• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT Mahaka Media Tbk. (dahulu PT Abdi Bangsa Tbk.) dan Anak Perusahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT Mahaka Media Tbk. (dahulu PT Abdi Bangsa Tbk.) dan Anak Perusahaan"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

PT Mahaka Media Tbk. (dahulu PT Abdi Bangsa Tbk.) dan Anak Perusahaan

Laporan Keuangan Konsolidasi

Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009

Beserta

(2)

SURAT PERNYATAAN DIREKSI

TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN

PERIODE YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER

2O1O

PT MAHAKA MEDIA TBK

>

4

>

4

>

4

> -> J L

4

l = L

4

> 4 L f I ! f l -I !-f L. E I ! z t ' I ! z t -I bi-br t -I ! ld t -I > z t -I L z

t

-L E

t

- l-fl t -I l> z

t-L b.ra I ! E

l

- l--Lria

l

- b-bJ l * I ! I

L

I L Ll

L

Y b

Kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama Jabatan Alamat Alamat Domisili Nomor Telepon 2. Nama Jabatan Alamat Alamat Domisili Nomor Telepon Menyatakan bahwa :

Rudy Setia Laksmana Direktur Utama Plaza ASIA Lt.26

Jl. Jendral Sudirman Kav 59 - Jakarta 12190

Jl. Bangka IX No. 42 AKav D.A/8 RT 005,&.W 012 Pela Mampang, Mampang Prapatan , Jakarta Selatan 0 2 1 - 5 1 4 0 1 6 5 5

Yahya Basalamah Direktur Keuangan Plaza ASIA Lt.26

Jl. Jendral Sudirman Kav 59 - Jakarta 12190 Gd. Peluru Blok G / No. 170

RT 002 RW 003, Kebon Baru Tebet, Jakarta Selatan 0 2 1 - 5 1 4 0 1 6 5 s

1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan; 2. Laporan keuangan perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip

akuntansi yang berlaku umum,

3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan perusahaan telah dimuat secara lengkap & benar

b. Laporan keuangan perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material 4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam perusahaan Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenamya.

Jakarta, 31 Maret 201 1

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

I LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN i

II LAPORAN KEUANGAN

Neraca Konsolidasi 1 - 2

Laporan Laba Rugi Konsolidasi 3

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi 4

Laporan Arus Kas Konsolidasi 5

(4)

t:

l---t:

g

t:

4

t_

r{

L:

g

L-4

t:

,1

L-L4

L-IJ

L-)J

L-

,-

L-L1

L-g

t-,4

t_

L4

L-g

L-g

1_

L{

L-

g

L-g

t_

V

l-g

L-b..

t-l--4

L-E

L-

bJ

l-.J

L-H

L-H

l-v

JAD&Rekan

Jarnaludin. Aria. Sukilrto & Rekan

J l . S e n e n R a y a 1 3 5 J a k a r t a 1 0 4 1 0 - I n d o n e s i a

fel :62-21 3500383 62-213500384 Fax :62-21 3502401

No. 311I/RPT/IIV20l I

Laporan Auditor Independen

Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham

PT Mahaka Media Tbk (dahulu PT Abdi Bangsa Tbk.)

Kami telah mengaudit neraca konsolidasi PT Mahaka Media Tbk. (dahulu PT Abdi Bangsa Tbk.) (Perusahaan) dan Anak perusahaan tanggal 3l Desember 2010 dan 2009, laporan laba rugi konsolidasi, laporan perubahan ekuitas konsolidasi serta laporan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasi adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pemyataan pendapat atas laporan keuangan konsolidasi berdasarkan audit kami.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan konsolidasi PT Mahaka Media Tbk. (dahulu PT Abdi Bangsa Tbk.) dan Anak perusahaantanggal 3l Desember 2010 dan 2009, serta hasil usaha konsolidasi dan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Seperti dijelaskan pada Catatan 2f atas laporan keuangan, mulai I Januari 2010, Perusahaan dan Anak perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006), "Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan" dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran". Penerapan PSAK revisi ini dilakukan secara prospektif.

JAMALUDIN, ARIA, SUKIMTO & REKAN

(5)

(Dalam Rupiah) 2010 2009 ASET ASET LANCAR

Kas dan setara kas (Catatan 2c, 2f, 2q dan 4) 17.759.127.703 8.127.591.097

Piutang usaha

Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 1.975.734.179 pada tahun 2010 dan Rp 2.183.339.339 pada tahun 2009

(Catatan 2d, 2f, 2q, 5 dan 20) 72.653.444.733 72.017.043.916 Pihak hubungan istimewa (Catatan 2e, 5 dan 32) 3.317.529.730 1.971.429.044 Piutang lain-lain (Catatan 6) 6.874.359.407 7.158.475.615 Persediaan (Catatan 2g, 7 dan 20) 10.981.380.892 2.216.726.772

Uang muka (Catatan 8) 33.872.686.907 13.320.153.322

Biaya dibayar di muka (Catatan 2h dan 9) 4.257.286.818 1.773.993.527

Jumlah Aset Lancar 149.715.816.190 106.585.413.293

ASET TIDAK LANCAR

Penyertaan saham (Catatan 2i, 3c dan 10) 56.811.732.759 26.088.813.779 Piutang hubungan istimewa (Catatan 2e dan 32) 7.989.534.440 21.573.874.072 Aset pajak tangguhan (Catatan 2r dan 31) 9.875.511.411 5.107.186.416 Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar

Rp 101.832.801.148 pada tahun 2010 dan Rp 35.894.626.143

pada tahun 2009 (Catatan 2j, 2m, 11, 14 dan 20) 100.674.742.105 46.076.109.815 Goodwill - setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar

Rp 9.628.487.235 pada tahun 2010 dan Rp 7.597.423.825

pada tahun 2009 (Catatan 2k, 3a dan 12) 66.512.741.864 21.014.171.437 Aset lain-lain (Catatan 2l dan 13) 8.326.386.269 3.474.576.794 Jumlah Aset Tidak Lancar 250.190.648.848 123.334.732.313

JUMLAH ASET 399.906.465.038 229.920.145.606

(6)

(Dalam Rupiah)

2010 2009

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

KEWAJIBAN LANCAR

Hutang bank jangka pendek (Catatan 14) 18.527.384.320 499.367.682 Hutang usaha

Pihak ketiga (Catatan 2f, 2q dan 15) 22.098.647.542 6.421.558.507 Pihak hubungan istimewa (Catatan 2e, 15 dan 32) 1.599.521.145 1.009.896.656 Hutang lain-lain (Catatan 2f, 2k, 2q dan 16) 17.421.718.827 2.765.470.766 Biaya masih harus dibayar (Catatan 2u, 2q dan 17) 17.751.890.053 7.422.762.418 Hutang pajak (Catatan 2r, 18 dan 31) 35.959.061.075 27.329.987.382 Pendapatan diterima di muka (Catatan 2p dan 19) 96.803.555 98.142.890 Bagian hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo

dalam waktu satu tahun (Catatan 20) 8.044.258.513 3.773.328.227 Jumlah Kewajiban Lancar 121.499.285.030 49.320.514.528

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

Hutang hubungan istimewa (Catatan 2e dan 32) 19.487.271.335 1.271.323.285 Kewajiban imbalan pasca masa kerja (Catatan 2o dan 30) 15.737.574.219 10.074.186.400 Hutang bank jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang

jatuh tempo dalam waktu satu tahun (Catatan 20) 32.961.449.347 5.776.467.466

Mandatory convertible bonds (Catatan 21) 80.919.000.000 -

Goodwill negatif (Catatan 2k dan 3a) 591.101.933 -

Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 149.696.396.834 17.121.977.151

Jumlah Kewajiban 271.195.681.864 66.442.491.679

HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI

(Catatan 2b dan 22) 17.929.219.756 12.250.327.485

EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar - 5.000.000.000 saham pada tahun 2010

dan 2.400.000.000 saham pada tahun 2009 Modal ditempatkan dan disetor penuh -

2.755.125.000 saham pada tahun 2010 dan

1.422.000.000 saham pada tahun 2009 (Catatan 23) 275.512.500.000 142.200.000.000 Tambahan modal disetor - bersih (Catatan 2n dan 24) 49.189.822.293 44.483.862.411 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali

(Catatan 2e, 3b dan 25) ( 181.286.191.489 ) -

Selisih transaksi perubahan ekuitas Anak perusahaan

(Catatan 2b, 3a dan 26) ( 1.023.151.538 ) ( 1.390.726.824 )

Saldo laba (defisit)

Ditentukan penggunaannya (Catatan 23) 438.712.505 438.712.505 Belum ditentukan penggunaannya ( 32.050.128.353 ) ( 34.504.521.650 )

Jumlah Ekuitas 110.781.563.418 151.227.326.442

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 399.906.465.038 229.920.145.606

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

(7)

(Dalam Rupiah)

2010 2009

PENJUALAN BERSIH (Catatan 2e, 2p dan 27) 177.756.575.338 147.595.013.414

BEBAN POKOK PENJUALAN (Catatan 2p dan 28) 100.626.670.983 84.477.427.776 LABA KOTOR 77.129.904.355 63.117.585.638

BEBAN USAHA (Catatan 2j, 2l, 2o, 2p, 11, 13, 29 dan 30)

Penjualan 15.932.500.151 13.732.458.099

Umum dan administrasi 54.797.876.560 42.326.879.837

Jumlah Beban Usaha 70.730.376.711 56.059.337.936

LABA USAHA 6.399.527.644 7.058.247.702

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Pendapatan bunga 341.950.962 252.836.880

Bagian laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi

(Catatan 2b, 3c dan 10) 294.793.980 ( 2.987.469.735 )

Beban bunga (Catatan 14, 16 dan 20) ( 4.419.107.918 ) ( 1.699.110.108 ) Amortisasi goodwill (Catatan 2k dan 12) ( 1.965.385.416 ) ( 1.430.579.763 ) Rugi penjualan dan pelepasan aset tetap

(Catatan 2j dan 11) ( 136.755.218 ) ( 246.992.760 )

Lain-lain - bersih 2.040.788.694 4.617.298.455

Jumlah Beban Lain-lain - Bersih ( 3.843.714.916 ) ( 1.494.017.031 ) LABA SEBELUM BEBAN (MANFAAT) PAJAK 2.555.812.728 5.564.230.671

BEBAN (MANFAAT) PAJAK (Catatan 2r dan 31)

Pajak kini 2.702.436.965 5.108.903.483

Pajak tangguhan - bersih ( 1.986.096.185 ) ( 964.040.036 )

Jumlah Beban Pajak - Bersih 716.340.780 4.144.863.447

LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA

(RUGI) BERSIH ANAK PERUSAHAAN

YANG DIKONSOLIDASI 1.839.471.948 1.419.367.224 HAK MINORITAS ATAS LABA (RUGI) BERSIH

ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI

(Catatan 2b dan 22) ( 614.921.349 ) 915.547.493

LABA BERSIH 2.454.393.297 503.819.731

LABA BERSIH PER SAHAM (Catatan 2s) 1,20 0,35

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

(8)

(Dalam Rupiah)

Selisih Selisih S lda o Laba (Defisit)

Transaksi Nilai Transaksi

Tambahan Perubahan Restrukturisasi Belum

Modal Ekuitas Anak Entitas Ditentukan Ditentukan Jumlah

Modal Saham Disetor - Bersih Perusahaan Sepengendali Penggunaannya Penggunaannya Ekuitas

Saldo, 1 Januari 2009 142.200.000.000 44.483.862.411 - - 438.712.505 ( 35.008.341.381) 152.114.233.535

Selisih transaksi perubahan ekuitas Anak perusahaan

(Catatan 2b, 3a dan 26) - - ( 1.390.726.824 ) - - - ( 1.390.726.824 )

Laba bersih tahun berjalan - - - - - 503.819.731 503.819.731

Saldo, 31 Desember 2009 142.200.000.000 44.483.862.411 ( 1.390.726.824 ) - 438.712.505 ( 34.504.521.650) 151.227.326.442

Tambahan setoran modal

(Catatan 23 dan 24) 133.312.500.000 6.665.625.000 - - - - 139.978.125.000

Biaya emisi saham

(Catatan 2n dan 24) - ( 1.959.665.118 ) - - - - ( 1.959.665.118 )

Selisih transaksi perubahan ekuitas Anak perusahaan

(Catatan 2b, 3a dan 26) - - 367.575.286 - - - 367.575.286

Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali

(Catatan 2e, 3b dan 25) - - - ( 181.286.191.489 ) - - ( 181.286.191.489 )

Laba bersih tahun berjalan - - - - - 2.454.393.297 2.454.393.297

Saldo, 31 Desember 2010 275.512.500.000 49.189.822.293 ( 1.023.151.538 ) ( 181.286.191.489 ) 438.712.505 ( 32.050.128.353) 110.781.563.418

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

(9)

(Dalam Rupiah)

2010 2009

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 183.502.392.316 138.146.185.623 Pembayaran kas kepada:

Pemasok ( 163.070.301.978 ) ( 112.309.515.283 )

Direksi ( 6.204.053.692 ) ( 4.313.808.999 )

Karyawan ( 17.474.766.433 ) ( 14.352.998.476 )

Kas yang dihasilkan (digunakan) dari operasi ( 3.246.729.787 ) 7.169.862.865 Pembayaran beban bunga ( 4.457.161.246 ) ( 1.699.110.108 ) Kegiatan operasional lainnya ( 1.298.584.068 ) ( 2.831.602.878 ) Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk)

Aktivitas Operasi ( 9.002.475.101 ) 2.639.149.879 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Hasil penjualan aset tetap 272.796.666 423.000.000

Pembelian aset tetap ( 27.538.585.027 ) ( 6.045.194.970 ) Penambahan penyertaan saham dan akuisisi Anak

perusahaan - setelah dikurangi kas yang diperoleh ( 105.501.360.991 ) ( 1.000.000.000 ) Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi ( 132.767.149.352 ) ( 6.622.194.970 )

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penambahan modal saham 139.978.125.000 -

