• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page i of 15

TUGAS MAKALAH KONSTITUSI DAN HAM

TENTANG MATERI MUATAN KONSTITUSI

DOSEN PENGAJAR

Bpk. ADE ARIF FIRMANSYAH, S.H., M.H

DI SUSUN OLEH

KELOMPOK ENAM (6)

NAMA – NAMA ANGGOTA KELOMPOK :

1. WULANDARI HEFISA (1512011122) 2. DUWI WULANDARI (1512011123) 3. HANY FAUZIA S. (1512011125) 4. SOFIATUN TASLIYAH (1512011126) 5. LOLI PURNAMASARI (1512011128) 6. CANIA SHABILA P. (1512011129) 7. MEMORIA SOVIA (1512011130)

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS LAMPUNG

(2)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page ii of 15

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami

panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,

dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Materi

Muatan Konstitusi. Sungguh merupakan karunia-Nya yang tidak terhingga bahwa di

tengah-tengah kesibukkan penulis sebagai mahasiswa yang tidak luput dari berbagai tugas dan

kegiatan dapat menyelesaikan makalah ini. Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada

Bapak Ade Arif Firmansyah, S.H., M.H selaku dosen pengampu mata kuliah Konstitusi dan

Hak Asasi Manusia.

Makalah ini kami susun dengan maksimal sehingga dapat menjadi makalah

pendidikan tentang Materi Muatan Konstitusi. Terlepas dari semua itu, kami menyadari

sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata

bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik

dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca sehingga

dapat membantu pemahaman terhadap kedaulatan.

Bandar Lampung, 24 September 2016

Hormat Kami

Tim Penulis

(3)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page iii of 15

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 4

1.2 Rumusan Masalah ... 6

1.3 Tujuan Penulisan ... 7

1.4 Metode Penulisan... 7

1.5 Manfaat Penulisan ... 7

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pembukaan ... 8

2.2 Isi Konstitusi ... 9

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ... 13

3.2 Saran ... 13

(4)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page 4 of 15 BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Pengertian dan materi muatan konstitusi senantiasa berkembang seiring dengan

perkembangan peradaban manusia dan organisasi kenegaraan. Dengan meneliti dan mengkaji

konstitusi, dapat diketahui prinsip-prinsip dasar kehidupan bersama dan penyelenggaraan

negara serta struktur organisasi suatu negara tertentu. Bahkan nilai-nilai konstitusi dapat

dikatakan mewakili tingkat peradaban suatu bangsa1.

Mengenai suatu Konstitusi atau Undang-Undang Dasar ini dapat dikatakan, bahwa

suatu pembukaan berisi lebih dari pada alasan pembentukan saja. Oleh karena konstitusi

sebagai sumber pertama dari Hukum Tata Negara, maka adalah layak apabila dalam

pembukaan suatu konstitusi termuat juga dasar-dasar bagi berdirinya Negara yang

bersangkutan. Mengingat sifat konstitusi sebagai hukum dasar yang mendasari segala hukum

yang berlaku di dalam negara, maka pembukaan suatu konstitusi juga memuat filsafat-hukum

yang dianut dalam negara itu.

Pemikiran mendasar tentang jati diri bangsa, peranannya dalam memberikan identitas

system ketatanegaraan dan system hukum,dikemukakan juga oleh Carl von Savigny dengan

teorinya yang amat terkenal dengan Volkgeist yang dapat disamakan sebagai jiwa bangsa dan

atau jati diri nasional. Demikian pula di Prancis dengan”teori ‘rasiond’’etat’ (reason of state)

yang menentukan eksistensi suatu bangsa dan negara (the rise of souvereign, independent,

and nation state).

Perintah menegakkan hak asasi manusia dalam prinsip negara hukum modern juga

ditempatkan pada tempat yang utama, baik menurut konsepsi Rechtstaat oleh Julius Stahl,

Rule of Law oleh A.V. Dicey, maupun yang dikembangkan oleh International Commision of

Jurist. J.G. Steenbeek maupun C.F.Strong pun menempatkan Jaminan Hak asasi manusia

sebagai materi muatan utama dari konstitusi. Hene van Maarseven dan Gerk van der Rang

dalam sebuah studi terhadap konstitusi-konstitusi di dunia dan dituangkan dalam buku

(5)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page 5 of 15 dengan judul Write Constitutionantara lain men gatakan: 1) constitution as a means of

forming the states onpractical and legal system. 2) constitution a national document and as a

birth certificate and as a sign of adulthood and independence. Dari pemaparan pakar di atas

dapat dipahami konstitusi sebagai alat untuk membentuk sistem politik dan sistem hukum

negaranya sendiri dan sebagai dokumen nasional.

