• Tidak ada hasil yang ditemukan

T1 362009040 BAB III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "T1 362009040 BAB III"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di Departemen On Air Promotion PT Surya Citra Televisi. Pertimbangan pemilihan tempat ini sebagai lokasi penelitian ada dua, yaitu pertimbangan teoritis dan praktis.

1. Pertimbangan Teoritis

Secara teoritis pemilihan tempat dikarenakan SCTV merupakan stasiun televisi yang masih eksis di Indonesia. Selain itu, budaya organisasi di SCTV yang diciptakan selama 20 tahun bisa berjalan mengikuti keinginan perusahaan. Hal ini yang berbeda dengan media televisi swasta lainnya, karena beberapa media televisi swasta lainnya, ketika berganti pemimpin akan berganti pula kebijakan dan budaya yang diajarkan.

2. Pertimbangan Praktis

Pertimbangan praktis pemilihan tempat penelitian dikarenakan peneliti sudah pernah kerja praktek dan terlibat langsung dalam pembuatan promo di SCTV jadi lebih mudah dalam pengerjaannya

3.2. Jenis Penelitian

(2)

gejala atau kelompok tertentu, atau untuk menentukan frekuensi atau penyebaran suatu gejala dan gejala lain dalam masyarakat atau organisasi tertentu (Koentjaraningrat, 1997: 29). Penelitian eksplanatif bermaksud tidak hanya sekedar memberi gambaran mengenai suatu gejala sosial tertentu yang menjadi fokus perhatian yang ingin dijelaskan, tetapi juga bagaimana hubungannya fokus perhatian yang ingin dijelaskan tersebut dengan gejala sosial yang lain, serta mengapa hubungannya seperti itu (Malo, 1986: 38).

3.3. Satuan Amatan dan Satuan Analisis

Salah satu tahapan penting dalam proses penelitian adalah mengumpulkan data atau informasi yang dibutuhkan. Sebelum pengumpulan data dilakukan maka terlebih dahulu perlu ditetapkan unit analisa dan unit pengamatan. Satuan amatan adalah sesuatu yang dijadikan sumber untuk memperoleh data dalam rangka menggambarkan atau menjelaskan tentang satuan analisis (Ihalauw, 2004:178). Adapun satuan amatan dalam penelitian ini adalah interaksi antar pegawai/karyawan Departement On Air Promotion PT Surya Citra Televisi. Satuan analisis adalah aras agregasi dari data yang dikumpulkan untuk dianalisis dalam rangka menjawab persoalan-persoalan penelitian (Ihalauw, 2004:174). Satuan analisis dalam penelitian ini adalah budaya organisasiDepartement On Air Promotion PT Surya Citra Televisi.

3.4. Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data

(3)

penelitian yang telah disusun. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari literatur, dokumen yang berkaitan dengan permasalahan penelitian ini.

Teknik pengumpulan data adalah cara-cara praktis yang ditempuh peneliti dalam mencari dan mengumpulkan data penelitian dalam bentuk pikiran, kata-kata, tindakan, peristiwa/kasus, tulisan-tulisan, gambar, dan lain-lain, sesuai dengan masalah atau fokus penelitian. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi langsung, interview, dan participant observation, seperti disarankan West & Turner (2010: 283). Teknik pengumpulan data penelitian ini sebagai berikut:

a) Wawancara Mendalam

Wawancara mendalam merupakan suatu cara mengumpulkan data atau informasi dengan cara langsung bertatap muka dengan informan, dengan maksud mendapatkan gambaran lengkap tentang topik yang diteliti. Dalam hal ini, agar dapat mengumpulkan data atau informasi mengenai budaya organisasi Departement On Air Promotion PT Surya Citra Televisi, maka perlu dilakukan wawancara mendalam dengan partisipan yaitu Kepala Departement On Air Promotion PT Surya Citra Televisi yaitu Bapak Karianto. Selain itu, dalam penelitian ini Putut Wahyudi selaku Creative Grup Head Departemen On Air Promotion SCTV, Rizky Aditya dan Akbar Maraputra selaku Asisten Produser Departemen On Air Promotion SCTV berfungsi sebagai key informan dalam triangulasi.

b) Dokumentasi

Selain menggunakan tekhnik wawancara peneliti juga melakukan studi-studi kepustakaan seperti, dokumen-dokumen yang terkait dengan Departement On Air Promotion PT Surya Citra Televisi.

(4)

Guba dan Lincoln (dalam Moleong, 2006) mengemukakan bahwa pengamatan memungkinkan peneliti melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya, dan juga pengamatan memungkinkan peneliti mengatasi aspek bias dari proses wawancara. Pacanowsky & Trujillo (dalam Littlejohn & Foss, 2005: 258) menyatakan bahwa studi budaya organisasi seperti ini dapat mengungkap budaya organisasi melalui pengamatan terhadap communication performances.

3.5. Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan pada saat mengumpulkan data dan setelah pengumpulan data. Analisa dilakukan agar peneliti segera menyusun untuk melengkapinya selanjutnya diharapkan dari analisis awal diperoleh kesimpulan sementara. Analisis data dalam penelitian ini, dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut :

a) Reduksi data

Pada tahap ini peneliti melakukan pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan dari hasil wawancara, abstraksi dan transformasi data kasar yang diperoleh di lapangan, kemudian memilih data yang relevan dan kurang relevan dengan tujuan penelitian.

b) Penyajian data

Setelah data-data itu terkumpul kemudian peneliti menyajikan data-data yang sudah dikelompokkan tadi dengan penyajian dalam bentuk narasi dengan tujuan atau harapan setiap data tidak lepas dari kondisi permasalahan yang ada dan peneliti bisa lebih mudah dalam melakukan pengambilan kesimpulan.

(5)

Referensi

Dokumen terkait

Teknik wawancara dapat pula diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mendapatkan data dengan bertanya langsung secara bertatap muka dengan responden atau

Wawancara mendalam secara umum adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan

Penelitian ini dilakukan dengan wawancara secara mendalam yaitu suatu cara mengumpulkan data atau informasi dengan cara bertatap muka langsung dengan informan

Wawancara mendalam (in–depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan

Maksudnya disini adalah peneliti akan terlibat secara langsung bertatap muka dengan informan agar mendapatkan data lengkap dan mendalam dalam proses pengumpulan atau

Wawancara mendalam ( intensive/depth interview ) adalah teknik mengumpulkan data atau informasi dengan cara bertatap muka langsung dengan informan agar mendapatkan

Wawancara mendalam secara umum adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan

Metode yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara mendalam in- depth interview dan semistruktur, teknik mengumpulkan data atau informasi dengan cara bertatap muka langsung dengan