PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN
YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2013-2017 Achmad Darmanto., Nove Anggrayini., Apriyasni Melati
Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas AntakusumaKecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat Abstract
The purpose of this study is to describe and analyze the effect of working capital turnover and capital structure on profitability in food and beverage manufacturing companies listed on the IDX for the 2013-2017 period. The method used in this research is quantitative research, using two variables, namely the independent variables are working capital turnover (X1) and capital structure (X2), while the dependent variable is profitability using the non-asset return ratio (Y). The method used to determine the informants in this study is a purposive sampling method, namely determining the sample based on certain criteria. The samples taken were the financial report data of the food and beverage sub-sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange totaling 9 companies over the 5 year period 2013-2017. The analysis technique in this study uses a simple linear regression analysis technique. The conclusion of this study is the effect of Working Capital Turnover (X1) and Capital Structure (X2) on Non-Assets Returns (Y) of food and beverage sub-sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX), including the following; (1). Working Capital Turnover (X1) has a negative and significant effect on the Return on Assets (Y) of food and beverage sub-sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). (2). Capital structure (X2) has a positive and insignificant effect on returns on non-assets (Y) of food and beverage sub-sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). (3).
Working Capital Turnover (X1) and Capital Structure (X2) simultaneously have a positive and significant effect on Non-Assets Returns (Y) of food and beverage sub-sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX).
Keyword : Working Capital, Profitability, Manufacturing Company, Indonesia Stock Exchange Abstraks
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisa pengaruh perputaran modal kerja dan struktur modal terhadap profittabilitas pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI Periode 2013-2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan dua variable yaitu variabel independen adalah Perputaran modal kerja (X1) dan Struktur Modal (X2), sedangkan variabel dependennya adalah profitabilitas dengan menggunakan rasio Retur non Assets (Y). Metode yang digunakan untuk menentukan informan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling, yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Sampel yang diambil data laporan keuangan perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia berjumlah sebanyak 9 perusahaan selama 5 tahun periode 2013-2017. Teknik analisa dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Kesimpulan dari penelitian ini atas pengaruh Working Capital Turnover (X1) dan Struktur Modal (X2) terhadap Retur non Assets (Y) perusahaan manufaktur sub- sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), diantaranyasebagai berikut; (1). Working Capital Turnover (X1) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Assets (Y) perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). (2). Struktur Modal (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Retur non Assets (Y) perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). (3). Working Capital Turnover(X1) dan Struktur Modal (X2) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Retur non Assets (Y) perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kata Kunci : Modal Kerja, Profitabilitas, Perusahaan Manufaktur, Bursa Efek Indonesia
PENDAHULUAN
Perusahaan makanan dan minuman merupakan satu alternative investasi yang diminati oleh investor. Perusahaan makanan dan minuman merupakan kategori barang konsumsi perusahaan industri manufaktur, dimana produknya sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan mampu bersaing serta bertahan pada masa krisis global.
Salah satu kegiatan perusahaan yang yang diperhatikan adalah berkaitan dengan manajemen keuangan. Jika manajemen keuangan dapat berjalan dengan baik maka perusahaan juga akan mampu mengelola laba perusahaan. Cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan laba perusahaan adalah dengan cara meningkatkan penjualan produk dan meminimalkan biaya operasional.
Kinerja keuangan pada perusahaan dapat diukur dengan menggunakan teori rasio profitabilitas. Menurut Agus Sartono, 2010:
123), rumus teori rasio profitabilitas adalah dengan cara Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return On Assets atau Return On Investment dan Return On Equity.
Rasio profitabilitas sering digunakan oleh manajemen perusahaan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dan menilai kinerja operasional dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Jika nilai profit perusahaan mendekati nilai 1, maka artinya semakin baik profitabilitas yang dimiliki oleh perusahaan karena setiap aktiva dapat menghasilkan laba.
