• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA PENINGKATKAN PERHATIAN BELAJAR SISWA MELALUI MODEL KOOPERATIF LEARNING PADA PEMBELAJARAN PKn KELAS IV MIS AL HIDAYAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UPAYA PENINGKATKAN PERHATIAN BELAJAR SISWA MELALUI MODEL KOOPERATIF LEARNING PADA PEMBELAJARAN PKn KELAS IV MIS AL HIDAYAH"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1778

UPAYA PENINGKATKAN PERHATIAN BELAJAR SISWA MELALUI MODEL KOOPERATIF LEARNING

PADA PEMBELAJARAN PKn KELAS IV MIS AL HIDAYAH

SAMI

Abstrak

Upaya Peningkatan Perhatian Belajar Siswa Melalui Model kooperatif learning pada pembelajaran PKn kelas IV MIS Al Hidayah.

Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan perhatian belajar siswa melalui model Kooperatif learning Adapun masalah dalam penelitian ini yakni “ peningkatan perhatian belajar siswa melalui model Kooperatif learning pada pembelajaran PKn tema 7 Subtema 3 Pembelajaran 3 tentang Keberagaman Ekonomi di Indonesia dan Arti Penting memahami keragaman masyarakat Indonesia”. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV MIS Al Hidayah tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 10 siswa, terdiri dari 5 siswa laki- laki dan 5 siswa perempuan.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tekhnik observasi yang dilakukan selama penelitian pada siklus I dan siklus II sedang berlangsung.

Tekhnik analisis data yang dipergunakan adalah tekhnik kuantitatif dan kualitatif. Tekhnik kuantitatif untuk mengolah data kuantitatif hasil test.

Sedangkan tekhnik kualitatif untuk menganalisis data kualitatif non test.melalui kegiatan observasi

Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Penerapan model kooperatif learning pada kelas IV MIS Al Hidayah .Peneliti mengharapkan untuk penelitian berikutnya agar memilih model yang tepat dan menggunakan alat peraga yang mendukung terhadap materi pembelajaran untuk peningkatkan perhatian belajar siswa.

Berdasarkan hasil analisis data pada siklus 1 aktivitas siswa secara klasikal adalah Dari hasil evaluasi perbaikan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan nampak peningkatan cukup baik. penguasaan materi pembelajaran meningkat dari rata-rata 67.2 pada data awal, menjadi 71.2 pada siklus I. Sedangkan tingkat ketuntasan belajar meningkat dari semula hanya 80% pada data awal menjadi 90% pada siklus I, terjadi peningkatan sebesar

(2)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1779

10 % pada siklus I. pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar pada siswa kelas IV MIS Al Hidayah dengan menggunakan penerapan perhatian belajar siswa melalui model Kooperatif Learning

Kata Kunci : pembelajara PKn, Model,Koorperatif learning

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu cara pembentukan kemampuan manusia untuk menggunakan akal fikiran/rasional mereka sebagai jawaban dalam menghadapi berbagai masalah yang timbul dimasa yang akan datang.

Pendidikan juga merupakan usaha sadar yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu tujuan pendidikan yaitu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan yang baik, akan mudah mengikuti perkembangan jaman dimasa yang akan datang, khususnya perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

The PjBL,as a learning model,uses projects as learning media.studens explore,assess,interpret,synthesize,and information to achieve learning goals.The learning model is problem-orientedas afirts step in collecting and integrating new knowledge based on experince and is designed to analyze solutionsto complexproblems in investigating.The blended PjBL, which is integrated with 21st-century skills,is expected to influince better HOTS of pre- service biology teachers (Haviz et el,2020) This research hopes that it can explore innovative learning models that are appropriate in increasingthe HOTS

(3)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1780

of pre-service boilogy teachers,one ofwhich is in the immunology material.

Somantri (1976, hlm.28) mengatakan Pendidikan Kewarganegaraan mempunyai arah yakni mendidik masyarakat sebagai warga negara yang patuh aturan hukum, digambarkan dengan masyarakat atau warga negara yang rela berkorban demi bangsa dan negara, berakidah, dan demokratis. menyelesaikan masalah, baik masalah yang berhubungan dengan pembelajaran PKn ataupun masalah yang dijumpai dalam kehidupan sehari- hari. Pelajaran PKn bagi sebagian siswa dianggap sebagai pelajaran yang sulit untuk dipahami, sebab PKn selalu dihubungkan dengan keragaman lingkungan masyarakat dan hukum. Hal tersebut merupakan salah satu penyebab bahwa hasil belajar PKn masih belum memuaskan. Pernyataan tersebut didukung dari kenyataan yang ada dilapangan yang menunjukkan bahwa hasil belajar PKn di MIS Al Hidayah tergolong masih rendah bila dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya.

