• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman tata cara Penghematan Energi dan air.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pedoman tata cara Penghematan Energi dan air.docx"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN DAN TATA CARA PELAKSANAAN PENGHEMATAN ENERGI DAN

PEDOMAN DAN TATA CARA PELAKSANAAN PENGHEMATAN ENERGI DAN

AIR

AIR

A. TATA CARA PELAKSANAAN PENGHEMATAN ENERGI DAN AIR A. TATA CARA PELAKSANAAN PENGHEMATAN ENERGI DAN AIR

Pelaksanaan penghematan dilakukan untuk pemakaian listrik di gedung yang Pelaksanaan penghematan dilakukan untuk pemakaian listrik di gedung yang meliputi sistem tata cahaya, sistem tata udara dan sistem peralatan pendukung;pemakaian meliputi sistem tata cahaya, sistem tata udara dan sistem peralatan pendukung;pemakaian bahan bakar minyak untuk kendaraan dinas; dan pemanfaatan air untuk aktifitas bahan bakar minyak untuk kendaraan dinas; dan pemanfaatan air untuk aktifitas perkantoran.

perkantoran.

A.1. PENGHEMATAN LISTRIK DI BANGUNAN GEDUNG A.1. PENGHEMATAN LISTRIK DI BANGUNAN GEDUNG

1.

1. Sistem Tata CaSistem Tata Cahayahaya a.

a. Menggunakan Menggunakan lampu lampu hemat hemat energi energi sesuai sesuai dengan dengan peruntukanperuntukannyanya b.

b. Menggunakan Menggunakan ballast ballast elektronik elektronik pada pada lampu lampu TL TL (neon)(neon) c.

c. Mengatur daya Mengatur daya pencahayaan pencahayaan maksimum sesuai maksimum sesuai Stándar Nasional Stándar Nasional IndonesiaIndonesia (SNI):

(SNI): -

- Untukruangkerja Untukruangkerja 12 12 Watt/m2dengantingWatt/m2dengantingkatpencahaykatpencahayaanpalingrenaanpalingrendah dah 350 350 lux.lux. -

- Untuk tempaUntuk tempat parkir, lobt parkir, lobi dan i dan koridor 4koridor 4Watt/m2 dengan Watt/m2 dengan tingkat pencatingkat pencahayaanhayaan paling rendah 100 lux

paling rendah 100 lux -

- Untuk ruang Untuk ruang arsip 6 arsip 6 Watt/m2 dengan Watt/m2 dengan tingkat pentingkat pencahayaan cahayaan paling rendapaling rendah 150h 150 lux

lux d.

d. Mengurangi Mengurangi penggunaan penggunaan lampu asslampu assesoris esoris (hias)(hias) e.

e. Menggunakan Menggunakan rumah rumah lampu lampu ((armatur armatur ) yang memiliki pantulan cahaya tinggi;) yang memiliki pantulan cahaya tinggi; f.

f. Membersihkan Membersihkan lampu lampu dan rumadan rumah lamph lampu jika u jika kotor dan kotor dan berdebu aberdebu agar tidagar tidakk menghalangi cahaya lampu.

menghalangi cahaya lampu. g.

g. Mengurangi Mengurangi penerangan penerangan pada pada ruang ruang kerja kerja dengan dengan cara:cara: -

- MemanfaatMemanfaatkan kan cahaya cahaya alami (matahari) alami (matahari) pada pada siang hari siang hari dengan dengan membukamembuka tirai jendela secukupnya sehingga tingkat cahaya memadai untuk melakukan tirai jendela secukupnya sehingga tingkat cahaya memadai untuk melakukan kegiatan pekerjaan;

kegiatan pekerjaan;

-

- Mengurangi lampu Mengurangi lampu pada pada setiap armatur setiap armatur (kotak lampu) (kotak lampu) dari 3 dari 3 menjadi 2; menjadi 2; atauatau -

