i
HALAMAN JUDUL
ii KATA PENG ANTAR
iii
IKHTISAR EKSEKUTIF
Kinerja Universitas Airlangga disusun berdasarkan konsep Balanced Scorecard, yang dimulai dengan learning and growth perspective (modal manusia, sistem informasi, dan budaya organisasi), internal business process perspective (pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan university holding), customer perspective (rekognisi dari stakeholders) dan financial perspective (keuangan).
Jumlah dosen Universitas Airlangga yang berkualifikasi doktor sebanyak 803 orang.
Terkait jabatan fungsional dosen, terdapat 249 guru besar dan lektor kepala sebanyak 248 orang. Untuk modal informasi, sejak pertengahan 2011 Universitas Airlangga telah mengimplementasikan sistem informasi yang terintegrasi dalam Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC) dan pada tahun 2020 semua jenjang pendidikan telah terintegrasi di dalamnya. Adapun pada modal organisasi, UNAIR mengoperasionalkan excellence with morality ke dalam 4 kata kunci (BEST): Based on morality; Excellence in academic, research, community services, and holding university; Strong academic culture; dan Target- oriented.
Pada internal business perspective, bidang pendidikan dan penelitian mengalami perkembangan yang sesuai dengan harapan. Pada tahun 2020, terdapat 123 program studi terakreditasi A dan 10 program studi terakreditasi unggul, 17 program studi tersertifikasi AUN dan 58 program studi terakreditasi internasional (ASIIN, ASIC, APHEA, ABEST21).
Di bidang penelitian, kinerja publikasi Universitas Airlangga meningkat berdasarkan database Scopus sebesar 24,79%, dari 2150 artikel di tahun 2019 menjadi 2683 artikel di tahun 2020 sedangkan total publikasi di jurnal nasional dan internasional mencapai 3495 artikel. Untuk pengabdian kepada masyarakat, Universitas Airlangga memperluas cakupan dalam kegiatan KKN dengan program yang lebih realistis dalam pemberdayaan masyarakat.
Pada customer perspective, peringkat Universitas Airlangga meningkat menjadi peringkat
#521-530 QS WUR 2021, sedangkan dalam pemeringkatan Dikti, Universitas Airlangga menduduki peringkat #4 di Indonesia. Sementara itu laporan keuangan hingga 2019 telah diaudit oleh akuntan publik dengan opini penilaian adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
iv DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
KATA PENGANTAR ... ii
IKHTISAR EKSEKUTIF ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Gambaran Umum ... 1
B. Dasar Hukum ... 1
C. Tugas Pokok dan Fungsi serta Struktur Organisasi ... 2
D. Permasalahan Utama (Strategic Issues) yang Dihadapi Organisasi ... 3
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 4
A. Rencana Strategis 2016-2020... 4
B. Perjanjian Kinerja 2020 ... 6
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 8
A. Capaian Kinerja Organisasi ... 8
B. Realisasi Anggaran ... 30
BAB IV PENUTUP ... 40
v
DAFTAR TABEL Tabel 2. 1. Sasaran Strategis, Ukuran dan Target Kinerja,
serta Inisiatif Strategis 2016-2020 ... 5
Tabel 2. 2. Perjanjian Kinerja Universitas Airlangga Tahun 2020 ... 6
Tabel 3. 1.Tingkat Keketatan Penerimaan Mahasiswa Baru ... 10
Tabel 3. 2. Perolehan Akreditasi Program Studi di Universitas Airlangga ... 17
Tabel 3. 3. Kinerja Bidang Penelitian dan Publikasi Tiga Tahun Terakhir... 18
Tabel 3. 4.Sumber Pendanaan Kegiatan Pengmas UNAIR ... 20
Tabel 3. 5. Capaian Indikator Kinerja Universitas Airlangga Tahun 2020 ... 24
Tabel 3. 6. Realisasi Anggaran Universitas Airlangga Tahun 2020 ... 30
Tabel 3. 7. Profil Daya Dukung Lahan Universitas Airlangga ... 32 Tabel 3. 8. Target Rasio Tenaga Kependidikan dan Dosen Error! Bookmark not defined.
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1. Sebaran Mahasiswa Aktif 2020 ... 9
Gambar 3.2. Sebaran Geografis Asal Mahasiswa Universitas Airlangga 2020 ... 9
Gambar 3.3. Profil sebaran sumber dana beasiswa tahun 2020 ... 11
Gambar 3.4. Profil sebaran sumber dana beasiswa tahun 2020 ... 11
Gambar 3. 5. Perolehan Medali UNAIR pada PIMNAS 2015-2020 ... 12
Gambar 3. 6. Sebaran Prestasi Mahasiswa Berdasarkan Tingkat Kompetisi ... 13
Gambar 3.7. Prestasi Mahasiswa Tahun 2020 Berdasar Bidang Kegiatan ... 13
Gambar 3. 8. Angka Efisiensi Edukasi (AEE) Jenjang D3, S1, S2, S3, dan Profesi ... 14
Gambar 3. 9. Profil Program studi Tersertifikasi dan Terakreditasi Internasional 2020... 17
Gambar 3. 10. Profil Jumlah Penelitian 2018-2020 ... 20
Gambar 3. 11. Profil Dana Penelitian Tahun 2020 ... 19
Gambar 3. 12. Profil Jumlah Kegiatan Pengmas ... 21
Gambar 3. 13. Profil Dana Kegiatan Pengmas 2020 ... 20
Gambar 3.14. Profil Kerjasama UNAIR 2016 – 2020 ... 20
Gambar 3. 15. Profil Kerjasama UNAIR Bidang Akademik dan Non-Akademik... 21
Gambar 3.16. Bentuk Kerjasama Selain Akademik dan Non-Akademik UNAIR ... 21
Gambar 3. 17. Ruang Lingkup UACC ... 22
Gambar 3.18. Target Rasio Tenaga Kependidikan dan Dosen ... 38
Gambar 3.19. Proporsi Tenaga Kependidikan di Fakultas Berdasarkan Status Kepegawaian ... 38
Gambar 3.20. Pendapatan dan Realisasi ... 39
Gambar 3.21. Serapan Belanja 2020 ... 39
1 BAB I
BAB I PENDAHULUAN
A. Gambaran Umum
Universitas Airlangga (UNAIR) diresmikan pendiriannya oleh Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia pada tanggal 10 Nopember tahun 1954 dengan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 1954 tentang Pendirian Universitas Airlangga di Surabaya.
Dalam sejarah pendidikan tinggi di Indonesia, UNAIR tercatat sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ketiga setelah Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), sehingga merupakan perguruan tinggi negeri pelopor di kawasan timur Indonesia.
Perjalanan UNAIR menuju otonomi ditandai dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 16 Tahun 2006 tentang Statuta Universitas Airlangga yang dinyatakan tidak berlaku pasca terbitnya Permendiknas Nomor 33 Tahun 2006, namun demikian Permendiknas tersebut hanya berumur dua hari sebab pada tanggal 14 September 2006 terbit Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2006 tentang Penetapan Universitas Airlangga sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT-BHMN). Pada tanggal 10 Agustus 2012 dikeluarkan Undang Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui undang-undang tersebut, Universitas Airlangga ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Melalui kebijakan itu, maka Universitas Airlangga diberikan otonomi penuh untuk mengelola semua kegiatan akademik dan non akademik sebagaimana ditetapkan dalam rencana strategis universitas.
