• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN RNC PADA PROSES LOAD BALANCING DENGAN METODE REHOMING.doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN RNC PADA PROSES LOAD BALANCING DENGAN METODE REHOMING.doc"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi dewasa ini semakin meningkat begitu juga dengan dunia telekomunikasi yang tak terbendung lagi. Di zaman yang modern ini hamper semua orang membutuhkan yang namanya telekomunikasi , lebih detailnya adalah telekomunikasi bergerak/mobile atau yang lebih sering disebut seluler dimana yang dalam beberapa tahun ini perkembangannya sangat drastis . dari AMPS , GSM , EDGE , HSDPA sampai yang paling terbaru yaitu LTE. Hal ini juga yang berbanding lurus dengan tingkat pemenuhan perangkat yang memadai. Perencanaan yang matang sangat dibutuhkan untuk mendesain arsitektur , kapasitas , dan layanan tersebut dimana banyak saat ini sistem BTS GSM di paralelkan sistemnya dengan 3G , dimana kedepannya semua sistem seluler sudah 3G semua . namun hal tersebut memicu problem dimana okupansi RNC tidak dapat lagi menghandle beban dari banyaknya subordinate nodeB – nodeB. Oleh karena itu optimalisasi load balancing sangat perlu dilakukan . dimana dengan metode rehoming , beban RNC di suatu cluster dapat diperkecil atau di bagi ke RNC lainnya atau RNC baru agar kinerja sistem tidak berlebihan , sehingga kinerjanya dapat berfungsi secara maksimal sesuai dengan parameter optimal.

1.2 Pokok Permasalahan

Tugas akhir bertujuan mengetahui bagaimana dampak rehoming terhadap trafik jaringan seluler 3G akibat adanya penambahan RNC dengan tahapan pelaksanaan rehoming perbandingan parameter RNC sebelum dan sesudah dilakukannya rehoming

1.3 Batasan Masalah

(2)

1. Jaringan yang dianalisis adalah RNC XL area kota Jakarta (3G/NodeB) yaitu RNJKT13 & RNJKT21

2. Proses rehoming yang digunakan mengacu kepada SOP

PT. XL Axiata & Huawei Service

3. Parameter Transport yang digunakan adalah full

Ethernet/IP

4. Parameter Utilisasi user & Iub Interface dalam proses rehoming dianalisa dari bulan November September 2012 sampai maret 2013

1.4 Metode Pendekatan

Penulisan Tugas Akhir ini dilakukan dengan menggunakan metodologi penelitian ilmiah, antara lain :

1. Studi Kepustakaan,yaitu mempelajari tugas akhir terdahulu dan literatur pendukung seputar arsitektur WCDMA , RNC , Rehoming ,

VLAN

2. mencari kondisi parameter yang aktual dengan melakukan aktifitas monitoring yang komprehensif untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam perancangan dan analisa sebelum dan sesudah eksekusi rehoming dilaksanakan.

3. Konsultasi dengan dosen pembimbing dan pihak yang terkait dengan tugas akhir ini.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam Tugas Akhir ini akan dibagi dalam lima bab. Pada bab I berisi pendahuluan yang akan menjelaskan latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, metodologi dan sistematika penulisan. Pada bab II membahas mengenai teori penunjang Tugas Akhir diantaranya adalah dasar teori WCDMA , VLAN serta berbagai aspek yang akan mendukung ke arah analisis tugas akhir yang akan dibuat. Pada bab III akan dijelaskan rancangan plan hal – hal yang akan dipersiapkan dan konfigurasi untuk implementasi dari sistem, serta persiapan yang harus dilakukan dalam melakukan perencanaan dan analisis

(3)

parameter sebelum dan sesudah Rehoming dalam proses load balancing . pada bab IV, akan mebmbahas tentang analisis performansi jaringan setelah implementasi. Dan yang terakhir pada Bab V simpulan ,

(4)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Arsitektur WCDMA

Pada dasarnya 3G,WCDMA ataupun UMTS itu sama saja. UMTS

( Universal Mobile Telecommunications Service ) juga disebut “third-generation

( 3G ),” broadband, transmisi paket dasar text, suara ,gambar dan multimedia dengan kecepatan data mencapai 2 Mbps yang akan menawarkan layanan ke mobile computer dan mobile phone. Didasarkan pada standar komunikasi Global System for Mobile communication ( GSM ), UMTS disahkan dengan standar utama perangkat dan mesin, standar ini direncanakan untuk pelanggan bergerak pada 2002. Setelah UMTS sepenuhnya diimplementasikan, komputer dan telepon seluler dapat terhubung ke Internet ketika mereka di perjalanan, dan mendapat layanan roaming serta kemampuan mengetahui dimana lokasi pelanggan. Pelanggan akan mendapat akses melalui hubungan terestrial

wireless dan transmisi satelit. Sampai terealisasinya UMTS, pelanggan dapat

memiliki peralatan multi mode yang terhubung ke teknologi yang sudah ada (seperti GSM 900 dan 1800).

(5)

Wideband Code Division Multiple Access W-CDMA – teknologi radio

UMTS adalah bagian dari standar 3G keluarga ITU IMT-2000. Teknologi ini mempunyai dua varian yaitu Frequency Division Duplex (FDD) dan Time

Division Duplex (TDD). W-CDMA merupakan teknik modulasi spektrum tersebar

dimana bandwidth kanal yang digunakan jauh lebih besar dibandingkan dengan kecepatan data yang dibawa. Teknik modulasi ini mengkodekan setiap kanal data sedemikian rupa sehingga decoder mengetahui code tersebut dan kemudian ”hanya” mengambil sinyal yang diinginkan saja dari sinyal yang lebar pada pita tersebut dan menganggap sinyal lainnya sebagai derau (sinyal noise). UMTS menggunakan core network yang diturunkan dari core networ GSM agar menjamin backward compatibility layanan dan memungkinkan handoverantara teknologi akses GSM dan W-CDMA. Sejak tahun 2006 jaringan UMTS di berbagai negara di upgrade ke teknologi High Speed Packet Access (HSPA), atau yang kadang disebut juga sebagai 3.5G.

Diketahui saat ini bahwa pada 3G yang menggunakan packet switching lebih unggul dari pada circuit switching dalam hal biaya. Dan untuk meningkatkan reliabilitas dari packet switching dapat digunakkan TCP untuk menjamin semua paket tiba seperti yang terjadi pada circuit switching. Selain itu 3G juga memiliki keunggulan dalam hal kecepatan transmisi. Berikut merupakan Aplikasi dalam jaringan 3G:

 Voice (suara)

 Messaging – email, fax, etc.

 Medium-rate multimedia – Internet access, educational

 High-rate multimedia – file transfer, video

 High-rate interactive multimedia – video teleconferencing, telemedicine, etc.

jaringan 3G sudah mendukung kecepatan transmisi yang tinggi 3G sering kali digunakan untuk multimedia (video, gambar, dan suara). Selain itu 3G juga dapat digunakan untuk panggilan suara melalui Voice over IP (VoIP). Berikut beberapa

(6)

1. Capability to support circuit and packet data at high bit rates :  144 kilobits/second or higher in high mobility (vehicular) traffic

 384 kilobits/second for pedestrian traffic

 2 Megabits/second or higher for indoor traffic

2. Interoperability and roaming 3. Common billing/user profiles :

 Sharing of usage/rate information between service providers

 Standardized call detail recording

 Standardized user profiles

4. Capability to determine geographic position of mobiles and report it to both the network and the mobile terminal

5. Support of multimedia services/capabilities :

 Fixed and variable rate bit traffic Bandwidth on demand

 Asymmetric data rates in the forward and reverse links

 Multimedia mail store and forward

 Broadband access up to 2 Megabits/second

Pada umumnya 3G dengan kecepatan 7.2 Mbps ke atas sering disebut 3.5G. Dan HSDPA adalah perkembangan dari 3G yang memiliki kecepatan transmisi data yang tinggi. Karena HSDPA memiliki kecepatan transmisi data yang tinggi (1.8, 3.6, 7.2, dan 14.4) maka HSDPA sering disebut 3.5G. Pada gambar 2.2 dapat dilihat gambaran jaringan seluler secara umum, dan berikut penjelasan komponen – komponen di dalamnya antara lain MSC adalah berfungsi untuk memindahkan panggilan dari PSTN ke mobile, GMSC adalah MSC yang melakukan route dari panggilan luar ke jaringan mobile. Lalu untuk database terdapat HLR yang merupakan database untuk jaringan mobile yang berisi identitas dari pelanggan dari jaringan mobile tersebut. Sedangkan dalam arsitektur jaringan 3G terdapat RNC yang merupakan perangkat yang berfungsi untuk mengontrol radio transmitter dan receiver di node Bs, dan melakukan akses radio dan link maintenance (seperti soft handoff). Dan Node B adalah Base station dari W-CDMA.

(7)

UMTS Terrestrial Radio Access Network (UTRAN) adalah fixed network infrastructure yang berisikan fasilitas untuk transmisi dari dan ke pengguna mobile. Serving GPRS Support Node (SGSN) adalah komponen utama dari jaringan GPRS, yang mengatur packet switched data di dalam jaringan. Contohnya mobility management dan autentikasi dari pengguna – pengguna. Gateway GPRS Support Node (GGSN) adalah komponen utama dari jaringan GPRS. GGSN bertanggung jawab untuk internetworking antara jaringan GPRS dan packet switched network. Base Station Controller (BSC) adalah pengontrol dari beberapa BTS. Base Transceiver Station (BTS) adalah base station dalam bahasa GSM. GSM EDGE Radio Access Network (GERAN) adalah arsitektur dari radio access network yang berdasarkan teknologi GSM/EDGE radio access. Geran secara keseluruhan terharmonisasi dengan UTRAN.

Gambar 2.2 Arsitektur 3G

Dalam arsitektur 3G dapat dilihat bahwa jaringan 3G masih kompatibel dengan 2G (3G dan 2G dapat berjalan secara bergantian) dengan penggunaan switch (MSC).

(8)

UTRAN, singkatan dari Universal Terrestrial Radio Access Network, adalah istilah kolektif untuk Node B dan Radio Controller Network (RNCs) yang membentuk jaringan akses radio UMTS. Jaringan ini komunikasi, sering disebut sebagai 3G (untuk 3rd Generation Wireless Mobile Communication Technology), dapat membawa berbagai jenis lalu lintas dari Circuit Switched real-time ke IP Packet Switched berbasis. UTRAN ini memungkinkan konektivitas antara UE (peralatan pengguna) dan jaringan inti.

Gambar 2.3 bagan jaringan UTRAN

Pada gambar 2.3 UTRAN mempunyai base station, yang disebut Node B, dan Radio Controller Network (RNC). RNC memberikan kontrol fungsi untuk satu atau lebih Node B. Sebuah NodeB dan RNC dapat menjadi perangkat yang sama, meskipun implementasi khas memiliki RNC terpisah yang terletak di kantor pusat yang melayani beberapa Node B. Terlepas dari kenyataan bahwa mereka tidak harus dipisahkan secara fisik, ada antarmuka logis antara mereka dikenal sebagai Iub. RNC dan Node B yang sesuai disebut Radio Network Subsystem (RNS). Ada bisa lebih dari satu RNS hadir dalam UTRAN

Ada empat antarmuka UTRAN menghubungkan secara internal atau eksternal untuk entitas fungsional lainnya: Iu, Uu, Iub dan Iur. Antarmuka Iu merupakan antarmuka eksternal yang menghubungkan RNC ke Core Network (CN). Uu juga eksternal, menghubungkan Node B dengan User Equipment (UE). Iub adalah antarmuka internal yang menghubungkan RNC dengan Node B. Dan akhirnya ada interface Iur yang merupakan interface internal yang sebagian besar

(9)

waktu, tetapi dapat, sangat menjadi antarmuka eksternal juga untuk beberapa arsitektur jaringan. Iur menghubungkan dua RNCs satu sama lain.

2.1.2 RNC EVO Controller 8200

Gambar 2.4 Rack EVO Controller 8200

RNC Evo Controller 8200 merupakan generasi terbaru RNC merek ericsson dimana mempunyai kapasitas besar dan dimensi yang kecil . dimana dalam konfigurasi nodenya bisa dikonfigurasi dalam 3 jenis yang dapat dilihat pada gambar 2.4 :

 EVO Controller 8200 RNC

konfigurasi semua Subrack pada EVO controller mensupport trafik 3G dalam Ethernet interface

 EVO Controller 8200 BSC

konfigurasi semua Subrack pada EVO controller mensupport trafik 2G dalam E1/TRX interface

 EVO Controller 8200 Multi

Merupakan gabungan dari RNC dan BSC dimana sebagian subrack membawa trafik dari e1 pada 2G dan IP pada 3G

(10)

EVO Controller 8200 BSC bisa membawa sampai 4095 transceiver , 18000 erlang dan 8192 EGRPS channel . kapasitas ini kedepannya dapat diperbesar lagi di masa mendatang untuk mensupport sampai dengan 8000 transceiver . EVO Controller 8200 RNC dapat mensupport throughput Iub sampai dengan 20Gbps dimana 5 kali lebih besar dari RNC keluaran sebelumnya RNC 3820 R1 , dan yang terakhir adalah EVO Controller 8200 Multi dimana RNC dan BSC digabungkan menjadi satu yang dapat membawa 4095 transceiver dan 6 Gbps Iub throughput. Perangkat ini dapat membawa semua transport berbasis IP dimana dapat melayani TDM dan ATM dengan interface Iub dan Abis. Rack Evo Controller 8200 mempunyai kapasitas untuk 3 Subrack dimana subracknya tersebut bernama EGEM2 dan memiliki 28 slot yang mempunyai kapasitas 1Gbps dan setiap Slotnya dilengkapi dengan kipas pendingin dan temperature kontrol

2.2. Pengertian TCP/IP

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan

Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini

berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. TCP/IP pun mempunyai beberapa layer,

layer-layer itu adalah :

1. IP (internet protocol) yang berperan dalam pentransmisian paket data dari

node ke node. IP mendahului setiap paket data berdasarkan 4 byte (untuk

versi IPv4) alamat tujuan (nomor IP). Internet authorities menciptakan range angka untuk organisasi yang berbeda. Organisasi menciptakan grup dengan nomornya untuk departemen. IP bekerja pada mesin gateaway yang memindahkan data dari departemen ke organisasi kemudian ke

region dan kemudian ke seluruh dunia.

2. TCP (transmission transfer protocol) berperan didalam memperbaiki pengiriman data yang benar dari suatu klien ke server. Data dapat hilang

(11)

di tengah-tengah jaringan. TCP dapat mendeteksi error atau data yang hilang dan kemudian melakukan transmisi ulang sampai data diterima dengan benar dan lengkap.

3. Sockets yaitu merupakan nama yang diberikan kepada paket yang menyediakan akses ke TCP/IP pada kebanyakan sistem.

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar teknis, untuk menspesifikasi bagaimana membangun komputer atau menghubungkan peralatan perangkat keras. Protokol secara umum digunakan pada komunikasi real-time dimana standar digunakan untuk mengatur struktur dari informasi untuk penyimpanan jangka panjang. Sangat sulit untuk mengelompokkan protokol dikarenakan protokol memiliki banyak variasi didalam tujuan penggunaanya. Kebanyakan protokol memiliki salah satu atau beberapa dari hal berikut:

1. Melakukan deteksi adanya koneksi fisik

2. Melakukan metode “jabat-tangan” (handshaking). 3. Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan. 4. Mengawali dan mengakhiri suatu pesan.

5. Melakukan format pesan yang digunakan.

6. Mendeteksi saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna. 7. Mendeteksi kelemahan pada hubungan jaringan

8. Mengakhiri suatu koneksi.

2.2.1 Jaringan LAN (Local Area Network)

Jaringan LAN adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung dan biasanya jangkauannya tidak lebih dari 1 kilometer persegi. Beberapa

(12)

file server yang digunakan untuk menyimpan perangkat lunak ataupun sebagai

perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan lokal. Komputer-komputer yang terhubung dengan suatu file

server biasanya disebut workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih

kurang di bawah dari file server-nya dan mempunyai aplikasi lain di dalam media penyimpanannya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya. LAN merupakan jaringan komunikasi yang terbatas pada daerah yang kecil.

2.2.2 Jaringan VLAN (Local Area Network)

Teknologi VLAN (Virtual Local Area Network) bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet. VLAN adalah kelompok device dalam sebuah LAN yang dikonfigurasi (menggunakan software manajemen) sehingga mereka dapat saling berkomunikasi asalkan dihubungkan dengan jaringan yang sama walaupun secara fisikal mereka berada pada segmen LAN yang berbeda. Jadi VLAN dibuat bukan berdasarkan koneksi fisikal namun lebih pada koneksi logikal, yang tentunya lebih fleksibel. Secara logika, VLAN membagi jaringan ke dalam beberapa subnetwork. VLAN mengijinkan banyak subnet dalam jaringan yang menggunakan switch yang sama. Konfigurasi VLAN itu sendiri dilakukan melalui perangkat lunak (software), sehingga walaupun computer tersebut berpindah tempat, tetapi ia tetap berada pada jaringan Dengan menggunakan VLAN, kita dapat melakukan segmentasi jaringan switch berbasis pada fungsi, departemen atau pun tim proyek. Kita dapat juga mengelola jaringan kita sejalan dengan kebutuhan pertumbuhan perusahaan sehingga para pekerja dapat mengakses segmen jaringan yang sama walaupun berada dalam lokasi yang berbeda. Contoh penerapan teknologi VLAN diberikan dalam Gambar 2.5 dimana Perbedaan yang sangat jelas dari model jaringan Local Area Network dengan Virtual Local Area Network adalah bahwa bentuk jaringan dengan model Local Area Network sangat bergantung pada letak/fisik dari workstation, serta penggunaan hub dan repeater sebagai perangkat jaringan yang

(13)

memiliki beberapa kelemahan. Sedangkan yang menjadi salah satu kelebihan dari model jaringan dengan VLAN adalah bahwa tiap-tiap workstation/user yang tergabung dalam satu VLAN/bagian (organisasi, kelompok dsb) dapat tetap saling berhubungan walaupun terpisah secara fisik.

Gambar 2.5 Contoh jaringan VLAN

Beberapa keuntungan penggunaan VLAN antara lain:

1. Security – keamanan data dari setiap divisi dapat dibuat tersendiri, karena segmennya bisa dipisah secarfa logika. Lalu lintas data dibatasi segmennya.

2. Cost reduction – penghematan dari penggunaan bandwidth yang ada dan dari upgrade perluasan network yang bisa jadi mahal.

3. Higher performance – pembagian jaringan layer 2 ke dalam beberapa kelompok broadcast domain yang lebih kecil, yang tentunya akan mengurangi lalu lintas packet yang tidak dibutuhkan dalam jaringan.

4. Broadcast storm mitigation – pembagian jaringan ke dalam VLAN-VLAN akan mengurangi banyaknya device yang berpartisipasi dalam pembuatan broadcast storm. Hal ini terjadinya karena adanya pembatasan broadcast domain.

(14)

5. Improved IT staff efficiency – VLAN memudahkan manajemen jaringan karena pengguna yang membutuhkan sumber daya yang dibutuhkan berbagi dalam segmen yang sama.

6. Simpler project or application management – VLAN menggabungkan para pengguna jaringan dan peralatan jaringan untuk mendukung perusahaan dan menangani permasalahan kondisi geografis.

Untuk memberi identitas sebuah VLAN digunakan nomor identitas VLAN yang dinamakan VLAN ID. Digunakan untuk menandai VLAN yang terkait. Dua range VLAN ID adalah :

a. Normal Range VLAN (1 – 1005)

 Nomor ID 1002 s.d. 1005 dicadangkan untuk Token Ring dan FDDI VLAN.

 ID 1, 1002 - 1005 secara default sudah ada dan tidak dapat dihilangkan.

 Konfigurasi disimpan di dalam file database VLAN, yaitu vlan.dat. file ini disimpan dalam memori flash milkik switch. VLAN trunking protocol (VTP), yang membantu manajemen VLAN, nanti dipelajari di bab 4, hanya dapat bekerja pada normal range VLAN dan menyimpannya dalam file database VLAN.

 Digunakan untuk jaringan skala kecil dan menengah. b. Extended Range VLANs (1006 – 4094)

 Memiliki fitur yang lebih sedikit dibandingakn VLAN normal range.

 Disimpan dalam NVRAM (file running configuration).

 VTP tidak bekerja di sini.

 memampukan para seervice provider untuk memperluas infrastrukturnya kepada konsumen yang lebih banyak. Dibutuhkan untuk perusahaan skala besar yang membutuhkan jumlah VLAN lebih dari normal.

(15)

a. VLAN Data

VLAN Data adalah VLAN yang dikonfigurasi hanya untuk membawa data-data yang digunakan oleh user. Dipisahkan dengan lalu lintas data suara atau pun manajemen switch. Seringkali disebut dengan VLAN pengguna, User VLAN.

b. VLAN Default

Semua port switch pada awalnya menjadi anggota VLAN Default. VLAN Default untuk Switch Cisco adalah VLAN 1. VLAN 1 tidak dapat diberi nama dan tidak dapat dihapus.

c. Native VLAN

Native VLAN dikeluarkan untuk port trunking 802.1Q. port trunking 802.1Q mendukung lalu lintas jaringan yang datang dari banyak VLAN (tagged traffic) sama baiknya dengan yang datang dari sebuah VLAN (untagged traffic). Port trunking 802.1Q menempatkan untagged traffic pada Native VLAN.

d. VLAN Manajemen

VLAN Manajemen adalah VLAN yang dikonfigurasi untuk memanajemen switch. VLAN 1 akan bekerja sebagai Management VLAN jika kita tidak mendefinisikan VLAN khusus sebagai VLAN Manajemen. Kita dapat memberi IP address dan subnet mask pada VLAN Manajemen, sehingga switch dapat dikelola melalui HTTP, Telnet, SSH, atau SNMP.

e. VLAN Voice

VLAN yang dapat mendukung Voice over IP (VoIP). VLAN yang dikhusukan untuk komunikasi data suara.

(16)

Load balancing adalah suatu proses dan teknologi yang mendistribusikan trafik di antara beberapa server. Proses ini mampu mengurangi beban kerja setiap server sehingga tidak ada server yang overload, memungkinkan server untuk menggunakan bandwidth yang tersedia secara lebih efektif, dan menyediakan akses yang cepat ke situs-situs yang di-hosting. Dengan proses ini load berlebih dapat didistribusikan secara merata kedalam suatu sistem jaringan . agar tidak terjadi kegagalan service pada suatu sistem tersebut . dalam hal ini load yang berlebihan bias didistribusikan kedalam jaringan yang masih sedikit utilisasinya ataupun penambahan perangkat mainframe baru apabila sistem lainnya memiliki utilisasi tinggi juga. Beberapa keuntungan dari penerapan load balancing antara lain :

1. Scalability

Ketika beban sistem meningkat, kita dapat melakukan perubahan terhadap sistem agar dapat mengatasi beban sesuai dengan kebutuhan.

2. High Availability

Load balancer secara terus-menerus melakukan pemantauan terhadap server. Jika terdapat server yang mati, maka load balancer akan menghentikan request ke server tersebut dan mengalihkannya ke server yang lain.

3. Manageability

Mudah ditata meskipun secara fisik sistem sangat besar.

4. Security

Untuk semua trafik yang melewati load balancer, aturan keamanan dapat diimplementasikan dengan mudah. Dengan private network digunakan untuk server, alamat IP nya tidak akan diakses secara langsung dari luar sistem.

(17)

Gambar 2.6 Konsep Rehoming RNC

Pada dasarnya yang dimaksud dengan proses rehoming adalah proses pemindahan koneksi dan data suatu cell pada Base Transceiver Station (BTS/Node B) dari Base Station Controller (BSC/RNC) yang satu ke BSC/RNC lainnya dengan maksud pemerataan kapasitas jaringan maupun untuk perbaikan jaringan pada waktu dan daerah tertentu seperti pada gambar 2.6. Pelaksanaan

rehoming dilakukan sesuai dengan kebutuhan jaringan, baik ketika terjadi

perubahan pola trafik maupun adanya perbaikan sistem.

Rencana Rehoming diawali dengan masukan informasi berupa data monitoring parameter utilisasi user dan throughput Iub. Selanjutnya adalah analisa hasil parameter dengan periode tertentu dengan penarikan kesimpulan kemungkinan yang terjadi. Melalui analisis ini dapat ditentukan mekanisme apa yang akan dilakukan. Setelah dilakukan eksekusi akan dianalisa parameter RNC setelah rehoming sehingga dapat diketahui berhasil atau tidaknya proses rehoming. Apabila terdapat penurunan kinerja maka proses rehoming dinyatakan gagal dan pengaturan jaringan harus dikembalikan ke kondisi semula.

(18)

Gambar 2.7 Arsitektur NMS pada jaringan

Konsep Network Monitoring System (NMS) sebenarnya sederhana yaitu system ekstra atau kumpulan system yang memiliki tugas mengamati/memonitor system terhadap kemungkinan terjadinya masalah pada system agar dapat dideteksi secara dini. Sebagai contoh, suatu monitoring system dapat secara periodic menghubungi suatu web server untuk menjamin adanya respon dari web server, jika tidak ada respon maka monitoring system kemudian mengirimkan pesan atau notifikasi ke administrator. NMS bagian dari network management. Jika NMS diterapkan dengan tepat dan benar maka NMS dapat mempermudah pekerjaan, namun jika tidak maka NMS akan mempersulit pekerjaan. Pada gambar 2.7 terlihat NMS terkoneksi ke semua perangkat dimana memantau kondisi sistem yang ada dan mempunyai output berupa informasi tentang kondisi sistem dalam bentuk log file , email , sms , alarm atau yang lainnya. Hal yang dimonitoring dalam network tentunya akan sangat kompleks, dan sistem monitoring yang baik seharusnya menyediakan history dan log yang memungkinkan kita membuat laporan, statistik dan graph dari masing-masing object yang dimonitoring sehingga sistem NMS yang digunakan memberikan kontribusi penuh dalam pendeteksian secara dini terhadap kemungkinan masalah-masalah yang timbul.