- Mengatur saklar berdasarkan kelompok area Mengatur saklar berdasarkan kelompok area ( 1 ( 1 saklar paling banyak saklar paling banyak 44 armatur).

armatur). h.

h. Mematikan penerangan pada Mematikan penerangan pada ruang kerja, ruang kerja, ruang rapat ruang rapat dan dan ruang dapur ruang dapur jikajika seluruh pegawai telah meninggalkan kantor (tidak dipergunakan);

seluruh pegawai telah meninggalkan kantor (tidak dipergunakan); i.

i. Mematikan Mematikan lampu lampu ruangan ruangan jika jika akan akan meninggalkan meninggalkan ruangan ruangan dalam dalam waktu waktu cukupcukup lama;

lama;  j.

 j. Menggunakan lMenggunakan lampu kamar maampu kamar mandi seperlundi seperlunya;nya; k.

k. Mengurangi Mengurangi penerangan penerangan pada pada koridor;koridor; l.

l. Menggunakan Menggunakan saklar saklar otomatis otomatis dengan dengan menggunakan menggunakan pengatur pengatur waktu waktu (timer)(timer) dan/atau sensor cahaya (

dan/atau sensor cahaya ( photocell  photocell ) untuk lampu taman, koridor dan teras) untuk lampu taman, koridor dan teras

m.

(2)

 Lampu PJU pada jalan protokol/jalan arteri :

- Jam 18:00 WIB

 –

 24:00 WIB lampu PJU menyala 100% dari daya total - Jam 24:00 WIB

 –

 05:45 WIB lampu PJU menyala 50% dari daya total

 Lampu tiang tinggi (High Mast Pole) pada areal tertentu dihemat dengan memadamkan sebanyak 30% dari jumlah lampu terpasang.

 Lampu hias dinyalakan sampai pukul 24:00 WIB, kecuali ketika ada event tertentu sampai pukul 05:45 WIB

 melakukan penghematan dengan sistem peredupan (dimming ) sampai 40 % dari pukul 24:00 WIB

 –

 05:45 WIB

2. Sistem Tata Udara

a. mengatur suhu di ruang kerja terbuka (lobby, koridor) dan ruang kerja tertutup pada suhu 25oC sampai 27oC;

b. mengatur RH atau kelembaban relatif ruangan ber AC pada 50% sampai 60%; c. mematikan AC bila ruangan tidak digunakan;

d. menempatkan unit kompresor AC pada lokasi yang tidak terkena langsung sinar matahari;

e. memastikan udara luar tidak masuk ke dalam ruangan ber AC; f. memakai timer switch untuk mengatur mati nyala AC;

g. menggunakan AC hemat energi (berteknologi inverter); h. menggunakan refrigerant jenis hidrokarbon;

i. menyalakan AC central :

- 30 menit sebelum jam kerja unit fan AC dinyalakan, satu jam kemudian kompresor AC dinyalakan;

- Satu jam sebelum jam kerja berakhir unit kompresor AC dimatikan, pada saat  jam kerja berakhir unit fan AC dimatikan;

 j. Memasang kaca film dan atau pelapis dinding yang menghadap kebarat dan timur untuk mengurangi panas sinar matahari yang masuk gedung;

k. Mengurangi suhu udara sekitar gedung dengan cara penanaman pohon dan pembuatan kolam air.

3. Peralatan Pendukung

a. Mengoperasikan lift dengan pemberhentian setiap 2 (dua) lantai;

b. Menggunakan alat pengatur kecepatan dan sensor gerak pada eskalator; c. Mematikan komputer jika akan meninggalkan ruang kerja lebih dari 30 menit. d. Mematikan printer jika tidak digunakan dan hanya menyalakan sesaat sebelum

akan mencetak.

e. Mematikan TV dan radio tape  di ruang kerja dan ruang tamu, dan hanya menyalakan jika ada informasi atau acara yang akan ditonton dan mendukung pelaksanaan tugas.