Universitas Airlangga memiliki visi menjadi universitas yang mandiri, inovatif, terkemuka di tingkat nasional dan internasional, pelopor pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora berdasarkan moral agama. Visi tersebut akan tercapai melalui 4 misi yang dimiliki oleh UNAIR, yakni pelaksanaan TriDharma yang berkelas dunia serta pengelolaan perguruan tinggi dengan tata kelola yang baik (good university governance).
Saat ini, UNAIR memiliki 15 fakultas dan 1 (satu) sekolah pasca sarjana yang bertanggungjawab untuk mengembangkan health science, life science, social science dan multidisciplinary. Sebagai institusi pendidikan, UNAIR selalu berusaha memperbaiki kualitas pendidikannya serta melengkapi fasilitas pendukung agar dapat menghasilkan lulusan yang terbaik. Saat ini UNAIR memiliki tiga kampus yang sangat strategis letaknya, yaitu Kampus A di Jl. Prof. Dr. Moestopo, Kampus B di Jl. Airlangga, dan Kampus C di Jl.
Dr. Ir. Soekarno.
B. Dasar Hukum
Universitas Airlangga merupakan PTN Badan Hukum sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012. Pada tanggal 14 Mei 2014 Statuta Universitas Airlangga ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2014 yang tercatat dalam Lembaran Negara RI Nomor 100 dan tersusun dalam 101 pasal.
Statuta UNAIR merupakan peraturan dasar pengelolaan UNAIR yang digunakan sebagai
2
landasan penyusunan peraturan dan prosedur operasional di UNAIR. Implementasi Statuta sebagai peraturan dasar pengelolaan UNAIR, sesuai amanat dari Majelis Wali Amanat harus dilaksanakan secara utuh. Dengan terbitnya Statuta UNAIR, maka penyelenggaraan UNAIR sebagai PTN-BH telah paripurna, sehingga Universitas Airlangga mempunyai otonomi penuh untuk mengelola semua kegiatan akademik dan non akademik yang sudah ditetapkan melalui rencana strategis universitas.
Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan tertinggi negara tetap mempunyai tanggung jawab terhadap pendanaan perguruan tinggi, oleh sebab itu UNAIR harus menjalankan tugas secara baik guna menciptakan iklim yang menunjang penyelenggaraan TriDharma perguruan tinggi. Atmosfer yang baik diperlukan pula bagi keberhasilan pencapaian semua program, termasuk peningkatan kesejahteraan sivitas akademika.
C. Tugas Pokok dan Fungsi serta Struktur Organisasi
Pengelolaan UNAIR PTN-BH mengacu pada PP Nomor 30 Tahun 2014 tentang Statuta Universitas Airlangga. Berdasarkan Statuta UNAIR, organ UNAIR meliputi:
1) Majelis Wali Amanat (MWA);
2) Rektor; dan
3) Senat Akademik (SA).
MWA merupakan organ UNAIR yang menjalankan fungsi penetapan dan pertimbangan kebijakan umum, beranggotakan 19 orang yang terdiri atas Menteri (dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Rektor, unsur SA (6 orang), unsur dosen (1 orang), unsur tenaga kependidikan (1 orang), dan unsur masyarakat (9 orang).
Rektor adalah organ UNAIR yang menjalankan fungsi pengelolaan perguruan tinggi dan bertanggungjawab kepada MWA. Rektor mewakili UNAIR baik di dalam dan di luar untuk kepentingan UNAIR. Dalam menjalankan fungsinya, Rektor dibantu oleh Wakil Rektor membentuk satuan kerja organisasi internal UNAIR, yaitu:
a. Fakultas;
b. Badan;
c. Direktorat;
d. Perpustakaan;
e. Lembaga; dan
f. Sekretariat universitas.
SA merupakan organ UNAIR yang menjalankan fungsi penetapan kebijakan dan pengawasan akademik. Keanggotaan SA terdiri dari Rektor dan Wakil Rektor, Dekan, perwakilan guru besar dan perwakilan dosen bukan guru besar yang berasal dari fakultas.
Senat Akademik memiliki tugas dan wewenang dalam merumuskan norma dan etika akademik; kebijakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;
memberikan masukan kepada MWA tentang penilaian kinerja Rektor dalam penyelenggaraan akademik dan memberikan pertimbangan mengenai rencana strategis dan penyusunan RKAT (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan).
Pada tahun 2020 telah dilaksanakan pemilihan Rektor masa bakti 2020-2025 yang kemudian menunjuk empat Wakil Rektor dengan bidang masing-masing sebagai berikut:
a. Wakil Rektor bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni (AMA)
3 b. Wakil Rektor bidang Sumber Daya (SD)
c. Wakil Rektor bidang Research, Innovation, and Community Development (RICD) d. Wakil Rektor bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi (IDI)
Dalam kepemimpinan Rektor periode 2020-2025, telah dibentuk unit kerja yang melakukan kegiatan operasional yaitu:
1. Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) 2. Badan Penjaminan Mutu (BPM)
3. Badan Pengawas Internal (BPI)
4. Badan Kerjasama dan Manajemen Pengembangan 5. Direktorat Pendidikan
6. Direktorat Kemahasiswaan 7. Direktorat Sumberdaya Manusia 8. Direktorat Sarana dan Prasarana 9. Direktorat Keuangan
10. Direktorat Sistem Informasi dan Digitalisasi
11. Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi, Kewirausahaan dan Alumni 12. Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan
13. Direktorat Logistik, Keamanan, Ketertiban, dan Lingkungan
14. Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual 15. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
16. Lembaga Penyakit Tropis (LPT)
17. Lembaga Ilmu Sosial, Humaniora, dan Bisnis 18. Lembaga Ilmu Hayati, Teknik, dan Rekayasa 19. Perpustakaan
20. Airlangga Global Engagement (AGE) 21. Pusat Layanan Kesehatan (PLK)
22. Pusat Komunikasi dan Informasi Publik 23. Pusat Layanan Pengadaan (PLP)
24. Rumah Sakit Universitas Airlangga
25. Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) 26. Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell 27. Pusat Pengelolaan Dana Sosial
28. Pusat Pengembangan Media dan Kehumasan
D. Permasalahan Utama (Strategic Issues) yang Dihadapi Organisasi
Universitas Airlangga memiliki beberapa permasalahan utama yang berpotensi menghambat tujuan yang ingin dicapai. Terdapat 5 kelemahan utama Universitas Airlangga, yaitu:
a. Tingginya ketergantungan pada dana yang berasal dari SPP serta dana pemerintah;
b. Masih rendahnya link and match antara riset dengan dunia usaha/dunia industry (DU/DI)
c. Karya ilmiah dosen yang terpublikasi dan terindeks scopus masih dalam kategori sedang;
d. Jumlah guru besar serta jumlah dosen bergelar doktor relatif rendah.
4 BAB II
BAB I I PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A. Rencana Strategis 2016-2020
Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan insan yang unggul dan cerdas secara intelektual, emosional/sosial, spiritual, dan kinestetik, yang mampu mengisi kemerdekaan Indonesia secara komprehensif. Sesuai dengan amanah yang disandang oleh perguruan tinggi, maka perguruan tinggi menjadi salah satu tempat bagi penyelenggaraan proses pendidikan guna menyiapkan sumber daya manusia menjadi pemimpin bangsa dalam berbagai sektor kehidupan. Dengan ledakan penduduk usia produktif pada tahun 2025–2030, pendidikan tinggi mempunyai peran strategis dalam mengelola dan mengendalikan kualitas sumber daya manusia, sehingga ledakan penduduk usia produktif pada rentang tahun tersebut dapat menjadi bonus demografi Indonesia.
