PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PENDAHULUAN
Turbocharger merupakan komponen mesin yang digunakan untuk memperbaiki proses pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar pada mesin torak.
Turbocharger ditemukan oleh Insinyur Swiss bernama Alfred Buecchi pada awal abad ke 20, merupakan suatu alat yang memanfaatkan gas bekas pembakaran untuk menggerakan turbin dan dipasang seporos dengan blower yang disebut compressor.
Turbocharger berputar dengan kecepatan tinggi menghasilkan udara dengan tekanan lebih untuk dimanfaatkan menaikan tekanan udara masuk pada motor bakar.
Dengan turbocharger tekanan udara masuk dapat dinaikan hingga hasil kompresi ratio () pada generasi turbocharger terakhir mencapai () = 5.
Kapasitas Turbocharger
Kapasitas turbocharger adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan udara masuk dalam ruang bakar dengan batas putaran yang tertentu.
Kebutuhan udara spesifik (Specific Air Consumtion) dari suatu turbocharger ditentukan pada saat mesin mendapat beban 80% - 90% daya terpasang.
Besar Specific Air Consumtion untuk operasi pembangkit listrik tenaga Diesel berkisar 5 – 6 mm3/kWh.
Komponen Turbocharger
Komponen Turbocharger terdiri dari : a. Housing
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Prinsip Kerja Turbocharger
Turbocharger memanfaatkan tekanan gas sisa pembakaran dari ruang bakar yang masih mempunyai tekanan dan temperatur yang cukup tinggi.
Pada beberapa jenis motor bakar, aliran gas buang di alirkan ke Turbocharger dengan beberapa macam bentuk pengarah aliran gas buang. Dalam rumah turbin gas buang masuk melalui nosel (nozzle) yang dibentuk sedemikian rupa sehingga kecepatan gas keluar nosel menjadi lebih tinggi dan diarahkan ke sudu turbin.
Akibat tekanan gas buang yang keluar melalui nosel menekan sudu turbin dan sudu turbin terpasang pada poros, maka poros terputar.
Disisi yang lain dipasang kompresor sentrifugal untuk menghisap udara luar dan ditekan melalui saluran udara masuk ke ruang bakar.
Karena turbin dan kompresor dibuat satu poros, maka kecepatan putar turbin sama dengan kecepatan putar kompresor.
Sistem pelumasan pada Turbocharger ada 2 (dua) macam : 1. Pelumasan terpisah.
2. Pelumasan langsung dari mesin.
Perputaran rotor ditumpu oleh dua buah bearing yang terletak diantara sisi turbine dan sisi compressor.
Untuk mempertahankan kondisi kerja turbocharger sistem pelumasan harus dilakukan pengamatan yang lebih intensif, serta mempertahankan tingkat kebersihan pada sisi turbin.
Sistem Pelumasan pada Turbocharger Jenis VTR
Turbocharger ukuran kecil (VTR 160/1 – VTR 320/1) atau (VTR 184 – 354) menggunakan sistem oil slinger.
Turbocharger type VTR: 401,454 untuk pelumasan menggunakan sistem gear pump.
Turbocharger yang terpasang di SWD DRO 216, 218 atau Daihatsu menggunakan sistim pelumasan cibak / spoon.
Meningkatnya tekanan pada turbocharger membutuhkan pelumasan lebih banyak maka penggunaan sistem spray lebih baik jika dibandingkan dengan sistem cibak.
System pelumasan dengan oil slinger.
Pada pelumasan sistem Oil slinger, cara kerja sistem adalah oil slinger berputar, dan udara pada oil slinger terlempar keluar sehingga terjadi vakum, oil mengalir melalui oil suction pipe melalui div nozzle dan nipple masuk oil slinger, dipisahkan kotoran dengan minyak, minyak pelumas bersih disemprotkan ke bearing.
Kemampuan sistem ini lebih dari sistem spray. Sistem pelumasan dengan pompa gigi.
Sistem pompa gigi banyak digunakan pada turbo yang besar, dipasang pada ujung poros.
Pada sistem ini dipasang separator yang berfungsi memisahkan kotoran pada pelumas dan pelumas yang telah dibersihkan disemprotkan ke bearing.
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Bearing
Bearing yang digunakan terdiri dari Ball dan Roller Bearing.
Bearing disusun pada Turbocharger untuk menahan beban Statis Tertentu.
Bearing yang terdapat pada sisi turbin dapat bergeser aksial dan bearing pada sisi blower tetap untuk menahan gaya aksial dan radial.
Fungsi Damping Spring pada Bearing
Saat Rotor berputar akan terjadi getaran yang disebabkan dari Residual Unbalance. Besaran unbalance yang terjadi sesuai dengan batas yang diizinkan akan memperpanjang umur pemakaian bearing dan akibat dari unbalance dapat juga menimbulkan getaran yang akan diredam oleh Damping Spring.
Karena pada Damping Spring terdapat Oil Film maka oil berfungsi sebagai Shock Absorber.
Catatan.
Jika saat overhaul ditemukan Damping Spring pada ujung pengait bengkok atau patah maka dapat diambil kesimpulan terjadi unbalance pada Rotor.
Fungsi Nipple, Piston Ring dan Safety Ring.
Komponen ini berfungsi sebagai sambungan yang dapat bergerak, sehingga dapat mengalirkan minyak pelumas dari suction pipe oil slinger. Pengukuran pada defleksi Nipple diperlukan untuk mencegah terjadinya keausan pada Nipple.
Saat Turbo beroperasi akan timbul gaya akibat perbedaan tekanan.
Kerja / gaya aksial yang timbul karena perbedaan tekanan. yang timbul adalah : п/4 (D2 - d2) x P/2
d = Diameter Poros (cm) Contoh
Untuk Turbocharger tipe VTR 254 Jika D = 35 Cm
d = 10 Cm
Saat beroperasi pada beban 80% daya terpasang dan P adalah 3 kg / Cm2.
Maka 0,875 (352 – 102) 3/2 = 1324 kg
Atau
Gaya aksial yang ditumpu pada bearing sebesar 1324 kg
Jka ditinjau gaya aksial dari sisi turbin karena turbin aksial maka gaya yang timbul bisa mencapai 2000 kg (2 ton) jauh lebih rendah dari turbo.
Pada Turbocharger RR 212.
Turbocharger ini dilengkapi dengan Radial Turbine & Radial Compressor, susunan bearing adalah ditengah antara turbine wheel dan compressor wheel disebut inboard.
Tujuan design turbo seperti ini adalah agar biaya produksinya rendah dan bearing akan melayang pada posisinya saat berputar.
Sehingga terjadi kecepatan relative antara bearing dengan poros dan bearing dengan housing.
Prinsip Kerja RR 212.
Pada dasarnya kerja turbocharger sama yaitu gas bekas pembakaran dialirkan masuk ke turbine housing kemudian memasuki nozzle ring dan di ekspansikan, kemudian diarahkan ke turbine wheel pada arah radial, gas meninggalkan turbine dengan arah aksial keluar melalui saluran gas buang (Selencer).
Udara bersih melalui air filter dihisap oleh compressor wheel yang terpasang pada poros turbine, udara kecepatannya menjadi tinggi setelah keluar compressor wheel, pada diffuser diperlambat sehingga terjadi perubahan dari dynamic pressure menjadi static pressure.
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Maka didapat tekanan yang dibutuhkan untuk motor diesel. Dikedua sisi dipasang piston ring untuk mencegah tidak terjadi kebocoran.
Komponen pelengkap lebih sedikit karena pelumasan langsung dari oil motor. Bearing life time diharapkan 20.000 jam, dengan pemeliharaan pembersihan saat engine overhaul.
Pada Turbocharger KBB R4 - 2.
Sama dengan RR turbocharger KBB R4 - 2 adalah radial turbine.
Disini digunakan bearing metal dimana life time dari bearing tergantung pada kualitas minyak pelumas mesin, sebab pelumasan turbocharger menggunakan pelumas mesin.
Pada Turbocharger type ini turbinnya adalah radial Turbine dan radial kompressor. Untuk mencegah terjadinya kebocoran dipasang piston ring satu buah sisi turbin dan dua buah sisi kompressor. Thrust bearing pada sisi kompressor.
Untuk menahan gaya aksial yang timbul, maka dipasang thrust bearing pada sisi blower.
Pemeliharaan Turbocharger
Pemeliharaan dikategorikan menjadi 3 yaitu : A. Melakukan inspeksi dan penggantian rutin.
