• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas yang dimaksud adalah pemilihan dan perumusan masalah. Persoalan penelitian berhubungan dengan variabel-variabel penelitian. Variabel dalam tindakan kelas berupa variabel input, variabel proses, dan variabel output. Variabel inputnya hasil belajar yang rendah, variabel prosesnya penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor struktur pada mata pelajaran matematika, dan variabel outputnya adalah hasil belajar siswa meningkat.

3.2.1 Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di kelas VI SDN Jatisari 02, Kecamatan Subah Kabupaten Batang. Adapun dipilihnya kelas tersebut sebagai tempat penelitian karena :

1) Peneliti adalah guru kelas VI SDN Jatisari 02 Kecamatan Subah Kabupaten Batang sehingga memudahkan proses penelitian.

2) Ada kesesuaian antara media yang dipakai guru dengan perkembangan usia, fisik, mental siswa kelas VI SDN Jatisari 02 Kecamatan Subah Kabupaten Batang.

3.1.2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2013 sampai bulan Agustus 2013. Dan dilaksanakan dalam dua siklus dengan jadwal sebagai berikut:

1) Pra siklus, dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Juli 2013 pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.00.

2) Siklus I pertemuan 1, dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Agustus 2013 pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.00.

3) Siklus I pertemuan 2, dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Agustus 2013 pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.00.

4) Siklus II pertemuan 1, dilaksanakan pada hari Senin, 26 Agustus 2013 pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.00.

5) Siklus II pertemuan 2, dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Agustus 2013 pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.00.

27

(2)

Adapun jadwal penelitian secara lebih terperinci adalah sebagai beikut :

No Kegiatan Juni Juli Agustus September

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Pra penelitian x

2 Penyusunan Proposal x x

3 Pengambilan Data Siklus I

x

4 Analisa data x

5 Pengambilan Data Siklus II

x

6 Analisa Data x

7 Pengolahan Data x x

8 Penyusunan Laporan x x

9 Penyelesaian Laporan x

3.1.3. Karakteristik Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Jatisari 02, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang sejumlah 13 siswa yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Hasil tes akhir pelajaran mata pelajaran matematika menunjukkan bahwa 9 siswa atau 69% siswa belum tuntas belajar atau belum mencapai KKM yang ditetapkan.

Rata-rata nilai kelas mencapai 58. Nilai tertinggi 75 dan nilai terendah adalah 40.

Sebagian besar siswa adalah anak petani dan buruh. Karena kondisi orang tua yang memiliki pendidikan yang kurang maka mereka tidak mendapat perhatian yang cukup. Orang tua kurang memiliki pengetahuan yang cukup untuk membantu putra- putrinya ketika belajar di rumah. Selain itu mereka beranggapan bahwa pendidikan bagi putra-putrinya merupakan tanggung jawab sekolah. Mereka menyerahkan sepenuhnya pendidikan kepada guru. Pada pembelajaran matematika siswa tidak memiliki minat yang baik, kurang memperhatikan proses pembelajaran di kelas dan mereka bahkan cenderung takut terhadap pembelajaran matematika. Akibatnya hasil belajar untuk mata pelajaran matematika mereka kurang baik atau masih rendah.

(3)

3.2. Variabel yang Akan Diteliti

Menurut Suharsimi Arikunto (2010:161) menjelaskan bahwa variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Variabel penelitian ini meliputi variabel bebas dan variabel terikat.

3.2.1. Variabel bebas yang dilambangkan dengan huruf X merupakan variabel yang mempengaruhi yaitu model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor struktur.

Pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok serta didalamnya menekankan adanya kerjasama. Gagasan utama dari pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor struktur adalah untuk memotivasi siswa supaya dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai kemampuan yang diajarkan oleh guru.

3.2.2. Variabel terikat yang dilambangkan dengan huruf Y yaitu variabel yang dipengaruhi yaitu hasil belajar matematika. Hasil belajar matematika ini diartikan suatu simbol keberhasilan siswa dalam menyelesaikan mata pelajaran matematika yang dinyatakan dalam nilai atau skor. Pengukuran variabel ini dilakukan dengan tes akhir pelajaran.

3.3. Rencana Tindakan

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas.

Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan guru di kelasnya (sekolah) tempat ia mengajar dengan penekanan dan penyempurnaan atau peningkatan proses pembelajaran. Guru berperan sebagai peneliti yang terlibat langsung sejak perencanaan sampai dengan penyusunan laporan. Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua siklus dimana masing-masing siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi.

3.3.1. Perencanaan

Dalam tahap perencanaan, peneliti membuat perencanaan sebagai berikut:

1) Menelaah materi pembelajaran dan indikator-indikatornya.

2) Menyusun RPP sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.