Rencana Strategis UNAIR disusun berdasarkan evaluasi diri institusi dan pemetaan pengembangan setiap unit kerja, yang meliputi kelemahan, kekuatan, potensi dan prospek pengembangan ke depan. Keputusan Majelis Wali Amanat Nomor 01/UN3.MWA/K/2016 tentang Rencana Strategis Universitas Airlangga 2016-2020 dan Keputusan Rektor Nomor 5857/H3/KR/2012 tentang Program Operasionalisasi Rencana Strategis Universitas Airlangga 2012-2017 menjadi dasar penyusunan Renstra bagi Rektor pada periode 2015- 2020. Dua hal ditambahkan, yakni menjadikan UNAIR sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik 500 dunia pada tahun 2020 dan pengelolaan unit-unit usaha akademik yang tergabung dalam university holding.
Rencana Strategis 2016-2020 Universitas Airlangga kemudian dijabarkan dalam peta strategis Universitas Airlangga yang dilihat dari berbagai perspektif, yang di dalamnya memuat sasaran strategis meliputi berbagai aspek yang dilengkapi dengan target tahun 2020 beserta inisiatif berupa aktivitas yang dilakukan.
Gambar 2.1. Peta Strategi Rencana Strategis (Renstra) UNAIR 2016-2020
5
Tabel 2.1. Sasaran Strategis, Ukuran dan Target Kinerja, serta Inisiatif Strategis 2016-2020 Sasaran
Strategis Ukuran Target 2020 Inisiatif Strategis
Peningkatan Reputasi
Indeks reputasi (academic and employers based on QS survey)
85 • Mengembangkan Airlangga Connection berdasarkan database terintegrasi.
• Meningkatkan eksposur karya ilmiah pada media massa nasional (TV, radio, koran dan majalah).
• Mengelola image SBUs yang profesional.
• Melakukan aktivitas University Branding.
Peningkatan Academic Excellence
Akreditasi Prodi &
Institusi
• Prodi
terakreditasi A D3: 50%;
S1: 100%;
S2: 75%;
S3: 75%;
• Terakreditasi Internasional:
31 prodi
• Akreditasi institusi : A
• Meningkatkan jumlah prodi terakreditasi A dan terakreditasi internasional.
• Meningkatkan jumlah prodi yang
menyelenggarakan program double degree.
• Meningkatkan jumlah mahasiswa baru dari luar Jawa Timur dan mahasiswa asing.
• Mengembangkan kurikulum berbasis competitive advantage UNAIR.
• Meningkatkan kapabilitas perpustakaan sebagai jantung pendidikan.
Peningkatan
Research Excellence
• Jumlah Publikasi &
Sitasi
• Jumlah hilirisasi riset
• 828 (Scopus)
• 85% citations per faculty
• 20 riset terhilirisasi
• Melakukan program “Satu Doktor Satu Artikel Scopus”.
• Mewajibkan mahasiswa program magister maupun doktoral untuk publikasi di jurnal terindeks Scopus sebagai syarat lulus.
• Menerapkan reward and punishment system.
• Meningkatkan kerjasama penelitian dengan high impact researchers.
• Menambah jurnal yang dikelola UNAIR agar terakreditasi Dikti dan terindeks Scopus.
• Meningkatkan jumlah riset sesuai dengan competitive advantage UNAIR.
• Update dan upgrade fasilitas penelitian berkelas dunia.
• Meningkatkan hilirisasi hasil riset UNAIR melalui kerjasama dengan industri.
Peningkatan
Community Service Excellence
Persentase realisasi program
berdampak sosial tinggi
50 lokal 35 regional 15 nasional
• Mengembangkan tema-tema strategis sesuai competitive advantage UNAIR.
• Meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat yang berdampak pada skala lokal, regional, dan nasional.
• Memfasilitasi key facilitators sebagai ambassadors UNAIR.
• Membentuk pusat riset dengan menerapkan hasil penelitian langsung kepada masyarakat
Peningkatan
University Holding Excellence
• Kontribusi RGU terhadap pendapatan UNAIR
• 25%
• Mengembangkan Revenue Generating Units (RGUs) yang relevan.
• Mengelola RGUs secara profesional, efisien, dan profitable
6
Sasaran Strategis Ukuran • Target 2020 Inisiatif Strategis
• Alumni engagement
• 50% • Mengelola alumni secara profesional
• Meningkatkan dan mengelola dana abadi Peningkatan Kesiapan
Modal Manusia, Modal Informasi, dan Modal Organisasi
Indeks Kesiapan:
• Modal manusia
• Modal informasi
• Modal organisasi
• 90%
• 90%
• 90%
• Menyusun dan mengimplementasikan Human Capital Strategic Plan.
• Menyusun dan mengimplementasikan Information Capital Strategic Plan.
• Menyusun dan mengimplementasikan Organization Capital Strategic Plan.
Peningkatan Kemandirian Keuangan
Perbaikan Proporsi Pendapatan (SPP,
pemerintah, dan usaha UNAIR)
40:35:25 • Meningkatkan proporsi pendapatan dari RGUs, baik akademik maupun non-akademik.
• Meningkatkan utilisasi aset.
• Meningkatkan efisiensi biaya pengelolaan organisasi.
• Meningkatkan sinergi pendanaan Academic Business Government (ABG).
• Proaktif dalam memanfaatkan dana dari para filantropi nasional maupun internasional
B. Perjanjian Kinerja 2020
Perjanjian kinerja Universitas Airlangga tahun 2020 meliputi 4 (empat) sasaran sebagaimana Tabel 2.2. Dokumen resmi Perjanjian Kinerja tahun 2020 antara Universitas Airlangga dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dalam hal ini ditandatangani oleh Dirjen Dikti) disampaikan pada Lampiran 1.
Tabel 2.2. Perjanjian Kinerja Universitas Airlangga Tahun 2020
Sasaran Indikator Kinerja Target
Meningkatnya tata kelola satuan kerja di lingkungan Ditjen Pendidikan Tinggi
Rata-rata predikat SAKIP Satker minimal BB AA Rata-rata nilai Kinerja Anggaran atas
Pelaksanaan RKA-K/L Satker minimal 80 80
Meningkatnya kualitas lulusan pendidikan tinggi
Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil mendapat pekerjaan; melanjutkan studi;
atau menjadi wiraswasta.
80%
Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks di luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional.
30%
Meningkatnya kualitas kurikulum dan pembelajaran
Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang
melaksanakan kerja sama dengan mitra. 73,80%
Persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis projek (team-based project) sebagai sebagian bobot evaluasi.
35%
7
Sasaran Indikator Kinerja Target
Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi atau sertifikat internasional yang diakui pemerintah.
44,60%
Meningkatnya kualitas dosen pendidikan tinggi
Persentase dosen yang berkegiatan tridarma di kampus lain, di QS100 berdasarkan bidang ilmu (QS100 by subject), bekerja sebagai praktisi di dunia industri, atau membina mahasiswa yang berhasil meraih prestasi paling rendah tingkat nasional dalam 5 (lima) Tahun Terakhir
38,20%
Meningkatnya kualitas dosen pendidikan tinggi
Persentase dosen tetap berkualifikasi akademik S3; memiliki sertifikat kompetensi/profesi yang diakui oleh industri dan dunia kerja; atau berasal dari kalangan praktisi profesional, dunia industri, atau dunia kerja.