Penambahan (penurunan) piutang hubungan istimewa 23.439.900.421 ( 3.921.777.731 ) Setoran modal pihak minoritas di Anak perusahaan 7.050.000.000 2.592.060.000

Perolehan pinjaman bank 6.432.154.557 -

Penurunan hutang hubungan istimewa ( 19.766.025.598 ) ( 976.880.632 ) Pembayaran pinjaman bank - bersih ( 3.773.328.203 ) ( 3.992.637.095 )

Biaya emisi saham ( 1.959.665.118 ) -

Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk)

Aktivitas Pendanaan 151.401.161.059 ( 6.299.235.458 )

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS

DAN SETARA KAS 9.631.536.606 ( 10.282.280.549 ) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 8.127.591.097 18.409.871.646

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 17.759.127.703 8.127.591.097

INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS

Aktivitas inventasi yang tidak mempengaruhi arus kas: Penambahan akuisisi dan penyertaan saham melalui

hutang hubungan istimewa 5.321.500.000 -

Penambahan aset tetap melalui:

- Reklasifikasi aset dalam penyelesaian

(Catatan 11) - 5.867.024.000

(10)

1. U M U M

a. Pendirian dan Informasi Umum

PT Mahaka Media Tbk. (Perusahaan) didirikan dengan nama PT Abdi Bangsa Tbk. berdasarkan Akta Notaris No. 229 tanggal 28 November 1992 oleh Ny. Siti Pertiwi Henny Shidki S.H.. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 19 Desember 1992 dalam Surat Keputusan No. C2-10310.HT.01.01.TH.92 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 9 Tambahan No. 564 tanggal 29 Januari 1993. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir dengan Akta Notaris No. 4 tanggal 4 Mei 2010 oleh Zulkifli Harahap S.H., dan telah dilaporkan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-24811.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 17 Mei 2010 sehubungan dengan peningkatan modal dasar dan perubahan nama menjadi PT Mahaka Media Tbk..

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, Perusahaan menjalankan usahanya dalam bidang penerbitan dan percetakan pers dan non pers, termasuk perfilman, periklanan dan informasi multimedia. Kantor Perusahaan terletak di Plaza ASIA (dahulu Plaza ABDA) Lantai 26, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 59, Jakarta Selatan.

Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tahun 1993.

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Penawaran Umum Perdana

Sesuai dengan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. S-153/PM/1993 tanggal 5 Februari 1993, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum perdana kepada masyarakat sebanyak 2.899.951 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. Saham yang ditawarkan ini tidak dicatatkan di Bursa Efek.

Penawaran Umum Terbatas I

Sesuai dengan Surat Keputusan Bapepam No. S-1562/PM/2000 tanggal 29 Juni 2000, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif untuk melaksanakan Penawaran Umum Terbatas I sebanyak 15 juta saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham dimana setiap pemegang saham yang memiliki 2 saham berhak atas 3 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) untuk membeli 3 saham baru yang ditawarkan dengan harga Rp 1.500 per saham.

Pencatatan Saham di Bursa

Pada tanggal 3 April 2002, Perusahaan melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Jakarta sebanyak 400 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 40 miliar yang merupakan seluruh modal dasar ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan.

Penawaran Umum Terbatas II

Pada bulan Juli 2002, Perusahaan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas II dalam rangka penerbitan HMETD sebanyak 240 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 25,2 miliar dimana setiap pemegang saham yang memiliki 5 saham berhak atas 3 HMETD untuk membeli 3 saham baru yang ditawarkan dengan harga Rp 105 per saham.

(11)

Penawaran Umum Terbatas III

Pada bulan Oktober 2004, Perusahaan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas III dalam rangka penerbitan HMETD sebanyak 512 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 64 miliar dimana setiap pemegang saham yang memiliki 5 saham berhak atas 4 HMETD untuk membeli 4 saham baru yang ditawarkan dengan harga Rp 125 per saham.

Penawaran Umum Terbatas IV

Pada bulan Juli 2008, Perusahaan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas IV dalam rangka penerbitan HMETD sebanyak 270 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 67,5 miliar dimana setiap pemegang saham yang memiliki 500 saham berhak atas 117 HMETD untuk membeli 117 saham baru yang ditawarkan dengan harga Rp 250 per saham.

Penawaran Umum Terbatas V

Pada bulan Juli 2010, Perusahaan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas V dalam rangka penerbitan HMETD sebanyak 1.333.125.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 133.312.500.000 dimana setiap pemegang saham yang memiliki 16 saham berhak atas 15 HMETD untuk membeli 15 saham baru yang ditawarkan dengan harga Rp 105 per saham.

Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya pada Bursa Efek Indonesia.

c. Anak Perusahaan

Laporan keuangan konsolidasi tahun 2010 dan 2009 meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak perusahaan dan dimiliki lebih dari 50% dengan rincian sebagai berikut:

Persentase Kepemilikan Jumlah Aset

Tahun

Kegiatan Operasi 2010 2009 2010 2009 Pokok Domisili Komersial % % Rp Rp

PT Pustaka Abdi Percetakan dan

Bangsa ***) perdagangan buku Jakarta 2003 46,87 51,00 14.521.586.041 14.571.547.272

PT Republika Media

Mandiri Penerbitan pers Jakarta 2004 91,91 90,00 130.255.217.401 98.395.188.423 PT Media Golfindo Penerbitan pers Jakarta 2000 61,57 61,57 5.117.846.794 3.054.491.163 PT Avabanindo Perdagangan umum

Perkasa dan media luar ruang Jakarta 1994 95,94 90,05 46.756.459.013 35.733.491.116 PT Mahaka Visual Perfilman dan

Indonesia perekaman video Jakarta 2003 60,00 60,00 8.630.077.926 6.097.390.625

PT Praisindo Multimedia dan

Teknologi teknologi informasi Jakarta 2003 60,00 60,00 5.863.488.213 3.994.231.977 PT Adhara Dhanapa

Mahardhika Penerbitan pers Jakarta 2008 80,06 - 3.492.160.684 - PT Danapati Abinaya

Investama Penyiaran televisi Jakarta 2005 50,00 - 56.017.767.558 -

PT Emas Indonesia

Duaribu Penerbitan pers Jakarta 2000 80,83 - 5.538.406.473 - PT Artika Kreasi

Mediatama ****) Penerbitan pers Jakarta 2000*) 64,05 - 108.472.855 - PT Metromakmur

Sejahtera ****) Penerbitan pers Jakarta 2007 79,26 - 2.426.585.554 -

PT Repubika Media

Visual *****) Penyiaran televisi Jakarta 2010 73,53 - 34.787.945.098 -

PT Republika Percetakan

Grafika *****) dan perdangan umum Jakarta **) 82,72 - 231.900.000 -

PT Cahaya Percetakan dan

Republika *****) perdagangan umum Jakarta **) 82,72 - 214.400.000 -

*) Tidak beroperasi secara komersial sejak tanggal 1 Februari 2010 **) Belum beroperasi secara komersial

(12)

d. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

Berdasarkan Akta Notaris No. 26 oleh Zulkifli Harahap S.H., tanggal 27 Juli 2010, susunan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:

Komisaris Direksi

Komisaris Utama - Drs. Abdulgani, MA Direktur Utama - Rudi Setia Laksmana

Komisaris - R. Harry Zulnardy Direktur - Yahya Basalamah Komisaris - Gavin O’Reilly Direktur - Susie Kurniasih Komisaris - Rosan Perkasa Roeslani Direktur - Adrian Syarkawi

Komisaris - Erick Thohir Direktur - Daniel JP Wewengkang Komisaris Independen - Pradjoto Direktur - Agoosh Yoosran

Berdasarkan Akta Notaris No. 2 oleh Soegeng Santosa S.H., tanggal 4 Juni 2009, susunan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut:

Komisaris Direksi

Komisaris Utama - Drs. Abdulgani, MA Direktur Utama - Rudi Setia Laksmana

Komisaris - R. Harry Zulnardy Direktur - Yahya Basalamah Komisaris - Gavin O’Reilly Direktur - Susie Kurniasih Komisaris - Rosan Perkasa Roeslani

Komisaris Independen - Pradjoto

Komisaris Independen - Drs. Abdulgani, MA

Susunan komite audit dan Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

2010 2009

Ketua Pradjoto Pradjoto

Anggota Palgunadi Tatit Setyawan Palgunadi Tatit Setyawan

Anggota Kardinal Karim Kardinal Karim

Sekretaris Perusahaan Susie Kurniasih Yahya Basalamah Jumlah gaji dan tunjangan lainnya yang diberikan kepada komisaris dan direksi Perusahaan dan Anak perusahaan pada tahun 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

2010 2009 Komisaris 658.168.182 500.000.000 Direksi 5.545.885.510 3.813.808.999 Jumlah 6.204.053.692 4.313.808.999

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan dan Anak perusahaan mempunyai masing-masing 761 dan 537 orang karyawan tetap (tidak diaudit).

(13)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi disajikan sesuai dengan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 Tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan.

Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan konsep biaya historis, kecuali persediaan yang dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih dan aset tetap tertentu yang telah dinilai kembali berdasarkan ketentuan pemerintah. Laporan keuangan konsolidasi disusun menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasi.

Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah.

b. Prinsip Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi meliputi akun-akun Perusahaan dan Anak perusahaan, dimana Perusahaan mempunyai kepemilikan saham dengan hak suara lebih dari 50%.

Seluruh saldo akun dan transaksi yang material, termasuk keuntungan/kerugian yang belum direalisasi, antar perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan Anak perusahaan sebagai satu kesatuan usaha.

Bagian pemegang saham minoritas atas ekuitas Anak perusahaan disajikan dalam akun “Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi” pada neraca konsolidasi sebesar persentase kepemilikannya sedangkan bagian pemegang saham minoritas atas laba bersih Anak perusahaan disajikan dalam akun “Hak Minoritas atas Laba Bersih Anak perusahaan yang Dikonsolidasi” pada laba rugi konsolidasi sebesar persentase kepemilikannya.

Kerugian yang menjadi bagian dari pemegang saham minoritas pada Anak perusahaan dapat melebihi bagiannya dalam modal disetor. Kelebihan tersebut dan kerugian lebih lanjut yang menjadi bagian pemegang saham minoritas, harus dibebankan pada pemegang saham mayoritas yang dalam hal ini adalah Perusahaan, kecuali terdapat kewajiban yang mengikat pemegang saham minoritas untuk menutupi kerugian tersebut dan pemegang saham minoritas mampu memenuhi kewajibannya. Apabila pada periode selanjutnya, Anak perusahaan melaporkan laba, maka laba tersebut harus terlebih dahulu dialokasikan kepada pemegang saham mayoritas sampai seluruh bagian kerugian pemegang saham minoritas yang dibebankan pada pemegang saham mayoritas dapat ditutup.

Selisih lebih yang tidak teridentifikasi antara biaya perolehan dengan nilai wajar aset bersih Anak perusahaan yang diakuisisi dibukukan sebagai “Goodwill” dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 20 tahun karena berdasarkan pertimbangan manajemen Perusahaan, akusisi Anak perusahaan bersifat jangka panjang yang akan meningkatkan nilai Perusahaan sebagai induk perusahaan dengan bisnis media terintegrasi.

Perubahan nilai investasi yang disebabkan terjadinya perubahan nilai ekuitas Anak perusahaan yang bukan merupakan transaksi antara Perusahaan dengan Anak perusahaan diakui sebagai bagian dari ekuitas dengan akun “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak perusahaan” dan akan diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat pelepasan investasi yang bersangkutan.

(14)

c. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank, serta deposito jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dan tidak dijaminkan.

d. Penyisihan Piutang Ragu-ragu

Pada saat pengakuan awal piutang usaha diukur sebesar nilai wajar dan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi penyisihan penurunan nilai.

Cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk ketika terdapat bukti obyektif bahwa Perusahaan tidak akan dapat menagih semua piutang sesuai dengan persyaratan awal piutang. Kesulitan keuangan yang signifikan pada debitur, probabilitas bahwa debitur akan dinyatakan pailit atau reorganisasi keuangan, dan wanprestasi atau tunggakan dalam pembayaran dianggap indikator bahwa piutang usaha telah turun nilainya. Jumlah cadangan tersebut adalah selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan, yang didiskontokan pada suku bunga efektif awal.

Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui penggunaan akun cadangan, dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi. Ketika piutang usaha tidak dapat ditagih, piutang tersebut dihapuskan terhadap akun cadangan. Penerimaan kemudian atas jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap laporan laba rugi.

e. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Perusahaan dan Anak perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Sesuai dengan PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”, yang dimaksud dengan mempunyai hubungan istimewa adalah:

(1) perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies,

subsidiaries dan fellow subsidiaries);

(2) perusahaan asosiasi;

(3) perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut; yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor;

(4) karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan

(5) perusahaan, bilamana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam penjelasan (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan yang bersangkutan. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor.

Semua transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik ataupun tidak dilaksanakan berdasarkan harga dan kondisi normal seperti halnya transaksi dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi.

(15)

Sesuai dengan PSAK No. 38 tentang “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”, transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali berupa pengalihan saham yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak dapat menimbulkan laba atau rugi bagi seluruh kelompok Perusahaan ataupun bagi entitas individual dalam kelompok Perusahaan tersebut.

f. Instrumen Keuangan

Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan dan Anak perusahaan mengadopsi PSAK No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan pelaporan”, dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”.

PSAK No. 50 (Revisi 2006) mengatur persyaratan tentang penyajian dari instrumen keuangan dan informasi yang harus diungkapkan di dalam laporan keuangan, sedangkan PSAK No. 55 (Revisi 2006) mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan, dan kontrak pembelian dan penjualan item non-keuangan. Pernyataan ini, antara lain, memberikan definisi dan karakteristik terhadap derivatif, kategori dari instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan dari hubungan lindung nilai.

Efek kumulatif dari penerapan PSAK yang direvisi tersebut dianggap tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan sehingga tidak dicatat pada saldo laba tanggal 1 Januari 2010. Aset Keuangan

Pengakuan dan Pengukuran Awal

Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2006) diklasifikasikan sebagai salah satu aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan tersedia untuk dijual. Perusahaan dan Anak perusahaan menetapkan klasifikasi aset keuangan setelah pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan melakukan evaluasi pada setiap akhir tahun keuangan.