(3)

f. Mengatur termostat   kulkas pada posisi optimal (sesuai dengan jumlah barang dalam kulkas).

g. Menggunakan mesin foto copy yang memiliki mode standby   dengan konsumsi listrik rendah.

h. Menyalakan peralatanWater heater  danDispenser beberapa menit sebelum digunakan dan dimatikan setelah selesai digunakan.

i. Mengupayakan diversifikasi energi seperti: penggunaan energi surya, angin untuk mengurangi konsumsi listrik;

 j. Memasang peralatan ukur (metering) penggunaan energi listrik;

k. Meningkatkan faktor daya jaringan listrik dengan memasang kapasitor bank;

A.2. PENGHEMATAN BBM UNTUK KENDARAAN DINAS a. Menggunakan kendaraan yang hemat energi.

b. Melakukan pemeriksaan dan perawatan kendaraan secara berkala. c. Melakukan uji emisi setiap 6 bulan sekali.

d. Menghidari mengemudi dengan kejutan.

e. Menyesuaikan roda gigi/ persneling  dengan kecepatan mobil. f. Menjaga tekanan ban sesuai ketentuan pabrikan.

g. Mematikan mesin bila sedang menunggu.

A.3. PENGHEMATAN AIR

a. Menggunaan air seperlunya.

b. Menggunakan peralatan seperti kran, shower dan penggelontor otomatis yang akan mati apabila tidak digunakan.

c. Membuka kran separuh putaran sehingga air yang keluar tidak berlebih. d. Mengganti kran, shower yang bocor atau tidak bekerja dengan baik . e. Merawat peralatan pipa air, kran dan penampungan air dengan baik. f. Memanfaatkan air tanah sebagai cadangan

B. GUGUS TUGAS PENGHEMATAN ERGI DAN AIR

Dalam melaksanakan penghematan energi dan air, tiap-tiap instansi wajib membentuk gugus tugas yang bertugas mengawasi pelaksanaan penghematan energi dan air. Gugus tugas diketuai oleh seorang ketua gugus tugas yang membawahi koordinator listrik, koordinator BBM dan koordinator air. Anggota gugus tugas terdiri dari pegawai, teknisi, satpam, pengemudi dan cleaning service.

(4)

Tugas KetuaGugus Tugas

1. Menyusun kelompok kerja pengawas beserta tugasnya 2. Menyusun rencana kerja penghematan energi dan air

3. Mengupayakan pemakaian pemanfaatan teknologi yang hemat energi 4. Mengalokasikan dana untuk pelaksanaan penghematan energi dan air

5. Memberikan sosialisasi dan motivasi (reward  dan punishment) kepada seluruh karyawan untuk mendukung dan berpartisipasi dalam penghematan energi dan air, sehingga terciptanya budaya kerja hemat

6. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program penghematan energi dan air 7. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program penghematan energi dan air 8. Melaporkan hasil pelaksanaan program penghematan energi dan air setiap 3 bulan

sekali kepada Pimpinan Instansi

(5)

Tugas Koordinator Listrik :

1. Menyusun rencana kerjadan program penghematan listrik 2. Menetapkan target penghematan listrik .

3. Membuat tata cara baku (SOP) untuk pelaksanaan penghematan listrik 4. Melaksanakan program penghematan listrik

5. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi implementasi penghematan listrik

6. Melaporkan hasil pelaksanaan program penghematan listrik setiap 1 (satu) bulan sekali kepada Ketua Gugus Tugas

Tugas Koordinator BBM :

1. Menyusun rencana kerja dan program penghematan BBM 2. Menetapkan target penghematan BBM.

3. Membuat tata cara baku (SOP) untuk pelaksanaan penghematan BBM 4. Melaksanakan program penghematan BBM

5. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi implementasi penghematan BBM 6. Mengatur penggunaan kendaraan operasional secara efektif dan efisien

7. Melaporkan hasil pelaksanaan program penghematan energi dan air setiap 1 (satu) bulan sekali kepada Ketua Gugus Tugas

Tugas Koordinator Air :

1. Menyusun rencana kerja dan program penghematan air 2. Menetapkan target penghematan energi dan air .

3. Membuat tata cara baku (SOP) untuk pelaksanaan penghematan air 4. Melaksanakan program penghematan air

5. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi implementasi penghematan air

6. Melaporkan hasil pelaksanaan program penghematan energi dan air setiap 1 (satu) bulan sekali kepada Ketua Gugus Tugas

Tugas Pegawai :

1. Menyalakan lampu sesuai keperluan

2. Memanfaatkan cahaya alami (matahari) bila memungkinkan 3. Mengatur suhu ruangan ber-AC pada suhu antara 25-27o C 4. Mematikan AC bila ruangan tidak digunakan

(6)

6. Mematikan peralatan/pemanfaat listrik (komputer, dispenser, TV, mesin foto copy, dll.) di luar jam kerja

7. Menggunakan air secara hemat

8. Menginformasikan kepada pengelola energi jika menemukan peralatan listrik dan air yang tidak beroperasi secara normal/rusak kepada koordinator terkait

Tugas Teknisi :

1. Mengoperasikan AC, peralatan/pemanfaat energi sesuai pedoman 2. Memantau operasi peralatan/pemanfaat energi dan air

3. Melakukan pemeriksaan dan perawatan instalasi air

4. Melaksanakan pemeliharaan peralatan /pemanfaat energi dan air 5. Mencatat dan mendokumentasikan konsumsi energi dan air

6. Melaporkan kerusakan peralatan listrik dan air kepada koordinator terkait 7. Melaporkan pemakaian listrik dan air setiap bulan kepada koordinator terkait Tugas Satpam :

1. Memeriksa dan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan setelah jam kerja 2. Memeriksa dan mematikan lampu ruangan yang tidak digunakan setelah jam kerja 3. Menyalakan dan mematikan lampu taman

4. Memeriksa dan menutup kran air yang masih terbuka

5. Melaporkan kerusakan peralatan listrik dan air kepada koordinator terkait Tugas Pengemudi :

1. Melakukan pemeriksaan dan perawatan kendaraan operasional secara berkala 2. Mencatat konsumsi BBM dan jarak tempuh kendaraan

3. Melaporkan konsumsi BBM dan jarak tempuh kendaraan kepada Koordinator BBM 4. Melaporkan kerusakan kendaraan kepada koordinator BBM

5. Melaporkan pemakaian BBM dan jarak tempuh kendaraan setiap bulan kepada koordinator BBM

Tugas Cleaning Service :

1. Menggunakan peralatan dapur seperlunya 2. Menggunakan air seperlunya

(7)

MEKANISME DAN FORMAT LAPORANPELAKSANAAN PENGHEMATAN

ENERGI DAN AIR

A. MEKANISME PELAPORAN PELAKSANAAN PENGHEMATAN ENERGI DAN AIR Mengingat bahwa Tim Nasional Penghematan Energi dan Air harus menyampaikan laporan setiap 3 (tiga) bulan sekali kepada Presiden, maka menteri, pimpinan lembaga non departemen, direksi BUMN dan BUMD, gubernur, bupati dan walikota dimohon untuk menyampaikan laporan pelaksanaan penghematan energi dan air kepada Tim Nasional setiap 3 (tiga) bulan sekali.Untuk periode pertama, laporan dibuat untuk kurun waktu bulan September s.d November 2011 dan disampaikan kepada Tim Nasional pada pertengahan bulan Desember 2011.

B. FORMAT LAPORAN PELAKSANAAN PENGHEMATAN ENERGI DAN AIR

Format laporan dibuat untuk dapat memantau sejauh mana langkah-langkah penghematan energi yang dilakukan masing-masing instansi telah memenuhi target penghematan yang ditetapkan (penghematan listrik = 20%, penghematan BBM = 10% dan penghematan air = 15%

dihitungdari rata-rata penggunaanlistrikdalamkurunwaktu 6

(enam) bulan sebelum dikeluarkannya Instruksi Presiden ini)

.

Untuk mengetahui pencapaian target tersebut maka perlu menentukan baseline pemakaian energi dan air yaitu rata-rata pemakaian energi dan air selama bulan Februari sd. Juli 2011. Sedangkan pemakaian energi dan air yang diamati/dipantau adalah rata-rata pemakaian energi dan air selama bulan September sd. November 2011.

(8)

B.1. PENGHEMATAN LISTRIK DI GEDUNG B.1.1. Target Penghematan Listrik di Gedung

Baseline Tahun 2011 Pengamatan Tahun 2011

Bulan Tagihan Rekening Bulan Tagihan Rekening (a) Pemakaian Listrik (kWh) (b) Biaya Listrik (Rp) (c) Pemakaian Listrik (kWh) (d) Biaya Listrik (Rp) Febuari September Maret Oktober April November Mei Rata-Rata Juni Juli Rata-Rata Penghematan listrik =()−() ()  100% =...%

Penghematan biaya listrik =()−()

()  100% = ... %

B.1.2. Kriteria Pemakaian Listrik di Gedung

(e)Luas lantai total*= ... m2 (100%)

(f) Luas lantai berAC= ... m2 ( ...%)

(g)=(e)-(f) Luas lantai tanpa AC = ... m2 ( ...%)

Pengamatan Tahun 2011 Bulan (h) Total Pemakaian Listrik dari Rekening (kWh) (i) Perkiraan Pemakaian Listrik dari AC (kWh)** Intensitas Energi Lantai Ber-AC (kWh/m2)

Lantai Tidak Ber-AC (kWh/m2) September Oktober November Rata-Rata Catatan :

*) Luas lantai bangunan yang digunakan untuk aktifitas kerja, tidak termasuk aula, lorong dan area parkir

**) Dihitung jika persentase perbandingan luas lantai ber AC terhadap luas lantai total <10% atau jika persentase luas lantai ber AC terhadap luas lantai total antara 10% - 90%

(9)

Keterangan Cara Perhitungan :

1. Perkiraan Pemakaian Listrik dari AC (kWh)

Konsumsi energi AC (kWh) = daya nominal AC (kW) x pemakaian dalam sebulan (jam). - Konversi satuan daya nominal AC : 1 PK = 0,7355 kW; 1 HP = 0,7459 kW

- Untuk pemakai AC sentral, harus diperhitungkan semua daya peralatan lain yangmenyertainya, misalnya kompresor, blower, pompa, menara pendingin, dsb 2. Intensitas Energi

a. Jika persentase perbandingan luas lantai ber AC terhadap luas lantai total <10%(dianggap sebagai gedung tanpa AC), maka :

- Konsumsi energi per luas lantai ber AC = -- Konsumsi energi per luas lantai tanpa AC = (ℎ)

()

b. Jika persentase luas lantai ber AC terhadap luas lantai total > 90% (dianggap sebagai bangunan ber AC), maka :

- Konsumsi energi per luas lantai ber AC = (ℎ) () Konsumsi energi per luas lantai tanpa AC =

-c. Jika persentase luas lantai ber AC terhadap luas lantai total 10% - 90% (dianggap sebagai bangunan ber AC dan tanpa AC), maka :

- Konsumsi energi per luas lantai ber AC = () ()+

(ℎ)−() () - Konsumsi energi per luas lantai tanpa AC = (ℎ)−()

()

Kriteria Penggunaan Energi di Bangunan Berdasarkan Intensitas Energi (kWh/m2/bulan)

Bangunan ber AC

Kriteria IntensitasEnergi (Kwh/m2/Bulan) Sangat Efisien Lebih kecil dari 8,5

Efisien 8,5 sampai dengan lebih kecil dari 14 Cukup Efisien 14 sampai dengan lebih kecil dari 18,5

Boros Lebih besar sama dengan 18,5

Bangunan tanpa AC

Kriteria IntensitasEnergi (Kwh/M2/Bln) Sangat Efisien Lebih kecil dari 3,4

Efisien 3,4 sampai dengan lebih kecil dari5,6 Cukup Efisien 5,6 sampai dengan lebih kecil dari7,4

(10)

B.2. PENGHEMATAN BAHAN BAKAR MINYAK PADA KENDARAAN DINAS Baseline Tahun 2011 Bulan Jenis Kendaraan Jumlah (Unit) Pemakaian BBM (j) Pertamax (kilo liter) (k) Premium (kilo liter) (l) Solar (kilo liter) (m) Lainnya (kilo liter) (n) = (j)+(k)+(l)+(m) Totalkilo liter) Febuari Sedan Minibus Bus Truk Sepeda Motor Lainnya Maret Sedan Minibus Bus Truk Sepeda Motor Lainnya April Sedan Minibus Bus Truk Sepeda Motor Lainnya Mei Sedan Minibus Bus Truk Sepeda Motor Lainnya Juni Sedan Minibus Bus Truk Sepeda Motor Lainnya Juli Sedan Minibus Bus Truk Sepeda Motor Lainnya (o) Rata-Rata

(11)

Pengamatan Tahun 2011 Bulan Jenis Kendaraan Jumlah (Unit) Pemakaian BBM (p) Pertamax (kilo liter) (q) Premium (kilo liter) (r) Solar (kilo liter) (s) Lainnya (kilo liter) (t)=(p)+(q)+(r)+(s) Total (kilo liter) September Sedan Minibus Bus Truk Sepeda Motor Lainnya Oktober Sedan Minibus Bus Truk Sepeda Motor Lainnya November Sedan Minibus Bus Truk Sepeda Motor Lainnya (u) Rata-Rata Penghematan BBM =()−() ()  100% = ...% B.3. PENGHEMATAN AIR

Baseline Tahun 2011 Pengamatan Tahun 2011

Bulan Tagihan Rekening Bulan Tagihan Rekening (v) Pemakaian Air (m3) (w) Biaya Air (Rp) (x) Pemakaian Listrik (kWh) (y) Biaya Listrik (Rp) Febuari September Maret Oktober April November Mei Rata-Rata Juni Juli Rata-Rata

(12)

Penghematan air=()−()

()  100% = ...%

Penghematan biaya air =()−()

Referensi

Dokumen terkait

Dari permasalahan di atas menjadi pertimbangan untuk dilakukannya penghematan pemakaian energi listrik menggunakan media baterai yang disinkronkan dengan sistem kendali

Penelitian efisiensi energi listrik dalam upaya meningkatkan power quality dan penghematan energi listrik di gedung Universitas Ciputra (UC) Apartment Surabaya yang telah

Audit energi listrik dilakukan untuk menghitung besarnya pemakaian energi listrik pada gedung Efarina dan mengidentifikasi bagaimana peluang penghematan energi

Dari permasalahan di atas menjadi pertimbangan untuk dilakukannya penghematan pemakaian energi listrik menggunakan media baterai yang disinkronkan dengan sistem kendali

FOTO-FOTO AUDIT ENERGI UNTUK PENCAPAIAN EFISIENSI PENGHEMATAN LISTRIK DI GEDUNG TOWER UNIVERSITAS.

Salah satu cara untuk melakukan pneghematan energi pada sistem tata udara adalah dengan cara melakukan penggantian Refrigeran, dimana sebelumnya di gedung

Metoda untuk mengetahui sampai seberapa besar penghematan pembayaran biaya listrik dilakukan dengan cara membandingkan biaya riil sebelum/setelah beban diturunkan dari 3.700

59 efisiensi pemakaian energy listrik di mako polres Jakarta barat adalah dengan : a Budaya penghematan dari pengguna yaitu dengan mematikan lampu bila tidak digunakan, membersihkan