(19)

Multiprotocol Label Switching (disingkat menjadi MPLS) adalah teknologi

penyampaian paket pada jaringan backbone berkecepatan tinggi. Asas kerjanya menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya. Sebelumnya, paket-paket diteruskan dengan protokol routing seperti OSPF,IS-IS,BGP,atau EGP.Protokol routing berada pada lapisannetwork(ketiga) dalam sistem OSI, sedangkan MPLS berada di antara lapisan kedua dan ketiga.

Prinsip kerja MPLS ialah menggabungkan kecepatan switching pada layer

2 dengan kemampuan routing dan skalabilitas pada layer 3. Cara kerjanya adalah

dengan menyelipkan label di antaraheader layer 2 dan layer 3 pada paket yang diteruskan. Label dihasilkan oleh Label-Switching Router dimana bertindak sebagai penghubung jaringan MPLS dengan jaringan luar. Label berisi informasi tujuan node selanjutnya kemana paket harus dikirim. Kemudian paket diteruskan ke node berikutnya, di node ini label paket akan dilepas dan diberi label yang baru yang berisi tujuan berikutnya. Paket-paket diteruskan dalam path yang disebut LSP (Label Switching Path).

2.6 Router

Perute atau penghala (bahasa Inggris: router) adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penghalaan. Proses penghalaan terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari protokol tumpukan(stack protocol) tujuh-lapis OSI. Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switchmerupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.

(20)

Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernetke Token Ring.

Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah

layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital

Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke

sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access

server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan

lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast

(21)

BAB III

Perancangan Rehoming RNC

3.1 Konsep Perancangan Rehoming RNJKT13 to RNJKT21

Perancangan rehoming diawali dengan pemantauan hasil parameter utilisasi user & throughput Iub di sebuah RNC. berdasarkan parameter tersebut didapat keputusan untuk dilakukan proses Rehoming 3G/RNC (Radio Network Controller atau dalam 2G/GSM dikenal dengan nama BSC (Base Station Controller), yang bertujuan pembagian trafik yang melewati RNC awal. Fungsi

(22)

handoff dari puluhan atau ratusan site nodeB tergantung dari spesifikasi Hardware RNC yang dipakai. pada gambar 3.1 merupakan contoh notifikasi parameter yang dikirimkan NMS melalui email dimana parameter yang ditunjukan yaitu utilisasi user dan throughput Iub, Dimana pada tanggal 20 September 2012 RNJKT13 memiliki utilisasi user sebesar 70.26% yang mana memiliki remark high utilize atau kapasitas tinggi sehingga harus dilakukan proses rehoming.

Gambar 3.1 Contoh Email Notifikasi Alert dari Parameter RNC Proses rehoming melibatkan bagian engineer transmisi, planning, statistic, performance dll yang berkaitan dan bertanggung jawab atas segala proses maupun dampak setelahnya. Kemudian eksekusi rehoming ini biasanya dilakukan pada malam hari hingga pagi hari kira-kira antara pukul 11 malam hingga 5 pagi, karena dampak akibat rehoming adalah penurunan kualitas jaringan dan trafik. Pada gambar 3.2 merupakan urutan pekerjaan rehoming yang dimulai dari persiapan awal seperti dijelaskan pada subbab 3.1 sampai subbab 3.6

Persiapan Awal Persiapan Awal Analisa hasil Monitoring Analisa hasil Monitoring Konklusi dilakukan atau tidaknya rehoming Konklusi dilakukan atau tidaknya rehoming Alokasi channel , IP , VLAN , Transmission Tunnel Alokasi channel , IP , VLAN , Transmission Tunnel Eksekusi Rehoming Eksekusi Rehoming Pemetaan nodeB dan

luas cluster yang akan direhoming Pemetaan nodeB dan

luas cluster yang akan direhoming

(23)

Gambar 3.2 Proses Pekerjaan Rehoming

Pada proses load balancing ini RNJKT13 load okupansinya sudah hampir mencapai batas maksimalnya yang dimana informasi tersebut didapatkan dari sistem monitoring network seperti terlihat pada gambar 3.1 dan tabel 3.1 dimana utilisasi user dan throughput Iubnya dapat diketahui. Pada gambar 3.3 adalah peta cluster RNJKT13 dimana nantinya cluster tersebut akan diperkecil atau dibagi menjadi 2 cluster yaitu cluster RNJKT13 dan RNJKT21. Posisi RNC ditunjukkan oleh kotak berwarna biru sedangkan lingkaran berwarna abu-abu di dalam cluster RNJKT13 merupakan jumlah nodeB yang tercover dalam cluster tersebut dengan total 219 nodeB. Metode untuk load balancing RNC yang dipilih untuk direhoming mengacu kepada pembagian cluster berdasarkan wilayah di map perencanaan cluster, dimana pembagian yang dilakukan adalah pembagian konvensional tanpa memperhatikan beban nodeB satu dan lainnya. Koneksi untuk mengubungkan node-B dan RNC akan diatur oleh tranmisi dengan menggunakan media fiber optic dengan sistem MSTP.

(24)

Gambar 3.3 Peta Cluster RNJKT13

3.1.1 Analisis data okupansi RNJKT13

Pada perancangan rehoming, analisis hanya meliputi parameter utilisasi trafik di RNJKT13 seperti dilihat pada tabel 3.1 karena parameter utilisasi user pada RNJKT13 menunjukkan kondisi high utilize, analisis dilakukan pada sisi parameter antara lain pm Capacity Limit, Fach Dch Hs Users Max, utilization. Data ini diambil dari hasil pengukuran aktual dari lapangan per minggu.

Tabel 3.1 Data utilisasi users RNJKT13 sebelum rehoming

RNC DATE pmCapacityLimit (users) FachDchHsUsersMax(users) Utilization (%) Total NodeB Remarks RNJTK13 Nov 28 2012 20,000.00 17,965.71 89.83 219 HIGH UTILIZE

(25)

RNC DATE pmCapacityLimit (kbps) IuBThroughputMax (kbps) Utilization (%) Total NodeB Remarks RNJTK13 Nov 28 2012 4.000.000,00 286,760.20 7.17 219 SAFE

Dari tabel 3.1 dan 3.2 atas dapat dijelaskan bahwa pada RNJKT13 untuk data utilisasi user sudah mencapai angka over limit (high utilize) sehingga harus dilakukan rehoming untuk mencegah congestion atau overload traffic. Dimana batas maksimal nilai optimal okupansinya usernya adalah dibawah 70%.

3.1.2 Perangkat yang digunakan

Pada proses rehoming ini perangkt yang digunakan adalah Evo controller 8200/RNC di sisi RNJKT21 dan RNC 3820R1 disisi RNJKT13. Evo controller 8200/RNC adalah RNC ericsson generasi terbaru dengan pengontrol trafik kapasitas kapasitas besar dimana dapat mensupport sampai 20 Gbps throughput dari Iub dan 5 kali lebih besar kapasitas signalingnya jika dibandingkan dengan RNC 3820 R1 dimana produk tersebut yang sekarang eksisting dipakai di RNJKT13. Kapasitas EVO controller tersebut masih bisa diperbesar sampai 30-50 Gbps Throughput Iubnya dan diperbesar 2 kali lipat dari kapasitas awal dengan HW sama menggunakan optimisasi SW. dimana di masa mendatang diharapkan mampu menampung laju trafik yang besar dari eNode B (LTE) yang akan dibangun ke depannya. Pada Evo controller 8200/RNC mempunyai Subrack yang bernama EGEM2 dimana mempunyai 28 slot dimana setiap slot mempunyai lebar 15mm. setiap slot mempunyai duplikasi 1 Gbps dan 10/40 Gbps koneksi ethernet. Total kapasitas switching backplane per subracknya adalah 960 Gbps. Subrack yang dapat digunakan sampai 3 buah EGEM2 , dimana memberikan total 84 slot plug ins. Setiap subrack sudah dilengkapi dengan pengatur suhu dan kipas pengontrol.

(26)

Ada pun alokasi yang harus disiapkan sebelum aktifitas rehoming dilakukan sehingga dapat terlaksana dengan baik antara lain:

1. persiapan data desain pemetaan cluster dan jumlah node-B dari team BSS 2. Persiapan data CGI lama dan update CGI terbaru di sistem

3. Persiapan Link transmisi untuk alokasi IP dan VLAN ID dari desain

rehoming di sisi router dan MinilinkTN / Pasolink

3.2.1 EWO (Engineering Work Order) dan Skenario Rehoming

EWO merupakan suatu surat tugas (work order) untuk aktifitas

engineering dilapangan maupun di sisi konfigurasi biasanya untuk site yang sudah

eksisting untuk kegunaan upgrade, reposisi, repointing, wiring dimana nantinya work order ini akan menjadi ticket jobdesk untuk engineer dilapangan. skenario EWO digunakan untuk merancang site list yang akan di rehoming. yang akan dibagi ke beberapa phase karena pekerjaan pemindahaan trafik pada suatu cluster memakan waktu 3 – 4 bulan dan untuk meminimalisir gangguan apabila terjadi kegagalan pada kinerja RNC yang disebabkan proses rehoming.

Gambar 3.4 EWO Facesheet skenario rehoming

3.3 Pemetaan Area Rehoming dari RNJKT13 ke RNJKT21

Proses penentukan site rehoming ke RNC baru dilakukan dengan pemetaan area menggunakan Map Info. Setelah mendapatkan data site yang akan direhoming maka pekerjaan rehoming dibagi menjadi beberapa phase, Dimana pekerjaan dibuat dalam beberapa phase agar dapat dipantau perkembangannya secara berkala dan pengaruhnya terhadap trafik serta meminimalisir resiko gangguan yang disebabkan oleh proses rehoming. Proses pekerjaan rehoming

(27)

dalam 1 fasa memakan waktu 1 sampai 2 minggu. Pada gambar 3.5 adalah perencanaan cluster dari RNJKT21 dimana akan dibagi dalam 10 fasa.

Gambar 3.5 Skenario Pemetaan Site untuk rehoming ke RNJKT21

3.4 Alokasi Cell Global Identifier (CGI) & Routing Area Code (RAC) CGI (Cell Global Identity) adalah sebuah identititas (ID) yang unik dari

cell-cell dalam suatu jaringan seluler. Sebuah CGI untuk sebuah cell bersifat unik di seluruh dunia, artinya tidak akan ada 1 CGI yang dipakai oleh 2 (atau lebih) cell yang berbeda di seluruh dunia.

 MCC (Mobile Country Code) : adalah identifikasi suatu negara dengan menggunakan 3 digit . 3 digit MCC ini merupakan bagian dari format penomoran IMSI, dimana secara total IMSI terdiri dari 15 digit. Untuk Indonesia sendiri nomor MCCnya adalah 510

 MNC (Mobile Network Code) : adalah 2 digit identifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah sistem seluler. Kombinasi antara MCC dan MNC akan selalu menghasilkan sebuah code yang unik di seluruh dunia. 2 digit MNC ini juga digunakan di penomoran IMSI , setiap operator masing – masing memiliki nomor masing – masing . untuk operator XL Axiata nomor

(28)

 LAC (Location Area Code) : adalah identifikasi yang digunakan untuk menunujukan kumpulan beberapa cell. Dalam sebuah sistem seluler yang sama, tidak boleh digunakan 1 LAC yang sama untuk 2 group cell yang berbeda. Sebuah LAC dapat digunakan dalam 2 (atau lebih) RNC yang berbeda, asalkan masih dalam 1 MSC yang sama. Informasi lokasi LAC terakhir dimana sebuah MS berada akan disimpan di VLR dan akan diupdate apabila MS tersebut bergerak dan memasuki area dengan LAC yang berbeda. Pada proses rehoming ini akan diubah nomor dari LAC RNJKT13 (32401) menjadi LAC RNJKT21 (34301)

 CI (Cell Identity) : adalah identifikasi sebuah cell dalam jaringan seluler. Dalam sebuah sistem seluler, CI yang sama dapat digunakan untuk 2 (atau lebih) cell yang berbeda, asalkan dalam LAC yang berbeda. Untuk proses rehoming disini nomor Cell Identity tidak dirubah , karena merupakan kode unik yang sudah di set pada saat cell tersebut dibuat pada saat pertama kali. Pada masing – masing site jumlah CInya berbeda – beda berdasarkan jenis sitenya menurut jumlah overlay , 3G standalone ataupun picocell yang mana deret penomoran CGI dapat dilihat di tabel 3.3.

Tabel 3.3 Klasifikasi digit pada CGI

Tabel 3.4 menunjukkan salah satu tabel alokasi CGI untuk node-B yang akan di rehoming ke RJKT21 , dimana site 5696G 3G Jelambar memiliki sistem 3G & overlay L1 dimana masing – masing memiliki 3 sector / cell dimana masing – masing cell memiliki cell ID yang berbeda satu dengan yang lainnya. Di proses rehoming ini juga terdapat node-B picocell yang hanya memiliki 2 cell ID , dimana data lengkapnya terlampir pada lampiran 4

(29)

Tabel 3.4 Tabel Alokasi CGI untuk nodeB yang akan di rehoming

3G Site Name Transport Cell ID

5696G_3G_JELAMBAR IP 46454 46455 46456 56961 56962 56963

Old RNC Old LAC Old CGI

RNJKT13 34201 510-11-34201-46454 RNJKT13 34201 510-11-34201-46455 RNJKT13 34201 510-11-34201-46456 RNJKT13 34201 510-11-34201-56961 RNJKT13 34201 510-11-34201-56962 RNJKT13 34201 510-11-34201-56963

New RNC New LAC New CGI

RNJKT21 34301 510-11-34301-46454 RNJKT21 34301 510-11-34301-46455 RNJKT21 34301 510-11-34301-46456 RNJKT21 34301 510-11-34301-56961 RNJKT21 34301 510-11-34301-56962 RNJKT21 34301 510-11-34301-56963

RAC (Routing Area Code) adalah sebuah kode dengan panjang 1 oktat yang berfungsi untuk kode identifikasi di dalam suatu lokasi area . RAC merupakan bagian dari RAI (routing area identity). Routing area di definisikan sebagai area dimana MS bias bergerak bebas tanpa mengupdate lokasi terbarunya di SGSN. Dalam sebuah kasus MS keluar dari routing area lalu menginformasikan lewat prosedur routing area update. Seperti location area , routing area mungkin terdapat satu cell atau lebih . pengelompokan cell menjadi routing area memfasilitasi efisiensi dalam managemen lokasi. Setiap routing area diidentikan kode unik dengan Routing area identity (RAI).

Dimana RAI = LAI + RAC , dalam proses rehoming ini , nomor RAC setiap nodeB yang akan kita pindahkan ke RNJKT21 akan berubah yang awalnya kode RAC 25 pada RNJKT08 menjadi RAC38 pada RNJKT21 dimana untuk penomorannya , diatur managemennya oleh masing – masing operator.

(30)

RAC RAC 5696G_3G_JELAMBARBR IP 46454 151 38 46455 151 38 46456 151 38 56961 151 38 56962 151 38 56963 151 38

3.5 Alokasi IP & VLAN ID untuk mekanisme Transmisi

Pada proses perancangan ini nodeB yang akan di rehoming sudah menggunakan IP sebagai transportnya (IuB over IP). IP dan VLAN ID merupakan suatu jalur transmisi yang digunakan agar suatu site dapat berkomunikasi dengan site lainnya. IP yang akan digunakan adalah IP kelas C dengan previks /27 dengan segmen VLAN ID yang sudah ditentukan sebelumnya. Sebelum tim transmisi membuat desain konfigurasi cross connect harus disiapkan terlebih dahulu site list dan data pendukung yang diperlukan antara lain routepath dan informasi RNC tujuan.

3.5.1 Konfigurasi dan tunneling di sisi MSTP

Lingkup pekerjaan rehoming pada sisi transmisi melingkupi perancangan desain konfigurasi untuk tunnel dan service, dimana tunnel berfungsi untuk meng-enkapsulasi PW (pseudowire) yang membawa service (E-LAN/E-Line). Adapun tahapan - tahapan yang dilakukan dalam membuat desain konfigurasi tunnel dan service dalam mekanisme rehoming adalah sebagai berikut:

1. Alokasi IP dan VLAN ID untuk NodeB 3G

Untuk NodeB yang transportnya berbasis over IP untuk meng-integrasikan suatu site ke RNC maka dibutuhkan VLAN ID yang terdapat 2 jenis yaitu VLAN IuB dan VLAN OAM. Site NodeB yang akan di rehoming harus dialokasikan IP dan VLAN ID yang baru untuk Iub mengingat IP dan VLAN ID untuk Iub sebelumnya masih on air, karena jika dialokasikan dengan IP dan VLAN ID yang sama akan terjadi proses looping dan mengakibatkan beberapa NodeB down. Sedangkan untuk VLAN OAM tidak perlu dialokasikan dengan VLAN ID yang baru karena VLAN OAM sendiri digunakan untuk monitoring dan tidak dilewati trafik data. IP yang digunakan oleh PT. XL Axiata adalah IP kelas C dengan prefix

(31)

/27, dimana prefix /27 dapat menghasilkan 254 host number yang bisa digunakan untuk integrasi NodeB. Adapun data pendukung yang harus dilengkapi pada saat alokasi IP VLAN ID antara lain seperti pada tabel 3.5

a. Nama dan site ID

Tentu saja nama dan site ID merupakan data utama yang harus dilengkapi dalam peng-alokasikan suatu IP dan VLAN ID.

b. RNC

IP yang dikonfigurasi di sisi MSTP dan RAN router tiap RNC berbeda, maka dari itu jika IP dan VLAN yang dialokasikan tidak tepat RNC nya otomatis pada saat IP di ping akan keluar command RTO (Request Timed Out).

c. Routepath

Data routepath digunakan untuk menentukan HUT dari suatu NodeB. Setiap HUT harus dikonfigurasi tunnel ke RNC dan VLAN ID yang akan di allow. Jika suatu NodeB dialokasikan VLAN ID yang belum di allow dalam suatu HUT di sisi MSTP maka mac address tidak akan terbaca di sisi RAN router dan pada saat ping test juga akan keluar command RTO

Tabel 3.6 Tabel NodeB yang dialokasikan VLAN IuB baru Site ID Site Name VLAN

IuB

IP VLAN IP Gateway Subnet Mask VLAN OAM

IP Gateway Subnet Mask PC412G 3G_ROXYQUARE 4 10.164.218.73 10.164.218.65 255.255.255.224 2502 10.164.126.41 255.255.255.224 PC412G 3G_ROXYQUARE 60 10.165.175.197 10.165.175.193 255.255.255.224 2502 10.164.126.41 255.255.255.224

2. Desain konfigurasi cross connect dari HUT ke RNC

Sebelum perancangan konfigurasi cross connect dikerjakan harus dilakukan listing pada HUT yang belum ada tunnel dan service ke RNC yang dituju. Dalam perancangan kali ini akan diambil sampel salah satu HUT yang harus dibuat desain konfigurasinya di sisi MSTP, yaitu HUT04 ke RNJKT21.

(32)

Gambar 3.6 Topologi HUT04 yang akan dibuat tunnel main dan protection Tunneling ada dua jenis, yaitu jalur main dan jalur protection. Jalur working digunakan sebagai jalur utama yang dilewati trafik, sedangkan jalur protection digunakan sebagai jalur proteksi. jika suatu saat terjadi fiber cut di jalur working, maka secara otomatis trafik akan berpindah melewati jalur proteksi. Dalam perancangan suatu tunnel harus dilengkapi data topologi area yang akan di rehoming, dimana dalam perancangan yang digunakan adalah topologi area Jakarta. Untuk perancangan desain tunnel working dan protection harus menggunakan port yang berbeda seperti gambar 3.6 dimana HUT04 memiiki 4 port yang bisa digunakan untuk 4 output sebagai jalur awal tunneling, dimana tim engineering transmisi menggunakan port 11-PEX1 sebagai port output jalur main dan port 8-11-PEX1 sebagai port output jalur protection. Pada tabel 3.7 menunjukkan label port in yaitu 1220 dan label port out yaitu 952.

(33)

Setelah ditentukan port yang akan digunakan langkah selanjutnya adalah mencari jalur atau hop terpendek dari HUT ke RNC. Umumnya jalur terpendek digunakan untuk jalur working sedangkan jalur yang lebih jauh digunakan untuk jalur protection.

b. Alokasi Servis E-LAN

Dalam topologi MSTP OSN 3500 terdapat 3 servis yaitu servis E-LAN (multipoint to multipoint), E-Line (point to point) dan E-AGGR (multipoint to point), namun pada perancangan ini digunakan servis E-LAN. HUT yang akan digunakan sebagai sampel dalam pekerjaan rehoming ini adalah HUT04. Dalam pembuatan suatu servis harus dipastikan terlebih dahulu port yang available dan VLAN ID yang belum di allow di HUT04. Adapun salah satu contoh desain servis E-LAN yang akan dibuat di sisi MSTP terdapat pada tabel 3.7 dimana Servis yang akan dibuat harus di sisi HUT dan di sisi RNC, maka dari itu dibutuhkan PW ID yang berfungsi untuk membungkus data dan PW ID tersebut dikonfigurasi di sisi HUT dan RNC agar bisa berkomunikasi antara satu dan yang lainnya.

(34)

PW (pseudo wire) terdiri dari 3 jenis, yaitu Ethernet Tagging Mode, Access, & Hybrid, dikarenakan PW ID yang dirancang kali ini membungkus data VLAN ID yang sudah ditentukan maka harus menggunakan Ethernet Tagging Mode.

Tabel 3.9 Tabel servis E-LAN di HUT04

c. Konfigurasi MSTP di sisi NMS

NMS adalah singkatan dari Network Monitoring System dimana sudah dijelaskan di bab 2 yang merupakan sebuah aplikasi yang digunakan salah satunya untuk memonitor dan mengkonfigurasi suatu MSTP. Setelah perancangan pada HUT04 selesai maka desain tersebut akan diaplikasikan

(35)

menggunakan NMS. Dapat dilihat dari gambar 3.7 tunnel ID yang digunakan untuk membuat tunneling HUT04 ke RNJKT21 statusnya sudah deployed atau sudah sukses.

Gambar 3.7 Tunnel ID dari HUT04 ke RNJKT21

Servis E-LAN HUT04 yang sudah dikonfigurasi di sisi MSTP dapat dilihat di gambar 3.8 dibawah dimana VLAN yang di tagging yaitu VLAN 60 sudah dikonfigurasi untuk servis ID ke-4 yaitu servis 3G_IuB RNJKT21.

Gambar 3.8 Konfigurasi servis E-LAN 3G_IuB RNJKT21 di NMS Sedangkan pada gambar 3.9 dapat dilihat VLAN ID yang sudah di tagging yaitu VLAN 2502 sudah dikonfigurasi untuk servis ID 8 yaitu 3G_OAM RNJKT13 (VLAN OAM existing).

(36)

Gambar 3.9 Konfigurasi servis E-LAN 3G_OAM RNJKT13 di NMS

3.5.2 Konfigurasi IP di sisi MPLS RAN Router

Setelah konfigurasi tunnel dan servis di sisi MSTP sudah selesai, maka IP VLAN RNJKT21 yang akan diintegrasikan harus dikonfigurasi terlebih dahulu di sisi MPLS RAN router. Adapun alokasi IP yang akan di konfigurasi terdapat di tabel 3.9 dan tabel 3.10.

Tabel 3.9 Tabel alokasi IP VLAN untuk RNJKT21 Jabodetabek RNJKT21 SN Kalideres 2551-2558 2559-2566 10.165.49.0 10.165.50.0 255.255.255.224 255.255.255.224 51-58 59-66 10.165.174.0 10.165.175.0 255.255.255.224 255.255.255.224

Tabel 3.10 Tabel alokasi port interface untuk RNJKT21

Jika IP VLAN tersebut sudah dikonfigurasi di sisi RAN router dan mac address NodeB juga sudah terbaca maka tes ping dan konfigurasi IP VLAN di sisi MSTP dan MPLS RAN router sudah sukses. Gambar 3.10 adalah hasil capture IP

RNJKT21 SN Kalideres 952-3-PEG8#7 952-3-PEG8#8

RN-JKKDS-01 Gi0/1/0/0 RN-JKKDS-02 Gi0/1/0/0

(37)

VLAN NodeB 3G_ROXYQUARE yang sudah sukses dikonfigurasi di sisi RAN router menggunakan IP VLAN IuB 10.165.175.197.

Gambar 3.10 Capture IP VLAN dan Mac Address di sisi RAN router

3.6 Eksekusi Insert Script disisi RNC & NodeB

Setelah alokasi pendukung yang dibutuhkan siap, pekerjan eksekusi rehoming dapat dilakukan yaitu insert script command rehoming ke sisi RNC dan nodeB untuk pengaturan parameter link transmisi yang akan dilalui oleh trafik hingga sampai ke RNC tujuan . pada gambar 3.12 ditunjukkan proses cara kerja rehoming tersebut dimana apabila terjadi kegagalan pada proses rehoming , pekerjaan rehoming di rollback/dilanjutkan dikemudian hari agar proses rehoming tidak berpengaruh ke jaringan agar tidak menggangu layanan servis ke pelanggan , sehingga pelanggan tetap dapat menggunakan service seperti biasanya tanpa merasakan adanya gangguan. Untuk parameter script pada sisi RNC dan nodeB terlampir pada lampiran 3. Berikut adalah cek post yang harus dilakukan setelah proses insert script selesai atau rehoming selesai dilakukan yaitu :

1. cek channel resources dan traffic in sisi Node B 2. Cek link Iub dan Utran cell di sisi RNC

3. Cek alarm dalam node B dan RNC 4. Cek CGI baru pada sisi MSS

Setelah health cek pada cluster di rehoming selesai dan menunjukkan tidak terdapat gangguan atau alarm, maka lingkup pekerjaan rehoming selesai dilakukan. dan apabila dalam pengecekan tersebut masih terdapat gangguan alarm , maka proses insert script pada RNC dan node B dapat di rollback kembali

(38)

sehingga servis masih tetap seperti biasa pada saat sebelum dilakukan proses insert script.

Gambar 3.12 Flowchart Pengerjaan Rehoming Ya Ya Tidak Baca Parameter Baca Parameter Pendeteksian Unbalanced Capacity Condition? Pendeteksian Unbalanced Capacity Condition? Pemilihan RNC Okupansi rendah/kosoh Pemilihan RNC Okupansi rendah/kosoh Pelanjutan Koneksi Lama Pelanjutan Koneksi Lama Selesa i Selesa i Eksekusi Berhasil? Eksekusi Berhasil? Pengiriman Operation Data dari RNC okupansi tinggi

ke rendah

Pengiriman Operation Data dari RNC okupansi tinggi

ke rendah

Tidak

Rollback Sistem

(39)

BAB IV

(40)

Pekerjaan rehoming diselesaikan dari bulan September 2012 sampai dengan maret 2013 yang mana terlihat pada gambar 4.1 terlihat cluster baru di area XL jabodetabek dimana cluster RNJKT13 sudah dibagi menjadi dua cluster dimana area selatan border RNJKT13 sebelumnya sekarang menjadi area cluster RNJKT21 dimana nodeB yang ada di area tersebut berhasil di rehoming ke RNJKT21 dimana setelah rehoming terjadidapat dianalisa hasilnya melalui report parameter yang dikirimkan oleh sistem NMS melalui email yang terdapat pada gambar 3.1 di bab 3. adapun tampak terdapat beberapa blank yaitu tidak ada report melalui email disebabkan adanya kesalahan pada sistem monitoring server itu sendiri yang mana dalam masa development , bukan dikarenakan oleh perubahan konfigurasi jaringan ataupun proses rehoming itu sendiri.

Gambar 4.1 Peta cluster RNJKT13 dan RNJKT21 setelah rehoming.

Parameter detail hasil pekerjaan rehoming terdapat pada tabel 4.1 sampai tabel 2.24 dimana jumlah titik – titik pada gambar 4.1 yang terdapat dalam cluster RNJKT21 dan RNJKT13 sangat mempengaruhi sangat mempengaruhi performansi dari kapasitas cluster itu sendiri.

(41)

1. Hasil Report monthly Oktober 2012 :

Hasil result rehoming pada periode ini tidak berimpact apa – apa karena pada periode ini pelaksanaan rehoming masih pada tahap persiapan CGI , & IP dan VLAN ID di sisi Transmisi

RNJKT13

pada tabel 4.1 nilai dari utilisasi usernya yang tertinggi adalah 84.36 % melebihi 14.6% dari batas optimal yaitu maksimal yang 70% dan subordinate nodeB RNJKT13 adalah 216 , adapun berkurang menjadi 213 dikarenakan ada 3 nodeB yang bermasalah / mati

Tabel 4.1 utilisasi user RNJKT13 Periode 30 September 2012 – 24 Oktober 2012

RNC DATE pmCapacityLimit (users) FachDchHsUsersMax (users) UTILIZATION (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT13 Sep 30 2012 20,000.00 14,052.36 70.26 213 HIGH UTILIZE RNJKT13 Oct 29 2012 20,000.00 16,871.38 84.36 216 HIGH UTILIZE RNJKT13 Oct 28 2012 20,000.00 14,125.90 70.63 216 HIGH UTILIZE RNJKT13 Oct 24 2012 20,000.00 16,413.08 82.07 213 HIGH UTILIZE

Tabel 4.2 throughput RNJKT13 Periode 30 September 2012 – 24 Oktober 2012

RNC DATE pmCapacityLimit (kbps) IUB_THROUGHPUTM AX (kbps) UTILIZATIO N (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT13 Sep 30 2012 4,000,000.00 229,175.94 5.73 213 SAFE RNJKT13 Oct 29 2012 4,000,000.00 250,038.90 6.25 216 SAFE RNJKT13 Oct 28 2012 4,000,000.00 240,200.06 6.01 216 SAFE RNJKT13 Oct 24 2012 4,000,000.00 246,029.57 6.15 213 SAFE RNJKT21

pada periode ini di RNJKT masih belum terdapat subordinate nodeB , dan utilisasi user dan utilisasi Iubnya masih 0% dimana kapasitas di RNJKT21 sebesar 64000 untuk kapasitas usernya yaitu tiga kali lebih besar dari RNJKT13

(42)

Tabel 4.3 utilisasi user RNJKT21 Periode 24 September 2012 – 29 Oktober 2012

RNC DATE pmCapacityLimit (users) FachDchHsUsersMax (users) UTILIZATION (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT21 Oct 29 2012 64,000.00 0.00 0.00 SAFE RNJKT21 Oct 28 2012 64,000.00 0.00 0.00 SAFE RNJKT21 Oct 24 2012 64,000.00 0.00 0.00 SAFE

Tabel 4.4 throughput RNJKT21 Periode 24 September 2012 – 29 Oktober 2012

RNC DATE pmCapacityLimit (kbps) IUB_THROUGHPUTM AX (kbps) UTILIZATIO N (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT21 Oct 29 2012 2,000.00 0.00 0.00 SAFE RNJKT21 Oct 28 2012 2,000.00 0.00 0.00 SAFE RNJKT21 Oct 24 2012 2,000.00 0.00 0.00 SAFE

2. Hasil Report monthly November 2012 :

Hasil result rehoming pada periode ini tidak berimpact apa – apa karena pada periode ini pelaksanaan rehoming masih pada tahap persiapan CGI , & IP dan VLAN ID di sisi Transmisi

RNJKT13

Hasil dari parameter utilisasi user yang terdapat di tabel 4.5 dapat dilihat bahwa terdapat lonjakan yang sangat besar yaitu daru 14983 menjadi 16881 dimana terdapat kenaikan sebesar 9,72 % dimana pada status high utilize ini sangat beresiko menyebabkan blank service pada RNC apabila sewaktu – waktu terdapat pelonjakan banyaknya user yang aktif dalam cluster tersebut

Tabel 4.5 utilisasi user RNJKT13 Periode 20 November 2012–27 November 2012

RNC DATE pmCapacityLimit (users) FachDchHsUsersMax (users) UTILIZATION (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT13 Nov 20 2012 20,000.00 17,146.78 85.73 218 HIGH UTILIZE RNJKT13 Nov 21 2012 20,000.00 17,264.74 86.32 218 HIGH UTILIZE RNJKT13 Nov 22 2012 20,000.00 17,245.77 86.23 219 HIGH UTILIZE

(43)

RNJKT13 Nov 23 2012 20,000.00 17,052.48 85.26 219 HIGH UTILIZE RNJKT13 Nov 25 2012 20,000.00 14,938.30 74.69 219 HIGH UTILIZE RNJKT13 Nov 26 2012 20,000.00 16,881.10 84.41 219 HIGH UTILIZE RNJKT13 Nov 27 2012 20,000.00 17,226.40 86.13 219 HIGH UTILIZE

Tabel 4.6 throughput RNJKT13 Periode 20 November 2012 – 27 November 2012

RNC DATE pmCapacityLimit (kbps) IUB_THROUGHPUTM AX (kbps) UTILIZATIO N (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT13 Nov 20 2012 4,000,000.00 262,207.34 6.56 218 SAFE RNJKT13 Nov 21 2012 4,000,000.00 270,328.96 6.76 218 SAFE RNJKT13 Nov 22 2012 4,000,000.00 264,185.28 6.60 219 SAFE RNJKT13 Nov 23 2012 4,000,000.00 263,275.82 6.58 219 SAFE RNJKT13 Nov 25 2012 4,000,000.00 261,534.82 6.54 219 SAFE RNJKT13 Nov 26 2012 4,000,000.00 258,290.54 6.46 219 SAFE RNJKT13 Nov 27 2012 4,000,000.00 256,995.64 6.42 219 SAFE RNJKT21

pada periode ini sama dengan parameter RNJKT21 di bulan oktober 2013 yaitu utilisasi RNJKT21 masih kosong utilisasinya

Tabel 4.7 utilisasi user RNJKT21 Periode 20 November 2012–27 November 2012

RNC DATE pmCapacityLimit (users) FachDchHsUsersMax (users) UTILIZATION (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT21 Nov 20 2012 64,000.00 0.00 0.00 SAFE RNJKT21 Nov 21 2012 64,000.00 0.00 0.00 SAFE RNJKT21 Nov 22 2012 64,000.00 0.00 0.00 SAFE RNJKT21 Nov 23 2012 64,000.00 0.00 0.00 SAFE RNJKT21 Nov 25 2012 64,000.00 0.00 0.00 SAFE RNJKT21 Nov 26 2012 64,000.00 0.00 0.00 SAFE RNJKT21 Nov 27 2012 64,000.00 0.00 0.00 SAFE

Tabel 4.8 throughput RNJKT21 Periode 20 November 2012 – 27 November 2012

RNC DATE pmCapacityLimit (kbps) IUB_THROUGHPUTM AX (kbps) UTILIZATIO N (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT21 Nov 20 2012 2,000.00 0.00 0.00 SAFE RNJKT21 Nov 21 2012 2,000.00 0.00 0.00 SAFE

(44)

RNJKT21 Nov 23 2012 2,000.00 0.00 0.00 SAFE

RNJKT21 Nov 25 2012 2,000.00 0.00 0.00 SAFE

RNJKT21 Nov 26 2012 2,000.00 0.00 0.00 SAFE

RNJKT21 Nov 27 2012 2,000.00 0.00 0.00 SAFE

3. Hasil Report monthly Desember 2012 :

Pada periode ini hasil weekly yang didapatkan terdapat penurunan pada RNJKT13 karena terdapat aktifitas rehoming dimana ada 9 nodeB yang di rehome ke JKT21 dimana tampak pada tabel 4.11 ada utilisasi sebesar 1.66 %

RNJKT13

Utilisasi user di RNJKT13 pada desember 2012 terdapat proses rehoming 9 nodeB ke RNJKT21 yang menurunkan tingkat utilisasi usernya menjadi 16.09 %. Tabel 4.9 utilisasi user RNJKT13 Periode 19 Desember 2012 – 27 desember 2012

RNC DATE pmCapacityLimit (users) FachDchHsUsersMax (users) UTILIZATION (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT13 Dec 19 2012 20,000.00 18,375.25 91.88 220 HIGH UTILIZE RNJKT13 Dec 27 2012 20,000.00 15,157.55 75.79 211 HIGH UTILIZE

Tabel 4.10 throughput RNJKT13 Periode 19 Desember 2012 – 27 desember 2012

RNC DATE pmCapacityLimit (kbps) IUB_THROUGHPUTM AX (kbps) UTILIZATIO N (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT13 Dec 19 2012 4,000,000.00 281,989.89 7.05 220 SAFE RNJKT13 Dec 27 2012 4,000,000.00 270,572.81 6.76 211 SAFE RNJKT21

di akhir periode desember RNJKT21 memiliki subordinate 9 nodeB yang membuat utilisasi di RNJKT21 menjadi 9%

(45)

RNC DATE pmCapacityLimit (users) FachDchHsUsersMax (users) UTILIZATION (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT21 Dec 19 2012 64,000.00 1,059.85 1.66 SAFE RNJKT21 Dec 27 2012 64,000.00 920.97 1.44 9 SAFE

Tabel 4.12 throughput RNJKT13 Periode 19 Desember 2012 – 27 desember 2012

RNC DATE pmCapacityLimit (kbps) IUB_THROUGHPUTM AX (kbps) UTILIZATIO N (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT21 Dec 27 2012 2,000.00 16.08 0.80 9 SAFE RNJKT21 Dec 19 2012 2,000.00 18.26 0.91 SAFE

4. Hasil Report monthly Januari 2013:

Pada periode januari terdapat perubahan signifikan dimana 52 nodeb berhasil di rehome , dimana kondisi tersebut menurunkan utilisasi RNJKT13 menjadi 50,20% pada 29 Januari 2013 di tabel 4.13

RNJKT13

Periode awal dan pertengan januari pada tabel 4.13 dan 4.14menunjukkan proses rehoming masih hold karena issue belum lengkapnya alokasi IP , dimana dalam pemantauan total node B di RNJKT13 masih berjumlah 211 node. Trafik pada periode awal januari menunjukkan trafik user yang ditampung oleh RNJKT13 bisa mencapai kenaikan sampai 1635 user dimana masih dalam status high , yang sewaktu – waktu apabila dalam posisi sangat tinggi dapat menyebabkan restartnya RNC. Sehingga menyebabkan service blank

Tabel 4.13 utilisasi user RNJKT13 Periode 1 Januari 2013 – 29 Januari 2013

RNC DATE pmCapacityLimi t (users) FachDchHsUsersMax (users) UTILIZATION (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT13 Jan 01 2013 20,000.00 14,118.64 70.59 211 HIGH UTILIZE RNJKT13 Jan 02 2013 20,000.00 14,429.44 72.15 211 HIGH UTILIZE

(46)

RNJKT13 Jan 04 2013 20,000.00 15,753.83 78.77 211 HIGH UTILIZE RNJKT13 Jan 05 2013 20,000.00 14,266.52 71.33 211 HIGH UTILIZE

RNJKT13 Jan 06 2013 20,000.00 13,790.28 68.95 211 WARNING

RNJKT13 Jan 07 2013 20,000.00 15,691.05 78.46 211 HIGH UTILIZE

Tabel 4.14 utilisasi user RNJKT13 Periode 8 Januari 2013 – 15 Januari 2013

RNC DATE pmCapacityLimi t (users) FachDchHsUsersMax (users) UTILIZATION (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT13 Jan 08 2013 20,000.00 15,704.91 78.52 211 HIGH UTILIZE RNJKT13 Jan 09 2013 20,000.00 16,998.97 84.99 212 HIGH UTILIZE RNJKT13 Jan 09 2013 20,000.00 16,998.97 84.99 211 HIGH UTILIZE RNJKT13 Jan 11 2013 20,000.00 15,731.91 78.66 212 HIGH UTILIZE RNJKT13 Jan 12 2013 20,000.00 14,013.00 70.07 212 HIGH UTILIZE

RNJKT13 Jan 13 2013 20,000.00 13,020.19 65.10 211 WARNING

RNJKT13 Jan 14 2013 20,000.00 14,671.21 73.36 211 HIGH UTILIZE

RNJKT13 Jan 15 2013 20,000.00 13,859.43 69.30 211 WARNING

Di periode akhir januari di tabel 4.15 sebesar 52 nodeB berhasil di rehoming ke RNJKT21 dimana pada akhir terdapat 2 nodeB terdapat alarm akibat proses rehoming sehingga di rollback kembali seperti sebelum di rehoming.

Tabel 4.15 utilisasi user RNJKT13 Periode 21 Januari 2013 – 29 Januari 2013

RNC DATE pmCapacityLimi t (users) FachDchHsUsersMax (users) UTILIZATION (%) #TOTAL NODEB REMARKS RNJKT13 Jan 21 2013 20,000.00 8,466.74 42.33 169 SAFE RNJKT13 Jan 22 2013 20,000.00 9,310.51 46.55 169 SAFE RNJKT13 Jan 23 2013 20,000.00 8,678.23 43.39 169 SAFE RNJKT13 Jan 24 2013 20,000.00 7,663.71 38.32 160 SAFE RNJKT13 Jan 27 2013 20,000.00 7,824.88 39.12 159 SAFE RNJKT13 Jan 28 2013 20,000.00 9,061.39 45.31 159 SAFE

Referensi

Dokumen terkait

studi lanjutan pemanfaatan abu terbang yang terkait dengan sifat-sifat fisik perlu diselidiki lagi ka- rena sifat-sifat fisik akan berubah tergantung sebaran jarak abu Gunung

Virtual Reality (VR) atau Realitas Maya adalah teknologi yang dibuat sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer

Untuk laju pertumbuhan riil yang diperoleh dari PDRB kelompok sektor atas dasar harga konstan 2000 maka tingkat pertumbuhan terbesar berdasarkan kelompok sektor pada tahun

Mengetahui kemampuan ketersediaan debit aliran sungai dan airtanah terhadap perubahan tata guna lahan DAS Prumpung terhadap kondisi eksisting (skenario 1) dan kondisi

Manfaat yang terpenting disebutkan adalah dapat menjaga kondisi fisik maupun pikiran senantiasa dalam keadaan sehat dan bahagia serta meningkatkan daya tahan tubuh..

Lokasi penelitian dan waktu pengamatan berturut-turut pada zona 2 (jarak pertengahan) pada bulan November (M Nov), pada zona 2 (jarak pertengahan) bulan Desember (M Dec) dan pada

Field Evaluation Of The ICT malaria pf/pv Immunochromatograpic Test For Detection Of Plasmodium Falciparum and Plasmodium Vivax In Patients With A Presumptive Clinical Diagnosis

Masalah LOS dan moda yang dipilih saat evakuasi Tahun 2009 yang lalu mengindikasikan bahwa perlu peninjauan dan melihat jumlah yang berjalan kaki, arah