• Tidak ada hasil yang ditemukan

tka 576 slide manajemen perkotaan dan tata guna lahan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "tka 576 slide manajemen perkotaan dan tata guna lahan"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

manajemen perkotaan dan

tata guna lahan:

pengantar ke

pengantar ke

(2)

Definisi dan Terminologi

Manajemen Perkotaan merupkan istilah yang

diterjemahkan dari

Urban Management

yangmerupakan salah satu program dari

UNHCS (United Center for Human

UNHCS (United Center for Human

Settlements), sebuah orgnisasi PBB yang

mengkaji masalah perkotaan dan

permukiman

(3)

Mnaj. Perkotaan adalah suatu upaya

mobilisasi sumber daya perkotaan

melalui tahapan perencanaan,

pelaksanaan, pemeliharaan,

pengendalian, secara efisien dan efektif

pengendalian, secara efisien dan efektif

guna mewujudkan visi, misi, dan tujuan

dari suatu kawasan perkotaan dengan

tetap mempertahankan linkungan

(4)

Kebijakan Manaj. Perkotaan

mencakup:

Tata ruang

Pemanfaatan lahan

Program investasi

Program investasi

Pembiayaan pembangunan

Lingkungan hidup

Kelembagaan

(5)

Prinsip dasar Manaj. Perkotaan:

Peran serta setiap warga negara

Penegakan hukum

Transparansi dan keterbukaan informasi

Transparansi dan keterbukaan informasi

Ketanggapan (peka) keadilan bagi setiap

orang

Efektifitas dan efisiensi

Memiliki visi

(6)

Pendekatan dalam Manaj.Perkotaan

Lea dan Courtney:

Pendekatan

problem-oriented teknokratis

,

fokus pada peningkatan kinerja

lembaga-lembaga yang ada dalam memecahkan

masalah perkotaan

(7)

M Syafier, kemudian oleh Devas dan

Rakodi:

Pendekatan

improving hand

yaitu

kombinasiantara kekuatan pasar bebas

dan kontrol negara.

Dalam improving hand pemerintah

memainkan peran yang proaktif

terutama bila kecenderungan pasar

akan menyebabkan kerugian pada

(8)

Remy Proud’homme

Koordinasi internal: koordinasi yang

dijalin antara sektor pemerintah dan

sektor swasta guna memacu

pertumbuhan kota.

Mis. Public-private partnership,

Mis. Public-private partnership,

mekanisme informal kemasyarakatan

(semangat gotong royong, RT/RW, dll),

kolaborasi politisi dan kaum profesi,

(9)

Koordinasi vertikal, yaitu koordinasi

antar tingkat pemerintahmis. Antara

pemerintah pusat dan pemerintah

daerah. Instrumen yang lazim

(10)

Koordinasi horizontal, mengacu pada

koordinasi antar lembaga umum dan

lembaga khusus. Lembaga umum

menjalankan fungsi-fungsi

pemerintahan yang bersifat politis

seperti koordinasi, keamanan,

(11)

Gagasan yang mempengaruhi

perkembangan pendekatan Manaj

Perkotaan tersebut:

Concern terhadap pembangunan lokal

dan nasional.

Dulu kota dianggap parasit bagi

Dulu kota dianggap parasit bagi

perkembangan ekonomi, sampah bagi lahan

pertanian, surga bagi pengangguran, beban

bagi sara prasarana akibat membludaknya

(12)

Sektor informal. Awalnya dianggap ilegal, berbahaya bagi bisnis “legal”, tidak baik bagi kesehatan, dsb. Sekarang sektor informal diyakini memberi

sumbangan besar bagi ekonomi kota dan

melarangnya adalah ibarat “killing the goose that laying the golden eggs”.

Dominansi permukiman

Akses kepada ketersediaan lahan sebagai issu utama

Pembangunan dan perkembangan infra struktur Concern terhadap kaum miskin dan komunitas

(13)

-

growth rate of

urban population

di negara maju hanya sekitar

Permasalahan dalam Manajemen

Perkotaan dan Tata Guna Lahan

di negara maju hanya sekitar 1%

• - di negara berkembang 3,7 %

• - banyak negara terutama di Afrika memiliki tingkat pertumbuhan

(14)
(15)

proportion of population living in urban areas

• - di negara berkembang 34 % tinggal di kota

• - di negara maju (Belgia, UK, Hongkong, Singapura) 90% tinggal di kota

• - di Nepal dan Afrika (Uganda, Rwanda, Burundi) hanya sekitar 10% yang tinggal di kota

(16)
(17)

Implikasi dari “exploding cities” tersebut

adalah kekurangan pada infra struktur

dan pelayanan publik (urban service)

seperti:

1.

Urban poverty

2. persediaan air bersih

3

.

sistem sanitasi

3

.

sistem sanitasi

4.

perumahan

(18)

Poverty

When UNDP first came to

Indonesia

, it was

one of the world's poorest countries. In the

early 1970s, some 70 million Indonesians, or

60% of the population, lived in absolute

poverty. In line with national priorities, UNDP

focused on helping to improve the agriculture,

forestry and fisheries sectors. This was

(19)

Following the oil boom of the late 1970s and early 1980s, UNDP supported the Government's programme of promoting non-oil exports by assisting the development of small- and

medium-scale industries.. The country began to achieve average annual growth of almost 7%, a performance rivaling that of its Asian neighbours.

By 1996, the poverty rate had fallen to 11.8% of the total

population. However, Indonesia was hit particularly hard by the Asian economic crisis in 1997. The crisis had significant social Asian economic crisis in 1997. The crisis had significant social costs, including rising unemployment, rapid escalation of food prices, and deterioration in public services. Poverty rose from 11.8% in 1996 to 23.5% in 1998/9.

The economic crisis was accompanied by severe drought that caused food shortages in many provinces, and by widespread forest fires in parts of Kalimantan and Sumatra that destroyed nearly ten million hectares of forest and devastated local

(20)

Why do cities continue to grow? Population growth

1. urbanisasi atau in-migration 2. natural growth

sebagai contoh di Philipina in-m ratenya 1,8% per tahun tetapi total pg nya mencapai 3,9%. Indonesia 2,7% tetapi total pg nya mencapai 3,9%. Indonesia 2,7% dan 5%, Kenya 4,6% dan 8,5%, Korsel 2,9% dan 5,3%. Data ini menunjukkan bahwa natural growth

disamping in-migration menjadi faktor yang sangat menentukan pertumbuhan kota. Tanpa in-migration

pun, kota kan terus tumbuh akibat natural growth

(21)
(22)

- Afrika Selatan 1970-1985: a strict policy of

controlling the movement of the black population (racial superiority).

- Jakarta,Indonesia, 1970 an: residence permits

- Kamboja (Regim Khmer): 1970 –1980 jumlah populasi menurun dari 800 000 menjadi 650 000 dengan politik rustication (not to mention genocide).

Can urban growth be controlled?

dengan politik rustication (not to mention genocide).

- China: strict control over family size, emphasis on development on rural areas thru investment in

agriculture, control where epeople live (housing and food supplly), rustication of student, intelectuals and other politically suspect groups.

(23)

-

Improvement standard of living of the

rural population: investasi isang pertnian,

peningkatan daya jual, rural land reform,

akses kepada fasilitas pendidikan dan

kesehatan, peningktan sara transportasi di

pedesaan, dll

Atau:

-

Mengontrol lokasi industri, pinjam untuk

investor yang hendak membangun desa,

subsisi employments, mengembangkan

pusat-pusat pertumbuhan, land

re-adjustment, dll

(24)

1. Kesadaran terhadap pertumbuhan populasi, bahwa kota tidak mungkin dibatasi secara ketat melainkan diakomodasi dan direncanakan.

2. Kesadaran bahwa kota terbentuk terutama karena keputusan yang diambil oleh orang per orang dan organisasi dan bukan hanya oleh pemerintah. Dan bahwa sektor swasta memainkan peran yang

Urban Planning & Management:

the new realism

bahwa sektor swasta memainkan peran yang signifikan dalam pembangunan kota.

3. Kesadaran terhadap perlunya pemerintah

membatasi diri dalam mekanisme pasar karena campur tangan yang tidak relevan sering kali memperburuk keadaan.

(25)

5. Kesadaran terhadap kehadiran “people” atau masyarakat terutama kemampuan kalangan miskin dalam penyediaan rumah.

6. Kesadaran bahwa proses perencanaan bukanlah proses linear dan kaku tetapi luwes,

fleksibel, dan realistis dan memungkinkan monitoring dan feedback.

7. Kesadaran terhadap keterbatasan kapasitas 7. Kesadaran terhadap keterbatasan kapasitas institusi dalam mengimplementasikan rencana dan program dalam hal kemampuan teknis, kapasitas managemen, konflik korupsi, kelemahan birokrasi, dsb.

8. Kesadaran terhadap kehidupan politik dan

(26)

Referensi

Dokumen terkait

Identifikasi Perubahan Tata Guna Lahan Wilayah Perkotaan dan Dampaknya terhadap Permintaan Lahan di Wilayah Subperkotaan di Kabupaten Jember; Nely Kurniawati;

Perkebunan terletak di Kecamatan Ciomas, Kecamatan Kota Bogor Selatan, Kecamatan Kemang, Kecamatan Citeureup, Kecamatan Bojonggede, dan Kecamatan Bogor Barat.. Tabel 3-5:

Pengembangan sistem jaringan transportasi bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas penduduk, pelaku pembangunan dan pelaku ekonomi terhadap pusat

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait emisi GRK dari sektor lahan antara lain kebijakan Rencana Aksi Nasional Penurunan Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) dan

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak pembangunan perumahan terencana terhadap perubahan fungsi dan tata guna lahan di kota bitung, dengan indikator

Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan dan kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, hal

1) Kurangnya pemahaman dan kesadaran wajib pajak terhadap pentingnya peran pajak bagi pembangunan daerah. Penyebab dari menurunnya tingkat nilai penerimaan PBB

Akan tetapi dari hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai debit limpasan per tahun masih dibawah debit rencana hasil perhitungan rumus Rasional sehingga dengan