PEDOMAN
BEBAN KERJA DOSEN
DAN
EVALUASI
PEIAKSANAAN
TRIDHARMA
PER.GURUAN
TINGGI
DIREKTORAT JENDERAL
PEN
DIDIKAN TINGGI
DEPARTEMEN
PENDIDIKAN
NASIONAL
PENGARAH
prof. Dr. Muchras samani (Direktur Ketenagaan
Di[en
Dikti) Drs' Mashuri Maschab, s.U (Kepara Biro r(epegawaian Depdiknas)Dr' Andi Pangerang Moenta, sH., MH.,
DFM (Kepala Biro Hukum dan organisasi)
TIM
PENYUSUNProf. Dr.
Ir.
DJoko Kustono. HM. (Ketua, Universitas NegeriMarang)
Prof. Dr.
Ir.
carmadi Machbub (Anggota,Institut
reknorogiBandung)
Prof' Dr. H.M. Zainuddin., Apt. (Anggota, universitas Airrangga)
Putut pujogiri., sH (Anggota, Biro Hukum dan
organisasi, Depdiknas)
Trisno Zuardi., SH., MM (Anggota, Biro Kepegarvaian Depdiknas)
Dr'
Ir'
Ivan Hanafl, M.pd (Anggota, Universitas Negeri Jakarta)Drs'
A'
Hidayat., M.si (Anggota, Kepala Bagian Tatalaksana dan Kepeg. Dikti)Drs. Abdurrachim
Idris
(Anggota, Kasubdit KarirDit. Ketenagaan) Sugeng Winarno (Anggota, Kasi Kepangkatan dan promosi)
KATA PENGANTAR
sebagaimana diamanatkan dalam
uu
Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, danPeraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor
37
Tahun
2009
tentang
Dosen,
disebutkan bahwa dosen adalah pendidik profesional
dan ilmuwan
dengantugas
utamamentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu
pengetahuan, teknologi,
dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Tugas
utama
dosen tersebut
adalah melaksanakantridharma
perguruantinggi
dengan
beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) sKS dan paiing banyak
16 (enam
belas) SKS pada setiap semester sesuai dengan kualifikasr akad=r-ni!1. pela'<s;-naen iugas
utama dosen
ini
perlu
dievaltlasi dan
dilaporkan
secara periodik sebagai
bentukakuntabilitas
kincrj.r
closcn kepada
para
pemangku
l<epentingan.Buku
pedoman
inidimaksudkan
untuk
menrberikanarah dan
tatacara penetapan Beban
Keqa
Dosen danEval uasi Pelaksa naan -l-rid harma perguruan 1ln ggi.
Buku pedoman
ini
berisi
(1)
rasional evaluasi yangdimuat
pacJabab
pendahuluan, (2)beban keq'a
dan
tugas utama
dosej
(3)
prosedur evaluasi
pelaksanaantridharma
perguruan
tinggi dan
(4)
rubrik
evaluasiyang
diletakkan
pada
Lampirarr.
Diharapkanpedoman
ini
dapal
digunakan sebagaiacuan
olch
semua
pihal<yane tcrk.rit
dcnganpenyelcnggaraan tug'rs penetapan beban keria
dosen dan evaluasi pelaksapaan tridharma perguruan tinggi.
Kami mengucapkan terimakasih
dan
memberikan penghargaanyang
tinggi
kepada -llm Penyusundan pihak lain
yang
telah
bekerja keras daram
mewu;udkanpedoman
ini,Semoga program berjalan baik.
Tinggi
dr.
I'asli Jalal, ph.D., Sp.GK19530901 i982031001
BAB
I
BABII
BABIII
DAFTARISI
PENDAHULUANA.
Latar BelakangB.
Landasan HukumC.
TujuanD.
Prinsip EvaluasiTugas UtamaE.
Periode EvaluasiF.
Laporan Hasil EvaluasiG.
Pelaksanan Tugas EvaluaslBEBAN KERJA DAN TUGAS UTAMA DOSEN
A.
Beban Kerja DosenB.
Tugas Utama DosenC.
Kewajiban Khusus profesorD.
Dosen Dengan Jabatan StruKuralE.
Tugas Utama Dosen yang Sedang Tugas BelajarPROSEDUR EVALUASI PELAKSANAAN
TRIDHARMA
A.
Prosedur EvaluasiB.
Rancangan Tugas DosenC.
AsesorLAMPIRAN-LAMPIR,AN
PERG.
TINGGI
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
BelakangDosen adalah salah
satu
komponen esensial dalam suatu sistem pendidikandi
perguruan
tinggi.
peran, tugas,
dan
tanggungjawab
dosen
sangat
penting
dalammewujudkan
tujuan
pendidikan nasional,yaitu
mencerdaskan
kehidupan
bangsa,meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yang
meliputi
kualitas iman/takwa, akhlak
mulia,
dan
penguasaanirmu
pengetahuan, teknologi,dan seni, serta
mewujudkanmasyarakat Indonesia yang maju, adil, makmur, dan beradab. Untuk melaksanakan fungsi,
peran' dan kedudukan yang sangat strategis tersebut, diperlukan
dosen yang profesional.
sebagaimana cjiamanatkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru
dan
Dosen' dosen dinyatakan sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan
tugas utama
mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan
ilmu pengetahuan, teknologi,
dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Bab 1 pasal
1
ayat
2)'
sementaraitu,
profesional dinyatakan sebagai pekerjaanatau
kegiatan yangdilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasiran kehidupan yang memerrukan
keahlian' kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi stanciar
mutu atau norrna tertentu
serta memerlukan pendidikarr profesi.
Kornpel-ensi
tenaga
pendidik, i,hususnyadosen, diartikan sebagai seperangkat
pengetahuan' keterampilan
dan
peril.rku
yang harus dirniliki, dihayati,
dikuasai dan
diwujudkan oleh dosen tlalam melaksanakan tugas profesionalnya. Kompetensi
tersebut
meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi
profesional.
Tugas
utama
dosen adarah melau,anakantridharma perguruan
tinggi
denganbeban kerja paring sedikit sepadan dengan
12 (dua beras) sks dan paiing banyak 16 (enam
belas) sks pada setiap semester sesuai
dengan kuaiifikasi akademik. sedarrgkan profesor
atau guru besar adalah cosen dengan
jabatan akademik tertinggi pada sa[uan pencidikan
tinggi dan mempunyai tugas khusus menulis buku dan
karya irmiah serta nrenyebarkan
luaskan gagasannya untuk mencerahkan
masyarakat. pelaksanaan tugas utama dosen ini
perlu dievaluasi dan dilaporkan secara periodik sebagai bentuk akuntabiritas kinerja
dosen kepada para pemangku kepentingan,
Kompetensi dosen menentukan kualitas pelakanaan Tridharma perguruan Tinggi
sebagaimana
yang
ditunjukkandalam
kegiatan profesionardosen. Untuk
menjaminpelaksanaan tugas dosen berjalan
sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam
peraturan
perundang undangan maka perlu dievaluasi setiap periode waktu yang ditentukan.
Buku
Pedoman
ini
dimaksudkan untuknremberikan arah dan tatacara penetapan Beban Ke[a
Dosen Dan Evaruasi peraksanaan Tridharma perguruan
Tinggirahun 2010
B.
Landasan HukunrLandasan
hukum
penetapan BebanKerja
Dosen
Dan
Evaluasi pelaksanaanTridharma perguruan Tinggi adalah sebagai berikut.
1'
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun2003 tentang sistem pendidikan
Nasional
2'
undang-Undang Nomor Republik Indonesia14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
3'
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60Tahun 1999 tentang pendidikan
Tinggi
4'
Peraturan Pemerintah Republik IndonesiaNomor 61 Tahun 1999 tentang perguruan
Tinggi Sebagai tsadan Hukum tutitik Negara (BHMN)
5'
Peraturan Pemerintah Repubiik IndonesiaNomor 19 Tahun 2005 tentang standar
Nasional pendidikan
Peraturan pemerintah Repubrik
Indonesia Nomoi- 37 Tahun 2009
tentang Dosen
Peraturan pemerirtah Repubrik
Indonesia Nomor
41
fahun 20og tentang TunjanganProfesi
Guru
dan
Dosen, TunjanganKhusus
Guru
dan
DrKehOrmatan
prOfeSor
J ..J_..
..,,vgvo eUrU
udil
uosen/ serta
Tu njangan
B'
Peraturan Mendiknas Republik IndonesiaNomor 47 Tahun 200g tentang
sertifikasi Penciidik Untuk Dosen
9'
surat
Keputusan lrlenkowasbangpanNomor
38
Tahun 1999 tentarg
Jabaran Fungsional Dosen dan Nilai Angka Kreditnya
10'
KeputusanDirektur
Jenderal
Pendidikan
Tinggi
Departemen pendicjikanDan
Kebudayaan Repubrik Indonesia No. a8iD3lKep/1983 Tentang
Beban Tugas Tenaga
Pengajar pada perguruan Tinggi 6.
7.
C.
Tujuan
Evaluasi tugas utama dosen bertujuan untuk
(1)
meningkatkan profesionalismedosen dalam melaksanakan tugas,
(2)
meningkatkan prosesdan
hasil
pendidikan (3)menilai
akuntabilitaskinerja dosen
di
perguruantinggi
(4)
meningkatkanatmosfer
akademik
di
semua jenjang perguruan tinggi dan(5)
mempercepat terwujudnya tujuanpendidikan nasional
D.
Prinsip EvaluasiTugas
Utama DosenPrinsip penetapan Beban Kerja Dosen Dan Evaluasi pelaksanaan Tridharma
Perguruan Tinggi adalah sebagai berikut.
1.
Berbasis evaluasi diri2.
Saling asah, asih dan'asuh3.
Meningkatkan profesionalisme dosen4.
Meningkatkan atmosfer akademik5.
Mendorong kemandirian perguruan tinggiKegiatan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan
Tinggi
dimulaioleh
dosendengan membuat
evaluasi
diri
terkait semua kegiatan yangdilakanakan baik
padabidang
(1)
pendidikan dan pengajaran, (2) peneiitiandan pengembangarr karva iimiah, (3)
pengabdian kepada masyarakat maupun
(4)
kegiatan penunjang lainnya. Evaluasi inidiwujudkan dalam Laporan Kinerja sesuai dengan Format F1 pada Lanrpiran
I.
Laporanformat
F1
di
dukungoleh
semuabukti
pendukungdan
raporantahun
sebelurnrrya,Kemudian diserahkan kepada asesor untuk dinilai
dan
mendapatkan verifikasi. Asesordalam menilai diharapkan memakai prinsip saling
asah,
asih dan asuh.
Dosen yangkurang
perlu
mendapatkan bimbingandan
penjerasan dai-i asesor
agar
kinerja yangditetapkan oleh peraturan perundang undangan dapat tercapai tanpa mengurangi
kaidah
akademik yang menjadi amanah undang-undang kepada asesor, Aktivitas
ini tentu
bisamendorong
peningkatan
profesionarisme dosen pada pergurllan
tinggi
yangbersangkutan' Apabila kegiatan evaluasi kinerja ini diterapkan untuk semua dosen maka
akan
berimplikasikepada
peningkatan atmosfer akademik yang
berkelanjutan
sehingga
bisa
mencJorongterciptanya
kemandirian perguruan
tinggi
darammeningkatkan daya sarirg bangsa.
E.
Periode EvaluasiEvaluasi dilaksanakan secara periodik aftinya evaluasi dilakukan pada setiap kurun
waktu yang
tetap'
Halini
untuk menjaga akuntabilitas kepada pemangkukepentingan
terkait dengan kinerja perguruan tinggi"
Masing-masing perguruan tinggi dapat nrenentukan sendiri periode er{guasi_bslgn
EIlg
oosen, perguruan tinggi dapat melakukan dalam semesterandan atau
tahunan.Bahkan pada keadaan khusus pemimpin perguruan tinggi dapat melakukan evaluasi
beban
kerja dosen setiap saat diperlukan. Namun demikian laporan kepada Direktur
Jenderal Pendidikan Tinggi harus dilakukan seilap tahun.
F.
Laporan Hasil EvaluasiHasil
evaruasi bebankei'ja
dosen diraporkandan
diserahkanperguruan
tinggi
kepada Direkturlenderai
pendidikanTinggi
setiapJenderal Pendidikan
tinggi
berwenang untukmemverikasi raporan ini.
tinggi yang diselenggarakan oreh masyarakat raporan dikoordinasikan
Perguruan Tinggi swasta kemudian diserahkan
kepada DireKur Jenderal setiap tahun.
Hasil evaluasi beban kerja dosen dapat memberikan gambaran kinerja
dosen. oleh
karena
itu
laporan evaluasi merupakan salahsatu
bentuk akuntabilitas kinerja dosen
kepada masyarakat'
Hasil
evaluasiini
dapat
berimplikasikeoada
keberlangsungantunjangan prol'esi pendidik maupun tunjangan kehormatan c]osen. pemimpin perguruan
tinggi berkewajiban memberikan teguran risan, peringatan terturis,
p".gh;;H
rffi|.
oleh
pemimpintahun.
Direktur Pado perguruanoleh
KoordinatorPendidikan Tinggi
ik
maupun tunjangan kehormatan terhadan
pemimpin perquruan tinoni .an:hitDeroasarKan hasil evaluasi
Untuk
perguruantinggi yang
diselenggarakan olehmasyarakat maka sanksi ini diberikan oleh Koordinator perguruan Tinggi swasta. pemimpin
perguruan tinggi bertanggung jawab penuh atas kebenaran laporan dan ketepatan
uraktu
melaporkan.
G.
Pelaksana Tugas EvaluasiTugas
untuk
melakanakan evaluasi merupakantugas
yang
dilakukan
terus-menerus sebagai bentuk akuntabilitas terhadap pemangku kepentingan, oleh karena itu
sebaiknya tidak dilakukan,oleh suatu panitia ad hoc tetapi dilakukan oleh sebuah sbuktur
kelembagaan y?ng ada' dan melekat pada sistem
di
perguruan tinggitersebut misalnya
Lembaga
peniaminu1t4!!.!p3l
atau yang tain.
Pelakana
tugas diharapkan selalu berkoordinasi denganjurusan,
departemen,
fakultas maupun program
studi untuk
memaksimalkan proses kinerja dosen. struKur
organisasi pelaksana
tugas dikembangkan sendirioleh masing-masing perguruan tinggi dan
merupakan bagian
tak
terpisahdari
ketembagaan yang sudah adadi
perguruan tinggi tersebut.
BAB
II
BEBAN KERJA DAN TUGAS UTAMA DOSEN
A.
BebanKerja
DosenDosen
adararr
pendidik
profesionardan
irmuwan dengan
tugas
utama
mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan irmu pengetahuan, teknologi,
dan seni melalui pendidikan, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat. sedangkan
Profesor atau Guru Besar adalah dosen dengan jabatan
akademik tertinggi pada satuan
pendidikan t'nggi dan mempunyai kewajiban khusus menulis buku
dan karya ilmiah serta
menyebarkan ruaska n gagasannya untuk me ncerah kan
masya ra kat
Tugas utama dosen tersebut adalah melaksanakan tridharma
perguruan tinggi
dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) sks dan paling banyak
16 (enam belas) sks pada setiap semester sesuai dengan kualifikasi akademiknya ,Jengan
ketentuan sebagai berikut.
(1)
tugas
melakukan pendidikandan
penelitianpaling sedikit
sepadan dengan 9
(sembilan) sks yang diraksanakan di perguruan tinggi yang bersangkutan;
(2)
tugas melakukan pengabdian kepadamasyarakat dapat dilaksanakan melalui kegiatan
pengabdian kepada masyarakat yang diserenggarakan oreh perguruan tinggi
yang
bersangkutan
atau
merarui lembagarain
sesuai dengan peraturan
perundangundangan;
(3)
tugas penunjang tridarma perguruantinggi
dapat ciperhitungkansks
nya sesuaidengan peraturan perundang undangan
(4)
tugas melakukan pengabdian kepadamasyarakat dan tugas penunjang paling sedikit
sepadan dengan 3 (tiga) SKS
(5)
tugas melaksanakan kewajiban khususbagi profesor sekurang-kurangnya sepadan
dengan 3 sks setiap tahun
Pemimpin perguruan tinggi
berkewajiban memberikan kesempatan kepada dosen
untuk
meran'anakan tridharma perguruantinggi.
Dosen
yang
mendapat penugasansebagai
pimpinan
perguruan
tirrggi
sanrpai
dengan tingkat
jurusan
diwajibkanmelalaanakan dharma pendidikan paring sedikit sepadan
dengan 3 (tiga) sks.
B.
Tugas Utama DosenTugas
melakukan pendidikan merupakantugas
di
bidang
pendidikan danpengajaran yang dapat berupa
(1)
melaksanakan perkuliahan/tutorial dan mengujiserta
menyelenggarakankegiatan
pendidikan
di
laboratorium,
praktik
keguruan,
praktik
bengkel/studio/kebun percobaan/teknologi pengajaran;
(2)
ntenrblrnbirrg scrr-rlnar Mahaslswa;(3)
nrenrbltrtblngkullalr
kerJa nyata(l(Kll),
prakUk kcrjcrnyah
(pt(N), praktik
kerjalapang.rn (pKL);
(4)
membimbing tugas akhir penelitian mahasiswa termasuk nrembimbing, pembuatanlaporan hasil penelitian tugas akhir;
(5)
penguji pada ujian akhir;(6)
membina kegiatan mahasiswa di bidang akademik dan kemahasiswaan;(7)
mengembangkan program perkuiiahan;(B)
mengembangkan bahanpengajaran;(9)
menyampaikan orasi ilmiah;(10)
membina kegiatan mahasiswa di bidang akademik dan kemahasiswaan,(11)
membimbing Dosen yang lebih rendah jabatannya;(12)
melak'arrakan kegiatan detasering dan pencangkokan dosen,Tugas
melakukan penelitian
merupakantugas
di
biclang
peneliUan danpengembangan karya ilmiah yang dapat berupa
(1)
menghasilkan karya penelitian;(2)
menerjemahkan/menyadur buku ilmiah;(3)
mengedit/menyunting karya ilmiah;(4)
membuat rancangan dan karya teknologr;(5)
membuat rancangan karya seni.Tugas merakukan pengabciian kepada masyarakat dapat
berupa
(1)
mendudukijabatan pimpinan dalam lembaga pemerintahan/pejabatnegara sehingga
harus dibebaskan dari jabatan organiknya;
(2)
rnelaksanakan pengembanganhasir
pendidikandan
peneritianyang
dapatdimanfaatkan oleh masyarakat;
(3)
memberi latihan/penyuluhan/pena[aran pada masyarakat;(4)
memberi
pelayanan kepada masyarakatatau
kegiatan
lain
yang
menunjang
pelaksanaan tugas umum pemerintah dan pembangunan;
(5)
membua{menulis karya pengabdian kepada masyarakat.Tugas penunjang tridharma perguruan tinggi dapat berupa
(1)
menjadi anggota daram suatu panitia/badan pada perguruan tinggi;(2)
menjadi anggota panitia/badan pada lembaga pemerintah;(3)
menjadi anggota organisasi profesi;(4)
mewakili perguruan tinggi/lembaga pemerintah duduk dalam panitia antarlembaga;
(5)
menjadi anggota delegasi nasional ke petemuan internasional;(6)
berperan serta aktif dalam pertemuan ilmiah;(7)
menCapat tancia jasa/penghargaan;(B)
menulis buku pelajaran SLTA kebawah;(9)
mempunyai prestasi di bidang olahraga/kesenian/sosial.Ekivalensi perhitungan SKS untuk berbagai tugas tersebut
Rubrik Beban Kerja dan Tugas Utama Dosen pada
Lampiran V
diatas disajikan pada
C.
Kewajiban
Khususprofesor
Tugas melaksanakan kewajiban khusus bagi profesor
menurut pasal
49
ayat
2Undang-undang Republik Indonesia l'Jomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen acjalah
(t)
menulis buku(2)
menghasilkan karya ilmiah dan(3)
menyebarluaskan gagasanTugas melaksanakan kewajiban khusus bagi profesor tidak menambah
beban tugas
profesor
(12
sKS) tetapi merupakan bagian dari tugasyang wajib dipilh oleh protesor.
Kewajiban khusus yang wajib dipilih ini paling sedikit sepadan dengan
3
(tiga)sKS setiap
tahun'
Seorang profesordalam
tiga
tahun wajib
melaksanakan
ketiga
kewajibankhususnya. Ilustrasi peraksanaan tugas khusus proresor disajikan pada
Gamb
ar
z.r.
2.2dan
2'3'
Kelebihansl(s
pada salah satu kewajiban khusustidak bisa menggunggurkan
kewajiban khusus yang lain.
Gambar 2.1 Kewajiban Khusus profesor Diraksanakan setiap Tahun
Gambar 2.zDua
daririga
Kewajiban Khusus DiraksanakanDaram satu Tahun
Gambai'2.3 Semua Kewajiban Khusus Dilaksanakan Dalam Satu Tahun
Gambar
2.r,
2.2 dan 2.3
menunjukkan bahwa profesor mempunyai kebebasandalam melaksanakan kewajiban khususnya. Gambar
2.1
kewajiban khusus dilaksanakan
setiap tahun, artinya setiap tahun melaksanakan kewajiban khusus paling sedikit sepadan
dengan
@3
sKS. Pada Gambar 2.2dua
dari tiga kewajiban khusus dilaksanakan dalamsatu tahun, sehingga satu dari kewajiban khusus dilaksanakan pada salah satu tahun yang
lain'
Padawaktu
melaksanakandua
kewajiban khusus maka beban kewajibankhusus
tahun tersebut paling sedikit sepadan dengan
6
sKS dan tahun yanglain
3
sKS. padaGambar
2'3
semua tugas khusus dilaksanakan dalam tahun yang sama, sehinggakedua
tahun yang lain profesor tersebut tidak perlu lagi melaksanakan kewajiban khusus. pada
waktu
mengeriakansemua
kewajiban khususmaka
kewajiban khususyang
harusdikerjakan paling sediklt sama dengan 9 SKS.
Kewajiban khusus profesor dalant membuat buku adalah berupa buku yang sesuai
dengan rumpun keahriannya dan atau sesuai dengan jabatan yang pernah atau sedang
diembannya (pengalaman menjabat), diterbitkan
oleh
lembaga penerbitbaik
nasionatmaupun internasional yang mempunyai ISBN (lnlern ational standard
of
Book Numberingsystem)'
Kewajibankhusus
profesordaram
rnembuaLkarya
irmiah
dapat
berupaKeterlibatan
dalam satu
judul
penelitianatau
pembuatankarya
seni
atau
teknologi10
(termasuk penelitian untuk disertasi dan atau
thesis),
memperoleh hak paten dan ataumembuat karya teknologi atau seni. Kewajiban profesor dalam menyebarluaskan gagasan
dapat
berupa menulisjurnal
ilmiah
menyampaikanorasi ilmiah,
pembicaraseminar,
memberikan pelatihan, penyuluhan, penataran kepada masyarakat
dan
mendifusikan
(menyebar luaskan) temuan karya teknologi dan atau seni. perhitungan sks untuk
masing-masing kewajiban tersebut disajikan pada Rubrik di Lampiran v.
semua
kewajiban khusus profesor harus dilaksanakan secarasesuai dengan rumpun ilmu yang ditekuni
melembaga dan
D.