41%
Jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil mendapat rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah dosen.
1,30
8 BAB III
BAB I II AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi 1. Bidang Kemahasiswaan
Pada tahun 2020, terjadi pergantian kementerian dari Kemenristekdikti ke Kemendikbud, sehingga terjadi perubahan terhadap Kontrak Kinerja antara Universitas Airlangga dengan Kemendikbud. Pada aspek kualitas kurikulum dan pembelajaran, terdapat tiga indikator kinerja utama, yaitu:
1. Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang melaksanakan kerja sama dengan mitra dengan capaian 73,85%.
2. Persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis projek (team- based project) sebagai sebagian bobot evaluasi dengan capaian 37,13
3. Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi atau sertifikat internasional yang diakui pemerintah dengan capaian 47,69%.
Target tersebut kemudian diimplementasikan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan akademik di UNAIR, mulai dari redesain kurikulum yang mengakomodasi program MBKM, akselerasi program studi dalam menjaring mitra berkualitas dunia, dan percepatan akreditasi prodi menjadi A untuk memperoleh akreditasi internasional.
Pada bidang kemahasiswaan, terdapat juga 2 Indikator Kinerja Utama (IKU) terkait lulusan, yaitu:
1. Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil mendapat pekerjaan;
melanjutkan studi; atau menjadi wiraswasta (capaian 50,76%).
2. Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks di luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional (capaian 26,14%).
Guna meningkatkan capaian IKU tersebut, maka implementasi yang dilakukan UNAIR adalah memperkuat sistem penerimaan mahasiswa baru, pendidikan dan pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa, serta peningkatan kompetensi mahasiswa tingkat akhir.
Jumlah mahasiswa aktif Universitas Airlangga pada tahun 2020 adalah 29.057 orang dari seluruh jenjang studi dengan proporsi sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar 3.1.
Berdasarkan Error! Reference source not found. 3.1. diketahui bahwa proporsi terbesar adalah mahasiswa S1, hal ini disebabkan penyelenggaraan pendidikan bagi jenjang studi S1 merupakan salah satu core bussiness Universitas Airlangga. Lebih lanjut, untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, maka dilakukan berbagai tahapan mulai dari seleksi awal masuk (keketatan mahasiswa), perluasan sebaran daerah asal mahasiswa, dan pembinaan karakter mahasiswa.
9
Gambar 3.1. Sebaran Mahasiswa Aktif 2020
(Sumber: dashboard.unair.ac.id per 31 Desember 2020)
Mahasiswa Universitas Airlangga memiliki sebaran daerah asal meliputi seluruh wilayah Indonesia dan berasal dari 34 provinsi (Gambar 3.2.). Hal ini menunjukkan bahwa Universitas Airlangga telah berhasil diakses oleh calon mahasiswa dari seluruh wilayah Indonesia. Sebaran yang sangat luas ini sejalan dengan kebijakan perluasan akses pendidikan dan keterjangkauannya oleh seluruh masyarakat Indonesia guna membangun suatu kehidupan berbangsa dan bernegara yang terintegrasi dalam proses TriDharma perguruan tinggi.
Gambar 3.2. Sebaran Geografis Asal Mahasiswa Universitas Airlangga 2020
(Sumber: Direktorat Pendidikan, 2020)
Tingkat persaingan untuk dapat diterima sebagai mahasiswa Universitas Airlangga pada tahun akademik 2020/2021 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, hal ini ditunjukkan dengan tingkat keketatan dari 12,75% menjadi 8,25% (Tabel 3.1.). Hasil penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 menunjukkan peningkatan peminat yang mendaftar dari tahun sebelumnya, sehingga rasio mahasiswa yang mendaftar dengan yang diterima berada di angka 1:12,1 pada tahun terakhir.
9,12%
1,31%
64,44%
9,41%
4,11%
5,27%
6,07%
0,26%
D3 D4 S1 S2 S3 PROFESI SP SP2
10
Tabel 3.1.Tingkat Keketatan Penerimaan Mahasiswa Baru
Tahun Akademik Pendaftar Diterima Keketatan Rasio
2015/2016 93.157 5.560 5,97% 1:16,8
2016/2017 44.869 6.944 15,48% 1:6,5
2017/2018 52.048 5.445 10,46% 1:9,6
2018/2019 67.640 8.580 12,68% 1:7,9
2019/2020 69.730 8.891 12,75% 1:7,8
2020/2021 119.931 9.889 8,25% 1:12,1
Rerata 74.563 7.552 10,93% 1:10,1
Sumber: Data Olahan PPMB, 2020.
Penyebarluasan informasi dan promosi mengenai penerimaan mahasiswa baru telah dilakukan dengan berbagai strategi untuk dapat memenuhi keinginan masyarakat yaitu berupa kunjungan langsung ke SMA, melalui hubungan telepon, informasi di website program studi/departemen/fakultas, media cetak (iklan), pameran, dan konsultasi online.
Seleksi penerimaan mahasiswa baru Universitas Airlangga dilakukan melalui jalur nasional dan jalur mandiri Universitas Airlangga. Seleksi secara nasional yakni SNMPTN dan SBMPTN diperuntukkan bagi calon mahasiswa jenjang sarjana (S1), sedangkan seleksi jalur mandiri diperuntukkan bagi calon mahasiswa program sarjana, magister, doktoral, diploma, dan spesialis.
Kriteria penerimaan mahasiswa baru telah ditetapkan untuk menjamin ekuitas dan aksesibilitas, sebab pada prinsipnya semua program studi terbuka bagi setiap Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang telah mendapat izin belajar dari pemerintah Republik Indonesia. Tidak ada pembedaan perlakuan atas dasar gender, status sosial, ras, agama, latar belakang budaya, politik, maupun kondisi fisik. Mahasiswa yang mengalami cacat tubuh atau ketunaan tetap mendapatkan kesempatan, selama kondisi fisik mereka tidak mengganggu kelancaran studi pada program studi yang dipilih.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Universitas Airlangga memberikan kemudahan akses untuk mengikuti pendidikan bagi calon mahasiswa yang mempunyai kemampuan akademik unggul, tetapi secara ekonomi kurang mampu dan/atau berasal dari daerah terpencil. Penerapan kebijakan itu diterapkan melalui penyediaan bantuan biaya pendidikan dan beasiswa penuh (full scholarship) selama studi. Pada tahun 2020 sebanyak 9.282 mahasiswa mendapatkan beasiswa yang berasal dari 59 sumber pendanaan, sehingga mencakup 30,36% dari total mahasiswa. Capaian ini telah mencapai mandat yang diberikan melalui Pasal 74 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012, yang mewajibkan PTN menerima paling sedikit 20% dari daya tampung yaitu mahasiswa yang mempunyai potensi akademik tinggi tetapi kurang mampu dan yang berasal dari daerah 3T (Tertinggal, Terpencil, dan Terluar). Profil beasiswa berdasarkan perolehan sumber dana dan sebaran sumber dana beasiswa disajikan pada Gambar 3.3. dan Gambar 3.4.
