• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. PIRNGADI KOTA MEDAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II. RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. PIRNGADI KOTA MEDAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

18

BAB II

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. PIRNGADI KOTA MEDAN

A. Sejarah Ringkas

Rumah sakit Umum Dr. Pirngadi Medan didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda dengan nama GEMENTE ZIEKEN HUIS. Ppeletakan batu pertamanya dilakukan oleh Maria Constantia Macky pada tanggal 11 Agustus 1928 dan diresmikan pada tahun 1930.Sebagai pimpinan yang pertama adalah Dr. W. Bays, pada tahun 1939 pimpinan rumah sakit ini diserahkan kepada Dr.A.A.Messing. Setelah masuknya jepang ke Indonesia pada tahun 1942, Rumah Sakit ini diambil alih oleh bangsa Jepang dan berganti nama menjadi SYURITSU BYUSONO INCE dan pimpinannya dipercayakan kepada seorang putera Indonesia yaitu dr. Raden pirngadi Gonggo Putro.

Pada masa Negara Sumatera Timur pada tahun 1947 nama Rumah Sakit ini diganti menjadi Rumah Sakit Kota Medan dan pimpinannya dijabat oleh dr. Ahmad Sofyan.Semasa pimpinan beliau Rumah Sakit ini berubah menjadi Rumah Sakit Umum Medan.Yaitu pada tahun 1952.Tahun 1955 pimpinan Rumah Sakit Umum Medan, diserahterimakan kepada Dokter H. A. Darwis Dt. Batu Besar. Tahun 1958 nama Rumah Sakit ini diganti menjadi Rumah Sakit Umum Pusat Besar, pimpinannya dijabat oleh dr. Paruhum Daulay. Tahun 1969 Rumah Sakit Umum Medan dipimpin oleh dr. Zainal Rasyid Siregar, SKM dan semasa kepemimpinan beliau nama Rumah Sakit Umum Pusat Medan berubah nama lagi menjadi Rumah Sakit Umum Pusat Provinsi medan (provincial Top Referal Hospital). Pada tanggal 26 januari 1972 Rumah Sakit Paru-paru yang dahulunya berdiri sendiri masuk menjadi

(2)

19

bagian dari Rumah Sakit Umum Pusat Provinsi Medan, sesuai dengan surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Sumatera Utara No. 48/XII/GSU tahun 1972 sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 150 tahun 1979 tanggal 25 juni 1979, RSU Pusat Medan ditetapkan menjadi Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan, berasal dari nama seorang putera bangsa Indonesia pertama menjadi pimpinan Rumah Sakit ini.

Pada tahun 1983 pimpinan Rumah Sakit ini diserahterimakan kepada dr. JE. Sudibyo. Pada tahun 1986 pimpinan Rumah Sakit Dr. pirngadi Medan dijabat oleh dr. Raharjo Slamet. Pada tahun 1990 sampai 26 Maret 1998 pimpinan Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan dipimpin oleh Prof. dr. Alogo Siregar, Sp.A, dan sejak 5 Maret 2002 dijabat oleh dr. H. Sjahrial R. Anas, MHA sampai Maret 2010.

Pada tanggal 27 Desember 2001, sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah RSU Dr. Pirngadi Medan diserahkan kepemilikannya dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada Pemerintah Kota Medan.

Pada April 2009 Badan Pelayanan Kesehatan RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan berubah kelembagaan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan dan dipimpin oleh dr. Umar Zein, DTM&H, MHA, Sp.D-KPTI sampai 09 juni 2009. Sejak 09 juni 2009 RSUD Dr. Pirgadi Kota Medan dpimpin oleh dr, Edwin Effendi M.Sc, sebgai pelaksana harian sampai Desember 2009, dan sejak Desember 2009 RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan dipimpin oleh dr. Dewi F. Syahnan, Sp. THT sampai dengan sekarang.

(3)

20

Berdasarkan kondisi tersebut dan menginggat sumber daya manusia, sarana dan prasarana di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan lengkap, maka Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Kota Medan eminta rekomendasi persetujuan menjadi Rumah Sakit Pendidikan dari Ikatan Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (IRSPI).