Dosen Dengan JabatanStruktural
Dosen perguruan tinggi yang sedang menjarankan tugas negara sebagai pejabat
struktural
atau yang
setaraatas
ijin
pimpinan perguruantinggi dan tidak
mendapattunjangan profesi pendidik maka beban tugasnya diatur oreh pemimpin perguruan tinggi
mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku (lihat:
UU No, 43 Tahun 1ggg, pp No.
37 Tahun 2009 dan Kepmenkowasbangpan No. 38 Tahun 1999)
Profesor yang sedang menjalankan tugas negara sebagai pejabat struktural atau
yang setara atas
rjin
pimpinan perguruan tingginyadan tidak
mendapat tunjangan
kehormatan dibebaskan dari tugas khusus profesor.
E.
Tugas Utanta Dosenyang
Sedang Tugas BetajarDosen dengan status tugas belajar mempunyai trrgas
dan kewajiban belajar. Beban
kerja dosen tugas belajar diatur dengan perturan
pe;-undang undangan tersendiri (lihat: Permendiknas No. 38 Tahun 2009)
l1
BAB
III
PROSED U R EVALUASI PELAKSANAAN TRI D HARMA PERGU RUAN TI NGGI
A.
Prosedur EvaluasiProsedur evaluasi pelakanaan tridharma perguruan tinggi disajikan pada Gambar 3.1.
Gambar 3.1 Prosedur EvaluasiTugas Utama Dosen
Penjelasan:
1.
Dosen membuat laporan kinerja secara perlodik. Laporan kinefiaini
memuat semuaaktivitas tridharma perguruan tinggi yang telah dilakukan dosen tersebut dan meliputi
dharma pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan aktivitas penunjang
I'c.rni:'rz. --.-nia-:'-:-3qr--;1 :-Eu fcrrr.d
Fi cr=-f<*
:eca\=rai=_r
:--rtr-ai
Fi
cilercc.Cioeng:rn
slnus
)uk-rr ptilOuliunJnfccils:anral,
Kep3J3 :sesDi.Kl;en:
tf,pJnn lirnsijldosen merupakan aktivitas yang berkelanjutan nraka dosen
juga
perlu melampirkanhasil evaluasi pada periode sebelumrrya. Asesor berjumlah dua orang dan ditugaskan
oleh
pemimpin perguruantinggi untuk
menilai
ketercapaian prestasi SKS,dan
memverifikasi kesesuaian dokumen pendukung dengan aktivitas tridharma perguruan
tinggi yang telah dilakukan. Format F1 yang diserahkan kepada asesor dibuat
dalam
bentuk hardcopy rangkap dua cian softcopy. satu
buah
hardcopynantinya dikembalikankepada dosen
yang
bersangkutan sesudah dsahkanoleh
Dekan.Kriieria
asesor
disajikan pada Bab 3.8
2'
Apabila ketercapaian kinerja dosen tersebuttelah
mernenuhisyarat
sepertiyang
dimaksud pada Bab.
3
dan bukti pendukung sesuai dengan laporan yang dibuatrnaka
laporan kinerja dianggap lolos. Bukti pendukung laporan yang telah lolos dikembalikan
kepada dosen
yang
bersangkutanuntuk
disimpan kembalidan
dapat ditunjukkanapabila diperiukan. Kedua asesor menandatangani Forrnat F1
dan meneruskan format F1 kepada Dekan atau yang sederajat untuk mendapatkan
pengesahan.
3'
Apabila asesor menyatakan (a) ketercapaian kinerja dosen tidak atau belummemenuhi
syarat seperti yang dimaksud pada Bab.3 dan atau
(b)
bukti pepdukung tidak sesuaidengan aktivitas
yang
diraporkanmaka
raporan
kinerja
dianggap gagar
dan
dikembalikan kepada dosen yang bersangkutan, untuk diperbaiki. Dalam hal terjadi
selisih pendapat antara asesor satu dengan asesor yang
rain maka pemimpin perguruan
tinggi dapat menunjuk asesor ketiga.
4'
Dekan mengesahkan hasil laporan format F1dan mengkompilasi semua laporan kinerja
dosen yang menjadi tanggungjawabnya. Dekan bertanggung jawab dan berwenang
untuk
memverifikasi kebenaran laporanyang
telah
dikoreksioleh
asesor. Hasilkompilasi di tingkat fakultas ini kemudian diserahkan kepada Rektor untuk dibuat rekap
ditingkat universitas. Contch hasil kompilasitingkat Fakultas clisajikan pada Lampiran
II
13 Pedoman Beban
Kerja
Dosen 20105.
6.
Rektor mengkompilasi semua laporan dari tingkat fakultas dan membuat rekap laporan
di
tingkat universitas' Rektor bertanggung jawab dan benvenanguntuk memverifikasi
kebenaran laporan yang telah disahkan oleh Dekan. Untuk perguruan
tinggi
negerimaka laporan ini diserahkan atau dikirim hngsung kepada Dirakf-ur lencerzl p.-ndici'<zn
lnqF
-:=-cf=nt
J:,
r q;rJaT,'4eilg Cik..r,rn:=ian
:erur,ia==L-,,
:a..
=t=__r,.
Pada perguruan tinggi yang diselenggarakan
oleh masyarakat maka laporan diserahkan
atau dikirim kepada Koordinator Perguruan Tinggi swasta (Kopertis) untuk dikompilasi
ditingkat Kopertis pada waKu yang telah ditetapkan. Kopertis bertanggung jawab
dan
ben'venang untuk memverifikasi kebenaran laporan yang telah
disahkan oleh Rektor
perguruan tinggi
Kopertis kemudian mengkompirasi dan membuat rekap semua perguruan
tinggi yang
menjadi tanggung jawabnya. Rekap raporan daram bentuk hardcopy dan softcopy.
Kopertis kemudian menyerahkan dan atau mengirimkan laporan
ke
Direktur lenderalPendidikan Tinggi
B.
Rancangan Tugas DosenPada setiap awal semester dosen diharapkan mempunyai rancangan kegiatan yang
akan dilaksanakan pada semesier berjalan, rancangan ini berguna baik bagi dosen,
asesor
maupun atasan tlntuk merencanakan alokasi waktu dan beban kerja dosen. Disarnping
itu
dosen
diharapkanjuga
mempunyai rancangan pengembanganpi-ofesi. Rancangan
pengembangan profesi ini dapat menjadi acuan untuk mengarahkan kegiatan dosen untuk
mencapai cita-cita profesinya. Pimpinan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan
kesempatan kepada para dosennya uniuk menggapai cita-cita profesi tersebut.
C.
AsesorAsesor bertugas untuk menilai
dan
memverifikasi laporanmenjadi asesor dan tatacara penilaian adalah sebagai berikut.
Dosen yang masih aktif
Mempunyai
NIM
(Nomor identifikasi registrasi asesor) yang diterbitkanoleh Direktur Jenderal pendidikan Tinggi
Telah mengikuti sosialisasi penilaian kinerja dosen
Ditugaskan oleh pemimpin perguruan tinggi
14
7.
kinerja dosen. Syarat
1. 2.
3. 4.
5.
Dihindari terjadinya konflik kepentingan6'
satu atau semuanya dapat berasal dari perguruan tinggi sendiri ataupun dari perguruantinggi lain
7'
Mempunyai rumpun atau sub rumpun ilmu yang sesuai dengandosen yang dinilai
B'
Mempunyai kualifikasi jabatan fungsional dan atau tingkatpendidikan yang sama atau
lebih tinggi dari dosen yang dinilai
9'
Pemimpin perguruan tinggi mengatur agar asesortidak
menilai kinerja sendiri atau
bertukar
ganti
asesor-dosen (A sebagai asesormeirilai B sebagai dosen kemudian B
sebagai asesor menilaiA sebagal dosen)
10'
Bagi perguruan tinggi yang belum mampu mempunyai asesordan kesulitan didalam
mendapatkan asesor
dari
perguruantinggi lain
karena terkendalajarak
dan waktu
maka dapat mengajukan asesor sendiri dengan kriteria jabatan fungsional lektor dan
sudah
rnempunyaisertiflkat pendidik kepada
Direktur
Ketenagaan
Ditjen
Dikti.Kemudian Direktur Ketenagaan akan menerbitkan
NIM
Khusus bagi dosen tersebut.NIRA khusus ini hanya berlaku untuk perguruan tinggi yang
bersangkutan dan dalam
periode 2010
-
2012' Pada tahun 2013 dan seterusnya perguruan tinggi iersebutsudah
harus mempunyai asesor tanpa kritei-ia khusus.
15 Pedoman Beban
Kerja
Dosen 2OlO\o
z.
E.
A.
t
S
Iz.
d.
o-E
I
(--o
\s
N QJ (o oa
rb't'
E
rq a QJ co o E€
&
!! a_ E r! c o) E f -)zoo
'{= -!zl co (! 'F q., :Z c ru (U co -([ .r! O) OJ .@ C 0-)v
c ro r) OJ co -c ! E l = (D -:z E (t, ov
o) E, c (\l E, G' -o E au U) ct o) ! o at o) o o-il F o-= c) -r< b o o--
ot.
c (It c.(o -o E (! at, g) o, E -. o o o -rf il Fo
o an (D o o-il E. o_ iri a .g -o coz.
oa>
-cr =ll-u)=
oLl z :f LU6o-
u)(' E-(I,= o U'U =co -g -o= .t+ .E f -:z d)=
E gDo_ = (r)Fo @=z F o_ Fo
u. o_ U)o
:
a (I' !=
E c, q E5
o) >\'6
C' ! :<z
o-z
-q l -= ! I I a I I Iz
DF
I I I I Id
uIF
th llr E UIo
z
ur Uto
o
FI Itt=
J lrJz
o
a
TJV
z
o
UJ c!z
d
o
A
5
AF <- O-F o)!: -U F ,=t -c. z F Cu.- qa' PE
F's
o-DE>'
re-FaF
-
P,El:
E€
ugE
*:s#+ff5FE
FC!u)a
oo U
\
N AJ 14 oa
ro't'
.qJ e a AJa
a o\
qJ o_ e f! a-a fcroPg
4rolY. '\]hvlE*F
b
o-c ro .ro or CJ :Z .q C c-)()
(,
F z.=
t
l(,
cx LIJ o_ t-Io
t
F(,
z. -z. fz
LLJ o-(9z
O ID c (t -9onEd,
slZ-J - (oFT
o-6l 'Ei dJlvl
cl ol -olq)I col -cl .ol EI rl nl ca
.rc 9l q, :Z .u) OJ \'!-oh0E
E
5r
ep€
(E q L :Z L .q (tto-I
-51 U}s
C c) E = .Y oo
'l= lz f, CD rIJ 'tr o, c :Z E ! E c .(t-Ep
8sU
s -tZ .J - (trFE
a_ l! .F o \zc
fon
(u CD J U) C ao .-h 3ro=ar
col
qJ o-C fil .ro Ol (U V .6 C. CJ a ! ro 'c c.) :Z C (o -o 0) co -c. rU E l oz
c! rf) FV
[t U) S O o-ill :< z. O m z. tu o_o
o
co j l)
z.o
z
CD rU (9z
LU o-z.o
z. F J ulz
L!o-o
z
o
@:
o\
o
N o q oa
I
E
rEa
q_J co e G E o\
&
c
Ns
rD -J ct 5 -o E o)=
o, c c) b oo
E
o) g) c (E F I I I I I I3a
s'H 'Fr \s.ss
.p
E\ \IH Lsit].Ss.$
\
.B
>\c
\:\
H€Xs
ss.'
Fss
s*
r\tr
-*$
\5S
t€
Fs
B.S
S
ua.s,
o\3S
nBs dda$$
Nsb
R.$F
CG
RSsE
Ht'3
SFL ('tU\l N*r=s*s€
R\!1.S
E"N
.F-
s
'r
F'.E
.p
.p
\5< E
.S HULs's
N\t$
Y.NL$"$G
s
Rs
E $s
S+'N
SN*t,
sFS
\x:E
*tl' suisr'\l
:tr\J
\*
Hs*-b
.shs
.aq\
c
a!.Ps
3Ei:'
E*tr
T
o-c fo -ooj cO t3
E lO c.l
o
\
o
N q_, L) oo
s
g
r0 -oqJ eac
a rc
€
qj a-E a_ E rq -Ji
o U' c) ak
\3 > t) .\l otr-N'
'St \r a\ b $ .it \.sd.s
o\
HS
Rt\v
.\
it
B'F
r:r
FJ
.t
h}\
.s(.
s
CE
e(s
Hl
E Et\v
;1.€
s
\3 R q) \.b q). \ac \3 \E1 'F q) q)\{
.\t\
4s
c" c (t Y o) O c (tl y E(E @ o o) c (D o U> (D (nc{
\
N e qJ q oo
ro't
. e-) tr< rua
qJa
ru o\
qJ o_ a a a_ F i0 -(o 0)o
c (I] Y E. (o o (D o, c o I I I I I (It u) o, c (D F I I I I I I I I I I I I I I 3 rl)
\) aN
\S 'F-$ qJ-.