11
8099 54 21
366 238146
195 163
PEMERINTAH KEMRISTEK DIKTI / KEMDIKBUD PEMERINTAH
KEMENTERIAN AGAMA
LEMBAGA
PEM DAERAH
PERUSAHAAN BUMN
UNAIR
4662 4160
3549 2828
2348 2119
1767 1767
1419 1193 1108 1097 1076 1034 442
Gambar 3.3. Profil sebaran sumber dana beasiswa tahun 2020
(Sumber: Direktorat Kemahasiswaan, 2020)
Gambar 3.4. Profil sebaran sumber dana beasiswa tahun 2020
(Sumber: Direktorat Kemahasiswaan, 2020)
Berdasarkan Gambar 3.3 terdapat 87% beasiswa diperoleh dari Kemenristekdikti, baik dalam skema beasiswa bidikmisi dan skema Afirmasi Pendidikan Tinggi Provinsi Papua (skema ADIK), Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), maupun beasiswa unggulan.
Gambar 3.4 menunjukkan proporsi penerima beasiswa yang bervariasi antar fakultas.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis menempati urutan tertinggi, yaitu 4.662 mahasiswa. Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin merupakan fakultas dengan persentase penerima beasiswa terendah, yaitu 442 mahasiswa. Selanjutnya pemberian beasiswa tersebut akan terus ditingkatkan, terutama untuk mendukung program-program prioritas UNAIR yang terkait dengan pencapaian World Class University, di antaranya melalui program student outbound dan inbound.
Di lingkup Universitas, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, namun juga kemampuan non-akademik. Program pembinaan mahasiswa dirancang untuk membina kemampuan soft skill mahasiswa, yang memang diberikan sejak masuk perguruan
12
tinggi hingga lulus. AMERTA merupakan tahap pertama program pembinaan yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru. Cakupan program adalah pembinaan kemampuan membangun kebersamaan antar mahasiswa. Melalui program AMERTA, diharapkan lulusan Universitas Airlangga mempunyai penguasaan soft skill yang baik dan dapat menjawab tantangan kebutuhan dunia kerja di masa mendatang.
Program pengembangan jati diri kebangsaan dan jati diri ke-UNAIR-an sebagai salah satu bentuk pendidikan karakter telah diimplementasikan sejak tahun 2010. Pada tahun 2012, pengembangan pendidikan karakter juga telah diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran pada tahun pertama perkuliahan dengan kegiatan kemahasiswaan melalui pengembangan modul pada Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU) serta kegiatan kemah kebangsaan.
Di samping kegiatan kurikuler, mahasiswa juga telah mampu mengembangkan bakat, kemampuan, dan keterampilan mereka secara baik. Banyak di antara mereka telah berhasil mengangkat nama Universitas Airlangga melalui prestasi di tingkat internasional, nasional, maupun regional. Pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXXIII tahun 2020 di Universitas Gadjah Mada, tim mahasiswa UNAIR menduduki peringkat 15 nasional, dengan perolehan 1 medali emas, 0 medali perak, dan 1 medali perunggu. Peringkat UNAIR dalam ajang PIMNAS dalam kurun waktu 6 tahun disajikan pada Gambar 3.5.
Penurunan peringkat PIMNAS tahun 2020 disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adanya perubahan mekanisme pembatasan unggah proposal dimana UNAIR masuk dalam klaster 1 yang dibatasi hanya 700 proposal yang dapat diunggah ke sistem Dirjen Dikti. Selain itu faktor keterbaruan tema atau judul proposal juga menjadi perhatian untuk ditingkatkan, karena akan berdampak pada jumlah proposal yang lolos dan didanai oleh Kemendikbud. Strategi yang dilakukan adalah mengintensifkan bimbingan dan seleksi oleh dosen pembimbing di setiap fakultas sebelum proposal diunggah, kolaborasi antar fakultas sehingga keberagaman ide dapat dimunculkan, serta penambahan reviewer internal UNAIR yang dapat menjadi reviewer nasional. Sepanjang tahun 2020 perolejhan prestasi mahasiswa UNAIR terbanyak diperoleh dari ajang kompetisi Nasional.
Gambar 3. 5. Perolehan Medali UNAIR pada PIMNAS 2015-2020 (Sumber: Direktorat Kemahasiswaan, 2020)
0 2 1
3 3 1
3 3
4 2 1 0
2
8
2 3 3 1
2015 2016 2017 2018 2019 2020
Perunggu Perak Emas
13
Gambar 3. 6. Sebaran Prestasi Mahasiswa Berdasarkan Tingkat Kompetisi (Sumber: Direktorat Kemahasiswaan, 2020)
Pada aspek prestasi berdasarkan bidang kegiatan, mahasiswa UNAIR lebih dominan berprestasi pada bidang penalaran/keilmuan. Upaya meningkatkan jumlah prestasi mahasiswa akan terus dioptimalkan melalui pembinaan yang lebih sinergi melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun dengan memberdayakan dosen pembina himpunan mahasiswa di tingkat program studi (Himaprodi) dengan dukungan unit kerja terkait.
Gambar 3.7. Prestasi Mahasiswa Tahun 2020 Berdasar Bidang Kegiatan
Sumber: Direktorat Kemahasiswaan, 2020.
2. Penyelenggaraan Akademik
Pengembangan sistem dan strategi pembelajaran dilakukan melalui metode inovatif dan interaktif. Pengembangan penguasaan soft skills telah diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran, yang meliputi jati diri UNAIR, kepemimpinan, kerjasama (teamwork), kemampuan berkomunikasi, rasa percaya diri, dan kewirausahaan, yang bertujuan menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif dan siap terjun ke dunia kerja.
Sesuai dengan motto excellence with morality, tegaknya moralitas akademik dan perilaku dalam penyelenggaraan institusi merupakan karakter bangsa yang harus dicitrakan secara individu dan korporat agar mampu membangun daya saing bangsa yang beradab.
Upaya membangun atmosfer akademik yang kondusif melalui kegiatan akademik diwujudkan di antaranya melalui penelitian kolaboratif dosen-mahasiswa. Kolaborasi penelitian antara mahasiswa dan dosen juga dilakukan melalui student exchange dengan institusi mitra kolaborasi riset di luar negeri. Kegiatan ini dapat mengakselerasi pencapaian
48
248 113
39
Internasional Nasional Wilayah Provinsi
140 93
215 2
0 50 100 150 200 250
Minat Bakat Olahraga Penalaran Keorganisasian
14
tujuan universitas untuk menjadi universitas yang bertaraf internasional sebagaimana dicanangkan dalam Roadmap Internasionalisasi.
Beberapa capaian terkait penyelenggaraan akademik di UNAIR adalah:
a. UNAIR menerapkan interprofessional education (IPE), yakni suatu pelaksanaan pembelajaran yang diikuti oleh dua atau lebih profesi yang berbeda untuk meningkatkan kolaborasi dan kualitas pelayanan dan pelaksanaanya dapat dilakukan dalam semua pembelajaran, baik itu tahap sarjana maupun tahap pendidikan klinik untuk menciptakan tenaga kesehatan yang profesional.
b. Kurikulum program studi disusun untuk membekali mahasiswa tidak hanya kompetensi hard skill tetapi juga soft skill. Untuk mengembangkannya, UNAIR memiliki lembaga sertifikasi profesi (LSP) yang bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam melakukan penilaian dan memberikan sertifikat kompetensi kepada mahasiswa.
c. Adanya beberapa program yang telah berjalan dengan sangat baik, yaitu praktisi mengajar, staff and student global mobility programs melalui, magang, serta pelaksanaan berbagai jenis KKN-Belajar Bersama Masyarakat (tematik, internasional, kolaborasi, kebangsaan, gerakan kembali ke desa) yang berorientasi pada sustainability menunjukkan bahwa aktivitas-aktivitas tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya program MBKM Kemendikbud.
d. Sejak 2010, UNAIR telah memiliki program AMERTA (Academic Mobility Exchange for Undergraduate at Airlangga) yakni program student mobility khusus untuk mahasiswa jenjang S1 dan telah memiliki jejaring dengan 149 institusi di Asia Pasifik, Amerika, Eropa, Afrika dan Australia yang bisa diintegrasikan dengan kegiatan MBKM.
e. UNAIR memiliki kerjasama institusi baik dalam maupun luar negeri dengan lebih dari 400 institusi dengan tingkat keaktifan sekitar 80%, yang berarti bahwa UNAIR memiliki jejaring yang kuat dalam mendukung proses MBKM.
f. UNAIR memiliki 58 program studi (33,33%) terakreditasi internasional dan 17 program studi (9,77%) bersertifikasi internasional yang dapat dioptimalkan untuk pembukaan kerjasama program double degree dengan universitas mitra luar negeri dan peningkatan globally mobility programs.
Gambar 3. 8. Angka Efisiensi Edukasi (AEE) Jenjang D3, S1, S2, S3, dan Profesi
(Sumber: Direktorat Pendidikan, Desember 2020) 31,51
22,38
34,22
15,29 23
22,34 30,6
16,19 25,79
16,46
34,9
14,9
D3 S1 S2 S3
2017/2018 2018/2019 2019/2020
15
Efektivitas keberlangsungan proses pembelajaran ditunjukkan di antaranya oleh tingkat mahasiswa Drop Out (DO), sedangkan produktivitas program studi dalam penyelenggaraan pendidikan dapat diukur dari besaran Angka Efisiensi Edukasi (AEE) yang merupakan proporsi jumlah lulusan terhadap jumlah mahasiswa aktif (student body) pada satu tahun akademik. Produktivitas prodi yang ‘baik’ merupakan indikator penyelenggaraan dan pengelolaan program studi yang sudah baik.
Dalam tiga tahun terakhir, AEE secara umum masih belum mencapai angka ideal pada setiap jenjang pendidikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masa studi mahasiswa masih banyak yang belum sesuai dengan masa studi normal, di antaranya disebabkan oleh penyelesaian tugas akhir/skripsi/tesis/disertasi yang relatif lama. Penyebab lain adalah kewajiban publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus yang mulai diterapkan pada tahun 2019 bagi lulusan program S2 dan profesi, yang berdampak menurunkan nilai AEE di tahun terakhir. Rerata AEE pada tiga tahun terakhir di tingkat Universitas Airlangga adalah D3: 25,79%; S1: 16,46%; S2: 34,9% dan S3: 14,9%. Para pengelola program studi diharapkan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya AEE, mulai dari kualitas proses pembelajaran hingga lamanya waktu penyelesaian tugas akhir/skripsi/ tesis/disertasi. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat AEE menjadi salah satu faktor penentu penilaian Faculty Student Ratio (FSR) dalam sistem pemeringkatan internasional
3. Bidang Penjaminan Mutu
Penjaminan mutu di Universitas Airlangga dikelola oleh satu badan khusus yaitu Badan Penjaminan Mutu (BPM) yang merupakan unsur pelaksana universitas yang membantu pimpinan universitas dalam melakukan penjaminan mutu akademik dengan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan PP Nomor 30 Tahun 2014 yaitu: (1) merumuskan kebijakan penjaminan mutu; (2) melaksanakan proses sertifikasi mutu internal dan pelatihan dalam rangka peningkatan mutu; (3) mengendalikan dan memantau penjaminan mutu; dan (4) menyampaikan hasil penjaminan mutu kepada rektor.
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Universitas Airlangga tidak hanya diimplementasikan pada tingkat universitas, tetapi juga sampai pada tingkat unit kerja, fakultas, dan departemen/program studi. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin kualitas pengelolaan dan pemantauan hasil/kinerja yang lebih baik. Sebagai unit kerja yang bertanggung jawab terhadap jalannya SPMI, maka BPM memiliki beberapa tupoksi, meliputi:
1. menghasilkan sistem penjaminan mutu akademik yang terintegrasi, unggul, dan inovatif untuk seluruh komponen universitas;
2. menghasilkan keunggulan akademik institusi dan program studi melalui akreditasi/sertifikasi nasional maupun internasional di tingkat nasional dan internasional;
3. mewujudkan optimalisasi implementasi Airlangga Integrated Management System (AIMS) di seluruh unit kerja;
4. menghasilkan atmosfer akademik yang sehat dan kondusif dalam aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;
16
5. mewujudkan hubungan dengan pihak eksternal dan pihak lainnya dalam berbagai aktivitas akademik baik di tingkat nasional dan internasional;
6. menyampaikan hasil penjaminan mutu kepada Rektor.
Salah satu tugas organ penjaminan mutu adalah melakukan pendampingan pada proses akreditasi/re-akreditasi nasional yang menjadi kewajiban program studi bersama unit pengelola program studi (dalam hal ini fakultas). Pendampingan dilakukan oleh asesor internal yang ditunjuk BPM baik selama penyusunan borang maupun pada saat asesmen lapang. Ke depan, akreditasi program studi akan ditingkatkan dengan versi 4.0 (9 kriteria) baik melalui akreditasi internasional program studi yang mendapat pengakuan Dikti maupun melalui penyusunan Instrumen Suplemen Konversi (ISK).
Sesuai dengan prinsip continuous improvement, Universitas Airlangga telah mengembangkan instrumen audit mengacu pada instrumen akreditasi BAN-PT terbaru. Hal ini dimaksudkan untuk mengevaluasi tata kelola fakultas/prodi (termasuk prodi spesialis) secara on-line. Hasil audit ditujukan untuk mengidentifikasi secara cepat ketidaksesuaian dan saran perbaikan yang telah dan harus dilakukan oleh fakultas/prodi. Lebih lanjut hasil audit tersebut dapat digunakan oleh Pimpinan UNAIR untuk mendapatkan informasi perkembangan seluruh fakultas guna menentukan kebijakan yang perlu diambil untuk perbaikan selanjutnya.
Pemeringkatan akreditasi merupakan tolok ukur yang digunakan sebagai salah satu dasar untuk menetapkan mutu serta kelayakan prodi dalam menyelenggarakan program pendidikan. Untuk menindaklanjuti peraturan pemerintah tentang kewajiban akreditasi bagi semua institusi dan program studi, maka UNAIR membangun sistem kebijakan untuk meningkatkan status akreditasi program studi. Kebijakan tersebut dilakukan dengan maksud meningkatkan kepercayaan stakeholders terhadap kualitas akademik semua program studi serta meningkatkan citra Universitas Airlangga.
Pemenuhan akreditasi pada semua jenjang pendidikan akademik dan vokasi dilakukan sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 20 Tahun 2003. Persyaratan prodi yang dapat meluluskan harus sudah terakreditasi, diberlakukan mulai tahun 2013. Program studi yang belum terakreditasi dan tetap meluluskan sarjana harus bertanggungjawab secara institusional terhadap sanksi pidana yang berlaku sesuai ketentuan pasal 67, Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 maupun pencabutan gelar akademik bagi lulusan program studi yang bersangkutan. Oleh karena itu, pimpinan fakultas dan program studi senantiasa meletakkan akreditasi sebagai suatu kewajiban dan kebutuhan.