Menurut Sudjana (2010: 22), hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Rendahnya nilai hasil belajar siswa di MIS Al Hidayah disebabkan oleh beberapa faktor antara lain; metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah masih bersifat konvensional, penggunaan alat peraga/media jarang sekali digunakan, dan praktik pembelajarannya kurang memanfaatkan situasi nyata dilingkungan siswa, sehingga Siswa kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran dan cenderung pasif, terbukti dalam kegiatan belajar siswa selalu diam saja ketika mendapatkan kesulitan dalam belajar siswa belum siap karena kondisinya dalam proses pembelajaran ribut, ngobrol dengan teman,Siswa (laki-laki) banyak yang tidak

(4)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1781

serius belajar karena mereka senang keluar kelas dengan alasan ke toilet padahal mereka ke kantin, Belum siap atau tidak berusaha untuk memahami materi yang akan dipelajari serta malas belajar dan tidur-tiduran dikelas, Siswa (laki-laki) banyak yang bermasalah baik itu kehadiran, tingkah laku kepribadian maupun dalam pengerjaan tugas. ampung keluh kesah siswa ketika pembelajaran, kemudian didapatkan suatu pemecahan masalah untuk siswa kelas IV tersebut.

Untuk mengatasi permasalahan di atas, guru harus dapat berusaha meningkatkan dan mengembangkan kualitas proses pembelajaran matematika sesuai dengan kebutuhan kognitif dan keterampilan intelektual siswa. Salah satu pendekatan dalam pembelajaran PKn yang berorientasi pada hal tersebut adalah dengan menerapkan Koorperatif learning.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, permasalahan dalam penelitian ini adalah: Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:”Peningkatan perhatian belajar siswa melalui model kooperatif learning pada pembelajaran PKn kelas IV MIS Al HIdayah”.

Tujuan penelitian ini Berdasarkan rumusan masalah diatas,maka tujuan penelitian ini adalah : “ Untuk mengetahui upaya peningkatan perhatian belajar siswa melalui model kooperatif learning pada pembelajaran PKn kelas IV MIS Al Hidayah”.\

Manfaat Penelitian

1. Manfaat dari segi teori

(5)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1782

b. Secara teoritis, penelitian ini menjelaskan secara detil dan rinci mengenai perhatian belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif learning untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam pembelajaran PKn kelas IV MIS Al Hidayah.

c. Secara teoritis, manfaat penelitian ini untuk memberikan masukan serta menambahkan wawasan ilmu pengetahuan yang luas khususnya pada perhatian belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif learning dalam pembelajaran PKn kelas IV MIS Al Hidayah.

1. Manfaat dari segi praktek a. Bagi siswa

Melatih siswa dalam meningkatkan kemampuan belajar sehingga siswa terbiasa dan mampu untuk memecahkan masalah berpendapat.didalam perhatian belajara siswa melalui model pembelajaran kooperatif learning,yang mampu menghindari rasa jenuh pada kegiatan belajar mengajar.

b. Bagi Guru dapat menjadikan perhatian belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif learning sebagai alternatif guna meningkatkan kemampuan belajar.

c. Bagi sekolah

Dapat dijadikan sebagai referensi baru untuk program berkenaan dengan meningkatkan perhatian belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif learning dalam meningkatkan kemampuan belajar

Indikator Keberhasilan

(6)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1783

Adapun indicator keberhasilan belajar siswa menurut djamarah dan zain (2010:106 adalah :

1. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajaran mencapai prestasi tinggi,baik secara individu maupun kelompok

2. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran/instruksional khusus (TIK) oleh siswa,baik secara individual maupun kelompok

Taraf atau tin gkat keberhasilan proses belajar mengajar yang baru dilaksanakan keseluruha seperti di ungkapkan olehDjamarah dan Zain (2010:108) adalah

1. Apabila dari 75 % dari jumlah siswa yang mengikuti proses belajar mengajar atau pencapai keberhasilan minimal,optimal,atau bahkan maksimal,maka proses belajar mengajar berikutnya dapat membahas pokok bahasan yang baru

2. Apabila 75 % atau lebih dari jumlah yang mengikuti proses belajar mengajar mencapai tarap penghasilan kurang(dibawah tarf minimal),maka proses belajar mengajar berikutnya bersifat perbaikan (remedial)

Pendapat Djamarah dan Zain di atas dapat kita contohkan dalam menilai keberhasilan penelitia tindakan kelas yang dilakukan. Misalnya dalam penelitian peningkatan belajar siswa dan proses pembelajaran,menjadi dua bagian yaitu:

1. Proses pembelajaran,

Proses pembelajaran dikatakan berhasil jika apa yang telah direncanakan

(7)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1784

dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) terlaksan 75% - 100%

disetiap siklus.

2. Peningkatan belajar

Pelaksanan tindakan dikatakan berhasil jika rata – rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dan kriteria ketuntasan siswa memenuhi target yang telah di tentukan secara kalsikal yaitu 75 % serta memperoleh nilai dibawah 70.

METODE PENELITIAN

Yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV MIS Al Hidayah dengan jumlah 10 siswa terdiri dari 5 orang laki-laki dan 5 orang perempuan.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas.Menurut IGAK Wardhani (2011) Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat.

Esensi PTK terletak pada adanya tindakan dalam situasi alami untuk memecahkan masalah-masalah praktis dalam pembelajaran. PTK berangkat dari persoalan- persoalan praktis yang dihadapi oleh guru/ calon guru di kelas.

Prosedur pelaksanaannya dapat dimulai dengan analisis situasi, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, perefleksian, dan evaluasi terhadap dampak tindakan. prosedur ini dapat diulang sampai diperoleh hasil sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

Dalam PTK ini peneliti menggunakan prosedur penelitian tindaka kelas yang berbentuk siklus dan spiral. penelitian akan dilaksanakan dalam dua siklus

(8)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1785

yang setiap siklusnya terdiri atas 4 tindakan. yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang kemudian diikuti siklus spiral berikutnya.

Desain PTK yang peneliti gunakan adalah desain model Kemmis dan Mc. Taggart.

PTK yang peneliti gunakan adalah desain model Kemmis dan Mc. Taggart.

Gambar 3.1. Desain PTK model Kemmis dan Mc. Taggart A. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian adalah keseluruhan cara atau kegiatan dalam suatu penelitian yang di mulai dari perumusan masalah sampai membuat suatu kesimpulan pendekatan penelitian adadua macam yaitu :

1. Pendekatan kuanlitatif merupakan pendekatan yang lebih menekankan pada aspek pemahaman yang lebih mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi.metode penelitian ini lebih suka mengunakan teknik analisis mendalam (in- depth analysis) yakni mengkaji masalah secara kasus perkasus karena

(9)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1786

metodologo kuanlitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya.

2. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang berlandaskan pada filsafat positivism ,dipakai untuk meneliti pada populasi ataupun sampel tertentu pengumpulan data mengunakan alat ukur (instrument) penelitian ,analisa data bersifat kuantitatif/statistic,dengan tujuan untuk menguji dan membuktikan hipotesis yang telah dibuat/ditetapkan ,secara umummetode kuantitatif terdiri atas metode survey dan metode eksperimen.

B. Lokasi Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MIS Al Hidayah, Kecamatan Pulau Maya,Kabupaten Kayong Utara.adapun alasan pemilihan MIS Al Hidayah dijadikan sebagai tempat penelitian adalah sebagai berikut :

a. Peneliti memperoleh kemudahan perizinan untuk melakukan penelitian dari Kepala Madrasah MIS Al Hidayah

b. Peneliti memperoleh dukungan dari Kepala Madrasah dan guru-guru MISAl Hidayah untuk mengadakan penelitian

c. Lokasi penelitian merupakan tempat mengajar penelit sehingga mempermudah peneliti melakukan pengumpulan data

d. Terdapat permasalahan dalam pembelajaran PKn kelas IV MIS Al Hidayah.

Subjek Penelitian

(10)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1787

Yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IV MIS Al Hidayah dengan jumlah 10 siswa terdiri dari 5 orang laki-laki 5 orang perempuan.

Teknik Pengumpulan Data

Instrumen penelitian merupakan alat bantu untuk memperoleh data yang diperlukan ketika peneliti sudah menginjak pada langkah pengumpulan informasi di lapangan.dalam penelitian ini untuk dapat memperbaiki rencan tindakan dalam setiap kegiatan belajar mengajar, peneliti mengunakan tes tertulis,dan lembar observasi

1. Tes Tertulis

Tes tertulis adalah prosedur sistematik yang di buat dalam bentuk tugas – tugas tertulis yang di standarisasikan dan diberikan kepada individu atau kelompok untuk di kerjakan,dijawab atau direspon,testertulis dalam penelitian ini meliputi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan lembar evaluasi.

2. Lembar Observasi

Lembar observasi adalah alat pengumpul data yang di gunakan untuk merekam segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi dan mengukur aktivitas siswa dan guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Secara lebih spesifik,lembar observasi aktivitas siswa yang akan di gunakan pada penelitian ini dapat di lihat pada table 3.2. berikut :

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I/TINDAKAN I

(11)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1788

Hari/Tanggal : Mata Pelajaran :

Kelas/Semester :

Waktu :

No Aspek yang diamati Kemuncul

an Komentar

Ya Tida k 1 Siswa ikut terlibat dalam

pengkondisian

kelas untuk menerima pelajaran

2 Siswa mendengarkan tujuan yang ingin di

capai dari pembelajaran yang akan dilaksanakan.

3 Siswa memperhatikan topik yang dituliskan guru dipapan tulis.

4 Siswa membentuk kelompok secara heterogen berdasarkan peringkat.

5 Siswa berdiskusi bersama teman kelompok dan memanipulasi alat peraga.

6 Siswa mengerjakan LKPD.

7 Siswa menerima bimbingan dari guru 8 Siswa mempresentasikan hasil

diskusinya di depan kelas.

9 Siswa mengerjakan lembar evaluasi yang

telah disiapkan secara Individual.