Pada saat pengukuran awalnya, aset keuangan diukur pada nilai wajar, dan dalam hal aset keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan tersebut.

Pengukuran Setelah Pengakuan Awal

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak dimiliki kuotasi di pasar aktif. Setelah pengakuan awal, PSAK No.55 (Revisi 2006) mensyaratkan aset tersebut dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dan keuntungan dan kerugian terkait diakui pada laporan laba rugi ketika pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.

Aset keuangan utama Perusahaan dan Anak perusahaan meliputi kas dan setara kas serta piutang.

Kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain diklasifikasikan dan dicatat sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang sesuai dengan PSAK No. 55 (Revisi 2006).

(16)

f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

Penyisihan atas jumlah yang tidak tertagih dicatat bila ada bukti yang obyektif bahwa Perusahaan dan Anak perusahaan tidak akan dapat menagih hutang tersebut. Piutang tidak tertagih dihapuskan pada saat diidentifikasi. Rincian lebih lanjut tentang kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan diungkapkan pada paragraf-paragraf berikutnya yang relevan dibawah Catatan ini.

Penghentian Pengakuan

Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa terjadi bila:

i. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau

ii. Perusahaan dan Anak perusahaan mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (a) secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (b) secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.

Apabila Perusahaan dan Anak perusahaan mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau mengadakan kesepakatan penyerahan dan tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan tersebut dan juga tidak mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut, maka suatu aset keuangan baru diakui oleh Perusahaan dan Anak perusahaan sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut.

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk setiap aset baru yang diperoleh dikurangi setiap kewajiban baru yang harus ditanggung; dan (ii) setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui secara langsung dalam ekuitas, harus diakui pada laporan laba rugi.

Penurunan Nilai

Pada setiap tanggal neraca, Perusahaan dan Anak perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan dianggap telah terjadi jika, dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (“peristiwa yang merugikan”), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.

Aset Keuangan yang Dicatat pada Biaya Perolehan Diamortisasi

Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan pertama kali menentukan secara individual apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.

Jika Perusahaan dan Anak perusahaan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka Perusahaan memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau terus diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

(17)

f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan dan jumlah kerugian tersebut diakui secara langsung dalam laporan laba rugi. Pendapatan bunga terus diakui atas nilai tercatat yang telah dikurangi tersebut berdasarkan tingkat suku bunga efektif awal aset keuangan tersebut. Pinjaman yang diberikan beserta dengan penyisihan terkait dihapuskan jika tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan, jika ada, sudah direalisasi atau ditransfer kepada Perusahaan dan Anak perusahaan.

Jika, dalam tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang yang dikarenakan peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui ditambahkan atau dikurangi (dipulihkan) dengan menyesuaikan akun penyisihan. Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya perolehan diamortisasi yang seharusnya jika penurunan nilai tidak diakui pada tanggal pemulihan dilakukan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi.

Nilai kini atas estimasi arus kas masa datang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman yang diberikan memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku.

Kewajiban Keuangan

Pengakuan dan Pengukuran Awal

Kewajiban keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2006) diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, hutang dan pinjaman. Pada tanggal neraca, Perusahaan dan Anak perusahaan tidak memiliki kewajiban keuangan selain yang diklasifikasikan sebagai hutang dan pinjaman. Perusahaan menetapkan klasifikasi atas kewajiban keuangan pada saat pengakuan awal.

Pengakuan awal kewajiban keuangan dicatat pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

Kewajiban keuangan utama Perusahaan dan Anak perusahaan meliputi hutang bank, hutang usaha, hutang lain-lain dan biaya masih harus dibayar.

Pengukuran Setelah Pengakuan Awal

a) Hutang dan Pinjaman Jangka Panjang yang Dikenakan Bunga

Setelah pengakuan awal, hutang dan pinjaman jangka panjang yang dikenakan bunga diukur dengan biaya yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”). Pada tanggal neraca, biaya bunga yang masih harus dibayar dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian kewajiban lancar. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba atau rugi ketika kewajiban dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai bagian dari “Beban Bunga dan Keuangan Lainnya” dalam laporan laba rugi konsolidasi.

(18)

f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

Penghentian Pengakuan

Suatu kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

g. Persediaan

Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode “Masuk Pertama, Keluar Pertama (First in first out

-FIFO)”. Harga perolehan barang jadi terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya-biaya

langsung lainnya dan biaya overhead yang dinyatakan sebesar nilai yang terkait dengan produksi. Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.

h. Biaya Dibayar Di Muka

Biaya dibayar di muka dibebankan selama masa manfaatnya dengan metode garis lurus.

i. Penyertaan saham

Penyertaan pada Perusahaan asosiasi dengan pemilikan antara 20% sampai dengan 50%, baik langsung maupun tidak langsung, dinyatakan berdasarkan metode ekuitas (equity method), dimana biaya perolehan penyertaan ditambahkan atau dikurangi dengan bagian Perusahaan atau Anak perusahaan atas laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi sejak tanggal perolehan. Kerugian yang melebihi nilai tercatat penyertaan diakui bila Perusahaan atau Anak perusahaan mempunyai komitmen untuk menyediakan bantuan pendanaan atau menjamin kewajiban Perusahaan asosiasi. Bagian laba (rugi) bersih Perusahaan asosiasi disesuaikan dengan amortisasi selisih antara biaya perolehan penyertaan dengan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset bersih pada saat perolehan (goodwill) yang dihitung dengan metode garis lurus selama 20 tahun karena berdasarkan pertimbangan manajemen Perusahaan, akusisi perusahaan asosiasi bersifat jangka panjang yang akan meningkatkan nilai Perusahaan sebagai induk perusahaan dengan bisnis media terintegrasi. Dividen kas dicatat sebagai pengurang nilai penyertaan.

j. Aset Tetap

Aset tetap, setelah pengakuan awal, dipertanggungjawabkan dengan menggunakan model biaya. Aset tetap kecuali tanah yang tidak disusutkan, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (“carrying amount”) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Tahun

Bangunan dan prasarana 10 - 20

Peralatan dan perabot kantor 4 - 8

Kendaraan 4 - 7

Mesin cetak 8

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

(19)

Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan di-review, dan jika sesuai keadaan disesuaikan secara prospektif.

Aset tetap yang tidak digunakan dinyatakan sebesar jumlah terendah antara jumlah tercatat atau nilai wajar setelah dikurangi biaya penjualan aset tersebut dan disajikan pada aset lain-lain dalam neraca konsolidasi, kecuali untuk aset yang diharapkan akan dijual dalam masa satu tahun disajikan sebagai aset lancar lainnya.

Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset telah selesai dan siap untuk digunakan.

k. Goodwill

Selisih lebih yang tidak teridentifikasi antara biaya perolehan dengan nilai wajar aset bersih Anak perusahaan yang diakuisisi dibukukan sebagai “Goodwill” dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 20 tahun karena berdasarkan pertimbangan manajemen Perusahaan, akusisi Anak perusahaan bersifat jangka panjang yang akan meningkatkan nilai Perusahaan sebagai induk perusahaan dengan bisnis media terintegrasi. Jika biaya perolehan (cost of the acquisition) lebih rendah dari bagian (interest) Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi saat tanggal akuisisi, maka nilai wajar aset non moneter sudah diturunkan secara proporsional, sampai seluruh selisih tersebut dieliminasi. Apabila setelah nilai wajar aset non moneter sudah diturunkan seluruhnya, dan ternyata masih terdapat sisa selisih yang belum dieliminasi, maka sisa selisih tersebut diakui sebagai “Goodwill Negatif” dan diperlakukan sebagai pendapatan ditangguhkan (deferred income) dan diakui sebagai pendapatan secara sistematis selama 20 (dua puluh) tahun.

l. Beban Ditangguhkan

Beban ditangguhkan merupakan biaya-biaya pengembangan program yang akan diproses untuk memperoleh hak intelektual. Beban ditangguhkan akan diamortisasi selama 4 (empat) tahun dengan menggunakan metode garis lurus.

m. Penurunan Nilai Aset

Perusahaan dan Anak perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan adanya indikasi terjadinya penurunan nilai aset sesuai dengan PSAK No. 48 mengenai “Penurunan Nilai Aset”. Perusahaan dan Anak perusahaan diharuskan untuk menentukan taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable

amount) atas nilai semua asetnya apabila terdapat situasi atau keadaan yang memberikan indikasi

terjadinya penurunan nilai aset dan mengakuinya sebagai kerugian dalam laporan laba rugi.

n. Biaya Emisi Saham

Sesuai dengan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 mengenai Perubahan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan, biaya emisi saham dikurangkan dari tambahan modal disetor (agio saham).

o. Imbalan Kerja

Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004) tentang “Imbalan Kerja”, perhitungan estimasi kewajiban imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-undang ditentukan dengan menggunakan metode aktuarial “Projected Unit Credit”. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian ini diakui dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan rata-rata sisa masa kerja karyawan. Selanjutnya, biaya jasa tahun lalu yang timbul dari pengenalan program imbalan pasti atau

(20)

p. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan dari transaksi penjualan diakui pada saat barang diserahkan dan pendapatan dari transaksi penjualan jasa diakui pada saat jasa dilaksanakan sesuai prestasi. Pembayaran kontrak dan iklan yang diterima di muka dicatat dalam akun “Pendapatan Diterima di Muka”. Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

q. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah untuk mencerminkan kurs tengah Bank Indonesia. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, kurs yang digunakan dihitung berdasarkan kurs tengah jual-beli uang kertas asing dan/atau kurs tengah transaksi terakhir yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia, yaitu sebesar Rp 8.991 dan Rp 9.400 untuk $AS 1.

r. Perpajakan

Pajak penghasilan tangguhan disajikan sepenuhnya, dengan menggunakan metode kewajiban. Pajak penghasilan tangguhan timbul akibat perbedaan temporer yang ada antara aset dan kewajiban atas dasar pajak dengan nilai tercatat aset dan kewajiban dalam laporan keuangan konsolidasi. Pajak penghasilan tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal pada masa datang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset pajak tangguhan tersebut.

Perubahan kewajiban perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan, atau apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan.

s. Laba Bersih per Saham

Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang ditempatkan dan disetor penuh, yang beredar selama tahun yang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar adalah sejumlah 2.046.626.434 saham pada tahun 2010 dan 1.422.000.000 saham pada tahun 2009.

t. Informasi Segmen

Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Informasi segmen primer adalah berdasarkan segmen usaha yaitu sirkulasi dan iklan surat kabar, buku, film rekam video, media luar ruang, majalah, multimedia dan teknologi informasi dan penyiaran televisi. Perusahaan tidak menyajikan segmen sekunder berupa segmen geografis karena menurut pendapat manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan, operasional di luar Jakarta tidak material dan perhitungannya tidak praktis untuk dilakukan.

u. Penggunaan Estimasi

Penyajian laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan untuk membuat estimasi dan asumsi terhadap jumlah yang dilaporkan. Oleh karena tidak adanya kepastian dalam membuat estimasi, maka terdapat kemungkinan hasil aktual yang dilaporkan pada masa yang akan datang akan berbeda dengan estimasi tersebut. Perbedaan antara estimasi dan hasil aktual dibebankan atau dikreditkan pada operasi tahun berjalan.

(21)

3. AKUISISI DAN RESTRUKTURISASI ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN ASOSIASI

a. Akuisisi, Penambahan Investasi dan Restrukturisasi Anak Perusahaan PT Emas Indonesia Duaribu (EID)

Berdasarkan Akta Jual Beli Saham oleh Notaris Zulkifli Harahap S.H., No. 19A tanggal 19 Agustus 2010, Perusahaan membeli saham yang dimiliki PT Media Suara Global, pihak ketiga, pada EID sebanyak 24.250 lembar saham (80,83% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada EID) dengan harga Rp 13.500.000.000. Selisih antara harga beli dan nilai buku penyertaan sebesar Rp 25.504.062.560 disajikan sebagai “Goodwill” dalam kelompok Aset Tidak Lancar di neraca konsolidasi.

Berikut adalah perhitungan goodwill atas akuisisi EID:

Harga beli 13.500.000.000

Nilai buku penyertaan ( 12.004.062.560 )

Goodwill 25.504.062.560

PT Avabanindo Perkasa (AP)

Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham tanggal 24 September 2010, Perusahaan membeli saham milik Rachmad Gobel, pihak ketiga, sebanyak 2.168 lembar saham (5,89% dari saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada AP) dengan harga Rp 1.084.000.000. Selisih antara harga beli dan proporsi saham yang dibeli atas nilai buku penyertaan sebesar Rp 656.779.925 disajikan sebagai “Goodwill Negatif” dalam kelompok Kewajiban Tidak Lancar di neraca konsolidasi.

Berikut adalah perhitungan goodwill negatif atas akuisisi saham AP:

Harga beli 1.084.000.000

Nilai buku penyertaan 1.740.779.925

Goodwill Negatif ( 656.779.925 )

PT Adhara Dhanapa Mahardhika (ADM)

Berdasarkan Akta Jual Beli Saham oleh Notaris Zulkifli Harahap S.H., No. 21 dan 22 tanggal 20 Oktober 2010, Perusahaan membeli seluruh saham yang dimiliki Andre Johannes Mamuaya dan sebagian saham yang dimiliki Rino Oestara pada ADM masing-masing sebanyak 213.370 dan 8.306 lembar saham (80,06 % dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada ADM) dengan harga Rp 12.750.000.000. Selisih antara harga beli dan nilai buku penyertaan sebesar Rp 21.049.912.443 disajikan sebagai “Goodwill” dalam kelompok Aset Tidak Lancar di neraca konsolidasi.