Ketua Ikatan Rumah Sakit Pendidikan Indonesia Dr. dr. sutoto, M.Kes memberikan rekomendasi persetujuan pada tanggal 17 juli 2006. Selanjutny7a penilain kelayakan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan menjadi Rumah sakit Pendidikan dilakukan pada tanggal 10 januari 2007 oleh Tim Visitasi yang terdiri dari Direktur Bina Pelayanan Medik.

Didirikan

: Pada tanggal 11 Agustus 1928

Pemilik

: Pemerintah Kota Medan sejak 27 Desember 2001

Kualifikasi

: Kelas B Pendidikan

Status

: Rumah Sakit Swadana 11 Februari 1998

Akreditasi Dasar tanggal 14 April 2000 dan Akreditasi

Lengkap tanggal 16 Desember 2006.

Alamat

: Jl. Prof. H. M. Yamin SH No. 47 Medan

1. Visi dan Misi Visi

Menjadi rumah sakit pusat rujukan dan unggulan di Sumatera BagianUtara Misi

(4)

21

a.

Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, profesional, dan

terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

b.

Meningkatkan pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu

kedokteran serta tenaga kesehatan lain.

c.

Mengembangkan manajemen RSUD yang profesional.

2. Falsafah

RSUD Pirngadi Kota Medan memberikan pelayanan berdasarkan Undang-undang kesehatan yang berlaku, etika umum dan etika profesi.

3. Motto

“Aegroti salus lex suprema (kepentingan penderita adalah yang utama) “

B. Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan kerangka yang mengelompokkan

hubungan antara orang-orang pada suatu organisasi. Setiap bagian dalam

organisasi memiliki pengertian tentang tanggung jawab dan pembagian tugas,

bagaimana masing-masing bagian berhubungan satu dengan yang lainnya dan

wewenang yang didelegasi pada masing-masing bagian.

Berikut ini merupakan struktur organisasi Rumah Sakit Umum Daerah

Dr. Pirngadi Medan yang dapat dilihat pada gambar 2.1

(5)

22 C. Job Description

(6)

23

Berikut ini akan dijelaskan uraian tugas (job description) yang terdapat pada struktur organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr.Pirngadi Medan.

A. Direktur

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah mempunyai Tugas Pokok :

Membantu dalam pengelolaan Rumah Sakit dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam menyelenggarakan tugas, Direktur RSUD Pirngadi Kota Medan mempunyai fungsi sebagai berikut ;

1. Perumusan kebijakan rumah sakit

2. Penyusunan Rencana Strategik Rumah Sakit

3. Penyelenggaraan pelayanan umum dibidang kesehatan B. Kepala Bagian Umum

Kepala Bagian Umum mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

1.

Menyusun rencana kegiatan Bagian Umum dan Sumber Daya

Manusia, berdasarkan data dan program Wakil Direktur Sumber Daya

Manusia dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai

pedoman kerja.

2.

Memimpin dan mengkoordinasikan bawahan agar pelaksanaan tugas

berjalan dengan harmonis dan saling mendukung sesuai peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

3.

Memberi petunjuk dan bimbingan kepada bawahan agar dalam

(7)

24

4.

Mengatur dan mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan

bidang tugas dan permasal ahannya.

5.

Memeriksa dan mengevaluasi hasil kerja bawahan dengan cara

mencocokkan dengan petunjuk kerja yang diberikan dan ketentuan

yang berlaku agar tercapai kesesuaian dan kebenaran hasil kerja.

6.

Menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil yang dicapai sebagai

bahan pertimbangan dalam peningkntan karier.

7.

Melaksanakan kegiatan pengelolaan administrasi pegawai,

pengembangan Sumber Daya Manusia, kesejahteraan dan pembinaan

pegawai.

8.

Melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan, kerumah tanggan,

bantuan hukum dan hubungan masyarakat.

9.

Memimpin dan menyiapkan administrasi umum dilingkungan rumah

sakit sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan

yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugasnya,Kepala Bagian Umum dibantu oleh :

1. Kepala Sub Bagian Tata Usaha

2. Kepala Sub Bagian Kepegawaian 3. Kepala Sub Bagian Hukum/Humas C. Kepala Bagian Keuangan

(8)

25

1.

