33
Tabel 21 Jumlah penduduk menurut AgamaPer Kecamatan ... 34
Tabel 22 Jumlah penduduk menurutKecacatan ... 36
Tabel 23Jumlah KelahiranPer Kecamatan ... 39
Tabel 24Angka Partisipasi Kasar ... 42
Tabel 25Siswa Putus Sekolah ... 42
Tabel 26Jumlah dan Proporsi Tenaga Kerja ... 43
Tabel 27Data Penyandang Disabilitas Tahun 2018 ... 44
Tabel 28Kepemilikan Kartu Keluarga ... 45
Tabel 29Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik 1 ... 47
Tabel 30Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik 2 ... 48
Tabel 31Kepemilikan Akta Kelahiran ... 50
Tabel 32Kepemilikan Akta Perkawinan ... 52
Tabel 33Kepemilikan Akta Perceraian ... 53
Tabel 34Kepemilikan Akta Kematian ... 54
DAFTAR GAMBAR DAN GRAFIK
Gambar 1 Peta Wilayah Kota Metro ... 7
Gambar 2 Perekaman Keliling KTP-el di Kelurahan ... 56
Gambar 3 Perekaman Keliling KTP-el Bagi Penyandang Disabilitas ... 56
Gambar 4 Perekaman Keliling KTP-el Bagi Warga Jompo ... 57
Gambar 5 Penyerahan KTP-el ke Kelurahan ... 57
Gambar 6 Pelayanan “TERPANA” ... 58
Gambar 7 Pelayanan Jemput Bola Akta Kematian ... 58
Gambar 8 Penerimaan berkas pada loket pelayanan oleh Front Office ... 59
Gambar 9 Pelayanan Informasi, Pengambilan Berkas dan SKM ... 59
Gambar 10 Pengambilan Dokumen dan Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) ... 60
Gambar 11 Pelayanan harian oleh Front Office ... 60
Gambar 12Pelayanan Perekaman KTP-el pada ruang perekaman ... 61
Gambar 13 Pengecekan suhu badan sebelum masuk ruang pelayanan ... 61
Gambar 14 Tampak depan kantor Dinas Dukcapil ... 62
Gambar 15 Ruang Kepala Dinas ... 62
Gambar 16 Ruang Sekretariat ... 63
Gambar 17 Ruang Perekaman KTP-el ... 63
Gambar 18 Ruang Pencatatan Perkawinan ... 64
Gambar 19 Ruang Server ... 64
Gambar 20 Pengambilan Ruang Pelayanan ... 65
Gambar 21 Loket Pelayanan ... 65
Gambar 22Ruang Tunggu Pelayanan ... 66
Gambar 23 Tempat cuci tangan dan bilik desinfektan ... 66
Gambar 24 Area pelayanan legalisir ... 67
Gambar 25 Kotak Saran dan IKM ... 67
Gambar 26 Monitor Antrian ... 68
Gambar 27 Monitor Lacak Dokumen (LADO) ... 68
Gambar 28 Ruang Running Text Informasi Pelayanan dan IKM ... 69
Gambar 29 Alat Pemadam Api Ringan dan Kotak PPPK ... 69
Gambar 30Mushola ... 70
Gambar 31Toilet Disabilitas ... 70
Gambar 32Ruang Pojok Rokok ... 71
Gambar 33Area Bermain Anak ... 71
Gambar 34Fasilitas Disabilitas ... 72
Gambar 35Area Parkir Motor ... 72
Gambar 36Area Parkir Mobil ... 73
Gambar 37Kantin ... 73
Gambar 38-39 Rapat koordinasi virtual Dinas Dukcapil Kota Metro ... 74
TUGAS POKOK DAN FUNGSI
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA METRO Berdasarkan Peraturan Walikota Metro Nomor 31 Tahun 2016 Tentang Susunan, Tugas Dan Fungsi Perangkat Daerah disebutkan bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang administrasi kependudukan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyelenggarakan fungsi :
- Penyusunan program dan anggaran;
- Pengelolaan keuangan;
- Pengelolaan perlengkapan, urusan tata usaha, rumah tangga dan barang milik negara;
- Pengelolaan urusan ASN;
- Penyusunan perencanaan di bidang pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan, kerja sama administrasi kependudukan, pemanfaatan data dan dokumen kependudukan serta inovasi pelayanan administrasi kependudukan;
- Perumusan kebijakan teknis di bidang pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan, kerja sama, pemanfaatan data dan dokumen kependudukan serta inovasi pelayanan administrasi kependudukan;
- Pelaksanaan pelayanan pendaftaran penduduk;
- Pelaksanaan pelayanan pencatatan sipil;
- Pelaksanaan pengelolaan informasi administrasi kependudukan;
- Pelaksanaan kerja sama administrasi kependudukan;
- Pelaksanaan pemanfaatan data dan dokumen kependudukan;
- Pelaksanaan inovasi pelayanan administrasi kependudukan;
- Pembinaan, koordinasi, pengendalian bidang administrasi kependudukan;
- Pelaksanaan kegiatan penatausahaan Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil; dan - Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG PENYUSUNAN
Isu kependudukan adalah isu yang sangat strategis dan bersifat lintas sektor.Oleh karena itu, pengintegrasian berbagai aspek kependudukan ke dalam perencanaan pembangunan dan bagaimana pembangunan kependudukan itu sendiri akan dicapai menjadi pekerjaan besar yang harus diwujudkan.Dalam hal ini, upaya mewujudkan keterkaitan perkembangan kependudukan sebagai wujud dinamika penduduk dengan berbagai kebijakan pembangunan menjadi prioritas penting agar pengelolaan perkembangan kependudukan dapat mewujudkan keseimbangan yang serasi antara kuantitas dan kualitas penduduk,pengarahan mobilitas penduduk dan penataan persebarannya yang didukung oleh upaya-upaya perlindungan, pemberdayaan penduduk,peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang wawasan kependudukan bahkan sejak usiadini.
B. TUJUAN PENYUSUNAN
Menyajikan Profil Perkembangan Kependudukan Kota Metro Tahun 2020,sebagai salah satu informasi dalam penentuan kebijakan,perencanaan pembangunan serta evaluasi hasil pembangunan.
C. RUANG LINGKUP
1. Kuantitas Penduduk, meliputi komposisi dan persebaran penduduk.
2. Kualitas penduduk, meliputi kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan.
3. Kepemilikan dokumenkependudukan.
D. PENGERTIAN UMUM
Ada beberapa pengertian yang digunakan dan terdapat dalam penyusunan profil perkembangan kependudukan ini antara lain :
1. Penduduk adalah Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing yang bertempat tinggal di wilayah Indonesia (Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2006)
2. Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penerbitan dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain (Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2006).
3. Data kependudukan adalah data perorangan dan atau data agregat yang terstruktur sebagai hasil dari kegiatan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil (Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2006).
4. Kuantitas Penduduk adalah jumlah penduduk akibat dari perbedaan antara jumlah penduduk yang lahir, mati dan pindah tempat tinggal.
5. Kualitas Penduduk adalah kondisi penduduk dalam aspek fisik dan non fisik serta ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan dasar untuk mengembangkan kemampuan dan menikmati kehidupan sebagai manusia yang berbudaya, berkepribadian dan layak.
6. Profil Perkembangan Penduduk adalah kumpulan data dan informasi tentang perkembangan kependudukan dalam bentuk tertulis, yang mencakup segala kegiatan yang berhubungan dengan perubahan keadaan penduduk yang meliputi kuantitas, kualitas, dan mobilitas yang mempunyai pengaruh terhadap pembangunan dan lingkunganhidup.
7. Persebaran Penduduk adalah kondisi sebaran penduduk secara keruangan.
8. Peristiwa Kependudukan adalah kejadian yang dialami Penduduk yang harus dilaporkan karena membawa akibat terhadap penerbitan atau perubahan Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk dan/atau surat keterangan kependudukan lainnya meliputi pindah datang, perubahan alamat, serta status tinggal terbatas menjadi tinggal tetap (Undang-undang no.23 tahun 2006).
9. Perkembangan Kependudukan adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan perubahan keadaan penduduk yang meliputi kuantitas, kualitas dan mobilitas yang mempunyai pengaruh terhadap pembangunan danlingkunganhidup.
E. PENJELASAN INDIKATOR
1. Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut JenisKelamin
Untuk menghitung jumlah penduduk dapat menggunakan rumus sebagai berikut : Pt = Po + ( B – D) + ( Mi – Mo)
Dimana :
Pt = jumlah penduduk pada tahunt
Po = jumlah penduduk pada tahun dasar(0) B(Birth )
= jumlah kelahiran selama periode 0-t D ( Death) = jumlah kematian selama periode 0-t
Mi = jumlah migrasi masuk selama periode 0-t Mo = jumlah migrasi keluar selama periode 0-t
2. Kepadatan Penduduk
Rasio kepadatan penduduk dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
D = P (jiwa) ) / A (km²) Dimana :
D = rasio kepadatan penduduk ( jiwa/Km²) P = jumlah penduduk (jiwa)
A = Luas Wilayah (Km²) 3. Laju Pertumbuhan Penduduk
Laju Pertumbuhan Penduduk dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
Pt = Po ert Dimana :
Pt = jumlah penduduk pada tahun t
Po = jumlah penduduk pada tahun dasar (0) r = angka pertumbuhan penduduk
t = periode waktu anatara tahun dasar dan tahunt e = fungsi eksponensisal =2,718281
4. Kepadatan Penduduk
Data yang diperlukan untuk menghitung rasio jenis kelamin adalah jumlah penduduk laki-laki dan perempuan menurut kelompok umur lima tahunan pada suatu tahun tertentu. Rasio jenis kelamin dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
dimana :
RJK = rasio jenis kelamin
∑L = jumlah penduduk laki-laki di suatu daerah pada suatu waktu
∑P = jumlah penduduk perempuan di suatu daerah pada suatu waktu k = 100 penduduk perempuan.
5. Median Umur
Untuk meringkas data statistik biasanya digunakan ukuran sentral rata-rata ataupun median. Distribusi umur penduduk umumnya jauh dari simetri (skew) dan sering pula berakhir dengan interval terbuka sehingga menyulitkan dalam perhitungan harga rata-rata. Secara umum, median adalah titik tengah data. Jika data diurutkan menurut besarnya maka sebelah bawah dan sebelah atas median tersebut masing-masing terdapat 50% data.
Data demografi umumnya dikelompokkan dalam selang umur 1 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun, sehingga diperlukan rumus agar memudahkan perhitungan mediannya.
6. Angka Perkawinan Umum
Data yang diperlukan untuk menghitung angka perkawinan umum adalah jumlahperkawinan 15 tahun keatas. Angka umum ini dapat dihitungdengan menggunakan rumus:
CDR = D x k Pm
Keterangan:
D : Jumlah kematian pada tahun tertentu
Pm : Jumlah penduduk pada pertengahan tahun (juni/juli) K : Konstanta (1000).
7. Penjelasan Indikator
Jumlah dan proporsi penduduk menurut JenisKelamin
Untuk menghitung jumlah penduduk dapat menggunakan rumus sebagai berikut;
Pt =Po + (B-D) + (Mi-Mo) Dimana :
Pt = jumlah penduduk pada tahunt
Po = jumlah penduduk pada tahundasar (0) B ( Birth)
= jumlah kelahiranselama periode 0-t D (Death)
= jumlah kematian selama periode 0-t Mi = jumlah migrasi masuk selama periode 0-t Mo = jumlah migrasi keluar selama periode 0-t
Data yang diperlukan untuk menghitung rasio jenis kelamin adalah jumlah penduduk laki-laki dan perempuan menurut kelompok umur lima tahunan pada suatu tahun tertentu
Rasio Jenis Kelamin dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
RJK = ∑L × K ∑P RJK = rasio jenis kelamin
∑L = jumlah penduduk laki-laki
∑P = jumlah penduduk perempuan
XK = konstanta = 100 penduduk perempuan
8. Rasio Ketergantungan
Data yang digunakan untuk menghitung rasio ketergantungan adalah jumlah penduduk usia 0 – 14 tahun, usia 65 tahun ke atas dan usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dihitung dengan rumus :
RK = P
0-14 +P
65+ x100P
15-64RKmuda = rasio ketergantungan jumlah penduduk usia muda dan tua RKtua = rasio ketergantungan penduduk usia muda RK total
= rasio ketergantungan penduduk usia tua P0-14 = jumlah penduduk usia muda (0-14tahun) P65+ = jumlah penduduk usia tua ( 65 tahunkeatas) P15-64 = jumlah penduduk usia produktif (15 +64tahun)
BAB II
GAMBARAN UMUM KOTA METRO
A. LETAK GEOGRAFIS DAERAH
Wilayah Kota Metro berada di bagian tengah Provinsi Lampung, yang secara geografis pada 506” – 508” Lintang Selatan dan 105017” – 105019” Bujur Timur.
Luas wilayah administrasi Kota Metro 68,74 km2 atau 0,19% dari luas Provinsi Lampung yang besarnya 3.528.835 km2. Batas-batas wilayah administrasi Kota Metro adalah sebagai berikut:
Sebelah Selatan, berbatasan dengan Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur.
Sebelah Barat, berbatasan dengan Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah.
Kedudukan Kota Metro di tengah-tengah Provinsi Lampung telah menjadi penghubung dari dan ke berbagai daerah di sekitarnya, baik melalui jalur jalan negara, jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota. Di samping itu, Kota Metro memiliki daya tarik bagi penduduk dari luar daerah, baik dari Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, maupun Lampung Selatan untuk melakukan berbagai aktifitas khususnya untuk memperoleh pelayanan pendidikan, kesehatan, perekonomian, serta jasa perkotaan lainnya.
Sebelah Utara, berbatasan dengan Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah dan Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur.
Sebelah Timur, berbatasan dengan Kecamatan Pekalongan dan Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur.
Gambar 1 Peta Wilayah Kota Metro
B. LUAS WILAYAH
Luas wilayah administrasi Kota Metro 68,74 km2. Terdiri dari 5 kecamatan dan 22 kelurahan, yang pembentukannya berdasarkan Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 25 Tahun 2000 tentang Pemekaran Kelurahan dan Kecamatan. Kecamatan yang wilayahnya paling luas adalah Kecamatan Metro Utara seluas 19,64 km2 atau 28,57% dari luas wilayah Kota Metro, sementara yang paling kecil adalah Kecamatan Metro Barat seluas 11,28 km2 atau 16,41% terhadap luas wilayah Kota Metro, dapat dilihat pada table 1.1 berikut ini:
Tabel 1. Luas Wilayah Administrasi Kota Metro No Kecamatan Kelurahan Luas Wilayah
(km2) % terhadap luas total
1 2 3 4 5
1. Metro Pusat Metro Imopuro
Hadimulyo Timur Hadimulyo Barat Yosomulyo
2,28 1,19 3,37 1,50 3,37
3,32 1,73 4,90 2,18 4,90
Sub total 11,71 17,04
2. Metro Utara 1. Banjarsari 2. Purwosari 3. Purwoasri 4. Karangrejo
5,75 2,55 3,62 7,72
8,36 3,71 5,27 11,23
Sub total 19,64 28,57
3. Metro Selatan 1. Rejomulyo 2. Margorejo 3. Margodadi 4. Sumbersari
Bantul
4,75 2,46 2,87 4,25
6,91 3,58 4,18 6,18
Sub total 14,33 20,85
4. Metro Timur 1. Iring Mulyo 2. Yosodadi 3. Yosorejo 4. Tejosari 5. Tejo Agung
1,89 3,36 1,22 3,76 1,55
3,22 4,89 1,77 5,47 2,25
Sub total 11,78 17,14
5. Metro Barat 1. Mulyojati 2. Mulyosari 3. Ganjar Agung 4. Ganjarsari
2,95 3,03 2,88 2,42
4,29 4,41 4,19 3,52
Sub total 11,28 16,41
Luas total wilayah Kota Metro 68,74 100,00 Sumber: Bagian Pemerintahan Setda Kota Metro
C. Kondisi Iklim
Kota Metro beriklim tropis, seperti iklim di wilayah Provinsi Lampung pada umumnya. Secara terperinci kondisi iklim di Kota Metro adalah sebagai berikut:
1. Arus angin
Kota Metro terletak di garis khatulistiwa pada posisi 50 Lintang Selatan yang beriklim Humid Tropis, dengan arah angin laut yang bertiup dari Samudra Indonesia. Pada Bulan November sampai Maret angin bertiup dari arah Barat ke Barat Laut. Pada Bulan Juli sampai Agustus angin bertiup dari arah Timur dan Tenggara. Kecepatan angin rata-rata 5,83 km/jam.
2. Temperatur dan kelembaban udara
Kota Metro berada pada ketinggian antara 30-62 meter dari permukaan laut, temperatur udara rata-rata berkisar 260C-280C, dengan suhu udara rata-rata siang hari 280C. Temperatur maksimum yang sangat jarang dialami adalah 330C dan temperatur minimum 220C. Kelembaban udara rata-rata berkisar antara 80%- 88% dan akan semakin tinggi pada tempat yang lebih tinggi.
3. Curah hujan
Jumlah curah hujan Kota Metro pada tahun 2013 adalah 1816 mm, dengan curah hujan tertinggi pada bulan Desember sebesar 306 mm dan terendah pada Bulan Agustus yaitu sebesar 3 mm. Bulan kering terjadi pada Bulan Agustus sampai dengan Nopember dan bulan basah terjadi pada Bulan Desember sampai dengan Juli.
D. KONDISI HIDROLOGI
Wilayah Kota Metro dibatasi aliran sungai Way Sekampung pada bagian Selatan dan Way Raman di sebelah Utara. Selain itu dalam wilayah Kota Metro mengalir sungai Way Batanghari dan Way Bunut. Pada musim kemarau debit air Way Batanghari mencapai 9-10 m3/detik dan pada musim hujan mencapai 500 m3/detik, sedangkan debit Way Bunut pada musim kemarau mencapai 5-6 m3/detik dan pada musim hujan mencapai 100-200 m3/detik.
Wilayah yang dialiri kedua sungai tersebut tersebar merata di seluruh wilayah Kota Metro dengan aliran ke arah Timur. Keberadaan sungai di Kota Metro sangat menunjang pengembangan sektor pertanian, khususnya subsektor pertanian tanaman pangan.
E. KONDISI TOPOGRAFI
Ketinggian wilayah Kota Metro berkisar antara 25 meter sampai 75 meter dari permukaan laut, yang sebagian besar wilayahnya datar dengan kemiringan antara 0- 5%. Hanya sedikit wilayah yang berombak sampai bergelombang, yaitu di bagian Utara dan Selatan kota dengan kemiringan antara 6-15%.
F. KONDISI GEOLOGI
Pada dataran di daerah sungai terdapat endapan permukaan alluvium (campuran liat galuh dan pasir) dengan tanah latosol dan pedsolik.
G. VISI DAN MISI KOTA METRO
Visi Kota Metro:
“Terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera, dan Berbudaya”
Misi Kota Metro :
Dalam rangka mencapai Visi “Terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera, dan Berbudaya”, maka ditetapkan 5 (lima) misi pembangunan tahun 2021-2026, yaitu sebagai berikut :
1. Misi 1 :Mewujudkankualitas pendidikan dan kebudayaanyang berdaya saing di tingkat nasional dan global dengan menjunjung tinggi nilai keagamaan.
2. Misi 2 :Mewujudkanmasyarakat sehat jasmani, rohani, dan sehat secara sosial.
3. Misi 3 : Meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur fisik secara efektif, efisien, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan.
4. Misi 4 :Meningkatkan masyarakat produktif, berdaya saing dalam bidang teknologi, inovasi dan ekonomi kreatif.
5. Misi 5 : Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik (Good Governance), Terhormat, dan Bermartabat.
H. Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Metro
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Metro Nomor : 24 tahun 2016 tentang Pembentuan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Metro, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Metro masuk kategori tipe B yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Perangkat Daerah adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab kepada Walikota dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang tediri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Staf Ahli Walikota, Dinas Daerah, Organisasi Perangkat Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Lembaga Lain, Kecamatan dan Kelurahan sesuai dengan Kebutuhan Daerah.
BAB III SUMBER DATA
A. REGISTRASI
Salah satu sumber data yang digunakan untuk menyusun profil kependudukan ini adalah melalui pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil yang dilakukan setiap hari Selama tahun 2020 dengan menggunakan program aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Data yang bersumber dari registrasi pelayanan administasi kependudukan yaitu pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil kemudian di proses dan diolah melalui sistem sehingga menghasilkan data statistik kependudukan, data tersebut dapat disajikan atau dipublikasikan secara resmi setelah dilakukan konsolidasi secara nasional di Kementerian Dalam Negeri guna mendapatkan data yang bersih, akurat, terkini dan faktual. Data tersebut kita kenal sebagai Data Konsolidasi Bersih (DKB).
Registrasi data pelayanan pendaftaran penduduk meliputi pelayanan penerbitan Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, Surat Keterangan Pindah Datang, dan pelayanan Pencatatan Sipil yang meliputi Pelayanan Pencatatan Kelahiran, Kematian, Perkawinan dan Perceraian Non Muslim, Pengesahan dan Pengakuan Anak, sedang data registrasi pelayanan perkawinan yang beragama islam diperoleh dari Kantor Kemetrian Agama Kota Metro dan Registrasi data perceraian penduduk yang beragama islam diperoleh dari Pengadilan Agama Kota Metro.
B. NON REGISTRASI
Profil kependudukan menggunakan data non registrasi yaitu data yang diperoleh dari data olahan dari database kependudukan yang terdapat dalam SIAK dan juga data yang di peroleh dari hasil wawancara dan laporan lainnya. Data tersebut akan menjadi data pelengkap dalam mengelolah data kependudukan secara komprehensif sehingga dapat menghasilkan statistik kependudukan sesuai kebutuhan pengguna data
C. DATA LINTAS SEKTOR
Selain data registrasi dan non registrasi yang digunakan dalam menyusun Profil Kependudukan ini, juga digunakan data pendukung dari instasi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja Dan Trasmigrasi, dan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan.
BAB IV
PERKEMBANGAN PENDUDUK
A. KUANTITAS PENDUDUK 1) Jumlah dan Persebaran Penduduk a. Jumlah Penduduk
Kota Metro memiliki Luas wilayah 68,74 km2 atau 6.874 ha, dengan jumlah penduduk 171.802 jiwa, terdiri dari laki-laki 86.538 jiwa dan perempuan 85.264 jiwa,
Penduduk ini tersebar dalam 5 wilayah kecamatan dan 22 kelurahan. Untuk jelasnya jumlah penduduk setiap kecamatan dan kelurahan dapat dilihat pada table berikut ini:
Tabel 2. Jumlah Penduduk Kota Metro
No KELURAHAN LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH
N % n % N %
KECAMATAN METRO PUSAT
1 1001-METRO 7,262 50.06 7,245 49.94 14,507 8.44
2 1002-HADIMULYO TIMUR 5,214 50.89 5,031 49.11 10,245 5.96
3 1003-IMOPURO 3,251 49.9 3,264 50.10 6,515 3.79
4 1004-HADIMULYO BARAT 6,611 50.11 6,581 49.89 13,192 7.68
5 1005-YOSOMULYO 5,028 50.75 4,879 49.25 9,907 5.77
JUMLAH I 27,366 50.34 27,000 49.66 54,366 31.64 KECAMATAN METRO UTARA
6 1001-BANJAR SARI 6,007 50.47 5,895 49.53 11,902 6.93
7 1002-PURWOSARI 3,063 51.42 2,894 48.58 5,957 3.47
8 1003-KARANG REJO 4,949 51.03 4,750 48.97 9,699 5.65
9 1004-PURWOASRI 2,162 50.57 2,113 49.43 4,275 2.49
JUMLAH II 16,181 50.87 15,652 49.13 31,833 18.53 KECAMATAN METRO BARAT
10 1001-MULYOJATI 4,040 50.24 4,002 49.76 8,042 4.68 11 1002-GANJAR AGUNG 3,563 50.31 3,519 49.69 7,082 4.12 12 1003-MULYOSARI 1,730 50.33 1,707 49.67 3,437 2.00 13 1004-GANJAR ASRI 4,871 50.33 4,808 49.67 9,679 5.63 JUMLAH III 14,204 50.30 14,036 49.7 28,240 16.44
KECAMATAN METRO TIMUR
14 1001-YOSODADI 4,737 50.92 4,566 49.08 9,303 5.41
15 1002-TEJO SARI 1,787 50.20 1,773 49.80 3,560 2.07 16 1003-IRING MULYO 6,605 50.11 6,576 49.89 13,181 7.67
17 1004-YOSOREJO 3,437 48.08 3,711 51.92 7,148 4.16
18 1005-TEJO AGUNG 3,304 50.25 3,271 49.75 6,575 3.83 JUMLAH IV 19,870 49.97 19,897 50.03 39,767 23.15
KECAMATAN METRO SELATAN
19 1001-REJOMULYO 2,794 51.17 2,666 48.83 5,460 3.18 20 1002-MARGOREJO 2,802 50.86 2,707 49.14 5,509 3.21 21 1003-SUMBERSARI BANTUL 1,804 50.93 1,738 49.07 3,542 2.06 22 1004-MARGODADI 1,517 49.17 1,568 50.83 3,085 1.80 JUMLAH V 8,917 50.68 8,679 49.32 17,596 10.24
TOTAL 86,538 50.37 85,264 49.63 171,802 100 Sumber :Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester 2 Tahun 2020 KEMENDAGRI
Dari table diatas menunjukkan bahwa jumlah penduduk terbesar di kecamatan Metro Pusat yaitu 54.366 jiwa sedangkan Kecamatan Metro Selatan memiliki jumlah penduduk terkecil yaitu 17.596 jiwa, hal ini memberikan gambaran bahwa penyebaran penduduk di setiap Kecamatan Kota Metro belum merata.
b. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk adalah perbandingan dari jumlah penduduk dibagi dengan luas wilayahnya, contohnya : setiap 1 km2 wilayah dihuni 120 penduduk jika melebihi batas tersebut menyebabkan terjadinya ledakan penduduk.
Ledakan penduduk merupakan peningkatan jumlah penduduk yang terjadi begitu cepat dan secara tiba-tiba satu wilayah. Kepadatan penduduk di Kota Metro dapat diketahui dengan membandingkan 171.802 jiwa di bagi dengan luas wilayah 68.74 km2.
Tabel 3. Kepadatan Penduduk
No KELURAHAN LUAS WILAYAH
(KM2)
JUMLAH
PENDUDUK KEPADATAN KECAMATAN METRO PUSAT
1 1001-METRO 2,28 14.507 6.363
2 1002-HADIMULYO TIMUR 3,37 10.245 3.040
3 1003-IMOPURO 1,19 6.515 5.475
4 1004-HADIMULYO BARAT 1,5 13.192 8.795
5 1005-YOSOMULYO 3,37 9.907 2.940
JUMLAH I 11,71 54.366 4.643
KECAMATAN METRO UTARA
6 1001-BANJAR SARI 5,75 11.902 2.070
7 1002-PURWOSARI 2,55 5.957 2.336
8 1003-KARANG REJO 7,72 9.699 1.256
9 1004-PURWOASRI 3,62 4.275 1.181
JUMLAH II 19,64 31.833 1.621
KECAMATAN METRO BARAT
10 1001-MULYOJATI 2,95 8.042 2.726
11 1002-GANJAR AGUNG 2,88 7.082 2.459
12 1003-MULYOSARI 3,03 3.437 1.134
13 1004-GANJAR ASRI 2,42 9.679 4.000
JUMLAH III 11,28 28.240 2.504
KECAMATAN METRO TIMUR
14 1001-YOSODADI 3,36 9.303 2.769
15 1002-TEJO SARI 3,76 3.560 947
16 1003-IRING MULYO 1,89 13.181 6.974
17 1004-YOSOREJO 1,22 7.148 5.859
18 1005-TEJO AGUNG 1,55 6.575 4.242
JUMLAH IV 11,78 39.767 3.376
KECAMATAN METRO SELATAN
19 1001-REJOMULYO 4,75 5.460 1.149
20 1002-MARGOREJO 2,46 5.509 2.239
21 1003-SUMBERSARI
BANTUL 4,25 3.542 833
22 1004-MARGODADI 2,87 3.085 1.075
JUMLAH V 14,33 17.596 1.228
TOTAL 68,74 171.802 2.499
Sumber :Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester 2 Tahun 2020 KEMENDAGRI
c. Laju Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk merupakan angka yang menggambarkan penambahan penduduk yang dipengaruhi oleh pertumbuhan alamiah maupun migrasi penduduk.
Angka pertumbuhan penduduk dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah dan struktur penduduk beberapa tahun ke depan. Angka pertambahan penduduk Kota Metro tahun 2019 – 2020 dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4. Laju Pertumbuhan Penduduk
No Kecamatan
Jumlah Penduduk Sekarang
Jumlah Penduduk Thn Sebelumnya
Angka Pertumbuhan Penduduk (%)
n % n % N
1 METRO PUSAT 54.366 31,64 54.091 31,66 0,51 2 METRO UTARA 31.833 18,53 31.536 18,46 0,94 3 METRO BARAT 28.240 16,44 28,196 16,50 0,16 4 METRO TIMUR 39.767 23,15 39,370 23,04 1,01 5 METRO SELATAN 17.596 10,24 17.569 10,34 -0,36
TOTAL 171.802 100,00 170,852 100,00 0,56 Sumber :Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester 2 Tahun 2020 KEMENDAGRI
2) Penduduk Menurut Karakteristik Demografi
a. Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin.
Karakteristik penduduk menurut umur dan jenis kelamin berguna dalam membantu menyusun perencanaan pemenuhan kebutuhan dasar bagi penduduk sesuai dengan kebutuhan kelompok umur masing-masing, baik kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan lain sebagainya.Setiap kelompok umur memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, misalnya kelompok bayi dan balita, mereka lebih membutuhkan asupan gizi yang baik dan perawatan kesehatan. Bagi penduduk perempuan remaja misalnya, mempunyai kebutuhan untuk meningkatkan status kesehatan agar ketika memasuki usia perkawinan tidak terkenai anemia sedangkan, kelompok penduduk usia lanjut juga membutuhkan
pelayanan berkaitan dengan kesehatan dan lain-lain. Untuk jelasnya proporsi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin di Kota Metro dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 5.Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin.