Menurut Soepomo, UUDS 1950 adalah Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan

Republik Indonesia yang secara formil sebuah perubahan Konstitusi Sementara RIS.2

Perubahan konstitusi RIS memungkinkan dilakukan guna melahirkan UUD yang baru

mengingat perubahan konstitusional ketatanegaraan akan berubah seiring dengan: “ Dengan

tidak mengurangi yang ditetapkan dalam pasal 51, ayat kedua, maka konstitusi ini hanya

dapat diubah dengan undnag-undnag federal dan menyimpang dari ketentuan-ketentuan

hanya diperkenankan atas kuasa undang-undnag federal, baik DPR maupun Senat tidak boleh

bermufakat ataupun mengambil keputusan tentang usul untuk itu, jika tidak

sekurang-kurangnya dua pertiga dari jumlah anggota siding menghadiri rapat.

Lahirnya UUDS 1950 adalah bukti historis kembalinya Indonesia kepada negara

Kesatuan. Hal tersebut tentunya tidaklah muncul dengan sendirinya. Keinginan terbesar

rakyat Indonesia merupakan “kata kunci” lahirnya negara kesatuan Republik Indonesia.3 Era 1950-1959 merupakan periode demokrasi konstitusional, meskipun dalam kurun waktu itu,

Indonesia hanya bersandar pada UUDS 1950. Konstitusi ini seekaligus menjadi starting point

bagi upaya pembentukan sebuah negara modern Indonesia yang berbentuk kesatuan.4

Sebagaimana halnya UUD 1945 dan Konstitusi RIS 1949, masa berlaku UUDS 1950

pun terbilang singkat. Sejak berlakunya UUDS 1950 pada 17Agustus 1950, maka melalui

Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959, UUDS 1950 dinyatakan tidak efektif lagi dan beralih

2

Berdasarkan Maklumat No X Tanggal 1 November 1945 dan pengumuman pemerintah tanggal 3 November 1945 pada masa Kabinet Sjahrir pertama.

3Majda El Muhtaj. “Hak Asasi Manusia dan Konstitusi Indonesia”. Prenada Media Group,.Jakarta, hlm. 77. Lihat pula Herbert Feith, The Decline, hlm. 71.

(6)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page 6 of 15 kembali pada pemberlakuan UUD 1945.5 Kenyataan ini berimplikasi pada materi muatan

konstitusi itu sendiri. Berlakunya konstitusi UUDB1945 untuk kedua kalinya memiliki masa

berlakuyang relative lebih panjang dibandingkan UUD sebelumnya, termasuk UUD 1945

periode proklamasi karena terhitung sejak 5 Juli 1959 sampai dengan jatuhnya rezim

Soeharto.6

Secara historis perubahan UUD merupakan wacana penting bahkan menjadi

perdebatan yang intens pada saat awal kemerdekaan Indonesia, atau meminjam istilah George

McTurnan Kahin, Newlyborn of Indonesian State( “bayi baru” negara Indonesia). Sebagai

wacana, hal tersebut menunjukkan bahwa isu perubahan UUD 1945 merupakan sebuah

keniscayaan. Pesan moralnya adalah UUD 1945 harus benar-benar dapat sesuai dengan

tingkat perubahan zaman Indonesia. Hanya saja, Soekarno dalam janjinya terbukti tidak

pernah sampai berhasil melahirkan sebuah formulasi UUD 1945 yang baru dan

komprehensif. Begitu pula padamasa Soeharto, alih-alih melakukan perubahan UUD, jika

muncul niatan seputar itu dengan serta-merta dianggap sebagai “makar”terhadap negara.

Dalam sejarahnya, kedua rezim ini berhasil melakukan sakralisasi UUD 1945 secara

terlembaga.7 Hal inidikuatkan dengan pandangan Bagir Manan, sebagaimana dikutip Saldi

Isra, bahwa UUD 1945 adalah biang terjaidnya KKN, memasung semangat demokrasi dan

penegakkan hukum, dan member peluang tumbuhnya pemerintahan yang otoriter, antikritik,

dan anti perbedaan pendapat.8

1.2RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana arti penting Pembukaan dalam sebuah Konstitusi?