c) tr B \.s ,\]\
$.p
.R \) tr \)\{
.\t\
a u >' (9 (9z
F
z
f d=
C9 d. tlJ o_:
z.z
DF
o
5
=
Y
fi
F
v
(j,z
l-lF
thf
Iuz
d
o
A.5
a
F Jl
V
fl
z_z
E
( n'(,
L OJ rn (u E G) U)N c{
s
'_{a
o.l a qJ t4 o \JI
.qJv
oa
q) co fot
€
&
N q E ro -lc
fo o-.E tl o,V
t f LJ ftt ! t C f -c(D€
L c, (]--c -.o E f,-r
E
o-+ ot o-+ Eo-+aE
A€..9
\Z o-(I'c
OJ (9 L (u ! It c) E (u U) lz o-Or o-E o_ ro an (o (9 L OJ P t U E o (n lz o-('l o-o_ ! o--!=u)
iz
(o! ro TLc0,
EH
u rU -Yo(E
zE
OJ U) u-o xq) E. c (It J -cfi, a q) o) c(D {!-(7) o) c G' F 3s
u io N o s- {s-:t s >\ q) \] .F{\s
.\l\
\l b.\r/
\) \t\
4 tJ A e' (^d
.o Fiv
gI
Q<h
$
s
F
grti
a I I I Iz
f
F
F{I
ctz
F
z
d
D c, &, tue
F
Y
c,z
FIF
H Ut=
i
z
d
o
A5
ri
(9 (9z
F
z
f d f(,
d. uJo-F
E
5
-i
(,
(9z
F
z
5
d f (9d
TUo-E
z
ca N
ls
t\
to
lN
e qJ q oa
ro't
AiV
e r0a
qJ co q ro o \J qJ or m a-E o J .6 E c) o-o :< c (It .Y -c (D rt, 0) o) c o u d $ tr \! E aa'
'5r q)o
\) \! '3 \.Q .\l\
\3 ur. :5/\
q)\t
.\i\
v, \] >\u'
clz
=
F
tn FTt-d
urA
o
Y
F
!l
(!,z
l.{ F 6 l!z
d
o
A
5
G o) o) c (I' F t-I I I I I I I I I I I I tntr
d. UJo-o
V
F
E
5
an'F
d, uJo-o
Y
E
z
lo-lt('lc
OJ (9i
cr (n (u E (u an'<r c\ O
\
aJ t) o O clt\
.aJ a rb -o AJ |! o a) q e: co O-ro *J C .rg -v,= E= CJ; v6C-trro
rua
c=
-o
6 (I)c (,L ov UL ftrE DCrlr(u o- ut.qro
or9b
.=
Pq) -o CO (oi3
$E
a)tr
o-cbs
-Ltcrf
tro
u E ! flJroE9
c
fg t= _52 (u 'Et aJo -o rf, -o ot '-c=EA
(n-E.g
fs v_: cro ro 0J -O rn qtA != -LEF
-:tro
-:zoro
FP
du
crc
L 'f. caJ 0Jv U) -o .o qJ 'Lf -o qJL -Y= ! Xt6p
mo-..i ro O) fo (9 aa c (\' ! c lo J f, c ro U r'{ rU a OJ c) U) .-(U ! f ro tn E ro ro q '.? ! L o ln OJ (4 iD ! c o) E o .V OJ d c .e _! c 0) o_ c ru! '.gH C63<
c (I' f,z f'e
.roo
(o .F o Lv
c .() .(' o.I
(n -Y6 l\l \o o\ Otn c iU E f, J oo
! .Y f ca) c au'a
E o lz c E o o-lo J c (tJFo
-* roii
or -.!z J toFE
o-HER
-ol EHIfrRl
rc .F qJu
c ro J-) AJ co -V v) g c ro ccd q) o_ q fo U) =,
E l u') c fo .ro CJ .q c CJ p tt ! c G = o) c OJ o-c I l I o ott z ld lo.r)
J ()z
co tll(,
LLI o-I-t
<l UI *t zl<l
FI
=t
LIJ J U-J I ol r.r I>t
<l
ol ml z. :lo-o
z. UJ o_ (9 z.o
.ol ri u ro E L o U-c rI' L 'o-E t! J .0 q) c CJ:
c-c
r!a
ur7
(!-C' L/c
ocL
--.; cHH
Eq)LO8<
(' IA nlT
U)c
(u E l J oo
g
J co (] .F (u c \Zo
o
c (I' !t
rrj .= I€ Yh(o
L6 ro:Oz
C fo *9qEFg.'
EXF
{J-o_ Ft8R
-o EH OO !DNt_9
l(n rol 'EI o )< cb
._fr
-o (u=Or3(U.o 6=
c.) o-, a! (] o)u J((]f;P,
iflr (r'2_ o Z c!N
o
c\ r aJ t4 o t ro .F .aJv
(n -oqJ co a F o\
qJ a-lra-t
f! -.1# E
ss
\O,FEE
NE
E Y
EO
L E(4r='E.5
#l
or
O; ;t
[g
E ^rl
.,-
.=E
5
-AEi
c'-c(I).L lo-.gd! LJC?-.?*
Q-v)i;LgE
+s;
6
E'er'=
g
€
8.gE€
,o!
€,r,949n'
ELvN.c.:.f+-ca"itrP
'-' 3 (l '=
o-ur-.:Jc+c(o
lzu=5.U1
tnc.=qlt<P
P.= sP
a,.igitEEO
!
,\r F: -:< 0,) =L(od,.A;ETE
;E
.SEt,5-q
(t!c-.c]Ulii*3gdb
lvf-lL-Ft.r,E
5A
tgdi
vo--Y.o.=(D
*sl
-+'r-!EOF
iEP;
-eE
!o-t=*5:fr5
Fe
EIt'i**-\zc€E F*. !€
=.:,6
+
or .=-o!cusEFe
95
r(JloE ro_+jEE
!;+tEq'v
E
A
E
ct ut:'-
l! y -j
O-.52! -:ZLL vl/)- -JEbrg€;83
€
U
€
E
E
f
E
l2hsgE€
6
t
P
2
€
5
c
3 E b ':: E
g,
E
t-Bb-lEAc
vtuEgE4;*A
5_e5s
:tJ
E
E
H c'1 !-5v vv< Nti;
l*r
l€
l#
IE l-t lrolE
c l -cs
;
(o q E ro rO ! _\z c! + O) o_ + E. + ! o--E .(u E fc
(o ! (4 _v v) \o ntc
= -c .g :l (tt {/l Es
rI' ! E a--c4
E f, (o -)<(o EF
o
c
rI' (n e OJ .Y IJ a L o -\z 0.,1 Lc
rg -cro -.)lEI
.sl
sl
9l
rc
ro Olc
OJ !c
OJ tn o ! IZ =c
f
N Lb(I,
or
L, C6 ftr lz !u)5(o
+,
nl rn= !=5E
L crfo-6
pa (u LTE-E
vt ,o !€
J -SZco_
(u I Elqqr
FO--!z JI't {J: PEo'a
5i;
.-Y Fv\ c@ .I'-t!nr
c
(o=
Or4
€
E#
5 €il
gt u't '= -!(uE-o
Tr.o(U
L ft] N)t]rE
E-rr
o-
it
F
+E
ro\J-v1
"E
.cro
!fop L LL(ulro
c i-t .A9 n
_9
Etr'E(]ru
-Utr;
IU-L; U '=-!
X orO *
!+mv-ro
(n lU^+ 0i lY g) 2-|u^,Yl o-+ .!! ro 7!roh+
!YlTl=o:i6..
=
!o-ru*nl
FL! ,= o) {,L:5:oJ 'E -)
.=VV
r__1 vc
(o:
c) L c) o-! o-C (t -SZp
'rJ C q/ o-orc
(t E5
('
E('
o-'6 o-fI' .(J ! olc
('
a.n \z vl -c _g E f, lz o-.tt, vfr
ctr-c
-\<=
o-
lz
=.u=
Eil
or
o-O-C*ro
d.o
dg
trlU
o
-:zus
jZ rU . -s- t4 F. ro E aoo-
ro ETUru
o-tt oJ -:Z Ccro
10t
.=no;
t- ot-EE
o-rg !f5
#r('
Ur
E3_
CE LIOL 5g(I]':(o'a
b
'o'9
E
t_9b
(UP !(l)=c -rz :Y ar! J ! LLE
e'o
P
b-v
=o-
u -o(E(I]qr50_Vrroo
d
o-p
co,
=(uP
ac vtE
g|nE€g
Cr=rt]C:
E6
E.O
=dtil-
d.
2
€ €
--|o
-:
; *E
5
d |ELCg
E's
E
Ets_ngsb'
\rlri=
6
Ee
8_5
5
rFEEE
4
; a 9;
.= e#.13
FLLil
(tl(U+(l
Fni
=*,EEEE
,.D€ELbb
:5
B'PEE
€e;sSR
rcVLo)tnFnEfiai
.E,
.(,=c
g
H H
str
j6tr(t'.roc
-=tnR€-3
: 'fl v) F' (u := rroh.=iiro' c-o-'*iA]4Fg'5L-9
3*tb-{(n
.o.==HV
E FJrP
JIN
o-VHt6-c
o-Xfr!ro
-iF;E=E
fou.:jlCru=€ E g.'
co'
:l
€fH',vi..v) c;-roH=bqE.=tn:
r=$Equrb
PPA.Y.'.8
exE',SaF
\f lr)\o c\
o
N ql ra oo
ftr't
qJv
rB -o Qi co q rB -o\
&
I
a
E a !I
'c;'
'or
slF
9eh
>.