Pada tahun 2020, beberapa program studi di UNAIR telah divisitasi oleh BAN-PT, LAM-PTKes, serta lembaga akreditasi internasional. Perolehan peringkat akreditasi BAN- PT, LAM-PTKes, serta hasil sertifikasi dan akreditasi internasional Tahun 2016 hingga Desember 2020 disajikan pada Tabel 3.2.
17
Tabel 3. 2. Perolehan Akreditasi Program Studi di Universitas Airlangga
Jenjang
Unggul A Baik Sekali B C Akreditasi
Minimum
Persiapan Akreditasi 2018 2019 2020 2018 2019 2020 2018 2019 2020 2018 2019 2020 2018 2019 2020 2020 2020
D3 0 0 0 10 10 13 0 0 0 7 7 4 0 0 1 0 0
D4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 3 3 0 0 0 0
S1 0 0 8 33 33 26 0 0 0 5 6 5 1 0 0 5 0
S2 0 0 1 30 34 35 0 0 0 15 11 9 0 0 0 1 0
S3 0 0 0 7 8 11 0 0 1 6 4 3 0 0 0 0 0
Profesi 0 0 1 7 7 6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Spesialis dan
Sub Spesialis 0 0 0 29 31 32 0 0 0 2 1 2 1 0 0 1 6
Jumlah 0 0 10 116 123 123 0 0 1 35 32 26 15 0 1 7 6
Sumber: BPM, 2020.
Berdasarkan tabel di atas, 13 prodi D3 terakreditasi A dimana jumlah tersebut telah melampaui target Renstra tahun 2020 sebesar 9 prodi. Kemudian untuk prodi S1 terdapat 26 prodi yang terakreditasi A dimana jumlah tersebut di bawah target Renstra sebesar 44. Untuk prodi S2, prodi yang terakreditasi A sebesar 35 prodi, sesuai dengan target Renstra di tahun 2020 sebanyak 35 prodi. Sedangkan untuk S3 terdapat 11 prodi terakreditasi A dan sesuai dengan target Renstra 2020. Pada prodi profesi dan spesialis, prodi yang terakreditasi A masing-masing sebanyak 6 dan 32. Untuk prodi terakreditasi unggul, terdapat 10 prodi yaitu 8 prodi S1, 1 prodi S2 dan 1 prodi Profesi, sehingga secara keseluruhan 123 prodi di UNAIR telah terakreditasi A dan 10 prodi terakreditasi unggul.
Gambar 3. 9. Profil Program studi Tersertifikasi dan Terakreditasi Internasional 2020
Sumber: BPM, 2020 26
14 3
14 17
ASIIN ASIC FIBAA ABEST 21 AUN
18
Berdasar gambar 3.9. di atas, pada tahun 2020 UNAIR telah menargetkan adanya peningkatan jumlah prodi yang terakreditasi A melalui program reakreditasi prodi yang saat ini terakreditasi B, baik oleh BAN-PT maupun oleh LAM-PTKes. Lebih lanjut guna mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan, maka pada tahun 2020 terdapat 17 prodi di UNAIR yang tersertifikasi AUN, 14 prodi terakreditasi internasional, ABEST21, 26 prodi telah terakreditasi internasional ASIIN, 3 prodi terakreditasi FIBAA dan 14 prodi terakreditasi ASIC.
4. Penelitian dan Publikasi
Program pengembangan penelitian dan publikasi diarahkan untuk meningkatkan kinerja penelitian dan publikasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Jumlah publikasi UNAIR di jurnal internasional terindeks Scopus di tahun 2020 menunjukkan pertumbuhan sebesar 24,79%, dari tahun 2019 sebesar 2.150 artikel menjadi 2.683 artikel pada tahun 2020. Hal ini perlu menjadi apresiasi dan tantangan yang lebih besar bagi Universitas Airlangga untuk meningkatkan kualitas publikasi.
Untuk meningkatkan kinerja penelitian, mulai tahun 2013 diterapkan kebijakan peningkatan penelitian dan publikasi melalui peningkatan alokasi pendanaan. Pada tahun 2020, total pendanaan yang digunakan untuk penelitian meningkat sebesar 14,37% yang bersumber dari dana internal UNAIR, dana program WCU, dan DRPM (Gambar 3.11.).
Khusus dana penelitian di tahun 2020 yang bersumber dari internal UNAIR, menunjukkan proporsi yang cukup signifikan yaitu sebesar 50,1%.
Tabel 3.3. Kinerja Bidang Penelitian dan Publikasi Tiga Tahun Terakhir
Kinerja Bidang Penelitian 2018 2019 2020*
Hibah Ditlitabmas 274 267 373
Hibah Non-Ditlitabmas 473 429 547
Total publikasi di jurnal (nasional dan internasional) 1141 2549 3495
Publikasi di jurnal nasional 202 349 525
Publikasi Internasional: 939 2200 2970
• Scopus 894 2150 2683
• Non Scopus 45 50 287
Publikasi pada jurnal Top 25% 755 1885 2432
Q1 104 177 291
Q2 138 318 861
Q3 247 710 836
Q4 266 680 444
Jumlah Sitasi 2592 3123 1183
Kolaborasi Internasional (institusi) 200 412 554
Sumber: Lembaga Penelitian dan Inovasi, Scival.com, Scopus.com, Web of science 2020 | 18 – 12 – 2020
19
Gambar 3. 10. Profil Jumlah Penelitian 2018-2020 Gambar 3. 11. Profil Dana Penelitian Tahun 2020
(Sumber: Lembaga Penelitian dan Inovasi,2020)
Kinerja publikasi baik nasional dan internasional pada tahun 2020 menunjukkan kinerja yang meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2018 dan 2019 (Tabel 3.3.).
Berdasarkan data yang ada pada database SciVal, rata-rata pertumbuhan tahunan selama tiga tahun terakhir sekitar 67,3% jumlah publikasi pada jurnal Q1 sejak tahun 2018-2020.
Peningkatan ini disebabkan kebijakan insentif yang diberikan oleh Rektor serta beberapa fasilitas seperti layanan translasi dan proofreading yang dilakukan oleh Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan HKI (LIPJPHKI).
Langkah strategis untuk peningkatan kualitas penelitian dan publikasi terus ditingkatkan melalui program unggulan universitas. Kebijakan program penelitian dan publikasi menjadi prioritas kebijakan program dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT). Kebijakan tersebut memberikan dampak positif dalam bentuk peningkatan kualitas penelitian dosen dan peer group pada beberapa program unggulan universitas. Kualitas penelitian yang dilakukan oleh dosen dan peer group pada program unggulan UNAIR menunjukkan peningkatan yang sangat baik. Penelitian diarahkan pada fokus-fokus riset dengan peta jalan yang terintegrasi antara bidang health science, life science, dan social science yang menunjang perwujudan Research Excellence pada bidang kesehatan, bahan alam, dan ketahanan pangan. Kerja sama penelitian dengan institusi pemerintah di luar Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi juga terus dikembangkan.
5. Pengabdian Kepada Masyarakat
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) sebagai salah satu tugas TriDharma merupakan manifestasi dari tanggung jawab institusi dalam pemberdayaan masyarakat.
Secara umum, jumlah total kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pengmas) oleh dosen UNAIR tahun 2020 menurun dibanding tahun sebelumnya (Gambar 3.12.), hal ini disebabkan salah satunya oleh faktor pandemi Covid-19 yang membatasi kegiatan di luar rumah dan menyebabkan banyak kegiatan pengmas yang mengharuskan tatap muka menjadi terhambat. Agenda terbesar pengmas adalah perluasan cakupan kegiatan dan peningkatan dampak di masyarakat.
