• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN BEBAN KERJA DOSEN DAN EVALUASI PEIAKSANAAN TRIDHARMA PER.GURUAN TINGGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN BEBAN KERJA DOSEN DAN EVALUASI PEIAKSANAAN TRIDHARMA PER.GURUAN TINGGI"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN

BEBAN KERJA DOSEN

DAN

EVALUASI

PEIAKSANAAN

TRIDHARMA

PER.GURUAN

TINGGI

DIREKTORAT JENDERAL

PEN

DIDIKAN TINGGI

DEPARTEMEN

PENDIDIKAN

NASIONAL

(2)

PENGARAH

prof. Dr. Muchras samani (Direktur Ketenagaan

Di[en

Dikti) Drs' Mashuri Maschab, s.U (Kepara Biro r(epegawaian Depdiknas)

Dr' Andi Pangerang Moenta, sH., MH.,

DFM (Kepala Biro Hukum dan organisasi)

TIM

PENYUSUN

Prof. Dr.

Ir.

DJoko Kustono. HM. (Ketua, Universitas Negeri

Marang)

Prof. Dr.

Ir.

carmadi Machbub (Anggota,

Institut

reknorogi

Bandung)

Prof' Dr. H.M. Zainuddin., Apt. (Anggota, universitas Airrangga)

Putut pujogiri., sH (Anggota, Biro Hukum dan

organisasi, Depdiknas)

Trisno Zuardi., SH., MM (Anggota, Biro Kepegarvaian Depdiknas)

Dr'

Ir'

Ivan Hanafl, M.pd (Anggota, Universitas Negeri Jakarta)

Drs'

A'

Hidayat., M.si (Anggota, Kepala Bagian Tatalaksana dan Kepeg. Dikti)

Drs. Abdurrachim

Idris

(Anggota, Kasubdit Karir

Dit. Ketenagaan) Sugeng Winarno (Anggota, Kasi Kepangkatan dan promosi)

(3)

KATA PENGANTAR

sebagaimana diamanatkan dalam

uu

Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan

Peraturan Pemerintah Republik

Indonesia Nomor

37

Tahun

2009

tentang

Dosen,

disebutkan bahwa dosen adalah pendidik profesional

dan ilmuwan

dengan

tugas

utama

mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu

pengetahuan, teknologi,

dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Tugas

utama

dosen tersebut

adalah melaksanakan

tridharma

perguruan

tinggi

dengan

beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) sKS dan paiing banyak

16 (enam

belas) SKS pada setiap semester sesuai dengan kualifikasr akad=r-ni!1. pela'<s;-naen iugas

utama dosen

ini

perlu

dievaltlasi dan

dilaporkan

secara periodik sebagai

bentuk

akuntabilitas

kincrj.r

closcn kepada

para

pemangku

l<epentingan.

Buku

pedoman

ini

dimaksudkan

untuk

menrberikan

arah dan

tatacara penetapan Beban

Keqa

Dosen dan

Eval uasi Pelaksa naan -l-rid harma perguruan 1ln ggi.

Buku pedoman

ini

berisi

(1)

rasional evaluasi yang

dimuat

pacJa

bab

pendahuluan, (2)

beban keq'a

dan

tugas utama

dosej

(3)

prosedur evaluasi

pelaksanaan

tridharma

perguruan

tinggi dan

(4)

rubrik

evaluasi

yang

diletakkan

pada

Lampirarr.

Diharapkan

pedoman

ini

dapal

digunakan sebagai

acuan

olch

semua

pihal<

yane tcrk.rit

dcngan

penyelcnggaraan tug'rs penetapan beban keria

dosen dan evaluasi pelaksapaan tridharma perguruan tinggi.

Kami mengucapkan terimakasih

dan

memberikan penghargaan

yang

tinggi

kepada -llm Penyusun

dan pihak lain

yang

telah

bekerja keras daram

mewu;udkan

pedoman

ini,

Semoga program berjalan baik.

Tinggi

dr.

I'asli Jalal, ph.D., Sp.GK

19530901 i982031001

(4)

BAB

I

BAB

II

BAB

III

DAFTAR

ISI

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

B.

Landasan Hukum

C.

Tujuan

D.

Prinsip EvaluasiTugas Utama

E.

Periode Evaluasi

F.

Laporan Hasil Evaluasi

G.

Pelaksanan Tugas Evaluasl

BEBAN KERJA DAN TUGAS UTAMA DOSEN

A.

Beban Kerja Dosen

B.

Tugas Utama Dosen

C.

Kewajiban Khusus profesor

D.

Dosen Dengan Jabatan StruKural

E.

Tugas Utama Dosen yang Sedang Tugas Belajar

PROSEDUR EVALUASI PELAKSANAAN

TRIDHARMA

A.

Prosedur Evaluasi

B.

Rancangan Tugas Dosen

C.

Asesor

LAMPIRAN-LAMPIR,AN

PERG.

TINGGI

(5)

BAB

I

PENDAHULUAN

A.

Latar

Belakang

Dosen adalah salah

satu

komponen esensial dalam suatu sistem pendidikan

di

perguruan

tinggi.

peran, tugas,

dan

tanggungjawab

dosen

sangat

penting

dalam

mewujudkan

tujuan

pendidikan nasional,

yaitu

mencerdaskan

kehidupan

bangsa,

meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yang

meliputi

kualitas iman/takwa, akhlak

mulia,

dan

penguasaan

irmu

pengetahuan, teknologi,

dan seni, serta

mewujudkan

masyarakat Indonesia yang maju, adil, makmur, dan beradab. Untuk melaksanakan fungsi,

peran' dan kedudukan yang sangat strategis tersebut, diperlukan

dosen yang profesional.

sebagaimana cjiamanatkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru

dan

Dosen' dosen dinyatakan sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan

tugas utama

mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan

ilmu pengetahuan, teknologi,

dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Bab 1 pasal

1

ayat

2)'

sementara

itu,

profesional dinyatakan sebagai pekerjaan

atau

kegiatan yang

dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasiran kehidupan yang memerrukan

keahlian' kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi stanciar

mutu atau norrna tertentu

serta memerlukan pendidikarr profesi.

Kornpel-ensi

tenaga

pendidik, i,hususnya

dosen, diartikan sebagai seperangkat

pengetahuan' keterampilan

dan

peril.rku

yang harus dirniliki, dihayati,

dikuasai dan

diwujudkan oleh dosen tlalam melaksanakan tugas profesionalnya. Kompetensi

tersebut

meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi

kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi

profesional.

Tugas

utama

dosen adarah melau,anakan

tridharma perguruan

tinggi

dengan

beban kerja paring sedikit sepadan dengan

12 (dua beras) sks dan paiing banyak 16 (enam

belas) sks pada setiap semester sesuai

dengan kuaiifikasi akademik. sedarrgkan profesor

atau guru besar adalah cosen dengan

jabatan akademik tertinggi pada sa[uan pencidikan

tinggi dan mempunyai tugas khusus menulis buku dan

karya irmiah serta nrenyebarkan

luaskan gagasannya untuk mencerahkan

masyarakat. pelaksanaan tugas utama dosen ini

perlu dievaluasi dan dilaporkan secara periodik sebagai bentuk akuntabiritas kinerja

dosen kepada para pemangku kepentingan,

(6)

Kompetensi dosen menentukan kualitas pelakanaan Tridharma perguruan Tinggi

sebagaimana

yang

ditunjukkan

dalam

kegiatan profesionar

dosen. Untuk

menjamin

pelaksanaan tugas dosen berjalan

sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam

peraturan

perundang undangan maka perlu dievaluasi setiap periode waktu yang ditentukan.

Buku

Pedoman

ini

dimaksudkan untuk

nremberikan arah dan tatacara penetapan Beban Ke[a

Dosen Dan Evaruasi peraksanaan Tridharma perguruan

Tinggirahun 2010

B.

Landasan Hukunr

Landasan

hukum

penetapan Beban

Kerja

Dosen

Dan

Evaluasi pelaksanaan

Tridharma perguruan Tinggi adalah sebagai berikut.