NO Kelompok
Umur Laki - Laki Perempuan JUMLAH
n % n % n %
1 0 - 4 4867 5.62 4527 5.31 9,394 5.47
2 5 - 9 7455 8.61 7026 8.24 14,481 8.43
3 10 - 14 7590 8.77 7139 8.37 14,729 8.57
4 15 - 19 7043 8.14 6632 7.78 13,675 7.96
5 20 - 24 7033 8.13 6817 8.00 13,850 8.06
6 25 - 29 6857 7.92 7140 8.37 13,997 8.15
7 30 - 34 6488 7.50 6610 7.75 13,098 7.62
8 35 - 39 6752 7.80 6742 7.91 13,494 7.85
9 40 - 44 6732 7.78 6721 7.88 13,453 7.83
10 45 - 49 6521 7.54 6502 7.63 13,023 7.58
11 50 - 54 5587 6.46 5431 6.37 11,018 6.41
12 55 - 59 4368 5.05 4545 5.33 8,913 5.19
13 60 - 64 3745 4.33 3567 4.18 7,312 4.26
14 65 - 69 2496 2.88 2409 2.83 4,905 2.86
15 70 - 74 1435 1.66 1399 1.64 2,834 1.65
16 >=75 1569 1.81 2057 2.41 3,626 2.11
86,538 100 85,264 100 171,802 100
Sumber :Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester 2 Tahun 2020 KEMENDAGRI
Penduduk Kota Metro sebagian besar merupakan penduduk usia produktif yaitu pada kelompok umur antara 15-64 tahun (70,91%). Demikian pula dengan
komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin, nampak bahwa penduduk laki- laki yang terbesar berada pada kelompok umur 0-14 tahun (23%), sedangkan penduduk perempuan berada pada kelompok umur 0-14 tahun (21,92%). Kondisi ini sangat menguntungkan karena sebagian besar (diatas 50%) merupakan penduduk usia kerja (usia produktif), dan sisanya sebanyak 22,47persen merupakan penduduk usia muda (berusia dibawah 15 tahun) dan 6,62 persen merupakan penduduk lanjut usia (65 tahun ke atas).
Penduduk berusia kurang dari 15 tahun termasuk besar yaitu seperempat penduduk Kota Metro (22.47%). Hal ini harus menjadi perhatian karena 5 tahun mendatang kelompok ini akan menjadi entry tenaga kerja baru, yang memerlukan skill dan kualitas. Sumber daya manusia yang memadai baik keterampilan maupun etos kerja dan kepribadian akan memberikan pengaruh posisif terhadap kualitas hidup penduduk. Untuk memperoleh hal tersebut, diperlukan asupan gizi yang cukup, pendidikan yang memadai serta lingkungan pergaulan yang cukup, baik di rumah maupun di masyarakat.Sehingga ketika mereka memasuki pasar kerja, mampu memperoleh peluang kerja yang tersedia. Disisi yang lain pemerintah Kota Metro harus mampu pula menciptakan pasar kerja yang dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.
Jika dicermati lebih lanjut, ternyata 5,47 persen penduduk Kota Metro merupakan balita. Kondisi ini menuntut perhatian Pemerintah Kota Metro dalam penanganan penduduk balita terutama dari segi kesehatan dan investasi bidang pendidikan.
Penduduk lansia (65 tahun ke atas), menunjukkan proporsi yang masih kecil yaitu 6,62 persen. Namun dimasa depan proporsi penduduk lanjut usia akan terus merambat naik, karena pergeseran umur penduduk serta usia harapan hidup yang semakin meningkat. Pertambahan jumlah penduduk lanjut usia ini harus mulai.
diantisipasi dari sekarang, karena kelompok ini akan terus membesar di masa depan, sehingga diperlukan kebijakan seperti ketenagakerjaan, kesehatan, pelayanan lansia serta kebutuhan sosial dasar lainnya
1) Rasio Jenis Kelamin
Rasio Jenis Kelamin (RJK) adalah suatu angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya jumlah penduduk laki-laki dan banyaknya jumlah penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu.Biasanya dinyatakan dalam banyaknya jumlah
penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan.Data rasio jenis kelamin ini berguna untuk pengembangan perencanaan pembangunan yang berwawasan gender, terutama yang berkaitan dengan perimbangan pembangunan laki-laki dan perempuan secara adil. Selain itu, informasi rasio jenis kelamin juga penting diketahui oleh para politisi, terutama untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dalam parlemen. Untuk jelasnya rasio jenis kelamin per kecamatan di Kota Metro dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel. 6 Rasio Jenis KelaminPer Kelompok Umur
NO Kelompok
Umur Laki - Laki Perempuan JUMLAH Rasio Jenis Kelamin
1 0 - 4 4,867 4,527 9,394 108
2 5 - 9 7,455 7,026 14,481 106
3 10 - 14 7,590 7,139 14,729 106
4 15 - 19 7,043 6,632 13,675 106
5 20 - 24 7,033 6,817 13,850 103
6 25 - 29 6,857 7,140 13,997 96
7 30 - 34 6,488 6,610 13,098 98
8 35 - 39 6,752 6,742 13,494 100
9 40 - 44 6,732 6,721 13,453 100
10 45 - 49 6,521 6,502 13,023 100
11 50 - 54 5,587 5,431 11,018 103
12 55 - 59 4,368 4,545 8,913 96
13 60 - 64 3,745 3,567 7,312 105
14 65 - 69 2,496 2,409 4,905 104
15 70 - 74 1,435 1,399 2,834 103
16 >=75 1,569 2,057 3,626 76
86,538 85,264 171,802 101
Sumber :Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester 2 Tahun 2020 KEMENDAGRI
Memperhatikan table diatas, memberi gambaran bahwa rasio jenis kelamin (sex ratio) menunjukan jumlah penduduk laki-laki (86.538 jiwa) di Kota Metro lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan (85,264 jiwa).