Menyusun rencana kegiatan Bagian Keuangan, berdasarkan data dan

program Wakil Direktur Keuangan dan ketentuan

perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.

2.

Memimpin dan mengkoordinasikan bawahan agar pelaksanaan tugas

berjalan dengan harmonis dan saling mendukung sesuai peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

3.

Memberi petunjuk dan bimbingan kepada bawahan agar dalam

pelaksanaan tugas sesuai dengan yang diharapkan;

4.

Mengatur dan mendstribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan

bidang tugas dan permasalahannya.

5.

Memeriksa dan mengevaluasi hasil kerja bawahan dengan cara

mencocokkan dengan petunjuk kerja yang diberikan dan ketentuan

yang berlaku agar tercapai kesesuaian dan kebenaran hasil kerja.

6.

Menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hash yang dicapai sebagai

bahan pertimbangan dalam peningkatan karier.

Untuk melaksanakan tugasnya, Kepala Bagian Keuangan dibantu oleh :

1. Kepala Sub Bagian Perbendaharaan

2. Kepala Sub Bagian Mobilisasi Dana

3. Kepala Sub Bagian Akuntansi dan Verifikasi D. Bidang Pelayanan Medis

Tugas dan tanggung jawab bidang pelayanan medisadalah :

1. Menyusun rencana kegiatan bidang pelayanan medis, berdasarkan data dan program Wakil Direktur Pelayanan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.

(9)

26

2. Memimpin dan mengkoordinasikan bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan dengan harimonis dan saling mendukung sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Memberi petunjuk dan bimbingan kepada bawahan agar dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan yang diharapkan.

4. Mengatur dan mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya.

5. Memeriksa dan mengevaluasi hasil kerja bawahan dengan cara mencocokkan dengan petunjuk kerja yang diberikan dan ketentuan yang berlaku agar tercapai kesesuaian dan kebenaran hasil kerja.

6. Menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil yang dicapai sebagai bahan pertimbangan dalam peningkatan karier.

7. Melaksanakan pengelolaan kebutuhan pelayanan medik rawat jalan, pelayanan rawat inap, utilisasi peralatan pelayanan medis.

8. Melaksanakan bimbingan serta peningkatan mutu di bidang pelayanan medis.

9. Melaksanakan pengendalian, pemantauan dan evaluasi mutu pelayanan medik, pengumpulan dan pengolahan data utilisasi serta koordinasi pengusulan peralatan medis.

10. Mengkoordinasikan semua kebutuhan pelayanan medis dan menunjang medis.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, kepala bidang pelayanan medis dibantu oleh :

(10)

27

2. Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Medis E. Bidang Pelayanan Keperawatan

Tugas dan tanggung jawab bidang pelayanan keperawatan adalah sebagai berikut :

1.

Menyusun rencana kegiatan Bagian Pelayanan Keperawatan

berdasarkan data dan program Wakil Direktur Pelayanan serta

ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.

2.

Memimpin dan mengkoordinasikan bawahan agar pelaksanaan tugas

berjalan dengan harmonis dan saling mendukung sesuai peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

3.

Memberi petunjuk dan bimbingan kepada bawahan agar dalam

pelaksanaan tugas sesuai dengan yang diharapkan.

4.

Mengatur dan mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan

bidang tugas dan permasalahannya.

5.

Memeriksa dan mengevaluasi hasil kerja bawahan dengan

mencocokkan dengan petuniuk kerja yang diberikan dan ketentuan

yang berlaku agar tercapai kesesuaian dan kebenaran hasil kerja.

6.

Menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil yang dicapai sebagai

bahan pertimbangan dalarn peningkatan karier.

7.

Melaksanakan bimbingan, penyusunan program asuhan dan pelayanan

keperawatan, peningkatan pelaksanaan etika profesi keperawatan serta

peningkatan mutu keperawatan.

(11)

28 Bidang pelayanan medis mempunyai tugas :

1. Menyusun rencana kegiatan Bagian Pelayanan Penunjang, berdasarkan data dan program Wakil Direktur Pelayanan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.

2. Memimpin dan mengkoordinasikan bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan dengan harmonis dan saling mendukung sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Memberi petunjuk dan bimbingan kepada bawahan agar dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan yang diharapkan.