1'

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun

2003 tentang sistem pendidikan

Nasional

2'

undang-Undang Nomor Republik Indonesia

14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

3'

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60

Tahun 1999 tentang pendidikan

Tinggi

4'

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia

Nomor 61 Tahun 1999 tentang perguruan

Tinggi Sebagai tsadan Hukum tutitik Negara (BHMN)

5'

Peraturan Pemerintah Repubiik Indonesia

Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar

Nasional pendidikan

Peraturan pemerintah Repubrik

Indonesia Nomoi- 37 Tahun 2009

tentang Dosen

Peraturan pemerirtah Repubrik

Indonesia Nomor

41

fahun 20og tentang Tunjangan

Profesi

Guru

dan

Dosen, Tunjangan

Khusus

Guru

dan

Dr

KehOrmatan

prOfeSor

J ..J_..

..,,vgvo eUr

U

udil

uosen/ serta

Tu njangan

B'

Peraturan Mendiknas Republik Indonesia

Nomor 47 Tahun 200g tentang

sertifikasi Penciidik Untuk Dosen

9'

surat

Keputusan lrlenkowasbangpan

Nomor

38

Tahun 1999 tentarg

Jabaran Fungsional Dosen dan Nilai Angka Kreditnya

10'

Keputusan

Direktur

Jenderal

Pendidikan

Tinggi

Departemen pendicjikan

Dan

Kebudayaan Repubrik Indonesia No. a8iD3lKep/1983 Tentang

Beban Tugas Tenaga

Pengajar pada perguruan Tinggi 6.

7.

(7)

C.

Tujuan

Evaluasi tugas utama dosen bertujuan untuk

(1)

meningkatkan profesionalisme

dosen dalam melaksanakan tugas,

(2)

meningkatkan proses

dan

hasil

pendidikan (3)

menilai

akuntabilitas

kinerja dosen

di

perguruan

tinggi

(4)

meningkatkan

atmosfer

akademik

di

semua jenjang perguruan tinggi dan

(5)

mempercepat terwujudnya tujuan

pendidikan nasional

D.

Prinsip EvaluasiTugas

Utama Dosen

Prinsip penetapan Beban Kerja Dosen Dan Evaluasi pelaksanaan Tridharma

Perguruan Tinggi adalah sebagai berikut.

1.

Berbasis evaluasi diri

2.

Saling asah, asih dan'asuh

3.

Meningkatkan profesionalisme dosen

4.

Meningkatkan atmosfer akademik

5.

Mendorong kemandirian perguruan tinggi

Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan

Tinggi

dimulai

oleh

dosen

dengan membuat

evaluasi

diri

terkait semua kegiatan yang

dilakanakan baik

pada

bidang

(1)

pendidikan dan pengajaran, (2) peneiitian

dan pengembangarr karva iimiah, (3)

pengabdian kepada masyarakat maupun

(4)

kegiatan penunjang lainnya. Evaluasi ini

diwujudkan dalam Laporan Kinerja sesuai dengan Format F1 pada Lanrpiran

I.

Laporan

format

F1

di

dukung

oleh

semua

bukti

pendukung

dan

raporan

tahun

sebelurnrrya,

Kemudian diserahkan kepada asesor untuk dinilai

dan

mendapatkan verifikasi. Asesor

dalam menilai diharapkan memakai prinsip saling

asah,

asih dan asuh.

Dosen yang

kurang

perlu

mendapatkan bimbingan

dan

penjerasan dai-i asesor

agar

kinerja yang

ditetapkan oleh peraturan perundang undangan dapat tercapai tanpa mengurangi

kaidah

akademik yang menjadi amanah undang-undang kepada asesor, Aktivitas

ini tentu

bisa

mendorong

peningkatan

profesionarisme dosen pada pergurllan

tinggi

yang

bersangkutan' Apabila kegiatan evaluasi kinerja ini diterapkan untuk semua dosen maka

akan

berimplikasi

kepada

peningkatan atmosfer akademik yang

berkelanjutan

sehingga

bisa

mencJorong

terciptanya

kemandirian perguruan

tinggi

daram

meningkatkan daya sarirg bangsa.

(8)

E.

Periode Evaluasi

Evaluasi dilaksanakan secara periodik aftinya evaluasi dilakukan pada setiap kurun

waktu yang

tetap'

Hal

ini

untuk menjaga akuntabilitas kepada pemangku

kepentingan

terkait dengan kinerja perguruan tinggi"

Masing-masing perguruan tinggi dapat nrenentukan sendiri periode er{guasi_bslgn

EIlg

oosen, perguruan tinggi dapat melakukan dalam semesteran

dan atau

tahunan.

Bahkan pada keadaan khusus pemimpin perguruan tinggi dapat melakukan evaluasi

beban

kerja dosen setiap saat diperlukan. Namun demikian laporan kepada Direktur

Jenderal Pendidikan Tinggi harus dilakukan seilap tahun.

F.

Laporan Hasil Evaluasi

Hasil

evaruasi beban

kei'ja

dosen diraporkan

dan

diserahkan

perguruan

tinggi

kepada Direktur

lenderai

pendidikan

Tinggi

setiap

Jenderal Pendidikan

tinggi

berwenang untuk

memverikasi raporan ini.

tinggi yang diselenggarakan oreh masyarakat raporan dikoordinasikan

Perguruan Tinggi swasta kemudian diserahkan

kepada DireKur Jenderal setiap tahun.

Hasil evaluasi beban kerja dosen dapat memberikan gambaran kinerja

dosen. oleh

karena

itu

laporan evaluasi merupakan salah

satu

bentuk akuntabilitas kinerja dosen

kepada masyarakat'

Hasil

evaluasi

ini

dapat

berimplikasi

keoada

keberlangsungan

tunjangan prol'esi pendidik maupun tunjangan kehormatan c]osen. pemimpin perguruan

tinggi berkewajiban memberikan teguran risan, peringatan terturis,

p".gh;;H

rffi|.

oleh

pemimpin

tahun.

Direktur Pado perguruan

oleh

Koordinator

Pendidikan Tinggi

ik

maupun tunjangan kehormatan terhada

n

pemimpin perquruan tinoni .an:hit

DeroasarKan hasil evaluasi

Untuk

perguruan

tinggi yang

diselenggarakan oleh

masyarakat maka sanksi ini diberikan oleh Koordinator perguruan Tinggi swasta. pemimpin

perguruan tinggi bertanggung jawab penuh atas kebenaran laporan dan ketepatan

uraktu

melaporkan.

(9)

G.

Pelaksana Tugas Evaluasi

Tugas

untuk

melakanakan evaluasi merupakan

tugas

yang

dilakukan

terus-menerus sebagai bentuk akuntabilitas terhadap pemangku kepentingan, oleh karena itu

sebaiknya tidak dilakukan,oleh suatu panitia ad hoc tetapi dilakukan oleh sebuah sbuktur

kelembagaan y?ng ada' dan melekat pada sistem

di

perguruan tinggi

tersebut misalnya

Lembaga

peniaminu1t4!!.!p3l

atau yang tain.

Pelakana

tugas diharapkan selalu berkoordinasi dengan

jurusan,

departemen,

fakultas maupun program

studi untuk

memaksimalkan proses kinerja dosen. struKur

organisasi pelaksana

tugas dikembangkan sendirioleh masing-masing perguruan tinggi dan

merupakan bagian

tak

terpisah

dari

ketembagaan yang sudah ada

di

perguruan tinggi tersebut.

(10)

BAB

II

BEBAN KERJA DAN TUGAS UTAMA DOSEN

A.

Beban

Kerja

Dosen

Dosen

adararr

pendidik

profesionar

dan

irmuwan dengan

tugas

utama

mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan irmu pengetahuan, teknologi,

dan seni melalui pendidikan, penelitian dan

pengabdian kepada masyarakat. sedangkan

Profesor atau Guru Besar adalah dosen dengan jabatan

akademik tertinggi pada satuan

pendidikan t'nggi dan mempunyai kewajiban khusus menulis buku

dan karya ilmiah serta

menyebarkan ruaska n gagasannya untuk me ncerah kan

masya ra kat

Tugas utama dosen tersebut adalah melaksanakan tridharma

perguruan tinggi

dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) sks dan paling banyak

16 (enam belas) sks pada setiap semester sesuai dengan kualifikasi akademiknya ,Jengan

ketentuan sebagai berikut.