Contoh : Membersihkan sisi compressor dan sisi turbine saat operasi, minyak pelumas diganti setiap 1000 jam operasi disertai pemeriksaan dan pembersihan pada ruang bearing. Ruang air pendingin, perlu diperiksa bersamaan dengan penggantian minyak pelumas, bersihkan jika perlu. B. Pemeliharaan Berkala
Contoh : Penggantian bearing dan komponen lainnya serta melakukan cleaning casing, nozzle ring dan complete rotor.
Contoh : Turbine blade rusak atau aus karena erosi dan korosif karena temperatur tinggi, dilakukan perbaikan dengan merekondisi turbine blade.
Membersihkan komponen turbocharger dan bahan yang digunakan
Air Filter
Cooper Mesh dapat dibersihkan dengan air dicampur soda dengan konsentrasi 1%, atau untuk mudahnya dapat digunakan ditergen, atau minyak tanah. Setelah dikeringkan beri sedikit minyak untuk menambah daya tangkap kotoran.
Ruang air pendingin pada Turbine Casing
Kerak air harus dibersihkan dengan menggunakan Asam HCL dengan Konsentrasi 5%. Jika digunakan BA 30 (produk vecom) maka dicampur dengan air 1% sebab BA 30 mengandung 30% HCL.
Setelah dibersihkan, dibilas sampai bersih gunakan soda ash untuk menetralisir. Lakukan cleaning ini setiap overhaul. Untuk daerah yang airnya mempunyai kandungan air tinggi disarankan untuk diinspeksi berkala 2-3 bulan sekali.
Oil Space / Ruang Bearing
Ruang Bearing dibersihkan saat overhaul tetapi sering terjadi minyak pelumas cepat hitam, disebabkan beberapa hal :
1. Ruang pendingin tertutup kapur.
2. Saluran udara bilas pada gas inlet buntu. 3. Saling strip Rusak
Maka ruang minyak pelumas harus dibersihkan dengan solar ditambah minyak pelumas 20%. Hal tersebut sering terjadi pada sisi turbin. Untuk mencegah Gas panas tidak masuk ruang minyak pelumas, maka area Labyrinth (Sealing Strip) dihembus udara dari sisi blower.
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Membersihkan sisi Compressor saat operasi.
Sisi Compressor dapat dilakukan pembersihan saat operasi dilakukan pengisian air pada Vessel dengan menekan atau membuka valve Vessel saat mesin bekerja pada beban tinggi sehingga udara bertekanan masuk ke water vessel dan air mengalir dengan cepat masuk ke sisi inlet compressor, air yang berbentuk bola-bola kecil mengalir melalui sudu-sudu compressor menabrak kotoran yang menempel pada sudu compressor.
Cara ini efektif dilakukan sejak awal sesudah overhaul (kondisi mesin bersih). Proses ini dilalukan setiap 2 – 3 hari tergantung dari lingkuangan PLTD, dan deposit masih tipis.
Membersihkan sisi turbin saat operasi.
Apabila motor menggunakan BBM Residu (Heavy Fuel) Proses ini harus dilakukan 1 -2 hari sekali.
Proses ini dilakukan saat beban rendah atau 0% dimana Temp. Gas Buang sekitar 150 – 160 0C.
Overhaul Turbocharger
Turbocharger di overhaul sesuai umur Bearing yang diharapkan (normalnya pada 8000 – 12.000 Jam) Running Hour 8.000 – 12.000 ini digunakan sebagai acuan dari pabrik, ditinjau dari beberapa Parameter seperti :
OVERHAUL RR 212 Alat-alat yang diperlukan :
1. Traker (Extrator) No. 8701 Untuk melepaskan impeller 2. Kunci L 17, 8, 6 mm
3. Comb. Ring / pass 22 4. Kunci pass 13 / 17 5. Kunci pass 8 6. Kunci sok 13 mm Melepaskan Turbocharger Sisi Compressor
Lepaskan intake filter, flange udara keluar turbo. Sisi Turbin
Lepaskan exhaust branch, sambungan dari exhaust manifold,pipa air pendingin, pipa minyak pelumas dari pipa-pipa dari vesel air untuk membersihkan compressor, buka nozzle ring, buka compressor housing buat tanda antara poros / shaft dengan compressor wheel sesaat baut pengikat compressor wheel dibuka tahan rotor dengan kunci L 17 mm, setelah baut dibuka isi dengan grease atau oli bersih. Pasang extractor pada compressor wheel jangan terlalu keras, putar tutup searah jarum jam maka grease akan tertekan ke dalam shaft karena pada shaft ada lubang yang terbuka dan bentuk poros adalah taper, maka compressor wheel akan lepas.