(4)

3) Menyiapkan alat peraga

4) Menyiapkan lembar observasi yang akan digunakan dalam peneltian.

5) Menyiapkan alat evaluasi 3.3.2. Pelaksanaan Tindakan

Penelitian dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang dibuat sebelumnya yaitu:

1) Melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor struktur.

2) Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam dua siklus. Siklus I dilaksanakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor struktur, siklus II untuk memperbaiki siklus pertama yang belum baik.

3.3.3. Observasi

Kegiatan observasi:

1) Dilaksanakan secara kolaboratif dengan pengamat atau observer untuk mengamati tingkah laku dan sikap siswa dalam pembelajaran matematika.

2) Dilaksanakan terhadap guru yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor struktur.

3.3.4. Refleksi

Kegiatan refleksi meliputi:

1) Mengkaji hasil belajar siswa, hasil pengamatan aktivitas guru dan pencapaian indikator kinerjanya.

2) Melakukan perbaikan pada siklus II agar pelaksanaannya lebih efektif serta indikator kinerjanya tercapai.

Menurut Kemmis & Mc Taggart dalam Suharsimi Arikunto (2010:137) tahapan Penelitian Tindakan Kelas dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut:

(5)

Gambar 3.1

Bagan Siklus Penelitian Tindakan Kelas Siklus I

Siklus II

Rencana tindakan dalam peneltian ini adalah 2 siklus dan tiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :

a. Siklus I

Siklus I dilaksanakan selama 2 kali pertemuan dengan tahapan sebagai berikut:

1) Tahap perencanaan 2) Tahap pelaksanaan 3) Tahap pengamatan 4) Tahap refleksi b. Siklus II

Siklus II dilaksanakan selama 2 kali pertemuan dengan tahapan sebagai berikut:

1) Tahap perencanaan 2) Tahap pelaksanaan 3) Tahap pengamatan 4) Tahap refleksi

Perencanaan

Pelaksanaan Observasi

Perencanaan

Pelaksanaan Observasi

Evaluasi/Refleksi

Evaluasi/Refleksi

?

(6)

Selanjutnya langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas untuk masing-masing siklus terdiri dari:

a. Siklus I

Siklus I dilaksanakan selama 2 kali pertemuan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Tahap Perencanaan

a. Peneliti meminta ijin kepala sekolah untuk melakukan penelitian tindakan kelas.

b. Peneliti melakukan studi awal untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran di kelasnya.

c. Peneliti berdiskusi dengan teman sejawat untuk menganalisa pembelajaran yang telah berlangsung untuk menemukan penyebab kegagalan pembelajaran.

d. Peneliti dan teman sejawat menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran dan menuangkannya dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

e. Peneliti menyusun alat-alat pengumpulan data berupa lembar observasi aktifitas guru, lembar observasi aktifitas siswa, angket refleksi siswa dan lembar soal tes formatif.

2. Tahap Pelaksanaan

Guru kelas sekaligus sebagai peneliti melaksanakan pembelajaran matematika sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun dengan dibantu teman sejawat sebagai pengamat/observer. Langkah-langkah pelaksanaan perbaikan meliputi :

a. Kegiatan Awal

1) Menyiapkan buku pelajaran, alat peraga, lembar kegiatan peserta didik, dan lembar tugas peserta didik

2) Mengajukan pertanyaan dengan mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi pelajaran yang akan dipelajari.

3) Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa mampu menyelesaikan operasi hitung campuran bilangan bulat.

4) Guru menyampaikan cakupan materi tentang operasi hitungan campuran bilangan bulat.

(7)

b. Kegiatan Inti

Tahap Eksplorasi dengan kegiatan sebagai berikut :

1) Guru secara klasikal menjelaskan operasi hitung campuran bilangan bulat.

2) Guru memberikan contoh-contoh soal operasi hitung campuran bilangan bulat

3) Guru menyampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa tentang operasi hitung campuran bilangan bulat

Tahap Elaborasi dengan kegiatan sebagai berikut :

1) Siswa dalam 4 kelompok, masing-masing kelompok 3 siswa.

2) Guru membagikan nomor kepala pada masing-masing siswa.

3) Tiap kelompok diberi Lembar Kerja Siswa kepada siswa nomor 1, kemudian membacakannya dan siswa nomor 2 menjawab pertanyaan.

4) Siswa nomor 2 boleh bergabung dengan nomor 2 di kelompok lain untuk kerja sama antar kelompok

5) Siswa dengan nomor 3 mencatat jawaban dan melaporkan hasil kerja kelompok.

6) Kegiatan tesebut diulang-ulang dengan berbagai pertanyaan, kemudian dilanjutkan diskusi kelas untuk menyimpulkan materi.

Tahap Konfirmasi dengan kegiatan sebagai berikut : 1) Guru memberikan ulasan terhadap kerja kelompok 2) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok 3) Guru memberikan penguatan dan memberikan motivasi c. Kegiatan Akhir

1) Guru memberikan evaluasi 2) Guru menutup pelajaran 3. Tahap Pengamatan

Pengamatan dilakukan terhadap aktifitas guru dan aktifitas siswa selama pelaksanaan perbaikan pembelajaran. Pengamatan dilakukan oleh teman sejawat dengan berpedoman pada lembar pengamatan yang telah disiapkan.

(8)

4. Tahap Refleksi

Berdasarkan data-data hasil pengamatan terhadap aktifitas guru dan siswa, dan hasil tes akhir pelajaran guru/peneliti dibantu teman sejawat melakukan refleksi untuk menemukan keberhasilan dan kegagalan dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran. Hasil refleksi ini digunakan untuk menentukan perbaikan-perbaikan pembelajaran pada siklus II

b. Siklus II

Siklus II dilaksanakan selama 2 kali pertemuan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Tahap Perencanaan

a. Peneliti berdiskusi dengan teman sejawat untuk menganalisa pembelajaran yang telah berlangsung untuk menemukan keberhasilan dan kegagalan perbaikan pembelajaran siklus I.

b. Peneliti dan teman sejawat menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran siklus II dan menyusunnya dalam bentuk RPP siklus II beserta alat-alat pengumpulan data.

2. Tahap Pelaksanaan

Guru kelas sekaligus sebagai peneliti melaksanakan pembelajaran matematika sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun dengan dibantu teman sejawat sebagai pengamat/observer. Langkah-langkah pelaksanaan perbaikan meliputi ;

a. Kegiatan Awal

1) Menyiapkan buku pelajaran, alat peraga, lembar kegiatan peserta didik, dan lembar tugas peserta didik

2) Mengajukan pertanyaan dengan mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi pelajaran yang akan dipelajari.

3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu siswa mampu menentukan FPB dan KPK dari dua bilangan atau lebih termasuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan FPB dan KPK.

4) Guru menyampaikan cakupan materi tentang FPB dan KPK.

(9)

b. Kegiatan Inti

Tahap Eksplorasi dengan kegiatan sebagai berikut :

1) Guru secara klasikal menjelaskan tentang cara menentukan FPB dan KPK dari dua bilangan atau lebih.

2) Guru memberikan contoh soal tentang FPB dan KPK.

3) Guru menyampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa tentang FPB dan KPK.

Tahap Elaborasi dengan kegiatan sebagai berikut :

1) Siswa dalam 4 kelompok, masing-masing kelompok 3 siswa.

2) Guru membagikan nomor kepala pada masing-masing siswa.

3) Tiap kelompok diberi Lembar Kerja Siswa kepada siswa nomor 1, kemudian membacakannya dan siswa nomor 2 menjawab pertanyaan.

4) Siswa nomor 2 boleh bergabung dengan nomor 2 di kelompok lain untuk kerja sama antar kelompok

5) Siswa dengan nomor 3 mencatat jawaban dan melaporkan hasil kerja kelompok.

6) Kegiatan tesebut diulang-ulang dengan berbagai pertanyaan, kemudian dilanjutkan diskusi kelas untuk menyimpulkan materi.

Tahap Konfirmasi dengan kegiatan sebagai berikut : 1) Guru memberikan ulasan terhadap kerja kelompok 2) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok 3) Guru memberikan penguatan dan memberikan motivasi c. Kegiatan Akhir

1) Guru memberikan evaluasi 2) Guru menutup pelajaran 3. Tahap Pengamatan

Kegiatan pengamatan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan pengamatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilakukan oleh teman sejawat dengan berpedoman pada lembar pengamatan yang telah disiapkan. Pengamatan dilakukan terhadap aktifitas guru dan aktifitas siswa.

(10)

4. Tahap Refleksi

Berdasarkan data-data hasil pengamatan terhadap aktifitas guru dan siswa, dan hasil tes akhir pelajaran guru/peneliti dibantu teman sejawat melakukan refleksi untuk menemukan keberhasilan dan kegagalan dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran.

3.4 Data dan Cara Pengumpulan Data

Data dalam penelitian tindakan kelas, terdiri dari dua macam data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif beruoa angka-angka yaitu nilai siswa sedangkan data kualitatif berupa catatan-catatan guru dan observer tentang peristiwa- peristiwa yang terjadi selama proses pembelajaran. Untuk memperoleh data tersebut maka digunakan teknik pengumpulan data dan alat pengumpulan data yaitu :

3.4.1 Sumber Data

Data yang diambil dalam penelitian ini bersumber dari kejadian-kejadian yang muncul pada proses pembelajaran, aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar. Data siswa yang diambil berupa nilai tes (hasil belajar), keaktifan siswa dan interaksi antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar

3.4.2 Teknik Pengumpulan Data

Pada Penelitian Tindakan Kelas ini, data dikumpulkan dengan melalui tes, observasi dan dokumentasi.