(1)

tugas

melakukan pendidikan

dan

penelitian

paling sedikit

sepadan dengan 9

(sembilan) sks yang diraksanakan di perguruan tinggi yang bersangkutan;

(2)

tugas melakukan pengabdian kepada

masyarakat dapat dilaksanakan melalui kegiatan

pengabdian kepada masyarakat yang diserenggarakan oreh perguruan tinggi

yang

bersangkutan

atau

merarui lembaga

rain

sesuai dengan peraturan

perundang

undangan;

(3)

tugas penunjang tridarma perguruan

tinggi

dapat ciperhitungkan

sks

nya sesuai

dengan peraturan perundang undangan

(4)

tugas melakukan pengabdian kepada

masyarakat dan tugas penunjang paling sedikit

sepadan dengan 3 (tiga) SKS

(5)

tugas melaksanakan kewajiban khusus

bagi profesor sekurang-kurangnya sepadan

dengan 3 sks setiap tahun

Pemimpin perguruan tinggi

berkewajiban memberikan kesempatan kepada dosen

untuk

meran'anakan tridharma perguruan

tinggi.

Dosen

yang

mendapat penugasan

sebagai

pimpinan

perguruan

tirrggi

sanrpai

dengan tingkat

jurusan

diwajibkan

melalaanakan dharma pendidikan paring sedikit sepadan

dengan 3 (tiga) sks.

(11)

B.

Tugas Utama Dosen

Tugas

melakukan pendidikan merupakan

tugas

di

bidang

pendidikan dan

pengajaran yang dapat berupa

(1)

melaksanakan perkuliahan/tutorial dan menguji

serta

menyelenggarakan

kegiatan

pendidikan

di

laboratorium,

praktik

keguruan,

praktik

bengkel/studio/kebun percobaan/teknologi pengajaran;

(2)

ntenrblrnbirrg scrr-rlnar Mahaslswa;

(3)

nrenrbltrtblng

kullalr

kerJa nyata

(l(Kll),

prakUk kcrjcr

nyah

(pt(N), praktik

kerja

lapang.rn (pKL);

(4)

membimbing tugas akhir penelitian mahasiswa termasuk nrembimbing, pembuatan

laporan hasil penelitian tugas akhir;

(5)

penguji pada ujian akhir;

(6)

membina kegiatan mahasiswa di bidang akademik dan kemahasiswaan;

(7)

mengembangkan program perkuiiahan;

(B)

mengembangkan bahanpengajaran;

(9)

menyampaikan orasi ilmiah;

(10)

membina kegiatan mahasiswa di bidang akademik dan kemahasiswaan,

(11)

membimbing Dosen yang lebih rendah jabatannya;

(12)

melak'arrakan kegiatan detasering dan pencangkokan dosen,

Tugas

melakukan penelitian

merupakan

tugas

di

biclang

peneliUan dan

pengembangan karya ilmiah yang dapat berupa

(1)

menghasilkan karya penelitian;

(2)

menerjemahkan/menyadur buku ilmiah;

(3)

mengedit/menyunting karya ilmiah;

(4)

membuat rancangan dan karya teknologr;

(5)

membuat rancangan karya seni.

Tugas merakukan pengabciian kepada masyarakat dapat

berupa

(1)

mendudukijabatan pimpinan dalam lembaga pemerintahan/pejabat

negara sehingga

harus dibebaskan dari jabatan organiknya;

(2)

rnelaksanakan pengembangan

hasir

pendidikan

dan

peneritian

yang

dapat

dimanfaatkan oleh masyarakat;

(3)

memberi latihan/penyuluhan/pena[aran pada masyarakat;

(12)

(4)

memberi

pelayanan kepada masyarakat

atau

kegiatan

lain

yang

menunjang

pelaksanaan tugas umum pemerintah dan pembangunan;

(5)

membua{menulis karya pengabdian kepada masyarakat.

Tugas penunjang tridharma perguruan tinggi dapat berupa

(1)

menjadi anggota daram suatu panitia/badan pada perguruan tinggi;

(2)

menjadi anggota panitia/badan pada lembaga pemerintah;

(3)

menjadi anggota organisasi profesi;

(4)

mewakili perguruan tinggi/lembaga pemerintah duduk dalam panitia antar

lembaga;

(5)

menjadi anggota delegasi nasional ke petemuan internasional;

(6)

berperan serta aktif dalam pertemuan ilmiah;

(7)

menCapat tancia jasa/penghargaan;

(B)

menulis buku pelajaran SLTA kebawah;

(9)

mempunyai prestasi di bidang olahraga/kesenian/sosial.

Ekivalensi perhitungan SKS untuk berbagai tugas tersebut

Rubrik Beban Kerja dan Tugas Utama Dosen pada

Lampiran V

diatas disajikan pada

C.

Kewajiban

Khusus

profesor

Tugas melaksanakan kewajiban khusus bagi profesor

menurut pasal

49

ayat

2

Undang-undang Republik Indonesia l'Jomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen acjalah

(t)

menulis buku

(2)

menghasilkan karya ilmiah dan

(3)

menyebarluaskan gagasan

Tugas melaksanakan kewajiban khusus bagi profesor tidak menambah

beban tugas

profesor

(12

sKS) tetapi merupakan bagian dari tugas

yang wajib dipilh oleh protesor.

Kewajiban khusus yang wajib dipilih ini paling sedikit sepadan dengan

3

(tiga)

sKS setiap

tahun'

Seorang profesor

dalam

tiga

tahun wajib

melaksanakan

ketiga

kewajiban

khususnya. Ilustrasi peraksanaan tugas khusus proresor disajikan pada

Gamb

ar

z.r.

2.2

dan

2'3'

Kelebihan

sl(s

pada salah satu kewajiban khusus

tidak bisa menggunggurkan

kewajiban khusus yang lain.

(13)

Gambar 2.1 Kewajiban Khusus profesor Diraksanakan setiap Tahun

Gambar 2.zDua

daririga

Kewajiban Khusus Diraksanakan

Daram satu Tahun

(14)

Gambai'2.3 Semua Kewajiban Khusus Dilaksanakan Dalam Satu Tahun

Gambar

2.r,

2.2 dan 2.3

menunjukkan bahwa profesor mempunyai kebebasan

dalam melaksanakan kewajiban khususnya. Gambar

2.1

kewajiban khusus dilaksanakan

setiap tahun, artinya setiap tahun melaksanakan kewajiban khusus paling sedikit sepadan

dengan

@

3

sKS. Pada Gambar 2.2

dua

dari tiga kewajiban khusus dilaksanakan dalam

satu tahun, sehingga satu dari kewajiban khusus dilaksanakan pada salah satu tahun yang

lain'

Pada

waktu

melaksanakan

dua

kewajiban khusus maka beban kewajiban

khusus

tahun tersebut paling sedikit sepadan dengan

6

sKS dan tahun yang

lain

3

sKS. pada

Gambar

2'3

semua tugas khusus dilaksanakan dalam tahun yang sama, sehingga

kedua

tahun yang lain profesor tersebut tidak perlu lagi melaksanakan kewajiban khusus. pada

waktu

mengeriakan

semua

kewajiban khusus

maka

kewajiban khusus

yang

harus

dikerjakan paling sediklt sama dengan 9 SKS.

Kewajiban khusus profesor dalant membuat buku adalah berupa buku yang sesuai

dengan rumpun keahriannya dan atau sesuai dengan jabatan yang pernah atau sedang

diembannya (pengalaman menjabat), diterbitkan

oleh

lembaga penerbit

baik

nasionat

maupun internasional yang mempunyai ISBN (lnlern ational standard

of

Book Numbering

system)'

Kewajiban

khusus

profesor

daram

rnembuaL

karya

irmiah

dapat

berupa

Keterlibatan

dalam satu

judul

penelitian

atau

pembuatan

karya

seni

atau

teknologi

10

(15)

(termasuk penelitian untuk disertasi dan atau

thesis),

memperoleh hak paten dan atau

membuat karya teknologi atau seni. Kewajiban profesor dalam menyebarluaskan gagasan

dapat

berupa menulis

jurnal

ilmiah

menyampaikan

orasi ilmiah,

pembicara

seminar,

memberikan pelatihan, penyuluhan, penataran kepada masyarakat

dan

mendifusikan

(menyebar luaskan) temuan karya teknologi dan atau seni. perhitungan sks untuk

masing-masing kewajiban tersebut disajikan pada Rubrik di Lampiran v.

semua

kewajiban khusus profesor harus dilaksanakan secara

sesuai dengan rumpun ilmu yang ditekuni

melembaga dan

D.

Dosen Dengan Jabatan

Struktural

Dosen perguruan tinggi yang sedang menjarankan tugas negara sebagai pejabat

struktural

atau yang

setara

atas

ijin

pimpinan perguruan

tinggi dan tidak

mendapat

tunjangan profesi pendidik maka beban tugasnya diatur oreh pemimpin perguruan tinggi

mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku (lihat:

UU No, 43 Tahun 1ggg, pp No.

37 Tahun 2009 dan Kepmenkowasbangpan No. 38 Tahun 1999)

Profesor yang sedang menjalankan tugas negara sebagai pejabat struktural atau

yang setara atas

rjin

pimpinan perguruan tingginya

dan tidak

mendapat tunjangan

kehormatan dibebaskan dari tugas khusus profesor.

E.

Tugas Utanta Dosen

yang

Sedang Tugas Betajar

Dosen dengan status tugas belajar mempunyai trrgas

dan kewajiban belajar. Beban

kerja dosen tugas belajar diatur dengan perturan

pe;-undang undangan tersendiri (lihat: Permendiknas No. 38 Tahun 2009)

l1

(16)

BAB

III

PROSED U R EVALUASI PELAKSANAAN TRI D HARMA PERGU RUAN TI NGGI

A.

Prosedur Evaluasi

Prosedur evaluasi pelakanaan tridharma perguruan tinggi disajikan pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Prosedur EvaluasiTugas Utama Dosen

(17)

Penjelasan:

1.

Dosen membuat laporan kinerja secara perlodik. Laporan kinefia

ini

memuat semua

aktivitas tridharma perguruan tinggi yang telah dilakukan dosen tersebut dan meliputi

dharma pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan aktivitas penunjang

I'c.rni:'rz. --.-nia-:'-:-3qr--;1 :-Eu fcrrr.d

Fi cr=-f<*

:eca

\=rai=_r

:-

-rtr-ai

Fi

cilercc.Ci

oeng:rn

slnus

)uk-rr ptilOuliunJnfc

cils:anral,

Kep3J3 :sesDi.

Kl;en:

tf,pJnn lirnsijl

dosen merupakan aktivitas yang berkelanjutan nraka dosen

juga

perlu melampirkan

hasil evaluasi pada periode sebelumrrya. Asesor berjumlah dua orang dan ditugaskan

oleh

pemimpin perguruan

tinggi untuk

menilai

ketercapaian prestasi SKS,

dan

memverifikasi kesesuaian dokumen pendukung dengan aktivitas tridharma perguruan

tinggi yang telah dilakukan. Format F1 yang diserahkan kepada asesor dibuat

dalam

bentuk hardcopy rangkap dua cian softcopy. satu

buah

hardcopynantinya dikembalikan

kepada dosen

yang

bersangkutan sesudah dsahkan

oleh

Dekan.

Kriieria

asesor

disajikan pada Bab 3.8

2'

Apabila ketercapaian kinerja dosen tersebut

telah

mernenuhi

syarat

seperti

yang

dimaksud pada Bab.

3

dan bukti pendukung sesuai dengan laporan yang dibuat

rnaka

laporan kinerja dianggap lolos. Bukti pendukung laporan yang telah lolos dikembalikan

kepada dosen

yang

bersangkutan

untuk

disimpan kembali

dan

dapat ditunjukkan

apabila diperiukan. Kedua asesor menandatangani Forrnat F1

dan meneruskan format F1 kepada Dekan atau yang sederajat untuk mendapatkan

pengesahan.

3'

Apabila asesor menyatakan (a) ketercapaian kinerja dosen tidak atau belum

memenuhi

syarat seperti yang dimaksud pada Bab.3 dan atau

(b)

bukti pepdukung tidak sesuai

dengan aktivitas

yang

diraporkan

maka

raporan

kinerja

dianggap gagar

dan

dikembalikan kepada dosen yang bersangkutan, untuk diperbaiki. Dalam hal terjadi

selisih pendapat antara asesor satu dengan asesor yang

rain maka pemimpin perguruan

tinggi dapat menunjuk asesor ketiga.

4'

Dekan mengesahkan hasil laporan format F1

dan mengkompilasi semua laporan kinerja

dosen yang menjadi tanggungjawabnya. Dekan bertanggung jawab dan berwenang

untuk

memverifikasi kebenaran laporan

yang

telah

dikoreksi

oleh

asesor. Hasil

kompilasi di tingkat fakultas ini kemudian diserahkan kepada Rektor untuk dibuat rekap

ditingkat universitas. Contch hasil kompilasitingkat Fakultas clisajikan pada Lampiran

II

13 Pedoman Beban

Kerja

Dosen 2010

(18)

5.

6.

Rektor mengkompilasi semua laporan dari tingkat fakultas dan membuat rekap laporan

di

tingkat universitas' Rektor bertanggung jawab dan benvenang

untuk memverifikasi

kebenaran laporan yang telah disahkan oleh Dekan. Untuk perguruan

tinggi

negeri

maka laporan ini diserahkan atau dikirim hngsung kepada Dirakf-ur lencerzl p.-ndici'<zn

lnqF

-:=-cf

=nt

J:,

r q;rJaT,'4eilg Cik..r,rn:

=ian

:erur,ia==L-,,

:a..

=t=__r,.

Pada perguruan tinggi yang diselenggarakan

oleh masyarakat maka laporan diserahkan

atau dikirim kepada Koordinator Perguruan Tinggi swasta (Kopertis) untuk dikompilasi

ditingkat Kopertis pada waKu yang telah ditetapkan. Kopertis bertanggung jawab

dan

ben'venang untuk memverifikasi kebenaran laporan yang telah

disahkan oleh Rektor

perguruan tinggi

Kopertis kemudian mengkompirasi dan membuat rekap semua perguruan

tinggi yang

menjadi tanggung jawabnya. Rekap raporan daram bentuk hardcopy dan softcopy.

Kopertis kemudian menyerahkan dan atau mengirimkan laporan

ke

Direktur lenderal

Pendidikan Tinggi

B.

Rancangan Tugas Dosen

Pada setiap awal semester dosen diharapkan mempunyai rancangan kegiatan yang

akan dilaksanakan pada semesier berjalan, rancangan ini berguna baik bagi dosen,

asesor

maupun atasan tlntuk merencanakan alokasi waktu dan beban kerja dosen. Disarnping

itu

dosen

diharapkan

juga

mempunyai rancangan pengembangan

pi-ofesi. Rancangan

pengembangan profesi ini dapat menjadi acuan untuk mengarahkan kegiatan dosen untuk

mencapai cita-cita profesinya. Pimpinan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan

kesempatan kepada para dosennya uniuk menggapai cita-cita profesi tersebut.

C.

Asesor

Asesor bertugas untuk menilai

dan

memverifikasi laporan

menjadi asesor dan tatacara penilaian adalah sebagai berikut.

Dosen yang masih aktif

Mempunyai

NIM

(Nomor identifikasi registrasi asesor) yang diterbitkan

oleh Direktur Jenderal pendidikan Tinggi

Telah mengikuti sosialisasi penilaian kinerja dosen

Ditugaskan oleh pemimpin perguruan tinggi

14

7.

kinerja dosen. Syarat

1. 2.

3. 4.

(19)

5.

Dihindari terjadinya konflik kepentingan

6'

satu atau semuanya dapat berasal dari perguruan tinggi sendiri ataupun dari perguruan

tinggi lain

7'

Mempunyai rumpun atau sub rumpun ilmu yang sesuai dengan

dosen yang dinilai

B'

Mempunyai kualifikasi jabatan fungsional dan atau tingkat

pendidikan yang sama atau

lebih tinggi dari dosen yang dinilai

9'

Pemimpin perguruan tinggi mengatur agar asesor

tidak

menilai kinerja sendiri atau

bertukar

ganti

asesor-dosen (A sebagai asesor

meirilai B sebagai dosen kemudian B

sebagai asesor menilaiA sebagal dosen)

10'

Bagi perguruan tinggi yang belum mampu mempunyai asesor

dan kesulitan didalam

mendapatkan asesor

dari

perguruan

tinggi lain

karena terkendala

jarak

dan waktu

maka dapat mengajukan asesor sendiri dengan kriteria jabatan fungsional lektor dan

sudah

rnempunyai

sertiflkat pendidik kepada

Direktur

Ketenagaan

Ditjen

Dikti.

Kemudian Direktur Ketenagaan akan menerbitkan

NIM

Khusus bagi dosen tersebut.

NIRA khusus ini hanya berlaku untuk perguruan tinggi yang

bersangkutan dan dalam

periode 2010

-

2012' Pada tahun 2013 dan seterusnya perguruan tinggi iersebut

sudah

harus mempunyai asesor tanpa kritei-ia khusus.