4. Mengatur dan mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya.

5. Memeriksa dan mengevaluasi hasil kerja bawahan dengan cara mencocokkan dengan petunjuk kerja yang diberikan dan ketentuan yang berlaku agar tercapai kesesuaian dan kebenaran hasil kerja.

6. Menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil yang dicapai sebagai bahan pertimbangan dalam peningkatan karier.

7. Melaksanakan pengelolaan kebutuhan pelayanan serta pengembangan fasilitas penunjang medik dan logistic.

G. Bidang Pendidikan dan Penelitian

Bidang pendidikan dan penelitian mempunyai tugas :

1. Menyusun rencana kegiatan Bagian Pendidikan dan Pelatihan berdasarkan data dan program Wakil Direktur Sumber Daya Manusia dan ketentuan perundang - undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.

(12)

29

2. Memimpin dan mengkoordinasikan bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan dangan harmonis dan saling mendukung sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Memberi petunjuk dan bimbingan kepada bawahan agar dalarn pelaksanaan tugas sesuai dengan yang diharapkan.

4. Mengatur dan mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugas dan permasalahannya.

5. Memeriksa dan mengevaluasi hasil kerja bawahan dengan cara mencocokkan dengan petunjuk kerja yang diberikan dan ketentuan yang berlaku agar tercapai kesesuaian dan kebenaran hasil kerja.

6. Menilai prestasi kerja bawahan berdasarkan hasil yang dicapai sebagai bahan pertimbangan dalam peningkatan karir.

7. Merencanakan kegiatan pengelolaan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan dan non kesehatan.

Dalam melakasanakan tugasnya, bidang pendidikan dan pelatihan dibantu oleh : 1. Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan Pegawai

2. Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan Non Pegawai H. Bidang Penelitian dan Pengembangan

Tugas dan tanggung jawab Bidang Penelitian dan Pengembangan adalah : 1. Melaksanakan penelitian dan pengembangan rumah sakit termasuk bidang

akreditasi serta sertifikasi rumah sakit.

2. Memimpin dan menyiapkan administrasi urnum di lingkungan Rumah Sakit Umuin Daerah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

(13)

30

3. Memberikan pelayanan teknis administrasi bagi seluruh satuan organisasi di lingkungan Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan.

4. Mempersiapkan dan menyediakan pendidikan dan pelatihan untuk dapat terwujudnya pelayann bermutu dan sesuai standar.

5. Menyusun rencana kegiatan penelitian dan pengembangan serta inovasi pelayanan.

6. Mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan.

7. Melaksanakan dan mengkoordinasikan penyelenggaraan pendidikan, pelatihan dan penelitan.

8. Menyelenggarakan kegiatan tugas administrasi pendidikan, pelatihan dan penelitian.

Untuk melaksanakan tugasnya, Bidang Pnelitian dan Pengembangan dibantu oleh :

1. Kepala Seksi Penelitian 2. Kepala Seksi Perpustakaan

D. Jaringan Usaha

Badan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Kota Medan adalah unsur penunjang Pemerintah Daerah dan merupakan rumah sakit rujukan di wilayah Kota Medan, dengan komposisi pasien: penduduk yang berasal dari Kota Medan sebanyak 62 %, serta penduduk yang berasal dari luar kota Medan sebesar 38 % (Kabupaten/ Kota di Sumut 36 %; luar provinsi Sumut 2 %). RSU Dr. Pirngadi Medan bertugas melakukan upaya kesehatan kepada masyarakat yang ingin

(14)

31

berobat dengan memberikan pelayanan kesehatan secara merata,bermutu serta terjangkau.RSU Dr. Pirngadi Medan juga terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui penambahan sarana dan prasarana penunjang kesehatan serta demi tercapainya “Program Indonesia Sehat 2010” seperti yang dicanangkan oleh Pemerintah bersama Departemen Kesehatan. RSU Dr. Pirngadi Medan bekerja sama dengan PT. ASKES (PERSERO) yang tersebar di seluruh wilayah Kota Medan untuk pelayanan JAMKESMAS, serta PT. Bank Sumut untuk pelaksanaan pembayaran gaji pegawai. Saat ini, dana anggaran JAMKESMAS yang dialokasikan Departemen Kesehatan melalui Kas Negara sebesar Rp. 8,74 milyar telah diterima oleh pihak RSU Dr. Pirngadi Medan untuk dikelola sendiri. Selama ini, RSU Dr. Pirngadi Medan masih melakukan sistem Askeskin, yang mana anggarannya dikelola oleh PT ASKES sehingga pihak RSU Dr. Pirngadi Medan harus mengklaimnya terlebih dahulu.