Unsur-unsur yang mempengaruhi peningkatan pada profitabilitas perusahaan adalah adanya faktor perputaran modal kerja, struktur modal dan total asset turn over yang maksimal. Berdasarkan pembahasan diatas maka penelitian ini akan mendeskripsikan dan menganalisa pengaruh perputaran modal kerja dan struktur modal terhadap profittabilitas pada perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI Periode 2013-2017.
METODE PENELITIAN DesainPenelitian
Penelitian ini merupakan penelitian expostfacto, yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti suatu peristiwa yang telah terjadi tanpa ada manipulasi langsung terhadap variabel atau tanpa menciptakan kondisi tertentu. Berdasarkan tingkat penjelasan dari kedudukan variabelnya maka
penelitian ini bersifat asosiatif kausal, yaitu penelitian yang mencari hubungan sebab akibat, yaitu variabel independen/ bebas (X) terhadap variabel dependen/ terikat (Y) (Sugiyono,2009:56). Dalam penelitian ini, variabel independen adalah Perputaran modal kerja (X1) dan Struktur Modal (X2), sedangkan variabel dependennya adalah profitabilitas dengan menggunakan rasio Retur non Assets (Y).
DefinisiOperasional
Definisi operasional adalah definisi yang telah diterapkan didalam lapangan pekerjaan dan untuk lebih memudahkan dalam pembahasan laporan ini, maka penulis menyajikan suatu rumusan atau definisi operasional yang merupakan definisi teori- teori yang ada pada bab sebelumnya yang menyangkut pembahasan dan permasalahan yang bersifat konkrit, dapat diamati serta diuji sebelumnya.
Berdasarkan dari definisi diatas, maka penulis member batasan-batasan terhadap masalah yang penulis teliti. Batasan-batasan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
1. Variabel Dependen (Y)
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah profitabilitas dengan menggunakan rasio Retur non Assets (ROA) yaitu rasio yang menunjukkan hasil pengembalian atas total asset yang digunakan dalam perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
Menurut Sawir (2001:17-20), Retur non Assets (ROA) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut;
2. Variabel Independen (X)
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lainnya.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perputaran modal kerja (working capital turnover) dan Struktur Modal. Variabel independen adalah Working Capital Turn over (WCTO). Perputaran modal kerjaa tau Working Capital Turn over (WCTO) digunakan untuk efek tifitas penggunaan aktiva lancer untuk menghasilkan penjualan pada perusahaan manufaktur
sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
Adapun rumus untuk mencari perputaran modal kerja menurut (Riyanto, 2010: 62) adalah sebagai berikut:
Menurut Wenny Aditya P (2010:
5), Struktur Modal adalah pertimbangan atau perbandingan antara jumlah utang jangka panjang dengan modal sendiri.
Struktur modal dapat dirumuskan sebagai berikut:
Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dalam bentuk angka-angka seperti laporan keuangan perusahaan manufaktur sub- sektor makanan dan minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
2. Sumber Data
Sumber data dalam tulisan ini adalah data sekunder. Data sekunder merupakan data yang telah dikumpulkan dari dokumen-dokumen milik perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.
Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang dianggap dapat menggambarkan populasinya (Soehartono, 2004: 57). Adapun sampel penelitian ini adalah data laporan keuangan perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia berjumlah sebanyak 9 perusahaan selama 5 tahun periode 2013-2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling, yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu.
Kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini,adalah:
1. Perusahaan-perusahaan tersebut terdaftar diperusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar
pada Bursa Efek Indonesia.
2. Perusahaan yang telah menerbitkan laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017 dengan catatan bahwa laporan keuangan tersebut telah diaudit sehingga informasi lebih dapat dipercaya.
3. Perusahaan telah melaporkan laporan keuangan dalam satuan mata uang Rupiah (IDR).
4. Perusahaan tersebut pada periode tahun 2013-2017 tidak mengalami kerugian.
5. Perusahaan tersebut tidak memiliki data bersifat outlier.
Berdasarkan data primer maka berikut adalah data tabel penyaringan sampel berdasarkan teknik Purposive Sampling.
Tabel 1
Penyaringan Sampel Berdasarkan Teknik Purposive Sampling
Sumber: Penyaringan sampel berdasarkan teknik Purposive Sampling
Data yang Diperlukan
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data laporan keuangan dari perusahaan manufaktur sub- sektor makanan dan minuman yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data tersebut diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) yang berfungsi untuk menghitung variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Periode data yang akan digunakan oleh penulis adalah data selama 5 tahun yaitu dari tahun 2013-2017.
Adapun daftar beberapa perusahaan manufaktur sub-sektor pada makanan dan minuman yang terdaftar diBursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilihat pada tabel dibawah ini;
Tabel 2
Daftar Perusahaan Sampel
Sumber: www.idx.co.id
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik observasi dan dokumentasi pada laporan keuangan tahunan (annualreport) periode 2013-2017. Data diperoleh melalui website resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id).
Teknik Analisa Data
Teknik analisa data dalam penelitian adalah analisis regresi linier sederhana.
Model analisis regresi linier sederhana digunakan untuk menjelaskan hubungan dan seberapa besar pengaruh variable bebas terhadap variable dependen.
Analisis regresi linier sederhana dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman Yang telah Terdaftar Di BEI pada Periode 2013-2017. Untuk dapat melakukan analisa regresi linier sederhana diperlukan uji asumsi klasik.
Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi, variable pengganggu (Ghozali, 2010: 147). Untuk menguji normalitas, penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov.
Kriteria penilaian uji ini adalah:
Jika signifikansi hasil perhitungan data (Sig)>5%, maka data berdistribusi normal dan jika signifikansi hasil perhitungan data (Sig) <5%, maka data tidak berdistribusi normal.
2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable independen. Jika ada korelasi yang tinggi antara variabel independen tersebut, maka hubungan antara variable
dependen dan independen menjadi terganggu. Model Regresi yang baik adalah tidak terjadi multikolonieritas.
Multikolonieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor). Untuk bebas dari masalah multikolinieritas, nilai tolerance harus
≤10 (Ghozali, 2011: 105-106).
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual antara satu pengamatan kepengamatan yang lainnya (Ghozali, 2011). Pengujian dilakukan dengan uji Glejser yaitu dengan meregres variabel independen terhadap absolute residual.
4. UjiAutokorelasi
Auto korelasi sering dikenal dengan nama korelasi serial dan sering ditemukan pada data serial waktu (timeseries). Hipotesis yang akan di uji dalam penelitian ini adalah:
H0 (tidak adanya autokorelasi, r=0) dan Ha (ada autokorelasi, r ≠0).
Teknik Analisis Regresi Linear Berganda Regresi Linear Berganda adalah Metode Statisik yang berfungsi untuk menguji sejauh mana hubungan sebab akibat antara Perputaran Modal Kerja (X1) dan Struktur Modal (X2) terhadap Profitabilitas (Y). Faktor penyebab pada umumnya dilambangkan dengan X atau disebut juga dengan Predictor sedangkan Variabel Akibat dilambangkan dengan Y atau disebut juga dengan Response.
Rumus matematis dari regresi berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
Y = a+b1X1 + b2 X2 + e Keterangan:
Y = Profitabilitas a = konstanta
X1 = Perputaran Modal Kerja X2 = Struktur Modal
e = variabel error, yaitu faktor lain yang mempengaruhi Y
Koefisien Korelasi (R)
Koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat, baik secara terpsah maupun bersama-sama. Nilai
R berkisar antara 0 sampai 1, nilai semakin mendekati 1 berarti hubungan yang terjadi semakin kuat, sebaliknya jika nilai R semakin mendekati 0, maka hubungan yang terjadi semakin lemah.
Koefisien Determinasi
Menurut Sarwono (2005: 72).
Koefisien Determinasi digunakan guna menghitung pengaruh variabel bebas (variabel X) terhadap variabel tergantung (variable Y). Koefisien determinasi dihitung dengan cara mengkuadratkan hasil korelasi kemudian dikalikan dengan 100%.
Kd = r2 x 100%
Keterangan :
Kd = koefisien determinasi r2 = kuadrat regresi korelasi Uji t (parsial)
Uji t atau uji parsial, bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen atau Perputaran Modal Kerja (X1) secara individual (parsial) terhadap variabel dependen yaitu Profitabilitas (Y) dan Struktur Modal (X2) secara individual (parsial) terhadap variabel dependen yaitu Profitabilitas (Y).
Hasil uji t pada output SPSS dapat dilihat pada tabel coefficient. (Agung Bhuwono, 2005; 55) Nilai dari uji t dapat dilihat dari p-value (pada kolom signifikan) pada variabel independen.
Keterangan :
t : Uji signifikasi korelasi product n : Jumlah sampel
r : Hasil korelasi product r2 : Koefisien determinasi Kriteria pengambilan keputusan
a. Jika t-hitung ≥t-tabel artinya variabel bebas secara parsial berpengaruh signifikan dengan derajat keyakinan yang digunakan sebesar α = 5%
b. Jika t-hitung ≤ t-tabel artinya variabel bebas secara parsial berpengaruh tidak signifikan dengan derajat keyakinan yang digunakan sebesar α = 5%
Uji Simultan (F)
Uji F ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil output SPSS dapat dilihat pada tabel ANOVA. Hasil F tes menunjukkan variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen jika p-value lebih kecil dari level of significant yang ditentukan atau f-hitung lebih besar dari f-tabel Agung Bhuwono, (2005:53).
Keterangan :
F = Pengujian secara serentak R2 = Koefisien determinasi N = Jumlah responden M = Banyaknya variabel Kriteria pengambilan keputusan :
1. Jika Fhitung > Ftabel artinya ada pengaruh PerputaranModal Kerjadan Struktur Modal secara bersama-sama terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman Yang Terdaftar Di BEI Periode 2013-2017.
2. Jika Fhitung < Ftabel artinya tidak ada pengaruh Perputaran Modal Kerjadan Struktur Modal secara bersama-sama terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman Yang Terdaftar Di BEI Periode 2013-2017.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Perusahaan
Berikut ini adalah profil singkat perusahaan Manufaktur pada sub-sektor perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2013-2017 yang merupakan sampel dari penelitian ini:
1. PT Akasha Wira International Tbk 2. PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk 3. PT Delta DjakartaTbk
4. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 5. PT Indofood Sukses Makmur Tbk 6. PT Multi Bintang Indonesia Tbk 7. PT Mayora Indah Tbk
8. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk 9. PT Sekar Laut Tbk
Penyajian Data
Data yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada periode 2013-2017 yang telah diolah dalam bentuk rasio.
Adapun data-data tersebut telah dirangkum dan telah dihitung. Berikut ini data rekapitulasi hasil perhitungan rasio Working Capital Turnover (X1), Struktur Modal (X2) dan Return OnAssets (Y).
Tabel 3
Rekapitulasi Nama Perusahaan Yang terdaftar di BEI
PEMBAHASAN
Pengaruh Working Capital Turnover (X1) Secara Parsial Terhadap Return On Assets (Y)
Hasil penelitian ini menemukan adanya pengaruh yang negative dan signifikan antara variable Working Capital Turnover (WCTO) terhadap Return on Assets (ROA). Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai signifikasi sebesar (0,000)
<a(0,05) Artinya semakin tinggi nilai Working Capital Turn over(WCTO) maka semakin rendah Return on Assets (ROA) yang diperoleh perusahaan.
Berdasarkan penelitian ini, semakin tinggi tingkat perputaran modal kerja (Working Capital Turn over) menunjukkan bahwa perusahaan memiliki tingkat perputaran modal kerja yang tinggi dalam pengelolaannya namun belum tentu dapat menaikkan laba yang diperoleh. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Hoiriya (2015) sebelumnya pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI dalam penelitiannya yang menyatakan perputaran modal kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets.
