• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hukum Jual Beli Online docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hukum Jual Beli Online docx"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Hukum Jual Beli Online dalam Islam

Disusun Oleh :

Ula Nadia Muntaza (12)

XI IPA 1

SMAU BPPT DARUS SHOLAH

JL. MOH YAMIN NO.25 TEGAL BESAR – JEMBER

TELP (0331) 326468

(2)

Hukum Jual Beli Online dalam Islam

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas bidang study Fiqih Aswaja yang dibimbing oleh Drs.H.Hawari Hamim,M.Pd pada semester 3 program IPA SMA

UNGGULAN BPPT DARUSSHOLAH tahun ajaran 2014/2015

Disusun Oleh :

Ula Nadia Muntaza (12)

XI IPA 1

SMAU BPPT DARUS SHOLAH

JL. MOH YAMIN NO.25 TEGAL BESAR – JEMBER

TELP (0331) 326468

(3)

PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN

“ Hukum Jual Beli Online dalam Islam“

Telah dilaporkan dan diperiksa di forum kelas oleh guru pengajar Fiqih

Aswaja dan segenap siswa/siswi XI IPA 2

Pada hari : Rabu

Tanggal/bulan/tahun : 24 November 2014

Tempat : Kelas XI IPA 1 SMA.U BPPT D.S.

Jember, 24 November 2014

Pembimbing Penulis

(4)

MOTTO

“Kegagalan bukanlah kesuksesan yang tertunda,

namun kegagalan adalah kesempatan yang

disia-siakan”

“Kemenangan adalah kemenangan, apapun

bentuknya dan bagaimana cara

(5)

PERSEMBAHAN

Puji syukur mengiringi selesainya paper yang saya buat, namun bukan salah satu bukti selesainya perjalanan saya dalam menuntut ilmu. Justru paper ini merupakan dedikasi perjalan saya selama 3 semester sekaligus menjadi pembuka bagi setiap mimpi-mimpi kedepannya

Paper ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya yang selalu mendukung dan mendoakan saya dalam segala situasi sekaligus ucapan terimaksih karena menjadi motivator dalam kehidupan saya

Terimakasih untuk guru pembimbing saya Drs.H.A.Hawari Hamim,M.Pd. karena berkat beliau saya dapat menyusun paper ini dengan baik dan insyaallah

bermanfaat bagi pembaca.

Dan saya ucapkan terimaksih terhadap semua pihak yang telah

memberikan semangat kepada saya. Semoga Allah SWT memberikan

Rahmat-Nya kepada kita semua.

Penulis

(6)

ABSTRAK

Seiring dengan perjalana sang waktu dan pertumbuhan masyarakat, serta

kemajuan IPTEK (ilmu penegetahuan dan teknologi), maka dalam hal ini

mengarah pada suatu titik, yaitu membentuk dan mewujudkan perubahan terhadap

pola kehidupan bermasyarakat, tidak terkecuali dalam bidang ekonomi,yaitu

tentang suatu perdagangan. Dalam islam, diperbolehkannya jual beli yang saling

menguntungkan, dan dilarang merampas harta orang lain dengan cara menipu atau

berbuat kecurangan.

Transaksi salam, sebagaiman model transaksi jual beli lainnya telah ada,

bahkan sebelum kedatangan Nabi Muhammad, sebagai bentuk transaksi yang ada

sejak lama,dan dipraktekkan dalam masyarakat luas. Dalam transaksi ini terlampir

seperangkat aturan yang trcantum dalam Al-Qur’an, Al-Hadits, dan Ijma’ para

Ulama’. Akan tetapi dengan adanya berkembangnya kemajuan zaman, yang

ditandai dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, mebawa manusia pada

perubahan secara signifikan. Contoh kecil, perkembangan teknologi elektronik

yang berlangsung sangat pesat akhir-akhir ini, telah mempengaruhi hampir

seluruh aspek kehidupan

Penelitian ini dilatar belakangi karena banyak masyarakat yang belum

(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

rahmat serta karunia-Nya kepada kami berhasil menyelesaikan paper ini yang

Alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “ Hukum Jual Beli Online

dalam Islam”.

Makalah ini berisikan tentang informasi hukum jual beli online menurut

pandangan islam atau yang lebih khususnya membahas fenomena penipuan yang

terjadi dalam dunia bisnis online. Makalah ini dapat memberikan informasi

kepada kita semua tentang bagaimana jual beli online yang layak dan halal

menurut ajaran-ajaran islam.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh

karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami

harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah

berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga

Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.

Jember, 24 November 2014

(8)

DAFTAR ISI

Sorf cover ... i

Halaman Pengesahan dan Persetujuan ... ii

Halaman Motto...iii

Halaman Persembahan...iv

Halaman Abstrak ...v

Halaman Kata Pengantar... vi

Halaman Daftar Isi...vii

BAB 1 PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Rumusan Masalah...2

1.3 Tujuan ...2

1.3.1 Tujuan Umum ...3

1.3.2 Tujuan Khusus ...3

1.4 Manfaat penulisan ...3

1.4.1 Manfaat bagi lembaga ... 3

1.4.2 Manfaat bagi masyarakat ... 3

1.4.3 Manfaat bagi penulis ... 3

1.5 Metode pembahasan ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA...4

2.1 Landasan Teori... 4

(9)

3.1 Sejarah Jual Beli Online...5

3.2 Hukum Jual Beli Online dalam Islam...7

3.3 Pengertian Jual Beli dengan Akad Salam Secara Online...13

3.4 Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pembelian Secara Online...14

3.5 Langkah yang Ditempuh Agar Jual Beli Online Sah Menurut Islam...15

BAB IV PENUTUP...18

4.1 Kesimpulan ...18

4.2 Saran...19

DAFTAR PUSTAKA...20

BAB I

PENDAHULUAN

(10)

Berbisnis merupakan aktivitas yang sangat dianjurkan dalam

ajaran Islam. Bahkan, Rasulullah SAW sendiri pun telah

menyatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah melalui pintu

berdagang (al-hadits). Artinya, melalui jalan perdagangan inilah,

pintu-pintu rezeki akan dapat dibuka sehingga karunia Allah

terpancar daripadanya. Jual beli merupakan sesuatu yang

diperbolehkan (QS 2 : 275), dengan catatan selama dilakukan

dengan benar sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.

Dalil di atas dimaksudkan untuk transaksi offline. Sekarang

bagaimana dengan transaksi online di akhirzaman ini? Kalau kita

bicara tentang bisnis online, banyak sekali macam dan jenisnya.

Namun demikian secara garis besar bisa di artikan sebagai jual

beli barang dan jasa melalui media elektronik, khususnya melalui

internet atau secara online.

Salah satu contoh adalah penjualan produk secara online melalui

internet seperti yang dilakukan Amazon.com, Clickbank.com,

Kutubuku.com, Kompas Cyber Media, dll. Dalam bisnis ini,

dukungan dan pelayanan terhadap konsumen menggunakan

website, e-mail sebagai alat bantu, mengirimkan kontrak melalui

mail dan sebagainya.

Mungkin ada definisi lain untuk bisnis online, ada istilah

(11)

e-commerce, mereka memahaminya sebagai bisnis yang

berhubungan dengan internet.

Dan dewasa ini, kita tak dapat mengelak bahwa fenomena jual

beli online telah tumbuh dan menjamur ditengah-tengah

kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari penjualan pakaian jadi,

sepatu, tas, buku, dll. Lantas bagaimanakah hukum jual beli

online dalam perspektif islam? Dan bagaimanakah jual beli online

yang diperbolehkan (halal) dalam perspektif islam?

Jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut akan kami ulas satu persatu

dalam makalah ini sehingga nantinya memunculkan suatu

kesimpulan yang tepat dan dapat diterima oleh para pembaca

dengan bahasa yang mudah dipahami. Sehingga pengetahuan

pembaca akan hukum jual beli online dalam perspektif islam

lebih jelas.

1.2 Rumusan Masalah

• Bagaimana hukum jual beli secara online menurut syariat

agama islam?

• Langkah-langkah apa saja yang dapat kita lakukan agar

jual beli secara online dikatakan halal dan sah menurut syariat

agama islam?

(12)

• Memberikan informasi kepada pembaca agar mengetahui

hukum jual beli secara online menurut syariat agama islam

• Memperoleh pengetahuan tentang bagaimana jual beli

secara online yang diperbolehkan dalam perspektif islam

• Menambah keimanan dan keilmuan kita mengenai

syariat-syariat agama Islam, khususnya dalam bidang jual beli.

1.3.1 Tujuan Umum

Agar pembaca mengetahui Hukum Jual Beli Online dalam

Islam.

1.3.2 Tujuan Khusus

Agar pembaca bisa lebih berhati-hati dalam melakukan Jual

Beli Online serta dapat melakukannya dengan cara yang benar.

1.4 Manfaat Penulisan

1.4.1 Bagi lembaga

Untuk memberikan pengatahuan kepada pembaca tetang jual

beli online dalam pandangan islam

1.4.2 Bagi masyarakat

Menambah wawasan pembaca terutama dalam bidang Jual Beli

(13)

1.4.3 Bagi Penulis

Memberikan pengetahuan mendalam tentang Hukum Jual Beli

Online dalam Islam

1.5 Metode Pembahasan

Adapun jenis Penelitian ini adalah Deskriptif kualitatif karena data

yang diperoleh tidak dituangkan dalam bidang statistik namun

(14)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 LANDASAN TEORI

Rasulullah SAW menyatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah

melalui pintu berdagang (al-hadits). Artinya, melalui jalan

perdagangan inilah, pintu-pintu rezeki akan dapat dibuka

sehingga karunia Allah terpancar daripadanya. Jual beli

merupakan sesuatu yang diperbolehkan (QS 2 : 275), dengan

catatan selama dilakukan dengan benar sesuai dengan tuntunan

ajaran Islam.

Dalam Qur’an Surat Al Baqoroh ayat 275, Allah menegaskan

bahwa: “...Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan

riba...”. Hal yang menarik dari ayat tersebut adalah adanya

pelarangan riba yang didahului oleh penghalalan jual beli. Jual

beli (trade) adalah bentuk dasar dari kegiatan ekonomi manusia.

Muhammad bin Abil Mujalid mengisahkan: “Pada suatu hari aku

(15)

bertanya kepada sahabat Abdullah bin Aufa. Mereka berdua

berpesan: bertanyalah kepadanya, apakah dahulu sahabat Nabi

semasa hidup Nabi memesan gandum dengan pembayaran lunas

di muka? Ketika sahabat Abdullah ditanya demikian, beliau

menjawab: Dahulu kami memesan gandum, sya’ir (satu jenis

gandum dengan mutu rendah), dan minyak zaitun dalam

takaran, dan tempo penyerahan yang disepakati dari para

pedagang Negeri Syam. Muhammad bin Abil Mujalid kembali

bertanya: Apakah kalian memesan langsung dari para pemilik

ladang? Abdullah bin Aufa kembali menjawab: Kami tidak

(16)

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 SEJARAH JUAL BELI ONLINE

Jual beli online adalah suatu kegiatan jual beli barang dan jasa yang dilakukan melalui media internet. Ini merupakan gaya baru dalam transaksi di era modern ini. Bagaimana sejarah jual beli online ?

Belanja online pertama kali dilakukan di Inggris pada tahun 1979 oleh Michael Aldrich dari Redifon Computers. Ia menyambungkan televisi berwarna dengan komputer yang mampu memproses transaksi secara realtime melalui sarana kabel telepon. Sejak tahun 1980, ia menjual sistem belanja daring yang ia temukan di berbagai penjuru Inggris.

(17)

yang menggunakan fitur belanja online untuk memasarkan Peugeot, Nissan, dan General Motors.

Pada tahun 1992, Charles Stack membuat toko buku daring pertamanya yang bernama Book Stacks Unlimited yang berkembang menjadi Books.com yang kemudian diikuti oleh Jef Bezos dalam membuat situs web Amazon.com dua tahun kemudian. Selain itu, Pizza Hut juga menggunakan media belanja online untuk memperkenalkan pembukaan toko pizza online.

Pada tahun 1994, Netscape memperkenalkan SSL encryption of

data transferred online karena dianggap hal yang paling penting

dari belanja daring adalah media untuk transaksi daringnya yang

aman dan bebas dari pembobolan.

Pada tahun 1996, eBay situs belanja daring lahir dan kemudian

berkembang menjadi salah satu situs transaksi daring terbesar

hingga saat ini.

Di Indonesia sendiri jual beli online dari hari ke hari menunjukkan

perkambangan yang begitu pesat.

• Sejarah singkat ekiosku.com

Ekiosku.com lahir dari tangan tiga pemuda yang kreatif dan

inofativ. Berawal dari penipuan yang dialami oleh salah satu

partner melalui transaksi ecommerce di tahun 2010. Tiga

pemuda inipun mempunyai tekad untuk menyediakan platform

(18)

Dengan menggunakan sistem pembayaran melalui Rekber atau

Rekening Bersama, ekiosku.com mulai mendapat respon positif

dari para publik.

Dan kemudian pada 27 Juni 2012 mereka menjadikan ekiosku

sebagai perusahaan berbadan hukum.

Mereka mempunyai visi untuk menyediakan pasar online aman

dan terbaik di Indonesia. Dengan mengusung moto Ekiosku.com

Jual Beli Online Aman Nyaman dan Menyenangkan untuk para

penggunanya.

Semakin marak jualan online nggak sekadar di luar Indonesia

akan tetapi sekarang ini sudah menjamah Republik Indonesia .

Security dan kenyamanan dalam bertransaksi mau tidak mau

harus dijadikan prioritas utama. Untuk tersebut ekiosku.com

muncul untuk para orang yang berbisnis online. Bisnis online

kebenarannya masa ini sangat berpeluang besar adalah koneksi

internet sudah menyebar sampai dengan ke pelosok kampung.

Aku perkirakan bertambah hari pastinya mengalami

penambahan, sebab itu kesempatan usaha online menarik.

Melalui lahirnya Ekiosku.com jual beli online aman

menyenangkan maka cukup sudah membahagiakan para orang

(19)

Ekiosku.com memang baik hadir kehadapan kamu buat

mendorong melaksanakan jual beli lewat internet.

3.2 HUKUM JUAL BELI SECARA ONLINE DALAM ISLAM

A. Arti Definisi / Pengertian Muamalat :

Muamalat adalah tukar menukar barang, jasa atau sesuatu yang

memberi manfaat dengan tata cara yang ditentukan. Termasuk

dalam muamalat yakni jual beli, hutang piutang, pemberian

upah, serikat usaha, urunan atau patungan, dan lain-lain. Dalam

bahasan ini akan menjelaskan sedikit tentang muamalat jual beli.

B. Arti Definisi / Pengertian Jual Beli :

Jual beli adalah suatu kegiatan tukar menukar barang dengan

barang lain dengan tata cara tertentu. Termasuk dalam hal ini

adalah jasa dan juga penggunaan alat tukar seperti uang.

C. Rukun Jual Beli

1. Ada penjual dan pembeli yang keduanya harus berakal sehat,

atas kemauan sendiri, dewasa/baligh dan tidak mubadzir alias

tidak sedang boros.

2. Ada barang atau jasa yang diperjualbelikan dan barang

(20)

jasa. Untuk barang yang tidak terlihat karena mungkin di tempat

lain namanya salam.

3. Ada ijab qabul yaitu adalah ucapan transaksi antara yang

menjual dan yang membeli (penjual dan pembeli).

D. Hal-Hal Terlarang / Larangan Dalam Jual Beli

 Membeli barang di atas harga pasaran

 Membeli barang yang sudah dibeli atau dipesan

orang lain.

 Menjual atau membeli barang dengan cara

mengecoh/menipu (bohong).

 Menimbun barang yang dijual agar harga naik karena

dibutuhkan masyarakat.

 Menghambat orang lain mengetahui harga pasar

agar membeli barangnya.

 Menyakiti penjual atau pembeli untuk melakukan

transaksi.

 Menyembunyikan cacat barang kepada pembeli.

 Menjual barang dengan cara kredit dengan imbalan

(21)

 Menjual atau membeli barang haram.

 Jual beli tujuan buruk seperti untuk merusak

ketentraman umum, menyempitkan gerakan pasar,

mencelakai para pesaing, dan lain-lain.

E. Syarat-syarat sah jual beli itu adalah :

1. Syarat-syarat pelaku Akad: bagi pelaku akad disyaratkan,

berakal dan memiliki kemampuan memilih. Jadi orang gila, orang

mabuk, dan anak kecil (yang belum bisa membedakan) tidak bisa

dinyatakan sah.

2. Syarat-syarat barang yang diakadkan :

• Suci (halal dan baik).

• Bermanfaat.

• Milik orang yang melakukan akad.

• Mampu diserahkan oleh pelaku akad.

• Mengetahui status barang (kualitas, kuantitas, jenis dan

lain-lain)

• Barang tersebut dapat diterima oleh pihak yang melakukan

(22)

F. Jual Beli Barang Tidak Terlihat (Salam)

Secara bahasa, transaksi (akad) digunakan berbagai banyak arti,

yang hanya secara keseluruhan kembali pada bentuk ikatan atau

hubungan terhadap dua hal. Yaitu Salam atau disebut juga

As-Salaf merupakan istilah dalam bahasa arab yang mengandung

makna “penyerahan”. Sedangkan para fuqaha’ menyebutnya

dengan al-Mahawi’ij (barang-barang mendesak) karena ia sejenis

jual beli barang yang tidak ada di tempat, sementara dua pokok

yang melakukan transaksi jual beli mendesak.

Jual beli pesanan dalam fiqih islam disebut As-Salam sedangkan

bahasa penduduk hijaz, sedangkan bahsa penduduk iraq as-salaf.

Kedua kata ini mempunyai makna yang sama, sebagaimana dua

kata tersebut digunakan oleh Nabi, sebagaimana diriwayatkan

bahwa Rasulullah ketika membicarakan akad bay’salam, beliau

menggunakan kata as-salaf disamping as-salam, sehingga dua

kata tersebut merupakan kata yang sinonim.

Secara terminology ulama’ fiqih mendefinisikannya :

(23)

“menjual suatu barang yang penyerahannya ditunda, atau

menjual suatu barang yang ciri-cirinya jelas dengan pembayaran

modal di awal, sedangkan barangnya diserahkan kemudian”.

Sedangkan Ulama’ Syafi’yah dan Hanabilah mendefinisikannya

sebagai berikut :

ىلعدقع فوصوم

ةمذب ضوبقم سلجمب

دقع

“akad yang disepakati dengan menentukan ciri-ciri tertentu

dengan membayar harganya terlebih dulu, sedangkan barangnya

diserahkan kemudian dalam suatu majelis akad”.

Dengan adanya pendapat pendapat diatas sudah cukup untuk

memberikan perwakilan penjelasan dari akad tersebut, dimana

inti dari pendapat tersebut adalah; bahwa akad salam

merupakan akad pesanan dengan membayar terlebih dahulu dan

barangnya diserahkan kemudian, tapi cirri-ciri barang tersebut

haruslah jelas penyifatannya.

Dan masih banyak lagi pendapat yang diungkapkan para pemikir

dalam masalah ini, sebagaimana al-Qurthuby , An-Nawawi dan

ulama’ malikiyah, serta yang lain, mereka ikut andil memberikan

sumbangsih pemikiran dalam masalah ini, akan tetapi karena

(24)

diatas, maka penulis berfikir, bahwa pendapat diatas sudah

cukup untuk mewakilinya.

Dalam islam dituntut untuk lebih jelas dalam memberikan sutu

landasan hukum, maka dari itu islam melampirkan sebuah dasar

hukum yang terlampir dalam al-Qur’an, al-Hadits dan Al-hadits,

ataupun Ijma’. Perlu diketahui sebelumnya mengenai transaksi

ini secara khusus dalam al qur’an tidak ada yang selama ini

dijadikan landasan hukum adalah transaksi jual beli secara

global, karena bay salam termasuk salah satu jual beli dalam

bentuk khusus, maka hadist Nabi dan ijma’ ulama’ banyak

menjelaskannya dan tentunya Al-Qur’an yang membicarakan

secara global sudah mencakup atas diperbolehkannya jual beli

(25)

B.Hukum Tentang Bay As-Salam

Adapun hadits tentang dasar hukum diperbolehkannya transaksi

ini adalah, sebagaimana riwayat Hakim bin Hizam :

نع

“dari hakim bin hizam, sesungguhnya Nabi bersabda : janganlah

menjual sesuatu yang tidak ada padamu”

نع

“dari Abdullah bin Abbas, ia berkata, Nabi datang ke Madinah,

dimana masyrakat melakukan transaksi salam (memesan) kurma

selama dua tahun dan tiga tahun, kemudian Nabi bersabda,

barang siapa melakukan akad salam terhadap Sesutu, hendaklah

dilakukan dengan takaran yang jelas, timbangan yang jelas, dan

sampai batas waktu yang jelas”.

Dalam transaksi salam ini diperlukan adanya keterangan

mengenai pihak-pihak yang terlibat, yaitu orang yang melakukan

(26)

A.Pihak-Pihak Yang Terlibat

Adapun pihak-pihak yang terlibat langsung adalah al-muslim

dimana posisinya sebagai pembeli atau pemesan, dan juga

muslim ilaihi, dimana posisinya sebagai orang yang di

amanatkan untuk memesan barang dan Juga barang yang di

maksudkan.

Sedangkan syarat dari penjual dan pemesan, penulis hanya bisa

menyimpulkan sedikit, yaitu mereka belum termasuk sebagai

golongan-golongan orang-orang yang dilarang bertindak sendiri,

seperti anak-anak kecil, gila, pemboros, banyak hutangnya, atau

yang lainnya.

B.Syarat-Syarat Ijab Qabul

Pernyataan dalam ijab qabul ini bisa disampaikan secara lisan,

tulisan (surat menyurat, isyarat yang dapat memberi pengertian

yang jelas), hingga perbuatan atau kebiasaan dalam melakukan

ijab qabul. Adapun syarat-syaratnya adalah :

1. Dilakukan dalam satu tempo

(27)

3. Menggunakan kata assalam atau assalaf

4. Tidak ada khiyar syarat (hak bagi pemesan untuk

menerima pesanan atau tidak)

3.3 Pengertian Jual beli dengan Akad Salam Secara online (E-Commerce)

Transaksi secara online merupakan transakasi pesanan dalam

model bisnis era global yang non face, dengan hanya melakukan

transfer data lewat maya (data intercange) via internet, yang

mana kedua belah pihak, antara originator dan adresse (penjual

dan pembeli), atau menembus batas System Pemasaran dan

Bisnis-Online dengan menggunakan Sentral shop, Sentral Shop

merupakan sebuah Rancangan Web Ecommerce smart dan

sekaligus sebagai Bussiness Intelligent yang sangat stabil untuk

diguakan dalam memulai, menjalankan, mengembangkan, dan

mengontrol Bisnis.

Perkembangan teknologi inilah yang bisa memudahkan transaksi

jarak jauh, dimana manusia bisa dapat berinteraksi secara

singkat walaupun tanp face to face, akan tetapi didalam bisnis

adalah yang terpenting memberikan informasi dan mencari

(28)

Adapun mengenai definisi mengenai E-Commerce secara

umumnya adalah dengan merujuk pada semua bentuk

transaksikomersial, yang menyangkut organisasi dan transmisi

data yang digeneralisasikan dalam bentuk teks, suara, dan

gambar secara lengkap.

Sedangkan pihak-pihak yang terlibat sebagaiman yang telah

diungkapkan dalam akad salam diatas, mungkin tidak beda jauh,

hanya saja persyaratan tempat yang berbeda.

3.4 Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pembelian Secara Online (E-Commerce)

Sebagaimana keterangan dan penjelasan mengenai dasar hokum

hingga persyaratan transaksi salam dalam hukum islam, kalau

dilihat secara sepintas mungkin mengarah pada ketidak

dibolehkannya transaksi secara online (E-commerce), disebabkan

ketidak jelasan tempat dan tidak hadirnya kedua pihak yang

terlibat dalam tempat.

Tapi kalau kita mencoba menelaah kembali dengan mencoba

mengkolaborasikan antara ungkapan al-Qur’an, hadits dan

ijmma’, dengan sebuah landasan :

(29)

Dengan melihat keterangan diatas dijadikan sebagai pemula dan

pembuka cenel keterlibatan hukum islam terhadap permasalahan

kontemporer. Karena dalam al-Qur’an permasalahn trasnsaksi

online masih bersifat global, selanjutnya hanya mengarahkan

pada peluncuran teks hadits yang dikolaborasikan dalam

peramasalahan sekarang dengan menarik sebuah pengkiyasan.

Sebagaimana ungkapan Abdullah bin Mas’ud : Bahwa apa yang

telah dipandang baik oleh muslim maka baiklah dihadapan Allah,

akan tetapi sebaliknya.

Dan yang paling penting adalah kejujuran, keadilan, dan

kejelasan dengan memberikan data secara lengkap, dan tidak

ada niatan untuk menipu atau merugikan orang lain,

sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah 275 dan 282

diatas.

3.5 Langkah-Langkah Yang Dapat Kita Tempuh Agar Jual Beli Secara Online Diperbolehkan, Halal, Dan Sah Menurut Syariat Islam

1. Produk Anda Halal

Kewajiban menjaga hukum halal-haram dalam objek perniagaan

tetap berlaku, termasuk dalam perniagaan secara online,

(30)

layanan jasa yang haram, sebagaimana ditegaskan dalam hadis:

“Sesungguhnya bila Allah telah mengharamkan atas suatu kaum

untuk memakan sesuatu, pasti Ia mengharamkan pula hasil

penjualannya.” (HR Ahmad, dan lainnya).

Boleh jadi ketika berniaga secara online, rasa sungkan atau

segan kepada orang lain sirna atau berkurang. Tapi Anda pasti

menyadari bahwa Allah ‘Azza wa Jalla tetap mencatat halal atau

haram perniagaan Anda.

2. Kejelasan Status Anda

Diantara poin penting yang harus Anda perhatikan dalam setiap

perniagaan adalah kejelasan status Anda. Apakah sebagai

pemilik, atau paling kurang sebagai perwakilan dari pemilik

barang, sehingga berwenang menjual barang. Ataukah Anda

hanya menawaran jasa pengadaan barang, dan atas jasa ini

Anda mensyaratkan imbalan tertentu. Ataukah sekadar seorang

pedagang yang tidak memiliki barang namun bisa

mendatangkan barang yang Anda tawarkan.

3. Kesesuaian Harga Dengan Kualitas Barang

Dalam jual beli online, kerap kali kita jumpai banyak pembeli

merasa kecewa setelah melihat pakaian yang telah dibeli secara

(31)

ternyata tidak pas dengan badan. Sebelum hal ini terjadi kembali

pada Anda, patutnya anda mempertimbangkan benar apakah

harga yang ditawarkan telah sesuai dengan kualitas barang yang

akan dibeli. Sebaiknya juga Anda meminta foto real dari keadaan

barang yang akan dijual.

4. Kejujuran Anda

Berniaga secara online, walaupun memiliki banyak keunggulan

dan kemudahan, namun bukan berarti tanpa masalah. Berbagai

masalah dapat saja muncul pada perniagaan secara online.

Terutama masalah yang berkaitan dengan tingkat amanah kedua

belah pihak.

Bisa jadi ada orang yang melakukan pembelian atau pemesanan.

Namun setelah barang Anda kirim kepadanya, ia tidak

melakukan pembayaran atau tidak melunasi sisa

pembayarannya. Bila Anda sebagai pembeli, bisa jadi setelah

Anda melakukan pembayaran, atau paling kurang mengirim uang

muka, ternyata penjual berkhianat, dan tidak mengirimkan

barang. Bisa jadi barang yang dikirim ternyata tidak sesuai

dengan apa yang ia gambarkan di situsnya atau tidak sesuai

dengan yang Anda inginkan.

Anda bisa bayangkan betapa susah dan repotnya bila mengalami

(32)

dalam setiap perniagaan, pada perniagan secara online tentu

lebih ditekankan lagi.

Hendaknya Anda ekstra hati-hati ketika melakukan suatu

transaksi secara online. Baik sebagai penjual atau sebagai

pembeli. Kenali dan pelajarilah berbagai kiat aman menjalankan

perniagaan atau membuka toko online.

BAB IV

PENUTUP

1.1 Kesimpulan

Bisnis online sama seperti bisnis offline. Ada yang halal ada yang

haram, ada yang legal ada yang ilegal. Hukum dasar bisnis

online sama seperti akad jual beli dan akad as-salam, ini

diperbolehkan dalam Islam. Adapun keharaman bisnis online

karena beberapa sebab :

1. Sistemnya haram, seperti money gambling. Judi itu haram

(33)

2. Barang/jasa yang menjadi objek transaksi adalah barang

yang diharamkan, seperti narkoba, video porno, online sex,

pelanggaran hak cipta, situs-situs yang bisa membawa

pengunjung ke dalam perzinaan.

3. Karena melanggar perjanjian (TOS) atau mengandung

unsur penipuan.

4. Dan lainnya yang tidak membawa kemanfaatan tapi justru

mengakibatkan kemudharatan.

Ketika kita terjun ke bisnis online, banyak sekali godaan dan

tantangan bagaimana kita harus berbisnis sesuai dengan koridor

Islam. Maka dari itu kita

harus lebih berhati-hati. Jangan karena ingin mendapat dolar

yang banyak lalu menghalalkan segala macam cara. Selama kita

berbisnis online sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan

bermanfaat bagi orang lain, insya Alloh uang yang didapat akan

berkah.

Sebagaima telah disebutkan diatas, hukum asal mu’amalah

adalah al-ibaahah (boleh) selama tidak ada dalil yang

melarangnya. Namun demikian, bukan berarti tidak ada

(34)

Transaksi online diperbolehkan menurut Islam selama tidak

mengandung unsur-unsur yang dapat merusaknya seperti riba,

kezhaliman, penipuan, kecurangan dan yang sejenisnya serta

memenuhi rukun-rukun dan syarat-syarat didalam jual belinya.

Hal yang perlu juga diperhatikan oleh konsumen dalam

bertransaksi adalah memastikan bahwa barang/jasa yang akan

dibelinya sesuai dengan yang disifatkan oleh si penjual sehingga

tidak menimbulkan perselisihan di kemudian hari.

1.2 Saran

Dalam pembuatan paper ini tentunya masih terdapat kekurangan

terkait isi yang kurang lengkap atau kurangnya rujukan yang

terdapat dalam paper. Oleh karena itu penulis berharap pembaca

dapat memberi kritik dan saran demi kesempurnaan paper ini.

Semoga paper ini dapat berguna bagi pembacanya.

DAFTAR PUSTAKA

 Asnawi, Haris Faulidi, Transaksi Bisnis E-Commerce Perspektif Islam,

(Yogyakarta : Laskar Press)

 Al-mwardi dalam Manshur ibnu Idris al-Bahiti, Kasaf al-Qur’an, hlm. 288

Ibn Abidin¸ Ad-Dar Al-Muhtar, Hasan, Ali , Bebagai Macam Transaksi

(35)

Basyit, Ahmad Azhar, Asas-asa Hukum Mu’amalah. (Yogyakarta : UII

pres,1990),

 Daud, Ali Mahmud, Hukum Islam Di Indonesia : pengantar hokum islam

dan tata hukum islam di Indonesia, (Jakarta : PT: Grafindo, 1993)

http://rumahmakalah.wordpress.com/2008/11/08/transaksi-jual-beli-secara-online-akad-salam-secara-e-commerce/

 file:///F:/Halal-Haram%20Bisnis%20Online.htm

 file:///F:/dalam-hukum-islam-dalam-bisnis-online.html

 eramuslim.com , pesantrenvirtual.com , msi-uii.net

 file:// ebusinneson/BISNIS ONLINE INFORMATION.Blog Hukum

Bisnisnline dalamslam.htm

file://muamalat-jual-beli-dalam-islam-pengertian-rukun-hukum-larangan-dll.htm

 Al-Omar, Fuad. dan Abdel-Haq, Mohammed. 1996. Islamic Banking.

Theory, Practise, and Challenges. Karachi: Oxford University Press.

Referensi

Dokumen terkait

Spesifikasi penelitian secara deskriptif analitis dengan menggambarkan keabsahan perjanjian serta akibat hukum dari perjanjian jual beli online dalam forum jual beli

Hambatan-Hambatan Yang Dihadapi Dalam Hal Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dalam Melakukan Perjanjian Jual-Beli online via Blackberry. Berdasarkan hasil

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis transaksi jual beli chip poker dalam game poker online di tinjau dari hukum Islam.. Penyusun memilih lokasi

Pelaksanaan perjanjian jual beli dalam forum jual beli online daerah Mataram secara garis besar sama dengan perjanjian jual beli pada umumnya, hanya saja terdapat

Berdasarkan uraian yang telah penulis paparkan terdahulu, penulis akan menganalisis hukum jual beli gharar menurut perspektif Syafi’iyah terhadap transaksi jual beli

Peneitian yang berjudul “Tinjauan hukum Islam terhadap pembayaran fee pada jual beli secara online via rekening bersama di forum jual beli Kaskus.com” bertujuan untuk

Aman saja belum tentu syar’i, karena jual beli online dapat dikatakan syar’i ; jika sudah memenuhi rukun dan syarat jual beli, sesuai dengan syarat yang terdapat dalam akad salam,

Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa perlindungan hukum terhadap konsumen jual beli online yang dirugikan akibat proses penawaran atau promosi jual beli online pada aplikasi Instagram