E. Kinerja Usaha Terkini

Badan Pelayanan Kesehatan RSU Dr. Pirngadi Medan merupakan salah satu Rumah Sakit terbesar (kelas B) di Indonesia yang berfokus kepada kepuasan pelanggan (customer oriented) sesuai dengan motto Badan Pelayanan Kesehatan RSU Dr. Pirngadi Kota Medan : “Kepentingan Penderita adalah yang Utama”. Sampai saat ini, Rumah Sakit Umum Dr.Pirngadi Medan menyandang predikat Rumah Sakit Kelas B Pendidikan, berdasarkan akreditasi Depkes RI No.YM.00.03.3.5.1309 pada tanggal 14 Februari 2007. Beberapa hasil evaluasi pengukuran kinerja kegiatan RSU Dr. Pirngadi Medan pada tahun terakhir adalah:

(15)

32

1. pencapaian output kinerja kegiatan yang terbesar adalah upaya kesehatan perorangan sebesar 100,42 %,

2. pencapaian output kinerja kegiatan yang terkecil adalah kegiatan SumberDaya Manusia, yaitu sebesar 93,77 %,

3. pencapaian kinerja kegiatan Badan Pelayanan Kegiatan RSU Dr. Pirngadi Kota Medan adalah sebesar 96,67 % dengan kriteria “ sangat berhasil”.

4. beberapa jenis pelayanan yang mengalami peningkatan antara lain jumlah pasien, pelayanan Askes, pelayanan radiologi, dan pelayanan laboratorium, 5. penerimaan uang yang tertinggi adalah penerimaan dari Askes sebesar Rp.

20.694.358.443, sedangkan penerimaan terendah sebesar Rp. 14.000 dari Poli Pulmonologi.

F. Rencana Usaha

Rencana yang ingin dilaksanakan oleh Badan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Kota Medan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan serta sebagai bentuk perwujudan dari Visi: Mandiri, Tanggap dan Profesional tahun 2010 adalah:

1. pembangunan gedung khusus kelas III dengan kapasitas 300 tempat tidur,

2. pembangunan ruang radiotherapy,

3. pelayanan farmasi klinis rawat jalan khusus Askeskin,

4. penambahan ruang Haemodialisa dengan 25 tempat tidur,

5. pembentukan pusat jantung terpadu,

6. pembentukan pelayanan ambulance kedaruratan masyarakat,

7. pelaksanaan pendidikan ilmu kedokteran berkala tiap bulan,

(16)

33

8. pengembangan pemulasaraan jenazah,

9. terealisasinya Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan menjadi Badan

Layanan Umum (BLU).

Referensi

Dokumen terkait

Distribusi merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam rangka menyalurkan/menyerahkan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dari tempat penyimpanan sampai

Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi (Central Sterile Supply Department/CSSD) di Rumah Sakit.. Jakarta:

Peralatan Rumah Sakit Umum kelas B harus memenuhi standar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Peralatan paling sedikit terdiri dari peralatan medis untuk

Pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak.. terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang

menuntut apoteker untuk memiliki pengetahuan yang luas dalam melaksanakan. pelayanan kefarmasian, baik pengelolaan perbekalan farmasi

2.7.1.2 Pelayanan Kefarmasian dalam Penggunaan Obat dan Alat Kesehatan Sesuai dengan Keputusan Menkes RI Nomor 1197/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah

Sesuai dengan Keputusan Menkes RI Nomor 1197/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit bahwa pelayanan kefarmasian adalah pendekatan profesional yang

Menyusun rencana kegiatan Pelayanan Kesehatan Lansia berdasarkan data Program Puskesmas dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja8.