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
OVERHAUL TURBOCHARGER TYPE VTR SERIES Range VTR adalah 160/1 500/1
VTR 184 714
Pada VTR 160/1 s.d 320/1 dan VTR 184 – 354 mempunyai system pelumas sama.
Alat-alat yang diperlukan :
Spesial Tools : Extractor bearing
Box spanner untuk shaft nut
Standar Tools terdiri dari kunci ring, pas kunci L Saat membuka selalu berikan tanda
Buang oil pada sisi turbin dan compressor Buka saringan udara atau suction branch
Buka bearing cover BS/TS
Buka oil suction pipe pada VTR 200/1 – 320/1 ukur defleksi pada nozzle Buka nozzle ukur defleksi pada oil slinger
Lepaskan shaft nut
Pasang extractor untuk melepas oil slinger Pasang extractor untuk melepaskan bearing
Pasang eye nut pada shaft dan gantung dengan tali Pasang guide tube, releasi screw pada partition wall
Keraskan release screw maka rotor akan bergerak ke arah compressor Pindahkan tali penggantung
Tarik rotor keluar
Jika overhaul untuk membersihkan, impeller & inductor tidak perlu dibuka. Cara membuka impeller dengan memanaskan
Flg. 0-1
Schnittdarstellung Turbolader Section of the Turbocharger
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Flg. 3-5
Flg. 5-1
Gewichte der Bugruppen Weight of assemblies
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Verdichterdeitiges Lager ausbauen Removing the compressor end bearing
Fig. 5-4
Verdichterdeitiges Lager ausbauen Removing the compressor end bearing
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PEMELIHARAAN TURBOCHARGER ABB Latar Belakang
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Pengembangan dari mesin diesel besar dengan volume dan bobot yang lebih ringan. Mesin “internal combustion engine” dengan bahan bakar dan tekanan udara tertentu sangat bergantung pada jumlah udara yang masuk kedalam ruang bakar dimana perbandingannya 14.8 kg per 1 kg.
Hal tersebut dapat dipertegas sesuai :
BMEP .Ap. Vp.ncyl
Peff =
4*) *) 2 untuk motor 2 langkah
Alternatif yang digunakan untuk meningkatkan “air flow” kedalam mesin diesel dengan cara meningkatkan kecepatan putaran mesin. Namun hal tersebut sangat riskan mengingat timbulnya menchanical stress terhadap elemen mesin yang berputar dan akan meningkatkan keausan, pada putaran yang tinggi.
Salah satu alternatif yang dapat dipergunakan adalah dengan meningkatkan tekanan udara masuk kedalam silinder. Teknologi ini selanjutnya berkembang menjadi sebuah pedoman untuk lebih mengingkatkan efisiensi dan daya mesin. Turbochager Modern
Sesuai perkembangan tehnologi mesin diesel, perkembangan tehnologi turbocharger mengarah pada :
”Maximum pressure ratio” lebih dari 4 : 1.
40% tenaga mesin diesel yang terbuang melalui exhaust manifold dipindahkan ke Turbocharger.
Effiensi thermal dari mesin diesel akan meningkat 10%.
Dari uraian tersebut diatas dapat dilihat bahwa turbocharger bukan sebuah asesori, namun sebagai ”part” yang vital. Kerusakan yang parah/break-down pada turbocharger dapat mengakibatkan mesin sudah tidak layak lagi dioperasikan secara normal, kecuali untuk keadaan darurat ; misalnya pada kapal untuk ukuran keseluruhan dari mesin diesel, kita harus ingat bahwa 40% free-energy pada flywheel juga beroperasi dalam turbocharger. Oleh karena itu dapat dipahami mengapa turbocharger menajdi begitu penting untuk dilakukan perawatan dan perbaikan secara profesional.
Pemeliharaan Tubocharger
Adapun untuk perawatan turbocharger sendiri dapat dibagi dalam tiga kategori:
a. Pemeliharaan untuk Perawatan Rutin
Perawatan rutin ini dilakukan berdasarkan jumlah jam kerja turbocharger, dimana beberapa pert tertentu harus diganti dalam kurun waktu yang telah ditentukan oleh manufakturer. Adapun umumnya yang harus diganti adalah minyak pelumas, bearing dan gear oil pump.