20
Tabel 3.4. Sumber Pendanaan Kegiatan Pengmas UNAIR
Sumber Dana 2018 2019 2020
Kemeristekdikti 652,000,000 681,600,000 304,200,000 Nasional 4,772,985,550 25,296,312,699 12,289,127,740 UNAIR 4,137,209,000 4,232,271,500 4,444,305,000 Sumber: LPPM, 2020.
Gambar 3. 12. Profil Jumlah Kegiatan Pengmas Gambar 3. 13. Profil Dana Kegiatan Pengmas 2020 (Sumber: LPPM, 2020) (Sumber: LPPM, 2020)
6. Kerjasama
Kerjasama merupakan sarana untuk mengembangkan dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi sekaligus menguatkan pencitraan dan mutu perguruan tinggi sehingga semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat. Kerjasama dengan berbagai pihak eksternal dengan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan dituangkan dalam bentuk naskah Piagam Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Kesepakatan Kerjasama (Memorandum of Agreement/MoA) dan Perjanjian Kerjasama (Memorandum of Implementation/MoI). Jumlah kerjasama internasional UNAIR pada tahun 2016 sampai tahun 2020 mengalami tren fluktuatif, sama halnya dengan kerjasama nasional (Gambar 3.14.). Meskipun demikian, kerjasama nasional mengalami peningkatan pada tahun 2020 dibanding tahun sebelumnya yang menunjukkan bukti ketercapaian target kinerja nasional UNAIR yang mendukung peningkatan pengakuan UNAIR di kancah nasional.
Gambar 3.14. Profil Kerjasama UNAIR 2016 – 2020
(Sumber: AGE, LPPM, LPT, dan DIPP, 2020)
418 357 382
161 195
138 168
94
265
60 0
200 400 600
2016 2017 2018 2019 2020
Dalam Negeri Luar Negeri 191
319
262
2018 2019 2020
1,79%
72,13%
26,09%
Kemenristekdikti Nasional UNAIR
21
Dalam menjalin kerjasama, Universitas Airlangga tetap memprioritaskan pengembangan kualitas layanan pendidikan sehingga kerjasama yang dilakukan harus memberikan dampak yang signifikan terhadap kegiatan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu penyediaan fasilitas pendidikan baik yang bersifat tangible seperti bangunan, laboratorium, perpustakaan, dan pusat-pusat layanan pendidikan maupun yang bersifat intangible seperti beasiswa, portal magang, dan pertukaran pelajar juga menjadi fokus utama Universitas Airlangga untuk menjadi perguruan tinggi berstandar internasional.
Gambar 3. 15. Profil Kerjasama UNAIR Bidang Akademik dan Non-Akademik
(Sumber: AGE, LPPM, LPT, dan DIPP, 2020)
Kerjasama Universitas Airlangga di tahun 2020 pada bidang akademik mengalami penurunan yaitu (dari 392 kerjasama tahun 2019 menjadi 219 tahun 2020). Secara keseluruhan, 219 kerjasama Akademik Universitas Airlangga didominasi oleh kerjasama dalam penyediaan Fasilitas Pendidikan sebesar 35% yang meliputi penyediaan dan penggunaan laboratorium, TriDharma perguruan tinggi, pelatihan, material transfer, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan proses pendidikan. Program kerjasama terbanyak selanjutnya berada pada program penelitian, baik pendanaan penelitian berupa hibah dan bantuan pemerintah maupun riset kolaborasi dengan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri sebesar 42%, jumlah ini tercapai seiring dengan fokus Universitas Airlangga untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah. Kerjasama bentuk lain yaitu pertukaran pelajar dan magang yang masing-masing sebesar 18% dan 5%.
Gambar 3.16. Bentuk Kerjasama Selain Akademik dan Non-Akademik UNAIR
282 253 345 392
219
382 470
131 34 36
0 200 400 600
2016 2017 2018 2019 2020
Akademik Non Akademik
18%
5% 42%
35%
Pertukaran Pelajar Penelitian Magang Fasilitas Pendidikan
22
(Sumber: AGE, LPPM, LPT, dan DIPP, 2020)
Kerjasama non akademik Universitas Airlangga yang meliputi bisnis, hibah dan wakaf mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun 2019. Penambahan kerjasama non akademik tidak lebih besar dari kerjasama yang berakhir pada 2 tahun terakhir, sehingga menjadi evaluasi Universitas Airlangga untuk menyusun rencana strategis dalam rangka meningkatkan jumlah kerjasama baik dengan pemerintah, perusahaan milik negara, maupun swasta pada tahun-tahun berikutnya. Kerjasama non akademik dalam bentuk bisnis meliputi sewa-menyewa, pemanfaatan lahan dan konsultasi pada industri maupun pemerintah.
7. Sistem Informasi
Sejak tahun 2011, Universitas Airlangga mengimplementasikan sistem informasi terintegrasi, yaitu Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC) untuk mengelola data, informasi, dan pengetahuan organisasi secara terintegrasi. UACC dikembangkan dengan mengakomodasi semua kepentingan stakeholders internal dan eksternal sesuai dengan ruang lingkup UACC (Gambar 3.17).
Gambar 3. 17. Ruang Lingkup UACC
Akurasi informasi untuk pengembangan sistem informasi akademik pada jenjang S1 sudah mencapai 100%. Pada tahun 2015, UACC telah dapat memberikan informasi terkait keuangan secara keseluruhan (100%) serta terkait pengadaan telah 100%. Namun masih banyak tugas yang masih menjadi tuntutan agar UNAIR dapat menjadi lebih unggul di antaranya penyediaan informasi terkait sumber daya manusia masih mencapai 50%, sarana- prasarana dan lingkungan mencapai 50%, dan Airlangga Integrated Management System (AIMS) mencapai 50%.
Guna memberikan informasi yang ter-update terkait dengan kurikulum, mahasiswa, dan dosen yang diperlukan baik bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa, upaya perbaikan dan penyempurnaan website masing-masing fakultas yang mendukung UACC mulai
23
dilakukan sejak tahun 2017. Untuk mendorong hal tersebut dikompetisikan pula website- website antar fakultas dan dipilih serta diberikan apresiasi bagi website terbaik. Hal tersebut direncanakan akan dijadikan program tahunan guna mendorong perbaikan dan penyempurnaan website masing-masing fakultas yang juga bagian dari UACC.
Untuk memudahkan akses informasi melalui internet, pada tahun 2020 konektivitas Universitas Airlangga telah dilengkapi dengan bandwidth sebesar 3 GBps dengan menggunakan jasa provider dari Telkom. Dari jumlah ini, sebanyak 1.300 MBps untuk jalur internasional dan 1.700 MBps untuk IIX (jalur nasional). Penyediaan bandwidth yang besar ini sangat memadai, sehingga para pemangku kepentingan dapat melakukan akses informasi dengan sangat cepat meskipun pada saat yang bersamaan. Bandwidth yang diimplementasikan di Universitas adalah 80 kbps/mahasiswa, dengan demikian sudah sangat memadai untuk mendukung proses pembelajaran.
Selain itu, untuk menjalin keterikatan antara alumni dan almamater, sejak tahun 2018 dibuat apps bagi alumni yang berkolaborasi dengan UACC dan bertujuan untuk meng- update data alumni, menginformasikan semua aktivitas di Universitas Airlangga pada alumni, menjembatani kebutuhan yang terkait dengan pekerjaan, maupun informasi capaian dan prestasi para alumni.