Sedangkan pengaruh negative antara working capital turn over karena mayoritas perusahaan manufaktur tersebut memiliki persediaan cukup besar yang diperlukan untuk melakukan proses produksi dan penjualan secara lancar. Persediaan bahan mentah dan barang dalam proses diperlukan untuk dapat melakukan proses produksi sedangkan persediaan barang jadi harus selalu tersedia untuk memungkinkan perusahaan memenuhi permintaan yang timbul. Faktor lain yang juga menyebabkan modal kerja berpengaruh negative ialah lamanya perputaran modal kerja. Jadi semakin besar modal kerja maka belum tentu profitabilitas semakin besar juga.
Pengaruh Struktur Modal (X2) Secara Parsial Terhadap Retur Non Assets (Y)
Hasil penelitian ini menemukan adanya pengaruh yang tidak signifikan antara variable Struktur Modal (X2) terhadap Retur non Assets (Y). Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai signifikasi sebesar (0,234) >a (0,05) . dengan tingkat signifikasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variable Struktur Modal (X2) tidak selalu berpengaruh terhadap Retur non Assets (Y)
diperusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dimasa yang datang.
Dengan hasil ini membuktikan bahwa pihak-pihak dalam perusahaan manufaktur tersebut kurang efektif dalam mengelola Struktur Modal (X2) yang dimiliki. Karena secara teoritis, jika mengelola perputaran kas dengan efektif, maka akan berdampak perputaran kas jadi tinggi, yang artinya semakin cepat kembali kas masuk bagi perusahaan. Jadi perusahaan dapat membiayai kembali kegiatan operasional perusahaan serta memiliki peluang untuk investasi lebih besar lagi.
Sehingga penjualan dan profitabilitas pun akan meningkat serta kondisi keuangan perusahaan jadi tidak terganggu.
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahayu dan Susilo wibowo (2014), bahwa Struktur Modal (X2) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.
Kemudian searah dengan hasil yang diteliti oleh Putri (2014), menyatakan bahwa perputaran kas tidak berpengaruh signifikan dan memiliki arah yang positif secara parsial terhadap profitabilitas.
Pengaruh Working Capital Turnover (X1) Dan Struktur Modal (X2) Secara Simultan Terhadap Retur Non Assets (Y).
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Working Capital Turn over (X1) dan Struktur Modal (X2) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Retur non Assets (Y). Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai signifikasi sebesar 0,000<a 0,05. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Cahyati (2017); Natalia, Raharjo dan Supriyanto (2016); Hoiriya (2015) dan Putri (2014), dimana dalam penelitiannya menyatakan secara simultan variable Working Capital Turn over (X) dan Struktur Modal (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap Return on Assets (Y) atau profitabilitas.
Hasil analisis secara simultan diketahui bahwa variable Working Capital Turnover (X1) dan Struktur Modal (X2) berpengaruh terhadap Retur non Assets (Y) pada perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dimana Retur
non Assets (Y) sangat dipengaruhi oleh modal kerja yang terdiri dari tiga komponen, yaitu kas, piutang, dan persediaan. Dimana tinggi atau rendahnya perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan, dan perputaran modal kerja langsung berpengaruh terhadap profitabilitas. Sehingga dapat membantu manajemen perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melihat sejauhmana aktiva lancer perusahaan khususnya kas, piutang, dan persediaan, dalam perputarannya dapat menghasilkan laba.
Signifikannya kedua variable ini secara simultan menunjukkan adanya faktor- faktor yang saling berkaitan dan secara bersama-sama menentukan laba perusahaan.
Dimana perputaran kas adalah kemampuan perusahaan dalam membayar tagihan (utang) dan biaya-biaya yang berkaitan dengan penjualan. Penerimaan kas juga dapat berasal dari perputaran piutang, semakin cepat perputarannya maka semakin banyak kas yang masuk. Piutang timbul karena adanya penjualan kredit. Salah satu bagian dari penjualan adalah persediaan barang dagang.
Apabila persediaan selalu ada maka permintaan penjualan akan terpenuhi sehingga penjualannya lancar.
Begitupula dengan modal kerja, mengingat pentingnya modal kerja didalam perusahaan guna berlangsungnya kegiatan operasional perusahaan sehari-hari, manajer keuangan harus dapat merencanakan dengan baik besarnya jumlah modal kerja yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, karena jika terjadi kelebihan atau kekurangan dana, akan mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan atas pengaruh Working Capital Turnover (X1) dan Struktur Modal (X2) terhadap Retur non Assets (Y) perusahaan manufaktur sub- sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), diantaranyasebagai berikut;
1. Working Capital Turnover (X1) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Assets (Y) perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI).
2. Struktur Modal (X2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Retur non Assets (Y) perusahaan manufaktur sub- sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
3. Working Capital Turnover(X1) dan Struktur Modal (X2) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Retur non Assets (Y) perusahaan manufaktur sub-sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
DAFTAR PUSTAKA
Ardiansyah. 2016. Pengaruh Ratio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Perusahaan Industri Textil Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2010-2013.
Skripsi. Politeknik Negeri.
Samarinda
Assauri dan Sofyan. 2002. Manajemen Pemasaran, Dasar, Konsep Dan Strategi. Cetakan ketiga. Rajawali Press. Jakarta
Cahyati. 2017. Pengaruh Rasio Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan-Perusahaan Dagang Sub-Sektor Perdagangan Eceran Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia. Tugas Akhir. Politeknik Negeri. Samarinda
Fami, Irham. 2011. Analisis Laporan Keuangan. Alfabeta. Bandung Gitu Sudarmo dan Basri. 2002. Manajemen
Keuangan. BPFE. Yogyakarta Hoiriya. 2015. Pengaruh Perputaran Modal
Kerja, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan terhadap Profitabilitas Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI.
Jurnal Ilmu Riset Dan Manajemen.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia. Surabaya.
Harahap, Sofyan. 2008. Analisis Kritis Atas Laporan Laporan Keuangan. Raja Grafindo Persada. Jakarta
Hermanto, Bambang dan Mulyo agung.
2012. Analisa Laporan Keuangan.
Lentera Ilmu Cendekia. Jakarta James C, Van Hornedan dan Jhon M
Wachwowicz. 2005. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan. Edisi Ke-12.
Salemba Empat. Jakarta
Jumingan. 2011. Analisa Laporan Keuangan. Bumi Aksara. Jakarta Kasmir. 2016. Analisa Laporan Keuangan.
Edisi 1, Cetakan ke-9. Rajawali Pers.
Jakarta
Moeljadi. 2006. Manajemen Keuangan Pendekatan Kuantitatif Dan Kualitatif. Jilid 1. Bayu Media Publishing. Malang
Munawir, S. 2004. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Ke-4. Penerbit Liberty. Yogyakarta
Natalia, Raharjo dan supriyanto. 2016.
Pengaruh Perputaran Modal Kerja, Perputaran Kas, Perputaran Piutang Dan Perputaran Persediaan Terhadap Profitabilitas Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI.
Skripsi. Universitas Pandanaran.
Semarang.
Priyatno, Duwi. 2014. SPSS22: Pengolahan Data Terpraktis. Andi Offset.
Yogyakarta
Putri. 2014. Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas (ROI) Pada Koperasi Karyawan PT Pupuk Kaltim Bontang. Skripsi. Politeknik Negeri. Samarinda
Rahma. 2011. Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Profitabilitas (ROA).
Skripsi. Universitas Diponegoro.
Semarang
Riyanto. 2008. Dasar-Dasar Pembelajaran Perusahaan. BPFE. Yogyakarta Rudianto. 2009. Akuntansi Manajemen.
Aditia Media. Yogyakarta
Sawir, Agnes. 2003. Analisis Kinerja Keuangan Dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Soehartono. 2004. Prosedur Penelitian Sosial. Remaja Rosda Karya.
Bandung