Pada umumnya hanya sejumlah kecil pelumas yang harus diganti setiap 1000 jam kerja. Dalam pengoperasian dengan beban penuh biasanya minyak pelumas akan bekerja pada suhu 100 – 110 C, namun untuk pengoperasian normal umumnya suhu minyak pelumas justru dibawah 100C.
Untuk bearing umumnya disarankan untuk dilakukan pergantian setiap 8.000, 12000 atau 16.000 jam kerja, namun untuk jam kerja bearing sangat tergantung dari beberapa faktor sebagai berikut :
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
- Axial thrust
- Kecepatan putaran rotor.
- Radial load.
- Jenis pengoperasian turbocharger.
b. Pemeliharaan untuk Pemeriksaan dan Pembersihan
Mengingat turbocharger bekerja dengan memanfaatkan gas buang mesin dengan suhu tinggi (max. 650 C) dan bekerja pula putaran yang tinggi, untuk itu diperlukan pemeriksaan dan pembersihan berkala yang kontinyu terhadap terjdinya, korosi, erosi, Penumpukan deposit yang berlebihan pada exhaust gas, getaran yang cukup tinggi dan lain-lain.
Pada umumnya bagian turbocharger perlu dilakukan pemeriksaan untuk tujuan ini (sebagaimana pada gambar di bawah ini) antara lain :
1. Penurunan diameter compressor wheel yang disebabkan menyentuh dinding partition wall sehingga mengakibatkan penurunan udara bilas. 2. Turbine blade menyentuh nozzle ring dan shroud ring yang disebabkan
unbalance pada rotor sharf. Unbalance terjadi karena penumpukan deposit berlebihan dari gas buang pada part tersebut.
3. Penurunan tekanan udara intake manifold, disebabkan oleh clearance antara casing dengan wall melebihi batas yang direkomendasi oleh pabrikan.
Pembersihan Commpressor Wheel
Pada gambar dibawah ini, dapat dilihat terjadinya penurunan tekanan udara bilas disebabkan kontaminasi pada compressor wheel. Effisiensi dan pressure ratio adalah parameter yang sangat penting. Sedangkan dampak yang akan timbul antaral lain dapat dilihat dari kenaikan suhu mesin. Hal tersebut dapat dilakukan dengan jalan pembersihan rutin, dengan menyemprotkan air melalui saluran khusus yang dilengkapi dengan nozzle.
Sistem pembersihan semacam ini umumnya telah terpasang pada setiap turbocharger. Semburan dalam jumlah tertentu selanjutnya membilas kompressor yang sedang berputar.
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Pembersihan Sisi Turbine
Selama pengoperasian turbine blade dan nozzle vanes menjadi kotor karena kontaminasi bahan bakar dan minyak pelumas (dalam jumlah lebih kecil). Hal semacam ini akan lebih sering dijumpai pada mesin dengan beban yang tidak konstan, dimana putaran mesin naik-turun sesuai beban. Pada kecenderungan terjadinya kontaminasi lebih besar.
Pada mesin empat langkah indikasi terjadinya kontaminasi dapat dilihat pada kenaikan kecepatan dan tekanan udara bilas. Hal ini tersebut dapat terlihat pada kondisi diatas, dimana penurunan pada kecepatan dan tekanan udara bilas. Hal tersebut dikarenakan terjadinya penurunan efisiensi yang cukup besar dibandingkan penurunan pada nozzle area. Ketika turbine blade sangat kotor, dapat menimbulkan pada kompresor.
Dengan demikian pembersihan pada sisi turbine dilaksanakan pada interval waktu tertentu sesuai type bahan bakar yang dipergunakan dan efisiensi dari pembakaran. Metoda pelaksanaan pembersihan dapat dilakukan dengan air yang disemprotkan melalui nozzle yang terpasang, pada exhaust manifold. Untuk pembersihan cara ini harus dilakukan pada temperatur dan putaran mesin
hasil pembersihan yang lebih sempurna dapat dilakukan dengan menyemprotkan bubuk pembersih.
Pembersihan dengan air dapat dilaksanakan setiap 120 s/d 250 jam kerja sedangkan pembersihan dengan bubuk pembersih dapat dilaksanakan tiap hari.
c. Perawatan dengan penggantian kompenen
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa penumpukan deposit yang berlebihan cenderung meningkatkan fakttor unbalance pada sistem kerja rotor shaft. Hal tersebut dapat berakibat.