Berikut adalah perhitungan goodwill atas akuisisi ADM:

Harga beli 12.750.000.000

Nilai buku penyertaan ( 8.299.912.443 )

Goodwill 21.049.912.443

PT Republika Media Mandiri (RMM)

Pada tahun 2010, Perusahaan melakukan penambahan penyertaan saham di RMM sebesar Rp 22.100.000.000 atau sebanyak 2.210.000 saham sehingga kepemilikan Perusahaan di RMM naik

(22)

b. Akuisisi Anak perusahaan dari Pihak Hubungan Istimewa PT Pustaka Abdi Bangsa

Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham tanggal 27 September 2010 yang telah didaftarkan kepada Notaris Zulkifli Harahap S.H., No. 70/WM/XI/2010 tanggal 8 November 2010, Perusahaan menjual 1.275 lembar saham miliknya di PT Pustaka Abdi Bangsa, Anak perusahaan, dengan nilai nominal 127.500.000 kepada PT Republika Media Mandiri, Anak perusahaan, dengan nilai Rp 4.500.000.000.

Berikut adalah perhitungan Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali atas pelepasan PT Pustaka Abdi Bangsa:

Harga beli 4.500.000.000

Nilai buku penyertaan ( 4.445.778.832 )

Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali 54.221.168

PT Danapati Abinaya Investama

Berdasarkan Akta Jual Beli Saham oleh Notaris Zulkifli Harahap S.H., No. 19 dan 20 tanggal 20 Oktober 2010, Perusahaan membeli seluruh saham-saham yang dimiliki PT Beyond Media (entitas sepengendali) dan PT Echo Media Tama pada PT Danapati Abinaya Investama masing-masing sebanyak 22.500 lembar saham (50 % dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada PT Danapati Abinaya Investama) dengan harga Rp 55.500.000.000. Selisih antara harga beli dan nilai buku penyertaan sebesar Rp 181.340.412.657 disajikan sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” dalam kelompok Ekuitas di neraca konsolidasi.

Berikut adalah perhitungan Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali atas akuisisi PT Danapati Abinaya Investama:

Harga beli 55.500.000.000

Nilai buku penyertaan ( 125.840.412.657 )

Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali 181.340.412.657

c. Pembelian Saham dan Pendirian Perusahaan Asosiasi PT Sprint Media

Berdasarkan Akta No. 20 tanggal 20 Januari 2010 oleh Notaris Dr. Benny Djaja S.H., Perusahaan mendirikan PT Sprint Media dan bagian saham milik Perusahaan sebanyak 150 lembar saham atau 30% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh PT Sprint Media dengan nilai Rp 150.000.000.

PT Radio Attahiriyah

Berdasarkan Akta Jual Beli Saham oleh Notaris Zulkifli Harahap S.H., No. 15 tanggal 20 Oktober 2010 Perusahaan membeli seluruh saham yang dimiliki PT Media Suara Global pada PT Radio Attahiriyah sebanyak 116 lembar saham (20% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada PT Radio Attahiriyah) dengan harga Rp 19.000.000.000.

PT Suara Irama Indah

Berdasarkan Akta Jual Beli Saham oleh Notaris Zulkifli Harahap S.H., No. 17 tanggal 20 Oktober 2010, Perusahaan membeli seluruh saham yang dimiliki PT Media Suara Global pada PT Suara Irama Indah sebanyak 8.811 lembar saham (20 % dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada PT Suara Irama Indah) dengan harga Rp 11.278.125.000.

(23)

4. KAS DAN SETARA KAS 2010 2009

Akun ini terdiri dari:

Kas 319.015.354 367.197.827

Bank

Rekening Rupiah

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 4.413.232.184 160.940.045 PT Bank Central Asia Tbk. 4.267.589.877 3.936.483.605 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 2.366.271.134 1.806.603.941

PT Bank Panin Tbk. 1.664.143.261 57.750.408

PT Bank CIMB Niaga Tbk. 573.660.276 431.120.795 PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 250.063.632 1.115.318 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 163.568.771 30.129.340 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 122.389.040 290.040.712

PT Bank Syariah Mandiri 83.021.787 560.139.852

The Hongkong and Shanghai Banking Corporation 80.065.549 -

PT Bank Bukopin Tbk. 17.687.790 463.193.905

PT Bank Mega Tbk. 2.378.410 -

PT Bank DKI 2.318.131 520.000

PT Bank Muamalat Indonesia 1.279.408 3.996.208

PT Bank Permata Tbk. 1.277.146 -

PT Bank Pembangunan Daerah Lampung 1.152.603 5.347.603 PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. 868.906 -

PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk. 804.723 3.984.724 PT Bank Internasional Indonesia Tbk. - 389.917 Rekening Dolar Amerika Serikat

PT Bank Panin Tbk. ($AS 25.379,92 pada tahun 2010

dan $AS 873,38 pada tahun 2009) 228.190.860 8.209.761

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

($AS 4.359,13 pada tahun 2010) 39.192.938 -

PT Bank Central Asia Tbk.

($AS 67,91 pada tahun 2010) 610.579 -

PT Bank Bukopin Tbk.

($AS 38,41 pada tahun 2010) 345.344 -

PT Bank Internasional Indonesia Tbk.

($AS 45,44 pada tahun 2009) - 427.136

Jumlah bank 14.280.112.349 7.760.393.270

Deposito berjangka

PT Bank Panin Tbk. 3.000.000.000 -

PT Bank Syariah Mandiri 140.000.000 -

PT Bank DKI 20.000.000 -

Jumlah deposito berjangka 3.160.000.000 -

Jumlah 17.759.127.703 8.127.591.097

(24)

5. PIUTANG USAHA 2010 2009

Akun ini merupakan piutang usaha yang terdiri dari: Pihak ketiga:

Sirkulasi dan iklan surat kabar 42.909.009.573 48.271.698.252

Media luar ruang 11.171.337.619 17.490.613.659

Penyiaran televisi 5.635.932.846 -

Multimedia dan teknologi informasi 3.788.789.243 2.070.720.722

Penerbitan 2.275.892.980 2.433.645.692

Majalah 3.265.619.057 1.490.619.495

Program 1.587.027.140 2.017.914.981

Lain-lain 3.995.570.454 425.170.454

Jumlah pihak ketiga 74.629.178.912 74.200.383.255

Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu ( 1.975.734.179 ) ( 2.183.339.339 )

Jumlah pihak ketiga - bersih 72.653.444.733 72.017.043.916

Pihak hubungan istimewa (lihat Catatan 32):

PT Beyond Media 2.451.370.930 1.841.753.930

PT Suara Irama Indah 373.410.000 -

PT Radio Attahiriyah 324.100.000 2.609.990

PT Ekatana Intrasurya Persada 53.148.800 43.598.800

PT Entertainment Live Indonesia 44.000.000 -

PT Portrait Ciptakarya Talenta 44.000.000 -

PT Kalyanamitra Adhara Mahardhika 27.500.000 14.019.564

PT Danapati Abinaya Investama - 66.446.760

PT Metromakmur Sejahtera - 3.000.000

Jumlah pihak hubungan istimewa 3.317.529.730 1.971.429.044 Jumlah piutang usaha - bersih 75.970.974.463 73.988.472.960

Rincian piutang berdasarkan nama pelanggan adalah sebagai berikut:

2010 2009

Pihak ketiga:

PT Wira Pamungkas Pariwara 1.635.250.447 943.216.880 PT Metrotech Jaya Komunika Indonesia 1.476.200.000 - PT Citra Karya Mandiri 1.000.000.000 5.554.250.000

PT Flapkomindo Mitra Integrasi 990.000.000 -

PT Cakrawala Andalas Televisi 870.930.000 -

PT Sugitek Indo Tama 880.000.000 -

PT Infomedia Nusantara 763.279.000 763.279.000

PT Buana Media Teknologi 725.170.454 -

PT Ditibone Putera 722.442.373 674.200.773

PT Warna Warni Perdana 555.500.000 -

Lutfi Agency 538.792.658 554.336.413

PT Pertamina (Persero) 250.875.000 1.526.279.800

PT Indofood 168.072.381 2.938.848.285

PT Inter Pariwara Global 179.399.000 71.218.000

I-Media Singapore 160.304.506 777.000.000

PT Telkomsel 127.512.300 610.546.845

(25)

5. PIUTANG USAHA (Lanjutan) 2010 2009

PT Mida Jaya 50.771.642 3.950.000.000

PT San Miquel Indonesia 43.712.005 212.547.005 PT Asia Media Network 26.400.000 2.669.768.810 PT Indonesia Media Exchange 19.008.000 688.644.000

PT Manifesto Adworks 2.856.004 2.409.522.158

PT Advisindo Artistika - 642.333.693

Lain-lain 63.322.253.142 48.805.800.993

Jumlah pihak ketiga 74.629.178.912 74.200.383.255

Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu ( 1.975.734.179 ) ( 2.183.339.339 ) Jumlah pihak ketiga - bersih 72.653.444.733 72.017.043.916

Pihak hubungan istimewa (lihat Catatan 32):

PT Beyond Media 2.451.370.930 1.841.753.930

PT Suara Irama Indah 373.410.000 -

PT Radio Attahiriyah 324.100.000 2.609.990

PT Ekatana Intrasurya Persada 53.148.800 43.598.800

PT Entertainment Live Indonesia 44.000.000 -

PT Portrait Ciptakarya Talenta 44.000.000 -

PT Kalyanamitra Adhara Mahardhika 27.500.000 14.019.564

PT Danapati Abinaya Investama - 66.446.760

PT Metromakmur Sejahtera - 3.000.000

Jumlah pihak hubungan istimewa 3.317.529.730 1.971.429.044 Jumlah piutang usaha - bersih 75.970.974.463 73.988.472.960

Rincian umur piutang usaha dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:

2010 2009

Pihak ketiga:

1 hari sampai 30 hari 20.767.326.015 30.788.985.870 31 hari sampai 60 hari 15.114.756.589 5.917.583.711 61 hari sampai 90 hari 12.806.974.504 5.465.740.208 Lebih dari 90 hari 25.940.121.804 32.028.073.466

Jumlah pihak ketiga 74.629.178.912 74.200.383.255

Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu ( 1.975.734.179 ) ( 2.183.339.339 )

Jumlah pihak ketiga - bersih 72.653.444.733 72.017.043.916

Pihak hubungan istimewa:

Sampai dengan 30 hari 395.825.000 -

31 hari sampai 60 hari 102.310.000 39.118.464

61 hari sampai 90 hari 429.602.000 80.846.918

Lebih dari 90 hari 2.389.792.730 1.851.463.662

Jumlah pihak hubungan istimewa 3.317.529.730 1.971.429.044

(26)

Piutang usaha PT Republika Media Mandiri, Anak perusahaan, sejumlah Rp 1.585.000.000 dijadikan jaminan atas hutang bank jangka panjang yang diperoleh dari PT Bank Syariah Mandiri (lihat Catatan 20).

Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut:

2010 2009

Saldo awal tahun 2.183.339.339 1.794.202.284

Perubahan selama tahun berjalan

Penambahan penyisihan 185.639.338 389.137.055

Penghapusan piutang ( 393.244.498 ) -

Saldo akhir tahun 1.975.734.179 2.183.339.339

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun 2010 dan 2009, manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan berkeyakinan bahwa penyisihan piutang ragu-ragu adalah cukup untuk menutup kemungkinan tidak tertagihnya piutang di kemudian hari.

6. PIUTANG LAIN-LAIN 2010 2009

Akun ini terdiri dari:

PT Wanakusuma Production 3.300.000.000 -

PT Dika Data Securindo 2.332.300.000 -

Piutang karyawan 952.558.266 3.578.255.644

PT Global Media Wahana Entertainment - 3.300.000.000

Lain-lain 289.501.141 280.219.971

Jumlah 6.874.359.407 7.158.475.615

Piutang kepada PT Wanakusuma Production merupakan piutang atas perjanjian pembiayaan pembuatan film dokumenter dengan PT Republika Media Mandiri, Anak perusahaan (lihat Catatan 34c).

Piutang kepada PT Dika Data Securindo merupakan piutang atas perjanjian pembiayaan pembuatan aplikasi serta strategi untuk menjalankan bisnis digital initiative, content provider dan value added service (lihat Catatan 34d).

Piutang kepada karyawan tidak dibebani bunga dan akan dilunasi secara cicilan melalui pemotongan langsung dari gaji karyawan yang bersangkutan.

Piutang kepada PT Global Media Wahana Entertainment merupakan piutang atas perjanjian pembiayaan pembuatan film layar lebar dengan PT Republika Media Mandiri, Anak perusahaan (lihat Catatan 34b). Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun masing-masing piutang pada akhir tahun 2010 dan 2009, manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan berkeyakinan bahwa semua piutang dapat ditagih. Oleh sebab itu, Perusahaan dan Anak perusahaan tidak melakukan pencadangan piutang ragu-ragu.

7. PERSEDIAAN 2010 2009

Rincian persediaan adalah sebagai berikut:

Program 7.333.154.121 - Buku 2.736.392.678 1.575.307.433 Kertas koran 712.831.189 487.402.760 Barang pra-cetak 183.139.904 148.006.329 Lain-lain 15.863.000 6.010.250 Jumlah 10.981.380.892 2.216.726.772

Referensi

Dokumen terkait

Ekstrak daun pepaya (Carica papaya Linn) diduga memiliki efek sebagai larvasida terhadap Aedes aegypti karena memiliki berbagai zat metabolit aktif berupa

disa"paikan klien akan "e"uda!kan perawat dala" berinteraksi

Pada hari ini, Minggu, 28 Desember 2014, GI. Linda Mega akan melayani di Gereja Kehidupan Rohani - Gedong. Bagi Jemaat yang membutuhkan pelayanan dapat menghubungi hamba Tuhan atau

Berdasarkan peristiwa-peristiwa tertentu atau perhitungan, mereka mungkin memutuskan un- tuk membeli mata uang dengan harapan bahwa yang terakhir akan naik nilainya dan mereka

Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya (baik file atau program) maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya, jika belum terinfeksi maka sang virus akan

Pemeriksaan indra penciuman Inspeksi lebar celah palpebra Inspeksi pupil (ukuran dan bentuk) Reaksi pupil terhadap cahaya Reaksi pupil terhadap obyek dekat Penilaian gerakan bola