1. Tes

Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah lisan, mempresentasikan hasil diskusi. Tes tertulis untuk melihat sejauh mana penguasaan konsep siswa.

2. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala yang diteliti. Dalam hal ini yang diamati adalah kerjasama di dalam kelompok dalam memecahkan masalah, dan semangat mengikuti proses belajar mengajar.

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah dokumen berupa benda-benda tertulis seperti buku-buku, dokumentasi (gambar/foto), majalah, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan

(11)

harian dan sebagainya (Suharsimi Arikunto, 2010:201). Dalam penelitian ini dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa data-data siswa, dokumentasi pelaksanaan pembelajaran yang berupa foto, catatan guru dan pengamat selama pelaksanaan pembelajaran.

3.4.3 Alat Pengumpulan Data 1. Butir Soal Tes

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah kemampuan mengerjakan soal-soal yang ada kaitannya dengan pokok bahasan.

Bentuk tes yang digunakan berupa tes tertulis yaitu isian.

2. Lembar Pengamatan

Observasi atau pengamatan dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran baik yang dilakukan oleh guru ataupun aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, melaksanakan permainan ular tangga dan lain-lain. Observasi dilakukan dengan berpedoman pada lembar observasi. Lembar observasi yang digunakan meliputi lembar observasi guru dan lembar observasi siswa (terlampir).

3.5 Indikator Kinerja

Indikator keberhasilan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah jika tujuan penelitian ini sudah tercapai, yakni:

3.5.1 Umum

a. Guru mampu melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor struktur sesuai pedoman dan perencanaan sehingga pembelajaran menjadi efektif dan menyenangkan bagi siswa.

b. Perhatian, minat, dan motivasi belajar siswa meningkat 3.5.2 Khusus

Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas dalam rangka meningkatkan hasil belajar matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor struktur yaitu pada akhir siklus II minimal 80% siswa tuntas belajar artinya sekurang-kurangnya 11 siswa dari 13 siswa Kelas VI SDN Jatisari 02 Kecamatan Subah Kabupaten Batang telah mencapai nilai minimal 70.

(12)

3.6 Analisis Data

3.6.1 Analisa Data Kualitatif

Terhadap data-data hasil observasi aktifitas guru, aktifitas siswa dan penilaian siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran dilakukan analisa diskriptif kualitatif. Data-data direduksi untuk menajamkan, menemukan simpul-simpul kesamaan dan menyusunnya dalam kalimat-kalimat untuk memperoleh kesimpulan akhir. Data-data observasi guru dan siswa serta hasil refleksi siswa kemudian disajikan dalam tabel dan grafik.

3.6.2 Analisa Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah data hasil tes akhir pelajaran. Data yang telah diperoleh melalui tes akhir pelajaran dilakukan analisis diskriptif komparatif yaitu membandingkan hasil tes sebelum perbaikan pembelajaran dengan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor struktur pada siklus I dan siklus II. Fokus analisis dititikberatkan pada pencapaian ketuntasan belajar untuk masing-masing siklus dan pencapaian rata-rata nilai pada setiap siklus. Analisis data kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.

Referensi

Dokumen terkait

Ini adalah realita dalam perkoperasian karena anggota sebagai pemilik koperasi memberikan makna bahwa anggota memiliki hak penuh menentukan diterima atau disetujuinya

Deskripsi dan Komentar Tentang Hasil Penilaian  Siswa melakukan bimbingan kelompok dengan baik  Siswa memahami tentang topik yang dibahas. Cara-cara

Rusman Pujiono (64 tahun) merupakan seorang pengrajin yang memperjuangkan eksistensi kerajinan tangan terutama lukisan pelepah pisang. Meskipun demikian, masih banyak masyarakat

Pengukuran indikator ini dilakukan dengan melihat kondisi apakah terdapat peta strategis yang mengacu pada kinerja utama (Kerangka Logis Kinerja) organisasi

Berdasarkan hasil evaluasi dokumen penawaran dan kualifikasi untuk Pembangunan Prototype Gedung Kantor Finishing Pengadilan Agama Raha yang dilelangkan Unit Kerja

untuk mengupayakan adanya dialog antara pemerintahan China dengan Dalai lama dan wakil-wakilnya yang menyangkut perbaikan hubungan antara kedua

Universitas Negeri

Resistensi terhadap golongan beta-laktam antara lain terjadi karena perubahan atau mutasi gen penyandi protein (Penicillin Binding Protein, PBP) ikatan obat golongan beta-laktam