Kedudukan Eksekusi Hak Tanggungan Berdasarkan Akta Pengakuan Utang
Teks penuh
Dokumen terkait
Bukan berarti grosse akta pengakuan hutang yang memuat frase “demi keadilan berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa” yang kekuatan hukumnya dipersamakan dengan putusan
Dalam Pasal 224 HIR atau 258 RBg memperkenakan eksekusi terhadap bentuk grosse akta yang didalamnya memuat kata-kata “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha esa”,
umum pada Pasal 1211 KUH Perdata adalah pengadilan, bukan jawatan lelang 20. Pandangan di atas dapat disetujui mengingat tujuan diadakannya akta pengakuan utang yang
Kepastian hukum terhadap pemenang eksekusi hak tanggungan dalam praktiknya pelaksanaan pembuktian risalah lelang bagi pemenang eksekusi hak tanggungan pada Pengadilan Negeri
Tata cara eksekusi obyek hak tanggungan diatur dalam Pasal 20 UUHT yang pada intinya memuat tiga cara, yaitu : (1) eksekusi berdasarkan janji untuk menjual obyek hak
Kesimpulan dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah bahwa kedudukan hukum dari grosse akta pengakuan hutang notariil hanyalah sebatas perjanjian accesoir
Bank Muamalat Indonesia, Tbk yang melaksanakan eksekusi Hak Tanggungan sebagai jaminan pengembalian utang bagi nasabah pembiayaan bermasalah hasilnya tidak signifikan
Kedudukan kreditur pemegang hak tanggungan terhadap debitur yang pailit diatur oleh dua undang-undang yang berbeda yaitu Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas