EKSEKUSI GROSSE AKTA PENGAKUAN HUTANG DI PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)
Teks penuh
Dokumen terkait
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan mengenai bentuk grosse akta agar dapat dilaksanakan eksekusi oleh Pengadilan Negeri, prosedur/tata card pelaksanaan
Dalam praktek perbankan suatu realisasi kredit biasanya dilakukan dalam bentuk perjanjian pengakuan hutang oleh debitur kepada kreditur, dimana debitur mengakui berhutang kepada
umum pada Pasal 1211 KUH Perdata adalah pengadilan, bukan jawatan lelang 20. Pandangan di atas dapat disetujui mengingat tujuan diadakannya akta pengakuan utang yang
umum pada Pasal 1211 KUH Perdata adalah pengadilan, bukan jawatan lelang 20. Pandangan di atas dapat disetujui mengingat tujuan diadakannya akta pengakuan utang yang
Begitu juga dalam hal eksekusi pada prinsipnya adanya permohonan yang diajukan oleh pemohon eksekusi (kreditor) untuk dimintakan eksekusi terhadap pihak termohon eksekusi
Oleh karena itu, grosse akta pengakuan utang tidak dapat dianggap sebagai perjanjian assesoir pada umumnya yang keberlakuannya mengikuti perjanjian pokok, karena esensi dari
umum pada Pasal 1211 KUH Perdata adalah pengadilan, bukan jawatan lelang 20. Pandangan di atas dapat disetujui mengingat tujuan diadakannya akta pengakuan utang yang
Tujuan penulisan tesis ini adalah Untuk mengetahui latar belakang pertimbangan hakim dalam memutus perkara kuasa jual sebagai jaminan eksekusi akta pengakuan hutang