10 Siswa mendengarkan dan mencatat kesimpulan dari guru.

(12)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1789

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS I/TINDAKAN I Hari/Tanggal :

Mata Pelajaran : Kelas/Semester :

Waktu :

No Perilaku Guru yang Diobservasi Kemuncul

an Komentar

Ada Tdk Ada 1. Melaksanakan kegiatan rutin

2. Memulai pembelajaran secara menarik, memotivasi peserta didik, dan mengadakan apersepsi.

3. Mengkondisikan kelas

4. Menyampaikan tujuan pembelajaran

5. Bertanya jawab dengan peserta didik tentang materi

pelajaran

6. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk

mengamati gambar

7. Mengelompokkan peserta didik di kelompok awal

8. Memberikan materi pada tiap peserta didik dalam

kelompok

9 Membentuk kelompok ahli

10 Membimbing peserta didik dalam berdiskusi

11 Mempresentasikan peserta didik tentang hasil diskusi.

12 Menyimpulkan materi pembelajaran

(13)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1790

13 Menilai hasil pembelajaran

14 Memberikan tugas sebagai tindak lanjut pembelajaran

Teknik Analisis Data

1. Analisis yang digunakan sesuai dengan metode dan jenis data yang telah dikumpulkan

2. Pada PTK data yang dikumpulkan dapat berbentuk kuantitatif maupun kualitatif

3. Pada PTK maupun tidak menggunakan uji statistic,tetapi dengan desdeskriptif

4. Data kualitatif menggunakan analisis diskriptif kompratif yaitu memandingkan nilai tes kondisi awal,nilai tes setelah siklus 1 dan nilai tes setelah siklus 2

5. Data kualitatif hasil pengamatan maupun wawancara menggunakan analisis diskriftif kualitatif berdasarkan hasil observasi dan refleksi dari tiap-tiap siklus

Prosedur/Langkah-langkah penelitian

1. Mengidentifikasi dan merumuskan masalah 2. Menganalisis masalah

3. Merumuskan hipotesis tindakan

4. Membuat rencana tindakan dan pemantauannya 5. Melaksanakan tindakan mengamatinya.

6. Mengolah dan menafsirkan data

(14)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1791

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

a. Hasil Observasi Aktivitas Guru dan Siswa Siklus I

Hasil dari pengamatan atau pengumpulan data pada siklus 1 adalah sebagai berikut:

1. Aktivitas Guru

Hasil observasi aktivitas guru pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel 4.1 di bawah ini.

Tabel 4.1 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus 1

MatPelajara :PKn Kelas :IV

Hari/Tanggal : Jum’at10 Juni 2022

Fokus Observasi: Penerapan metode demonstrasi dengan menggunakan media nyata

No Perilaku Guru yang Diobservasi

Kemuncula

n Komenta

Ada Tdk r Ada 1. Menata fasilitas dan sumber belajar X

2. Memulai pembelajaran secara menarik, memotivasi peserta didik, dan

mengadakan apersepsi.

X

3. Melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan

tujuan, peserta didik, situasi dan lingkungan

X

4. Menggunakan alat bantu (media) pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, peserta didik, situasi

X

(15)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1792

dan lingkungan

5. Meminta siswa untuk mengidentifikasi keberagaman bidang ekonomi dan sikap toleransi dalam keragaman masyarakat indonesia

X

6. Memberi petunjuk dan penjelasan yang berkaitan

dengan isi pembelajaran

X 7. Melakukan Tanya jawab hasil demonstrasi X 8. Memicu dan memelihara keterlibatan peserta

didik

X 9. Guru memberikan lembar kerja hasil

demonstrasi

X 10. Guru mendemonstrasikan materi pelajaran X 11. Menyimpulkan materi pembelajaran X

12. Menilai hasil pembelajaran X

13. Memberikan tugas sebagai tindak lanjut

pembelajaran X

Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas guru berada pada tahapan baik, meskipun ada beberapa aspek yang harus diperbaiki seperti menumbuhkan motivasi, penggunaan media yang kurang maksimal, pengelolaan waktu yang kurang efisien, memulai demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk belajar kurang terlaksana dengan baik, suasana yang diciptakan kurang menyenangkan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu kurang terlaksana dengan baik, dan memberikan penguatan kepada siswa dari penjelasan- penjelasan yang sudah dijelaskan

(16)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1793

selama proses belajar mengajar kurang dilakukan dengan baik.

2. Aktivitas Siswa

Hasil observasi teman sejawat terhadap aktivitas siswa tertera pada tabel 4.2 di bawah ini.

Tabel 4.2

Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 1

No Nama Siswa Aktivitas Siswa

Keterangan

1 2 3 4 5

1 Natasya Islami X X

2 Dendra X X

3 Alvin Faizi Ramadhan

X X 1.Aktif

bertany a 2.Aktif

Menja wab

3.Melaksana ka n Perintah

4.

Mengobrol 5.Diam

saja

4 Harifin X X X

5 Caca Handika X X

6 Ikhsan Diwan Fajari

X X

7 Sela Awlia X X X

8 Rahmina X X X

9 Juliatin X X X

10 Giya Rahma Wulandari

X X X

Jumlah 5 8 9 2 1

Presentase 95% 92% 91% 98% 99%

Berdasarkan lembar pengamatan, aktivitas siswa berada pada kategori kurang baik dengan hasil siswa yang aktif bertanya sebanyak 95%, siswa yang aktif menjawab sebesar 92%, siswa yang melaksanakan perintah sebesar 91 %,

(17)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1794

siswa yang mengobrol sebesar 98% dan siswa yang diam saja atau tidak aktif sebesar 99 %

3. Hasil Evaluasi/Daftar Nilai Evaluasi Pembelajaran Siklus 1

Setelah proses pembelajaran siklus 1 dilaksanakan maka di peroleh nilai masing- masing siswa pada tabel 4.3 berikut:

Tabel 4.3

Daftar Nilai Evaluasi Pembelajaran Siklus 1 N

o.

Nama Siswa Nilai Siklus 1 Ketuntasan

1 Natasya Islami 72 Tuntas

2 Dendra 70 Tuntas

3 Alvian Faizi Ramadhan

57 Belum Tuntas

4 Harifin 77 Tuntas

5 Caca Handika 58 Belum Tuntas

6 Ikhsan Diwan Fajri 73 Tuntas

7 Sela Awlia 76 Tuntas

8 Rahmina 78 Tuntas

9 Juliatin 75 Tuntas

10 Giya Rahma Wulandari

77 Tuntas

Jumlah nilai 713

Rata-rata 71.3

Tertinggi 78

Terendah 57

Jumlah siswa tuntas 8 Jumlah Siswa belum

tuntas

2 Presentase

ketuntasan %

80%

Presentase Belum Tuntas %

20%

(18)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1795

b. Hasil Observasi Aktivitas Guru dan Siswa Siklus II

Hasil dari pengamatan atau pengumpulan data pada siklus 2 adalah sebagai berikut:

1. Aktivitas Guru

Hasil observasi aktivitas guru pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel 4.4 di bawah ini:

Tabel 4.4

Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus 2 Mata Pelajaran :

PKn

Kelas/Semester :IV(Empat)/II (dua) Hari/Tanggal : Rabu,14 Oktober 2020

Fokus Observasi : Penerapan metode demonstrasi dengan menggunakan media nyata

N o

Perilaku Guru yang Diobservasi

Kemunculan

Komen tar Ad

a

Tdk Ada 1. Menata fasilitas dan sumber belajar

2.

Memulai pembelajaran secara

menarik, memotivasi peserta

didik, dan

mengadakan apersepsi.

X

3. Melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan

tujuan, peserta didik, situasi dan lingkungan X

4.

Menggunakan alat bantu (media)

pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, X

(19)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1796

peserta didik, situasi dan lingkungan

5. Meminta siswa untuk mengidentifikasi sifat sifat

cahaya

X

6. Memberi petunjuk dan penjelasan yang berkaitan

dengan isi pembelajaran

X 7. Melakukan Tanya jawab hasil demonstrasi X 8. Memicu dan memelihara keterlibatan peserta

didik

X 9. Guru memberikan lembar kerja hasil

demonstrasi

X 10. Guru mendemonstrasikan materi pelajaran X 11. Menyimpulkan materi pembelajaran X

12. Menilai hasil pembelajaran X

13. Memberikan tugas sebagai tindak lanjut

pembelajaran X

Berdasarkan lembar pengamatan, aktivitas guru berada pada tahapan sangat baik. tapi masih ada aspek yang perlu diperbaiki yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.

2. Aktivitas Siswa

Hasil observasi teman sejawat terhadap aktivitas siswa tertera pada tabel 4.5 di bawah ini.

Tabel 4.5

Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 2

No Nama Siswa Aktivitas Siswa

Keterangan

1 2 3 4 5

1 Natasya Islami X X X 1.Aktif

(20)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1797

2 Dendra X X X bertanya

2.Aktif Menjawab 3.Melaksanak

a n Perintah 4. Mengobrol 5. Diam saja 3 Alvian Faizi

Ramadhan

X X

4 Harifin X X X

5 Caca Handika X X X X

6 Ikhsan Diwan Fajri X X X

7 Sela Awlia X X X

8 Rahmina X X X

9 Juliatin X X X

10 Giya Rahma Wulandari

X X X

Jumlah 9 10 10 1

Persentase 90% 100% 100% 0% 10%

Berdasarkan lembar pengamatan, aktivitas siswa berada pada kategori baik dengan hasil siswa yang aktif bertanya sebanyak 90% , siswa yang aktif menjawab sebesar 100% , siswa yang melaksanakan perintah sebesar 100% , sudah tidak ada lagi siswa yang mengobrol atau dan siswa yang diam saja atau tidak aktif sebesar 10%

Data hasil Penilaian Pembelajaran siklus 1 Analisis Data Aktivitas Siswa

Berikut ini adalah hasil observasi aktivitas siswa pada saat pembelajaran.

Tabel 4.2

Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I

N o

Nama siswa

Aspek Yang Dinilai

Ra ta- rat

Tafsiran Keaktifa

n

Kedisipli nan

Motiva si

K C B

(21)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1798

a

1. Natasya Islami 2 3 3 8 X

2. Dendra 3 3 2 8 X

3. Alvin Faizi Ramadhan

2 3 2 7 X

4. Harifin 3 3 3 9 X

5. Caca Handika 1 2 3 6 X

6. Ikhsan Diwan Fajri

2 3 3 8 X

7. Sela Awlia 3 3 3 9 X

8. Rahmina 3 3 3 9 X

9. Juliatin 3 3 2 8 X

10. Giya Rahma Wulandari

3 3 3 9 X

presentase 75% 70% 70% 20 30 50

Berdasarkan hasil observasi siswa tersebut dapat diketahui bahwa persentase siswa yang menunjukkan keaktifan dalam pembelajaran mencapai 75% , sedangkan kedisiplinan siswa mencapai 70% juga, sementara motivasi belajar siswa mencapai persentase &0% . berdasarkan tafsiran rata-rata nilai maka siswa yang dikategorikan kurang berjumlah 2 orang dengan persentase 20%, siswa dengan kategori cukup mencapai 3 orang dengan persentase 30%

semetara siswa yang kategori Baik baru mencapai 5 orang dengan persentase 50% . karena siswa dengan kategori baik belum mencapai atau mendekati,

(22)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1799

maka pembelajaran perlu dibenahi kembali supaya kegiatan belajar siswa lebih bermakna

Analisis Data Hasil Belajar Siswa

Berikut ini hasil evaluasi Perbaikan Kelas IV MIS Al Hidayah tentang

“Keberagaman Ekonomi di Indonesia dan Arti Penting Memahami Keragaman Masyarakat Indonesia” yang diperoleh dari data awal dan siklus ke 1.

Tabel 4.3

Hasil Belajar Siswa Siklus I

NO NAMA

SISWA

Data Awa

l

Siklus 1

TAKSIRA N

Data Awal Siklus I Tunt

as Belu

m Tuntas Belu m 1

.

Natasya Islami 71 74 X X

2 .

Dendra 70 72 X X

3 .

Alvin Faizi Ramadhan

54 70 X X

4 .

Harifin 72 75 X X

5 .

Caca Handika

46 50 X X

6 .

Ikhsan Diwan Fajri

71 75 X X

(23)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1800

7 .

Sela awlia 74 78 X X

8 .

Rahmina 73 77 X X

9 .

Juliatin 71 76 X X

1 0.

Giya Rahma Wulandari

70 75 X X

Jumlah 672 722 8 2 8 2

Rata-Rata 67.2 72.2 Protentase

ketuntasan

80% 20% 90% 10%

.

Dari hasil evaluasi perbaikan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan nampak peningkatan cukup baik. penguasaan materi pembelajaran meningkat dari rata-rata 67.2 pada data awal, menjadi 71.2 pada siklus I. Sedangkan tingkat ketuntasan belajar meningkat dari semula hanya 80% pada data awal menjadi 90% pada siklus I, terjadi peningkatan sebesar 10 % pada siklus I.

Untuk memperoleh data yang lebih relevan, dan dapat digunakan untuk perbandingan nilai yang diperoleh siswa, maka peneliti menyajikan rekapitulasi nilai siswa berikut ini

Tabel 4.4

Rekapitulasi Nilai Perbaikan Siklus I

(24)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1801

No. Nilai Skor Frekuens

i

1 40 2

3 50 1

5 60 4

6 65 1

7 70 1

8 75 5

9 80 2

10 85 1

11 90 3

Jumlah 20

Tabel 4.5

Hasil Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus I

No Aspek yang

Diobservasi

Kemunculan

Koment ar Ad

a

Tidak 1. Guru mengkondisikan

siswa untuk belajar X

Berdoa, mengabsen dan apersepsi Tanya

jawab 2 Alat peraga yang

digunakan menarik perhatian

X Gambar Jenis jenis aktivitas bidang

ekonomi

(25)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1802

3 Alat peraga yang digunakan menarik

perhatian

X Gambar yang

bervariasi, teks keragaman masyarakat 4 Guru memberi contoh

untuk memperjelas materi yang diberikan

X Dalam kehidupan

sehari-hari

5 Penggunaan alat peraga melibatkan siswa

X Menjelaskan isi

gambar, mengamati gambar 6 Alat peraga yang ada

digunakan secara optimal

X Oleh guru dan

siswa

7 Guru memberikan penguatan pada siswa

X Kepada seluruh

siswa 8 Alat peraga memotivasi

siswa untuk lebih aktif

X Banyak dan bervariasi 9 Guru memberikan

penilaian selama proses pembelajaran

X Dengan lembar

pengamatan

10 Guru menanggapi pertanyaan siswa

X Dengan menjawab pertanyaan

(26)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1803

11 Mengajukan pertanyaan sesuai dengan materi

X Pada saat

pembelajaran 12 Penggunaan waktu

evaluasi yang sesuai

X Waktu yang disediakan

maksimal

Jumlah 9 3

Persentase % 100%

Dari hasil observasi tersebut, dapat dijelaskan bahwa pada saat pembelajaran guru mengkondisikan siswa dengan kegiatan berdoa, mengabsen dan apersepsi melalui tanya jawab. guru menggunakan alat peraga yang relevan sesuai dengan materi yaitu berupa gambar aktivitas bidang ekonomi dan gambar keragaman masyarakat di indonesia.

Alat peraga yang digunakan dapat menarik perhatian siswa karena gambaryang digunakansangat bervariasi dan berjumlah banyak. guru memberi contoh untuk memperjelas materi yang diberikan. Seluruh siswa dilibatkan dalam penggunaan alat peraga, alat peraga yang disediakan digunakan secara optimal oleh guru dan siswa. guru memberikan penguatan kepada seluruh siswa baik yang aktif maupun yang pasif. alat peraga yang digunakan memotivasi siswa untuk lebih aktif terbukti dari kegiatan siswa yang sangat tertarik untuk mengamati gambar. guru melakukan penilaian proses dengan bantuan lembar observasi aktifitas siswa. guru menaggapi peratanyaan yang diajukan oleh siswa. guru mengajukan pertanyaan kepada

(27)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1804

siswa sesuai dengan materi terutama pada saat pembelajaran. Penggunaan waktu evaluasi sangat maksimal dengan pengelolaan yang sangat efektif.

untuk pengujian hipotesis perlu menganalisa data setiap kegiatan yang dilakukan dengan cara uji statistik. Jenis data yang didapat adalah data kuantitatif dan data kualitatif. data kuantitatif terdiri atas aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. analisis untuk pengujian data hipotesis setiap kegiatan dilakukan dengan cara membandingkan transkrip setiap instrumen kegiatan atau hasil kerja siswa.

Untuk menganalisis aktivitas siswa dalam proses pembelajara dengan melihat setiap kategori yang diamati dengan menggunakan rumus sebagai berikut

F

P= x 100%

n Keterangan :

𝑝 = persentase setiap kategori

𝑓 = frekuensi tiap kategori yang muncul 𝑛 = banyaknya seluruh kategori yang diamati

Untuk menganalisis hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran dilakukan dengan mencari rata- rata dan variansinya (Sudjana, 2005:

67 dan 95) menggunakan rumus sebagai berikut:

(28)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1805

X ( fi . xi ) n

2 ( x)2 S=

n(n 1)

Keterangan:

X = Rata-rata hitung n = Banyaknya data

fi. x i = Hasil perkalian nilai dengafrekuensi n nilai yang bersangkutan s2 = Variansi

∑ x = Jumlah nilai secara keseluruhan

∑ x2 = Jumlah kuadrat setiap nilai

Sedangkan data kualitatif terdiri atas hasil observasi, wawancara dan catatan lapangan yang dioladalam bentuk deskripsi. untuk memperoleh data tersebut dilakukan melalui proses triangulasi, yakni proses pengecekan kebenaran data untuk mengetahui perbandingan antara peneliti, pengamat dan subjek penelitian selama tindakan

Pembahasan

Penelitian ini dilaksanakan di MIS Al Hidayah pada kalas IV dengan jumlah siswa 10 orang 5 laki – laki dan 5 perempuan, yang dilakukan dengan memberikan soal evaluasi.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan perhatian belajar siswa melalui model kooperatif learning kelas IV MIS Al Hidayah pada pembelajaran PKn tema 7 sub tema

(29)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1806

3 pembelajaran 3.penelitian ini di lakukan 2 siklus,siklus pertama memberikan tes evaluasi,yang kedua perbaiakan dari siklus 1.

Hasil penelitian ini menunjukan analisis data diuraikan tentang peningkatan perhatian belajar siswa melalui model kooperatif learning terhadap siswa kelas IV MIS Al Hidayah dengan nilai terendah 57 dan nilai tertinggi 78. Dari hasil evaluasi perbaikan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan nampak peningkatan cukup baik. penguasaan materi pembelajaran meningkat dari rata-rata 67.2 pada data awal, menjadi 71.2 pada siklus I. Sedangkan tingkat ketuntasan belajar meningkat dari semula hanya 80% pada data awal menjadi 90% pada siklus I, terjadi peningkatan sebesar 10 % pada siklus I.

Dari hasil observasi tersebut, dapat dijelaskan bahwa pada saat pembelajaran guru mengkondisikan siswa dengan kegiatan berdoa, mengabsen dan apersepsi melalui tanya jawab. guru menggunakan alat peraga yang relevan sesuai dengan materi yaitu berupa gambar aktivitas bidang ekonomi dan gambar keragaman masyarakat di Indonesia.

Dari hasil penelitian diatas dapat diketahui bahwa memiliki kesamaan dengan penelitian yang dilakuakn oleh Deni,Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, tahun 2020.

Maka dari itu dapat di ketahui bahwa kegiatan pelaksaan peningkatan perhatian belajar siswa melalui model kooperatif learning,memiliki pengaruh terhadap perhatian belajar siswa

PENUTUP

(30)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1807

SIMPULAN

Dari keseluruhan hasil penelitian perbaikan pembelajaran tentang

“keberagaman ekonomi di indonesia dan arti penting memahami keragaman masyarakat indonesia” bagi siswa Kelas IV MIS Al Hidayah, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran PKn tentang keberagaman ekonomi di indonesia dan arti penting memahami keragaman masyarakat indonesia bagi siswa Kelas IV MIS Al Hidayah.

2. Penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn tentang keberagaman ekonomi di indonesia dan arti penting memahami keragaman masyarakat indonesia” bagi siswa Kelas IV MIS Al Hidayah.

3. Penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn tentang keberagaman ekonomi di indonesia dan arti penting memahami keragaman masyarakat indonesia” bagi siswa Kelas IV MIS Al Hidayah.

Rekomendasi

Berdasarkan simpulan yang didapat, maka dapat dinyatakan bahwa penggunaan metode diskusi tentang keberagaman ekonomi di indonesia dan arti penting memahami keragaman masyarakat indonesia” pada pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MIS Al Hidayah, maka peneliti memiliki beberapa saran tindak lanjut, yaitu berupa :

(31)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1808

4. Pemilihan dan penggunaan metode yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan berkontribusi positif dalam perbaikan pembelajaran, karena itu disarankan kepada teman sejawat agar senantiasa untuk melakukan perbaikan setiap pembelajaran, misalnya : penggunaan metode yang sesuai dengan materi yang disampaikan.

5. Menerapkan metode demonstrasi pada kegiatan pembelajaran yang lain 6. Disarankan guru berupaya untuk melakukan perbaikan dan

peningkatan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas.

DAFTAR PUSTAKA

Somantri (1976, hlm.28) mengatakan Pendidikan Kewarganegaraan mempunyai arah

Agus Suprijono. (2011). Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Jaya.

N Hujjatusnaini,AD Corebima,SR Prawiro.A gofur.(2022) The Effect of Blended Project –based Learning Integrated With 21 st-Century Skills on Pre-Service Biology Teachers’Higher –order ThingkingSkills.JPll.V0l.2(1).PP:104-188

BNSP (2013). Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Tingkat SD/ MI.

Jakarta:Kemendiknas. Dahar, Ratna Wilis. (2011). Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia.

(32)

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0 1809

Hamdayama, Jumanta. (2014). Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan Berkarakter Bogor: Ghalia Indonesia.

Huda, Miftahul. (2013). Model-ModelPengajaran danPembelajaran. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar

Isjoni. (2011). Cooperative learning: Mengembangkan kemampuan belajar berkelompok.Bandung: Alfabeta.

Mulyani Sumantri (2016) Perkembangan Peserta Didik Jakarta Universitas Terbuka Nana Sudjana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Rusman, (2012). Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru, Raja Grafindo Persada, Jakarta

Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta Heny Kusumawati. Buku Guru Kelas IV, Tema 7: Indahnya Keragaman di Negeriku. Buku Tematik Terpadu Kulikulum 2013(Revisi 2017). Jakarta:

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sukayati. (2011). Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta.

Heny Kusumawati. Buku Siawa Kelas IV, Tema 7: Indahnya Keragaman di Negeriku. Buku Tematik Terpadu Kulikulum 2013(Revisi 2017). Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan babwa secara umum pengelolaan Kearsipan Pada Kantor Pertanaban Kabupaten Malukn Tenggara Barat belum berjalan sesuai dengan standar

menjadi hak pasangan yang hidup lebih lama. 2) Pembagian harta bersama bagi seorang suami atau istri yang. istri atau suaminya hilang harus ditangguhkan

mengatur mengenai perkawinan campuran terdapat dalam Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dalam pasal 57 yang menyatakan sebagai berikut : “ yang

Menurut Intenasional Council of Museum (ICOM) (2004) dalam Pedoman Museum Indonesia, museum adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan,

Berdasarkan permasalahan diatas, maka diperlukannya membangun sebuah Aplikasi E-poin untuk pencatatan data pelanggaran dan prestasi akademik siswa pada SMK Negeri 10

Hal tersebut karena adanya pembelajaran yang ada di sekolah masih memberikan tekanan kepada peserta didik karena adanya kegiatan belajar yang tidak sesuai

Membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang sangat penting dan harus dikuasai oleh siswa. Akan tetapi, keterampilan membaca terutama membaca

Menyelenggarakan kegiatan pelatihan membuat kerajinan batik ikat celup dengan media kelereng untuk anak- anak di Pedukuhan Pongangan, Sentolo, Sentolo, Kulon Progoa. 2 X