Compresor Wheel dapat menyentuh dinding wall insert,
sehingga clearance diantara keduanya menjadi makin besar.
Ujung turbine keduanya menjadi makin besar.
Pengaruh dari dua hal tersebut adalah penurunan efisiensi dari turbocharger.
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Turbine blade clearance relative to blade Length R’ = R
H
Pengaruh meningkatnya clearance R’ terhadap effisiensi turbine.
Beberapa hal lain yang mendorong dilaksanakannya perawatan semacam ini antara lain dikarenakan beberapa hal antara lain :
Terjadinya erosi yang berlebihan pada nozzle ring, Gas Inlet / Outlet Casing, turbine blade dan lain-lain.
Masuknya material asing kedalam turbocharger.
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Part no Nama 20000 Rotor compl. 21000 Shaft bladed 21001 Sealing broached 21002 Sealing strip 21003 Caulking wire 21004 Locking plate 21005 Damping wire 21007 Damping wire
23000 Partition wall compl.
23001 Cover plate
23002 Shoulder screw
23003 Locking plate
23004 Hex. -Headed screw
23005 Locking plate
23030 Flange of partition wall compl.
23031 Flange of partition wall mach.
23032 Caulking wire
23033 Gasket ring
23050 Shaft protection sleeve
25000 Compressor wheel
25010 Shrink ring
26000 Inducer wheel
27000 Water vessel
29000 Turbine blade
32100 Bearing CE compl.
32101 4-points rollin-contact bearing
32102 Inner bearing bush
32103 Outer bearing bush
32104 Damping springs radial
32105 Damping spring axial
32106 Bearing flange
32107 Locking flange
32108 Spacer
32109 Socket screw
32110 Locking washer
32111 Oil baffle plate
32112 Counter-sunk screw 32114 Locking plate 32154 Gasket 32157 Cap nut 32180 Oil slinger 32181 Socket screw 32182 Locking washer 32185 Nipple 32190 Nozzle 32191 Piston ring 32192 Safety ring
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
34100 Bearing TE compl.
34101 Roller bearing
34102 Inner bearing bush
34103 Outer bearing bush
34104 Spacer
34105 Damping springs radial
34106 Bearing flange 34107 Locking flange 34108 Counter-sunk screw 34113 Locking plate 34154 Gasket 34157 Cap nut 34180 Oil slinger 34181 Socket screw 34182 Locking washer 34185 Nipple 34190 Nozzle 34191 Piston ring 34192 Safety ring
46000 Bearing space cover CE
comp.
46001 Bearing space cover CE mach.
46002 Screw plug
46003 Gasket
46004 Marked gauge glass
46006 Screen
46007 Gasket
46012 Round-headed helicoidal rivet
46013 Screw plug
46014 Gasket
46015 Plate for control measure “K”
46016 Round-headed helicoidal rivet
46017 Hex.-headed screw
46018 Locking washer
48000 Bearing space cover TE
comp.
48001 Bearing space cover TE mach.
48002 Screw plug
48003 Gasket
48004 Marked gauge glass
48006 Screen 48007 Gasket 48008 Special nut 48009 Screw plug 48010 Gasket 48011 Screw plug 48012 Gasket
48013 Plate for oil level
48014 Round-headed helicoidal rivet
48015 Hex.-headed helicoidal rivet
48016 Locking washer
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
core hole covers
51001 Gas inlet casing mach.
51002 Blind flange
51003 Gasket
51004 Hex.-headed screw
51005 Locking washer
51006 Flange/Diaphragm
51007 Bonnet of air duct
51008 Hex.-headed screw 51009 Spring washer 51010 Hex.-headed screw 51011 Hex.-headed screw 51012 Washer 51013 Tension washer 51014 Sealing bush 51015 Hex.-headed screw 51016 Locking plate 51018 Locking plate 51019 Hex.-headed screw 51020 Locking plate 51021 Roll pin 51022 Guide bolt 51023 Key 51024 Socket screw 51025 Socket screw 51033 Tension washer 51034 Hex.-headed screw