2. Apa saja isi dari Konstitusi?

5 Ibid, hlm. 79. Lihat pula Bernhard Dahm, hlm. 188. 6

Ibid, hlm. 79. Masa berlakunya UUD 1945 kurang lebih 4 tahun; Konstitusi RIS 1949 kurang lebih 1 tahun; UUDS 1950 kurang lebih 9 tahun; dan UUD 1945 periode kedua kurang lebih 40 tahun. 7Ibid, hlm. 84. Lihat pula Fuad Bawazier, “MPR dan Komisi Konstitusi”, dalam Republika, edisi 24 November 2001.

(7)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page 7 of 15 1.3 TUJUAN PENULISAN

1. Memenuhi tugas mata kuliah Konstitusi dan Hak Asasi Manusia.

2. Memberi pemahaman kepada mahasiswa mengenai arti penting suatu mukaddimah

dari Konstitusi..

3. Memaparkan isi/muatan dalam suatu konstitusi.

1.4 METODE PENULISAN

Metode penulisan dalam pembuatan makalah ini, kami menggunakan metode penulisan:

1. Studi Pustaka : yaitu metode yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan

data dari buku, jurnal, dan literatur lainnya yang sangat berkenaan dengan materi

pembahasan.

2. Diskusi : yaitu metode yang dilakukan dengan cara berbagi informasi dengan

teman sekelompok untuk membahas materi yang tercantum dalam makalah ini.

1.5 MANFAAT PENULISAN

Hasil penulisan makalah ini bermanfaat untuk mahasiswa/mahasiwi dalam

memberikan pemahaman mengenai Muatan Konstitusi. Serta diharapkan berguna menjadi

(8)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page 8 of 15 BAB II

PEMBAHASAN

A. Pembukaan

Liav Orgad, membagi pembukaan suatu konstitusi ke dalam terminology formal dan

substansif. Menurut terminology formal, pembukaan merupakan suatu pengantar untuk

mengenal konstitusi yang biasanya ditandai dengan kata ”pembukaan” atau alternative

lainnya. Klaasifikasi formal ini menyediakan sarana identifikasi posisi pembukaan yang

ringkas dan teknis. Secara substansif, pembukaan berisi sejarah dibalik perumusan suatu

konstitusi, prinsip-prinsip dan nilai-nilai fundamental. Liav Orgard menambahkan bahwa

materi muatan pembukaan dapat diklasifikasikan ke dalam 5 kategori: Kedaulatan, Sejarah,

Tujuan dan Cita Bangsa, Identitas Nasional, Agama dan Ketuhanan.

Masdar Farid Mas’udi menyatakan bahwa Pembukaan, Preambule, atau Mukadimah

dalam setiap dokumen konstitusi selalu berisikan pernyataan yang singkat tapi sungguh

padat. Di dalamnya tertuang visi, misi, dan nilai-nilai dasar sebuah institusi atau organisasi

sebagai wadah kebersamaan yang hendak dibangun dan dijalankan bersama. Sementara itu

Hans Kelsen menyatakan bahwa pembukaan adalah bagian tradisional konstitusi yang

merupakan pengantar hikmat berisi ide-ide politik, moral, dan keagamaan yang hendak

dikemukakan oleh konstitusi tersebut. Pembukaan ini lebih mengandung karakter ideologis

daripada karakter hukum. Augustinus Simanjuntak menyatakan dengan lugas bahwa

Pembukaan UUD 1945 adalah bagian terpenting dari UUD 1945 yang disepakati oleh MPR

1999 untuk tidak diubah sama sekali, karena pembukaan merupakan bagian penting yang

tertuang Pancasila di dalamnya yang merupakan norma fundamental negara. Dalam Alinea I,

bangsa Indonesia menyatakan:

(1) anti terhadap penjajahan, dan

(9)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page 9 of 15 B. Isi Konstitusi

A.A.K. Struycler, Undang-undang Dasar (Gronwert) sebagai konstitusi tertulis

merupakan sebuah dokumen formal yang berisi: 1). Hasil perjuangan politik bangsa di waktu

lampau. 2). Tingkat-tingkat tertinggi perkembangan ketatanegaraan bangsa. 3). Pandangan

tokoh-tokoh bangsa yang hendak diwujudkan baik waktu sekarang maupun untuk masa yang

akan datang. 4). Suatu keinginan dengan nuansa perkembangan kehidupan ketatanegaraan

bangsa sesuai kehendak yang dipimpin. Semua konstitusi selalu menjadikan kekuasaan

sebagai pusat perhatian, karena kekuasaan itu sendiri pada intinya memang perlu diatur dan

dibatasi sebagaimana mestinya. Constitutions, menurut Ivo D. Duchacek, adalah “identify the

sources, purposes, uses and restraints of public power” (mengidentifikasikan sumber

-sumber, tujuan-tujuan, penggunaan-penggunaan, dan pembatasan-pembatasan kekuasaan

umum). Pembatasan kekuasaan pada umumnya dianggap merupakan corak umum materi

konstitusi. Materi muatan konstitusi/Undang-undang Dasar dalam rangka untuk membatasi

kekuasaan dalam negara sekurang-kurangnya berisi9:

1). Jaminan adanya perlindungan Hak Asasi Manusia.