EE
t6E
cEE
cl9=o
1rE5d
c
E E\z
S
5
8-s
=s!ccn(oo
!
(u -:z
o-8.
_E
:l 'Eg.E
.^ LL_-ooo-u
--) !9 nl glh EEF
E.F E6F
E€ 5X.*
b
g -9EE
Eb.cE
.LCOt .\r'EccC'l.-; fiI ,O gt* €:6
E
T P8E
E $agvOf,€
>e
ut
5?.rrFc-E
E
*E
d
u*,-H83o'
--
^!
g
#
Ect.Er
E6cgFPL
.-g
9qE
*
g€ ES F i
o0EHH
E !o-{o:t_Cabo_E ftr(1)€|ooE*6*=
:
-c!ctP.g
-)z'Ijrocii
-.!: -)Z d, =C
E E
-H
E
E olmlhh
F,E>'o
.EE F'E c c
6r
i:.g
3
t
-Hu1 ,'.'.'O-u(oi=EEB
t
6rPJ;
v'f,ro+f?
.FsE.o5*
fr
€cr)6-jZ.*
E:E9 P
€
=c(\0J9=roroo-d.
Iqf-5ZrI'i =-L0-,-V=E
ru=i'a?=&
P
E
fi
\E-Au*fu?8
p9o-vilarru
*.siE
Pll
,ro6PE
dE
A
E_H5E g3
2
r--c{ O i-t
a
N t: q-) tO o \l o'i)
.A.J t: rD -o CJ c0 ! re tr c) -\--gr L{t
o-roH
(9
(,
z.
!-{
v)
l--?
-l -\sd
(,=
s..(5
4tY
\Zo
Ez.
qfrE=
&8-'-5$s
tu
i-vZ
z.
s
tJ.lno
(n
v
5
LUo_
z
d
H
o.
E
J
N
l-iei
IN Q AJ 14 oa
an 'tr .trr Y e nr .Q q,J co e nj E€
qJ or C ft L O. F rD --JeE#BilEgsE
€*sifrF
s;F3E
E€€E$RE#;F
EF$Eg#
ilg;+,3stE:
EF€E€€
N'o :
-s
v
g.
g
5 = S
€*
F
; E
o-
c
F;Hr:FqiE5
;[sp-g$
E4
H€T
.o
S ; !
.o
E
E
a,
3 8.
;K
6
E
."- €o
&P=6:s'E;biep
_Ef€B;E
f$EEE$sgffEi€$ig
Eqsn€;!E:t
F;EHge
*s€PgrEESB srF$*€
;EFisFs:q: :E!.
B**
Er;scg;gif
g6gsrg*
=
o-t
,o !
qEEg€3;F.F:
F,Fg*;EF
4t-VFr-t::EFsE*88
*xFEs,;E
gfi;F€E5#gF
$F;E:E€
EsIE-fl"'FgHfi
E=*:EsEE
BgFFFpH.=-v=
F'5f;9*Ea:Eg
EE€
KF5-r
EPEE€s+
>J.T'Fs;E*rE€6g
qssEEEFEtbyiU5-.L
(-vP!q:jY_bctr_\2fl=rf,
g€EsE;s
=€€*;^=;8.€
,tE: q'tde
HbE: It: F-s'o x:-EEs
6E
a
t
r'
E
F
:
5
:
+'-
E
;
F F
.-
S
;
g
g
: i
3
E;
E
€..
g
i- qE
E B
E
p
5';
!lrXnro:=E€=,
-=53E=€F:6€:=5-:<:=i
=
= a c E d f : t". rc F'-
tr -o c'm E
E=
--
i
P
E':
g
g:
=
e
=
i
E
* iE
E
-:-FgF.c'=ht:=
=::;iciFF;:E::#EEi=&
- = i ;
.,-
P'E'E
-b
h I E h : E E $
$
i : -: : S fi E c F 5 6 * E
E''o-
o)r:9F'i==bs{
l.:SPf
,,.iro-o_!n!AiqRSH
f
Hg!
fiFPEE:
E
h
z
{
c?
z
tu
4
c CO 6 (o (\t c Co c (U .a E IC (t) O) .c 5 .E .o E o) o-c (I) .(og) 0.) J iz l c CO o (E (! C. (U (g .o E c Lr) .c o .E -O E (D
o-is,
m (s .c E 0)-oh AA CU (O .Co (oO-a)6
EY -\<(U =qco€
C m 0 o c m E nt .a O) c (o >\ l-l(u O)--€
.E-
E c) o CO 'o, 0):
f, @ c (ll a o) o_ C o -o c (tt @ !q (E c (o iz -c(]c4 Al=>
lct(: (u 'a c q) .?. (\) c ru -cJ o) q) -\< -:< = m la tc l-a -(D @ 0) o-c (tt ! a (tr o) F (I' U) lq l= 6 c 0) a (D o_ c (It E a ((' o) F (t = U)z
f
-> (9 -2. u, o-z.o
z. :l6
o
z. TU o_ (9 z. O m z. F' C' LU 6 .I, v. -C) o o UI ct 1,| n{
o l U 1 l) z l:\
r j l rI
j 1 =:-:-:
::
=_-'-.
--l --L .r g th:, =Hf tU \z !5 - *
L=IU {u --CrI]Y' or
ruF-e6
NXro
F'=oa:
NJUI rL!do)
\
v)ojE OV,-5Z F{l(oo.:D
t\ q) != coo-=NCO.cv
.ULS !)1fir+c
!.LY(]
8€l
'-:co-t
fit m JL -:zar JII 2 Li u') !ro'-
g'
co-6
tfEOa.-t
cJtt: !5t:h:t
h_c)E$;q
rb:zg
E!cri
:= c
.19.g
cAro-(fEdFn
c c", -:< .=!cr:s
cco: roflJN: >L o)r!c. oJ :. vi c') :9c. = urLn-.u;
:,lirQ/U
)jc:s o)!-:zro o\<--Y=-:z V'-JY il-c--'.:
K-:.: J |! ! t! ct c G U| tr t! o ,P o Y O\
o
N q) t) oo
a't'
qJ < r! qJ co -ao o\
qJ a_ fi\
o
-r!\]
0) o-(! I E o-(It (lq -f, CJ (o5 -oba
i^ C. 0)q F(o oio 9? c)-:
J
9=
-oEg)
!.= OJF o= 'E @l Gt o_ E(! €l d)! o)(u (tr .j!t.h.
o^. L-:o):[i
oE :(D ao a-9ro -Dc (gS Id\hi6
..a! -> :d N/n o-E l0 l6 I c) IE ldJ l6t.-
l-IE l6 lo l@ lro l= l@ lo t(o lc l6 lo q) c Ct] o) .c -o ._E co i1O c.)
a
s
N qJ c4 O ! au 'F .qJ Q Q AJ co e ro€
& e {r O-o -Jtr
\< l co F- l'-l(o lE t-l(o IYIt
lo> ta lc l6 l!-c6 (d: :o(I)c co)+t
hRt
b€l
o- bt _s _3t I I I I t._ l6l=
ls l)< t5 l'E lo) lo lc l(U E-c(E .(o= Eo-(1)c cq) (r)o_ c-Ch co i6' o +_r o-b ct o) JJ IC lro l-- O-E a E @ (o G) f, F (o <J) c (o -o = J = @ lc lo - o--E a_ D a (g o) f i-i6 f, ct) c (II = Y = @ tc l(U lo IE l'6_ t-IElo
(s OJ F 6 5 (/) c (o -o 3 iz = @ lc l6 c a E'a
E a ct CD = F (t = a cl 6l EI=l
YI =lol
5 (u _!z @6 (U.E>3
.f C\ -c c!-
c! c o E.=
e*
.n>
(f) (f) .q ct r) N_l
o
z
C! ct .s rr) o (o o) = (! f CJ) c (Ir o .C -o .E -o E 0) o-C. (I, .(o O) c) -Y G] EE
(D (n c CJ E o CO o) J F (t -c(g q (a c Y = o c (t' q (o o) = (lt 5 U) I tt) lc .ct .-;Y --o (IJ T' (n (tt o) = (I' = U) Es
(\t E=
E O-- c o-(\'3E
-=
o_v&B
36
..o(o _-a'd !2-9 (I'l (U= '6r-J O,((' CJ o(o o- o-lc G' o) c q) E L-C' i<(! = @ d) .a E o -:< U> fiJ -:z(! E c 'q) @ o E c (o Y o Y(oc (J(E o).= o- ilF'q
-oE
oD-.ccbq
q= (o5 ;io-Eb
L- o_ SooE oX o* -:< c -o) 891 6EIc cl @(o1f;.El
; o)l=el
0) u) o) E q) @ (D o-(o 3 ,o @ (I] ! (o E .if C] U) cr) (.o c Cg o) c q) -cl o E (c @ co N c}r c d) ru -C = c (| CJ -C:3
F talo
I}
lq l6 l6 l-c lm IE lq, lcls
lo lsr lot>
(U >\ C rc -o J ((l >-c (t n o) a o-(o -o (U E o)t2
l@ t6 IE o) -@ ! C. (t) o) -c -o ._E @c.)
s
\
N aJ ta o \l ro .AJ ]< fra
AJ co ft o\
AJ o_ e a_ ru -l F :<=
co l-.* C (U o .c -ra (trEP5
'=bD-.trE
-oc -(D XUD =-oco<
c (g o .E -.o (uts P-o '= at,.bE
!c -d) X, U7 =-o co< (o a 5 o-\< g = U) c (tt = o-o) :< g = c/) = (!J a6 (o=>3
-+ -c ct@f,v (O3a
3
CDFe*
@>
i.)tgt
Iiil
IiEl
IlFl_l
lolnislEl
la'Fl
l;i
Gl
rtq
=l
Ire
ftr
$
Bt
P
EI
a--'3 hl
€
El
-tlh -l
: 3l
cocl (f)61 .c.cl -o '-lE
EI
m
o--lo
z
Fv
=
EO c. (U o (I' -Y = co c cg E c ((t L'a
.E o. @ (I' o, =-r(5 't6 .(oo
-Y. lc l6 lo l=:
f co c (o If c (u .=o. .E o-o (IJ o =F
g J U) = Gt _!z P-a>3
Ea9
v-6da=
(f) F d (no
o_ tl_t :< -2.o
co (9 z. LIJ o_ O z.o
m z. F (9 uJ )< !o
z. C\ C (a iz -E(\] ,o o) c ctt >\ c. (I' .(o ot (D ! J = (D CqE \< -sl U) .6 E cJ 'o '6 C = -o C CC o, c CS q) c) -:< q = (t] @c t(g -@ J'D -)c -c(U:
aD (o c c (o -oE
c = -o c (It o, c (q o) o I (I' L =o f, (Il G-c ii(o tso =ct -c c q) (I' o_ (u -:< Eq) U) c <l) (o o-(' -!zE
o aJ) cg
(! o-(It .)< Et o U) c E. E(\
=. (f) <\| -c c:t c7) ro F- c7) !+ tf) G I 0(
'll
ill
El
IElsl
o)lo)l 6l(Ul3t?
t' (oICJI=l
gl o, orlal al
rl
al:l:l'
6
E c E Fo-E o 6 (I, c q) c C rD N L o D fN c.l
o
\
a\ AJ C) oo
rDn
.cJ ru .O aJ co o\
JU t\ e a-ro -J + otg"u
to
?h_
s.
IJ(r9
<- -c6rz
s-(o
HL::(9
l!
iu'9;
E = l-YF
o__(.r'g
-9oa:
rotLlPc
*raE
f<= (U5
ile-=ro-c
4! (GFE.5
<il c}) [!!< c'E
Oroc
I Ils
lu, = -a o \<l -l(Ul;l
I I l-l(tr lh=
o-q) :< (IJ = (D I I lc l(UaE
5 o_ (D :< 6 5 ctt I Il.
C U, = c o :< (U (/) = I (U c) @ (E @ (o CD C! o(] c o) -g E D o (E o(] c q) (U =l ol r)l DI i CU o) ll
n ll -t r/tli
l-ci.
l( lv. = =-
o f o) \< C c CT u. CO a) c = c TO IJ c! s- to ru_aoU.
/
\
cIs
s
c! c! c!/L/=/
rl
I
lb l=l
Ii
if/f,
l@l i I:
:5
l:l
ij
:r. l=
|r
:
i+
I
Ii
;
ldlcnl
ij
-
=tYt
Ii
=
;i3
?le
| = = . )l<nz
lo E V) (Jz
UJz
z
.;//
l-i
l(ol lEl lvl.-l6l-c lu_ I_-
lal-ICIFlslE
l.gel3 rolaEle
Y lrlq)lo) (/)l\,. la l6 t.:lp
loJ t> lc lf t* lol5
12t l'- I (ol d)l oJl alca c.)
lo
l=
IUiN
Itr
t(L) lL1lo
la
ft\'t'
qJ e foa
AJ co r! -\-)o -g) L]-e r0s
L f0 -.J !+=i+rn.!--i -!r!+ €F c .-c (IJ (o> E(D;E
('ro >\>. .a .c, 3(U3-o
t=d-e
.!2 (o !._--5(o-f @o) (! -@ CE l5 l-s l(U lc l6 l-Dlc
l(o lo) c (D cL c g o c!-(I' J '-- olgl
sosE(E
b.(UoE
ed) 6L:3
ct (tt > gr-(D(('!6€
EE(Dy
O)(lJ->,-J g lc l6 l= lf,l:
l(U l6 l-l(tr I o-) c 0) o-c (It o o-(I, J lc ld) CU o_ (Il:
E
o) CDl,
ts la lG ln-lcla
lcJ l0 C co a = f, c, CI o) J ol ,.1 aJl ql 9i:/
/u
l-I nr lo lo.Ir
lr l-OJ c-o)l ol EI oil lc6-i6€
CCO fiJ o-:-= -9 (l)_ 6.(g o-E c€tdq
EE
a4 -= 9. 9(o LJ l@ l-) t<l=
z, F (9 tL, :< c (D CO o_ f l-rD ro r0 UE
H d,t<l
vl
FI
<t
=t
col EI uJl 1t Nl Fv
l @ lc(o .c o-.E o--o o o) f F (U = ,a c (o o f Y = D c (U -c a-.E o-E o t)) f, (o f 't) c C' o =' J (! q)€
CJ a (q -c c\ r)O) cl) :< U) ac (r) c (It'a
.E o_ -co o rl f6
.a D co <tt I @ol --ol vl lo l-lftrl-t;
lo
1o-IEto
i0J -\l o .F qJ l =;
=;='
O .a E ---:lpt rol ol d) I -lI cl ol :i _-i aJl = .=l E;=,
--= -ol d\ l -:t.- I @ DJMols
cld
>lc t'-=x tl -:t -6-_-
:-==
=_
:-=
::'.=-
:=
F -tuz
q,r E do
ti) lit ILo
d
o. ttt V)Y
z
dtd
3
UJ Y Fi=.{. ci