Tabel. 7 Rasio Jenis Kelamin Per Kelurahan
No KELURAHAN Laki-Laki Perempuan JUMLAH
Rasio Jenis Kelamin
Keterangan KECAMATAN METRO PUSAT
1 1001-METRO 7,262 7,245 14,507 100 Dlm 100 Pr ada 100 Lk 2 1002-HADIMULYO TIMUR 5,214 5,031 10,245 104 Dlm 100 Pr ada 104 Lk 3 1003-IMOPURO 3,251 3,264 6,515 100 Dlm 100 Pr ada 100 Lk 4 1004-HADIMULYO BARAT 6,611 6,581 13,192 100 Dlm 100 Pr ada 100 Lk 5 1005-YOSOMULYO 5,028 4,879 9,907 103 Dlm 100 Pr ada 103 Lk JUMLAH I 27,366 27,000 54,366 101 Dlm 100 Pr ada 103 Lk
KECAMATAN METRO UTARA
6 1001-BANJAR SARI 6,007 5,895 11,902 102 Dlm 100 Pr ada 102 Lk 7 1002-PURWOSARI 3,063 2,894 5,957 106 Dlm 100 Pr ada 106 Lk 8 1003-KARANG REJO 4,949 4,750 9,699 104 Dlm 100 Pr ada 104 Lk 9 1004-PURWOASRI 2,162 2,113 4,275 102 Dlm 100 Pr ada 102 Lk JUMLAH II 16,181 15,652 31,833 103 Dlm 100 Pr ada 103 Lk
KECAMATAN METRO BARAT
10 1001-MULYOJATI 4,040 4,002 8,042 101 Dlm 100 Pr ada 101 Lk 11 1002-GANJAR AGUNG 3,563 3,519 7,082 101 Dlm 100 Pr ada 101 Lk 12 1003-MULYOSARI 1,730 1,707 3,437 101 Dlm 100 Pr ada 101 Lk 13 1004-GANJAR ASRI 4,871 4,808 9,679 101 Dlm 100 Pr ada 101 Lk JUMLAH III 14,204 14,036 28,240 101 Dlm 100 Pr ada 101 Lk
KECAMATAN METRO TIMUR
14 1001-YOSODADI 4,737 4,566 9,303 104 Dlm 100 Pr ada 104 Lk 15 1002-TEJO SARI 1,787 1,773 3,560 101 Dlm 100 Pr ada 101 Lk 16 1003-IRING MULYO 6,605 6,576 13,181 100 Dlm 100 Pr ada 100 Lk 17 1004-YOSOREJO 3,437 3,711 7,148 93 Dlm 100 Pr ada 93 Lk 18 1005-TEJO AGUNG 3,304 3,271 6,575 101 Dlm 100 Pr ada 101 Lk
JUMLAH IV 19,870 19,897 39,767 100 Dlm 100 Pr ada 100 Lk KECAMATAN METRO SELATAN
19 1001-REJOMULYO 2,794 2,666 5,460 105 Dlm 100 Pr ada 105 Lk 20 1002-MARGOREJO 2,802 2,707 5,509 104 Dlm 100 Pr ada 104 Lk 21 1003-SUMBERSARI
BANTUL 1,804 1,738 3,542 104 Dlm 100 Pr ada 104 Lk 22 1004-MARGODADI 1,517 1,568 3,085 97 Dlm 100 Pr ada 97 Lk
JUMLAH V 8,917 8,679 17,596 102 Dlm 100 Pr ada 102 Lk TOTAL 86,538 85,264 171,802 102 Dlm 100 Pr ada 102 Lk
Sumber :Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester 2 Tahun 2020 KEMENDAGRI
2) Umur Median
Umur median adalah umur yang membagi penduduk menjadi dua bagian dengan jumlah yang sama, bagian yang pertama lebih muda dan bagian yang kedua lebih tua daripada umur median. Umur median digunakan untuk menunjukkan klasifikasi struktur penduduk apakah termasuk “muda” atau “tua”.
Median umur “penduduk muda” adalah lebih kecil sama dengan 20 tahun, dan untuk median umur “penduduk tua” lebih besar sama dengan 30 tahun, sedangkan untuk median umur penduduk antara 20-30 tahun dikategorikan sebagai median umur “penduduk intermediate”.
Selanjutnya untuk mengetahui umur median penduduk Kota Metro dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel.8 Umur Median
NO Kelompok
Umur JUMLAH N/2 Jumlah Umur
0-4 s.d 20-24 0-4 s.d 15-19
1 0 - 4 9.394
85.901 66.129 52.279
2 5 - 9 14.481
3 10 - 14 14.729
Jadi pada selang 20-24 tahun jumlah penduduk:
4 15 - 19 13.675
5 20 - 24 13.850 66.129 > N/2
6 25 - 29 13.997
b
md = 20 -0,5 = 19.057 30 - 34 13.098
∑
fx = 52.2798 35 - 39 13.494 fmd = 13.850
9 40 - 44 13.453 i = 5
10 45 - 49 13.023
11 50 - 54 11.018 Md = 32
12 55 - 59 8.913
13 60 - 64 7.312
14 65 - 69 4.905 Md < 20
15 70 - 74 2.834 Jadi Penduduk disebut TUA
16 >=75 4.626
N 171.802
Sumber :Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester 2 Tahun 2020 KEMENDAGRI
3) Rasio Ketergantungan
Rasio Ketergantungan/Dependency Ratio (DR) digunakan untuk melihat hubungan antara perubahan struktur umur penduduk dengan ekonomi secara kasar.
Rasio ini melihat seberapa besar beban tanggungan yang harus dipikul oleh penduduk produktif terhadap penduduk yang tidak produktif.Penduduk produktif secara ekonomi adalah mereka yang berada pada umur 15-64 tahun, yang dianggap memiliki potensi ekonomi. Semakin rendah Dependency Ratio, maka semakin rendah pula beban kelompok umur produktif untuk menanggung penduduk usia tidak produktif atau belum produktif. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel.9 Rasio Ketergantungan
No Kelompok Umur Laki-laki Perempuan Jumlah
n % n % n %
1 0-14 19.912 23 18.692 22 38.604 22,47%
2 15-64 61.126 70 60.707 71 121.833 70,91%
3 >64 5.500 7 5.865 7 11.365 6,62%
Jumlah 84,115 99% 82,624 99% 171,802 100,00%
Sumber :Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester 2 Tahun 2020 KEMENDAGRI
Tabel diatas memberikan gambaran bahwa 119,462 jiwa (70,68%) penduduk Kota Metro merupakan penduduk Usia produktif (usia kerja) yang berpotensi sebagai modal pembangunan, sedangkan penduduk yang berpotensi sebagi beban yaitu penduduk yang belum produktif yaitu penduduk yang berumur 0-14 tahun sebesar 38,604 jiwa (22,47%) dan penduduk yang dianggap kurang produktif atau tidak produktif lagi usia 65 tahun ke atas sebesar 11,365 jiwa (6,62 persen).
b. Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Status Kawin
Informasi tentang struktur perkawinan penduduk pada waktu tertentu berguna bagi para penentu kebijakan dan pelaksana program kependudukan, terutama pada hal pembangunan keluarga, kelahiran dan upaya-upaya peningkatan kualitas keluarga. Dari informasi penduduk berstatus kawin,
Umur Perkawinan Pertama, lama kawin akan berguna untuk mengestimasi angka kelahiran yang akan terjadi.
Selanjutnya jumlah penduduk menurut status perkawinan dan jenis kelamin dapat diketahui pada table berikut ini :
Tabel.10 Jumlah Dan Proporsi Penduduk Menurut Status Kawin No Status
Perkawinan Laki-Laki Perempuan JUMLAH
N % n % n %
1 Belum Kawin 42.529 49,14 35.864 42,06 78.393 45,63 2 Kawin 41.933 48,46 42.493 49,84 84.426 49,14 3 Cerai Hidup 976 1,13 1.549 1,82 2.525 1,47 4 Cerai Mati 1.100 1,27 5.358 6,28 6.458 3,76 JUMLAH 86,538 100,00 85,264 100,00 171,802 100,00 Sumber :Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester 2 Tahun 2020 KEMENDAGRI
Tabel tersebut diatas menunjukan bahwa penduduk Kota Metro didominasi oleh penduduk berstatus kawin yakni 49,14persen dan penduduk yang berstatus belumkawin yakni 45,63 persen, sedangkan proporsi pendudukdengan status cerai hidup dan cerai mati lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Hal ini disebabkan laki-laki yang berceraibaik karena perceraian maupun karena ditinggal meninggal istri lebih cepat melakukan perkawinan kembali dibandingkan perempuan.Perempuan lebih banyak pertimbangan untuk menikah kembali terutama apabila perempuan tersebut sudah mandiri secara ekonomi.
Menarik untuk diperhatikan pada status cerai hidup, bahwa proporsi penduduk berstatus cerai hidup lebih besar daripada laki-laki. Kemandirian secara ekonomi serta peningkatan kesadaran tentang hak-hak perempuan dalam berumah tangga, seringkali menjadi penyebab keberanian perempuan menggungat cerai.
1) Angka Perkawinan Menurut Kelompok Umur
Jumlah penduduk dapat dikelompokkan dalam berbagai kelompok sesuai kebutuhan yang dapat digunakan dalam pengambilan kebijakan dan perencanaan pembangunan seperti halnya dengan pengelompokkan penduduk berdasarkan komposisi umur dan jenis kelamin. Selanjutnya untuk mengetahui jumlah penduduk menurut umur dan status perkawinan di Kota Metro dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel. 11 Angka Perkawinan Menurut Kelompok Umur
NO Kelompok Umur Belum Kawin Kawin Cerai Hidup Cerai Mati
n % n % n % n %
1 0 – 4 9,394 11.98 0 0.00 0 0.00 0 0.00
2 5 – 9 14,481 18.47 0 0.00 0 0.00 0 0.00
3 10 – 14 14,729 18.79 0 0.00 0 0.00 0 0.00
4 15 – 19 13,650 17.41 24 0.03 1 0.04 0 0.00 5 20 – 24 12,531 15.98 1,293 1.53 24 0.95 2 0.03 6 25 – 29 7,051 8.99 6,790 8.04 143 5.66 13 0.20 7 30 – 34 2,568 3.28 10,212 12.10 276 10.93 42 0.65 8 35 – 39 1,406 1.79 11,614 13.76 384 15.21 90 1.39 9 40 – 44 976 1.25 11,849 14.03 444 17.58 184 2.85 10 45 – 49 653 0.83 11,574 13.71 431 17.07 365 5.65 11 50 – 54 428 0.55 9,755 11.55 301 11.92 534 8.27 12 55 – 59 240 0.31 7,702 9.12 224 8.87 747 11.57 13 60 – 64 142 0.18 6,034 7.15 145 5.74 991 15.35 14 65 – 69 64 0.08 3,735 4.42 76 3.01 1030 15.95 15 70 – 74 26 0.03 1,932 2.29 35 1.39 841 13.02 16 >=75 54 0.07 1,912 2.26 41 1.62 1,619 25.07 JUMLAH 78,393 100 84,426 100 2,525 100 6,458 100
Sumber :Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester 2 Tahun 2020 KEMENDAGRI
Tabel tersebut diatas menggambarkan bahwa penduduk Kota Metro yang berumur antara 0-14 tahun merupakan jumlah terbesar yang berstatus belum kawin, namun pada kelompok umur tersebut tidak terdapat orang yang berstatus kawin yang artinya bahwa tidak terdapat penduduk yang melakukan perkawinan dibawah batas usia perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Sedangkan penduduk pada kelompok umur 40-44 tahun merupakan penduduk terbesar yang berstatus kawin, namun pada kelompok umur ini juga rentan dengan perceraian, hal ini terbukti bahwa pada kelompok umur tersebut terdapat 444 orang pasangan yang berakhir perkawinannya dengan cerai hidup melalui pengadilan agama.
Selanjutnya pada tabel diatas dapat diketahui pula bahwa penduduk pada kelompok umur >=75 keatas merupakan kelompok umur yang paling tinggi berstatus cerai mati yang disebabkan karena salah satu pasangan ada yang meninggal. artinya pada kelompok umur ini banyak pasangan suami isteri yang meninggal, namun hal ini sangatlah wajar karena faktor usia.
2) Rata-rata Umur Kawin Pertama
Umur perkawinan pertama misalnya berkaitan dengan lamanya seseorang perempuan beresiko untuk hamil dan melahirkan.Perkawinan umur dini juga akan