15 Pedoman Beban

Kerja

Dosen 2OlO

(20)

\o

z.

E.

A.

t

S

I

z.

d.

o-E

I

(21)

(--o

\s

N QJ (o o

a

rb

't'

E

rq a QJ co o E

&

!! a_ E r! c o) E f -)zo

o

'{= -!zl co (! 'F q., :Z c ru (U co

-([ .r! O) OJ .@ C 0-)

v

c ro r) OJ co -c ! E l = (D -:z E (t, o

v

o) E, c (\l E, G' -o E au U) ct o) ! o at o) o o-il F o-= c) -r< b o o

--

o

t.

c (It c.(o -o E (! at, g) o, E -. o o o -rf il F

o

o an (D o o-il E. o_ iri a .g -o c

oz.

oa>

-cr =

ll-u)=

oLl z :f LU

6o-

u)(' E-(I,= o U'U =co -g -o= .t+ .E f -:z d)

=

E gDo_ = (r)Fo @=z F o_ F

o

u. o_ U)

o

:

a (I' !

=

E c, q E

5

o) >\

'6

C' ! :<

z

o-z

-q l -= ! I I a I I I

z

D

F

I I I I I

d

uI

F

th llr E UI

o

z

ur Ut

o

o

FI Itt

=

J lrJ

z

o

a

TJ

V

z

o

UJ c!

z

d

o

A

5

AF <- O-F o)!: -U F ,=t -c. z F Cu.- q

a' PE

F's

o-DE>'

re-FaF

-

P,E

l:

E

u

gE

*:s#+ff5FE

FC!

u)a

(22)

oo U

\

N AJ 14 o

a

ro

't'

.qJ e a AJ

a

a o

\

qJ o_ e f! a-a fc

roPg

4rolY. '\]hvl

E*F

b

o-c ro .ro or CJ :Z .q C c-)

()

(,

F z.

=

t

l

(,

cx LIJ o_

t-I

o

t

F

(,

z.

-z. f

z

LLJ o-(9

z

O ID c (t -9o

nEd,

slZ-J - (oF

T

o-6l 'Ei dJl

vl

cl ol -olq)I col -cl .ol EI rl nl c

a

.rc 9l q, :Z .u) OJ \'!-o

h0E

E

5r

ep€

(E q L :Z L .q (tt

o-I

-51 U}

s

C c) E = .Y o

o

'l= lz f, CD rIJ 'tr o, c :Z E ! E c .(t

-Ep

8sU

s -tZ .J - (trF

E

a_ l! .F o \z

c

fo

n

(u CD J U) C ao .-h 3ro

=ar

col

qJ o-C fil .ro Ol (U V .6 C. CJ a ! ro 'c c.) :Z C (o -o 0) co -c. rU E l o

z

c! rf) F

V

[t U) S O o-ill :< z. O m z. tu o_

o

o

co j l

)

z.

o

z

CD rU (9

z

LU o-z.

o

z. F J ul

z

L!

o-o

z

o

@

:

(23)

o\

o

N o q o

a

I

E

rE

a

q_J co e G E o

\

&

c

N

s

rD -J ct 5 -o E o)

=

o, c c) b o

o

E

o) g) c (E F I I I I I I

3a

s'H 'Fr \s

.ss

.p

E\ \IH Lsit].S

s.$

\

.B

>

\c

\:\

H€

Xs

ss.'

F

ss

s*

r\tr

-*$

\5S

t€

Fs

B.S

S

ua.s,

o\3S

nBs dd

a$$

Nsb

R.$F

CG

R

SsE

Ht'3

SFL ('tU\l N*r=

s*s€

R\!1

.S

E"N

.F-

s

'r

F'

.E

.p

.p

\5< E

.S HUL

s's

N\t$

Y.NL

$"$G

s

Rs

E $s

S+'N

SN*t,

sFS

\x:E

*tl' sui

sr'\l

:tr\J

\*

H

s*-b

.shs

.aq\

c

a!

.Ps

3Ei:'

E*tr

T

o-c fo -ooj cO t

3

E l

(24)

O c.l

o

\

o

N q_, L) o

o

s

g

r0 -oqJ ea

c

a r

c

qj a-E a_ E rq -J

i

o U' c) a

k

\3 > t) .\l o

tr-N'

'St \r a\ b $ .it \.s

d.s

o\

HS

Rt\v

.\

it

B'F

r:r

FJ

.t

h}\

.s(.

s

CE

e(s

Hl

E Et

\v

;1.

s

\3 R q) \.b q). \ac \3 \E1 'F q) q)

\{

.\t

\

4

s

c" c (t Y o) O c (tl y E(E @ o o) c (D o U> (D (n

(25)

c{

\

N e qJ q o

o

ro

't

. e-) tr< ru

a

qJ

a

ru o

\

qJ o_ a a a_ F i0

-(o 0)

o

c (I] Y E. (o o (D o, c o I I I I I (It u) o, c (D F I I I I I I I I I I I I I I 3 rl

)

\) a

N

\S 'F-$ qJ

-.

c) tr B \.s ,\]

\

$

.p

.R \) tr \)

\{

.\t

\

a u >' (9 (9

z

F

z

f d

=

C9 d. tlJ o_

:

z.

z

D

F

o

5

=

Y

fi

F

v

(j,

z

l-l

F

th

f

Iu

z

d

o

A.

5

a

F J

l

V

fl

z_

z

E

( n'

(,

L OJ rn (u E G) U)

(26)

N c{

s

'_{

a

o.l a qJ t4 o \J

I

.qJ

v

o

a

q) co fo

t

&

N q E ro -l

c

fo o-.E tl o,

V

t f LJ ftt ! t C f -c(D

L c, (]--c -.o E f,

-r

E

o-+ ot o-+ E

o-+aE

A

€..9

\Z o-(I'

c

OJ (9 L (u ! It c) E (u U) lz o-Or o-E o_ ro an (o (9 L OJ P t U E o (n lz o-('l o-o_ ! o--!

=u)

iz

(o! ro TL

c0,

EH

u rU -Y

o(E

zE

OJ U) u-o xq) E. c (It J -cfi, a q) o) c(D {!-(7) o) c G' F 3

s

u io N o s- {s-:t s >\ q) \] .F{

\s

.\l

\

\l b.

\r/

\) \t

\

4 tJ A e' (^

d

.o Fi

v

gI

Q<

h

$

s

F

gr

ti

a I I I I

z

f

F

F{

I

ct

z

F

z

d

D c, &, tu

e

F

Y

c,

z

FI

F

H Ut

=

i

z

d

o

A

5

ri

(9 (9

z

F

z

f d f

(,

d. uJ

o-F

E

5

-i

(,

(9

z

F

z

5

d f (9

d

TU

o-E

z

(27)

ca N

ls

t\

to

lN

e qJ q o

a

ro

't

Ai

V

e r0

a

qJ co q ro o \J qJ or m a-E o J .6 E c) o-o :< c (It .Y -c (D rt, 0) o) c o u d $ tr \! E a

a'

'5r q)

o

\) \! '3 \.Q .\l

\

\3 ur. :5/

\

q)

\t

.\i

\

v, \] >\

u'

cl

z

=

F

tn FT

t-d

ur

A

o

Y

F

!l

(!,

z

l.{ F 6 l!

z

d

o

A

5

G o) o) c (I' F t-I I I I I I I I I I I I tn

tr

d. UJ

o-o

V

F

E

5

an

'F

d, uJ

o-o

Y

E

z

lo-lt('

lc

OJ (9

i

cr (n (u E (u an

(28)

'<r c\ O

\

aJ t) o O cl

t\

.aJ a rb -o AJ |! o a) q e: co O-ro *J C .rg -v,= E= CJ; v6

C-trro

rua

c=

-o

6 (I)c (,L ov UL ftrE DCrlr(u o- ut

.qro

or

9b

.=

Pq) -o CO (o

i3

$E

a)tr

o-c

bs

-Lt

crf

tro

u E ! flJro

E9

c

fg t= _52 (u 'Et aJo -o rf, -o ot '-c=

EA

(n-E.g

fs v_: cro ro 0J -O rn qtA != -L

EF

-:t

ro

-:z

oro

FP

du

crc

L 'f. caJ 0Jv U) -o .o qJ 'Lf -o qJL -Y= ! Xt

6p

mo-..i ro O) fo (9 aa c (\' ! c lo J f, c ro U r'{ rU a OJ c) U)

.-(U ! f ro tn E ro ro q '.? ! L o ln OJ (4 iD ! c o) E o .V OJ d c .e _! c 0) o_ c ru! '.gH C6

3<

c (I' f,z f

'e

.ro

o

(o .F o L

v

c .() .(' o.

I

(n -Y6 l\l \o o\ Otn c iU E f, J o

o

! .Y f ca) c au

'a

E o lz c E o o-lo J c (tJ

Fo

-* ro

ii

or -.!z J toF

E

o-H

ER

-ol EHI

frRl

rc .F qJ

u

c ro J-) AJ co -V v) g c ro ccd q) o_ q fo U) =

,

E l u') c fo .ro CJ .q c CJ p tt ! c G = o) c OJ o-c I l I o ott z ld lo.r

)

J ()

z

co tll

(,

LLI o-I

-t

<l UI *t zl

<l

FI

=t

LIJ J U-J I ol r.r I

>t

<l

ol ml z. :l

o-o

z. UJ o_ (9 z.

o

.ol ri u ro E L o U-c rI' L 'o-E t! J .0 q) c CJ

:

c-c

r!a

ur7

(!-C' L/

c

o

cL

--.; c

HH

Eq)LO

8<

(' IA nl

T

U)

c

(u E l J o

o

g

J co (] .F (u c \Z

o

o

c (I' !

t

rrj .= I€ Y

h(o

L6 ro:

Oz

C fo *9q

EFg.'

EXF

{J-o_ Ft

8R

-o EH OO !DN

t_9

l(n rol 'EI o )< c

b

._fr

-o (u=Or3(U

.o 6=

c.) o-, a! (] o)u J((]

f;P,

iflr (r'2_ o Z c!

(29)

N

o

c\ r aJ t4 o t ro .F .aJ

v

(n -oqJ co a F o

\

qJ a-lr

a-t

f! -.1

# E

ss

\O,FEE

NE

E Y

EO

L E(4r='E

.5

#l

or

O

; ;t

[g

E ^rl

.,-

.=

E

5

-AEi

c'-c(I).L lo-.gd! LJC

?-.?*

Q-v)i;L

gE

+s;

6

E'

er'=

g

8.

gE€

,o!

€,r,949n'

ELvN.c.:

.f+-ca"itrP

'-' 3 (l '=

o-ur-.:Jc+c(o

lzu=5.U1

tnc.=qlt<P

P.= sP

a,.igitEEO

!

,\r F: -:< 0,) =L(od,.A

;ETE

;E

.SEt,5-q

(t!c-.c]Ul

ii*3gdb

lvf-l

L-Ft.r,E

5A

tgdi

vo--Y.o.=(D

*sl

-+'r-!EOF

iEP;

-eE

!o-t=*

5:fr5

Fe

EIt'i**-\zc

€E F*. !€

=.:,6

+

or .=-o!cu

sEFe

95

r(JloE ro_+jE

E

!;+tEq'v

E

A

E

ct ut:'-

l! y -j

O-.52! -:ZLL vl/)- -JE

brg€;83

U

E

E

f

E

l2hsgE€

6

t

P

2

5

c

3 E b ':: E

g,

E

t-Bb-lEAc

vtu

EgE4;*A

5_e5s

:tJ

E

E

H c'1 !-5v vv< N

ti;

l*r

l€

l#

IE l-t lro

lE

c l -c

s

;

(o q E ro rO ! _\z c! + O) o_ + E. + ! o--E .(u E f

c

(o ! (4 _v v) \o nt

c

= -c .g :l (tt {/l E

s

rI' ! E a--c

4

E f, (o -)<(o E

F

o

c

rI' (n e OJ .Y IJ a L o -\z 0.,1 L

c

rg -cro -.)l

EI

.sl

sl

9l

r

c

ro Ol

c

OJ !

c

OJ tn o ! IZ =

c

f

N L

b(I,

or

L, C6 ftr lz !u)

5(o

+,

nl rn= !=

5E

L crf

o-6

pa (u LT

E-E

vt ,o !

J -SZ

co_

(u I El

qqr

FO--!z JI't {J: PE

o'a

5i;

.-Y Fv\ c@ .I'-t

!nr

c

(o=

Or4

E#

5 €il

gt u't '= -!

(uE-o

Tr.o(U

L ft] N)

t]rE

E-rr

o-

it

F

+E

ro\J-v1

"E

.cro

!fop L LL

(ulro

c i-t .A

9 n

_9

E

tr'E(]ru

-Utr;

IU-L; U '=

-!

X orO *

!+mv-

ro

(n lU^+ 0i lY g) 2-|u^,Yl o-+ .!! ro 7

!roh+

!YlTl

=o:i6..

=

!

o-ru*nl

FL! ,= o) {,L:5:

oJ 'E -)

.=

VV

r__1 v

c

(o

:

c) L c) o-! o-C (t -SZ

p

'rJ C q/ o-or

c

(t E

5

('

E

('

o-'6 o-fI' .(J ! ol

c

('

a.n \z vl -c _g E f, lz o-.tt, v

fr

ctr

-c

-\<=

o-

lz

=

.u=

Eil

or

o-O-C

*ro

d.o

dg

trlU

o

-:z

us

jZ rU . -s- t4 F. ro E ao

o-

ro ETU

ru

o-tt oJ -:Z C

cro

10t

.=n

o;

t- ot

-EE

o-rg !

f5

#r('

U

r

E3_

CE LIOL 5g(I]

':(o'a

b

'o'9

E

t_

9b

(UP !(l)=c -rz :Y ar! J ! LL

E

e'o

P

b-v

=o-

u -o(E(I]qr50_

Vrroo

d

o-p

co,

=(uP

ac vt

E

g|nE

€g

Cr=rt]C

:

E6

E.O

=dtil-

d.

2

€ €

--|o

-:

; *E

5

d |ELC

g

E's

E

E

ts_ngsb'

\rlri=

6

Ee

8_5

5

rFEEE

4

; a 9;

.= e#.13

FLL

il

(tl(U+(l

Fni

=*,EEEE

,.D€ELbb

:5

B'PEE

€e;sSR

rcVLo)tn

FnEfiai

.E,

.(,=c

g

H H

str

j6tr(t'.roc

-=tnR€-3

: 'fl v) F' (u := rroh.=iiro' c-o-'*iA]

4Fg'5L-9

3*tb-{(n

.o.==HV

E FJrP

JIN

o-VHt6-c

o-Xfr!ro

-iF;E=E

fou.:jlCru=

€ E g.'

co'

:l

€fH',vi..v) c;-roH=

bqE.=tn:

r=$Equrb

PPA.Y.'.8

exE',SaF

\f lr)

(30)

\o c\

o

N ql ra o

o

ftr

't

qJ

v

rB -o Qi co q rB

-o

\

&

I

a

E a !

I

'c;'

'or

sl

F

9eh

>.

EE

t6

E

cEE

cl9=o

1rE5d

c

E E\z

S

5

8-s

=s!c

cn(oo

!

(u -:z

o-8.

_E

:l 'E

g.E

.^ LL_

-ooo-u

--) !9 nl gl

h EEF

E

.F E6F

E

€ 5X.*

b

g -9EE

E

b.cE

.LCOt .\r'EccC'l.-; fiI ,O gt

* €:6

E

T P8E

E $agvOf,

>e

ut

5

?.rrFc-E

E

*E

d

u

*,-H83o'

--

^!

g

#

Ect.Er

E

6cgFPL

.-g

9qE

*

g€ ES F i

o0EHH

E !o-{o:t_Cabo_E ftr(1)€|oo

E*6*=

:

-c!ctP.g

-)z'Ijrocii

-.!: -)Z d, =

C

E E

-H

E

E olmlh

h

F,E>'o

.E

E F'E c c

6r

i:.g

3

t

-Hu1 ,'.'.'O-u(o

i=EEB

t

6rPJ;

v'f,ro+f

?

.F

sE.o5*

fr

€cr)6-jZ.*

E:E9 P

=c(\0J

9=roroo-d.

Iqf-5ZrI'i =-L0-,-V

=E

ru=i'a?

=&

P

E

fi

\E-Au*fu?8

p9o-vilarru

*.siE

Pll

,ro6PE

dE

A

E_H5E g3

2

(31)

r--c{ O i-t

a

N t: q-) tO o \l o

'i)

.A.J t: rD -o CJ c0 ! re tr c) -\--gr L{

t

o-ro

H

(9

(,

z.

!-{

v)

l--?

-l -\

sd

(,=

s..(5

4tY

\Zo

Ez.

qfrE=

&8-'-5$s

tu

i-vZ

z.

s

tJ.l

no

(n

v

5

LU

o_

z

d

H

o.

E

J

(32)

N

l-iei

IN Q AJ 14 o

a

an 'tr .trr Y e nr .Q q,J co e nj E

qJ or C ft L O. F rD --J

eE#BilEgsE

€*sifrF

s;F3E

E€€E$RE#;F

EF$Eg#

ilg;+,3stE:

EF€E€€

N'o :

-s

v

g.

g

5 = S

€*

F

; E

o-

c

F;Hr:FqiE5

;[sp-g$

E4

H€T

.o

S ; !

.o

E

E

a,

3 8.

;K

6

E

."- €o

&

P=6:s'E;biep

_Ef€B;E

f$EEE$sgffEi€$ig

Eqsn€;!E:t

F;EHge

*s€PgrEESB srF$*€

;EFisFs:q: :E!.

B**

Er;scg;gif

g6gsrg*

=

o-t

,o !

qEEg€3;F.F:

F,Fg*;EF

4t-VFr-t::EFsE*88

*xFEs,;E

gfi;F€E5#gF

$F;E:E€

EsIE-fl"'FgHfi

E=*:EsEE

BgFFFpH.=-v=

F'5f;9*Ea:Eg

EE€

KF5-r

EPEE€s+

>J.T'

Fs;E*rE€6g

qssEEEFEtbyiU5-.L

(-vP!q:jY_bctr_\2fl=rf,

g€EsE;s

=€€*;^=;8.€

,tE: q'tde

HbE: It: F-s'o x:-EEs

6E

a

t

r'

E

F

:

5

:

+'-

E

;

F F

.-

S

;

g

g

: i

3

E;

E

€..

g

i- qE

E B

E

p

5';

!lrXnro:=E€=,

-=53E=€F:6€:=5-:<:=i

=

= a c E d f : t". rc F'-

tr -o c'm E

E

=

--

i

P

E':

g

g:

=

e

=

i

E

* iE

E

-:-FgF.c'=ht:=

=::;iciFF;:E::#EEi=&

- = i ;

.,-

P'E'E

-b

h I E h : E E $

$

i : -: : S fi E c F 5 6 * E

E''o-

o)

r:9F'i==bs{

l.:SPf

,,.iro-o_!n!AiqRSH

f

Hg!

fiFPEE:

E

h

z

{

c?

z

tu

4

(33)

c CO 6 (o (\t c Co c (U .a E IC (t) O) .c 5 .E .o E o) o-c (I) .(og) 0.) J iz l c CO o (E (! C. (U (g .o E c Lr) .c o .E -O E (D

o-is,

m (s .c E 0)-oh AA CU (O .Co (o

O-a)6

EY -\<(U =q

co€

C m 0 o c m E nt .a O) c (o >\ l-l(u O)

--€

.E

-

E c) o CO 'o, 0)

:

f, @ c (ll a o) o_ C o -o c (tt @ !q (E c (o iz -c(]c4 Al

=>

lct(: (u 'a c q) .?. (\) c ru -cJ o) q) -\< -:< = m la tc l-a

-(D @ 0) o-c (tt ! a (tr o) F (I' U) lq l= 6 c 0) a (D o_ c (It E a ((' o) F (t = U)

z

f

-> (9 -2. u, o-z.

o

z. :l

6

o

z. TU o_ (9 z. O m z. F' C' LU 6 .I, v.

-C) o o UI ct 1,| n

{

o l U 1 l) z l

:\

r j l r

I

j 1 =

:-:-:

::

=_-'-.

--l --L .r g th:, =Hf tU \z !

5 - *

L=IU {u --CrI]

Y' or

ru

F-e6

NXro

F'=

oa:

NJUI rL

!do)

\

v)ojE OV,-5Z F{l(o

o.:D

t\ q) !=

coo-=NCO

.cv

.ULS !)1

fir+c

!.LY(]

8€l

'-:

co-t

fit m JL -:zar JII 2 Li u') !ro

'-

g'

co-

6

tfEOa.

-t

cJtt: !

5t:h:t

h_c)

E$;q

rb:zg

E!cri

:= c

.19

.g

cAro-(f

EdFn

c c", -:< .=

!cr:s

cco: roflJN: >L o)r!c. oJ :. vi c') :9c. = urLn-.u

;

:,lirQ/U

)jc:s o)!-:zro o\<--Y=-:z V'-JY il-c

--'.:

K-:.: J |! ! t! ct c G U| tr t! o ,P o Y O

\

o

N q) t) o

o

a

't'

qJ < r! qJ co

-ao o

\

qJ a_ fi

\

o

-r!

\]

0) o-(! I E o-(It (lq -f, CJ (o5 -o

ba

i^ C. 0)q F(o oio 9? c)

-:

J

9=

-o

Eg)

!.= OJF o= 'E @l Gt o_ E(! €l d)! o)(u (tr .j!

t.h.

o^. L-:o)

:[i

oE :(D ao a-9ro -Dc (gS Id\

hi6

..a! -> :d N/n o-E l0 l6 I c) IE ldJ l6

t.-

l-IE l6 lo l@ lro l= l@ lo t(o lc l6 lo q) c Ct] o) .c -o ._E co i1

(34)

O c.)

a

s

N qJ c4 O ! au 'F .qJ Q Q AJ co e ro

& e {r O-o -J

tr

\< l co F- l'-l(o lE t-l(o IY

It

lo> ta lc l6 l!-c6 (d: :o(I)c co)

+t

hRt

b€l

o- bt _s _3t I I I I t._ l6

l=

ls l)< t5 l'E lo) lo lc l(U E-c(E .(o= Eo-(1)c cq) (r)o_ c-Ch co i6' o +_r o-b ct o) JJ IC lro l-- O-E a E @ (o G) f, F (o <J) c (o -o = J = @ lc lo

- o--E a_ D a (g o) f i-i6 f, ct) c (II = Y = @ tc l(U lo IE l'6_

t-IE

lo

(s OJ F 6 5 (/) c (o -o 3 iz = @ lc l6 c a E

'a

E a ct CD = F (t = a cl 6l EI

=l

YI =l

ol

5 (u _!z @6 (U.E

>3

.f C\ -c c!

-

c! c o E.

=

e*

.n>

(f) (f) .q ct r) N

_l

o

z

C! ct .s rr) o (o o) = (! f CJ) c (Ir o .C -o .E -o E 0) o-C. (I, .(o O) c) -Y G] E

E

(D (n c CJ E o CO o) J F (t -c(g q (a c Y = o c (t' q (o o) = (lt 5 U) I tt) lc .ct

.-;Y

--o (IJ T' (n (tt o) = (I' = U) E

s

(\t E

=

E O-- c o-(\'

3E

-=

o_v

&B

36

..o(o _-a'd !2-9 (I'l (U= '6r-J O,((' CJ o(o o- o-lc G' o) c q) E L-C' i<(! = @ d) .a E o -:< U> fiJ -:z(! E c 'q) @ o E c (o Y o Y(oc (J(E o).= o- il

F'q

-oE

oD-.cc

bq

q= (o5 ;io

-Eb

L- o_ SooE oX o* -:< c -o) 891 6EIc cl @(o1

f;.El

; o)l

=el

0) u) o) E q) @ (D o-(o 3 ,o @ (I] ! (o E .if C] U) cr) (.o c Cg o) c q) -cl o E (c @ co N c}r c d) ru

-C = c (| CJ

-C:

3

F ta

lo

I}

lq l6 l6 l-c lm IE lq, lc

ls

lo lsr lo

t>

(U >\ C rc -o J ((l >-c (t n o) a o-(o -o (U E o)

t2

l@ t6 IE o) -@ ! C. (t) o) -c -o ._E @

(35)

c.)

s

\

N aJ ta o \l ro .AJ ]< fr

a

AJ co ft o

\

AJ o_ e a_ ru -l F :<

=

co l-.* C (U o .c -ra (trE

P5

'=b

D-.trE

-oc -(D XUD =-o

co<

c (g o .E -.o (uts P-o '= at,

.bE

!c -d) X, U7 =-o co< (o a 5 o-\< g = U) c (tt = o-o) :< g = c/) = (!J a6 (o=

>3

-+ -c ct@f,v (O

3a

3

CDF

e*

@>

i.)

tgt

I

iil

I

iEl

I

lFl_l

loln

islEl

la'Fl

l;i

Gl

r

tq

=l

I

re

ftr

$

Bt

P

EI

a--'

3 hl

El

-tl

h -l

: 3l

cocl (f)61 .c.cl -o '-l

E

EI

m

o--l

o

z

F

v

=

EO c. (U o (I' -Y = co c cg E c ((t L

'a

.E o. @ (I' o,

=-r(5 't6 .(o

o

-Y. lc l6 lo l=

:

f co c (o If c (u .=o. .E o-o (IJ o =

F

g J U) = Gt _!z P-a

>3

E

a9

v-6d

a=

(f) F d (n

o

o_ tl_t :< -2.

o

co (9 z. LIJ o_ O z.

o

m z. F (9 uJ )< !

o

z. C\ C (a iz -E(\] ,o o) c ctt >\ c. (I' .(o ot (D ! J = (D CqE \< -sl U) .6 E cJ 'o '6 C = -o C CC o, c CS q) c) -:< q = (t] @c t(g -@ J'D -)c -c(U

:

aD (o c c (o -o

E

c = -o c (It o, c (q o) o I (I' L =o f, (Il G-c ii(o tso =ct -c c q) (I' o_ (u -:< Eq) U) c <l) (o o-(' -!z

E

o aJ) c

g

(! o-(It .)< Et o U) c E. E

(\

=. (f) <\| -c c:t c7) ro F- c7) !+ tf) G I 0

(

'll

ill

El

I

Elsl

o)lo)l 6l(Ul

3t?

t' (oICJI

=l

gl o, orl

al al

rl

al

:l:l'

6

E c E Fo-E o 6 (I, c q) c C rD N L o D f

(36)

N c.l

o

\

a\ AJ C) o

o

rD

n

.cJ ru .O aJ co o

\

JU t\ e a-ro -J + ot

g"u

to

?h_

s.

IJ

(r9

<- -c

6rz

s-(o

HL::

(9

l!

iu'

9;

E = l-Y

F

o__

(.r'g

-9

oa:

ro

tLlPc

*raE

f<= (U

5

ile-=ro-c

4! (G

FE.5

<il c}) [!!

< c'E

Oroc

I I

ls

lu, = -a o \<l -l(Ul

;l

I I

l-l(tr lh

=

o-q) :< (IJ = (D I I lc l(Ua

E

5 o_ (D :< 6 5 ctt I I

l.

C U, = c o :< (U (/) = I (U c) @ (E @ (o CD C! o(] c o) -g E D o (E o(] c q) (U =l ol r)l DI i CU o) l

l

n ll -t r/

tli

l-c

i.

l( lv. = =

-

o f o) \< C c CT u. CO a) c = c TO IJ c! s- to ru_ao

U.

/

\

cI

s

s

c! c! c!

/L/=/

rl

I

lb l=l

I

i

if/f,

l@l i I

:

:5

l:l

i

j

:r. l=

|

r

:

i+

I

I

i

;

ldlcnl

i

j

-

=tYt

I

i

=

;i3

?le

| = = . )l<n

z

lo E V) (J

z

UJ

z

z

.;

//

l-i

l(ol lEl lvl.-l6l-c lu_ I

_-

lal-ICIF

lslE

l.gel3 rola

Ele

Y lrlq)lo) (/)l\,. la l6 t.:

lp

loJ t> lc lf t* lo

l5

12t l'- I (ol d)l oJl al

(37)

ca c.)

lo

l=

IU

iN

Itr

t(L) lL1

lo

la

ft\

't'

qJ e fo

a

AJ co r! -\-)o -g) L]-e r0

s

L f0 -.J !+=i+rn.!--i -!r!+ €F c .-c (IJ (o> E(D

;E

('ro >\>. .a .c, 3(U

3-o

t=

d-e

.!2 (o !._--5(o-f @o) (! -@ CE l5 l-s l(U lc l6 l-D

lc

l(o lo) c (D cL c g o c!-(I' J '-- ol

gl

sos

E(E

b.(U

oE

ed) 6L

:3

ct (tt > gr-(D(('!

6€

EE(D

y

O)(lJ->,-J g lc l6 l= lf,

l:

l(U l6

l-l(tr I o-) c 0) o-c (It o o-(I, J lc ld) CU o_ (Il

:

E

o) CD

l,

ts la lG ln-lc

la

lcJ l0 C co a = f, c, CI o) J ol ,.1 aJl ql 9i

:/

/u

l-I nr lo lo.

Ir

lr

l-OJ c-o)l ol EI oil lc

6-i6€

CCO fiJ o-:-= -9 (l)_ 6.(g o-E c€

tdq

EE

a4 -= 9. 9(o LJ l@ l-) t<

l=

z, F (9 tL, :< c (D CO o_ f l-rD ro r0 U

E

H d,t

<l

vl

FI

<t

=t

col EI uJl 1t Nl F

v

l @ lc(o .c o-.E o--o o o) f F (U = ,a c (o o f Y = D c (U -c a-.E o-E o t)) f, (o f 't) c C' o =' J (! q)

CJ a (q -c c\ r)O) cl) :< U) ac (r) c (It

'a

.E o_ -co o rl f

6

.a D co <tt I @ol --ol vl lo

l-lftr

l-t;

lo

1o-IE

to

i0J -\l o .F qJ l =

;

=

;='

O .a E ---:lpt rol ol d) I -lI cl ol :i _-i aJl = .=l E;

=,

--= -ol d\ l -:t.- I @ DJM

ols

cld

>lc t'-=x tl -:t

-6

-_-

:-==

=_

:-=

::'.

=-

:=

F

-tu

z

q,r E d

o

ti) lit IL

o

d

o. ttt V)

Y

z

dt

d

3

UJ Y Fi=

(38)

.{. ci

lo

lr

lo

ln' t-la)t) o Q

s

g

e r0

a

AJ co

c

a tr o

\

^gJ a_

c

e a-ro -J la IP lc lo l-o lo lc

l=

l'-'! .= -o (I) lc t6 lc') lc l(E d) o) .Y g U'

s

(It C6 c 5

-lq, l6 l>, c '(t'--52 -o = (o (E att (o d) 5 g g, (o c .o a (! c (It c .o at> G' c (D c (' a (o E(' o IO Ir

t:

l6 lc lo lq l(U c Ec

=

6l YI ot] .cl

:l

f, (E C' c (tr E '6 p o c Y o lc l(tr lf IE lc)

t:

lc l6 | -:<q fit

=

(I' -o (1) c (D E

z

tn (9 (9

z

Y

o

3

u

E

ur

z

lu

E

m

Gambar

Gambar  2.zDua  daririga  Kewajiban  Khusus  Diraksanakan  Daram  satu  Tahun
Gambar  2.r,  2.2 dan 2.3  menunjukkan  bahwa profesor  mempunyai  kebebasan dalam  melaksanakan  kewajiban khususnya
Gambar  3.1  Prosedur  EvaluasiTugas  Utama  Dosen

Referensi

Dokumen terkait

menyimpan energy mekanik yang lebih besar dan lebih stabil. Adanya pengembangan atau modifikasi lagi pada Generator DC magnet permanen agar Generator DC ini

Dalam melaksanakan tugasnya, seorang dosen harus memiliki empat kompetensi, yaitu: kompetensi profesioal, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.

Meskipun film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” mengangkat konflik keluarga yang di hadapi oleh remaja millenial yang bersifat modern, dalam merepresentasikan sebuah bentuk

Setelah mengidentifikasi jenis hunian sewa yang dihuni oleh mahasiswa serta kualitas interaksi sosial berupa jenis hubungan sosial yang terjadi didalam hunian sewa,

Persiapan paling awal yang dilakukan oleh praktikan adalah mengikuti kuliah pembelajaran microteaching. Di dalam pembelajaran ini mahasiswa PPL disiapkan untuk melakukan

menyelesaikan masalah matematika sesuai konsep lingkaran dengan menghubungkan dengan materi perkalian ( Panjang tali ) Keterkaitan konsep dengan bidang lain. Peserta

Pendidikan kitab klasik merupakan jenis pendidikan yang biasa digunakan oleh sistem pendidikan pondok pesantren pada umumnya. Pelaksanaan pendidikan dengan sistem

Ia menyatakan ketidak sepakatannya.asan ketiga untuk berpoligami selain tidak mempunyai sandaran dalam al- Qur’an, juga jelas - jelas tidak Qur’ani karena berusaha