2). Susunan kekuasaan suatu negara yang mendasar.

3). Pembagian dan pembatasan tugas-tugas ketatanegaraan yang juga mendasar.

Dapat dipastikan bahwa materi muatan dalam konstitusi atau UUD yang satu dengan

yang lainnya tidak ada yang sama. Hal itu dikarenakan ada berbagai macam sebab

perbedaan-perbedaan antar berbagai UUD tersebut. Bagir Manan menjelaskan bahwa perbedaan-perbedaan tersebut

antara lain disebabkan oleh: perbedaan dasar filosofi dan ideologi; perbedaan landasan teori

dan konsep; latar belakang kultural; latar belakang sejarah; bentuk negara, bentuk

pemerintahan dan sistem pemerintahan. Walaupun demikian, pada dasarnya konstitusi yang

ada memuat hal-hal sebagai berikut:

1) Bentuk negara, bentuk pemerintahan, dan sistem pemrintahan.

2) Alat-alat perlengkapan negara, yang sekurang-kurangnya seperti ajaran Montesquieu

yaitu adanya kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif.

9

(10)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page 10 of 15 3) Cara mengisi alat perlengkapan negara dengan pejabat negara yang pada umumnya

melalui mekanisme pemilu (election).

4) Hubungan antar-alat perlengkapan negara.

5) Kekuasaan dan pembatasan kekuasaan alat-alat perlengkapan negara.

6) Hubungan antara alat perlengkapan negara/pejabat alat perlengkapan negara dengan

rakyat.

7) Kewarganegaraan dan hak-hak kewarganegaraan.

8) Cara pembaruan UUD.

9) Aturan peralihan.

10)Lain-lain, yang meliputi Komisi Pemilihan Umum, Komisi Kepegawaian, dan

sebagainya.

Semua unsur-unsur materi muatan di atas, di dapati dalam UUD 1945, kontitusi dari

negara Indonesia, walaupun sebelum diadakannya perubahan-perubahan ada kekurangan

dalam materi muatannnya. Perubahan UUD 1945 membawa implikasi terhadap jenis

peraturan perundangan-undangan serta materi muatannya. Adanya perubahan UUD 1945

tentu menghendaki adanya perubahan sistem peraturan perundang-undangan, serta

penyesuaian materi muatan berbagai peraturan perundang-undangan yang telah ada dan

berlaku.10Pada umumnya suatu konstitusi itu mempunyai materi muatan yang menurut J.G

Steenbeek berisi :

a. Adanya jaminan terhadap hak asasi manusia dan warga negaranya

b. Ditetapkannya susunan ketatanegaraan suatu negara yang bersifat fundamental

c. Adanya pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan yang juga bersifat

fundamental

Dan menurut C.F Strong yaitu berisi :

a. Kekuasaan pemrintah (dalam arti luas)

b. Hak-hak yang diperintah

10

(11)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page 11 of 15 c. Hubungan antara pemerintah dan yang diperintah (menyangkut yang didalamnya

masalah hak asasi manusia).

Pasca kejatuhan Soeharto (Mei 1998), salah satu yang menjadi amanat reformasi adalah

perubahan UUD 1945. UUD 1945 dipandang telah menciptakan dirinya multitafsir.

Penafsiran sepihak atas UUD 1945 telah dirasakan memberikan ilkim negative bagi arah

pembangunan Indonesia. Penguasa kerap menjadikan UUD 1945 sebagai “tameng” untuk

mempertahankan kekuasaan mereka.11

A constitution is not the act of a government but of a people constituting a government,

without a constitution is the property of the nation and not of those who exercise the

governmet12 Demikian penegasan Thomas Paine, tokoh radikal abad ke- 18 yang

karya-karyanya banyak mengilhami revolusi Prancis dan Amerika.. menurut Steenbeeek,

sebagaimana dikutip oleh Sri Soemantri, UUD berisi tiga pokok materi muatan, yakni

pertama, adanya jaminan terhadap hak-hak asasi manusia dan warganegara; kedua,

ditetapkannya susunan ketatanegaraan suatu negara yang bersifat fundamental; dan ketiga,

adanya pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan yang juga bersifat fundamental13

Oleh karena UUD 1945 tidak ditemukan sebuah pengaturan yang tegas, akibatnya

muncul berbagai interpretasi terhadap kualitas muatan dan jaminan UUD 1945 atas HAM.

Akan tetapi, satu hal yang patut mendapat apresiasi positif adalah bahwa para pendiri bangsa

Indonesia telah berhasil memformulasikan sebuah tatanan kehidupan nasional berikut atas

jaminan HAM, jauh sebelum masyarakat Internasional merumuskan Deklarasi Universal

Hak-hak Asasi Manusia (DUHAM) PBB, 10 Desember 1948).14

Penekanan dan Jaminan Konstitusi RIS atas HAM, secara historis dipengaruhi oleh

Universsal Declaration of Human Rights (DUHAM) yang dirumuskan oleh PBB pada

11Ibid. Lihat pula Ni’matul Huda. Politik Ketatanegaraan Indonesia: Kajian Terhadap Dinamika PerubahanUUD 1945(Yogyakarta: FH UII Press, 2003), hlm. 1.

12 Ibid, hlm 93. Lihat pula John Alder. General Principles of Constitusional and Administrative Law

(New York : Palgrave Macmillan, 2002), hlm. 39.

13 Sri Soemantri. Prosedur dan Sistem Perubahan Konstitusi (Bandung: Alumni, 1987), hlm. 51 14 Bambang Sunggono dan Aries Harianto. Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Bandung:

(12)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page 12 of 15 tanggal 10 Desember 1948. Meskipun tidak ditemukan kata Hak Asasi Manusia dalam

Konstitusi RIS, namun ada tiga kalimat yang dipergunakan, yakni setiap/segala/sekalian

orang/siapa pun/tiada seorang pun, setiap warga negara, dan berbagai kata yang menunjukan

adanya kewajiban asasi manusia dan negara. Menurut Soepomo15, setidaknya terdapat 3

perbedaan mendasar antara Konstitusi RIS denganUUDS 1950 dalam penegasannya tentang

HAM. Pertama, hak dasar mengenai kebebasan agama, keinsyafan batin dan pikiran

sebagaimana yang tertuang dalam pasal 18 UUDS 1950. Kedua dalam pasal 21 UUDS 1950

diatur mengenai hak berdemonstrasi dan hak mogok yangseblumnya tidak tertuang di

Konstitusi RIS. Ketiga, mengatur mengenai dasar perekonomian yang melarang

organisasi-organisasi yang bersifat monopoli partikelir yang merugikan ekonomi nasional.

Todung Mulya Lubis dengan tegas mengatakan bahwa kembalinya berlaku UUD.

1945 itu berarti bawa jaminan konstitusi atas HAM menjadi tidak sempurna dan tegas. Sisi

fleksibelitas UUD1945 mengakibatkan fleksibel pula arah penegakkan HAM di Indonesia.

Akibatnya muatan HAM di dalam UUD 1945 mwnurut Mahfud MD, Sangat bergantung dari

konfigurasi politik tertentu. Jika konfigurasi politik demokratis, maka HAM memperoleh

tempat dan implementasi yang relative proposional, tetapi jika konfigurasi politik sedang

bekerja di bawah paying otoritarian, maka HAM pun akan mendapat perlakuan yang buruk.16

15

Soepomo. Undang-Undang….., hlm. 9

16Moh. Mahfud MD.”Perli du ga Huku atas Hak Asasi Ma usia”. Makalah diskusi il iah te ta g

(13)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page 13 of 15 BAB III

PENUTUP

I. Kesimpulan

Nilai-nilai yang terdapat pada ideologi Pancasila berkedudukan sebagai Nilai Luhur

(NL), sementara nilai-nilai lainnya yang terdapat pada Pembukaan berkedudukan sebagai

Nilai Dasar (ND). Kedua derajat nilai ini bersifat universal dan lestari, tetapi

pemahamannya bersifat eksklusif Indonesia.

Nilai-nilai (NL dan ND) itu selanjutnya diwujudkan dan dijabarkan dalam bentuk

pasal-pasal/ayat-ayat pada Batang Tubuh UUD 1945. Penafsiran dan/atau perubahan Batang

Tubuh UUD 1945 (sebagaimana ternyata telah dirubah untuk yang Pertama (1999) dan

Kedua (2000) oleh MPR) tidak boleh menyimpang dari semangat NL dan ND yang termuat

di dalam Pembukaan UUD 1945. Tegasnya, perubahan (dalam Batang Tubuh) itu dapat

dilakukan sejauh masih dalam kerangka penjabaran/pewujudan nilai-nilai (NL dan ND) yang

terdapat pada Pembukaan UUD 1945

II. Saran

Dalam perumusan undang-undang sebaiknya badan legislative benar-benar

memperhatikan nilai-nilai yang terkandung di dalam Undang-Undang Dasar 195 sebagai

staatfundamentalnorm dan nilai-nilai filosofis dari Pancasila. Dengan itu, semoga terciptanya

keseimbangan dan keharmonisan dalam setiap undang-undang, dan nantinya ketika

diimplementasikan tidak bertentangan dengan norma masyarakat, justru menguatkan

norma-norma tersebut

Demikianlah makalah yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi

para pembaca. Akhir kata kami ucapkan banyak terimakasih, dan kami meminta maaf apabila

(14)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page 14 of 15 DAFTAR PUSTAKA

1. Asshidiqie, Jimly. Gagasan Negara Hukum

2. Asshidiqie, Jimly. Konstitusi & Konstitusionalisme Indonesia. 2010. Sinar Grafika

3. Assidiqie, Jimly. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia Jilid II. 2006

4. Assidiqie, Jimly. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia Jilid I. 2006

5. Asshidiqie, Jimly, Prinsip-Prinsip Negara Hukum, Dalam “Beberapa Aspek.

6. Azhary, Muhammad Tahir. 2004. Negara Hukum. Prenada Media. Jakarta,

7. Budiyono dan Rudy. Konstitusi dan HAM. Justice Publicer Fakultas Hukum

Universitas Lampung. Bandar Lampung. 2014.

8. ejournal.mahkamahkonstitusi.go.id

9. Hamidi, Jazim dkk. 2012.Teori Hukum Tata Negara. Salemba Humanika. Jakarta.

10.http://download.portalgaruda.org/article.php?article= 250365&val= 6694&title= NE

GARA%20HUKUM%20INDONESIA%20KEBALIKAN%20NACHTWACHTERSTAA

T

11.http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/6b86a099f4f2f7e5b595001781c40d4f.pdf

12.http://untagbanyuwangi.ac.id/attachments/article/867/Dr.%20H.%20Husni%20Tham

rin,%20SH,%20MH,%20MM.pdf

13.http://www.pkh.komisiyudisial.go.id/

14.http://www.undana.ac.id/jsmallfib_top/JURNAL/HUKUM/HUKUM%202012/JURNA

L%20HUKUM.pdf

15.http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/salam/article/view/2379

16.http://akademik.uhn.ac.id/portal/public_html/JURNAL/TULISAN%20MARTHIN%20

SIMANGUNSONG/Analisis%20Yuridis.pdf

17.http://eprints.ung.ac.id/3963/5/2012-1-74201-271408019-bab2-13082012031238.pdf

18.http://jurnal.fh.unila.ac.id/index.php/fiat/article/view/56/57

19.http://fis.um.ac.id/

20.http://fh.unsoed.ac.id/

(15)

Makalah Tentang Materi Muatan Konstitusi Page 15 of 15

22.Jurnal Konstitusi. Vol. II, No. 1, Juni 2009. PK2PH-FH Universitas Muhammadiyah

Yogyakarta.

23.Jurnal Konstitusi. “Membangun Kontitusionalitas Indonesia, Membangun Budaya

Sadar Berkonstitusi”. Vol II NO. 1 Juni 2009.

24.Muhtaj El, Majda. Hak Asasi Manusia dalam Konstitusi Indonesia. 2007. Kencana

Preneda Media Group

25.Negara Hukum Dalam Islam : Tinjauan Terhadap Piagam Madinah Dan P rinsip

Negara Hukum Modern, Regafelix 2015

26.Rudy. Jurnal Fiat Justisia “Mempertimbangkan Amandemen Konstitusi (Kajian

Calon Presiden Perseorangan dari Aspek Kedaulatan Rakyat dan Konstitualisme)”.

Fakultas Hukum Universitas Lampung. 2014.

27.Sejarah Konstitusi Indonesia Dan Perubahan Ata s Undang-Undang Dasar 1945

Referensi

Dokumen terkait