With gaskets
52100 Core hole cover for cooling water
inlet without gasket
52101 Core hoe cover mach.
52102 Gasket 52103 Flange 52104 Hex.-headed screw 52105 Baffle plate 52106 Hex.-headed screw 52107 Locking plate
52400 Core hole cover for cooling
water outlet without gasket
52401 Core hole cover mach.
52402 Gasket
52403 Flange
52404 Hex.-headed screw
52600 Core hole cover mach.
Gasket
52700 Core hole cover mach.
gasket
52801 Gasket
52802 Gasket
56001 Nozzle ring
57000 Cover ring
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
core hole covers
61000 Gas outlet casing ass. Without
core hole covers
61001 Gas outlet casing mach.
61002 Cover 61003 Gasket 61004 Hex.-headed screw 61005 Locking washer 61006 Hex.-headed screw 61007 Locking washer 61008 Hex.-headed screw 61009 Hex.-headed screw 61010 Locking water 61011 Blind flange 61012 Gasket 61013 Hex.-headed screw 61014 Locking washer 61015 Roll pin HANYA UNTUK VTR : 304/354 -32/-42 61021 Erosion shield 61022 Insuation 61023 Socket screw 61024 Tension washer 61025 Cover ring CE 61026 Sholder screw 61027 Locking plate 61028 Cover ring TE
With gaskets
62100 Core hole cover for cooling
water inlet without gasket
62101 Core hole cover mach.
62102 Gasket 62103 Flange 62104 Hex.-headed screw 62105 Baffle plate 62106 Hex.-headed screw 62107 Locking plate
62400 Core hole cover for cooling water
inlet without gasket
62401 Core hole cover mach.
62402 Gasket
62403 Flange
62404 Hex.-headed screw
62600 Core hole cover for blind without
inlet without gasket
62601 Core hole cover mach.
(for VTR214/254 anly)
62602 gasket (for VTR214/254 anly)
62603 Blind flange (for VTR214/254
anly)
62801 Gasket
68000 Foot
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
74001 Air outlet casing mach.
74002 Hex.-headed screw 74003 Locking washer 74004 Hex.-headed screw 74005 Locking washer 74006 Hex.-headed screw 74007 Locking waher 74008 screw plug 74009 Joint
76000 Air inlet casing ass.
76001 Air inlet casing math.
76002 Sealing bush 76009 Hex.-headed screw 76010 Locking washer 76012 Flange 76013 Gasket 76014 Hex.-headed screw 76015 Locking washer 76016 Blind flange 76017 Gasket 76018 Hex.-headed screw 76019 Locking washer 76020 Guide bolt 76021 Socket screw
76022 Locking washer/locking edge
washer
76030 Gasket
76031 Blind flange
76032 Locking washer
76033 Hex.-headed screw
76036 screw plug
77000 Wall insert compl.
77001 Wall insert mach.
77002 Socket screw 77003 Locking washer 79000 Diffuser compl. 79001 Diffuser mach. 79002 Hex.-headed screw 79003 Locking plate
82000*) Air Suction brach compl.
82001*) Air suction brach mach.
82002 Hex.-headed screw 82003 Tension washer 82070*) Flange 82071*) Gasket 82072*) Hex.-headed screw 82073*) Locking washer
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Part no. Designation
90000 1 Set of tools compl. In tool
bag with locking device (Part with, $ 4.5) 90001 Tool bag 90030 Fixing tool 90031 Spec. screw 90050 Box spanner 90070 Extractor 90140 Centering tube 90060 Guide piece 90070 Guide plate 90170 Axial lock 90172 Hex.-headed screw 90180 Axial lock 90190 Lifting device 90200 Guide tube 90220 Pin 90230 Eye nut 90260 Tommy bar 90270 Socket wrench 90900 Puller screw
4.4 Blanking device (fig.09.1)
The drawing will be supplied on request and free of charge.
Part no. Designation
91000 Blanking device compl.
91001 Blanking cover CE 91002 Blanking cover TE 91003 Tie-bolt 91004 Tie-bolt 91005 Tie-bolt 91006 Distance sleeve 91007 Disc spring 91008 Disc spring 91009 Circlip 91010 Hex.-nut 91011 Hex.-headed screw 91012 Distance sleeve 91013 Circlip 91014 Hex.-nut
4.5. LOCKING devive (Supplied only on special sequest)
93000 Locking device compl.
93002 Locking flange
93003 Pull ring
93004 Drill bushing
93005 Socket screw
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Mothballing
(Supplied only on special request)
95000 Mothballing 95010 Holding flange CE 95013 Hex.-headed screw 95014 Name plate CE 95050 Holding flange TE 95051 Hex.-headed screw 95052 Name plate TE
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PT. PLN (PERSERO) Pemeliharaan Turbocharger PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN