• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUTUSAN Nomor : 04-K/PM I-04/AD/I/2017 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PUTUSAN Nomor : 04-K/PM I-04/AD/I/2017 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PENGADILAN MILITER I-04 PALEMBANG

PUTUSAN

Nomor : 04-K/PM I-04/AD/I/2017

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Militer I-04 Palembang yang bersidang di Palembang dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa :

Nama lengkap : Abdul Karim.

Pangkat/NRP : Sertu/604301.

Jabatan : Babinsa Ramil 423-04/Arga Makmur.

Kesatuan : Kodim 0423/Bengkulu Utara.

Tempat/tanggal lahir : Palembang, 15 Oktober 1968.

Jenis kelamin : Laki-laki.

Kewarganegaraan : Indonesia.

Agama : Islam.

Tempat tinggal : Desa Dusun Curup Kec. Air Besi Kab.Bengkulu Utara. Terdakwa tidak ditahan.

Pengadilan Militer I-04 tersebut di atas :

Membaca : Berita Acara Pemeriksaan dalam perkara ini.

Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Danrem 041/Gamas selaku Papera Nomor : Kep/57/XII/2016 tanggal 02 Desember 2016.

2. Surat Dakwaan Oditur Militer I-04 Palembang Nomor :

Sdak/193/ XII/2016 tanggal 22 Desember 2016.

3. Surat Penetapan Penujukan Hakim Nomor : TAP/04/PM I-04 /AD/I/2017 tanggal 4 Januari 2017.

4.` Surat Penetapan Hari Sidang Nomor : TAP/04/PM

I-04/AD/I/2017 tanggal 10 Januari 2017.

5. Surat panggilan untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan para Saksi serta surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini.

Mendengar : 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor :

Sdak/193/XII/ 2016 tanggal 22 Desember 2016 di depan

persidangan yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.

2. Hal-hal yang diterangkan oleh Terdakwa disidang serta

keterangan para Saksi di bawah sumpah.

Memperhatikan : 1. Tuntutan (Requisitoir) Oditur Militer yang diajukan kepada Majelis Hakim yang pada pokoknya Oditur Militer menyatakan bahwa :

a. Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana : “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas mengakibatkan orang lain meninggal dunia”, sebagaimana

(2)

dirumuskan dan diancam dengan pidana menurut pasal 310 ayat (4) UU No. 22 tahun 2009.

b. Mohon agar Terdakwa dijatuhi hukuman pidana selama : 6 (enam) bulan.

c. Menetapkan barang bukti berupa : 1). Surat-surat :

a). 1 (satu) Lembar Visum Et Revertum Nomor: 89 /VS/IX/2016/RM tanggal 5 September 2016 a.n. Sertu Abdul Karim NRP 60430,

b). 1 (satu) Lembar Visum Et Revertum Nomor:

38/VS/IX/2016/RM tanggal 5 September 2016 an. Harmadi,

c). 2 (dua) Lembar Surat Perintah

Dandenpom I I / 1 Nomor: Sprin / 43 /IX / 2016 tanggal 7 September 2016 tentang melakukan penyidikan perkara Kecelakaan Lalin an. Sertu Abdul Karim NRP 604301, Baramil 423-04/Arga Makmur Kodim 0423/BU,

d) 2 (dua) Lembar Surat Perintah Dandenpom II/1 Nomor Sprin /16/ X /2016 tanggal 7 September 2016 an. Kapten Cpm Arif Supa'at NRP 2910113690670 Pasi Idik Denpom II/1 dkk 2 orang untuk melakukan penyitaan barang bukti.

e) 1 (satu) Lembar Berita Acara Barang Bukti.

f) 1 (satu) Lembar Foto Terdakwa Sertu Abdul

Karim dan Sdr. Harmadi,

g) 1 (satu) Lembar Foto Copy SIM C a.n. Abdul Karim dan STNK.

h). 1 (satu) Lembar Surat Perjanjian perdamaian, i. 1 (satu) lembar Pernyataan dari Sdri Lahaya. Mohon tetap dilekatkan di dalam berkas perkara. 2. Barang-barang :

a) 1 (satu) Unit Sepeda Motor CB 150R Nopol BD 5692 SG,

b). 1 (satu) Unit Sepeda Motor Honda Supra Fit Nopol BD 3022 DN,

Mohon dikembalikan kepada pemilik sah (yang

berhak).

d. Membebankan kepada Terdakwa membayar biaya

perkara sebesar Rp.10.000,00 (sepuluh ribu rupiah).

2. Bahwa atas tuntutan Oditur Militer tersebut, Terdakwa tidak mengajukan pembelaan atau pledoi dan juga tidak mengajukan keringan hukuman atau Clamensi.

(3)

Menimbang : Bahwa menurut surat dakwaan tersebut di atas Terdakwa pada pokoknya didakwa sebagai berikut :

Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan ditempat-tempat sebagaimana tersebut dibawah ini, yaitu pada hari Senin tanggal Lima Bulan September Tahun Dua Ribu Enam Belas atau setidak-tidaknya pada bulan September Tahun Dua Ribu enam Belas atau setidak-tidaknya dalam Tahun Dua Ribu Enam Belas bertempat di Jl. Umum Ds. Dusun Curup Kec. Air Besi Kab. Bengkulu Utara atau setidak-tidaknya ditempat lain yang termasuk wewenang Pengadilan Militer I-04 Palembang telah melakukan tindak pidana :

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara dan keadaan-keadaan sebagai berikut :

a. Bahwa Terdakwa Sertu Abdul Karim masuk TNI melalui

Pendidikan Secata tahun 1986/1987 pendidikan di Dodik Puntang Lahat, setelah dilantik dengan pangkat Prada lalu berdinas di Yonif

144/JY Bengkulu sampai tahun 1994 selanjutnya Terdakwa

dipindahkan ke Korem 041/Gamas dan ditempatkan di Kodim 0408/BS, selanjutnya pada tahun 2009 Terdakwa mengikuti Secaba Reg Ter Sus Babinsa dan terakhir tahun 2016 Terdakwa berdinas di Kodim 0423/BU dengan pangkat Sertu sampai dengan terjadinya perkara sekarang ini.

b. Bahwa Terdakwa hari Senin tanggal 5 September 2016 pukul 07.20 WIB berangkat dinas dari rumahnya yang beralamat di Ds.

Dusun Curup Kec. Air Besi Kab. Bengkulu Utara dengan

menggunakan SPM GB 150 R Nopol BD 5692 SG dengan tujuan ke kantor Koramil 423-04/Arga Makmur Kodim 0423/BU.

c. Bahwa pada saat Terdakwa mengendarai sepeda motor CB

150 R Nopol BD 5692 SG dengan kecepatan lebih kurang 60-70 Km/Jam tepatnya di JI. Umum Ds. Dusun Curup Kec. Air Besi Kab. Bengkulu Utara sehabis belokan ke kiri dari arah Bengkulu menuju Arga Makmur terdapat genangan air sehabis hujan pada sisi kiri jalan, IaIu Terdakwa menghindari genangan air tersebut yang mengakibatkan laju kendaraan Terdakwa terlalu ke kanan dan pada saat bersamaan datang dari arah berlawanan mobil travel jenis Kijang dari arah Arga Makmur dan di belakang mobil tersebut muncul sepeda motor Supra Fit Nopol BD 3022 DN yang dikendarai oleh Sdr. Harmadi (korban), sehingga terjadi tabrakan/kecelakaan.

d. Bahwa pada saat terjadinya kecelakaan lalu lintas keadaan jalan sepi dan cuaca cerah, jalan beraspal di TKP namun habis menikung/belokan ke kiri dari arah Bengkulu menuju Arga Makmur.

e. Bahwa akibat kecelakaan tersebut Terdakwa mengalami luka dalam dan tidak sadarkan diri selama 2 (dua) hari dan sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Palembang dengan Visum et Revertum a.n. Abdul Karim No. 89 I VS I IX I 2016 I RM Dokter pemeriksa dr. Jessie Arini, sedangkan Sdr. Harmadi Iangsung meninggal dunia beberapa saat setelah kecelakaan dengan Visum Et Revertum a.n. Harmadi No. 38 I VS I IX I 2016 I RM Dokter pemeriksa dr. Jessie Arini, serta 2 (dua) kendaraan sepeda motor CB 150R Nopol BD 5692 SG yang dikendarai oleh Terdakwa dan sepeda motor Supra Fit Nopol BD 3022 DN yang dikendarai oleh Sdr. Harmadi (korban) mengalami rusak berat.

(4)

f. Bahwa atas kejadian kecelakaan tersebut Terdakwa telah memberikan santunan atau bantuan kepada pihak keluarga korban berupa uang duka sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) dan Terdakwa berjanji bersedia menanggung segala kerusakan kendaraan sepeda motor bekas yang dikendarai korban (almarhum Sdr. Harmadi) pada saat kecelakaan terjadi, berdasarkan Surat

Perjanjian Perdamaian tanggal 11 Oktober 2016 yang

ditandatangani Pihak Pertama Sertu Abdul Karim, Pihak Kedua Sdri. Lahaya, Para Saksi dari Kedua Belah Pihak dan yang mengetahui Para Pejabat terkait, serta Surat Pernyataan yang dibuat dan ditandatangani sendiri oleh Istri korban Sdri. Lahaya di Lubuk Balam pada hari Kamis tanggal 13 Oktober 2016.

Berpendapat : Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam pasal 310 ayat (4) UU RI No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Menimbang : Bahwa atas dakwaan Oditur Militer, Terdakwa menyatakan

benar-benar telah mengerti dan terhadap surat dakwaan Oditur Militer, Terdakwa tidak mengajukan keberatan atau eksepsi.

Menimbang : Bahwa di persidangan Terdakwa menyatakan tidak di dampingi

oleh Penasihat Hukum dan akan dihadapi sendiri.

Menimbang : Bahwa Saksi-1, Saksi-2 dan Saksi3 tidak hadir dipersidangan

telah memberikan keterangannya di bawah sumpah dalam berita acara pemeriksaan dan yang bersangkutan telah dipanggil secara sah dan patut sesuai dengan ketentuan, namun para Saksi tidak dapat dihadirkan oleh Oditur Militer di persidangan karena Saksi-1 dan Saksi-3 sedang sakit, sedangkan Saksi-2 baru melahirkan, untuk itu dengan mendasari pasal 155 Undang-Undang Nomor : 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer Oditur Militer mohon agar keterangan Saksi yang ada di dalam berkas acara pemeriksaan dibacakan, atas persetujuan dari Terdakwa, maka keterangan Saksi dalam berkas acara pemeriksaan tersebut dibacakan yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

Saksi-1 :

Nama lengkap : Sukari.

Pekerjaan : Swasta.

Tempat / tanggal lahir : Ds. Dusun Curup,1974.

Jenis kelamin : Laki-laki

Kewarganegaraan : Indonesia

Agama : Islam

Tempat tinggal : Ds.Dusun Curup Kec.Air Besi Kab.Bengkulu Utara Prov. Bengkulu.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi sebelum kecelakaan tidak kenal dengan

Terdakwa (Sertu Abdul Karim) dan tidak ada hubungan keluarga atau family.

2. Bahwa pada hari Senin tanggal 5 September 2016 sekira pukul 08.15 WIB saat saya hendak menyadap karet di kebun belakang rumah mendengar suara" BRAAAK" dari arah jalan raya, maka saya berlari menuju arah suara di jalan raya dan melihat ada kecelakaan antara SPM CB 150 R Nopol BD 5692 SG yang dikendarai oleh Terdakwa.

(5)

3. Bahwa Saksi melihat Spm Honda CB 150 R dan Spm Honda Supra Fit tergeletak di jalur sebelah kiri jalan dari arah Arga Makmur (Bengkulu Utara) sedangkan Terdakwa tergeletak di tengah jalan, dan Korban a.n. Harmadi tergeletak di siring sebelah kiri dari Arga Makmur lalu kedua korban Saksi bawa ke rumah sakit.

4. Bahwa sepengetahuan Saksi Spm Honda CB 150 R Nopol BD

5692 SG yang dikendarai oleh Terdakwa datang dari arah Bengkulu menuju Arga Makmur, sedangkan Spm Honda Supra Fit Nopol 3022 DN yang dikendarai oleh korban datang dari Arga Makmur atau Bengkulu Utara.

5. Bahwa akibat dari kecelakaan itu kedua sepeda motor

mengalami rusak berat pada bagian depan sedangkan Terdakwa luka pada bagian kepala dan tidak sadarkan diri dan korban luka bagian kepala dan meninggal dunia.

6. Bahwa sebelum terjadi kecelakaan Saksi tidak mendengar adanya bunyi klakson dan hanya mendengar suara 'Braak'.

7. Bahwa pada saat kejadian kecelakaan lalu lintas keadaan jalan sepi dan cuaca cerah pagi hari, jalan beraspal dan TKP merupakan perumahan penduduk.

8. Bahwa pada saat kecelakaan saya berada di belakang rumah hendak ke kebun karet untuk menyadap karet dan jarak antara Saksi dengan TKP sekitar 50 (lima puluh meter).

Atas keterangan Saksi-1 yang dibacakan tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya.

Saksi-2 :

Nama lengkap : Depi Sariani.

Pekerjaan : Swasta.

Tempat / tanggal lahir : Lekat,11 November 1987.

Jenis kelamin : Laki-laki

Kewarganegaraan : Indonesia

Agama : Islam

Tempat tinggal : Ds.Dusun Curup Kec.Air Besi Kab.Bengkulu Utara Prov. Bengkulu.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi sebelum kecelakaan tidak kenal dengan

Terdakwa (Sertu Abdul Karim) dan tidak ada hubungan keluarga atau family.

2. Bahwa pada hari Senin tanggal 5 September 2016 sekira pukul 08.15 Wib saat Saksi berada di rumah, lalu Saksi mendengar suara Braak " dari arah jalan raya setelah itu Saksi menuju arah suara dan sesampainya di jalan raya melihat Spm Honda CB 150 R dan Spm Honda Supra Fit tergeletak di jalur sebelah kiri jalan dari arah Arga Makmur, sedangkan Terdakwa tergeletak di tengah jalan dan Sdr. Harmadi tergeletak di siring parit sebelah kiri dari Arga Makmur, selanjutnya kedua korban di tolong oleh masyarakat.

3. Bahwa Saksi menerangkan pada saat kejadian kecelakaan lalu lintas keadaan jalan sepi dan cuaca cerah jalan beraspal dan TKP lurus namun habis menikung atau belokan ke kiri dan arah Bengkulu menuju Arga Makmur.

(6)

4. Bahwa Spm Honda CB 150 R Nopol BD 5692 SG yang dikendarai oleh Terdakwa datang dari arah Bengkulu menuju Arga Makmur, sedangkan Spm Honda Supra Fit Nopol 3022 DN yang dikendarai oleh korban dari arah Arga Makmur.

5. Bahwa Saksi tidak tahu titik perkenaan kecelakaan lalu lintas, hanya melihat kedua sepeda motor tersebut rusak pada bagian depan, sedangkan posisi Spm Honda CB 150 R Nopol BD 5692 SG dan Spm Honda Supra Fit Nopol BD 3022 DN tergeletak di jalur sebelah kiri jalan dari arah Arga Makmur, serta Terdakwa tergeletak di tengah jalan dan korban tergeletak disiring parit sebelah kiri dari arah Arga Makmur.

6. Bahwa pada saat kecelakaan Saksi berada di dalam rumah sedang duduk, sedangkan jarak antara rumah Saksi dengan tempat kecelakaan sekira 15 (lima belas) meter.

Atas keterangan Saksi-2 yang dibacakan tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya.

Saksi-3 :

Nama lengkap : Lahaya.

Pekerjaan : Swasta.

Tempat/tanggal lahir : Lubuk Dalam, 28 Juli 1972.

Jenis kelamin : Perempuan.

Kewarganegaraan : Indonesia.

Agama : Islam

Tempat tinggal : Ds.Lubuk Balam Kec.Air Besi Kab.Bengkulu Utara Prov. Bengkulu.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa (Sertu Abdul Karim)

sejak tahun 2004 dan ada hubungan keluarga atau family dengan korban atau suami Saksi.

2. Bahwa pada hari Senin tanggal 5 September 2016 sekira pukul 08.30 WIB sewaktu Saksi sedang memotong atau menyadap karet, Saksi ditelepon oleh Sdr. Fauzan memberitahu bahwa Suami Saksi mengalami kecelakaann di Ds. Dusun Curup Kec. Air Besi Kab. Bengkulu Utara, selanjutnya Saksi dan Sdr. Uping pergi ke Arga makmur dengan tujuan RSU Arga Makmur Bengkulu untuk melihat kondisi Suami atau korban.

3. Bahwa setelah sampai di RS Suami Saksi atau korban (Sdr. Harmadi) sudah meninggal dunia di mana terdapat luka di bagian kepala di pipi dan kening, setelah dijahit luka-luka tersebut jenazah korban dibawa pulang ke rumah Saksi yang beralamat di Desa Lubuk Balam Kec. Air Besi Kab. Bengkulu Utara dan hari itu kira-kira pukul 15.00 WIB langsung di makamkan.

4. Bahwa akibat kecelakaan tersebut korban meninggal dunia sedangkan Terdakwa luka pada bagian kepala dan tidak sadarkan diri.

5. Bahwa setelah kecelakaan Terdakwa pernah datang ke rumah dan memberikan bantuan uang duka atau santunan sebesar Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) dan selain uang duka Terdakwa menyanggupi untuk memperbaiki sepeda motor Saksi seperti yang tertuang dalam surat perdamaian yang dibuat dan ditandatangani pada hari Selasa tanggal 11 Oktober tahun 2016.

(7)

6. Bahwa Saksi juga telah membuat surat pernyataan pada tanggal 13 Oktober 2016 menerangkan bahwa telah dilakukan perdamaian.

Atas keterangan Saksi-3 yang dibacakan tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya.

Menimbang : Bahwa di dalam pemeriksaan di persidangan Terdakwa telah

memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Bahwa Terdakwa masuk TNI melalui Secata tahun 1986/1987 pendidikan di Dodik Lahat, setelah dilantik dengan pangkat Prada

berdinas di Yonif 144/JY di Bengkulu sampai tahun 1994,

selanjutnya Terdakwa pindah ke Korem 041/Gamas lalu pindah ke Kodim 0408/BS dan tahun 2009 Terdakwa ikut Secaba Reg Ter Sus Babinsa kemudian tahun 2016 pindah ke Kodim 0423/BU sampai dengan terjadinya perkara sekarang ini dengan Pangkat Sertu.

2. Bahwa Terdakwa pernah tugas operasi militer sebanyak 2 (dua) kali yaitu di Timor-Timor pada tahun 1988 sampai dengan 1999 dan yang kedua di Timor-Timor pada tahun 1992 sampai dengan 1993.

3. Bahwa Terdakwa kenal dengan Sdr Harmadi dan masih ada

hubungan keluarga yaitu paman Terdakwa.

4. Bahwa pada hari Senin tanggal 5 September 2016 sekira pukul 07.30 Wib Terdakwa berangkat dari rumah yang beralamatkan di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara dengan menggunakan Sepeda motor CB 150 Nopol BD 5692 SG dengan tujuan ke Kantor Koramil 423-04/Arga Makmur Kodim 0423/BU.

5. Bahwa kurang lebih 1 kilo meter dari rumah tepatnya sebelum Puskesmas Kecamatan Air Besi Terdakwa mengendarai sepeda motor dengan kecepatan lebih kurang 60 sampai 70 km/jam dan Terdakwa waktu itu melihat ada mobil travel jenis Kijang datang dari

arah Arga Makmur/Bengkulu Utara (arah yang berlawanan),

selanjutnya dari belakang mobil tersebut ada sepeda motor yang tiba-tiba muncul sehingga terjadi tabrakan tidak sadarkan diri.

6. Bahwa penyebab kecelakaan tersebut karena Terdakwa

menghindari genangan air di jalan sehingga kendaraan Terdakwa kearah kanan sehingga masuk jalur orang lain dan tiba-tiba ada sepeda motor, karena Terdakwa dalam mengemudikan sepeda motor tersebut dengan kecepatan 60 sampai 70 km/jam, kemudian Terdakwa tidak mengerem dan tidak bisa mengendalikan diri sehingga tabrakan tidak bisa dihindarkan.

7. Bahwa akibat dari kecelakaan tersebut Terdakwa luka dalam dan tidak sadarkan diri selama 2 (dua) hari, sedangkan Sdr Harmadi meninggal dunia dan kedua kendaraan tersebut rusak berat.

8. Bahwa setelah kecelakaan Terdakwa tidak tahu siapa yang menolong Terdakwa maupun Sdr Harmadi karena begitu kecelakaan Terdakwa langsung pingsan dan Terdakwa sadar setelah di Rumah Sakit Umum Palembang.

9. Bahwa pada saat kejadian kecelakaan lalu lintas keadaan jalan sepi dan cuaca mendung malam harinya habis hujan, jalan beraspal lurus habis menikung/belokan ke kiri dari arah Bengkulu menuju

(8)

Arga Makmur/Bengkulu Utara serta ada banyak genangan air habis hujan.

10. Bahwa pada saat itu Sdr Harmadi waktu mengendarai sepeda motor tidak memakai helem karena waktu itu Sdr Harmadi mau pergi ke sawah.

11. Bahwa sepeda motor Honda Fit Nopol BD 3022 DN milik Sdr Harmadi mengalami rusak berat di bagian depan hancur dan sepeda motor CB 150 R Nopol BD 5692 SG yang dikemudikan Terdakwa juga rusak berat bagian depannya.

12. Bahwa pada saat Terdakwa mengemudikan kendaraan sepeda motor CB 150 R Nopol BD 5692 SG dilengkapi dengan SIM C dan STNK dan kondisi kendaraan yang dikendarai Terdakwa lengkap seperti lampu kondisi baik dan sepion lengkap serta kondisi kendaraan Terdakwa dalam keadaan baik.

13. Bahwa Terdakwa tidak ada mengerem dikarenakan pada saat terjadi kecelakaan Terdakwa terkejut dan kaget karena Terdakwa menghindari genangan air dan belok ke kanan masuk ke jalur orang lain sehingga tiba-tiba muncul sepeda motor Sdr Harmadi dan tabrakan tidak bisa dihindari.

14. Bahwa akibat kecelakaan tersebut Terdakwa sudah membantu keluarga korban dengan cara memberikan uang santunan sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah), dan Terdakwa bersedia mengeluarkan sepeda motor dari Polres Bengkulu Utara berikut memperbaiki sepeda motor yang rusak sehingga bisa digunakan kembali oleh keluarga korban, Terdakwa dan pihak keluarga korban sudah membuat perjanjian untuk perdamaian dan tidak saling menggugat yang dibuat pada tanggal 11 Oktober 2016

Menimbang : Bahwa dari barang bukti yang diajukan oleh Oditur Militer ke

persidangan berupa : 1. Surat-surat :

a. 1 (satu) Lembar Visum Et Revertum Nomor: 89

/VS/IX/2016/RM tanggal 5 September 2016 a.n. Sertu Abdul Karim NRP 60430,

b. 1 (satu) Lembar Visum Et Revertum Nomor:

38/VS/IX/2016/RM tanggal 5 September 2016 an.

Harmadi,

c. 2 (dua) Lembar Surat Perintah Dandenpom II/1

Nomor: Sprin / 43 /IX / 2016 tanggal 7 September 2016 tentang melakukan penyidikan perkara Kecelakaan Lalin an. Sertu Abdul Karim NRP 604301 Baramil 423-04/Arga Makmur Kodim 0423/BU,

e. 2 (dua) Lembar Surat Perintah Dandenpom II/1

Nomor Sprin /16/ X /2016 tanggal 7 September 2016 an. Kapten Cpm Arif Supa'at NRP 2910113690670 Pasi Idik Denpom II/1 dkk. 2 orang untuk melakukan penyitaan barang bukti,

f. 1 (satu) Lembar Berita Acara Barang Bukti.

g. 1 (satu) Lembar Foto Terdakwa Sertu Abdul Karim dan Sdr. Harmadi,

h. 1 (satu) Lembar Foto Copy SIM C a.n. Abdul Karim dan STNK.

i. 1 (satu) Lembar Surat Perjanjian perdamaian, j. 1 (satu) lembar Pernyataan dari Sdri Lahayati.

(9)

2. Barang-barang :

a. 1 (satu) Unit Sepeda Motor CB 150R Nopol BD 5692 SG dalam keadaan Rusak Berat.

b. 1 (satu) Unit Sepeda Motor Honda Supra Fit Nopol BD 3022 DN dalam keadaan Rusak Berat

Menimbang : Bahwa barang bukti berupa surat-surat dan barang-barang

tersebut di atas telah diperlihatkan dan dibacakan kepada Terdakwa dan Oditur Militer dipersidangan, serta telah diterangkan sebagai barang bukti tindak pidana yang telah dilakukan oleh Terdakwa, ternyata berhubungan dan bersesuaian dengan bukti-bukti lain dan diakui kebenarannya dapat memperkuat pembuktian atas perbuatan yang didakwakan kepada Terdakwa dan dapat dijadikan barang bukti dalam perkara ini.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan para Saksi di bawah sumpah,

keterangan Terdakwa dan alat bukti lainnya di persidangan setelah menghubungkan satu dengan yang lainnya maka diperoleh fakta hukum sebagai berikut :

1. Bahwa benar Terdakwa masuk TNI melalui Secata tahun

1986/1987 pendidikan di Dodik Lahat, setelah dilantik dengan pangkat Prada berdinas di Yonif 144/JY di Bengkulu sampai tahun 1994, selanjutnya Terdakwa pindah ke Korem 041/Gamas lalu pindah ke Kodim 0408/BS dan tahun 2009 Terdakwa ikut Secaba Reg Ter Sus Babinsa kemudian tahun 2016 pindah ke Kodim 0423/BU sampai dengan terjadinya perkara sekarang ini dengan Pangkat Sertu.

2. Bahwa benar Terdakwa pernah tugas operasi militer sebanyak 2 (dua) kali yaitu di Timor-Timor pada tahun 1988 sampai dengan 1999 dan yang kedua di Timor-Timor pada tahun 1992 sampai dengan 1993.

3. Bahwa benar Terdakwa kenal dengan Sdr Harmadi dan masih ada hubungan keluarga yaitu paman Terdakwa.

4. Bahwa benar pada hari Senin tanggal 5 September 2016 sekira pukul 07.30 Wib Terdakwa berangkat dari rumah yang beralamatkan di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara dengan menggunakan Sepeda motor CB 150 Nopol BD 5692 SG dengan tujuan ke Kantor Koramil 423-04/Arga Makmur Kodim 0423/BU.

5. Bahwa benar kurang lebih 1 kilo meter dari rumah tepatnya sebelum Puskesmas Kecamatan Air Besi Terdakwa mengendarai sepeda motor dengan kecepatan lebih kurang 60 sampai 70 km/jam dan Terdakwa waktu itu melihat ada mobil travel jenis Kijang datang dari arah Arga Makmur/Bengkulu Utara (arah yang berlawanan), selanjutnya dari belakang mobil tersebut ada sepeda motor yang tiba-tiba muncul sehingga terjadi tabrakan dan Terdakwa langsung tidak sadarkan diri.

6. Bahwa benar pada hari Senin tanggal 5 September 2016 sekira pukul 08.15 WIB saat Saksi-1 (Sukari) hendak menyadap karet di kebun belakang rumah mendengar suara" BRAAAK" dari arah jalan raya, selanjutnya Saksi-1 (Sukari) berlari menuju arah suara di jalan raya dan melihat ada kecelakaan antara sepeda motor Honda CB 150 R Nopol BD 5692 SG yang dikendarai oleh Terdakwa.

(10)

7. Bahwa benar Saksi-1 (Sukari) melihat sepeda motor Honda CB 150 R dan sepeda motor Honda Supra Fit tergeletak di jalur sebelah kiri jalan dari arah Arga Makmur (Bengkulu Utara), sedangkan Terdakwa tergeletak di tengah jalan, dan Korban Sdr Harmadi tergeletak di siring sebelah kiri dari Arga Makmur lalu kedua korban Saksi-1 (Sukari)bawa ke rumah sakit.

8. Bahwa benar pada hari Senin tanggal 5 September 2016 sekira pukul 08.30 Wib sewaktu Saksi-3 (Lahaya) sedang memotong atau menyadap karet, Saksi-3 (Lahaya) ditelepon oleh Sdr. Fauzan

memberitahu bahwa Suami Saksi-3 (Lahaya) mengalami

kecelakaann di Ds. Dusun Curup Kec. Air Besi Kab. Bengkulu Utara, selanjutnya Saksi-3 (Lahaya) dan Sdr. Uping pergi ke Arga makmur dengan tujuan RSU Arga Makmur Bengkulu untuk melihat kondisi Suami atau korban.

9. Bahwa benar setelah sampai di RS Suami Saksi-3 (Lahaya) atau korban (Sdr. Harmadi) sudah meninggal dunia di mana terdapat luka di bagian kepala di pipi dan kening, setelah dijahit luka-luka tersebut jenazah korban dibawa pulang ke rumah Saksi yang beralamat di Desa Lubuk Balam Kec. Air Besi Kab. Bengkulu Utara dan hari itu kira-kira pukul 15.00 WIB langsung di makamkan.

10. Bahwa benar pada saat kejadian kecelakaan lalu lintas keadaan jalan sepi dan cuaca mendung malam harinya habis hujan, jalan beraspal lurus habis menikung/belokan ke kiri dari arah Bengkulu menuju Arga Makmur/Bengkulu Utara serta ada banyak genangan air habis hujan.

11. Bahwa pada saat itu Sdr Harmadi waktu mengendarai sepeda motor tidak memakai helem karena waktu itu Sdr Harmadi mau pergi ke sawah.

12. Bahwa benar sepeda motor Honda Fit Nopol BD 3022 DN milik Sdr Harmadi mengalami rusak berat di bagian depan hancur dan sepeda motor CB 150 R Nopol BD 5692 SG yang dikemudikan Terdakwa juga rusak berat bagian depannya.

13. Bahwa benar pada saat Terdakwa mengemudikan kendaraan sepeda motor CB 150 R Nopol BD 5692 SG dilengkapi dengan SIM C dan STNK dan kondisi kendaraan yang dikendarai Terdakwa lengkap seperti lampu kondisi baik dan sepion lengkap.

14. Bahwa benar penyebab kecelakaan tersebut karena Terdakwa menghindari genangan air di jalan sehingga Terdakwa kearah kanan sehingga kendaraan Terdakwa belok ke kanan sehingga masuk jalur orang lain dan tiba-tiba ada sepeda motor, karena Terdakwa dalam mengemudikan sepeda motor tersebut dengan kecepatan 60 sampai 70 km/jam, kemudian Terdakwa tidak mengerem dan tidak bisa mengendalikan diri sehingga tabrakan tidak bisa dihindarkan.

15. Bahwa benar Terdakwa tidak ada mengerem dikarenakan pada saat terjadi kecelakaan Terdakwa terkejut dan kaget karena Terdakwa menghindari genangan air dan belok ke kanan masuk ke jalur orang lain sehingga tiba-tiba muncul sepeda motor Sdr Harmadi dan tabrakan tidak bisa dihindari.

16. Bahwa benar akibat dari kecelakaan tersebut Terdakwa luka dalam dan tidak sadarkan diri selama 2 (dua) hari, sedangkan Sdr Harmadi meninggal dunia dan kedua kendaraan tersebut rusak berat.

(11)

17. Bahwa benar akibat kecelakaan tersebut Terdakwa sudah membantu keluarga korban dengan cara memberikan uang sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah), Terdakwa bersedia mengeluarkan sepeda motor dari Polres Bengkulu Utara berikut memperbaiki sepeda motor yang rusak sehingga bisa digunakan kembali oleh keluarga korban, Terdakwa dan pihak keluarga korban sudah membuat perjanjian untuk perdamaian dan tidak saling menggugat yang dibuat pada tanggal 11 Oktober 2016.

18. Bahwa benar berdasarkan Visum Et Repertum Nomor :

89/VS/IX/2016/RM atas nama Abdul Karim yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Arga Makmur yang ditanda tangani oleh Dokter Pemeriksa dr Jessie Arini Nip 19870614022002 yang menyatakan pasien dalam kondisi penurunan kesadaran dan terdapat bengkak di pipi kanan dan mata kanan serta terdapat memar di bawah mata kanan teraba gemeretak dipipi kanan dan tulang hidung, bentuk hidung tidak simestris dan terdapat jejas di dada kanan atas yang ada pada pasien diduga karena benturan benda tumpul

19. Bahwa benar berdasarkan Visum Et Repertum Nomor :

38/VS/IX/2016/RM yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Arga Makmur yang ditanda tangani oleh Dokter Pemeriksa dr Jessie Arini Nip 198706142014022002 yang menyatakan Pasien atas nama Sdr Harmadi telah meninggal dunia.

Menimbang : Bahwa lebih dahulu Majelis akan menanggapi beberapa hal

yang dikemukakan oleh Oditur Militer dalam Tuntutannya dengan mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :

Bahwa pada pokoknya Majelis Hakim sependapat dengan Oditur Militer mengenai pembuktian unsur-unsur tindak pidana

sebagaimana diuraikan dalam tuntutannya, namun mengenai

penjatuhan pidana tersebut Majelis Hakim masih akan mengkaji sendiri sebagaimana pertimbangan di bawah ini berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan dan hal-hal yang mempengaruhi yaitu motivasi pelaku, akibat maupun kepentingan Terdakwa sesuai fakta yang terungkap selama pemeriksaan perkara ini.

Menimbang : Bahwa tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer

dalam dakwaan tunggal mengandung unsur-unsur sebagai berikut : Unsur kesatu : Setiap orang.

Unsur kedua : Yang mengemudikan kendaraan bermotor.

Unsur ketiga : Yang karena kelalaiannya mengakibatkan

kecela-kaan lalu lintas.

Unsur keempat : Mengakibatkan orang lain luka berat kemudian meninggal dunia.

Menimbang : Bahwa mengenai dakwaan tersebut, Majelis mengemukakan

pendapatnya sebagai berikut : Unsur kesatu : Setiap orang.

Yang dimaksud dengan setiap orang di sini adalah sama dengan barang siapa yaitu siapa saja yang termasuk WNI dan tunduk pada ketentuan Hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia termasuk Terdakwa sebagai prajurit TNI.

(12)

Berdasarkan keterangan para Saksi di bawah sumpah, keterangan Terdakwa serta alat bukti lainnya di persidangan diperoleh fakta hukum sebagai berikut :

1. Bahwa benar Terdakwa masuk TNI melalui Secata tahun

1986/1987 pendidikan di Dodik Lahat, setelah dilantik dengan pangkat Prada berdinas di Yonif 144/JY di Bengkulu sampai tahun 1994, selanjutnya Terdakwa pindah ke Korem 041/Gamas lalu pindah ke Kodim 0408/BS dan tahun 2009 Terdakwa ikut Secaba Reg Ter Sus Babinsa kemudian tahun 2016 pindah ke Kodim 0423/BU sampai dengan terjadinya perkara ini dengan pangkat Sertu Nrp 604301.

2. Bahwa benar Terdakwa sebagai prajurit TNI AD tunduk kepada peraturan yang berlaku di wilayah Indonesia sebagaimana warga Negara Indonesia lainnya.

3. Bahwa benar Terdakwa dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani sehingga dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Dengan demikian Majelis berpendapat bahwa, unsur kesatu

Setiap orang telah terpenuhi.

Unsur kedua : Yang mengemudikan kendaraan bermotor.

Yang dimaksud dengan mengemudikan adalah memegang kendaraan, misalnya mengatur arah perjalanan misalnya perahu, mobil, sepedamotor, pesawat dll.

Yang dimaksud dengan kendaraan bermotor adalah setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan mekanik berupa mesin selain kendaraan yang berjalan di atas rel.

Berdasarkan keterangan para Saksi di bawah sumpah,

keterangan Terdakwa serta alat bukti lainnya di persidangan maka diperoleh fakta hukum sebagai berikut :

1. Bahwa benar Bahwa Terdakwa hari Senin tanggal 5

September 2016 pukul 07.20 WIB berangkat dan rumahnya yang beralamat di Ds. Dusun Curup Kec. Air Besi Kab. Bengkulu Utara dengan menggunakan sepeda motor Honda CB 150 R Nopol BD 5692 SG dengan tujuan ke kantor Koramil 423-04/Arga Makmur Kodim 0423/BU.

2. Bahwa benar kendaraan sepeda motor Honda CB 150 R

Nopol BD 5692 SG yang digunakan Terdakwa pada tanggal 5 September 2016 dalam kondisi baik dan kelengkapan sepeda motor lengkap juga rem sepeda motor juga baik.

3. Bahwa benar Terdakwa sudah lama bisa mengendarai

sepeda motor dan dalam mengendarai sepeda motor pada tanggal 5 September 2016 Terdakwa dilengkapi dengan SIM C dan STNK serta memakai helem.

Dengan demikian Majelis berpendapat bahwa, unsur kedua Yang mengemudikan kendaraan bermotor telah terpenuhi.

Unsur ketiga : Yang karena kelalaiannya mengakibatkan

(13)

Yang dimaksud kelalaiannya berarti akibat yang timbul dari kejadian itu merupakan wujud dari perbuatan/tindakan yang dilakukan oleh si pelaku dalam hal ini Terdakwa, disebabkan karena si pelaku kurang hati-hati, kurang waspada, sembrono, teledor atau sekiranya si pelaku itu telah berhati-hati, waspada, tidak ceroboh/sembrono/teledor maka kejadian tersebut tidak akan terjadi atau dapat dihindari.

Yang dimaksud dengan kecelakaan adalah kejadian (peristiwa) yang mengakibatkan orang lain celaka.

Yang dimaksud dengan lalu lintas adalah gerak kendaraan dan orang di ruang lalu lintas jalan.

Berdasarkan keterangan para Saksi di bawah sumpah,

keterangan Terdakwa serta alat bukti lainnya di persidangan maka diperoleh fakta hukum sebagai berikut :

1. Bahwa benar pada hari Senin tanggal 5 September 2016 sekira pukul 07.30 Wib Terdakwa berangkat dari rumah yang beralamatkan di Desa Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara dengan menggunakan Sepeda motor CB 150 Nopol BD 5692 SG dengan tujuan ke Kantor Koramil 423-04/Arga Makmur Kodim 0423/BU.

2. Bahwa benar kurang lebih 1 kilo meter dari rumah tepatnya sebelum Puskesmas Kecamatan Air Besi Terdakwa mengendarai sepeda motor dengan kecepatan lebih kurang 60 sampai 70 km/jam dan Terdakwa waktu itu melihat ada mobil travel jenis Kijang datang dari arah Arga Makmur/Bengkulu Utara (arah yang berlawanan), selanjutnya dari belakang mobil tersebut ada sepeda motor yang tiba-tiba muncul sehingga terjadi tabrakan dan Terdakwa langsung tidak sadarkan diri.

3. Bahwa penyebab kecelakaan tersebut karena Terdakwa

menghindari genangan air di jalan sehingga kendaraan Terdakwa kearah kanan sehingga masuk jalur orang lain dan tiba-tiba ada sepeda motor, karena Terdakwa dalam mengemudikan sepeda motor tersebut dengan kecepatan 60 sampai 70 km/jam, kemudian Terdakwa tidak mengerem dan tidak bisa mengendalikan diri sehingga tabrakan tidak bisa dihindarkan.

4. Bahwa benar sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2005 tentang tata cara penetapan batas kecepatan kendaraan yang merupakan implementasi dari Inpres tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi keselamatan jalan ditetapkan antara lain kecepatan paling tinggi 80 km/jam untuk jalan antar kota sementara untuk kawasan perkotaan paling tinggi 50 km/jam, sedangkan pemukiman yaitu 30 km/jam.

Dengan demikian Majelis berpendapat bahwa, unsur Unsur ketiga Yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu

lintas telah terpenuhi.

Unsur keempat : Mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Yang dimaksud dengan mengakibatkan orang lain luka berat menurut pasal 90 KUHP yaitu antara lain : jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh sama sekali, atau yang menimbulkan bahaya maut.

(14)

Yang dimaksud meninggal dunia adalah hasil dari akibat perbuatan si pelaku/Terdakwa yang kurang hati-hati, kurang waspada. ceroboh, sembrono menyebabkan melayangnya nyawa dan tidak hidup lagi hal ini ditandai dengan tidak berfungsinya organ tubuh seperti tidak ada denyut jantung dan tidak bernapas lagi.

Berdasarkan keterangan para Saksi di bawah sumpah,

keterangan Terdakwa serta alat bukti lainnya di persidangan diperoleh fakta hukum sebagai berikut :

- Bahwa benar berdasarkan Visum Et Repertum

No.38/VS/IX/2016 tanggal 5 September 2016 yang dikeluarkan oleh Dr. Jessie Arini dari Rumah Sakit Umum Daerah Arga Makmur hari Senin tanggal 5 September 2016 Sdr. Harmadi yang menyatakan meninggal dunia.

Dengan demikian Majelis berpendapat bahwa, unsur keempat

Mengakibatkan orang lain luka berat kemudian meninggal dunia

telah terpenuhi.

Menimbang : Bahwa berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas yang

merupakan fakta-fakta yang diperoleh dalam persidangan, Majelis Hakim berpendapat terdapat cukup bukti yang sah dan meyakinkan

bahwa Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana :

Mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain luka berat kemudian meninggal dunia, sebagaimana dimaksud oleh pasal 310 ayat (4) UU RI No. 22 tahun 2009.

Menimbang : Bahwa di dalam persidangan pada diri Terdakwa tidak

diketemukan adanya alasan pemaaf maupun alasan pembenar yang dapat melepaskan Terdakwa dari segala tuntutan hukum sehingga harus dinyatakan bersalah.

Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa dinyatakan bersalah maka

Terdakwa harus dijatuhi pidana.

Menimbang : Bahwa sebelum sampai pada pertimbangan terakhir dalam

mengadili perkara ini Majelis ingin menilai sifat dan hakekat dan akibat dari sifat serta perbuatan Terdakwa serta hal-hal lain yang mempengaruhi sebagai berikut :

1. Bahwa sifat dari perbuatan Terdakwa adalah karena Terdakwa

kurang hati-hati sembrono, kurang waspada, teledor dalam

menjalankan kendaraan bermotor di jalan raya.

2. Bahwa pada hakekatnya Terdakwa melakukan tindak pidana ini karena Terdakwa kurang hati-hati dalam mengemudikan sepeda motor dengan kecepatan tinggi yaitu 60 sampai 70 km/jam yang seharusnya paling cepat 30 km/jam karena jalan tersebut adalah jalan di tengah pedesaan dan kondisi jalannya setelah tikungan banyak genangan air karena malamnya habis hujan, sedangkan dari arah yang berlawanan Terdakwa melihat mobil travel dan setelah melewati mobil travel tersebut Terdakwa menghindari genangan air sehingga sepeda motor Terdakwa kearah kanan atau kejalur orang lain, namun tiba-tiba ada sepeda motor dari arah yang berlawanan

sehingga terjadi tabrakan dan jika Terdakwa sejak semula

mengendarai sepeda motornya sesuai dengan aturan atau ada upaya mengerem atau mengurangi kecepatan tabrakan tersebut dapat dihindari.

(15)

3. Bahwa saat mengendarai sepeda motor Terdakwa dilengkapi dengan SIM dan memakai helem.

4. Bahwa akibat dari kecelakaan tersebut Sdr Harmadi meninggal di tempat kejadian, disamping itu Terdakwa sudah membuat perdamaian dengan keluarga korban dan memberikan santunan kepada keluarga korban sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) dan berjanji akan memperbaiki sepeda motor korban.

Menimbang : Bahwa tujuan Majelis Hakim tidaklah semata-mata hanya

memidana orang-orang yang bersalah melakukan tindak pidana, tetapi juga mempunyai tujuan untuk mendidik agar Terdakwa dapat kembali kejalan yang benar menjadi prajurit yang baik sesuai dengan falsafah Pancasila dan Sapta Marga. Oleh karena itu sebelum Majelis Hakim menjatuhkan pidana atas diri Terdakwa dalam perkara ini perlu lebih dahulu memperhatikan hal-hal yang dapat meringankan dan memberatkan pidananya :

Hal-hal yang meringankan :

1. Terdakwa belum pernah dihukum baik pidana maupun

hukuman disiplin.

2. Terdakwa berterus terang sehingga memperlancar jalannya persidangan.

3. Terdakwa sudah melakukan perdamaian dengan keluarga

korban dan memberikan santunan kepada korban sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) serta berjanji akan memperbaiki sepeda motor korban.

4. Terdakwa sudah pernah tugas operasi militer ke daerah Timor Timur 2 (dua) kali pada tahun 1988 sampai dengan 1989 dan pada tahun 2001 sampai dengan 2002.

Hal-hal yang memberatkan :

1. Perbuatan Terdakwa kurang waspada dan hati-hati.

2. Akibat perbuatan Terdakwa menyebabkan orang lain

meninggal dan Terdakwa sendiri cacat kaki untuk seumur hidup.

Menimbang : Bahwa berdasarkan sifat, hakekat, serta akibat perbuatan

Terdakwa maupun hal-hal yang meringankan maupun memberatkan dan dengan memperhatikan tujuan pemidanaan maka Majelis berpendapat bahwa akan lebih adil dan lebih bermanfaat terhadap Terdakwa dan kesatuan Terdakwa dan keluarga korban jika Terdakwa dijatuhi pidana bersyarat dari pada Terdakwa harus menjalani pidana dilembaga pemasyarakatan Militer.

Menimbang : Bahwa tindak pidana yang dilakukan oleh Terdakwa tidak

merugikan kepentingan militer.

Menimbang : Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Majelis Hakim

berpendapat bahwa pidana sebagaimana tercantum pada diktum ini adalah adil dan seimbang dengan kesalahan Terdakwa.

Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa harus dipidana, maka ia harus

dibebani membayar biaya perkara. Menimbang : Barang bukti dalam perkara ini berupa :

(16)

1. Surat-surat :

a). 1 (satu) Lembar Visum Et Revertum Nomor: 89

/VS/IX/2016/RM tanggal 5 September 2016 a.n. Sertu Abdul Karim NRP 60430,

b). 1 (satu) Lembar Visum Et Revertum Nomor:

38/VS/IX/2016/RM tanggal 5 September 2016 an. Harmadi,

c). 2 (dua) Lembar Surat Perintah Dandenpom II/1

Nomor: Sprin / 43 /IX / 2016 tanggal 7 September 2016 tentang melakukan penyidikan perkara Kecelakaan Lalin an. Sertu Abdul Karim NRP 604301 Baramil 423-04/Arga Makmur Kodim 0423/BU,

d). 2 (dua) Lembar Surat Perintah Dandenpom II/1 Nomor Sprin /16/ X /2016 tanggal 7 September 2016 an. Kapten Cpm Arif Supa'at NRP 2910113690670 Pasi Idik Denpom II/1 dkk. 2 orang untuk melakukan penyitaan barang bukti.

e) 1 (satu) Lembar Berita Acara Barang Bukti.

f). 1 (satu) Lembar Foto Terdakwa Sertu Abdul Karim dan Sdr. Harmadi,

g). 1 (satu) Lembar Foto Copy SIM C a.n. Abdul Karim dan STNK.

h). 1 (satu) Lembar Surat Perjanjian perdamaian, i. 1 (satu) lembar Pernyataan dari Sdri Lahaya.

Adalah merupakan surat-surat sebagai kelengkapan berkas perkara dan surat akibat dari kecelakaan yang sejak semula telah melekat dalam berkas perkara, maka perlu ditentukan statusnya untuk tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

2. Barang-barang :

a). 1 (satu) Unit Sepeda Motor CB 150R Nopol BD 5692 SG. b). 1 (satu) Unit Sepeda Motor Honda Supra Fit Nopol BD 3022 DN, dan barang bukti tersebut berada di Denpom II/3 Bengkulu.

Adalah alat bukti berupa barang yang berupa 2 (dua) sepeda

motor yang digunakan Terdakwa dan korban maka perlu

ditentukan statusnya untuk dikembalikan kepemiliknya.

Mengingat : Pasal 310 ayat (4) UU No. 22 tahun 2009, Pasal 14a (1) KUHP

yo pasal 16 KUHPM dan ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.

MENGADILI

1. Menyatakan Terdakwa tersebut di atas yaitu : Abdul Karim Sertu Nrp. 604301, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “Mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia ”

2. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama : 6 (enam) bulan dengan masa percobaan selama 6 (enam) bulan. Memerintahkan Terdakwa tidak perlu melaksanakan pidana tersebut kecuali dikemudian hari ada putusan Hakim yang menyatakan lain disebabkan karena Terpidana melakukan tindak pidana atau pelanggaran hukum disiplin prajurit sebelum masa percobaan selama 6 (enam) bulan habis.

(17)

a. Barang-barang :

1. 1 (satu) Unit Sepeda Motor CB 150R Nopol BD 5692 SG di Subdenpom II/1 Bengkulu dalam keadaan rusak beserta STNK dan BPKB An. Abdul Karim dikembalikan kepada Sdr.Abdul Karim, dan

2. 1 (satu) Unit Sepeda Motor Honda Supra Fit Nopol BD 3022 DN di Subdenpom II/1 Bengkulu dalam keadaan rusak berat An. Alm. Harmadi dikembalikan kepada ahli waris an. sdri Lahaya.

b. Surat-surat :

1. 1 (satu) Lembar Visum Et Revertum Nomor: 89 /VS/IX/2016/RM tanggal 5 September 2016 a.n. Sertu Abdul Karim NRP 60430,

2. 1 (satu) Lembar Visum Et Revertum Nomor: 38/VS/IX/2016/RM tanggal 5 September 2016 an. Harmadi,

3. 2 (dua) Lembar Surat Perintah Dandenpom II/1 Nomor: Sprin / 43 /IX / 2016 tanggal 7 September 2016 tentang melakukan penyidikan perkara Kecelakaan Lalin an. Sertu Abdul Karim NRP 604301 Baramil 423-04/Arga Makmur Kodim 0423/BU,

4. 2 (dua) Lembar Surat Perintah Dandenpom II/1 Nomor Sprin /16/ X /2016 tanggal 7 September 2016 an. Kapten Cpm Arif Supa'at NRP 2910113690670 Pasi Idik Denpom II/1 dkk. 2 orang untuk melakukan penyitaan barang bukti, 5. 1 (satu) Lembar Berita Acara Barang Bukti,

6. 1 (satu) Lembar Foto Terdakwa Sertu Abdul Karim dan Sdr. Harmadi, 7. 1 (satu) Lembar Foto Copy SIM C a.n. Abdul Karim dan STNK,

8. 1 (satu) Lembar Surat Perjanjian perdamaian, dan 9. 1 (satu) lembar Pernyataan dari Sdri Lahaya. Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

4. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah).

(18)

Demikian diputuskan pada hari ini Selasa tanggal 24 Januari 2017 dalam Musyawarah Majelis Hakim oleh Surono, S.H., M.H, Letkol Chk Nrp 539833 sebagai Hakim Ketua, serta Syaiful Ma’arif, S.H. Letkol Chk Nrp 547972 dan Agus Husin, S.H., M.H. Mayor Chk Nrp 636562 masing-masing sebagai Hakim Anggota I dan Hakim Anggota II yang diucapkan pada hari dan tanggal yang sama oleh Hakim Ketua dalam sidang yang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut di atas, Oditur Militer Zul Fadli, S.H. Mayor Chk Nrp 11050025520180 serta Panitera Arief Rachman, S.E., S.H. Kapten Chk Nrp 11040005990378 serta dihadapan umum dan Terdakwa .

Hakim Ketua

Surono, S.H. M.H. Letkol Chk NRP 539833

Hakim Anggota-I Hakim Anggota-II

Syaiful Ma’arif, S.H. Agus Husin, S.H

Letkol Chk NRP 547972 Mayor Chk NRP 636562

Panitera

Arief Rachman, S.E.,S.H. Kapten Chk NRP 11040005990378

(19)

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara. Barang-barang :

3. 1 (satu) Unit Sepeda Motor CB 150R Nopol BD 5692 SG di

Subdenpom II/1 Bengkulu dalam keadaan rusak beserta STNK dan BPKB An. Abdul Karim dikembalikan kepada Sdr.Abdul Karim.

4. 1 (satu) Unit Sepeda Motor Honda Supra Fit Nopol BD 3022 DN di

Subdenpom II/1 Bengkulu dalam keadaan rusak berat An. Alm. Harmadi dikembalikan kepada ahli waris an. sdri Lahaya.

4. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp. 5.000,- (Lima ribu rupiah).

Demikian diputuskan pada hari ini... tanggal ... 2017 dalam Musyawarah Majelis Hakim oleh Surono, S.H. M.H, Letkol Chk Nrp.539833 sebagai

Hakim Ketua, serta Agus Husin , S.H,M.H, Mayor Chk NRP.636562 dan Edfan

Hendarto, S.H, Mayor Chk Nrp. 11000045870579 masing-masing sebagai Hakim

Anggota I dan Hakim Anggota II yang diucapkan pada hari dan tanggal yang sama oleh Hakim Ketua dalam sidang yang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut di atas, Oditur Militer Zul Fadli, S.H. Mayor Chk Nrp.11050025520180 serta Panitera Hendra Arihta,S.H, Lettu Sus Nrp. 541691 serta dihadapan umum dan Terdakwa .

Hakim Ketua Cap/ttd Surono, S.H. M.H. Letkol Chk NRP. 539833.

Hakim Anggota-I Hakim Anggota-II

ttd ttd

Agus Husin, S.H. Edfan Hendrarto, S.H

Mayor Chk NRP.636562. Mayor Chk NRP.1100045870579.

Panitera ttd

Hendra Arihta, S.H. Lettu Sus NRP 541691

Salinan sesuai aslinya Panitera

Hendra Arihta, S.H. Lettu Sus NRP 541691

(20)

Referensi

Dokumen terkait

Kadar bahan organik menggunakan metode pembakaran dengan tanur (Aristiani, 2010) sebagai berikut: (1) Mengeringkan cawan dalam oven dengan suhu 105˚ C selama 1 jam

Dalam bowl yang terpisah tuang putih telur, lalu kocok diikuti dengan gula sedikit demi sedikit hingga menjadi meringue dan gula habis.. Tuang tepung, Bendico Chocolate Powder,

mendatangi rumah saksi ATOSOKHI ZAI Alias AMA GUSU kemudian langsung bertanya kepada saksi SOZANOLO LAFAU Alias AMA NOVI dengan mengatakan “Dengan siapa kamu bermasalah

Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi ,absensi. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa

Nuryani, Pendidikan dan Penelitian Sains dalam Mengembangkan Berpikir Tingkat Tinggi untuk Pembangunan Karakter, (Bandung: Universitas Penddikan Indonesia, 2007),

Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan, maka akan dilakukan penelitian yang membahas tentang perancangan sistem otomatisasi proses pengolahan dan distribusi air

Sekolah Menengah Kebangsaan Pesantren Abdul Taib Mahmud merupakan salah satu Pesantren yang semakin mendapat perhatian dari orang tua dan masyarakat di sekitar

Oleh karena itu perlu dilakukan optimasi menggunakan GA sebagai operator dalam menentukan nilai k yang bertujuan mengatasi kelemahan tersebut (untuk selanjutnya MkNN